Jump to ratings and reviews
Rate this book

Say Hi

Rate this book
Bagi Ribby, punya dua sohib ganteng itu musibah. Dia yang serba pas-pasan, ngerasa temenan sama Ervan dan Pandu yang berpredikat cowok popular sekolah jadi semacam ujian. Ervan si ganteng, Ribby si kumal. Pandu si keren, Ribby si dekil. Waktu masih kecil, Ribby emang nggak peduli dengan perbandingan itu. Tapi semenjak SMA, Ribby mulai capek dengan ejek-ejekan yang kadang kala membuatnya insecure. Pada fase-fase krisis percaya diri itulah Ribby mendadak membuat akun Say Hi! Itu, lho, aplikasi akun dating berbasis anonim yang sedang digandrungi remaja zaman sekarang. Di aplikasi Say Hi!, Ribby berkenalan dengan cowok bernama Robbi. Awalnya sih, Ribby Cuma iseng. Namun, perlakuan Robbi yang lucu setiap kali mereka chatting-an, entah kenapa membuat Ribby jatuh nyaman. Bahkan Ribby merasa Robbi jauh lebih mengerti Ribby daripada dua sahabatnya yang playboy mampus itu. Sementara itu, di sisi lain, salah satu di antara sahabatnya ada yang mengirim chat pada Ribby. Robbi: Maafin gue yang pengecut ini....

528 pages, Hardcover

Published July 1, 2020

44 people are currently reading
609 people want to read

About the author

Inggrid Sonya

8 books129 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
139 (36%)
4 stars
185 (48%)
3 stars
48 (12%)
2 stars
6 (1%)
1 star
3 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 105 reviews
Profile Image for Utha.
825 reviews403 followers
February 6, 2021
Seneng deh baca tulisan-tulisan Inggrid ini. Feel remajanya dapet, permasalahannya juga nggak yang dibuat-buat dan sinetroniah, pemakaian kata-kata juga nggak yang mubazir atau gimana.

Seneng baca kisah Ribby dan tiga sahabat cowok yang mengerubunginya. Meski demikian udah mulai keliatan pakemnya Inggrid dalam bikin karakter alias agak mirip kayak di novel-novel sebelumnya. Moga novel selanjutnya karakternya nggak "sama". Tapi ya tetep aja dibacanya enak.

Palingan sebenernya ada bagian yang masih bisa dipangkas dan di-crafting biar lebih halus dan enak dibaca.

Heran ya novel yang asyik gini kalah sama pamor K@t* wkwkwkwkw. Yha namanya juga selera remajahdimari.
Profile Image for Liliyana Halim.
311 reviews243 followers
November 13, 2020
Suka bangetttt 🤩🤩🤩🤩. Gemes banget sama salah satu tokohnya bikin kepalaku berasap pengen kasih kultum 🤭. Pokoknya ini wajib baca. Jangan nge-judge tanpa tau cerita sebenarnya bagaimana, apalagi jika hanya mendengar dari satu pihak. Karena memaafkan tidak semudah itu.
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 20 books153 followers
September 19, 2020
Setelah Colleen Hoover, Cassandra Clare, Pierce Brown, dan Pradnya Paramitha, Inggrid Sonya adalah penulis yang kalau nulis daftar belanjaan aja sumpah bakal kubaca. Sesuka itu? IYA!⁣

Kemarin Inggrid bilang, jangan ekspektasi ketinggian baca #SayHi karena beda jauh sama #TujuhHariUntukKeshia yang sukses bikin aku berlinang air mata dan merasa digampar bolak-balik. Tapi, ekspektasiku yang tinggi bisa dilampaui dengan mudah oleh buku ini.

Jadi, Say Hi! bercerita tentang Ribby si dekil yang sahabatan sama dua cowok bak dewa: ganteng dan berprestasi yang pastinya iler-able. Ribby jadi sering dilabrak gara-gara dekat sama Ervan dan Pandu, sampai kayak ikut ekskul. Dan, Ribby kepentok rasa insecure. Suatu hari Ribby iseng install aplikasi dating bernama Say Hi! dan kenalan sama Robbi. Nggak disangka, sosok ini bawa banyak perubahan buat hidup Ribby. Sosok yang sebenarnya ada di dekat cewek itu.⁣

Aku suka cara Inggrid menggambarkan Ribby yang pastinya banyak kita temukan di kehidupan nyata, tanpa bikin karakternya membosankan. Aku juga suka cara Inggrid menebar masalah, sebab-akibat, serta penyelesaian sampai novel setebal 517 halaman ini nggak terasa terseret-seret. Say Hi! beda sama buku-buku Inggrid yang lain. Biarpun masih ada typo, tapi naik-turun konfliknya pas. Lapisan-lapisan dalam buku ini ciamik! Karakter favoritku Pandu, btw huahaha~

Selain bikin ngakak, buku ini juga melahirkan jerit-jerit histeris. Jadi ingat masa muda *berasa tua banget memang 😂 terus, ini tuh kayak oase. Lagi stres soal hidup nyata, kabur ke dalam sini rasanya lega banget. Menghibur! Mata juga dimanjain sama rangkaian kalimat puitis ala Inggrid di sela-sela ceplas-ceplos khas bocah SMA. Kalian yang butuh bacaan ringan dengan banyak lapisan konflik, pengen ketawa sekaligus bikin hati kecubit, coba baca ini.⁣
Profile Image for Nining Sriningsih.
361 reviews39 followers
September 19, 2020
udaaaah baca setelah ikut PO nya donk..
:D

habis q cari di Goodreads belum ada yg masukin jg, jadi nunda review'y dech..
:p

ehmm, baca ini tuch rasanya kayak permen nano-nano..
iya rasanya asem manis, kadang tertawa lihat persahabatan Ribby, kadang sedih, pokoknya campur aduk dech..
:p

segitu tebalnya halaman nggak berasa sama sekali sich, karena saking seru ceritanya..
:D
Profile Image for Leila Rumeila.
1,006 reviews28 followers
February 26, 2022
Bagi gue atmosfer buku ini mirip2 Lupus series, mungkin karna penuh humor yg lumayan bikin cekikikan bacanya. Dan entah kenapa gue melihat Ipank seperti Boim di seri Lupus. Lol!

Meskipun tetep menurut gue pribadi 500+ halaman terlalu tebal untuk seukuran novel teenlit (btw, buku ini termasuk teenlit bukan sih? Hehe).
But overall, gue engga merasa bosen ikutin seluruh ceritanya. Konfliknya engga berat, pas dengan ukuran mereka sebagai anak2 remaja.

Sejujurnya gue merasa sedikit tertipu dengan blurbnya yg membuat gue menebak Robbi adalah salah satu dari "karakter2 utama" di sini, if you know any of them i mean. Makanya sejak awal gue udah nge-ship Ribby dengan salah 1 dari circle ini. Tapi ternyata setengah jalan gue baru sadar siapa sebenernya tokoh utama cowok di sini.
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews125 followers
January 10, 2021
• Judul : Say Hi!
• Penulis : Inggrid Sonya
• Penyunting : Afrianty P. Pardede
• Penerbit : Elex Media Komputindo
• Terbit : 27 Juli 2020
• Harga : Rp 115.000
• Tebal : 528 halaman
• Ukuran : 12.5 × 19.5 cm
• Cover : Softcover
• ISBN : 9786230019630

"𝑳𝒐 𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒔𝒊𝒉, 𝒔𝒖𝒌𝒂 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒆𝒕 𝒃𝒂𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈-𝒃𝒂𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏 𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒊𝒏? 𝑬𝒍𝒐 𝒚𝒂 𝒆𝒍𝒐, 𝑹𝒆𝒔𝒉𝒂 𝒚𝒂 𝑹𝒆𝒔𝒉𝒂. 𝑵𝒈𝒈𝒂𝒌 𝒖𝒔𝒂𝒉 𝒕𝒆𝒓𝒑𝒂𝒌𝒖 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒌𝒆𝒍𝒆𝒃𝒊𝒉𝒂𝒏 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒊𝒏, 𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔𝒏𝒚𝒂 𝒍𝒐 𝒇𝒐𝒌𝒖𝒔 𝒄𝒂𝒓𝒊 𝒌𝒆𝒍𝒆𝒃𝒊𝒉𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒓𝒊 𝒍𝒐 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊." (hal. 29)

Ribby tidak pernah mengira jika persahabatannya sejak lama dengan Ervan dan Pandu akan membuatnya merasa insecure. Kedua cowok tersebut memiliki popularitas di sekolah dengan prestasi yang memukau. Ribby sendiri hanya seorang gadis biasa tanpa prestasi yang dapat dibanggakan. Ditambah lagi penampipan Ribby dengan rambut keritingnya tidak sepadan dengan ketampanan Ervan dan Pandu. Tak jarang Ribby kerap kali jadi bahan sasaran omongan para gadis yang mencoba untuk mendekati Ervan dan Pandu. Ervan dan Pandu pun tidak jarang secara tak sengaja membuat candaan yang menyakiti hati Ribby. Bukan cuma Ervan dan Pandu, tapi ada Ipank pula yang sering mengolok-olok Ribby. Ribby yang merasa kepercayaan dirinya merosot pun memutuskan untuk membuat akun Say Hi!. Say Hi! merupakan sebuah aplikasi perjodohan secara anonim. Di mana di sana para penggunanya dapat memiliki pacar online tanpa tahu identitas asli masing-masing. Ribby yang belum pernah berpacaran pun dibuat mabuk kepayang oleh Robbi di akun Say Hi!.

Melalui Robbi, Ribby seakan mendapatkan kembali rasa percaya dirinya. Robbi kerap kali memberitahu Ribby jika ingin merubah penampilannya itu bukan demi orang lain, melainkan untuk dirinya sendiri. Ribby pun merasa termotivasi dengan ucapan Robbi. Maka dibantu Qia, sahabatnya, Ribby pun mulai memoles dirinya agar terlihat lebih cantik. Pada awalnya perubahan penampilan Ribby malah dianggap aneh oleh dua sahabatnya, Ervan dan Pandu. Namun, sekali lagi Ribby dikuatkan oleh Robbi agar tidak terlalu memedulikan mereka. Pada akhirnya interaksi Ribby dan Robbi di aplikasi Say Hi! menjadi semakin intens. Ribby mulai memancing Robbi untuk bertemu dan membuka identitas asli masing-masing. Di sisi lain dua sahabat Ribby, Ervan dan Pandu, merasakan adanya perubahan dalam diri Ribby. Mereka khawatir jika Ribby mengalami masalah. Sementara Ribby sendiri merasa semakin nyaman dengan sosok Robbi. Namun, ada satu hal yang tidak Ribby ketahui. Jika sebenarnya sosok Robbi merupakan orang yang dikenalnya selama ini. Siapakah sebenarnya sosok Robbi? Akankah hubungannya dengan Robbi dapat berhasil?

"𝑯𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒌𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒖𝒕𝒖𝒉 𝒉𝒂𝒍-𝒉𝒂𝒍 𝒈𝒊𝒍𝒂 𝒃𝒖𝒂𝒕 𝒏𝒈𝒐𝒃𝒂𝒕𝒊𝒏 𝒌𝒆𝒈𝒊𝒍𝒂𝒂𝒏 𝒊𝒕𝒖 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊... 𝒋𝒖𝒔𝒕𝒓𝒖 𝒌𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒅𝒊𝒕𝒂𝒉𝒂𝒏-𝒕𝒂𝒉𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌 𝒕𝒂𝒅𝒊, 𝒍𝒐 𝒎𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒎𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒔𝒂𝒌𝒊𝒕 𝒋𝒊𝒘𝒂 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊." (hal. 182-183)

Tidak perlu diragukan lagi jika Inggrid Sonya memang sudah ahli dalam meracik cerita remaja. Jalinan kata yang dipilih seakan terasa dekat dan kekinian. Inggrid memberikan cerita yang mudah masuk ke dalam imajinasi pembaca. Ini merupakan ke dua kalinya bagi saya menikmati karya Inggrid Sonya. Hasilnya tetap sama selalu dibuat bertahan untuk melumat habis ceritanya. Berbeda dengan buku sebelumnya, Tujuh Hari untuk Keshia, Say Hi! tidak menawarkan aura muram nan kelam. Sebaliknya Say Hi! hanya cerita remaja biasa dengan lika-likunya. Meskipun cover bukunya masih bernuansa gelap, tapi sangat merepresentasikan ceritanya. Berlatarkan langit malam penuh bintang dan bulan tepat di bawahnya terdapat empat tokoh inti dari novel ini. Tiga pria dan satu wanita yang pastinya merupakan tokoh Ribby. Masing-masing tokoh diberi ciri khas lewat penampilan mereka unik. Aksen tanaman di depan Ribby pun menambah kesan cerah dan ceria dalam kehidupan remaja. Tone warna gelap dan terang yang dipadukan tidak terlihat berlebihan, tapi justru melengkapi satu sama lain.

Say Hi! mencoba mengeksplorasi kehidupan remaja pada umumnya yang bergelut dengan masalah pencarian jati diri beserta berbagai drama yang mereka alami. Di sini ada Ribby seorang gadis yang memiliki dua sahabat laki-laki, Ervan dan Pandu, yang tampan, terkenal, dan berprestasi. Di satu sisi Ribby bangga memiliki sahabat seperti Ervan dan Pandu. Namun, di sisi lain Ribby merasa insecure saat bersama mereka. Bagaimana tidak insecure jika Ribby acap kali menerima candaan yang berhubungan dengan fisiknya. Akibatnya Ribby mulai mencari pelarian melalui aplikasi Say Hi!. Di sana ia menemukan kenyamanan saat bisa berbincang dengan Robbi. Ribby berubah menjadi sosok yang lebih percaya diri. Akan tetapi di saat Ribby ingin bertemu secara langsung dengan sosok "Robbi" ini berbagai masalah muncul seketika. Masalah kepercayaan diri pada remaja memang selalu terjadi. Bagaimana mereka kerap merasa minder jika membandingkan diri dengan teman-temannya yang dianggap lebih keren. Apa yang dirasakan oleh Ribby di sini terasa wajar, karena saya pribadi pun pernah merasakannya. Selain itu Say Hi! juga menunjukkan masalah persepsi akan masa lalu orang lain yang sering kali sulit hilang. Semuanya dituangkan dalam satu resep cerita yang renyah dan menyenangkan.

Ada empat tokoh penting yang berpengaruh dalam novel Say Hi!, yaitu Ribby, Ervan, Pandu, dan Ipank. Ribby sendiri adalah seorang gadis biasa dengan penampilan yang bisa dibilang sedikit kumal dengan rambut keritingnya. Akibat penampilannya yang kurang "menarik" Ribby sering menjadi korban body shaming, bahkan oleh kedua sahabatnya, Ervan dan Pandu, meskipun tidak disengaja. Ribby merupakan sosok remaja yang kurang percaya diri dan insecure, tapi di saat yang sama pun bisa tetap heboh, bersemangat, dan ceriwis. Selanjutnya ada Ervan, sahabat Ribby yang tampan dan populer. Ervan ini sosok sahabat yang jail, iseng, dan suka bercanda. Ervan juga merupakan atlet bisbol yang cukup berprestasi. Kemudian ada Pandu yang sama-sama tampan dan populer seperti Ervan. Pandu ini sosok yang iseng juga, tapi anaknya lebih dewasa, pendiam, dan bijaksana. Terakhir ada Ipank teman satu sekolah Ribby ini anaknya ajaib banget. Ipank punya karakter yang humoris, kocak, dan jail. Ipank pun sering menggoda Ribby layaknya Ervan dan Pandu. Tidak hanya ke empat tokoh ini saja, tapi ada tokoh-tokoh pendukung yang tak kalah pentinh, seperti Qia, Hanan, Romi, dan masih banyak lagi. Setiap tokoh punya karakter yang kuat. Latar mereka jelas, tapi sayangnya hanya tokoh Ipank saja yang digali dengan mendalam. Padahal saya berharap Ervan dan Pandu pun bisa mendapatkan latar yang dibahas dengan mendalam layaknya Ipank.

Alur cerita yang terjadi dalam Say Hi! mengalir dengan cukup lambat. Mungkin di awal cerita kita akan dibawa terhanyut oleh aliran ceritanya. Namun, menjelang pertengahan menuju akhir entah mengapa saya merasa jika penulis terlalu lambat dan berputar-putar saat memperlihatkan emosi para tokohnya. Say Hi! memakai sudut pandang orang ketiga untuk narasi ceritanya. Fokus sudut pandangnya berpusar di ke empat tokoh utamanya, Ribby, Ervan, Pandu, dan Ipank. Setiap tokoh diberi jatah yang cukup untuk menunjukkan emosi mereka masing-masing. Kelebihan yang selalu saya sukai dari Inggrid Sonya adalah gaya bahasanya yang renyah dan menyenangkan. Akibatnya novel ini akan terasa ringan dan mudah untuk dilahap. Secara tidak sadar kita akan selalu membuka setiap lembar halamannya. Interaksi dan dialog yang dibangun terasa alami dan dekat, khususnya bagi remaja. Terakhir latar tempat yang digunakan dalam Say Hi! sangat membantu memperkuat cerita remajanya. Gedung sekolah, lapangan olahraga, auditorium, kamar, dan lain sebagainya menjadi tempat yang tidak asing lagi bagi kita.

Permasalahan yang terjadi dalam Say Hi! sebetulnya hanya soal kesalahpahaman dan cinta segitiga. Tapi, penulis membungkus konfliknya dengan cara yang mendalam sehingga terkesan bertele-tele. Permasalahan terpicu saat Ribby membuat akun Say Hi!. Di sana secara anonim ia berkenalan dengan Robbi. Robbi sendiri dapat membuat Ribby nyaman dan lebih percaya diri. Perubahan pada diri Ribby terlihat oleh dua sahabatnya, Ervan dan Pandu. Mereka khawatir melihat perubahan Ribby tersebut. Hingga akhirnya terciptalah sebuah konflik yang mulai menjadi rumit seiring berjalannya waktu. Terlihat sekali jika penulis ingin menjelajahi emosi para tokohnya. Permasalahan yang diperlihatkan secara berlarut-larut pada awalnya mungkin terasa menguatkan ceritanya menjadi lebih padat. Namun, entah mengapa saya merasa justru kepanjangan dan malah bikin bosan di separuh bagian akhir. Padahal konfliknya bisa dibuat lebih ringkas dan tidak perlu semendalam ini. Meskipun begitu Say Hi! tetap menyuguhkan konflik remaja yang masih tergolong asyik untuk disimak oleh pembaca.

Cerita tentang Ribby bersama ketiga sahabatnya dapat membangkitkan memori akan masa SMA. Bagaimana di dalam ceritanya ada kisah tentang persahabatan, cinta, dan keluarga. Semua elemen penting dalam novel remaja berhasil dimunculkan dalam Say Hi!. Inggrid Sonya selalu sukses membuat cerita remaja yang tidak hanya terasa dekat dengan pembaca, tapi juga ada makna yang tersirat di dalamnya. Contohnya saja seperti perasaan rendah diri pada kalangan remaja yang mungkin pernah kita rasakan juga. Di mana standar "cantik" dan "keren" dibentuk berdasarkan fisik. Di sisi lain Say Hi! juga memberikan pandangan tentang stigma akan masa lalu seseorang yang ternyata dapat melekat dan menghancurkan. Orang-orang hanya membicarakan hal buruk tentang seseorang dan ini dituangkan dalam ceritanya. Sayangnya kekurangan dari novel ini terdapat di bagian menuju akhir cerita. Ceritanya seperti jalan di tempat dan terkesan dipanjang-panjangkan. Padahal mungkin hanya dengan tiga ratus halaman novel ini sudah cukup kuat dalam mengeksplorasi ceritanya. Secara keseluruhan Say Hi! adalah novel remaja dengan formula yang biasa, tapi bisa sangat bermakna.

"𝑪𝒖𝒎𝒂 𝒃𝒖𝒕𝒖𝒉 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖. 𝑩𝒖𝒂𝒕 𝒓𝒆𝒏𝒖𝒏𝒈𝒊𝒏 𝒂𝒑𝒂 𝒑𝒖𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒖𝒍𝒂𝒊 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒂𝒘𝒂𝒍 𝒍𝒂𝒈𝒊." (hal. 414)

"... 𝒏𝒈𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒅𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒈𝒂𝒈𝒂𝒍. 𝒀𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒌𝒆𝒕𝒊𝒌𝒂 𝒂𝒅𝒂 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒎𝒑𝒂𝒕𝒂𝒏, 𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒍𝒐 𝒏𝒈𝒈𝒂𝒌 𝒎𝒂𝒖 𝒏𝒚𝒐𝒃𝒂." (hal. 464)
Profile Image for Fikriah Azhari.
367 reviews149 followers
January 19, 2021
“Dan untuk sekian waktu segalanya terasa jauh, Ribby menyimpan harapan—meskipun harus perlahan dan berhati-hati—bila suatu saat dirinya mampu membawa semua yang hilang kembali lagi.” — Say Hi! by Inggrid Sonya, page 448.


Rating: 3,5/5

Novel Inggrid Sonya pertama yang kubaca adalah Wedding With Converse dan buku itu betul-betul menguras emosi. Terus waktu pertama kali baca blurb Say Hi! aku kepikiran bahwa "oh.. ini kayaknya bakal lebih ringan" dengan membayangkan typical lovey-dovey ala anak SMA.

Makanya aku nggak mengira Inggrid Sonya tetap menyelipkan pergulatan batin tokohnya di cerita kali ini dalam hal kerasnya realita kehidupan hahaha. Tapi itu justru membuatku makin suka sama buku ini.

Satu hal yang paling kusukain dari Say Hi!, karena merupakan novel remaja yang mengambil latar school life, Inggrid Sonya menyajikan pressure yang dihadapi Ribby dalam society tempatnya berada. Merasa tidak punya prestasi apa-apa untuk dibanggakan, merasa tidak pantas bergabung bersama dua sahabatnya, dan merasa nggak enakan sehingga sering dimanfaatkan. Di situlah hadir Ervan dan Pandu. Meskipun keduanya dinilai orang-orang nggak cocok temenan sama Ribby, nyatanya mereka tetap hadir sebagai sahabat, sebisa mungkin membuat Ribby nggak merasa sendirian—setidaknya begitu pikir mereka.

Satu tokoh lagi yang juga perlu kita bahas kalau soal pressure adalah Ipank. Ipank tidak hanya sekadar teman sekumpulan Ervan dan Pandu yang lantas membuatnya dekat dengan Ribby. There's a long short story about them in the past.

Hadirnya tiga cowok ini di sekitar Ribby tentu saja membuatku bertanya-tanya, sebenarnya siapa sih sosok di balik user Robbi di aplikasi "Say Hi!"?.

Namun, menemukan sosok Robbi di dunia nyata ternyata bukanlah akhir dari kisah Ribby ini. Membaca Say Hi! agaknya seperti menemani Ribby melakukan pencarian jati diri. Kali ini, Inggrid Sonya menghadirkan kisah remaja yang cukup ringan, namun tetap meninggalkan ciri khas slice of life di dalamnya.

Perihal karakter, untuk Oliv, mungkin karena perubahan karakter yang signifikan—yang juga sebenarnya karena diperluasnya sudut pandang yang digunakan untuk melihat sosok dia ini, justru membuatku merasakan perubahannya terlalu tiba-tiba. Selain itu, aku harap si Ervan nih lebih bisa ngontrol emosinya, duh! Aku juga sebenarnya berharap kalau bakal ada adegan flashback childhood edition buat lihat gimana masa kecil Ervan, Pandu, sama Ribby. Meskipun emang udah dibahas sih di salah satu bagian tapi cuma dalam bentuk penceritaan kembali oleh salah satu tokoh.

Karakter Ribby ini terasa related banget sama aku di akhir masa SMA (atau bahkan mungkin hingga saat ini), masih dalam pencarian jati diri dan kurang percaya dengan potensi yang aku punya. Hal itu membuatku merasa bercermin dan ingin merangkulnya.

Say Hi! menjadi satu lagi karya Inggrid Sonya yang membuatku jatuh cinta. Dari karakternya, kita belajar bahwa ada harapan yang dapat diasah, ada keinginan yang menghasilkan perubahan, serta ada hari esok yang menunggu hal-hal baik dilukiskan di atasnya. Karena kita tidak akan pernah tahu jika tidak mencoba.
Profile Image for Nurul.
312 reviews38 followers
July 12, 2021
First impression saya sama novel ini adalah saya lumayan kaget buat ukuran teenlit, novel ini tebal. Tapi setelah mulai membaca, nggak kerasa sama sekali karna ceritanya ngalir dan banyak relate sama permasalahan sehari-hari (terutama dari karakter Ribby). Dan banyak juga pesan yang bisa kita ambil sama kayak buku-buku kak Inggrid lainnya.

Buat gaya nulisnya jangan ditanya lah ya, alasan saya selalu baca buku penulis itu ya karna penulisannya yang nggak bertele-tele tapi berhasil nguras emosi pembaca (lagi-lagi saya sempat nangis pas baca buku ini). Cuma sayangnya ada beberapa hal yang saya rasa pandangan karakternya masih ngikutin standar masyarakat kayak beauty standard dimana orang cantik tuh harus berkulit putih, rambut lurus, dsb.

Rate: 3.5/5
Profile Image for Jeon Dani.
132 reviews64 followers
October 23, 2020
Oke, i'm back!!!

Dari sekian banyak buku yang nganggur dan hendak dibaca, gue milih Say Hi. Karena sumpah gue udah nungguin nih novel dari jaman Inggrid nge-unpublish nih cerita di Wattpad.

Gue pantengin terus ig nya inggrid biar gue bisa up to date sama berita nih novel. Sebucin itu gue sama Say Hi dan bilang aja gue overproud.

Oke, review;

Tengang Ribby, si cewek biasa aja yang temenan sama dua cowok luar biasa. Yang selalu dapet komen negatif hingga di-body shamming-in sama netijen. Yang disini di ceritain kalo Ribby tuh bak figuran dengan Ervan dan Pandu sebagai tokoh utamanya.

Gak berprestasi, gak jago dandan, gak bisa ngapa-ngapain, mungkin kelebihannya cuma Taekwondo, itu pun bagian gulung matras. Peran Ribby dibikin kek peran cewek b aja pada umumnya yang terkesan gak berguna bagi nusa dan bangsa.

Terus ada ipank si charakter yang awalnya gue pikir cuma buat hiasan doang, figuran yang selalu disebut, tokoh sampingan yang cuma buat pemanis dan ngeramein cerita, tapi gue salah. Karena Ipank adalah inti dari cerita ini.

Terus ada juga Qia, adeknya ipank yang jadi sejolinya Ribby, nih dua anak adalah bff. Dan si Qia ini yang ngenalin Ribby sama Say Hi.

Say Hi adalah aplikasi dating (macem tinder) yang berbasis anonim, jadi lo bisa jadi apa aja dan siapa aja disana. Simple dan terkesan klise, awalnya. Gue pikir nih cerita cuma tentang Ribby yang nyari siapa Robbi (si anon yang jadi pacar onlinenya).

Nyatanya, tidak se-simpel itu.

Nah awalnya Ribby gak mau main say hi, buat apa? Malu-maluin aja. Tapi setelah insiden random yang bikin dia iseng instal tuh aplikasi, bikin Ribby akhirnya mainin tuh aplikasi. Dan disana dia kenalan sama Robbi yang langsung jadi pacar onlinenya.

Semua lancar jaya, dan disini kita disuruh nebak, siapa sebenernya si robbi dengan segala clue tipis-tipis yang dikasih sama inggrid. Dari awal kita disuruh nebak siapa Robbi diantara Ervan dan Pandu.

Terkesan simpel dan klise.

Karena nyatanya robbi jelas bukan salah satu diantara keduanya, dan bukan cuma nebak siapa robbi, disini juga banyak pesan mengenai insecure, body shamming, kegagalan dan tekad.

Inggrid sering bilang kalo novelnya terlalu receh, tapi menurut gue, di balik kerecehan novel-novel inggrid, selalu ada pesan didalamnya, selalu ada sisi yang sulit buat dijelasin.

Nih novel ibarat playlist repeat gue, yang gak akan pernah bosen gue ulang-ulang, karena sekeren itu say hi.

Banyak quotes yang pengen gue tulis dari nih novel, tapi gue lagi males ngetik, jadi ya, kalian harus baca dan kalian bakal tau alasan kenapa gue agak overrated sama nih novel.

Oh ya, gue suka banget sama covernya apalagi temanya dark gitu.
Profile Image for fuhtreh.
99 reviews3 followers
March 13, 2023
[ 4,8 ]

dari awal baca dan sebelum liat reviewnya aku kayak udah punya insting ribby akhirnya bakal sama siapa n surprisingly it's true. di bagian bagian ribby and her insecurities towards herself terutama di part where she exploded conveying her feelings of insecurity ke ervan sama pandu really touched my heart. it makes me cry 😭😭😭 sumpah aku ngga nyangka bakal banyak nangisin bagian dalam buku ini. tapi nangisnya nanggung banget soalnya ribby juga masih setengah setengah nunjukin isi hatinya!! belum lagi sama dugaan dugaan aku tentang pemilik akun robbi. itu kebaca banget!! tapi kok dugaanku salah EH BEBERAPA HALAMAN KE DEPAN dugaanku yang tadi salah malah bener percis skenarionya kayak yang ada di kepalaku. what i take away from all of this is that ribby and "he" were there to heal each other 🥺🥺 terus si "dia" itu kayak tipe cowok sma yang ada di kepalaku banget. makanya pas baca ini kehidupan masa sekolah mereka bener bener melekat di aku, bacanya kesentuh banget. "dia" ngga alay sama sekali walaupun kelakuannya norak malah keliatannya tulus banget huhuhuhuhu happy
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
June 10, 2024
Actually ⭐️3,8! Yeyy!!

Novel teenlit terpanjang yang pernah saya baca deh kayaknya. 500 halaman lebih boo. Tapi karena gaya penulisanya asik, ngalir gitu aja alhasil dalam sehari novel ini bisa saya khatamkan.

Say Hi! Bercerita tentang Ribby yang kumal, rambut macam semak belukar, penampilan berantakan dan juga dianggap tidak cantik yang bersahabat dengan dua cowok most wanted di sekolahnya. Mereka adalah Ervan dan Pandu. Selain ganteng, berprestasi dan populer, kedua cowok itu juga dikenal sebagai Playboy. Banyak sekali cewek yang antri untuk menjadi pacar mereka.
Dan sialnya setiap ganti pacar, Ribby harus menanggung bullyan teman-temannya karena dianggap tidak setara dengan Ervan dan Pandu sekaligus pacar baru mereka.
Ribby merasa lelah dengan kejadian yang terus berulang-ulang itu. Demi mengobati rasa insecurnya, ia menginstall aplikasi pencari jodoh berbasis anonim bernama Say Hi!. Di sana ia berkenalan dengan Robby, laki-laki yang sangat mengerti dirinya dan selalu membuatnya tertawa.
Disaat Ribby mulai jatuh hati dengan sosok Robbi, Ribby mulai mempertanyakan keberadaan cowok itu. Apakah Robbi benar-benar ada didunia nyata? Jika iya, siapakah Robbi sebenarnya?

Konfliknya lumayan complecated untuk ukuran teenlit. Tapi saya suka-suka aja sih, karena yang dibahas disini nggak cuma tentang romace tapi juga ada persahabatan, keluarga dan juga cita-cita.

Saya suka persahabatan semua tokoh disini. Seru! Sumpah deh, kalau saya punya sahabat macam Pandu, Ervan, Ipank, Adi, Ribby, Qia dan yang lain bakalan semangat banget kalau disuruh sekolah. Gila semua soalnya wkwk.

Sedari awal baca saya sudah menebak-nebak siapa sosok Robbi dan sempat terkecoh diawal. Untung aja saya liat lagi covernya! Cowoknya ada 3 booo, yang berarti pelaku yang patut dicurigai bukan cuma Pandu dan Ervan tapi ada yang lain lagi! Si impostur yang membuat saya salah sangka wk.

Persahabatan antara Ribby, Ervan dan Pandu sebenarnya juga lumayan rumit sih. Selain terlibat cinta segitiga, mereka juga.. emm.. gimana ya ngejelasinya. Jadi mereka sahabatan udah dari lama. Nah disaat Ribby ada masalah, nangis atau galau baik Pandu maupun Ervan itu doyan dan gercep banget buat meluk Ribby, ngusap air mata cewek itu, digandeng kesana kemari dan siap anter jemput kapanpun. Kaya aneh nggak sih?? Mereka sahabat dan masing-masing punya cewek yang bener-bener mereka sayang. Tapi kok bisa memperlakukan sahabat cewek se intim ituu. Atau saya yang katro ya kalau sahabat emang bisa begituan?

Kalau ditanya siapa tokoh favorit, saya bingung juga sih jawabnya. Masing-masing tokoh punya kelebihan. Ipank dengan kegilaanya yang ternyata menyimpan luka begitu besar. Ervan yang slengean, keras kepala dan angkuh tapi bisa menurunkan harga dirinya untuk meminta maaf. Pandu yang cukup bijaksana dan selalu menjadi penengah setiap masalah. Ribby dengan segala insecurenya namun memiliki semangat tinggi untuk berubah jadi lebih baik. Qia dengan segala perhatian dan kepekaanya. Kayaknya saya suka semua deh wk.

Konflik dan alur di novel ini juga jelas. Jadi saya sebagai pembaca sangat mudah menikmati arus 'mau dibawa kemana ini cerita'. Walaupun sempet keki setengah mati sama Ipank!! Tapi untung aja bocah sableng itu cepet sadar. Fyuhhh.
Justru saya malah bingung dengan kisah Pandu dan Resha. Mereka sebenarnya sedari awal pacaran terus putus apa gimana?? Katanya udah fix putus, nggak bakal balik lagi dan sekarang cuma murni temenan. Terus yang mereka berdua lakuin dibelakang layar itu apaan?? Mana habis itu Resha nggak ada kabarnya lagi, kan jadi kepikiran saya nih -_-

Overall saya suka sama novel ini karena tiap tokoh self improvement bener-bener berasa. Bagaimana tiap anak menemukan jati dirinya, melawan rasa insecurenya, memperlakukan sahabat sebagaimana mestinya, mengelola masalah dengan baik dan nggak malu untuk meminta maaf duluan. Pokoknya mereka bener-bener bijaksana melewati tiap masalah dan menjadi pelajaran untuk lebih dewasa.
Jalan ceritanya juga cukup dekat dengan real life, nggak kaya novel-novel wattpad pada umumnya yang halunya kaya keterlaluan banget! Karakter Pandu dan Evan walaupun digambarkan cukup 'wow' tapi mereka masih wajar kok, nggak yang muluk-muluk kaya bad boy khas aplikasi oren lah pokoknya! Wkwk.

Oh iya, Say Hi! Ini ada kelanjutanya yang berjudul Say Bye yang menceritakan kisah Qia dan Ervan. Tapi susah banget boo buat dapetin bukunya. Di Karya Karsa kayaknya ada, tapi gak tau isinya bakal sama atau nggak dengan versi cetaknya, sayang bangetttt hiks 🥲
Profile Image for Eksa.
292 reviews25 followers
March 12, 2022
Rasanya legaaaa banget udah nyelesain novel ini. Jujur udah tertarik buat baca ini pas liat judul dan sinopsisnya di wattpad. Waktu itu udah ada pengumuman mau terbit, jadi aku nahan diri ga baca di wattpad dan pengen baca fisiknya! Karena aku udah keburu suka banget sama sinopsisnya dan berekspektasi tinggi.

Yap, ekspektasi aku terwujud, meskipun cuma 70% nya aja, itu pun cuma sampe di hlm 300an. 200 hlm kebelakang aku agak struggle pas bacanya.

full review: https://youneedsomebreaks.blogspot.co...

Aku mulai capek baca narasi-narasinya, baca dialog-dialog yang ga terlalu penting, alur yang lambat, meskipun harus aku akuin gaya bahasanya lumayan enak buat diikutin.

Tapi lalu aku makin sadar kalau aku juga capek baca karakter-karakter remaja yang meledak-meledak kayak gini. Ngga pandu & ervan di awal, bahkan qia, ribby, dan (terutama) ipank pun sama meledaknya. Aduh dik, coba kalem sedikit, wkwk

Trus yang bikin aku mulai berenti tertarik setelah 300an hlm, aku merasa ceritanya udah keluar jalur. Yang tadinya masalahnya adalah ribby, pandu, dan ervan + aplikasi say hi beserta robbi, skrng malah kayak ganti pemeran utama, tokoh utamanya dan konflik utamanya bukan lagi yg tercantum di blurb.

Not saying it was bad, it just wasnt what i was looking for. Cerita setelah semuanya kebongkar juga bagus, amanatnya bagus, tapi bukan itu cerita yang aku harapin ada di say hi. Say hi bagi aku selesai setelah semua kebongkar. Tapi antiklimaks nya malah bawa aku naik turun lagi sama konflik baru. Hm..

Yaa gitu aja sih, review lengkap nyusul di blog. Masih ada yang pengen aku komentarin haha. I wish i could give more than 4🌟 but 3.5 for Say Hi! Kalo org lain blg gpp teenlit kepanjangan soalnya bagus, menurut aku, akan lebih bagus kalo teenlit emg pendek aja dah.

Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews301 followers
April 23, 2021
Udah suka banget sejak ngikutin di wattpad. Reviewnya nanti2 deh, agak oleng karena maraton semaleman 🤣
Profile Image for Niki Yuntari.
87 reviews7 followers
August 10, 2021
“Lagian, gimana mungkin gue bisa suka sama orang yang bahkan nggak bisa suka sama dirinya sendiri?” (hal 86)

Covernya cakeeep. Eh tapi, awalnya saya bingung dengan covernya yang menampilkan satu perempuan dan tiga laki-laki. Kalau sudah membaca sinopsisnya, saya bisa menebak bahwa itu Ribby, Ervan, Pandu, tapi satunya siapa ya? Lama saya baca novel ini, akhirnya terjawab siapa sosok cowok ketiga ini.

Pertama baca, seperti biasa, saya terhibur dengan celetukan karakternya. Dialognya santai, nggak kaku, dan realistis, sesuai dengan umur dan setting yang diambil. Percakapannya selalu diselipi dengan humor receh yang segar, berhasil membuat pembacanya terhibur.

Sayangnya, manisnya masa remaja itu langsung berganti dengan konflik pertama mengenai rasa insecure Ribby. Terlalu cepat? Saya rasa enggak. Cerita justru berjalan semakin seru. Karena rasa insecure itulah yang menjadi titik tolak novel ini berpindah ke konflik-konflik lain.

Salah satu yang berkesan setelah menyelesaikan Say Hi! adalah proses menebak siapa itu Robby (teman chattingan Ribby). Rasanya saya seperti menonton Reply series, terutama Reply 1988. Saya pikir Deok Sun akan berakhir dengan Jung Pal, tapi ternyata….

Perasaan serupa, saya rasakan saat menebak si Robby ini. Sebenarnya saya sudah mempunyai satu nama yang berpeluang besar untuk menjadi si Robby. Namun, penulis selalu berhasil mematahkan clue yang merujuk ke Robby asli. Tak hanya itu, Inggrid juga agaknya berhasil mengarahkan opini pembaca untuk merujuk ke tokoh lain.

Review selengkapnya bisa dibaca di: https://nikiyuntari.com/2021/08/10/re...
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
April 28, 2021
Akhirnya bisa baca novel yang bikin marathon seharian sambil nangis, ketawa, nangis lagi. Kisah yang emosinya naik turun dan penuh kejutan.

Ribby pasrah jika dia selalu menjadi korban bully karena memiliki dua sahabat yang menjadi idola dan berbakat. Pandu yang aktif sebagai sineas dan Ervan yang atlet bisbol. Penampilan Ribby yang kusam, dekil dan biasa saja dianggap tak layak bersanding dengan kedua pemuda tampan itu. Tapi bukan salah Ribby juga kalau dirinya adalah kesayangan Pandu dan Ervan.

Sebenarnya Ribby menyimpan perasaan untuk Pandu. Tapi dia cukup tahu diri kalau dia tidak layak bersanding dengan Pandu. Lagipula dia tidak ingin kehilangan sahabat. Ketika Ribby menjajaki aplikasi dating Say Hi, dia bertemu dengan Robbi, cowok dunia maya yang akhirnya mengisi hari-hari Ribby. Setidaknya Ribby bisa merasakan punya pacar. Berkat Robbi, Ribby mulai berubah. Dengan bantuan Qia sahabatnya, Ribby mengalami transformasi dan membuat mata Pandu dan Ervan terbuka.

Novel ini mengambil latar belakang anak SMA yang bukan hanya berbumbu romantis belaka. Yang membuatnya komplit adalah trust issue antara sahabat, kemudian juga ada pencarian jati diri remaja. Saya suka ketika semua karakter dalam novel ini begitu hidup dan punya peran masing-masing. Tokoh yang tadinya hanya muncul sebagai pendamping, pelan-pelan menjadi karakter utama. Saya membayangkan novel ini kalau diadaptasi jadi serial seru juga.
Profile Image for Kelinci  Bulan.
19 reviews
November 25, 2022
TW/CW : harsh word, bullying, self harm, acts of violence, mention alcohol, ptsd patient.

Baca prolog-nya lucu, ngakak dan bikin penasaran, sebenarnya tentang apa sih buku ini?

Buku berisi 517 halaman ini memiliki alur maju mundur, plot twist yang bikin kaget, dan sudut pandang ketiga.

Buku ini menceritakan tentang Ribby (tokoh utama) yang bermasalah dengan insecurity-nya. Aku sampai gemes sama dia padahal your enough bi. Ntah apa deh yang bikin dia ngerasa rendah diri sampai suka banding-bandingin diri sendiri dengan orang lain. Salah satu kutiapan buku yang menunjukkan Ribby insecure banget; "Kalau gitu kenapa lo harus dengerin apa kata orang? Selagi lo tahu bahwa itu yang terbaik buat lo, jangan pernah mundur cuma karena penilaian satu dua orang yang bahkan nggak tahu hidup lo gimana. Kecuali kalau lo butuh validasi mereka." (hal 124)

Cerita kayak gini udah biasa yah? tapi yang bikin seru adalah penulis membuat kita penasaran tentang siapa di balik Akun Robbi dalam Say Hi. Nah, ini dia yang bikin seru, Ribby bertemu Robbi di aplikasi anonim Say Hi, Robbi menjadi pacar khayalan Ribby di Say Hi, Ribby memakai nama Viona dengan ciri-ciri yang 180° beda dengan dirinya.

Dengan deketnya Ribby dan Robbi, membuat ribby berubah, ia merasa ada efek kupu-kupu dalam dirinya dan dia merasa berharga, apalagi ketika Robbi bilang "Gimana gue bisa suka sama dia, kalau dia aja engga suka sama dirinya sendiri". Ribby menyadari dirinya lah yang selalu menganggap buruk, merasa tak berguna, dan tidak percaya diri sehingga tidak berusaha untuk merubah apapun. Karena ucapan Robbi itu, Ribby akhirnya pelan-pelan ubah penampilan lebih rapih dan lebih percaya diri akan kemampuan dirinya.

Sebenernya siapa sih Robbi. Ervan atau Pandu(?) Pokonya ini bikin kita penasaran bangettt deh!!!

Buku ini engga cuma ceritain tentang cinta monyet masa putih abu-abu. Tapi tentang persahabatan, keluarga, impian, isu mental health dan ptsd (post traumatic stress disorder)

POKONYA PAS BAGIAN PTSD ITU GW EMOSI SEKALIGUS KASIHAN :"(

Konflik dalam cerita ini menurut ku ringan tapi cukup menguras emosi, penulis sangat detail dalam mengekspresikan perasaan tokoh yang bikin kita kebawa suasana (baper, sedih, nangis, kesel, marah, emosi, dan ngakak) dalam satu waktu.

Dialog tokoh dalam buku ini juga ringan dan pakai bahasa gaul tapi mengandung pesan yang bikin jleb.

Terakhir yang ku suka tokoh dalam cerita ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga engga ada yang sempurna.
Profile Image for Rima.
27 reviews1 follower
October 12, 2025
membaca Say Hi membuatku bernostalgia ke masa-masa SMA-ku yang sudah berlalu sejak lama. rasanya kayak muncul lagi, di kepalaku, hari-hari menyenangkan dan perasaan tanpa beban yang aku rasain di masa itu. apalagi dari awal udah langsung disuguhi kehidupan SMA Ribby yang penuh huru-hara. percakapan-percakapan dan interaksi-interaksi yang tercipta di antara semua karakternya bikin aku cekikikan dan nggak bisa berhenti baca. SERU BANGEEEEET!!!

tapi, sebagaimana karya Inggrid Sonya lainnya, nggak mungkin isi bukunya cuma haha hihi semata. di balik keceriaan Ribby, ada juga sisi dirinya yang sebenernya benci dan nggak pede sama hidupnya sendiri. apalagi dibandingkan dua sahabatnya, Ervan dan Pandu, rasanya eksistensi Ribby kayak topping yang nggak penting-penting amat! udah mah dilabrak mulu sama cewek-cewek yang naksir dua sahabatnya itu, dia pun harus menelan semua ejekan tengil temen-temen cowoknya. secara fisik maupun pencapaian, Ribby merasa nggak ada satupun yang bisa dia banggakan. makanya ketika suatu hari dia install aplikasi dating anonymous yang namanya SAY HI! dan ketemu sama 'pacar virtual' yang super pengertian, sontak Ribby terlena. setelah kenal Robbi, kehidupan Ribby seperti lebih berwarna. dia jadi mencoba untuk nggak hanya tunduk sama rasa rendah dirinya, tapi juga berusaha untuk melawan itu semua. Ribby mulai belajar untuk merawat diri, untuk latihan taekwondo secara lebih serius supaya bisa ikut lomba, untuk menjadi lebih friendly sama temen-temennya, pokoknya pelan-pelan mencapai versi yang lebih baik dari dirinya deh. sayangnya, justru orang-orang terdekatnya nggak supportive sama perubahan Ribby, bikin dia justru makin benci sama dirinya sendiri. seakan belum cukup, Ribby juga dapet pengakuan mengagetkan dari orang di balik sosok Robbi yang ternyata selama ini amat deket sama dia!?

selama membaca Say Hi!, aku sangat tenggelam ke dalam alur ceritanya. rasanya kayak naik rollercoaster, nano-nano banget. semua perasaan bisa aku rasain sepanjang membaca novel setebal 500+ halaman yang nggak membosankan sama sekali ini. bahkan meski aku udah pernah menamatkan versi Wattpad-nya, ternyata nggak mengurangi keseruan Say Hi sama sekali 🥹💖 I know it's kinda late karena aku baru baca sekarang. tapi topik yang diangkat di Say Hi—tentang insecurities dan usaha meraih impian—memang timeless. sometimes, no matter how old are we, we can still experience those insecurities and doubt ourselves. membaca Say Hi! sungguh pengalaman yang sangat seru!!!
Profile Image for Asuka Mai.
646 reviews32 followers
September 6, 2023
Judul : Say Hi!
Author : Inggrid Sonya
Penerbit : @elexmedia
Terbit : 2020
Tebal : 532 hal
ISBN : 9786230019630
Baca di: Gramedia Digital

Banyak banget yang suka buku ini dan juga pas mau pinjem di Ipusnas slalu ga pernah kedapetan.
Akhirnya kesampaian baca di Gramedia Digital.

Buku yang aku pikir bakalan tipe Young Adult ringan dan konflik percintaan yang umum, ternyata ribet kaya benang kusut dan juga lumayan berat.

Biasa aku ga suka sama buku yang pake "loe gue", tapi buku ini asyik banget dibaca. Feel nya juga dapet.

Ceritanya dari sudut pandang anak perempuan bernama Ribby yang bisa dikatakan agak tomboi dan tidak memperhatikan penampilannya. Ia bersahabat dengan 2 cowo populer di sekolahnya yang digandrungi para anak perempuan di sekolah mereka ataupun sekolah lain. Yup kedua sahabat bernama Ervan dan Pandu ini sudah bersama Ribby sejak kecil karena mereka tumbuh bersama-sama.

Kebayang ga kemana Ribby pergi bersama kedua sahabat cowo nya ini, ia selalu dicibirin dan di hina karena ia dianggap ga sepadan jalan bersama Ervan dan Pandu.

Tapi Ervan dan Pandu menganggap Ribby berharga dan asyik diajak pergi bareng. Kedua sahabat Ribby yang populer ini juga berprestasi. Pandu jago dalam perfilman dan Ervan jago Sport. Adalagi teman mereka bernama Ipank, 1 klub taekwondo dengan Ribby yang dianggap anal berandalan dan pernah tidak naik kelas. Namun Ribby tak pernah menganggap Ipank demikian.

Yang jelas nanti ada benih2 cinta yang tumbuh diantara mereka. Yang aku kira bakalan mulus kaya jalan tol ternyata kisah cinta Ribby sangat berliku. Sampai akhirnya Ribby mengakui perasaan yang sesungguhnya yang ia rasakan.

Menurutku buku ini asyik banget dibaca walau lumayan tebel. Tapi ga bosenin :)

4.5✨ dariku
Profile Image for Afy Zia.
Author 1 book116 followers
December 2, 2020
Sebelum baca Say Hi! sempet agak kaget karena tebelnya 500+ halaman. Terlebih karena ini teenlit, awalnya aku jadi rada cemas ceritanya bakal dragging dan bertele-tele banget.

Tapi karena ini Inggrid Sonya yang nulis (dan karena aku selalu ngikutin tulisan-tulisan sebelumnya), aku yakin penulis bakal punya daya magisnya sendiri dalam setiap tulisan yang dia buat.

Dan bener aja, Say Hi! meleset dari ketakutan awalku. Meskipun cerita remaja, penulis nggak cuma ngomongin cinta-cintaan ala remaja yang biasanya jadi fokus utama kisah teenlit, tapi juga tentang persahabatan, cita-cita, bahkan insecurity. Formula yang sebenernya udah sering kita temuin di berbagai cerita remaja, tapi mampu diramu penulis dengan baik, asik, sekaligus receh kuadrat.

Aku suka gimana Say Hi! nggak kehilangan nyawanya sebagai cerita remaja yang khas dan (cukup) realistis. Paling suka banyolan-banyolan receh para tokohnya! Apalagi kalo Ipank and the gang udah bersabda. 😂

Hal lain yang kusuka adalah tokoh utamanya yang terasa hidup. Kuakui, tokoh pendukungnya rada kebanyakan dan bikin aku keblinger ngingetnya. Tapi terlepas dari itu, aku suka gimana backstory tokoh Ribby, Pandu, Ervan, Ipank, Qia, dibangun perlahan-lahan. Okelah, backstory Pandu sama Ervan mungkin emang rada ngambang dan nggak begitu digali lebih dalem IMO, tapi aku suka gimana karakter mereka terbentuk dengan solid.

Dan meskipun ini cerita remaja, kalau Inggrid Sonya yang nulis mah tetep aja ada bawangnya. :,)

Aku suka Say Hi!. Buku ini menghiburku. Tapi sayangnya, ada beberapa hal yang terasa mengganjal. Di beberapa bagian, aku merasa karakter Ribby dan Ipank agak kurang konsisten. Ada momen-momen ketika karakter mereka dideskripsiin kayak 'gini', tapi pada praktiknya malah kayak 'gitu'. Nggak bakal spoiler banyak karena daku mager ngetiknya. 😶

Di beberapa bagian, aku juga merasa Say Hi! masih agak terjebak stereotip yang ada di masyarakat.

Aku pun masih cukup sering nemu typo dan kesalahan teknis di Say Hi!, tapi karena ceritanya bikin nagih jadi nggak begitu kupermasalahin. Tapi kuharap di cetakan selanjutnya nanti, hal ini bisa diperbaiki.

Secara keseluruhan, aku menikmati Say Hi!. Receh? Nggak usah ditanya. Page turner? Udah pasti. Sedih? Ada. Ini termasuk cerita remaja paket komplit yang bikin perasaan nano-nano. Tetiba berharap ada kisah spin-off Nanas sama Ian, huahaha. 🤓


OVERALL RATING: 3,5 bintang.
Profile Image for zah.
488 reviews
April 21, 2021
kayak nonton K-drama lokal yang feel remajanya kerasa banget. dibolak balik hati aku sama buku ini, rasanya pengen punya pengalaman cinta kayak gini juga. Ditambah, character development!! bangga lihat perkembangan karakter-karakter utamanya, terutama si Ribby. you go, girl!

di sisi lain, banyak momen yang spertinya gabakal ngubah apa-apa kalo dipangkas, atau ga terlalu berpengaruh sampai-sampai harus ditambahkan di dalam buku. 500an halaman memang sih, page turner banget dan gaya penulisannya jg ga menye-menye dan "cringe" tp masi dapet serunya. salah satu kritik yang aku bisa kasih dr pengalaman baca, sih ... kontradiksi dr beberapa momen para karakter yg bisa dilihat dr dialog dan monolog mereka yang agak buat aku ganyaman karena apa ya, cm bisa dapet reaksi "WHAT? WHY?" dari aku karena bikin bingung kenapa pemikiran mereka sampai begini. beberapa konflik di buku ini jg gaperlu terjadi kalo ada perubahan dikit dr perkataan mereka, dan menurutku beberapa plot point kurang dieksplor atau dijelaskan lagi di akhir buku jd masi ada rasa "kosong" di beberapa tempat. ada beberapa dialog yang mencakup, for example, becandaan soal orientasi seksual, very sexist remarks yang dinormalisasi, and subpar feminist quotes/remarks yang kesannya agak one-sided dan malah (in my opinion) jatuhnya ga uplifting atau inspiratif.

pada akhirnya, aku menikmati banget kisah dan perjalanan cerita yang ada di buku ini. Kadang-kadang emang dibuat kesel, tapi mau gimana lagi, mereka masi di masa perkembangan citra diri, kan? aku yg cuma pembaca cuma bisa melihat mereka berkembang aja selama baca. romancenya? klise, mungkin overused dan sering dilihat di beberapa drama, anime, bukan cuma di buku, tapi lihat interaksi dan hubungan kayak gini dengan gaya kearifan lokal dan bahasa gaul Indonesia jadi fresh aja, rasanya, jd intinya, aku suka. not gonna lie, though, would've been nice if the story were a little bit halal so my hopeless self can imagine being in a romantic scenario like in this book.

p.s
lucu banget dong, nama cowok ketiga di cover gaada sama sekali di sinopsis WKWKWKWK sempet ketipu kukira cuma karakter sampingan dia, tahunya ...
Profile Image for Melati.
70 reviews
December 9, 2020
SH! ini memang termasuk jajaran kisah paling receh dari Inggrid. Tentu seorang Inggrid yg memiliki kepribadian ajaib, tidak mungkin hanya memberikan kerecehan. Sangking recehnya kisah Ribby ini, aku sampe dibikin megap-megap wkwk. Ditambah sejak awal dibikin uring-uringan sama Ipank :)). Ada Pandu yg seringnya jadi wasit, dan Ervan yg pengen bgt aku maki-maki /astaghfirullah/. Di sisi lain, kisah ini juga diwarnai dengan kesomplakan anak-anak Grafika lainnya. Heran bgt deh akutu, kenapa anak Grafika tuh pada ajaib semua sih.

Awalnya aku mau nebak siapa Robbi dengan cara 'keep it simple.' Soalnya aku keseringan pas mikir kejauhan ternyata se-simple itu, tapi oh tapi, ini Inggrid pemirsaaa. Yang tidak akan menjadikannya sesederhana. Rasanya kayak twist, berlapis twist. Yah mungkin buat orang-orang, biasa aja dengan terungkapnya siapa Robbi ini, tapi yaaa bagi aku tidak karena bikin makin remuk huhu.

Tidak dapat dielak, aku kejer bgt pas baca, bahkan sejak di halaman 29. Dengan gampangnya aku bisa masuk ke kehidupan Ribby, terjerembab di dalam situ, terkurung, dan sekarang sedang kelimpungan mencari jalan untuk keluar. Melihat Ribby, rasanya seperti melihat diri sendiri—penuh rasa insecure yg sepertinya sudah dalam level tidak tertolong. Aku ikut bahagia bisa melihat Ribby bangkit💙.

Diksi. Hal yg paling aku kagumi banget dari karya-karyanya Inggrid, heran kenapa bisa se-wow itu. Ajaib emang, bikin tersihir. Dari cerita-cerita Inggrid yg lain, SH! ini menurut aku terasa paling deket. Lagi, Inggrid ngga pernah gagal untuk membuat aku belajar dari kisah yg ia sodorkan, dari RB sampai sekarang SH. Meski kekurangan ada di sana-sini, nyatanya bukan kesempurnaan yg aku cari di dalam tulisannya. Mau bagaimana pun, aku akan terus mengikuti kisah-kisah lain yang akan disajikan Inggrid. Melalui semua kisahnya, aku belajar untuk menjadi manusia yg lebih peduli. Untuk mendengar, melihat, dan bertindak.
Profile Image for Elisabeth Beatrice.
161 reviews8 followers
December 31, 2020
"Lo kenapa sih, suka banget banding-bandingin diri sendiri sama orang lain? Elo ya elo, Resha ya Resha. Nggak usah terpaku sama kelebihan orang lain, harusnya lo fokus cari kelebihan diri lo sendiri" - Pandu to Ribby pg. 29⁣

Jleb! Aku merasa tertohok banget karena aku ngerasain apa yang Ribby rasain. Kadang masih ngerasa gitu juga sampai sekarang. *lho kok malah curhat*⁣
.⁣
.⁣
Oke oke, ini yang benerannya (tapi tadi itu beneran juga gais) 🤣⁣
Karakter favorit di Say Hi! ini tuh kalo boleh maruk, serakah, rakus, sebut aja semua tuh dah yak, maunya semua.... Semua tuh favorit banget! Soalnya pada punya porsi dan bagian masing-masing buat bikin buku ini jadi hidup dan seru abis buat diikutin. ⁣
Mulai dari protektifnya Ervan sama Pandu ke Ribby, panggilan konyol Ipank ke Ribby, banyolan Adi, trus hebohnya Qia sama Ribby kalo dah lagi mode make over tuh gaada duanya banget sih....⁣
Tapi yaaa kalau harus banget milih yang favorit banget itu sih Ribbyan Prameswari karena aku ngerasa banget apa yang Ribby pikirin soal dirinya itu aku banget sih. Sesimpel karena aku ngerasa ngeliat diri aku sendiri di dalam diri Ribby. Bedanya cuman nggak ada Ervan sama Pandu aja. ⁣
.⁣
.⁣
Lanjut ke kesan pertama baca Say Hi! tuh aku baru sadar pas pertengahan cerita kalau aku sebenernya udah baca yang versi di wattpad tapi aku lupa apa yang beda dan kapan aku bacanya. (Maapin ya bu Inggrid, emang suka lupa anaknya 😂)⁣
Nah, di halaman pertama, bagian salam pembuka, katanya kan bernuansa ceria tuh yak, tapi nih yaaaa menjelang akhir buku aku mewek, awal buku ngerasain insecurenya Ribby. Cerianya tuh di manaaaa? Aing gemes aseli. ⁣
Tapi ya, emang sih banyolan atau makian atau candaannya ada sih bikin cerianya. Dikit.⁣
Wkwkwk kok jadi gak nyambung gini yak kesan pertamanya 😅⁣
Pokoknya suka, ngerasa kayak balik ke jaman jahiliyah dulu sih.


Wajib baca!
Profile Image for Matchanillaaa.
94 reviews1 follower
November 3, 2024
Emang sasarannya buat remaja. Aku bakalan suka baca ini kalo bacanya waktu masih SMP. Sekarang udah terlalu tua buat menikmati romansa anak sekolah. Apalagi di cerita ini mengangkat aplikasi dating anonim. Rasanya udah ga related kalo sampe baper gara gara pesan anonim
Profile Image for a.
91 reviews1 follower
February 10, 2024
setebel itu bukunya, sepanjang itu kisahnya, dan sebaik itu penulis mengemas ceritanya. tentang ruby, seorang remaja SMA yang suka tidak percaya diri, memiliki dua sahabat sejak kecil, yaitu ervan dan pandu. saat sma, ia juga berteman dengan ipank. ipank juga merupakan kakak dari teman sebangku sekaligus sahabatnya, kia.

ruby ini banyak insecure dengan rambut keriting dan mukanya yang kusam, belum lagi dia bersahabat dengan ervan dan pandu yang sangat populer di sekolah, dan pacar temannya itu iri padanya. ia menyukai pandu secara diam diam, tapi pandu menyukai orang lain. sampai akhirnya ruby mengunduh aplikasi say hi, aplikasi kencan virtual dengan avatar dan keterangan anonim. ia membuat avatar yang sangat berkebalikan dengannya. lalu ada satu akun bernama robbi yang mulai mengobrol dengannya. robbi membuatnya merasa lebih percaya diri. di sini kita bakalan dibikin berasumsi siapa yang megang akun robbi, evan atau pandu? atau bahkan ipank?

kisah berjalan sampai akhirnya ervan mengaku bahwa ia lah yang memegang akun robbi itu, bahkan dia sampe menembak ribby buat dijadiin pacar. awalnya ribby bingung tapi diterima juga. tapi ribby merasa kurang nyaman berpacaran dengan ervan. TERNYATA ASLINYA YANG MEGANG AKUN ROBBI TUH IPANK. bahkan ipank ama ervan berantem, ervan gamau sobat kicilnya ini jatuh ke orang kayak ipank yang riwayatnya pernah berantem sampe bikin kakak kelasnya hampir meninggal. nah kakak kelasnya ini sepupunya ervan. PADAHAL ASLINYA IPANK NIH CUMA DIFITNAH SAMA GENG SEPUPU ERVAN, TRUS DIKEROYOK, KARNA IPANK ANAK TAEKWONDO MAKANYA DIBIKIN BABAK BELUR LAH BELASAN ORANG.

di sisi lain, ipank memperjuangkan ribby buat bisa ikut kejuaraan taekwondo, setelah selama ini ribby tuh di taekwondo cuma minderan doang. dia ngelatih, memperjuangkan dengan memohon ke pihak penyelenggara. dia juga usaha buat dapet emas di kejuaraan ini buat membuktikan ke ribby, karna ini satu satunya yang dia bisa. EH PAS LOMBA KAKI IPANK YANG BEKAS KECELAKAAN KENA TENDANG JADI MAKIN PARAH. DIA BAHKAN DIVONIS SULIT IKUT TAEKWONDO LAGI. ipank beneran ngedown, bahkan depresi/ptsd (lupa)

di saat yang bersamaan ribby putus dari ervan. dia berusaha buat ipank semangat lagi, mau ikut terapi, dan segala macemnya. walau ipank nolak mulu, ngomong hal menyakitkan, tapi ribby tetep usaha. ipank keras kepala, ribby jauh lebih keras kepala. sampai akhirnya ada satu titik ipank bener bener butuh pertolongan dan dia menghampiri ribby, dia mau usaha dari awal lagi. WOW LEGA, BAHKAN DIA BISA JALAN DAN BAHKAN IKUT SEA GAMES!!!

pusatnya nih kan di ribby, yang dikelilingi 3 teman laki lakinya ini ya, tapi bisa jadi sekompleks dan seluas itu konfliknya. semuanya dijelaskan secara perlahan dan jelas, jadi pertanyaan apapun yang muncul selama baca bisa kejawab. plotnya rapi, bacanya juga enjoy dan cukup page turner. paling suka di bagian menuju ke akhir, waktu ribby ngotot ngototan sama ipank. intinya kita diajak buat senyum senyum, sedih, marah, dan greget gemes juga selama baca say hi
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Naznien Fevrianne.
6 reviews
August 27, 2021
Di saat buku fiksi remaja Wattpad berjamuran dengan karakter-karakter yang (terkadang) terkesan tidak manusiawi (ganteng, cantik, kaya raya, pintar, ke sekolah bawa BMW/range rover), Inggrid Sonya dengan Say Hi-nya menyajikan suatu tulisan unik dengan dua karakter utama yang terbilang nyentrik. Ribby, cewek berambut keriting yang sering merasa insecure karena tidak pintar merawat diri dan punya dua sahabat cowok yang dua-duanya rupawan dan terkenal. Serta Ipank, atlet taekwondo slengean yang pernah tidak naik kelas. Mereka berdua sama-sama sering merasa rendah diri sebelum akhirnya menemukan their value as a human being.
Di pertengahan cerita, Say Hi begitu mengingatkan saya dengan serial Korea terkenal yang ditulis oleh Lee Woo Jung, Reply 1988. Persis seperti di episode-episode awal saat kita mengira-ngira apakah Deok-sun akan berakhir dengan Sunwoo atau Jung-Hwan, Say Hi juga membuat pembaca akan sibuk terombang-ambing di awal akan, apakah Robbi itu Ervan atau Pandu?. Dan, saya cukup suka akan treatment Inggrid Sonya yang mengurai benang masalah satu per-satu di akhir (bahkan mempunyai closure yang lebih baik dibanding cinta segitiga di Reply 1988).
Character development yang ada juga sangat berarti dan relevan bagi pembaca remaja. Ipank dan Ribby bukan hanya sekedar "jadian" di akhir cerita, tapi mereka akhirnya menemukan apa yang membuat mereka selalu merasa resah dan rendah diri selama ini. Buku ini memang tebal (dan pastinya lumayan mahal), tapi masih terasa tepat guna (setidaknya dibanding Dear Nathan yang jumlah halamannya kurang lebih sama).
Tulisan Inggrid Sonya juga enak dan ringan dibaca, bahkan dialognya banyak yanng terkesan spontan dan kocak. Tapi, di saat yang sama ia juga bisa menyisipkan diksi dan metafor-metafor indah yang membuat saya beberapa kali berdecak kagum membacanya. Walaupun begitu, Say Hi masih banyak kurang di sana sini, seperti salah penulisan, typo, dsb.
Dibanding Kata oleh rintiksedu yang sepertinya membuat geger para remaja sampai beberapa kali cetak ulang dalam periode waktu yang cukup singkat, saya harus bilang bahwa Say Hi sebenarnya lebih pantas mendapatkan apresiasi tersebut.
Congrats, Inggridsonya. Saya nobatkan Say Hi sukses menjadi salah satu buku jebolan wattpad yang masih tolerable. He he he.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Widyantika.
20 reviews
April 13, 2024
Jujur aja, awalnya aku hampir dnf buku ini. Walaupun aku bisa memahami perasaan insecure Ribby diantara dua sohibnya, tapi ternyata bersimpati sama Ribby bikin energiku terkuras habis. Terus setelah memutuskan membaca barang beberapa lembar lagi, aku jadi penasaran sama salah satu nama yang disebut terus di buku. Aku kira nama itu cuma tokoh figuran aja: pelengkap, pemanis, opposite attract dari dua tokoh utama cowoknya (Ervan dan Pandu) yang populer, keren, kesukaan semua orang. Ternyata justru nama itu yang mendorong aku menamatkan buku ini dan bikin aku suka alur ceritanya.

Buku ini nggak cuma ngomongin soal insekuritas dan cinta-cintaan, lebih dari itu. Buku ini ngomongin tentang mimpi: gimana mimpi itu bisa jadi alasan terbesar kita mau melanjutkan hidup walaupun kadang hidup berjalan nggak sesuai harapan, gimana mimpi bisa merubah hidup kita, dan yang paling penting, gimana dealing dan berdamai dengan mimpi yang mungkin kandas, setelah seluruh hidup kita didedikasikan untuk mencapai mimpi itu.

Bagian yang paling ngena buatku adalah scene kolam renang (page 439) yang bikin aku mikir juga bahwa sebagai manusia, it's okay for asking help. It's okay to feel afraid of failure and disappointment, it's okay to berduka atas kegagalan itu, tapi selanjutnya adalah tentang how we overcome that failure and how we start it over and over again, karena seringkali dari pahitnya kegagalan itu kita dapet buah yang manis.

Terus juga bagian ini:
"Gue boleh nggak ngelamar kerja sama lo?"
Ribby melongo. "Kerja apaan?"
"Jadi tukang ojek, call center, customer service, body guard, petugas 911, deliveryman buat lo?" (Page 483)

BAGIAN INI GEMAS BANGET!??

Kutipan favoritku:

"Hidup kadang butuh hal-hal gila buat ngobatin kegilaan itu sendiri." (Page 182)

"Enggak ada satu orang pun yang paham sama kondisi diri kita, selain diri kita sendiri." (Page 414)

"Nggak ada yang salah sama gagal. Yang salah adalah ketika ada kesempatan, tapi lo nggak mau nyoba." (Page 464)

"Ini pom bensin nih. Gampang kebakar. Apalagi pas gue ngamuk." (Page 492) [suka aja kalimat ini soalnya emosinya dapet banget wkwk]

Profile Image for ann.
19 reviews2 followers
February 6, 2022
actual rate : 4.5 stars
WOW buku ini ada 517 halaman tapi berhasil bikin aku baca cuman 2 hari (menurutku ini udh keren) selain dialog yang kocak dan bikin ketawa, tulisan kak Inggrid juga cantik banget hebatnya buku ini berhasil bikin aku nangis jam 1 malem.

“Nggak apa-apa untuk ngerasa kecil dari orang orang disekitar lo yang mungkin lebih. Tapi, yang harus lo tahu, di luar sana, walau sedikit, ada beberapa orang yang selalu ngelihat hal-hal indah dari diri lo yang mungkin lo sendiri nggak tahu.”

“Lo kenapa sih, suka banget banding-bandingin diri sendiri sama orang lain? Elo ya elo, Resha ya Resha. Nggak usah terpaku sama kelebihan orang lain, harusnya lo fokus cari kelebihan diri lo sendiri.”

pas baca kalimat ini tuh, aduh berasa relate bgt sama karakter Ribby yang super insecurean, gatau value diri nya apa, rendah diri, benci diri sendiri pokonya berasa ngaca deh, bedanya aku gapunya sahabat kayak Pandu yang keren atau Ervan yang ganteng.
baca buku ini juga mengingatkan aku sama drama korea Replay 1988 dengan karakter deoksun yang melekat di Ribby juga tentang kasus percintaannya. Yang bakal bikin bertanya-tanya siapa si “Robbi” ini dan Ribby yang bakal ended up sama siapa? apa sama Pandu atau Ervan atau malah si misterius “Robbi” atau mungkin si “Robbi” ini ternyata Ervan atau malah Pandu wkwkwk baca aja deh pokoknya.

terakhir, yang aku suka sama buku ini semua karakter nya gaada yang benar-benar sempurna, semua ada porsi nya masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Character development nya juga terlihat jelas masih sesuai dengan karakter anak remaja. Konflik nya juga bukan seputar di romance dan permasalahan Ribby doang tapi lebih jauh dari itu apalagi di pertengahan menuju akhir isu tentang keluarga, pertemanan, mental health, jati diri, PTSD, dll lengkap bgt deh :D
Profile Image for Riez Chiwi.
163 reviews
May 5, 2023
Sebelumnya ini bukan review. Ini cuma curahan hati sehabis baca novel ini.

Ribby punya sohib cowo keren-keren, mereka Ervan dan Pandu. Dan pasti namanya sohiban cewe cowo, pasti ada salah satu yang saling suka. Mana disini yang suka ga cuma satu dan pokoknya rumit banget gitu.

Selain Ervan Pandu, Ribby juga punya sohib cewe namanya Qia. Dan Qia ini menyenangkan banget. Bener-bener ngingetin ama sohib gue yang stay jauh disana.

Ada satu lagi cowo di cerita ini, kakanya Qia namanya Ipank. Dia diem-diem perhatian banget ama Ribby sampe bela-belain ngajarin taekwondo, susah-susah biar Ribby bisa ikut turnamen.

Dan di aplikasi Say Hi ada Robby. Chatingan ama Robby bener-bener bikin mood bagus banget dan baper parah. Jangankan Ribby, gue juga merasa begitu.

Mendekati klimaks gue kasihan sebenernya sama Ervan. Tapi juga sebel juga. Serba salah lah karna tau Ervan kenapa begitu. Dia memang salah tapi susah buat benci dia.

Terus cerita pas Pandu ngasih CD ke Ribby malah jadi pengen mewek. Pandu sayang banget ama Ribby. Sayang banget walau cuma sebatas sahabat. Kan jadi pengen punya sohib kayak Pandu juga.

Waktu baca jurnalnya Ipank malah bikin nelangsa.
"Tentang gue yang suka sama lo.
Dari dulu sampai sekarang"

Klimaksnya Pas Ipank cedera gue nangis. Lebih nangis lagi pas baca hal yang mau diomongin ke Ribby. Please lah sakit hati banget gue.
"Jangan kemana-mana ya dari mata gue "

Dari niat ngomong begitu malah terus nyakitin Ribby terus-terusan. Ribby hatinya terbuat dari apa seh. Gila aja disadisin mulu sama Ipank masih tahan banting. Awal-awal doank ngakak. Pas klimaksnya sama aja bikin sakit hati bacanya. Bikin nangis terus-terusan. Ga masalah Ribby Ipank. Tapi Ervan Ipank juga.

Endingnya cakep banget. Suka eksekusinya. Pas. Apalagi endingnya Ervan Ipank seru banget.
Profile Image for Vii ✧.
25 reviews4 followers
December 18, 2023
Finished! 5/5⭐

Buku ini menceritakan tentang Ribby, seorang gadis yang sering diejek dekil yang sahabatan dengan dua cowok ganteng dan berprestasi. Ribby sering diejek dan dilabrak gara-gara dekat dengan Ervan dan Pandu. Dari sinilah Ribby merasa ga pantas untuk dekat dengan kedua sahabatnya dan merasa insecure. Ribby sampai mulai mengikuti ekskul. Suatu hari, Ribby ga sengaja instal aplikasi Say Hi! Yang dia ketahui dari Qia, sahabatnya. Dari sanalah ia bertemu dengan sosok Robbi yang mulai mengubah dirinya dan kehidupannya. Robbi juga sebenarnya berada di sekitar Ribby. Siapakah sebenarnya Robbi?

buku ini ngga cuman mengkisahkan tentang percintaan. Tapi juga bayak mengandung unsur kekeluargaan, persahabatan, juga mimpi yang ingin tercapai. Aku baca buku ini cuma 1 hari ga kerasa saking seru alurnya! Dan karena buku ini termasuk teenlit jadi cocok banget dibaca remaja dan menginspirasi juga karena banyak banget pelajaran-pelajaran yang bisa diambil dari buku ini. Seperti kegagalan adalah kunci dari kesuksesan selama kamu mau berusaha. Part yang kusuka dari buku ini, saat keluarga & temen" Ipank yang sangat supportif ke Ipank selama dia gagal. Lalu jangan nge-judge orang tanpa ngeliat dari sisi pihak lainnya.

Oh ya, buku ini juga membahas mengenai insecurity. Ngga semua harus dilihat dari luar/fisiknya. Dan masih banyak lagi moral lesson yang bisa dipetik.

Di buku ini juga aku terhibur dan gemes banget dengan tingkah Pandu, Ervan, Adi, Ipank, dll yang bener" lucu, gaada habisnya deh😣 Selama baca buku ini aku kadang nangis sendiri, ketawa sendiri dan greget sendiri! Authornya mengemas buku ini dengan baik dan bahasa yang ringan. Lalu konfliknya menurutku dibilang ringan juga ngga terlalu ringan, jadi aku anggap konfliknya sedang dan aku sangat puas dengan endingnya!

Overall, worth to read
Displaying 1 - 30 of 105 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.