Jump to ratings and reviews
Rate this book

Al-Masih #1

Al-Masih: Putra Sang Perawan

Rate this book
“Sudahkah kalian dengar kisah Tuhan mengutus juru selamat kepada manusia?”

Kedua mata Matteo de Gesù berpijar-pijar. Oleh matahari pagi, juga semangat yang berapi-api. Dia menatap para budak satu per satu. “Lebih dari seribu tahun lalu, Tuhan mengorbankan satu-satunya putra yang Ia punyai untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa. Tidakkah kalian ingin mendengar kisahnya?”

Gesu seorang naturalis asal Italia mendapat misi penyelamatan iman ribuan umat dengan mencari pusaka gereja yang hilang dicuri. Misi itu membawanya ke Batavia yang kala itu sedang menggeliat oleh hiruk-pikuk perdagangan. Pedagang dari berbagai bangsa dan keyakinan hadir menambah semarak dinamika di kota itu. Budak-budak didatangkan dari berbagai tempat untuk menggerakkan roda perekonomian.

Pertemuannya dengan Saathi, seorang gadis Muslim yang misterius, memperkenalkannya pada sosok lain Almasih yang juga disebut dengan penuh hormat oleh umat lainnya. Mesias, Masiyakh, Al-Masih, semua merujuk pada satu sosok yang sama: Dia Putra Sang Perawan.

456 pages, Paperback

First published October 1, 2020

14 people are currently reading
81 people want to read

About the author

Tasaro G.K.

33 books556 followers
Tasaro (akronim dari namanya, Taufik Saptoto Rohadi, belakangan menambahkan "GK", singkatan dari Gunung Kidul, pada pen-name nya) adalah lulusan jurusan Jurnalistik PPKP UNY, Yogyakarta, berkarier sebagai wartawan Jawa Pos Grup selama lima tahun (2000-2003 di Radar Bogor, 2003-2005 di Radar Bandung). Memutuskan berhenti menjadi wartawan setelah menempati posisi redaktur pelaksana di harian Radar Bandung dan memulai karier sebagai penulis sekaligus editor. Sebagai penyunting naskah, kini Tasaro memegang amanat kepala editor di Salamadani Publishing. Sedangkan sebagai penulis, Tasaro telah menerbitkan buku, dua di antaranya memeroleh penghargaan Adikarya Ikapi dan kategori novel terbaik; Di Serambi Mekkah (2006) dan O, Achilles (2007). Beberapa karya lain yang menjadi yang terbaik tingkat nasional antara lain: Wandu; novel terbaik FLP Award 2005, Mad Man Show; juara cerbung Femina 2006, Bubat (juara skenario Direktorat Film 2006), Kontes Kecantikan, Legalisasi Kemunafikan (penghargaan Menpora 2009), dan Galaksi Kinanthi (Karya Terpuji Anugerah Pena 2009). Cita-cita terbesarnya adalah menghabiskan waktu di rumah; menimang anak dan terus menulis buku.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
60 (58%)
4 stars
33 (32%)
3 stars
9 (8%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 29 of 29 reviews
Profile Image for Sakata Reads.
11 reviews2 followers
July 18, 2021
Vibes nya seperti dulu membaca tetralogi Muhammad. Tapi untuk ini berbeda karena perspektif 3 agama.
Ketika memulai membuka lembar pertama, terdapat ttd dan tulisan "memahami lalu bertoleransi". Ya, benar sekali, buku ini membuat kita memahami mengenai perbedaan Isa AS dari 3 agama. Semoga buku ini menumbuhkan toleransi 😇
Profile Image for Apresia Shinta Monica.
22 reviews
October 30, 2021
Sebelumnya saya sudah membaca tetralogi Muhammad dan sangat menyukai keempat bukunya karena penyampaian kisah Rasulullah yang begitu memikat, sehingga saya sangat berharap pada buku Al-masih ini. Sayangnya saya sedikit kecewa karena kisah sang Al-masih sendiri jauh lebih sedikit dibandingkan kisah Saathi dan Gesu, ditambah lagi dengan orang-orang di sekitar mereka. Sehingga terkesan kisah sang Al-masih hanya sekadar selipan, bukan sebaliknya. Tidak seperti pada tetralogi Muhammad di mana kisah Rasulullah dan Kashva lebih berimbang, malah sepertinya tetap mengutamakan kisah Rasulullah SAW.
Saya harap di buku yang kedua akan lebih seimbang, atau bahkan lebih banyak kisah sang Al-masih yang notabene menjadi judul buku ini, sehingga dapat semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap nabi Allah, seperti yang saya rasakan ketika membaca tetralogi Muhammad.
Profile Image for Balma Bahira.
7 reviews
June 28, 2021
Mungkin karena ini masih buku pertama jadi konflik belum ketemu titik terangnya :")

Saya kira isinya bakal banyak ceritain tentang Al-Masih baik dari perspektif Islam dan Kristen tapi ternyata porsi fiksi Saathi dkk-nya lebih banyak. Ya tapi emang tipikal novel Tasaro GK sih, kayak kemarin serial Muhammad itu kan gitu juga modelnya. Ingat ini masih buku pertama, kalau kata cover paling belakang sih akan terbit buku kedua ya?

Overall idenya Kak Tasaro GK nih keren banget, saya sampe waswas mau baca di rumah takut diinterogasi orang tua tapi untung ga kejadian :D Beberapa teman saya sampai ada yang mau pinjam sebab saya ceritakan isinya, katanya pada penasaran :))
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sijuki.
4 reviews
September 22, 2022
Buku ini berlatar belakang sejarah Indonesia pada jaman penjajahan. Sebenernya saya tidak terlalu suka dengan latar jaman penjajahan. Saya berekspektasi terlalu tinggi setinggi kesenangan saya pada novel sebelumnya (Muhammad). Sedikit kecewa karena di series 1 ini lebih banyak mengisahkan Gesu dan Saati, namun kisah Maryam dan Isa masih sedikit. Tapii saya sangat mengapresiasi penulis yang menghabiskan waktu bertahun2 dalam menyelesaikan buku ini dengan berbagai riset luar biasa.
Profile Image for Ira Booklover.
690 reviews45 followers
June 27, 2024
Ternyata buku ini sudah terbit di tahun 2020 ya? Whoah, baru tahu saya. Sedikit kaget juga karena dapat edisi yang ada tanda tangan penulis beserta pesan "Memahami lalu bertoleransi".

Setelah membaca kisah Rasulullah dalam tetralogi Nabi Muhammad SAW, saya penasaran bagaimana dengan kisah Nabi Isa Alaihissalam dari sudut pandang 3 agama.

Saya tahu buku ini hadir dalam sebuah seri. Namun, saya sudah tidak sabar ingin membaca buku pertamanya tanpa menunggu punya seri lengkapnya karena covernya yang cakep memanggil-manggil 😅.

Dan syukurlah isinya secakep covernya. Kalau di tetralogi Nabi Muhammad SAW ada tokoh fiksi bernama Kashva yang lovable (setidaknya bagi saya sih 🤭), di seri Al-Masih ada Gesù yang bahkan lebih lovable lagi. Mereka sama-sama pencari ilmu. Kalau Kashva kemana-mana pergi membawa gulungan-gulungan kertas berharganya, Gesù membawa-bawa berbagai spesimennya. Saya suka ❤️❤️❤️.

Karakter ceweknya, Saathi, juga kuat macam Astu. Meskipun tidak jago beladiri. Saathi seorang seniman.

Kisah mereka bersetting di Batavia abad 17. Mereka terlibat dalam intrik perebutan kekuasaan, pertikaian agama dan perbudakan manusia.

Kisah kelahiran Siti Maryam dan Nabi Isa Alaihissalam diceritakan dalam dua kisah. Satu bersumber dari Alquran dan satu dari Injil. Porsinya masih sedikit. Semoga di buku kedua akan lebih banyak.

At last, dari segi ukuran dan ketebalan, buku ini fisiknya tidak terlalu mengintimidasi seperti tetralogi Nabi Muhammad SAW. Ceritanya juga lebih mengalir. Sampai-sampai saking penasarannya, saya lupa menandai kutipan-kutipan favorit 🥲. Jadi tidak sabar kepingin baca buku-buku selanjutnya. 4 dari 5 bintang untuk buku ini. I really liked it.
Profile Image for Alfin Rafioen.
181 reviews8 followers
May 23, 2021
Novelnya sangat bagus! Saya jujur kagum dengan karakter Gesu dan Saathi, chemistry kedua karakter tersebut kuat, ditambah dengan alur yang naik dan turun, tidak hanya itu, ada juga penggambaran setting tempat dan waktu yang membantu pembaca memahami kisah di dalam novelnya.

Salah satu latar cerita favorit saya ketika penceritaan kisah Siti Maryam ibunda Isa Al-Masih dan juga Nabi Zakaria yang sangat memikat pembaca. Ditambah dengan karakter-karakter pendukung lainnya pada zaman itu dan zaman Gesu dan Saathi yang berada di Batavia.

Penjelasan tentang Al-Masih melalui tiga agama sangat jelas dan sangat terpadu di dalam novel ini. Jujur novel ini sangat berarti buat saya.
Profile Image for Aisha Shiefa.
45 reviews
December 6, 2023
Buku pertama karya Tasaro GK yg aku baca. Tau karya beliau karna direkomendasikan oleh teman. Suka sekali dgn buku ini. Gaya bahasanya yg mengalir, banyak diksi baru serta percakapan menggunakan bahasa melayu semakin menambah wawasanku. Berlatar belakang Nusantara waktu penjajahan Belanda mengantarkan cerita ini kepada Gésu dan Saathi. Penggambaran tokoh dan tempat benar-benar detail. Penulis mendeskripsikan suasana Batavia dgn baik sehingga terasa kental.

Dilain waktu terkisah kelahiran Isa al-masih dalam perspektif tiga agama samawi. Islam, kristen dan yahudi. Nabi yang dinantikan kedatangannya di akhir zaman.
Profile Image for Yesahta Rinda.
65 reviews11 followers
April 10, 2021
dari halaman pertama aja udah MENARIK BGT sampe rasanya pengen lanjut terus dan terus dan terus 😭

berisi perpaduan banyak kisah al-masih dari 3 sisi agama samawi, di mix dengan kisah saathi si dingin dan misterius yang berhasil bikin aku penasaran sama latar belakangnya dia yang belum terpecahkan. semoga di al-masih: lelaki yg diurapi diceritakan jelas tentang saathi 😣
Profile Image for Nur Rokhmani.
256 reviews6 followers
April 22, 2022
🕌 Al-Masih Putera Sang Perawan🕌
🧚‍♂️ @tasarogk
📚 448 halaman
🔖@bentangpustaka

🕌Sebuah Novel sarat hikmah, yang membangunkan perasaan cinta kepada sosok Nabi yang dinantikan kedatangannya di akhir zaman, Isa a.s, juga kepada Wanita penghulu surga, yang memiliki keutamaan luar biasa, yang namanya adalah satu-satunya nama perempuan yang dijadikan nama surat dalam Alquran, Bunda Maryam binti Imran.

🍂Novel biografi ini diantarkan dengan indah melalui perjalanan hidup Saathii bersaudara, keluarga muslim dari Mataram yang terperangkap dalam perbudakan di Batavia, dan Gesu, seorang naturalis dari Italia yang mendapat misi rahasia: merebut kembali relikui suci milik gereja yang hilang.

🌱Dalam perjalanan mereka mencari sebuah kemerdekaan, terucaplah kisah tentang suatu masa, yang di dalamnya terdapat perempuan mulia dan anaknya yang lahir secara mukjizati. Kisah ini dituturkan dalam perspektif agama yang mengimani Isa a.s dengan cara yang berbeda, Islam, Kristen, dan Yahudi.

🌹Selama membaca buku ini, berbagai perasaan berkecamuk. Terutama ketika menyangkut kehidupan Saathii, Byoma, dan Mletik. Kehidupan anak-anak yang tak jauh dari kata prihatin, tetapi tetap bisa merasa bahagia saat dekat dengan keluarga, dan merasa merdeka ketika bisa bebas beribadah sesuai keyakinan mereka.

🌞Banyak sejarah, informasi-informasi historis, pengetahuan-pengetahuan tentang kekayaan budaya, juga tentang perbedaan yang tak seharusnya menjadikan musuh. Seperti kata Kiayi Akhmat, Kanjeng Nabi tak pernah memaksakan orang untuk masuk ke Islam, karena perbedaan agama adalah sebuah sunnatullah. Bahkan Allah berfirman, andai Allah berkehendak, maka Allah bisa saja menjadikan semua manusia itu muslim, tetapi perbedaan itu adalah sebuah ketetapan.

🌥Membaca buku ini, kita akan melihat potret keimanan dalam diri Saathii, yang tak gentar mempertahankan keimanannya meski ia dipaksa untuk dibaptis. Kita juga akan melihat potret kebaikan dari Baba Nioto, yang tak melihat apakah Mletik beragama Islam, Kristen, atau yang lainnya. Kita juga akan melihat potret ketaatan lainnya dalam diri Gesu, yang meski tertekan dalam kondisi Batavia masa itu, ia tetap memegang amanah dengan teguh.
#bookish
Profile Image for Meta Morfillah.
670 reviews23 followers
February 11, 2025
Judul: Al Masih Putra sang perawan
Penulis: Tasaro GK
Penerbit: Bentang
Dimensi: 450 hal (20 bab epub), cetakan pertama September 2020 (edisi digital ipusnas)
ISBN: 9786022917434

Berlatar abad 17 M, dengan tokoh utama seorang Naturalis Italia bernama Matteo de Gesu yang beragama Katolik tiba di Batavia. Pada masa itu, Batavia dikuasai Belanda yang membawa misi membaptis semua penduduk menjadi Protestan. Sangat berbahaya bagi pemeluk agama Katolik tinggal di sana. Namun, Gesu memiliki misi khusus, yakni menemukan pusaka gereja yang ada pada Tuan Lim. Sementara itu, 3 kakak beradik Jawa pemeluk Islam, yakni Saathi, Byoma, dan Mletik bertahan hidup dengan penampilan mereka di Ommelanden, membawakan sastra gendhing. Pusara kehidupan mempertemukan mereka di tengah nasib buruk bertubi-tubi. Dengan kisah penghiburan tentang keluarga Imran, Nabi Zakaria, Maryam dan tentunya Isa Al Masih. Dari 3 perspektif berbeda: Katolik, Islam, dan Yahudi di zaman Herodes. Bisakah mereka bertahan dengan agamanya masing-masing?

Buku ini adalah seri pertama dari trilogi Al Masih. Sebab itu banyak sekali pembangunan karakter, latar, dan konflik yang harus dicermati sebab akan banyak plot maju mundur. Hingga akhir pun, masih belum tertebak mau ke mana arah cerita. Membandingkan karya penulis dengan genre yang sama yakni tetralogi Muhammad, buku ini terasa begitu jauh dan bertele-tele. Bisa jadi sebab saya begitu memahami kisah Muhammad, sementara Al Masih di buku ini dituturkan dalam 3 versi yang berbeda, bahkan baru saya dengar. Jadi memang seperti mengulang-ulang.

Meski begitu, saya tetap penasaran kelanjutannya dan sudah mendapatkan buku keduanya di ipusnas berjudul "Lelaki yang diurapi". Semoga menjawab banyak tanya.

Cocok dibaca bagi yang suka religi, sejarah kolonial, toleransi beragama, dan ragam sudut pandang melihat sosok Isa Al Masih.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #almasihputrasangperawan #tasarogk #metamorfillah #fiksi
Profile Image for Naila Nufus.
14 reviews
January 2, 2026
Tetralogi Muhammad membawa aku untuk menjelajahi karya-karya lain dari Abah Tasaro dan novel ini menjadi pilihan pertama yang aku eksekusi. Menurutku, ini masterpiece! Memang pantas jadi pemenang ketiga pada kompetisi ide se-Asia Tenggara, BRAVO!

Berlatar Indonesia di masa Hindia Belanda, ada banyak wawasan sejarah yang sudah dikemas menjadi sebuah narasi kisah yang apik. Selanjutnya, mungkin ada yang bertanya-tanya “judulnya Al-Masih, kok jadi ke Hindia Belanda?”. Yap, dari latar Hindia Belanda tersebut, ada kisah tentang sang Messias yang diungkap dalam buku ini, dilihat dari sudut pandang Yahudi, Kristen, dan Islam.

Jujur, beberapa tokoh dan jalan cerita mengingatkan kembali ke novel Muhammad. Seperti adanya penokohan lelaki perantau, wanita tangguh, dan lain sebagainya yang mirip. Gesu mengingatkanku kepada Kashva, Saathi mengingatkanku pada Astu, dan semacamnya.

Kalau tertarik dengan topik sejarah dan teologi, buku ini bisa menjembatani kedua wawasan tersebut sekaligus, tapi tetep butuh filtering yaaa. Point plusnya, penulis memberikan catatan kaki atau sumber dari narasi yang disajikan, menurutku ini bagus dalam hal mengurangi distorsi sejarah. Selamat membaca teman-teman!

Profile Image for Jagaddhita Pradana.
24 reviews
October 23, 2025
Melihat Al-Masih dengan kacamata tiga agama: Kristen, Islam, dan Yahudi.

Buku ini benar-benar cerita nabi yang sangat menarik. Dari buku inilah saya jadi ada pengetahuan tentang Nabi Isa/Al-Masih secara lebih dekat. Saya jadi tahu kerabat-kerabat dari Maryam/Maria dengan nabi-nabi lain sebelumnya. Sebenarnya dari buku ini saya jadi suka sekali sama Maryam/Maria itu.

Tenang, buku ini akan tetap menjaga ritmenya. Sebab, cerita nabi-nabi itu diceritakan oleh seorang tokoh utama kita Saathi yang harus bertolak ke Batavia untuk bertahan hidup. Ya, Batavia, bukan Jakarta. Jadi pada latar cerita tahun itulah buku ini diceritakan.

Jadi anggap saja buku ini memiliki dua cerita. Satu cerita utama tentang tokoh utama di kehidupan penjajahan masa itu, dan juga satu tentang cerita Al-Masih dan perjuangan yang dilakukan oleh Maria. Kepaduan, harmoni, romantisme, dalam buku ini sangat-sangat apik! Juga banyak informasi tentang Nabi Isa di buku ini.

Salah satu buku yang masuk dalam core memori saya.
Profile Image for Lulu Khodijah.
437 reviews10 followers
January 13, 2021
Jujur ini menarik. Kisah Nabi Isa dari sudut pandang agama Islam dan Katolik. Tokohnya banyak jadi baiknya baca perlahan biar tau maksudnya gimana.

Tokoh utamanya Saathi dan Gesu. Dua manusia yg berbeda segalanya. Asal muasal. Agama. Ras. Suku. Budaya. Nasib. Misinya beda, tapi bertemu pada suatu titik.

Alurnya lambat, bukunya masih bersambung ke buku kedua.

Menarik membaca percakapan dgn bahasa Melayu pada masa itu. Sukses membuatku sebagai pembaca merasa turut serta pada masa itu 😁
Profile Image for Syandrez Prima Putra.
39 reviews5 followers
May 14, 2021
Hubungan kisah al Masih dengan tokoh utama yang coba dibangun, yakni Gesu dan Saathi agaknya tidak terlalu berkaitan. Mungkin karna latarnya berbeda zaman jd chemistrynya kurang. Namun tetap, kisahnya bisa dijadikan pencerahan. Agak risih dengan banyaknya kalimat miring dalam percakapan. Beberapa ditemukan typo, terutama pada nama Saathi, tokoh utamanya. But overall suka dengan alur ceritanya.
Profile Image for alled.
66 reviews
May 8, 2023
took so long to read (emang akunya yang sering kena reading slump), tapi seruuu banget. banyak hal yang aku peroleh dari buku ini. penggambaran sejarah al-masih dari sudut pandang agama islam, kristen, dan yahudi benar-benar menarikk. belum lagi cerita berlatar zaman penjajahan Indonesia dulu. penulis pasti menghabiskan banyak waktu buat riset demi menulis buku ini. can't wait to read the sequel!
Profile Image for Velutha.
15 reviews3 followers
February 28, 2022
full packages of fiction … with some knowledges about Jesus Christ from 3 religion perspective. Being Open minded and tolerance seems the aim purpose of this novel.
let see the sequel how this book will end.
Profile Image for Dinegoro.
8 reviews
April 1, 2022
Tasaro GK berhasil membangun alur cerita dengan mengutip kepercayaan tiga agama mengenai Al-masih. Tokoh Fiksi yang dibangun seperti Gesu dan Saathi, membuat kita sadar bahwa konflik Agama akan terus terjadi apabila kita tidak bersikap layaknya Gesu dan Saathi.
Profile Image for Ghassini.
19 reviews1 follower
December 24, 2020
Keren sih! Kagum sama sosok sathi. Harus nunggu novel slanjutnya ni kayaknya utk tau klanjutan kisahnya.
Profile Image for Asep Furkon.
14 reviews
February 23, 2021
Keren. Walaupun saya agak sulit mengikuti percakapan bahasa di Batavia saat itu. Harus pelan2 bacanya he he
Profile Image for Farid Maulana.
1 review
August 15, 2021
Mantap banget
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for h.
375 reviews148 followers
March 4, 2022
Diputuskan untuk tidak membaca buku ke-duanya karena not my cup of tea
Profile Image for Enlik Lee.
99 reviews6 followers
February 12, 2023
Beberapa bagian awal banyak diambil dari cerita-cerita yang sering kita dengar di Alkitab. Namun setengah bagian terakhir menjadi terasa monoton karena karakter yang bagi saya sulit dipahami
Profile Image for Hanyiezd.
138 reviews
May 28, 2023
Kalau dilihat dari kacamata penulis, buku ini menggandung riset yang tidak main-main. Bahasanya halus. Sopan. Meski melihat dari sudut pandang agama lain.
Profile Image for Nesha Anak Baik.
43 reviews
September 21, 2025
kisah al masih ny kebanting ama kisah saathi. banyakan kisah saathi. tp bukunya bagus sih, yang biasanya denger cerita nabi Isa putra maryam, ini bisa liat versi putra maria juga ada
Profile Image for Bunga Mawar.
1,356 reviews43 followers
August 10, 2021
Yang seru dari buku ini buat saya adalah lancar dibaca. Beda dgn trilogi Muhammad Kang Tasaro dulu yang buku pertamanya sudah bikin menyerah karena bahasanya terlalu berbunga-bunga.

Sungguh menarik melihat betapa berwarnanya Batavia sejak abad ke-19. Segala suku bangsa, ras, agama, sudah hadir dan di beberapa tempat sudah membaur, walau tidak semua dipandang sama dan diperlakukan sederajat, terutama oleh penguasa kolonial Hindia Belanda saat itu. Orang-orang baik dan penolong tanpa membedakan kebangsaan ada di sana, demikian pula orang culas, picik, dan maunya menguasai pihak lain.

Sambil membaca buku ini, saya jadi bisa membayangkan isi Batavia saat itu di dalam tembok kota dan sekitar tepiannya. Tentu dgn mengingat bahwa saat ini bekas tembok kota itu hanya tersisa beberapa ratus meter saja.

3,6 bintang.
Profile Image for Ajie.
29 reviews8 followers
September 24, 2022
Tasaro GK tak pernah gagal mengaja kita berjalan menyusuri setiap tempat yang ada di buku ini.
Luar biasa!
Displaying 1 - 29 of 29 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.