Jump to ratings and reviews
Rate this book

Membaca Praktik Negosiasi Seniman Perempuan dan Politik Gender Orde Baru

Rate this book
Sinopsis: “Saya kira 1970an akhir dan 1980an menjadi sebuah periode yang menarik terutama karena kekuatan Orde Baru yang sangat kuat dalam hal stabilisasi politik dan ekonomi. Melalui Garis Besar Haluan Negara, sebuah visi politik ekonomi diciptakan, dan diorganisir secara masif melalui berbagai jenis propaganda. Secara umum, gerakan sipil dijauhkan dari politik, termasuk gerakan perempuan. Dari gerakan yang progresif seperti Gerwani pada 1960an, pemikiran perempuan dijinakkan dan dimasukkan dalam sangkar domestik melalui Dharma Wanita dan PKK. Di sisi yang lain, bekerja dalam bidang seni, saya tertarik untuk melihat bagaimana propaganda dan ideologi developmentalisme Orde Baru mempengaruhi dinamika seni (rupa), terutama dalam konteks gender.”

240 pages, Paperback

Published April 1, 2019

9 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (75%)
4 stars
1 (25%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for Faris Alaudin.
8 reviews
January 23, 2025
Ada satu simpulan yang ditawarkan dan perlu sekali untuk digarisbawahi: yang diperjuangkan oleh seni feminis bukan menambah daftar panjang jumlah perempuan seniman, tetapi memperjuangkan pergeseran paradigma mengenai tendensi pembacaan estetika yang tak dipolitisasi dan juga berbeda dengan sejarah seni arus utama.
Displaying 1 of 1 review

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.