Rashi merasa seakan diempaskan dari langit ke bumi. Deadly Score, judul Webtoon karyanya, akan diputus kontrak tayang hanya karena terdapat adegan berdarah-darah dan dianggap sadis. Editor naskahnya menyarankannya untuk tidak lagi menulis komik horor thriller dan berganti genre romance remaja.
Romansa remaja sangat jauh dari hidupnya, bagaimana bisa dia menuliskannya? Kakak kembarnya saja superprotektif dan tidak pernah membiarkan satu pun cowok mendekatinya.
Namun, Ansel, sahabatnya, merencanakan satu ide agar Rashi bisa merasakan indahnya cinta masa remaja. Rencana itu adalah MENYAMAR JADI ANAK SMA.
Dalam samaran itu, Rashi bertemu seorang cowok SMA yang gantengnya bikin follower Instagram-nya seperti orang gila. Dialah Juno, selebgram dadakan yang memiliki muka dan perawakan nyaris sempurna, yang akan menjadi inspirasi ceritanya.
Ketika segala skenario mulai berjalan sempurna, di situlah Ansel menyesali idenya dan dia mulai menyadari perasaannya pada Rashi.
Indah atau yang lebih dikenal dengan nama Handi Namire ini adalah penulis novel kelahiran Tegal dan lulusan Universitas Sebelas Maret. Menulis adalah bagian dari hobinya sekaligus terapi untuk menyenangkan diri. Menyukai genre romansa sekalipun penulis mengakui dirinya bukan pribadi yang romantis. Saat ini kesibukannya adalah sebagai ibu rumah tangga, menulis novel sambil sesekali aktif dalam kegiatan literasi di kota kelahirannya.
Beberapa novelnya yang sudah terbit adalah Seventeen Once Again, Rashi & Sketsa Rahasia, Karet dan Setip, The Drummer. Marriage With Benefits adalah salah satu novelnya yang sudah diadaptasi menjadi series dan sudah tayang di Original Series VIU.
Waktu tau penulis ngeluarin novel baru, saya langsung jadiin wishlist dan gak lama baca novelnya, karna saya suka banget sama novel yang Seventeen Once Again.
Premis ceritanya menarik dan eksekusinya baik. Hampir sama kayak Seventeen Once Again yang ceritanya sama-sama ngulang masa SMA, tapi novel ini lebih ringan. Gaya penceritaannya masih gaya khas penulis dan saya suka karna alur ceritanya ngalir dan page turner yang bikin saya cepat nyelesaiinnya. Saya juga suka banget ending-nya! Kak Handi Namire jago banget buat cerita Young Adult dan nyeritain kisah remaja yang nggak berlebihan tapi manis.
Untuk kekurangannya mungkin ada beberapa typo dan salah penempatan nama dan sebenarnya saya masih bingung apa korelasi judulnya sama isi cerita hehe. Emang sih di awal dijelasin kalo ada cowok yang buat sketsa wajahnya Rashi, tapi selebihnya nggak ada hubungannya lagi.
Rashi memiliki dua kakak kembar yang sangat protektif. Mereka tidak membolehkan ada cowok yang dekat dengan Rashi. Akibatnya, masa SMA Rashi dilewati tanpa pernah pacaran plus minim pergaulan.
Rashi kemudian fokus pada hobinya, sebagai pembuat komik di Webtoon Indonesia. Serial thriller Deadly Score karangannya di bawah nama pena Kenny Park mendapat banyak pembaca. Namun karena beberapa tanggapan yang menyebut komik Deadly Score terlalu sadis karena banyak adegan berdarahnya membuat komik itu dihentikan penayangannya. Editornya kemudian menawarkan kepada Rashi untuk membuat komik romance dengan tokoh anak SMA.
Demi riset, Ansel membantu Rashi berkenalan dengan seorang anak SMA yang menjadi idola dadakan. Foto Juno dalam kostum renang beredar luas di instagram, dan membuatnya mempunyai banyak fans. Padahal selama ini Juno menutup diri dengan hati-hati. Kesukaannya pada cerita thriller dan horor membuatnya menghindar dari teman-teman yang berusaha dekat dengannya. Sampai Juno bertemu Rashi yang menggunakan kaos bergambar karakter Deadly Score, komik favoritnya. Rashi membuat Juno penasaran.
Melihat judulnya, saya sempat berpikir ada unsur misteri dalam novel ini. Sketsa rahasia yang misterius atau apalah. Ternyata nggak ada. Saat membacanya, saya berharap ada insight mengapa Rashi memilih tema horor dan thriller sebagai favoritnya. Apakah karena suka begitu saja, atau ada dampak dari kebebasan yang diimpikannya. Ini yang harusnya digali lebih dalam.
Masih ada typo mengganggu tentang Juno (berapa lama dia menggunakan instagram, 2 atau 3 tahun?).
Buku ini YA tersantui dan ter-light yang pernah aku baca.
Rashi harus menerima kekecewaan ketika penayangan Webtoon miliknya, Deadly Score, harus dihentikan karena episode terakhirnya banyak mengandung adegan sadis. Editornya menyarankan untuk membuat karya dengan genre lain. Genre yang sama sekali ingin Rashi hindari, romansa.
Berkelit antara ingin menambah penghasilan dan terus berkarya, Rashi akhirnya menerima permintaan si editor dan berkat bantuan sahabatnya, Ansel, dia bertemu dengan cowok SMA yang mendadak tenar karena foto hot-nya masuk majalah remaja, Juno. Tidak ada yang tahu sosok Juno sebenarnya sangat berbeda di muka umum.
Bicara soal ulasan. Niat awal baca ini buat memenuhi rasa penasaran dan lagi udah lama sejak baca karya penulis lain, Seventeen Once Again. Awalnya bagus, sih. Problem Rashi yang mendadak harus berhenti bikin karya, lalu kegilaan dua kakak kembarnya yang mengintimidasi semua teman/kenalan cowok yang berani dekat2 dengan Rashi. Tapi sampai insiden Ansel dan Rashi berantem di minimarket itu langsung off feeling-nya.
Banyak lubang dan nggak jelas mau fokus ke mana. Dari awal disuguhkan 3 pov; Rashi, Juno, dan Ansel, tapi cuma sampai itu. Nggak jelas ceritanya mau fokus ke sisi siapa. Awalnya kupikir bakal ngaruh ke cerita Rashi sama Juno karena yah cara Rashi deketin Juno nggak bisa dibilang baik, ternyata enggak. Alurnya ngarah ke Rashi dan jalan-mencari-kebebasannya. Kalau sejak awal difokuskan ke sana mungkin okelah, atau cerita ini diambil dari sudut pandang Rashi only. Nyatanya enggak dan ini bikin off. Motivasi si kembar superduperprotektif itu apa? Buat jagain Rashi doang? Jagain tapi nggak sayang sama adiknya, malah bikin tambah sengsara. Sad :(
Beberapa side characters juga nggak jelas kabarnya. Ada yang disebut doang (kayak orang tua Rashi, mereka ke luar negeri dari awal cerita?), Una, dan beberapa yang lain. Ada karena emang butuh buat cerita, background-nya? Siapa peduli? 😅 intinya, banyak bagian yang nggak terjelaskan dan malah terkesan gaje aja gitu wkwkwk plus, Juno sabar banget, ya, padahal ditipu habis-habisan 😅
Bintang setengahnya buat ilustrasi cover yang cantik. Bukunya emang bukan cup-ku aja.
Ps: Rashi, lo sebenernya demen siapa? Kenapa jantung lo reaksi melulu dekat sama mereka, woy? 🤣
Jelas, gue lebih suka Seventeen Once Again. Btw, kenapa dari 2 buku Handi Namire yg gue baca, romance di keduanya terkesan bias ya? Kaya engga jelas gitu, padahal kan 2 buku ini termasuk genre romance bukannya ya? :')
Males review lebih lanjut tentang buku ini, pokoknya 2 kata; "engga seru"! 😆
Pengin ngasi rate 3.5 karena buku ini dibilang bagus ya bagus, dibilang buruk juga buruk.
Sebagai orang yg juga hidup dengan keluarga overprotektif "ngadi-ngadi" seperti Rashi, cerita buku ini lumayan mentrigger hingga bikin perasaan kacau. Namun di waktu yg bersamaan, alur cerita ini sangat enak untuk diikuti—simpel, ada twist, dan unik. Sempat terkecoh juga karena mengira novel ini akan seperti novel young adult romance lainnya yg fokusnya cuma ke romansanya saja.
Sayangnya di buku ini banyak typo dan banyak salah peletakan nama karakter dalam narasi. Kok masih bisa lolos edit ya? Entahlah. Selain itu, endingnya terlalu menggantung, abstrak dan kurang menjawab permasalahan cerita yang sudah dibangun dengan apik. Apakah Rashi 100% dapat kebebasan yg dia mau? Entahlah. Kepada siapa Rashi akhirnya memilih: Juno atau Ansel? Entahlah.
Meski mungkin ending gantung seperti ini adalah pilihan terbaik mengingat Rashi sama sekali tidak berpengalaman dalam kehidupan sosial dan percintaan. Masuk akal saja jika kita membayangkan Rashi seperti manusia asli pada umumnya yg perlu waktu untuk bertumbuh dan belajar mengenai perasaannya sendiri. Jika dipikir-pikir lagi, poin ini bisa menjadi kelebihan dari karakter Rashi yang riil dan humanis. Dia tidak muluk-muluk dan tidak berubah secara instan.
Satu hal yg agak menyedihkan lainnya juga terletak di akhir. Persisnya ketika Rashi berterima kasih kepada 2 abangnya yg overprotektif dan terang2an menggunakan kekerasan untuk terlalu menjaga Rashi. Kok bisa-bisanya Rashi berterima kasih setelah "disiksa" secara mental seperti itu? Apalagi ending permasalahan antara Rashi dan abangnya terkait urusan kebebasan itu tidak terlalu jelas. Sekali lagi, apakah Rashi sudah dapat kebebasan penuh yang ia mau?
Sayangnya (lagi) tindakan Rashi yang memaafkan perlakuan abusif saudaranya bisa juga menjadi refleksi dari apa yang umum terjadi di masyarakat. Dengan label "mereka keluargamu yg ingin melindungimu" rasanya ada pembenaran atas sikap-sikap kekerasan dan overprotektif tak bernalar yang diterima Rashi. Bahkan Rashi pun—meski sempat melawan dg cara kabur—akhirnya "tunduk dan berterima kasih" dengan sikap para abangnya (hei, padahal yg banyak bantu Rashi itu dirinya sendiri, Ansel, Juno dan juga Mila. Si abang cuma akhirnya membantu setelah berkali-kali diyakinkan oleh Ansel dkk).
Dan kesimpulan ini, tentu saja, sangat menyedihkan. Padahal ada banyak cara yg lebih baik untuk membina hubungan keluarga yg harmonis, bukan?
satu kata selama baca novel ini "AAAAA GREGETANNN" 🤯🤯🤯 gregetan karena semua tokohnya keras kepala dan egois bgt ASLI >:(
awalnya aku baca novel ini karna kebetulan sisa satu di ipusnas, covernya juga seger diliat karna perpaduan antara warna biru dan pink yang apik. aku suka sama ilustrasi covernya! bikin aku jadi lebih mudah ngebayangin gimana rupa tokoh Rashi.
novel ini bercerita tentang orang-orang yang berusaha menyembunyikan identitas dan hal-hal yang disukainya. mereka membangun tembok untuk membatasi antara kehidupan realita dengan kehidupan yang berisi hal-hal yang disukainya.
Rashi yang suka membuat gambar berunsur gore dan thriller, terpaksa banting stir ke genre romance karena mendapat komentar pedas tentang gambarnya yang terlalu sadis dan mengakibatkan karyanya diputus kontrak. padahal Rashi ga pernah memiliki pengalaman pacaran karna abang-abangnya yang super protektif, jadi gimana caranya dia bisa menciptakan karya dengan genre romance, kalau dia sendiri belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta?
untungnya, Rashi berteman dengan Ansel, yang mempunyai 1001 cara untuk keluar dari masalah. untuk solusi dari masalah satu itu, Ansel berkontribusi besar dalam rencana "membuat Rashi merasakan indahnya cinta masa SMA" dengan menyamar jadi anak SMA. hmm, kedengeran nekat gak sih? 🤔
tapi, yaudah... dari situ deh dimulai perjalanan Rashi yang menyamar jadi anak SMA, usahanya selama bikin karya baru, dan keputusasaannya terhadap karya lama nan terbaiknya yang berjudul Deadly Score.
topik yang diangkat di novel ini menurutku cukup kompleks, karena ga hanya ngebahas tentang usaha Rashi dalam mengembangkan karyanya, tapi juga usahanya ketika mengorbankan waktu dan tenaga agar karyanya tetap dapat diterbitkan di Webtoon.
Rashi yang menggambar diam-diam karena takut ketahuan abang-abangnya yang super protektif. Rashi yang ga bisa memilih dengan bebas jalan hidupnya. Rashi yang ga pernah merasa bebas, bahkan dengan keluarganya sendiri. aku jadi paham kenapa judulnya Rashi & Sketsa Rahasia ☹️
belum lagi, adanya isu mengenai karya bergenre gore atau thriller yang ga mudah diterima secara bebas oleh para pembaca di kalangan webtoon, hal tersebut mengakibatkan minimnya karya dengan genre serupa. pembaca lebih suka membaca genre romance sehingga perusahaan pun lebih memilih menerbitkan cerita dengan genre tersebut, yang memang sudah banyak peminatnya.
aku suka dengan konflik dari novel ini dan karakter-karakter para tokohnya. Ansel yang keras kepala, Rashi yang idealis, Juno yang naif, dan abang-abangnya Rashi yang super duper protektif plus nyebelin. tokoh-tokoh di novel ini pun terasa hidup dan nyata. bagaimana mereka berpikir dan bertindak, menyelesaikan masalah, dan mengambil keputusan. aku merasa dekat dengan semua tokohnya, terutama dengan Rashi. aku bahkan ikut merasakan bagaimana frustasi dan kesal yang dialami Rashi karena karya pertama dan terbaiknya di webtoon harus diberhentikan :'(
hanya saja, ada beberapa hal yang kusayangkan ga dijelaskan lebih dalam dan detail di novel ini, diantaranya tentang awal mula pertemanan antara Rashi dengan Ansel, masa lalu Rashi di SMA, dan dinamika hubungan antara Rashi dengan abang kembarnya.
secara keseluruhan, novel ini worth to read! selain karena penggunaan latar belakang pekerjaan komikus yang masih jarang dibahas di novel-novel lainnya, novel ini mengajarkan kita untuk pantang patah semangat dalam mengejar impian atau hal-hal yang kita suka dan minati. this novel was such a page-turner, i finished it in one sitting! >_<
Untuk menuju sukses ada banyak kompromi yang mau nggak mau mesti lo pertimbangkan. Bukan terus-terusan mengutamakan idealisme semata.
Rashi & Sketsa Rahasia adalah buku kesekian yang membuatku tertarik untuk membacanya karena sampul yang sangat artistik. Ada yang bilang jangan menilai buku dari sampulnya saja. Tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa sampul adalah sasaran pertama pandangan kita tertuju terhadap sebuah buku. Sejalan dengan sampulnya, isi cerita buku ini menurutku sangat menarik. Tentang Rashi dan kecintaanya terhadap dunia gambar-menggambar. Rashi adalah komikus. Judul komiknya adalah Deathly Score dengan genre horror-thriller. Komik ini sangat populer di Webtoon. Tetapi, mendapat kecaman dari berbagai pihak di salah satu babnya karena menampilkan adegan yang menurut mereka tidak layak. Akhirnya, komiknya pun berhenti tayang, dan Rashi terancam kehilangan mata pencahariannya sebagai seorang komikus. Alurnya menarik. Rashi dipertemukan dengan Juno, anak SMA ideal dengan paras, bakat, dan proporsi tubuh yang nyaris sempurna. Dibantu dengan ide gila Ansel, sahabatnya, yang menyarankan agar Rashi berpura-pura menjadi anak SMA lagi dan mendekati Juno (mengingat mereka sudah menginjak dua tahun berkuliah) untuk mendukung keberhasilannya dalam membuat komik romance ala remaja.
Secara garis besar, kisah ini berpusat pada permasalahan Rashi dan komiknya. Juga tentang hati, dan keluarganya. Cara penulis menggambarkan kehidupan Rashi dan segala hal tentang dunia gambar-menggambarnya membuatku cukup paham. Sebab untuk ukuran orang yang sangat jarang, bahkan bisa dihitung jari membaca komik sepertiku, bisa sedikit paham dengan hal ini. Apalagi tentang kendala di balik layar pembuatan sebuah bab komik yang membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Aku jadi tertarik membaca komik lagi. Untuk karakter setiap tokoh-tokohnya lumayan, ya. Hanya saja menurutku kedua kakak kembar Rashi memiliki kejanggalan. Kenapa mereka sebegitunya terhadap Rashi yang seingatku tanpa ada penjelasan detail mengenai hal ini. Selain itu, ada beberapa kesalahan penulisan karakter yang sepertinya tertukar namanya. Beberapa kutemukan typo di narasinya, tetapi tidak banyak. Tetapi, novel ini menarik, kok. Tidak membuatku bosan untuk membacanya. Bahasanya juga mudah dipahami. Tentu karena ini adalah buku young adult.
Pelajaran yang dapat kuambil dari novel ini adalah tentang betapa pentingnya berperilaku jujur, tidak egois, dan tidak mengedepankan perasaan sendiri daripada keberhasilan orang lain.
Aduh. Sebenernya kalo ngikutin checklist sih rating-nya nggak senanggung ini. Tapi karena kehadiran beberapa hal, yang terasa agak mengganjal (buatku), aku terpaksa pelit bintang.
Sebelumnya, aku mau bilang kalo buku ini enak dibaca, mengesampingkan beberapa ‘hal’ yang kusebut tadi. Chapter-nya nggak terlalu panjang, jadi cepet selesaiinnya. Tulisannya juga asyik, meski kadang agak ngos-ngosan bacanya. CUMA, ada beberapa alasan yang bikin 2 bintang harapanku hangus. 🙄
1. Trope dan premis nggak asing. Kalo kalian baca Webtoon, trope cerita ini bisa ditemukan di Webtoon Rumor Has It. 😬 Female lead sama-sama penulis (di sini Rashi artist Webtoon, di RHI Agatha novelis, dan sama-sama pake pseudonym cowok) thriller yang clueless tentang romance, dan terpaksa melakoni peran demi keberlanjutan karya mereka di tangan editor.
2. Rashi yang secara keras dan berulang-ulang dideskripsikan sebagai cewek yang ‘berbeda’, di antara cewek-cewek lain yang ‘biasa-biasa saja’ dan ‘pasaran’. Dalam 200 halaman, sudah bisa ditemukan kalimat-kalimat seperti ini tersebar di mana-mana: • “Tanpa baju mahal yang mencolok dan makeup heboh.” • “Asli deh, lo cewek bukan sih? Cewek lain sibuk nge-mal sama nongkrong di Starbucks, tapi lo malah sibuk pacaran sama tokoh-tokoh fiksi.” • “Cewek itu bersikap seolah tidak peduli dengan keberadaan cowok di kampus.” • “Harusnya cewek-cewek seumuran lo udah melewati fase ini berkali-kali.” • “Kalau anak cewek melampiaskan stres dengan belanja, Juki mengunci di kamar dengan film-film dan imajinasi seputar film-film itu.” (Konteks: lagi ngomongin si Juki yang kesukaannya sama kayak Rashi.) Terakhir, • “Juno sudah menduga kalau Rashi sedikit berbeda daripada cewek yang berada di lingkup pergaulannya.” *facepalm*
3. Salah satu line yang, hm, mungkin nggak akan kusebut di sini, karena kayaknya cuma aku yang merasa ‘aneh’. Tapi jujur line ini yang paling bikin males. 😢
Yah, sayang sekali, saudara-saudara. Padahal di awal-awal aku excited sekali bacanya. Tiga bintang buat tulisannya yang ngalir, ringan, dan cover-nya yang indah. 😁 Secara keseluruhan, sebenernya buku ini bagus kok (cuma agak ngeselin. :v). Mungkin habis ini bakal coba baca Seventeen Once Again. 😆
premis buku ini adalah hal yang bikin aku dan temenku memutuskan buat baca barengan buku ini di iPusnas. kami berdua sama-sama suka webtoon dan penasaran buat ngikutin lebih lanjut tentang Rashi yang merupakan seorang komikus webtoon.
aku bener-bener pengen buat suka buku ini, karena aku pernah baca buku lain karya penulis yang sama dan bener-bener suka. tapi sayangnya, aku enggak bisa suka buku ini seperti yang aku harapkan.
aku kurang suka Rashi dan enggak bisa bersimpati dengan ceritanya. disini aku kurang suka juga dengan Ansel yang sebenernya baik tapi otaknya minus besar, jodohin temenmu yang udah kuliah sama anak SMA yang bahkan ga dikenal?
semua karakter di cerita ini terasanya sangat bland dan enggak ada personality-nya 🥲 si kembar, Mila, Ansel, Rashi, Cindy dan Juki... semuanya enggak ada yang bisa bikin aku bener-bener bersimpati sama mereka, aku malah kesel.
ada beberapa hal yang menurutku enggak masuk akal, salah satunya beberapa kebohongan Rashi yang kerasanya dipaksakan banget. istilahnya, ada yang mudah kenapa dibikin ribet?? 😅😅
beberapa hal lain juga ada yang bikin aku merasa kurang puas. salah satunya, reaksi Juki yang kok gaada marah-marahnya ya abis dibohongin kayak begitu? terbuat dari apakah kamu Juki?
sekaligus jawaban dan alasan protektifnya abang-abangnya si Rashi, aku belum bener-bener puas karena perlakuan mereka sampai segitunya.
aku juga sebenernya agak bingung awalnya mau difokusin kemana cerita ini dan ikut bingung Rashi suka sama siapa...
tapi aku masih suka sama gaya bahasanya yang enak, dan covernya yang cantik banget! dan mungkin aku akan rekomendasikan ini ke temenku karena aku juga penasaran sama opini mereka, premisnya sendiri menarik banget dan gaya menulisnya juga oke, jadi aku pengen lebih banyak yang baca dan bisa diskusi buku ini bareng
This entire review has been hidden because of spoilers.
⬇️ Novel ini tentang Rashi, komikus webtoon genre horor thriller harus membuat webtoon genre romance remaja demi kontraknya. Hal yg membuatnya frustasi adalah kisah romance anak SMA belum pernah dia rasakan gara² saudara yg superprotektif. Karena itulah Ansel, sahabat sekaligus temen kuliahnya merencanakan ide gila, "MENYAMAR JADI ANAK SMA". ⬆️ Manis dan nggak berlebihan sekaligus bikin sebel juga, mewakili novel ini. 💬 Melihat judulnya sempat berpikir ada unsur misterinya. Sketsa misterius atau semacamnya tapi ternyata tidak ada. Emang sih di blurbnya nggak ada tanda-tanda misteri gitu hehe. 💬 Ceritanya ringan dan aku suka sama pembahasan webtoon dan sedikit proses pembuatannya. Cara penulis menggambarkan kehidupan Rashi dan segala hal tentang dunia gambar-menggambarnya membuatku cukup paham. 💬 Alurnya enak diikutin, simple, ada plot twist. Selain terkecoh dengan judulnya yang aku kira misteri, aku juga sempat mikir ini seperti young adult romance remaja lainnya, dimana fokus di romancenya aja. Ternyataa..... Unikkk banget deh pokoknya. 💬 Tapi sangat di sayangkan juga, pas ending aku ngerasa digantung. Ini Rashi milihnya siapa, entah kenapa harapan aku dia milih Juno wkwk. Aku juga greget dengan tindakan kakaknya, tolong huhu, pengen tak hiiihh😌😌 Ada juga beberapa typo, kedepannya semoga diperbaiki. 💬 Pesan yg kuambil dri novel ini adalah tentang usaha, kegigihan, persaudaraan, dan persahabatan. Bagaimana juga pentingnya jujur, tidak egois, dan tidak mengedepankan perasaan sendiri. 💬 Yang udah baca pendapat kalian gimana nihh😆😆. Sepertinya setelah ini akan ku baca Seventeen Once Again, karya penulis lainnya hihiww
Aku suka di bab prolognya, si cowok yang dibully ini memutuskan dengan tegas tidak akan dekst-dekat lagi sama cewek itu. Walau belum tau kelanjutannya, tapi seenggaknya ini pembukaan yang menarik. Cara ngomong Cindy gak konsisten. Sekali kamu, sekali lo. Juno juga gitu.
Cukup seru sih. Tapi, kayak apa ya, bukan menye-menye, cuma kurang jelas sama tujuan novel ini. Apakah sebenarnya tujuannya adalah impian Rashi atau Hubungan Rashi dengan orang sekitar. Walau di akhir cukup jelas bahwa Rashi berhasil dengan impiannya, tapi menurutku masih kurang.
Kayak tiba-tiba banget di tengah cerita si Rashi jadi dekat sama Juno. Ansel pun suka sama dia, terus hubungan sama kakak kembar dia itu juga kek apa, ya gak jelas juga. Kenapa bisa over protective? Gak ada penjelasannya. Dan over protective kek orang gila, terlihat jelas di bagian prolog. Terus tiba-tiba banget orang tuanya pilih kasih, dan cuma itu aja dijelasin.
Rashi, kembali ke masa SMA tapi bukan dengan time travel atau semacamnya. Dia terpaksa harus pura-pura menjadi anak SMA demi tantangan baru yang dia harus lakukan.
Novel ini bercerita tentang passion, usaha, kegigihan, persaudaraan, dan persahabatan. Kupikir, novel Kak Handi satu ini akan dipenuhi dengan manisnya adegan cinta remaja tapi ternyata salah.
Aku masih berharap ada bahasan lebih lanjut tentang bagaimana Rashi jadi secinta itu sama thriller dan horror sampai memutuskan untuk menjadi webtoonist thriller, tapi ternyata belum ada. Masih menunggu tulisan-tulisan Kak Handi selanjutnya. :)
Begitu tahu kalau ini nama penanya penulis favorit langsung gercep baca ini buku.
Well, aku nggak ngerasa puas setelah menamatkan buku Rashi ini. Ada beberapa alur yang terkesan cepat dan serasa ingin segera diselesaikan gitu.
But its okey. Karena baru kali ini ngerasain feel penulis dengan genre remaja, kerasa bedanya. Tetap asyik untuk diikuti dan jadi bacaan. kKarena selain ceritany, banyak sekali pesan moral tentang impian, mimpi, cita-cita yang related banget sama kehidupan sehari-hari kita di dalam buku ini. Tentang apa yang kita inginkan tapi ditentang keras oleh keluarga.
Tema dan profesi yang diangkat jadi salah satu daya tarik dari novel ini. Konflik yang dibangun terbilang menggelitik bagi saya, terutama antara Rashi dan kakak kembarnya. Sisi protektif kedua kakak kembarnya relatable buat saya. Hubungan rumit percintaan antarsahabat dikemas dengan bumbu yang unik. Hanya saja bagi saya, penyelesaian konfliknya kurang mulus. Saya juga menemukan beberapa kesalahan penulisan di sini, seperti nama tokoh yang harusnya adalah Ansel justru salah ditulis sebagai Juno. Sekadar masukan saja bagi editor dan penyelaras aksara supaya lebih teliti lagi ke depannya.
Menikmati jalan ceritanya walaupun ada beberapa ketidakjelasan. Sampai akhir gatau itu Rashi bakalan jadi sama siapa karna ceritanya ngegantung, apalagi Rashi deg degan sama Ansel dan Juno sekaligus.
Berarti sampai cerita selesai, temen-temennya Juno ga tau aslinya Juno kayak gimana kah?
Sebenernya cerita dan feelnya tuh seru banget, apalagi pas awal Rashi dan Juno ketemu itu, juga suka interaksi yang dibikin antara mereka. Tapi ya itu, ceritanya kurang jelas dan menbingungkan. Banyak hal yang jadi pelengkap ceritanya aja dan vikin hah hoh gitu.
Di sela² kesibukan kuliahnya Rashi adalah komikus Webtoon dengan nama pena Kenny Park.
And one day 'Deadly Score' karya Rashi resmi dihentikan atas banyaknya kritik dari pembaca.
Seru banget ceritanya, tentang perjuangan Rashi mewujudkan mimpi jadi seorang komikus Webtoon. Juno alias Juki dan Ansel sweet banget sih. Kalo disuruh pilih salah satu dari mereka pasti bingung deh. Moment² pas 2 kakak Rashi, Bang Arka dan Bang Tantra jadi akur sama Juno dan Ansel tu bikin terharu.
Tertarik baca karena premisnya menarik. Seorang webtoonis nyamar jadi anak SMA buat deketin anak SMA ganteng. Jiwa pecinta brondongku berteriak lol
Jujur sih setelah dibaca biasa aja, tapi nggak jelek kok. Alurnya ringan dan bisa dibaca saat santai. Sayang ada banyak typo di pertengahan cerita dan lumayan bikin bingung typonya, bukan modelan cuma salah satu huruf doang.
Ending-nya lumayan memuaskan sih. Happy ending, tujuan tokoh utama pun tercapai, ga ada yang ganjel
Cerita novel ini lumayan asik, karna untuk aku sendiri, ini novel pertama yang menceritakan tentang penulis webtoon. Jadi punya pengetahuan soal webtoon. Karakterya kuat. Dan aku suka karna novel ini menceritakan perjuangan rashi tetap pada bakat dan hobinya meskipun keluarganya nggak setuju. Suka banget sama karakter cowok2 disini.
Rashi dan kotak pandoranya, yg suatu waktu meledak dan membuatnya memilih.
Cukup penasaran dengan kisah dan konfliknya yg sederhana tapi jelas ada dalam kehidupan nyata. Hanya terasa "mudah" penyelesaiannya. Setelah berputar-putar.
Selebihnya aku suka, awal tersendat membaca karena kesibukan sisanya dalam 2 jam selesai cerita ini.
Awalnya gak terlalu suka dengan karakter Rashi yang serba takut dan negthink..Setelah ditelusuri penyebabnya, baru saya pahami perasaan Rashi.. Cerita ini menggambarkan kekompakan persahabatan walau terselip cinta karena terbiasa.. Rashi yang merupakan wanita mandiri dan walaupun mendapat pertentangan dari keluarga mengenai kesukaan dan hobinya, tetap berjuang walaupun secara tersembunyi..👍
Bagus karena udah mengulik kehidupan komikus begitu dalam, tapi aku merasa percikan romansanya kurang didukung oleh adegan-adegannya itu sendiri. Rashi terkadang digambarkan sebagai cewek yang nggak mikirin cinta-cintaan, tapi dia juga naksir Juno di kencan pertama. Karakter Rashi ini yang bikin bingung dan sedikit ngaruh ke bagian menuju-akhir dari buku ini.
baca ini krn si tokoh utama merupakan seorang penulis webtoon, krn ak suka bgt baca webtoon, makanya ak tertarik buat baca 😆. klo dr sinopsisnya sih lumayan seru ya, ide ceritanya tuh bagus, dan pas baca ak mikir kayanya ini buku keren sih, krn aku, pembaca, sbg org awam bisa tau gimana sih kehidupan seorang penulis webtoon, tp setelah baca makin lama makin b aja, kaya ga berkesan aja buat ak, bukan jelek ya tp ya itu, kurang berkesan buat aku, tp buat yg mau baca, coba baca aja deh, siapa tau kalian justru suka sama bukunya.