Książka opowiadająca o mrocznych kulisach marketingu na przestrzeni wieków. Ukazuje czytelnikowi mnóstwo powiązań, o których wcześniej nie miał pojęcia, demaskuje nieprawdopodobne wręcz chwyty marketingowe i niemoralną działalność spin-doktorów. Podzielona jest na rozdziały, z których każdy dotyka innej kwestii, tworząc całościowy obraz zmanipulowanego świata. - Żródło (source): lubimyczytać.pl
Spoko książka do poczytania np. w pociągu. Idealna dla kogoś, kto się interesuje historią zagrywek marketingowych. Ogólnie mi się podobała. Jest ciekawa i łatwo się ją czyta.
Banyak fakta baru yang saya temukan dalam buku karya Jonathan Gabay ini. Fakta itu terentang dari merk-merk besar sekaligus tokoh dunia yang pernah mendukung Nazi hingga bagaimana tubuh juga digunakan untuk promosi merek. Menarik.
Fakta-fakta baru nan menarik itu tersebar dalam 28 tulisan pendek di buku setebal 353 halaman ini. Tiap bab membahas satu topik khusus. Misalnya, sejarah Coca-cola, kebohongan iklan rokok, hingga manipulasi informasi demi pembenaran perang Amerika menyerbu Iraq pada tahun 1991 silam.
Karena itu, buku ini amat menarik. Dia memberikan fakta-fakta yang tak banyak diungkap di media massa. Atau, ya, setidaknya saya belum tahu sebelumnya. Semua fakta itu merujuk pada satu hal sama, kebohongan pemasaran untuk merayu orang agak tertipu. Itulah kenapa buku ini berjudul Soul Traders.
Satu hal yang amat mengganggu bagi saya pada buku ini adalah buruknya penyuntingan. Tumben saja sih nemu buku dengan penyuntingan acak adut begini. Banyak salah eja atau salah kata.
Buku ini menyajikan beberapa fakta mengenai bagaimana pemasaran dapat membuat perubahan di dunia, mulai dari cerita Nazi, perang di Amerika, kemudian peran dari Coca Cola, dan juga dari penyebaran Yahudi. Di awal bahasannya sangatlah baik, namun di akhir, topiknya cukup membosankan, apalahgi translasinya juga kurang OK.