What do you think?
Rate this book


328 pages, Paperback
Published September 7, 2020
Tuhan memang adil, tetapi keadilan itu hanya dirasakan oleh mereka-mereka yang ber-Tuhan. Kesengsaraan, iri hati, dan benci membuat seseorang menjelma menjadi makhluk tidak ber-Tuhan, itulah asal dari ketidakadilan.
"Hidupmu tidak beracuan pada hidup orang lain, karena timing setiap orang itu berbeda. Bisa jadi kamu lulus duluan tapi nggak segera dapat kerja. Bisa jadi yang lulus terlambat justru langsung mendapatkan kerja. Bisa jadi yang usianya lebih tua tidak segera menemukan jodohnya. Bisa jadi yang usianya lebih mudah justru menikah duluan". Rezeki, jodoh, kematian... semua sudah diatur. Tinggal bagaimana kita ikhlas dan tetap berusaha, karena hasilnya ngaak ada yang tahu. Full of surprise.
Bukankah ketakutan utama setiap manusia adalah dilupakan?