Jakarta... Kota sejuta kesempatan dan harapan, tempat para pemimpi menggantungkan segala cita.
*
Betari berkhayal, suatu hari ia akan membangun gedung pertunjukan seni sekelas Broadway di Jakarta. Arung memiliki mimpi yang sama dan berjanji akan bersama-sama mewujudkannya. Sayangnya, mimpi kedua insan yang dilanda asmara itu seketika buyar ketika Kunang, istri Arung, menguak perselingkuhan mereka.
Arung mencintai Betari tanpa mengurangi cintanya pada Kunang. Namun, ia akan kehilangan bila berusaha menggenggam keduanya secara bersamaan. Bagaimanapun hatinya tidak mampu memilih.
Mencintai Arung tak membuat Betari rela menjadi yang kedua. Terlebih ketika David hadir menjanjikan cinta yang satu untuknya. Bersama David segalanya terasa lebih ringan dijalani, hingga kebenaran dari masa lalu mengguncang hubungan mereka.
*
Jakarta… Gemerlap ibukota dan belitan cinta tidak pernah sebanding dengan gelapnya dendam, takdir, dan pengkhianatan.
Sekar Ayu Asmara lahir di Jakarta, Indonesia. Menghabiskan masa kecil berpindah-pindah di beberapa negara mengikuti karier diplomat ayahnya. Pernah menetap di Afghanistan, Turki, dan Negeri Belanda.
Semua bidang seni yang ditekuni, dipelajari Sekar secara otodidak. Baik itu sebagai sutradara film, pelukis, produser musik, penulis skenario, maupun penulis novel.
Film pertamanya, Biola Tak Berdawai, mendapatkan anugerah The Naguib Mahfouz Prize di Cairo International Film Festival 2003. Penghargaan bergengsi ini diberikan kepada sutradara film pertama. Film ini juga dianugerahi penghargaan Best Actress untuk Ria Irawan di Asia Pacific Film Festival, Shiraz, Iran 2003. Sementara Bali International Film Festival, Indonesia 2003, menganugerahkan penghargaan Best Actor bagi Nicholas Saputra dan Best Music untuk Addie MS.
Film keduanya, Belahan Jiwa, juga memenangkan penghargaan The Best International Feature Film di ajang New York International Independent Video and Film Festival 2007.
Sekar telah menerbitkan tiga novel: Pintu Terlarang, Kembar Keempat, dan Doa Ibu. Film Biola Tak Berdawai dinovelisasikan oleh Seno Gumira Ajidarma. Sementara novel Pintu Terlarang telah diangkat menjadi film layar lebar oleh Joko Anwar. email: xekarayu@gmail.com
it's better than "Blue Morpho", tapi akunya nggak begitu suka novel yang menyediakan satu bab penuh 'ujug-ujug' untuk dan dari kacamata tokoh sampingan. akan lebih bisa diterima jika melalui tokoh utama atau informasi selintas-selintas yang diperoleh tokoh utama. ditambah lagi, kesan 'meromantisasi' perselingkuhan bikin hilang respek.
namun, sisi menggapai impian, mati-matian mewujudkan impian, cukup memberi inspirasi di hari-hari suram begini.
Mencapai halaman terakhir, aku paham kenapa banyak sekali karakter yang muncul plus diceritakan secara singkat kehidupan/background mereka. Ternyata memang ada kaitannya, walaupun cuma seupil. Keren, sih, karena yah nggak akan tiba2 ada nama A, B, C yang lolos audisi tanpa tau soal latar belakangnya.
Kalo bahas soal kisah Arung, sih, duh rada nggak nyaman juga, sih. Secara, dia selingkuh, man. Dan apa pun alasannya, main belakang bukan hal yang bagus. Aku lebih menyorot ke kehidupan Arung setelahnya, sih. Gimana akhirnya dia bangkit dan walaupun nggak ada permintamaafan secara resmi, dia berusaha berdamai. Malah kasihan sama Kunang yang dibelenggu dendam. Sakit, sih, diselingkuhin, apalagi cara dia balas dendam tuh termasuk ekstrem.
Well, enjoy banget bacanya. Page turning juga. Semua kisah di sini menggambarkan kehidupan Jakarta. Segala kepelikan, rahasia, dan cinta di dalamnya.
Aku suka buku ini bisa menceritakan dengan lugas kondisi masyarakat Jakarta yang majemuk karakternya dan beraneka ragam. Ada tentang Betari, Penari kontemporer. ada tentang Arung, CEO Borneo Mining. Ada tentang Kunang, Wanita ambisius yang menghalalkan segala cara. Ada tentang June, Wanita buta yang sensitif instingnya. Ada juga kisah David yang mencari nasib ibu kandungnya. Semuanya dirangkai manis menjadi satu didalam gedung pertunjukkan yang disebut "Jakarta Rock 'N' Roll"
Dan jujur ada bagian cerita yang mengagetkanku kalau ternyata ** dan ** masih berhubungan satu sama lain di masa lalunya. Aku lebih suka sama cerita yang ini sih ketimbang yang Gong Nyai Gandrung mungkin karena realita penduduk Jakarta diperlihatkan secara gamblang apa adanya :'))
Terimakasih Gramedia Digital Premium atas Peminjaman Bukunya!
Gaya ceritanya menarik, aku suka pas mereka mau bikin tempat kesenian gitu. Idenya keren sih ya. Karakternya terlalu banyak, tapi emang saling terkait.
Kaget juga sama plot twistnya, meski emang sudah menebak2 sih ya. Konfliknya rumit tapi penulis membawanya dengan gaya khas banget, apik dan rapi eksekusinya. Meski bikin kaget juga sih.
"Takdir hati itu hanya mencintai satu perempuan. Tidak mungkin hati bisa mencintai dua manusia sekaligus." - Hal. 91
Jakarta dengan segudang persoalannya. Seperti yang dialami oleh Betari dan Arung. Betari tidak menyangka kekasihnya adalah suami orang. Kunang tidak tinggal diam saat tahu Arung selingkuh. Dia melucuti semua harta Arung, membuat Arung terpaksa tinggal bersama dengan Vito, sahabatnya.
Betari bersyukur memiliki June, sahabatnya yang selalu mendukungnya. Termasuk ketika Betari bertemu dengan David, cowok blasteran murid June, yang datang ke Jakarta mencari ibu kandungnya. Meski June yakin Betari masih mencintai Arung, dia tidak melarang sahabatnya berpacaran dengan David.
Arung dan Vito bersama-sama membuat suatu gedung dan konsep pertunjukan. Sebenarnya ini ide Betari, yang ingin diwujudkan oleh Arung. Mereka lalu mengajak June mengagas Jakarta Rock 'N Roll.
Membaca novel ini tidak butuh waktu lama. Setiap bab ceritanya singkat dengan alur yang cepat. Masing-masing bab diawali dengan sebuah kalimat sapaan untuk Jakarta. Selain enam tokoh di atas masih banyak tokoh lain yang muncul dalam novel ini, dan semuanya punya peran. Seperti titik-titik yang dihubungkan satu sama lain membentuk pola. Selain itu, ada beberapa kejutan yang muncul dalam cerita ini yang menambah kompleksnya persoalan hidup di Jakarta.
Yang menarik perhatian saya adalah ada tokoh² perempuan dengan pilihannya masing-masing. Ada yang terdesak keadaan, ada juga yang ingin balas dendam. Misalnya, Kunang memilih mengugurkan kandungannya untuk menghukum Arung, sementara Kokom melakukan hal yang sama karena keadaan yang tidak memungkinkannya menjadi seorang ibu. Lalu ada ibunya David yang rela memberikan anaknya untuk diadopsi daripada diaborsi. Selain itu, ada Meimei yang membatalkan operasi bariatrik-nya karena tidak ingin melewatkan kesempatan audisi. Pilihannya malah menjadikannya sebagai wanita panutan.
Jakarta Rock "N Roll menggambarkan dinamisnya dan hidupnya Jakarta dan seisinya. Meskipun banyak persoalan, Jakarta akan menemukan geliat jalan keluarnya.
Pada bab awal aku sudah dibuat kesal dengan tokoh bernama Arung yang selingkuh dengan Betari. Istrinya bernama Kunang. Kunang ini sulit ditebak, bikin geleng-geleng kepala. Bisa-bisa ia menggugurkan kandungannya karena ingin balas dendam dengan Arung. Di satu sisi tindakan Arung juga tidak bisa dibenarkan. Lalu, Betari yang menjadi dan sempat berhubungan dengan saudara tirinya—David.
Di awal sempat bingung karena ada banyak tokoh yang diceritakan, tetapi tidak kunjung berpartisipasi dalam cerita. Jawabannya baru terlihat ketika menuju akhir. Ini berhubungan dengan pertunjukan Jakarta Rock ‘N’ Roll. Cuma kesannya agak gimana gitu, ya. Kurang oke saja menurutku.
Beberapa cara berpikir tokoh juga kurang aku suka, seperti papanya Rafael yang marah karena anaknya tidak bisa meneruskan cita-citanya bermain bola lagi. Lalu, cara pandang ibu Betari tidak masalah anaknya melakukan seks dan tak apa jika seandainya anaknya hamil di luar nikah, asalkan anaknya bersedia bertanggung jawab melahirkan anak itu. Kemudian ada Kokom dan Kunang yang tega menggugurkan anaknya. Cara pandang bapaknya Kokom yang menilai anaknya durhaka kalau tidak mau mengiringi bapaknya main lenong (kalau tidak salah?).
Alurnya terkesan cepat ya, ending juga demikian. Kayak apa ya. Kurang greget aja endingnya cepat begitu. Well, buku ini menjelaskan tentang kehidupan jakarta yang cukup oke.
Tokohnya juga cukup kuat. Ya, Arung yang kuat ingin mencintai dua perempuan sekaligus. Kunang yang kuat dengan dendamnya. Betari yang kuat denial tentang perasaannya dengan Arung. Waktu bersama David, Betari sudah bisa move on dari Arung dan tidak menerima pria itu lagi. Akan tetapi, begitu takdir berkata lain soal hubungannya dengan David, Betari kembali lagi ke pelukan Arung. Hmm.
Kata pikiran Arung "Rasa nyaman itu penting, ia timbul krn kejujuran. Ia membuatmu jadi diri sendiri." Entah knp kata2 Arung tsb mengingatkan saya pd kejadian 2 pekan lalu saat bersua dng penulisnya Arung. Beliau menyarankan saya tuk membaca buku ini terlebih dulu saat saya bilang selanjutnya ingin membaca Ajaklah Tuhan Ke Tanah Jawa. Ya, kata2 Arung sesuai dng hal yg saya rasakan saat pertemuan itu. Rasa nyaman menyampaikan pendapat saya soal karya2 ibu yg selama ini saya baca. Itu waktu yg ajaib & penuh harapan. Saya menyukainya. Tokoh utamanya jelas ya Arung-Betari-Kunang. Tokoh kek June, Rafael, Bonar, David, Vito, Meimei, Kokom, Biru, Eva, adalah pendukung tokoh utama. June sahabatnya Betari. Vito sahabatnya Arung. Bonar & David muridnya June. Rafael sopir taksinya Betari(?) Mungkin krn judulnya Jakarta jadi tuk menegaskan keragaman tokoh di dalamnya makanya sebanyak itu yg terlibat. Kunang pendendam yg andal ya. Dia jadi antagonis buat hidupnya Arung ke depan setelah perselingkuhannya dng Betari terungkap. Arung cari penyakit sih malah mendua. Kok aku gak suka Arung ya? Betari-June klop ya. Curiga David itu sodaranya Betari dari interaksi mereka. Atau sodaranya June ya? Kupu2, bu Savitri, narasi tempat yg oke.
Akhirnya selesai, pas baca ini banyak malesnya, tapi akhirannya mulai menemukan harapan paling menyenangkan wkwkwk.
Bagusnya buku ini Kak Sekar Ayu dengan baik menceritakan tentang Jakarta, jakarta yang bnr2 beragam. Banyak tokoh yg di perkenalkan, saking banyaknya aku sampe bingung, bingung bngt malah, tapi Krn makin kesini makin hapal sendiri sama tokoh2nya, karena tokohnya saling berhubungan satu sama lain klo peribahasanya (dunia hanya selebar daun kelor) wkwkwk.
Awal2 kesel sama Arung gara2 dia pengen 2 cewek kek Hellow!!, Tapi Krn dia akhirnya mau berdamai gue akhirnya oke aja sama Arung, dia buktiin dia berdamai kok.
Terus Betari, dia akhirnya juga berdamai sama hidupnya, ya mksdnya tentang keluarga spoiler bngt sii klo di jlsin, tapi gitu deh hehe.
June walaupun dia punya kekurangan dia buktiin kalau dia akhirnya bisa tetep hidup walaupun dia punya kekurangan, dia berpikir kalau ada kekurangan pasti kelebihan dia LBH bnyk di kasih sama Tuhan, love June dehh pokoknya
Terakhir David akhirnya dia ketemu sama ibu nya walaupun hmmm, plotwish gais wkwkwk, seru sii bagian ini, kalian harus baca.
Pokoknya buku ini bnr2 gambarin gimana kacaunya Jakarta, beragam nya Jakarta, hiruk-pikuk Jakarta, orang-orang Jakarta. Sebenarnya banyak sakitnya di Jakarta bnr2 diliatin, tapi ternyata jakarta juga jadi tempat sembuhnya luka2 itu. Kota Jakarta emng susah buat dipahaminya, tapi mereka2 yg di jakarta selalu paham sama Jakarta.
Saya menemukan buku ini secara random di Gramedia Digital. Covernya yang sangat menarik serta judulnya yang mengandung kata "Jakarta" membuat saya tidak ragu lagi untuk membacanya, apalagi penulisnya Sekar Ayu Asmara, seorang penulis yang karya-karya sebelumnya sangat memikat hati.
Buku ini dibuka dengan deskripsi kehidupan yang sedang dijalani Arung saat ini, kemudian dilanjutkan dengan kehidupan Betari. Cerita utama di novel ini adalah kisah tentang Arung dan Betari namun banyak diselingi kisah-kisah orang lain yang pada akhirnya bermuara di satu titik.
Berbagai macam wajah kehidupan manusia ibukota yang disajikan di novel ini saya rasa cukup menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Kehidupan perantau, anak sebatang kara, pergaulan bebas dan kisruh rumah tangga. Namun, saya merasa selipan cerita-cerita tentang Kokom, Meimei dan lainnya agak mengganggu alur cerita utama sehingga ketika setiap saya memulai bab baru, saya berpikir dan menerka "Hayo, habis ini bahas Arung dan Betari atau bahas orang baru lagi?"
Selain itu, tidak ada hal lain yang mengganggu saya. Bahasa yang digunakan sangat enak untuk dibaca dan kisahnya pun warna-warni, tidak monoton seputar kehidupan di atas gedung tinggi seperti novel Metropop pada umumnya.
'Jakarta Rock n Rolls' adalah sebuah gedung pertunjukan seni di jakarta yang didirikan Arung bersama Vito. Untuk mewadahi orang² yang mempunyai talenta menari dan menyanyi.
Ide mendirikan gedung ini berasal dari Arung yang ingin membuktikan janjinya pada betari yang mempunyai cita² mempunyai gedung pertunjukan hebat. Dimana setiap malam ada hiburan tarian, musik dan orang datang membayar untuk menikmatinya.
'Jakarta Rock n Roll' sendiri mempunyai 10 pemain utama yang masing² mempunyai latar belakang kehidupan berbeda². Masing² karakter diceritakan disini.
❝Jangan meneteskan airmata karena kebodohan. Biarlah airmata milik kesedihan saja.❞ —hlm. 18
❝Tiga serangkai yang dibenci dalam hidup adalah kebimbangan, ketidakjelasan, dan ketidakpastian.❞ —hlm. 54 ❝Dibalik setiap duka, akan ada kekuatan baru yang muncul.❞ —hlm. 69
This entire review has been hidden because of spoilers.
Buku ini aku selesaikan dengan sekali duduk. Biasa aja. Aku gak bisa berempati dengan karakter utama (karakter penting pendukung main story) karena memang penggambaran karakternya tidak mendalam.
Penulis malah mendeskripsikan karakter-karakter lain yang kurang penting. Di sisi lain, latar belakang cinta yang dikhianati, perasaan cinta tulus, atau hubungan-hubungan aneh seperti diceritakan secara biasa aja, gak ada feelnya, capek dibaca dan pengen cepet udahan.
Cover bukunya bagus banget, sayang kisah di dalamnya menurutku gak tau mau di bawa ke mana, mau ngomongin musik, atau mau ngomongin tari, atau malah mau ngomongin seni secara keseluruhan tapi berasa nanggung. Hal-hal nanggung ini bikin momen menikmati bacaan jadi berkurang.
Sat set, wat wet Baca ini kaya lagi ngebut. Bukan akunya yg ngebut, tapi ceritanya yg bagiku terlalu cepat. Sampai rasanya kaya ngebut di jalan, cuma fokus ke depan ngeliat jalan, tanpa menikmati pemandangan dan suasana di sekelilingnya. Ceritanya bener-bener dibuat lurus aja mengikuti kisah cinta Betari. Kunang yang seharusnya bisa jadi tokoh yg penting, malah jadinya kurang tersentuh. Cuma digambarkan sebagai si Jahat karena diselingkuhi. Untuk plot twist karakter David, kok rasanya aku gk kaget ya? Kaya udah ketebak aja gitu buatku.
Buat yg suka baca novel romance yg alurnya cepet dan bisa selesai sekali duduk, mungkin ini rekomen buat kalian. Tapi buatku.... Kurang.
Gaya berceritanya unik, berkisah tentang Betari dan cinta segitiganya plus potongan polemik kehidupan di Jakarta, masalah sosial dan segala kemajemukannya juga tumplek jadi satu. Cuman sampe endingnya kok aku masih gak greget ya .. terasa melompat-lompat dan terburu-buru, meskipun begitu kepelikan yang terjadi diantara para tokohnya cukup merepresentasikan Jakarta Rock n' Roll itu sendiri dengan lugas cukup terasa. Positifnya kisah impian, usaha anak-anak muda untuk survive dan meraih impian yang patut diapresiasi, and last but not least, ilustrasi covernya menarik.
Bukunya seru dan mengasyikkan, di ajak mengetahui realitas hidup di jakarta dari banyak latar belakang. Tokoh-tokoh nya pun di ceritakan dengan porsi yang pas menurutku, cuman untuk tokoh bernama Arung itu lumayan bikin kesel ya. Karena secara dia selingkuh dengan sadar tetapi rasa penyesalan pun serasa gak di miliki dia. Jujur rasa dendam yang di miliki Kunang memang perlu di mengerti karena bayangkan punya suami seperti Arung yang bahkan memilih aja ga bisa itu emang bikin emosi ya. Tapi overall ceritanya seru dan ga perlu waktu lama untuk bisa nyelesain buku ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
novel ini berhasil bikin aku makin membayangkan bagaimana keadaan jakarta dan segala isinya. jakarta dan semua penduduk yg punya bermacam cerita suka maupun duka. walaupun diawal agak bingung karena banyak tokoh bermunculan tiap bab dan mikir "kenapa kok gada yg saling berkaitan?". tp ternyata penulis bisa mengaikat kan satu tokoh dan yg lainnya dengan sangat mulus. novelnya ringan dan menurutku terkesan memberikan sedikit ledakan emosi.
not bad! buku sekali duduk kelar sih ini. ceritanya ringan santai. tapi..... terlalu banyak karakter yg sepotong - sepotong. mungkin karena emang jumlah tokoh terlalu banyak juga disini. sehingga terkesa dipaksakan masuk ke dalam cerita.
satu hal yang pasti, penggambaran Jakarta itu keras cukup jelas. dan semangat untuk menggapai mimpi juga cukup terasa. lumayan lah....
Suka sama cerita dari novel ini yg menggambarkan sisi kehidupan jakarta walaupun ga banyak. Yang paling aku suka adalah penulis memiliki gaya yg unik dalam menulis novel ini, ntah kenapa beda dari novel yg lain yg pernah aku baca. Novelnya tipis dan ringkes tp ceritanya pas dan tidak ada yg terkesan diburu-burukan
Cerita klise dan nyebelin tapi penempatan tentang apa itu rock n roll boleh juga.
Rock n roll sekarang bukan hanya musik. Dia itu gaya, ungkapan, dan semangat. Semangat anak muda melakukan kemapaman. Semangat berkarya out of the box 125
Banyak karakter, banyak trigger, dan ada sesuatu yang tidak saya sukai dari perbuatan dan pola pikir beberapa karakternya. Tapi secara keseluruhan novel ini bagus, sangat lokal, menunjukkan sisi gelap dan terang ibukota dengan apik dan cermat.
Ok aja buat bacaan senggang, ini buku diisi dengan banyak sudut pandang tapi banyak bbrp sudut pandang yg harusnya nga usah diceritain. Masih banyak celah yg harusnya bisa diceritain lebih lanjut tapi udh di tamatin duluan
Finished in one sitting but I don’t really like the plot and too much names on it, it’s hard to memorize. Nama-nama tersebut memang ada hubungannya tapi nggak sepenting itu 😅
Jakarta dengan segala cerita cinta yang menggantung di dalamnya, Betari yang berkhayal bahwa suatu hari ia akan membangun sebuah gedung pertunjukannya, dan Arung yang berjanji akan terus membersamainya dan mewujudkan segala impian Betari. Sayangnya mimpi kedua insan yang diliputi asmara ini harus segera berakhir ketika Kunag, istri Arung, muncul membeberkan tentang perselingkuhan mereka. Arung yang tidak bisa memilih berusaha menggenggam keduanya, namun Betari tidak sudi menjadi yang kedua dan berusaha melepaskan Arung meskipun ia begitu mencintainya.
Di tengah kekalutannya, seorang pria bernama David hadir membawa cerita cinta baru untuknya. Bersama David, segala sesuatu terasa mudah hingga sebuah kebenaran mulai terkuak dan menggoyahkan bahtera hubungan mereka.
Bagiku, yang menarik adalah bagaimana Kak Sekar Ayu menggambarkan seluruh tokoh dalam buku ini. Ada banyak karakter di dalamnya, dan masing-masing memiliki perannya tersendiri. Seperti titik-titik yang dihubungkan dengan garis bantu, titik-titik itu membentuk pola. Sebuah pola yang tidak biasa dengan beberapa plot-twist yang bikin tercengang. Walau mungkin sedari awal kita sudah bisa menebak akan plot-twist tersebut.
Selain itu penggambaran tentang tokoh perempuan dengan sudut pandang yang berbeda-beda sukses memancing perhatianku. Arung dengan pilihannya untuk membalas dendam, Kokom yang menggugurkan kandungannya karena merasa bahwa keadaannya belum siap menjadi ibu, dan masih banyak lagi.
Dalam buku ini, untaian takdir, timbunan dendam, dan segala bentuk penghianatan begitu menggambarkan bagaimana sibuknya kota bernama Jakarta.
ja to the kar to the taaaaaaa 🤣 generally the whole book is just...real +i love how it included other parts of jakarta not just south-central jakarta (scbd thingy lol) i personally, honestly think this will be a really good script for a movie