Jump to ratings and reviews
Rate this book

Love van java

Rate this book

259 pages, Paperback

First published July 3, 2019

Loading...
Loading...

About the author

Patrick Kellan

4 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (45%)
4 stars
2 (18%)
3 stars
4 (36%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
January 7, 2024
Bintang 3!

Udah ganti tahun aja ya booo dan ternyata novel Love van Java ini menjadi novel pertama saya ditahun ini hoho. Jujur saya baca ini karena rekomendasi dari temen saya yang seorang pemuja Patrick (puja kerang ajaib!) and yesss novel ini menjadi novel karya Patrick Kellan pertama yang saya baca.

Cukup seru juga ternyata ceritanya. Romance ala-ala jaman jadul yang dikemas dengan gaya cerita yang lincah, lucu dan greget tanpa perlu skinship berlebihan.

Berlatar tahun 1919 -an, Love Van Java bercerita tentang Wulan, seorang gadis pribumi dari keluaga miskin yang tak sengaja tenggelam dan ditolong oleh Raden Mas Arun, seorang anak dari Ndoro Ayu Lasmi dan Adipati Arya, Pemimpin tertinggi Kadipaten Wonosari. RM Arun berusaha memberikan nafas buatan saat Wulan tidak sadarkan diri, namun sayang niatnya menolong justru dipandang sebagai perbuatan asusila oleh orang-orang. Alhasil mereka berduapun berencana untuk dinikahkan. Namun apakah akan semulus itu jika mengingat kasta mereka berdua sangat berbeda? Apalagi RM Arun juga sudah memiliki tunangan yang cantiknya luar biasa, seorang priyayi dan keturunan ningrat yang sangat jauh sekali bila dibandingkan dengan Wulan.

Oke, seperti yang saya bilang diatas, ceritanya cukup seru, celetukanya menghibur dan romancenya bikin greget. Tapi ya hanya sekedar itu. Saya nggak melihat novel ini berbeda dengan novel romance pada umumnya selain settingan waktu.

Novel ini menurut saya kayak masih mentah. Latar sebuah Kadipaten yang dipimpin bapaknya Arun itu abu-abu. Misal kaya apa sih tugas seorang pimpinan Kadipaten itu? Daerah kekuasaanya mana saja? Bagaimana sistem pemerintahanya itu nggak jelas. Jadi kaya tempelan doang.

Ditambah latar belakang RM Arun yang kosong melompong membuat saya bertanya-tanya, novel ini mau cerita apa sih?
Ya gimana engga kosong, Arun umurnya berapa aja nggak tau, nama panjangnya siapa, kegiatannya apa, nggak ada penjelasaanya sama sekali!

Padahal RM Arun kan anak tunggal ya, otomatis dia akan menggantikan posisi ayahnya dong. Tapi disini nggak ada penjelasan blas tentang Arun yang sekolah atau mengenyam pendidikan kek minimal atau belajar dasar-dasar sebagai pemimpin gitu. Nggak ada penjelasanya sama sekali kegiatan Arun ngapain selain berburu. Masa iya dia berburu setiap hari? Dia calon pemimpin woy! Paling engga dia dilatih lah supaya tau jadi pemipmin kaya apa. Apalagi itu abad 19-an, dimana menjadi "Pimpinan Daerah" adalah sesuatu yang sangat tinggi levelnya yang bahkan sesama saudarapun bisa bunuh-bunuhan untuk menjadi seorang "raja". Tapi Arun justru terlalu slow, kegiatanya nggak jelas dan cuma bucinin Wulan. Dia kaya pengangguran.

Belum lagi tentang definisi "ningrat" yang hanya sebatas "orang kaya". Ningrat itu punya rumah mewah, baju bagus, perhiasan banyak, punya pembatu dan mobil. Selain itu? Meh..
Juga dengan istilah "priyayi" yang mirip dengan definisi "wanita sosialita". Berpakaian wah, kumpul-kumpul arisan dan bisnis perhiasan. Padahal seharusnya bisa lebih dari itu kan? Ningrat dan priyayi bisa dilihat dari tata bahasanya, cara bicaraya, ungga-ungguhnya dan lain sebagainya. Tapi disini kedua hal tersebut hanya dijelaskan berdasarkan "tampilan fisik".
Makanya saya cukup terganggu dengan banyaknya kata NINGRAT disini yang padahal bisa langsung sebut "orang kaya" aja karena penjelasanya kan juga cuma tentang itu.
Dan jangan lupakan kata HALAH yang bertebaran dimana-mana!!

Bab-bab awal plot cerita sangat lambat tapi tiba-tiba berubah cepat di atas bab 20-an, bahkan terlalu cepat menurut saya sampai plot hole dimana-dimana.

Bisa bayangkan hingga bab 20, saya masih nggak tau Kalandra itu siapa. Sejak awal kehadiranya diceritakan dengan bertele-tele tapi setelah lewat 20 bab lebih baru deh semua fakta tentang pria itu terkuak dan rasanya kaya disiram air saking banyaknya fakta dan juga plot twis dari novel ini yang disajikan berbarengan.

Sebenarnya nggak bisa dibilang plot twist juga sih karena udah ketebak, jadi saya sebutnya plot twist terstruktur aja deh ya wkwk. Karena ya memang plot twistnya bertahap gitu loh, menyambung satu sama lain.

Eniwey, walaupun menurut saya novel ini masih banyak banget kurangnya tapi saya menikmati kok tiap narasainya. Enak aja gitu dibaca. Saya suka dengan romansa para karakter yang nggak berlebihan. Mungkin karena eranya masih jaman dulu banget kali ya, jadi pandang-pandangan aja rasanya gregett banget wkwkw. Kaya romantis aja gitu! Padahal nggak ada pegangan tangan, atau skinship yang gimana-gimana tapi tetep bisa bikin blushing-blushing. Yaaa walaupun nih ya walaupun, kemistri mereka kurang yahud 😅

Terakhir, nasib si Marina begimanehhh? Jadi henbodi kali dia yak? Wkwk.
Maksudnya kan mereka sama-sama dari kalangan ningratttt gitu ya, diminta baik-baik harusnya ngembaliinya juga baik-baik dong. Dianter, dijelaskan atau apa gitu kek. Ada omonganya gitu. Nggak dilepas gitu kaya kaya layangan.



NB 1 : Saya pikir Wulan udah kecelakaan 1 tahunan mengingat awal Wulan pergi tahun 1918 dan cerita dimulai tahun 1919. Tapi ternyata hanya 3 bulan ya berdasarkan penuturan Kalandra. Lalu sampai akhirpun Wulan nggak inget apa-apa gitu ceritanya??

NB 2 : Amnesia?? Ditemukan warga?? FTV sekalehhh!!
7 reviews
January 16, 2021
Udah baca novel Love Van Java? Beneran seru, lucu, gemesin, tapi banyak juga scene sedihnya. Apalagi diramu oleh seorang Patrick Kellan , pastilah cerita ini jadi tak biasa dan istimewa.

Pertama kali baca Love van Java dulu banget di grup KBM, langsung kesengsem dan terus ngikutin ceritanya.
Pastinya jadi penasaran karena belum tahu endingnya gimana, selanjutnya bertekad beli novelnya. Alhamdulillah udah dapat pas flash sale akhir tahun kemaren.

Kisah ini mengambil lokasi di sekitar Jogja saat penjajahan Belanda. Kisah cinta antara Wulan si gadis dusun yang polos dan gemesin, dengan Raden Mas Arun: si ningrat ganteng, yang cool dan sok jaim.
Kisah cinta yang berawal dari keterpaksaan, sesuai dengan taglinenya Witing Tresno Jalaran Soko Kulino, alias Cinta datang karena terbiasa.
Sebuah rencana pernikahan yang terpaksa diterima oleh keluarga Raden Mas Arun, disebabkan sang Raden tertangkap basah sedang memberikan pernapasan buatan kepada Wulan sang gadis dusun saat hampir tenggelam di sungai, namun mereka berdua dituduh sedang melakukan perbuatan asusila.
Eh, cilakanya lagi, Raden Mas Arun sudah punya tunangan, yang tidak rela posisinya digantikan oleh Wulan.

Seru kan? Tapi ini baru awal cerita. Di sepanjang kisah, pembaca akan terus bertanya-tanya siapa Wulan sebenarnya? Mengapa keluarganya begitu tega padanya? Siapa pemuda misterius yang terluka parah dan apa hubungannya dengan Rara; tunangan Raden Mas Arun?
Plot twist dibangun sepanjang cerita, ada misteri besar dalam cerita ini, dan pembaca diajak untuk menebak endingnya. Tapi tentu saja, sang master plot twist ini tak akan membiarkan pembaca menebak akhir cerita dengan mudah.
Kelucuan dan humor ada di sepanjang cerita, dibangun oleh tingkah polos Wulan yang terkadang begitu naif, celetukan Sumi, dan polah Raden Mas Arun yang mendadak jadi konyol karena tersihir pesona Wulan.

Wis, paket komplit lah novel ini, pantas dikoleksi, karena dibaca berulang-ulangpun tidak bosan. Cocok juga dibaca oleh remaja. Jadi irit, kan? Emak bisa cari pembenaran, beli buku buat anaknya (Sst🤫.. padahal Emaknya yang pengen😅😂. Modus banget ga sih?🤫🤭)
Meskipun novel ini ringan, penuh canda dan humor, namun pesan-pesan kebaikan tersampaikan tanpa menggurui. Bahwa sebaik-baiknya menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga; ketulusan, kejujuran dan kebaikan hati adalah modal utama dalam hidup; dan kalau sudah jodoh pasti ketemu meskipun lari ke ujung dunia.

Hi..hi.. maafkan keisengan saya nulis reviu novel ini, maafkan kalau masih berantakan bahasanya. Sekedar ngisi waktu, daripada sejam duduk bengong di sepanjang perjalanan dari St. Juanda menuju St. Citayam.
Profile Image for Daa.
19 reviews
July 5, 2024
read this book because my aunt has it, i thought it was a dark romance when i saw the cover. but i was wrong OMG, this is adorable 💌
Displaying 1 - 3 of 3 reviews