Jump to ratings and reviews
Rate this book

Gong Nyai Gandrung

Rate this book
Sebagai pengantin baru, Waru dan Kintan, mulai berburu rumah untuk mereka tempati berdua. Pilihan mereka pun jatuh pada sebuah rumah di daerah Magelang. Saat melihat foto-foto rumah itu dari sang broker, seketika mereka jatuh cinta dengan penampakan setiap ruangannya.

Pertama tiba di rumah itu, mereka disambut Pak Wage dan Mbok Jum, sang penjaga rumah, yang begitu ramah dan siap sedia membantu mereka. Semakin menelusuri rumah besar itu, mereka mulai menemukan ruangan-ruangan baru yang menimbulkan banyak pertanyaan.

Apalagi pendopo di halaman belakang, yang tak ditunjukkan sang broker dalam foto-fotonya; ruang bawah tanah, tempat koleksi buku-buku tua berbahasa Jawa dan Belanda, serta lukisan-lukisan sosok kuda; dan peralatan gamelan beserta gongnya yang menumpuk debu di gudang.

Setelah menemukan gong itu, Waru dan Kintan mulai dihantui mimpi buruk, bahkan terbangun tengah malam, mendengar suara kuda, dan melihat sosok yang kemudian menghilang. Sebenarnya ada apa di rumah itu?

184 pages, ebook

Published September 7, 2020

10 people are currently reading
109 people want to read

About the author

Sekar Ayu Asmara

16 books35 followers
Sekar Ayu Asmara lahir di Jakarta, Indonesia. Menghabiskan masa kecil berpindah-pindah di beberapa negara mengikuti karier diplomat ayahnya. Pernah menetap di Afghanistan, Turki, dan Negeri Belanda.

Semua bidang seni yang ditekuni, dipelajari Sekar secara otodidak. Baik itu sebagai sutradara film, pelukis, produser musik, penulis skenario, maupun penulis novel.

Film pertamanya, Biola Tak Berdawai, mendapatkan anugerah The Naguib Mahfouz Prize di Cairo International Film Festival 2003. Penghargaan bergengsi ini diberikan kepada sutradara film pertama. Film ini juga dianugerahi penghargaan Best Actress untuk Ria Irawan di Asia Pacific Film Festival, Shiraz, Iran 2003. Sementara Bali International Film Festival, Indonesia 2003, menganugerahkan penghargaan Best Actor bagi Nicholas Saputra dan Best Music untuk Addie MS.

Film keduanya, Belahan Jiwa, juga memenangkan penghargaan The Best International Feature Film di ajang New York International Independent Video and Film Festival 2007.

Sekar telah menerbitkan tiga novel: Pintu Terlarang, Kembar Keempat, dan Doa Ibu. Film Biola Tak Berdawai dinovelisasikan oleh Seno Gumira Ajidarma. Sementara novel Pintu Terlarang telah diangkat menjadi film layar lebar oleh Joko Anwar.
email: xekarayu@gmail.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
21 (7%)
4 stars
73 (27%)
3 stars
128 (48%)
2 stars
35 (13%)
1 star
8 (3%)
Displaying 1 - 30 of 81 reviews
Profile Image for Unn Lovegood.
259 reviews1 follower
July 31, 2023
2,7/5🌟
(📚76/100)

Gajelas 😭🙏🏻
▪︎ Ortunya kalo lagi ngomong di telfon tuh kek apaya rancu aja dirasa.
▪︎ Pake 'Lo Gue' (ya gasalah sih t-tapi..)
▪︎ Tiba-tiba ada menik (padahal dia harusnya mereka berdua notice karena melakukan kegiatan sehari² tp kok anu...)
▪︎ Plot-twistnya maksa tp ngena sih
▪︎ Harusnya horror bikin merinding tapi malah jatohnya jadi kaya 'dih apaan sih' gitu.
▪︎ Meh banget Endingnyaa terutama pas bagian gelut itu duh parah.
▪︎ Terus percakapan di ending pas Wahyu ketemu Banowati sungguh cringe.

Tadinya mau kasih 2 bintang, cuma ini ketolong narasinya yg cukup enjoyable jadi yaudah kukasih 3 bintang!
Profile Image for Amaya.
760 reviews58 followers
December 31, 2022
Actual rating: 3.8

Buku ini sebagai penutup akhir tahun 2022. Yeay!

Dari dulu penasaran baca blurb-nya, horor misteri gitu dan memuaskan, sih. Ceritanya singkat, tapi lugas. Misterinya juga dikemas dengan baik. Oh, plot twist-nya lumayan bikin kaget, atau emang aku aja yang nggak terlalu curigaan? Wkwkwk

Awalannya udah mengundang sus karena Waru dan Kintan beli rumah yang harganya miring banget, mana luas pula rumahnya. Jelas ada sesuatu di situ. Rada merinding waktu Kintan ngalamin hal2 mistis gitu, cuman yah masih bisa dinetralisir, lah.

Bawaan baca karya2 penulis tuh gini; banyak info dump, tapi anehnya nggak bikin terganggu. Bahkan bab awal dilimpahi semua info soal dua mc-nya, cuma ya balik lagi, aku enjoy bacanya. Masih bawa isu cheating kayak dua buku yang aku baca sebelumnya. But, this one is different.

Suka banget sama nuansa jawanya yang kental di sini. Makin makin deh, suasana nggak nyamannya :D
Profile Image for Aro~.
246 reviews9 followers
January 1, 2023
Buku ini bercerita tentang kehidupan pasca pernikahan Waru dan Kintan. Pasangan yang memilih untuk meninggalkan ibukota dan segala kemacetannya untuk tinggal di kota yang jauh lebih tenang dan bersahaja, Magelang. Keduanya menempati sebuah rumah berasitektur Belanda yang dibangun pada abad ke-19.

Keanehan demi keanehan mulai terjadi di rumah itu. Sosok bayangan putih yang mendadak muncul, gadis kecil yang seringkali menampakkan diri pada Kintan, dan kehamilan Kintan yang seolah ada dan tiada. Bangunan itu rupanya menyimpan cerita kelam di masa lalu.

Kalau dibandingkan buku penulis yang pernah aku baca, Pintu Terlarang, cerita di buku ini kurang menantang. Penulis nampaknya lebih banyak menekankan pada aspek isi rumah baru Waru dan Kintan alih-alih membuat cerita ini lebih menantang. Btw, kurasa sinopsisnya lumayan menceritakan banyak poin penting di ceritanya. Berasa dikasih spoiler.

Secara keseluruhan, aku kurang suka bagaimana cerita ini berakhir. Rasanya terlalu diburu untuk segera tamat. Hal-hal yang menurutku cukup menarik justru nggak dapat spotlight yang cukup dari penulis. Seperti tentang perangkat gamelan, tari tradisional Jawa.
Profile Image for gq .
111 reviews
June 24, 2024
di awal cukup bikin ngeri sih, tapi ujung ujungnya aku malah bingung. jadi menik itu masih hidup? jadi yang udah meninggal itu sebenernya mbok jum dan pak wage? kayaknya akan lebih jelas dn merinding kalau menik lebih banyak lagi kemunculannya. terus itu pak wage dan mbok jum kenapa masih gentayangan juga? dan kenapa endingnya malah gusti ayu dan mas wahyu ketemu lagi seakan cerita cinta mereka suci dan tragis???? itu hasil perselingkuhan woi 😣😖 terus adegan yang kiai manggala berdiri pake kepala tuh apa ya kayak merusak aja gitu 😭 soalnya malah jadi lucu 😭 secara keseluruhan bukunya udah cukup bangun konflik yang bagus cuman dari tengah ke akhir itu... rating buat buku ini 3,2/5 deh 😭🙏🏻
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Marina.
2,042 reviews361 followers
September 10, 2020
** Books 107 - 2020 **

3,3 dari 5 bintang!

Aku terkecoh dengan membaca judulnya dikirain isinya tentang kebudayaan dan kesenian tari Jawa ternyata ceritanya ada pengkhianatan dan mistisnya.. ceritanya juga mengalir begitu saja enak untuk dibaca sekali duduk

Terimakasih Gramedia Digital Premium atas Peminjaman bukunya!
Profile Image for tïmmyrèvuo.
204 reviews2 followers
August 26, 2023
Bravo, this book is incredible. Especially the Javanese detail. This is the first time I have found a horror genre book with a straightforward traditional touch, but the engagement built between the reader and the author is also flourishing, coupled with a book that is not thick, adding more plus points to this book. Besides, the cover design is also mesmerizing!

This book tells the story of a newly married couple, Waru and Kintan, who decide to live in Magelang. The house they bought has a classic Javanese architecture that suits their artsy personalities. When they first arrived at the house, they were greeted by Pak Wage and Mbok Jum, the housekeepers, who were so friendly and ready to help them. Exploring the place, they discovered new rooms that raised many questions. Especially the pendopo in the backyard, which the broker had yet to show in his photographs; the basement, where a collection of old Javanese and Dutch books and paintings of horses were kept; and the gamelan instruments and gongs that were gathering dust in the storeroom. This mysterious story begins with the discovery of the gong, which eventually causes a couple to have terrorizing visions and dreams. This is where the journey to find the origin of the terror begins.

When I first read this book, I didn't realize that it was a horror genre; I thought it would contain romance and marriage stories with typical spices. However, everything was broken when apparitions and oddities began to appear one by one and began to terrorize the newlywed couple.

I fell in love with every narrative in the book; the characterization and setting details made me really enjoy every sentence in this book. Plus, the story is straight to the point without beating around the bush. This is a plus point that other authors often don't have. The suspense was built from the start, so I didn't realize it several times, holding my breath. This is the true definition of horror; it doesn't need a lot of jumpscares, but the built atmosphere can already scare readers. I also appreciate how the author simultaneously depicts two different-dimensional stories without losing their identities.

In terms of the story, I was surprised by the plot twist; anyone would not expect someone who is known to be close to being evil. Their evil was due to the influence of their past and not necessarily because of Waru and Kintan.

Unfortunately, the death of Mr. Hendro did not reveal the mystery behind it, nor why, for so long, Pak Wage and Mbok Jum were not given any signs of irregularities in their existence (well, I was fooled when Mbok Jum said that they both had a sixth sense, which in fact was true!). In addition, the existence of Menik, who only recently appeared, also made me ask, how could this child survive all this time alone? Indeed, she was pacing back and forth to find food or do something around the house. The mystery of the pregnancy seems to be due to the existence of the spirit so that it exists and does not exist. The appearance of Kiai Menggala, who, out of nowhere, suddenly wanted to help without a clear background, no notification, or anything. Lastly, the ending is too forced with a grave digging scene that could be legal, then a fight scene that is "indosiar banget."

However, because this book is thin and straightforward, that may be the reason why many things are not explained in detail. I really enjoyed this book, and I can't wait to read Sekar Ayu Asmara's other works; 4.5/5 is the last score that can be given.
Profile Image for Balqis Abdillah.
84 reviews3 followers
August 22, 2024
🏚Judul Buku : Gong Nyai Gandrung
Penulis : Sekar Ayu Asmara
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
184 halaman
Baca di @ipusnas.co.id

🏚"tanpa gong suwukan, pergelaran tidak akan pernah selesai"

🏚Sepasang pengantin baru membeli rumah peninggalan zaman Belanda yang berada di jalan Sukasrana 13, Magelang. Sang istri yang bernama Kintan merupakan penari modern lulusan dari Singapore sedangkan suaminya Waru adalah pelukis lulusan seni rupa di Yogyakarta. Orangtua mereka tinggal di Jakarta, tetapi sepasang sejoli ini sependapat untuk memilih Jawa Tengah sebagai kota tempat tinggal mereka. Mereka ingin jauh dari keributan ibu kota yang penuh kemacetan dan polusi. Dan mereka pun menemukan rumah ini.

🏚Awal kehidupan mereka di rumah ini terlihat normal. Mereka disambut oleh sepasang suami istri bernama Mbok Jum dan Pak Wage. Mereka adalah pekerja dari pemilik sebelumnya, dan mereka ditugaskan untuk mengurusi rumah ini. Kintan dan Waru juga tidak keberatan untuk mempertahankan kedua pembantu itu, karena mereka sudah tau seluk beluk rumah ini memudahkan mereka mengurus rumah.

🏚Tapi tak lama, Waru sering mendengar ringikan kuda dari belakang rumah pada malam hari. Dan Kintan juga melihat ada gadis kecil dari jendela belakang rumahnya. Diketahui Kintan dan Waru memiliki indra keenam dan bisa melihat hal2 gaib. Dibelakang rumah mereka ada pendopo yang berisi gamelan usang tanpa memiliki gong, pemilik sebelumnya membuat pendopo itu untuk istrinya berlatih menari jawa sedangkan suaminya adalah pelukis. Memiliki profesi yang sama, membuat Kintan dan Waru seperti punya keterikatan dengan rumah tsb.

🏚Padahal gasampe 200 halaman tapi banyak sekali teka teki yang harus dipecahkan oleh Waru dan Kintan tentang sejarah rumah mereka. Kejadian2 aneh yang sering meneror mereka. Ditambah lagi kematian mendadak sang penjual perabot yang sudah mereka percaya untuk mencari tau sejarah perabotan di rumah mereka. Pencarian mereka pada satu Gong yang menghilang dari gamelan tsb menambah penasaran kedua pasutri ini dan bagaimana mereka mengakhiri teror2 mistis yang mereka alami?

🏚Jujur aku takut banget sama cerita horor. Apalagi tentang sejarah2 masalalu. Tapi yang satu ini gabuat aku takut malah buat aku semakin penasaran apa penyebab semua keanehan dirumah itu. Aku kasi rate ⭐️3,8/5
Profile Image for Renov Rainbow.
278 reviews2 followers
August 1, 2021
102-2021
188 hal

Cerita dibuka dengan POV seseorang yang belum diketahui siapa gerangannya. Si perempuan sedang menunggu seseorang yang disayanginya di pendopo. Dimana disana terdapat juga gong.

Kemudian cerita beralih ke pasangan muda dari Jakarta yang baru saja menikah dan pindah ke rumah baru mereka di Magelang (POV Narator). Rumah Belanda terletak di tengah kota, mereka bayar lunas sesuai dengan term pembayaran tanpa mereka lihat terlebih dahulu.

Mereka berdua yang sebenarnya punya kemampuan 6th sense, merasa rumah mereka baik-baik saja. Kebetulan sekali profil mereka berdua mirip sekali dengan pemilik pertama rumah yang berprofesi sebagai pelukis dan penari.

Namun siapa sangka mereka kemudian menjadi kerap mendengar derap kuda, Kelebat sosok putih, anak kecil yang berlari. Ditambah lagi dengan sosok kemunculan Kiai yang mengatakan mereka tengah dalam bahaya dan memberikan mereka jimat.

Ceritanya menarik, terlebih adanya plot twist. Sayang karakternya kurang kuat, lebih menitikberatkan pada latar belakang keluarga yang kaya raya sehingga walaupun mereka masih muda tidak mempunyai kesulitan membayar rumah seharga 19,5 M. Belum lagi mereka mengganti hampir sebagian besar perabotan karena tidak sesuai dengan konsep.

Dijualnya perabot ini berhubungan nantinya dengan Pak Kresna, pemilik toko antik yang akan bantu mentranslate buku harian Raden Mas Bagaskara.

Sikap Kintan yang menurut cerita masih keturunan Paku Alam juga kurang kromo terhadap Ibunya. Dia kerap menyudahi telepon dari Ibunya, bahkan sebelum Ibu menyampaikan maksudnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Pratiwi Utaminingsih.
71 reviews7 followers
August 22, 2025
Dulu pernah baca dua karya Sekar Ayu Asmara yang berjudul “Kembar Keempat” dan “Doa Ibu.” Dua buku tersebut seingat saya sangat bagus. Jadi ketika scroll toko oren ga sengaja nemu buku ini, ga pikir dua kali langsung check out.
Tapi setelah dibaca jujurly agak kecewa, huhu. Masih bertemakan horror/mistis tapi entah kenapa kok receh untuk sekelas Sekar Ayu Asmara.
Gong Nyai Gandrung menceritakan tentang sepasang suami istri bernama Waru-Kintan yang memutuskan untuk escape dari hiruk-pikuknya Jakarta dan pindah ke Magelang. Berbagai kejadian mistis menghantui mereka setelah mereka pindah ke rumah tersebut. Dibantu oleh Pak Kresna seorang kolektor barang antik, mereka berdua berusaha mencari tahu rahasia dibalik kejadian-kejadian tersebut.
To the point aja ya. Things I don’t like from this book:
1. Suami istri manggil lo-gue to each other, seriously?
2. Menik iku sopo seh? Kalo tinggal di situ masa iya gatau sama sekali? 😭
3. Baru kali ini ga suka sama tokoh utamanya karena super ngeyel dan ndablek wkwkwk

Tadinya tidak mau lanjut baca tapi mengingat nama besar seorang Sekar Ayu Asmara dan sayang banget kalo harus nambah DNF lagi, akhirnya saya selesaikan buku ini dengan penuh tepokan jidat wkwkkw. Maaf, Bu Sekar 🙏🏻
Satu hal yang selalu saya suka dari buku Sekar Ayu Asmara adalah beliau tidak lupa selalu menyelipkan nilai-nilai budaya dalam bukunya.

📚Gong Nyai Gandrung
✍️ Sekar Ayu Asmara
⭐️ 7/10
Profile Image for nikey.
247 reviews4 followers
February 1, 2022
⭐4.5/5
.
.
Sepertinya sudah lama aku gak membaca kisah horror

Ketika membaca sesuatu yang bersangkutan dengan horror lagi rasanya nostalgia
.
.
Kali ini aku beres membaca Gong Nyai Gandrung

Berlatarkan kisah di Magelang, dimana sepasang suami-istri, Kintan dan Waru, yang baru saja menikah dan pindah ke Magelang menempati suatu rumah Belanda
.
Awalnya keduanya baik-baik saja sampai suatu ketika banyak kejadian aneh yang mulai menimpa mereka berdua

Dimulai Kintan mendengar suara gamelan..

Waru mendengar suaru kuda..

Kintan melihat anak kecil di pendopo..

Dan lain-lain..
.
.
My thought :

Buku ini tipis, namun berhasil menuangkan cerita yang penuh misteri dan menegangkan

Ada satu plot twist yang tidak terduga olehku, benar-benar luput dari pengawasanku sampai-sampai aku kaget

Buku ini juga sarat akan adat Jawa yang merupakan nilai plus dari buku ini. Meski aku bukan orang Jawa, tapi aku bisa menilai penulis ternyata menguasai apa yang dia tuliskan di dalam buku ini..

Yang disayangkan dari buku ini sih menurutku hanya interaksi antara Kintan dan Wage yang terkadang pake "gue-lo" sebagai pasangan suami-istri yang kayaknya gak cocok, jadi kadang aku lupa kalau mereka itu pasangan suami-istri. Mungkin aku yang gak terbiasa.. 😂 a̸k̸u̸ b̸u̸k̸a̸n̸ r̸a̸s̸i̸s̸ y̸a̸,̸ g̸u̸y̸s̸.̸.̸
Profile Image for Eka Rahayu.
16 reviews
February 24, 2024
Berkisah tentang misteri rumah jadul peninggalan zaman dulu. Karena latarnya di Jawa dan latar belakang tokohnya keturunan Jawa, jadi emang nuansa kejawennya sangat kental dan jadi poin utama.

Dibalik gangguan dan hal-hal gak mengenakkan yang dialami tokoh utama, ada cerita masa lalu yang kelam tentang penghuni sebelumnya, di mana aku gak merasa simpati karena terlibat dengan isu perselingkuhan. Ya meski memang kisahnya tragis sih.

Yang pertama: cover-nya bagus estetik kalo difoto. Secara keseluruhan cerita dalam bukunya seru, menarik, punya tempo cepat, gak terkesan manjang-manjangin kata dengan kalimat yang indah. Penulis lebih fokus menjabarkan hal penting terkait cerita dan ngeringkas sisanya.

Menurutku jadi lebih efisien, soalnya aku tipe pembaca yang kepingin langsung ke inti dan baca lanjutan cerita utamanya. Tapi juga kadang, ada beberapa bagian yang terasa kecepetan dan malah kurang penjelasan wkwk (biasalah pembaca banyak maunya). Juga ada plot twist dikit yang kalau menurutku gak ketebak.

Oh dan aku pun suka cara penulisan authornya. Ternyata udah banyak bukunya yang mungkin nanti bakal kubeli juga.
Profile Image for Novita.
190 reviews13 followers
October 30, 2022
Buku ini tuh bercerita tentang gong suwukan yang terpisah dari gamelan lain. Dan itu artinya kisah/pagelaran yang ada pun tidak pernah mencapai titik akhir. Ini kayak kisah seorang Raden Ayu yang terlibat kisah cinta terlarang dengan laki-laki lain dari trah Paku Alam.

Perjalanan sepasang suami Waru dan Kintan selama ada di rumah barunya ini lumayan buat merinding si (terlebih emang Aku agak parno-an soal beginian). Tapi seru juga mengingat ceritanya di Magelang, jadi kayak lebih familiar gitu (pendapat pribadi).

Overall ceritanya menarik, membahas budaya jawa dan kleniknya, apalagi ada plot twist. Sayangnya karakter Waru sama Kintan tuh masih kurang, lalu alurnya terlalu cepat (ya karena cuma 180an halaman si) jadi terasa sekali ada beberapa bagian yang kurang di jalan ceritanya.

Oh iya bagian tempat kayak kafe yang dikunjungi dan lain-lain kecuali Museum Diponegoro semua ternyata cuma imajinasi ya.. Aku sempet nyari kafe kinara kenari yang di bukit menoreh ternyata nihil hoho (ini cuma curahan saja sih, dan bukan termasuk kekurangan buku).
Profile Image for Rizki Utami.
212 reviews21 followers
May 24, 2023
Diceritakan dari 2 lini masa. Masa sekarang (narasi dari Waru dan Kintan), dan masa lalu (narasi dari Raden Banowati) yang pelan-pelanakan bertemu dan mengungkap misterinya. Aku suka penulis yang tetap menyajikan unsur budaya dalam cerita. Seperti saat Kintan belajar tari tradisional Jawa, dijelaskan sedikit mengenai gerakan dan maknanya ataupun saat disebutkan tempat yang bersejarah ada penjelasan sedikit mengenai tempat itu.

Sayang sekali untuk misterinya kurang greget dan gampang ditebak. Elemen horror nya pun tipis banget dan hanya sebagai pemanis, cocoklah buat yang kurang suka horror jumpscare. Lalu ada juga yang bikin gregetan, typo nya itu loh. Seperti Waru jadi Warung atau saat PoV Kintan malah jadi PoV Waru. Alhasil harus double cek biar gak bingung. Plot twist yang menjadi plot hole menurutku juga gak bisa dilupakan. Masih ada beberapa yang menjadi pertanyaan di otak aku, mengapa begini dan mengapa bisa begitu? (Nanti akan aku kasih penjelasan dan hide spoiler ya)

Fun to read.
Profile Image for Deliana  Destian.
29 reviews
October 13, 2023
Berawal dari pasutri baru yang menempati rumah lama di Magelang. Walaupun keduanya berkecimpung di dunia kesenian, mereka merupakan pasangan yang modern, tidak percaya pada Klenik. Tetapi hal itu berubah ketika banyak kejadian aneh yang dialami di rumah itu, rumah belanda dengan pendopo yang diisi dengan set gamelan.

Suara kuda yang kerap muncul di malam hari, sosok bayangan putih yang mengikuti, dan sosok bocah yang tiba-tiba menghilang. Keanehan semakin jelas ketika seorang kakek yang tidak dikenal memberikan sepasang jimat dan menuduh mereka memiliki indra keenam.

Buku ini lekat dengan budaya jawa tetapi bahasa yang digunakan sangat modern anak jakarta, bahkan bahasa jawa yang muncul hanya satu dua saja. Ceritanya menurutku kaya film horor Indonesia, sosok-sosok-pencarian-kematian-penjelasan. Ada sedikit penjelasan yang kurang, kematian Pak Kresna, siapa pelaku sebenarnya?

Selebihnya keren! penggambaran situasinya jelas.
4/5⭐️ untuk Gong Nyai Gandrung, Sekar Ayu Asmara. 😆😆
Profile Image for Kai.
81 reviews1 follower
March 12, 2024
CW // suicide, murder, cheating

Okay, buku ini genre-nya horror misteri. Di asal mungkin memang kurang terbangun suasanya utamanya. Sedikit terlalu lama untuk bawa pembaca serius karena banyak yang dijelaskan di awal yang mana mungkin bisa dipangkas sedikit dan diberi sesuatu yang membangun cerita. Personally, saya suka dengan detail penggambaran latar dalam buku. Sebagai orang jawa yang juga tinggal dalam lingkup rumah seperti pada buku ini, rasanya seperti sedang menatap rumah sendiri.

Plotnya lumayan, yang bikin kaget cuma tentang Mbok Jum dan Pak Wage saja menurut saya. Lalu, buku ini buat saya berpikir tentang kisah Banowati. Ya, tipikal permasalahan jaman dulu sekali. Tidak membenarkan perilaku Banowati, tapi tidak membenarkan pula perilaku suaminya.

Yang amat disayangkan adalah cerita dibalik gong Gandrung yang menurut saya kurang GONG. Apalagi penutupnya.. konsep kesetiaan harusnya bisa lebih indah.

Tapi buku ini tidak buruk untuk dibaca sebagai teman sore atau malam hari.
Profile Image for Sha.
184 reviews6 followers
December 15, 2020
Bercerita tentang sepasang suami istri yang baru pindah ke Magelang. Di rumah baru tersebut, mereka banyak menemui kejadian aneh. Diceritakan dari dua sudut pandang: Banowati sebagai orang pertama yang menceritakan riwayat hidup dirinya sendiri; lalu dari sudut pandang orang ketiga yang menceritakan kehidupan Waru dan Kintan di rumah baru.

Novel ini sangat kental dengan budaya Jawa. Bergenre horor dengan cerita yang ringan. Bukan jenis horor yang serem sampai bikin merinding. Malah ada bagian yang ngakak kalo dibayangin, padahal di situ adegannya lagi serius 😭. Tokoh di novel ini cukup banyak. Selain tokoh utama Waru dan Kintan, ada 2 penjaga rumah Pak Wage dan Mbok Jum, lalu ada Pak Kresna dan masih ada lagi tokoh-tokoh lainnya yang muncul. Masing-masing punya peranan penting dalam cerita, porsinya pun pas. Ada plot twist di akhir cerita yang tidak terduga (buat aku). Bisa buat dibaca sekali duduk karena jumlah halamannya kurang dari 200, pace-nya cepet dan ceritanya juga ngalir.
Profile Image for Edotz Herjunot.
Author 5 books14 followers
December 10, 2021
Dari awal saya tahu kalau buku ini buku misteri. Tapi setelah saya baca sampai pertengahan bab pun, misterinya masih belum fokus kemana. Yang dibahas kebanyakan justru tentang rumahnya dan furniturnya. Belum obrolan yang lo gue (meskipun ini nunjukin mereka orang Jakarta), menurut saya justru terkesan abg banget.

Udah gitu terlalu banyak kebetulan yang dipaksakan juga. Ada kekuatan jahat yang akan mencelakakan lah, Kyai tahu-tahu ngasih jimat lah, pemilik toko yang meninggallah, anak kecil yang ternyata hidup bersebelahanlah (lah ini makannya gimana? Udah gitu katanya sekolah juga. Anehnya Waru sama Intan nggak tahu ada anak kecil tinggal di sekitar rumahnya, dikiranya justru hantu). Terus plot twist tentang Wage dan Mbak Jum yang ternyata 'ya gitu deh', lucunya adalah di bagian akhir malah jadi berusaha menghalangi dengan cara adu fisik, kayak lagi berantem sama manusia aja.

Saya menyelesaikan buku ini bukan karena terbawa dengan jalan ceritanya tapi karena sayang aja udah dibeli
Profile Image for Acipa.
141 reviews12 followers
September 19, 2020
Lemah iman gue sama cover yang cantik gitu, eh isinya gak ngadi ngadi lah. Buat gue pribadi, horornya nggak senyeremin itu sih, gak tau ya kalau baca pas malem malem wkwkwk...

Kintan sama Waru nih menurut gue kalau ada di kehidupan nyata sangatlah adem ayem, gak mikirin hal hal soal penghidupan keknya, udah terjamin gitu, wkwk.

Pas awal awal sih ngalir aja ceritanya, eh tapi begitu baca bab 30an, langsung bikin kaget dan merinding disko, sekaligus heran juga sih. Jadi selama ini...?

Yah mending baca ajalah ya, enak juga cuma 188 halaman bisa dibaca sekali duduk (dalam ini sekali rebahan kalo gue, lol)

Dan oh gosh... gue malah ketawa coba pas 4 kalimat terakhir, ckckckck... Udah kek pelem india laah 🤣 Btw penulisnya juga nerbitin buku lain di GPU yang punya cover canteek euy, lumayan enak nih bacanya 😍
Profile Image for Nis.
16 reviews
June 7, 2022
Seperti tulisan-tulisan Sekar Ayu Asmara lainnya, plot twist tipis-tipis masih hadir dalam Gong Nyai Gandrung ini. Kali ini penulis membawa tema yang sama, tetapi dengan perspektif yang berbeda: perselingkuhan yang dilakukan oleh perempuan. Dengan menghadirkan latar di Magelang juga berbagai unsur yang berkaitan dengan jawa lainnya, penulis berhasil menggambarkan suasana mistis dan kepercayaan terhadap mitos, arwah, dan hal gaib lainnya. Salut lagi dengan Sekar Ayu Asmara yang membawa perspektif perselingkuhan oleh wanita juga suara perempuan yang dimadu oleh sang raja. Alurnya sedikit tergesa-gesa tetapi masih nyantol ketika membacanya.

Ini karya ketiga setelah Doa Ibu dan Jakarta Rock N Roll yang saya baca. Kekhasan gaya penulisan yang tetap mengangkat tema-tema sosial khususnya tentang perempuan yang saya kagumi dari Mbak Sekar--walaupun tidak disadari dari awal.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ran.
13 reviews
December 20, 2023
hmmmmm.....
aku suka banget baca buku genre horror, tapi yang ini 🤔🤔🤔
di pembukaan yang bagian 1 itu sebenarnya udah bagus, tapi pas masuk ke bagian 2 dan seterusnya, walaaah, kok kayak jadi ngalor-ngidul gitu..

banyak banget penjelasan yang ga perlu. soalnya jadi aneh, biasanya kalau ada tambahan penjelasan, trus abis itu masuk lanjut lagi ke cerita, masih kayak ada penghubungnya, masih nyambung. tapi ini tuh nggak nyambung sama sekali, jadinya bikin hah heh hoh gitu waktu baca. mungkin tambahan penjelasannya bisa dimasukin ke foot note aja kali ya.. daripada nyambung jadi satu sama cerita.

plot twist-nya lumayan, tapi ending & menuju ending rada ga jelas juga menurutku😭 kayak, semuanya serba tiba-tiba. diburu-buru. jadi pas udah di halaman terakhir, reaksiku, ??????? loh udah ??????? 😭😭😭🙏🏻
Profile Image for Raditya Nandiasa.
137 reviews1 follower
January 10, 2024
⚠️ TW: suicide, murder, cheating
Judul: Gong Nyai Gandrung
Penulis: Sekar Ayu Asmara
Rate: 4.0/5

Buku bergenre horor ini menggunakan alur dan sudut pandang campuran. Di masa kini sepasang suami-istri sebagai tokoh utama memakai sudut pandang orang ketiga sedangkan di masa lalu tokoh utamanya bertindak sebagai pencerita. Diksi yang dipakai oleh penulis cukup puitis. Caranya mendeskripsikan suasana dan latar cerita detail sehingga pembaca dapat membayangkannya dengan baik. Sayang sekali korelasi antar paragrafnya terasa kurang. Perpindahan paragraf kurang mulus dan membuat kurang nyaman. Penggunaan "lo-gue" dan "baby" dalam percakapan untuk menunjukkan bahwa tokoh utama berasal dari Kota Jakarta terasa cringe. Bagian akhir terkesan terburu-buru dan kurang memuaskan namun buku ini cukup layak untuk dibaca saat senggang sebagai hiburan ringan.
2 reviews
January 8, 2026
⭐️: 3,8/5
🏠_______________________________
"Gandrung itu perasaan kesemsem terhadap seseorang. Perasaan cinta yang luar biasa."

🏠_____________________________
Novel ini bergenre misteri, horor dengan menggabungkan unsur budaya di dalam cerita. Saya tertarik membacanya karena warna-warna ilustrasi cover.
Awal membaca saya kira ini kisah romantis pasangan suami istri, eh semakin ke sana ceritanya semakin horor namun kesan horornya tidak membuat kamu sampai terbawa ke alam mimpi.
Bagian favorit saya tentu saja informasi budaya dan sejarah yang disuguhkan penulis.
Saya kurang suka dengan interaksi Kintan dan Wage yang menggunakan kata "gue,lu".
Alur ceritanya cepat dan tidak bertele-tele. Menurut saya pelajaran dari kisah ini, setiap kali mau beli rumah sebaiknya cari tahu dulu seluk-beluknya supaya tidak kejadian seperti Kintan dan Wage (Wkwkwkwk).
Profile Image for Dennisa .
160 reviews
October 17, 2023
Keputusan yang tepat baca buku ini di siang hari :) soalnya kek berbau² horor.

Mengisahkan tentang sepasang pengantin baru, Waru Wisanggeni dan Kintan puspita. Keduanya memutuskan tinggal di rumah yang baru mereka beli di Magelang.
Rumah bergaya Belanda di Jl Sukasrana 13 dengan latar pemandangan gunung sumbing dan merbabu.


Dari awal pindah ke rumah tsb banyak kejadian janggal dan mistis yang dialami keduanya.

Ternyata kejanggalan² yang terjadi di rumah tsb dilatari kejadian di masa lalu.
Kisah Gusti Ayu Banowati yang dibunuh oleh suaminya sendiri, Raden Mas Bagaskara yang arwahnya belum tenang.

Kirain Menik itu Arwah gentayangan ternyata malah Pak Wage dan Mbok Jum.

Bukunya tidak terlalu tebal kurang dari 200 halaman, dan ceritanya sat set sat set :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for athiya jusuf.
5 reviews
April 2, 2024
bukunya lumayan tipis dan aku berhasil namatin ini kurang lebih tiga jam. setelah baca ini, aku nemuin detail-detail kecil yang kurang. kayak penggunaan ‘lo-gue’ antara suami istri. nggak salah, sih sebenernya, tapi aku merasa kayak aneh aja.
lalu, waktu scene Kiai Manggala ngasih jimat itu terkesan agak dipaksakan. masa, out of nowhere ngasih jimat ke pasangan yang lagi nyantai di kafe. apa nggak dianggep orang aneh atau jahat, ya?
dan soal Menik juga. ini sih yang paling aku ngerasa ‘aneh’. kok bisa-bisanya Kintan sama Waru ini nggak ngeh sama sekali ada orang lain yang tinggal sama mereka. mana Menik ini kan masih anak usia sekolah. terus makannya gimana? sekolahnya?
untuk plot twist-nya lumayan, kok. tapi endingnya.... kayak berasa diburu-buru gitu. ‘oh udah nih??? gitu doang???”
Profile Image for Nadhira Paramawasti.
63 reviews1 follower
November 23, 2025
Its quite an entertaining read. It has fast pacing and an overall interesting plot. The writing style is easy to read so the book practically reads itself. Although, I think some science needs to be written properly as well. The one that bothered me most is the fact where the writer wrote about how to have a twin, one has to have a twin relative or bloodline. However, there are 2 types of twin pregnancy that can happen. One is where the mother releases 2 eggs which is usually genetic, but the other one is in the case of identical twins, it stems from one egg only and it occurs randomly. So, one doesn’t need to have a twin gene to carry a twin.

Other than that, overall its quite a nice read.
Profile Image for Faizah Lentera.
273 reviews2 followers
January 18, 2023
Waru dan Kintan memilih Magelang sebagai tempat tinggal setelah menikah. Mereka ingin menjauh dari hiruk pikuk perkotaan Jakarta. Waru dan Kintan disambut oleh pengurus rumah pemilik sebelumnya. Satu-persatu kejadian di luar nalar terjadi sejak kepindahan di rumah bergaya Belanda yang terletak di Jalan Sukarsana nomor 13. Kondisi rumah dituliskan cukup detail oleh penulis. Mulai dari bentuk bangunan, jenis tegel, hingga perabotan. Penulis berhasil membangun latar dengan memukau. Sayangnya cerita menuju akhir biasa saja, tidak ada yang istimewa.

- Mbok Jum dan Pak Wage kembali bertukar pandang.
Profile Image for naabilaputri.
27 reviews54 followers
August 23, 2023
Nggak se"menggelegar" ketiga buku sebelumnya: Pintu Terlarang, Kembar Keempat, dan Doa Ibu.

Dalam novel ini deskripsi terlalu mendetail sehingga cerita jadi bertele-tele, terkesan dipanjang-panjangkan agar novel tebal dan mengulur rasa penasaran pembaca. Kalau bertahan sepertiku tidakpapa tapi akan ada kemungkinan pembaca jadi mudah bosan.

Selain itu konflik juga terkesan ngambang dan dipaksakan, seakan novel ini lahir terburu-buru, "jiwa" mba Sekar seakan hanya setengah saja ada dalam novel ini. Tidak seperti ketiga novel yang sudah kubaca di atas.

Tapi buku ini masih bisa dinikmati kalau kamu mencari bacaan yang penuh misteri namun masih ringan dan cepat diselesaikan.
Profile Image for Dhelvia Gerent .
31 reviews
February 29, 2024
Tipikal orang yang cenderung baca buku karena fomo, haha. Tapi judul dan cover tetep jadi penentu. Misalnya buku ini, akhir2 ini banyak sekali orang yang baca. Ulasannya menarik2

Dan ternyata yeahh! I tink this is my comfort book. Unsur jawa nya kental, kebudayaan, less romantic things, romantis tapi ga lebay, ada twist, ada unsur sejarah dan misteri

Fokus utamaku dari awal memang menyoroti tingkah pasangan suami istri ini. Dan cerita yang dibangun antara keduanya sangat apik. Terlepas dengan detail percakpan tokoh pendamping yang kadang kurang pas, juga adegan2 yg terkesan memaksakan

Overall good. Jadi kepo sama karya yg lain. Actual rate 4.2/5
Profile Image for Szasza.
246 reviews22 followers
July 21, 2021
Buku ini berceritakan tentang sepasang suami-istri muda yang baru memulai kehidupannya di sebuah rumah di daerah Magelang. Setelah beberapa hari dari tanggal kepindahan mereka mulai merasakan pengalaman-pengalaman aneh yang berbau mistis.

Ceritanya dikemas dengan sangat apik dengan nuasa kebudayaan jawa sangat kental, namun aku kurang begitu suka sama character nya yang cukup sompral khas sekali cerita-cerita horror pada umumnya. Ending nya terkesan buru-buru dan masih banyak kejadian-kejadian yang belum terjawab.
Displaying 1 - 30 of 81 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.