Wow, this book is so irrelevant.
Dari judulnya bagus, saya langsung tertarik untuk membacanya. Potongan-potongan paragraf atau bait tentang cinta di halaman2nya cukup bagus dan mengena, tapi bagaimana dengan isi dari chapter2nya? Saya merasa seperti membaca kata pengantar untuk sebuah buku atau skripsi, terus, terus dan terus menerus tentang kata pengantar, tanpa isi, tanpa inti, tanpa bobot, dan tanpa solusi. Buku ini sendiri menyadari hal itu, sesuai dengan yang tertulis di halaman 82 : "Refleksi dalam tulisan ini bertujuan untuk memantik diskusi, bukan mencari konklusi." Then what is the purpose? Topik nya bagus, menarik, judul diskusi yang sangat mengena untuk perempuan, tapi apa tujuannya apabila tidak dilanjutkan lebih dalam? lebih dari itu, saya merasa penulis lebih memikirkan untuk merangkai kata-kata yang berima daripada yang berisi. It was awful.
Lalu ditambahkan dengan chapter yang berisi seperti latar belakang penulis, latar belakang pendidikan, psikologi, i mean, it's good for you, really, but i'm not here looking for your autobiography. Lalu dengan chapter tentang Yogyakarta? Ok, sudah meloncat jauh, jauuh sekali dari tema dari buku. Saya senang dan bersyukur akhirnya menyelesaikan buku ini. Akhirnya berakhir juga!!
I'm being generous with two stars. Dua bintang itu saya berikan untuk ilustrasi yang indah dan potongan2 kata-kata tentang cinta di dalamnya.
Saya harap saya tidak kena reading slump gara-gara baca buku ini . Biasanya langsung malas membaca kalau abis baca buku yang rasanya bikin kapok baca.
Dear author i'm sorry, it's not personal, you seem wonderful and smart. It's not about you, it's about the book. Semoga ke depannya bisa merilis buku yang lebih baik dan lebih bermanfaat.