Askara Sena Mahatma Berkat Kia, gue berhasil menjadikan Jangan Dikunci sebagai rumah hangat dengan orang-orang yang tidak hanya bersedia mendengarkan, tetapi juga menyadarkan gue bahwa sekuat apa pun menghadapi rintangan, pada akhirnya setiap manusia hanya butuh istirahat dan direngkuh.
Jericho Elvan Adhitama Buat gue, menjadi bagian dari Jangan Dikunci itu kayak ikut awarding show. Lo enggak pernah dituntut menjadi sempurna untuk bisa masuk nominasinya, tetapi bakal berasa selalu dikasih piala untuk setiap langkah baik yang lo pijaki.
Praditya Narendra Arnawama Dan gue, Adit, yang kata orang-orang enggak pernah bisa bermulut manis, nyatanya bisa untuk menuturkan seribu satu apresiasi yang sama untuk orang-orang yang berharga di Jangan Dikunci. ***
Jangan Dikunci setara dengan kebebasan. Kami berenam punya andil dalam bersuara tentang apa pun di sini. Peraturannya hanya satu. Sebelum mendengarkan, Jangan Dikunci. Mata, hati, dan pikirannya.
“Hidup bukan cuma tentang memenuhi standar kehidupan orang lain. Jangan terlalu sibuk mencari pengakuan nanti lo kehilangan cara terbaik menikmati hidup.”
Itu kata Tata di PODCAST yang bisa menampar banyak sosok pengagum validasi.
all time fav!!! jalan ceritanya ga yang basa basi cuma romance aja tp gmn cara nyikapinnya,gimana ego manusia kadang ngalahin segalanya dan yang terpenting tentang persahabatannya kentel banget!!! . must read!!!!
Saya suka karakter-karakter di buku ini karena manusiawi banget dan realistis. Di sini diceritain kalo mereka ya masih muda pasti banyak ngelakuin kesalahan, they're selfish and reckless yang emang ngegambarin banget kalo di umur mereka yang bisa dibilang menuju dewasa ini mereka juga masih nyari jati diri mereka.
Pembaca diajak buat ikut ambil bagian di kehidupan 6 orang yang sahabatan, walaupun menurut saya masih sedikit part dimana mereka bareng-bareng karna buku ini lebih terfokus ke konflik karakter individu/pasangan di buku ini. Dan yang paling saya suka adalah konfliknya relateable sama kehidupan sehari-hari dan banyak banget kejadian yang emang relate sama semua orang in general.
Saya suka gaya penceritaannya karna kata-katanya bagus banget dan menohok kayak pas baca langsung bilang berkali-kali dalam hati "damn, why is this so true?" dan saya nggak keberatan sama sekali sama bahasanya yang gado-gado alias mix antara bahasa dan english.
I love how the story (stories?) was a light-read but still managed to make me cry everytime I read it (yes I have re-read it on wp a couple times before it was published) setiap baca beberapa lembar I just had to stop for a few moments to collect myself karena terbawa emosi haha. some of you might hate Sena in this book but he's my favorite character. prob because I kind of see myself in him as well though ofc I'm not as selfless as he is.
great book. v well written and I also love how you never really state what's wrong or right in this book cos everyone has their own perspectives on things. (like how the characters have their own views on the conflicts)
Isi dari buku podcast bagus banget, banyak yang relate banget sama kehidupan, baca buku pofcast bisa sekalian belajar tentang kehidupan. Walaupun buku fiksi tapi banyak yang bisa diambil dari buku ini.
demi apapun gak pernah sesuka ini sama novel selain podcast! suka bgt dari semua segi, tokoh, karakter, konflik, bahasa, latar, semuanya! lo bisa rasain seribu macem perasaan dalam sewaktu sampe nangis-nangis dah lo bacanya. seriuuuus sesayang itu sama podcast sampai dibela-belain ikutan give away dan banyak doa biar menang, karena waktu dhea buka po akunya lg gaada uang wkw untung aja ternyata bisa menang pas giveaway penerbit galaxy! thanks a lot to dhea as amazing author and penerbit galaxy yang milih aku jadi pemenang podcast. sukses selalu ❤️
Membaca buku ini benar-benar bikin perasaan nggak karuan. Mulai dari ngerasain bahagia melihat persahabatan yang luar biasa, sedih yang mengiris hati, canda dan tawa yang menular, bahkan lainnya.
Beberapa kalimat yang kusuka.. "Holding on does more damage than letting go sometimes. So you need to understand that there are certain things in life you truly have to let go of."
"So, you better stop forcing things that weren't there."
"You could never control someone else's life. Their heart, moreover their decision... So, just control yourself, not others.."
"Fall in love again, only when you are ready."
"Rejection makes your life better."
"Life is an adventure in forgiveness."
"Heartbreaking experience that you're going through right now is the main lesson for your self, not the main reason to feel worthless."
"So, let's just do our best for now, I guess? May the future treat us kindly... And hopefully, it is everything we've imagined."
Buku ini berisi banyak banget pelajaran hidup berharga. Membuatku sekaligus belajar, bahwa hidup nggak melulu soal berjuang sendirian karena kita punya orang-orang terdekat yang bahkan rasanya lebih dari teman, sebut saja keluarga kedua.
Bahasa Inggris banyak digunakan, menurutku jadi sekalian belajar juga. Meski, sebenarnya aku kurang bisa mengikuti yang banyak menggunakan bahasa Inggris. Namun, penyampaiannya sederhana. Jadi, nggak masalah.
Tokohnya banyak. Karena banyak itulah, kita juga bisa tiap hal lihat dari pandangan yang berbeda. Pengenalan tiap tokohnya, benar-benar sempurna. Karakternya juga kuat. Jadi, nggak bikin bingung.
Aku senang dengan akhirnya. Hanya bisa berharap Kia bahagia dengan pilihannya karena lepas dari Sena. Semoga Sena lebih sering cerita. Semoga little Adutdutnya Adit nggak rewel hihi. Mala, yang sabar ya. Oh ya, Tata sama Jericho juga baik-baik ya.
Aku seperti punya keluarga baru di sini. Benar-benar menghangatkan hati. Terima kasih, kak Kara Thani karena sudah menulis buku ini! Salam sayang dan sampai jumpa! 💛
Sambil baca ini, kamu bisa scan barcode yang terdapat pd Bookmark untuk dengerin lagu yg pas dengan kisah mereka.
Cerita dibuka dgn perkenalan 3 org pria yg masing2 telah punya kekasih. Ada Sena dan Kia. Jericho dan Tata. Juga Adit dan Mala. Mereka semua bersahabat dan sejak lama pny Podcast bernama Jangan Dikunci. Podcast ini menyoroti tema keseharian dan beberapa kali jadi ajang curhat bagi kawan2 diluar circle mereka berenam.
Tadinya saya kira ini tntg dunia Broadcast, namun isinya trnyata jauh lebih dalam. Penulis menyoroti isu-isu disekitar kita lewat karakter tokoh. Ada yg possesif, tempramen, easy going hingga kekanakan.
Menariknya meski terkesan sepele, cara penyajiannya sarat dgn dialog yang deep. Yg bikin kita mikir kalau ini tuh ga sesederhana itu.
Sayangnya porsi cerita tiap tokoh tidak imbang. Namun konflik yg diberikan utk Sena sukses berdampak kesemua hal. Percintaan yg retak, persahabatan yg di uji.
Meski ending utk mereka tidak sesuai dugaan saya, namun ada throwback serta premis yg apik pada akhir cerita. Sena dan Kia yg pernah ribut, rasanya jadi berkesan manis. Semuanya sedikit membuat lega. Setidaknya ada masa depan yg cerah untuk setiap tokoh terutama Jericho dan Tata, favorit saya.
Sebenernya udah pernah baca sedikit waktu masih di wattpad, and at that time aku seneng nemu tulisan yang buatku menarik. Waktu denger tulisannya jadi buku aku mau beli terus, tapi baru kesampaian tahun ini dan baru selesai baca sekarang pas udah Oktober. 🥲
Buku ini 384 halaman, tapi konflik besarnya cuman satu dan selebihnya kayak kolase-kolase kecil kehidupan enam karakter utama + karakter sampingan lainnya. Lebih ke slice of life character study more than anything, tapi aku suka sih. Selama nulis aku bisa ngerasa buku ini lebih ke passion projectnya si penulis, lebih ke self-indulgence buat diri sendiri, and its heartwarming to read. Its clear that the author really has ideas for their characters and that they are fond for all of them, that they treat them with so much care and love—tapi juga engga portray mereka sebagai karakter yang perfect and no flaws. Aku belajar banyak soal gimana character-driven story bisa dibuat rapi dan cara show and tell yang menarik buatku.
Its definitely not an exciting, high-tension read yang penuh dengan drama. But its still an enjoyable one, kaya naik kereta terus nonton pemandangan lewat jendela. Rasanya kaya ngalamin masa-masa kuliah lagi bareng Sena-Kia, Jericho-Tata, dan Adit-Mala. Very slow, but eventful.
Podcast adalah karya dari wattpad pertama yang aku beli bukunya. Dulu skeptis kalau karya-karya jebolan wattpad pasti cuma gitu-gitu aja, tp ternyata setelah hampir nggak buka wattpad selama 3 tahun dan nemu ini di saat pengen banget baca tulisan berbahasa Indonesia, rasanya kayak nemu mata air di tengah gurun. Lebih kaget lagi pas tahu ternyata authornya jauh lebih muda dari aku tp seperti udah menguasai banyak hal.
Dari Podcast kita belajar tentang cinta dan persahabatan. Dan dari Podcast pula kita belajar tentang kepercayaan.
Jujur karena baca Podcast ini, aku jadi punya keinginan untuk menulis lagi. I thank the author for inspiring me. This book is good and gold.
Aku suka banget sama novel ini karena ceritanya relate banget jaman sekarang. Ditambah tokoh-tokohnya yang realistis bikin cerita ini tambah menarik. Life lessons nya juga banyak, aku sepanjang baca novel ini langsung kayak "Oh iya ya, hidup tuh gini." Pokoknya bagus deh, aku udah baca novel ini berulang-ulang dan gak pernah bosen. Setiap aku bingung mau baca apa pasti aku larinya ke novel ini hahahah
Katanya, "the right book will find you at the right time." I'm glad bisa baca Podcast versi digenggam di saat yang tepat. Banyak banget percakapan Sena, Cho, Adit, Kia, Tata, Mala dan dunia mereka yang heartwarming dan relate sama kehidupan. Walaupun udah pernah baca versi wattpadnya, tapi nggak ngerasa bosen sama sekali tiap ngebalik lembaran bukunya satu persatu.
Dari wattpad, twitter AU, sampai ke novel, akhirnya aku bisa namatin buku ini setelah berbulan-bulan. Makasih Dhea udah bikin karya yang se-relate ini sama kehidupan mahasiswa, sayang Dhea banyak-banyak <3
PODCAST punya gaya penulisan yang ringan dan "ngena". Narasinya mengalir dan adegan-adegannya terasa nyata. Filosofi hidup yang dibawa nggak muluk-muluk tapi dekat. Walaupun tetep penokohannya, sih, yang paling juara.
Baru kali ini aku jatuh cinta sama setiap karakter yang ada dalam novel, literally all of them! Menurutku buku ini bagus banget dalam menggambarkan kalau setiap orang punya battle field masing-masing dan setiap battle field pasti berat, enggak peduli mereka umur berapa. Your pain is valid. Buku ini membuat aku sadar kalau kita memang tidak bisa membandingkan luka.