Jump to ratings and reviews
Rate this book

Pengukur Bobot Dosa: Kumpulan Cerita

Rate this book
Dalam cerita-cerita pendek Indah Darmastuti, masa lalu hampir selalu hadir secara traumatis menghantui si tokoh. Realisme, fantasi, dan khayalan psikologis membaur dan sesekali melebur.

Sepasang sepatu yang dikembalikan ke pensiunan tentara pemiliknya setelah puluhan tahun. Kakak-beradik yang memiliki kenangan buruk akan piring porselen bapaknya. Penggali kubur yang kinerjanya ber- gantung pada besar kecilnya dosa jenazah… Cerita-cerita pendek Indah Darmastuti membawa pembaca ke semesta yang tampak akrab sekaligus ganjil.

92 pages, Paperback

First published October 1, 2020

21 people want to read

About the author

Indah Darmastuti

7 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (19%)
4 stars
25 (48%)
3 stars
16 (30%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 22 of 22 reviews
Profile Image for raafi.
929 reviews451 followers
January 7, 2021
Berharap bisa selesai lebih cepat karena bukunya tipis, tapi ternyata tidak. Dan itu beralasan.

Kumpulan cerpen ini bisa dibilang pendek-pendek. Tebal 90-an halaman dengan isi 13 cerpen, apa tidak pendek? Apalagi mengingat ukuran buku yang mini seukuran mass market paperback khas terbitan Marjin Kiri. Namun, kebanyakan dari mereka membuatku terjeda untuk tidak cuma memikirkan nasib tokohnya tapi juga menelisik apa maksud dari peristiwa yang terjadi di dalamnya.

Banyak jedar-jeder alias pelintiran narasi atau dialog di akhir yang mengecoh alur. Semacam plot twist tapi tidak levelnya sedikit lebih rendah; tapi juga pas. Yang seperti inilah yang termasuk unsur cerpen yang kusuka dan kubenci (karena aku mendambakan bisa menulis cerita seperti ini). Mungkin ini ada istilah teori dan cara menciptakannya, tapi entahlah.

Cerita yang kusuka salah satunya berjudul "Pengukur Bobot Dosa" yang adalah seorang penggali kubur yang bisa 'menilai' seseorang banyak dosanya atau tidak dari cepat-lamanya ia menggali kuburan seseorang itu saat sudah mati. Lalu, ada "Portal" yang kubayangkan berlatar di kaki Merapi sebab bercerita tentang supir truk dan kenek yang kemalaman mengambil pasir dan truk mereka terhalang portal yang tutup karena sudah lewat jamnya.

Yang paling kusuka adalah "Piring Bapak" tentang kehidupan absurd dua perempuan kakak-adik yang kerap dipukuli bapaknya hanya karena menyentuh barang pecah-belah bapaknya termasuk piring porselen. Perihal kekerasan dalam rumah tangga itu mungkin bisa terjadi pada siapa saja, tapi alasan si bapak begitu cinta dengan barang-barang ketimbang keluarganya itu sungguh bikin geregetan dan bikin bertanya-tanya.

Dan memang begitulah sepanjang membaca kumpulan cerpen ini: geregetan dan bikin bertanya-tanya. Aku pun mengamini apa yang penerbit tuliskan di buku ini bahwa "cerita-cerita pendek pengarang membawa pembaca ke semesta yang tampak akrab sekaligus ganjil".

Buku pertama 2021 dan termasuk buku bagus pertama 2021!
Profile Image for Steven S.
703 reviews66 followers
December 13, 2020
Kumpulan cerpen yang kusuka di 2020.

Cerita-cerita yang menitis di kumpulan ini mengajakmu menyetop truk pasir di kepung malam, duduk diam diatas keramba di danau besar, merimba di alam luas Papua.

Menyelesaikannya sejengkal demi sejengkal. Mari masuki dunia ceritanya yang mengaduk emosi dan terkesima dengan apa yang ada disana.
69 reviews
December 27, 2021
4.7/5⭐

Sangat suka dengan cerita-cerita di dalam buku ini. Dari kisah pertama saja sudah bisa membuatku melongo. Pengukur bobot dosa termasuk cerita favoritku di buku ini.
Profile Image for Rei.
366 reviews42 followers
January 31, 2021
Pak Sukur sangat disegani di kampung. Bukan, bukan karena beliau pejabat atau borjuis. Tapi sebagai penggali kubur, beliau bisa memudahkan atau menyulitkan proses penguburan seseorang. Contohnya ketika Darman meninggal. Pak Sukur menggali kuburannya semudah menyendok nasi dari panci, seolah bumi pun turut membantunya. Hal ini karena Darman memang terkenal baik hati dan dermawan. Sebaliknya, saat kakak Darman yang meninggal, warga kampung melihat sendiri bagaimana tanah kuburan menjadi sekeras batu walau Pak Sukur sudah bekerja dari pagi hingga sore. Semua warga berdiri di sisi liang yang digali, mencari dan menyebutkan (dengan susah payah) kebaikan yang pernah dilakukan kakaknya Darman. Namun tanah tetap keras bergeming, sampai akhirnya Pak Sukur mengalah dan berkata, "dia pernah membuat istriku sangat bahagia. Dia pernah membuat istriku bersemangat menjalani hari-hari yang berat bersamaku." (-hal. 22). Akhirnya kakaknya Darman berhasil dimakamkan dengan lancar, dan warga kampung terpaksa menyimpan rapat-rapat rasa penasaran mereka terhadap cerita perselingkuhan istri Pak Sukur dengan kakaknya Darman. ⁣

Mungkin kamu akan mengernyit membaca sinopsis di atas. Ini kumcer sastra atau Majalah Hidayah? Tapi banyak cerpen dalam buku ini memang bersinggungan dengan sisi mistis. Namun demikian, gaya berceritanya sangat mengalir dan menyihir dengan pemilihan kata-kata yang apik . Sedangkan sisi mistisnya, ada bagian yang kuanggap sebagai metafor dari jeritan batin seorang manusia. Boleh kan?⁣

Kisah Pak Sukur yang bisa mengukur bobot dosa seseorang hanya satu dari 13 cerpen memikat dalam buku ini. Kalian akan membaca tentang anak perempuan yang bisa menjelma menjadi binatang, dibawa ke pedalaman Irian Barat, mengunjungi koridor sarang kelelawar penuh berisi arwah, dan cerita-cerita lain yang membuat perasaan teraduk dan pikiran mengembara
Profile Image for Cintya Faliana.
42 reviews10 followers
February 20, 2022
Buku pertamaku sepanjang 2022 sejak 5-6 bulan terakhir. Seperti biasa, kumpulan cerpen selalu punya emosinya sendiri di tiap cerita. Favoritku adalah Dalam Tubuhku dan Di Bawah Bantal. Dalam Tubuhku jadi penghantar kumcer yang apik sekali. Realis dan bisa memberi gambaran akan kemana arah kumpulan cerpen ini. Sedangkan Di Bawah Bantal punya kekuatan narasi dalam menggambarkan mimpi-mimpi menakutkan. Aku sukaa!

Sayangnya, hal yang membuat bosan dari kumcer ini adala metafora panjang. Padahal, tiap cerpen terhitung pendek dan singkat. Buatku metafora itu jadi kata-kata tak berarti sebab tak memiliki banyak fungsi; tidak menguatkan emosi, tidak membangun setting suasana, hanya menghamburkan kata-kata.

Tapi demikian, kumcer ini indah, seperti nama penulisnya, dan bisa habis dibaca dalam sekali duduk. Tetap jadi pengalaman membaca yang menyenangkan, mengisi minggu soreku selepas bekerja🤍
Profile Image for Aris Kristanto.
15 reviews
October 31, 2022
Pengukur Bobot Dosa jadi buku kumcer kedua yang tuntas kubaca tahun ini setelah Cerita-cerita Hina. Di dalamnya ada 13 cerpen yang, dari pembacaanku, cuma sedikit cerita yang memang punya tema "kuat" (seperti dalam dua cerpen terakhir). Tapi kumcer ini tetap mengasyikkan, kok, dari gaya penceritaannya. Kondisi psikologis dari tokoh-tokoh tiap cerita seringkali jadi titik fokus. Dan, kalau diminta pilih, ada dua cerpen yang paling berkesan buatku, judulnya "Portal" dan "Perdebatan Sebelum Senja". Menurutku keduanya enggak "kuat" secara isi cerita, tapi aku suka banget sama build-up kedua cerpen itu sampai klimaks di kalimat penutup.
Profile Image for Ratna Ayu Budhiarti.
57 reviews3 followers
March 7, 2021
Banyak kisah yang memadukan imajinasi dan realisme. Ide-ide yang bisa jadi terinspirasi dari pengamatan kehidupan para pengangkut pasir, jam dinding besar yang seperti mesin waktu membawa bertualang ke masa lalu, bahkan cerita seorang penggali kubur yang bisa jadi pengukur bobot dosa orang mati, yang jadi judul kumpulan cerpen ini. Beberapa cerita memberikan plot twist yang bikin terhenyak setelah membacanya. Tapi ada juga yang lempang, tak terlalu meninggalkan gaung panjang, walau kisahnya tetap diceritakan dengan ciamik.
Profile Image for ninis.
47 reviews2 followers
December 11, 2025
Hampir semua cerita pendeknya aku suka, 3 favoritku adalah Pengukur Bobot Dosa, Tiga Lansia, dan Seroja.
Aku dapat banyak kiasan dan kosa kata baru setelah membaca kumcer ini. Well enough, gimana setiap cerita punya daya tariknya masing-masing.
Berkaitan sama hal-hal traumatis manusia: kecemasan, ketakutan, permainan imajinasi/khayalan manusia itu sendiri. Aku suka sekali bagaimana penggambaran tokoh dengan apa yang dia rasakan.
Bukunya tipis, cocok dibaca dalam sekali duduk, dan membuatmu menyerengit ketika membacanya. Nice!
Profile Image for Tushy Octafadiola.
29 reviews2 followers
August 15, 2025
Bukunya tipis, cuma 90an halaman. Terdiri dari 13 cerpen. Beberapa cerpen mengandung unsur realisme magis yang agak membuat saya bingung di akhir cerita. Saya cukup suka cerpen-cerpennya, terutama Sepasang Sepatu dan Pengukur Bobot Dosa. Cerpen Sepasang Sepatu ini bikin gregetan sih, si jenderal yang sudah meninggal itu pingin tak lempar pake sepatu rasanya. Yang terbaik Pengukur Bobot Dosa, saya kasihan sama tokoh utamanya.
Profile Image for Truly.
2,764 reviews13 followers
October 29, 2020
Tak butuh waktu lama untuk melumat karya Mbak Indah ini.

Bagi saya pribadi, cerita ini membuat saya merenung. Kira-kira jika dilakukan perhitungan, bagaimanakah bobot dosa saya. Apakah berat pada kebaikan, atau sebaliknya. Membuat saya bertekad untuk lebih mawas diri dalam bersikap dan berkata-kata.

https://trulyrudiono.blogspot.com/202...
Profile Image for Rahman.
168 reviews22 followers
November 27, 2023
Rating sebenarnya: 4.5

Aku suka! Indah Darmastuti menulis dengan gaya bercerita yang mengingatkanku pada cerpenis favoritku: Agus Vrisaba. Berbeda dengan Agus, Indah lebih banyak menggunakan pendekatan sureal.

Cerpen-cerpen favoritku:
Pengukur Bobot Dosa
Perdebatan Sebelum Senja
Tiga Lansia
Sepasang Sepatu
Topeng Kayu
Potong Bapak

7 dari 13 cerpen!
Profile Image for Lucia Aryani.
12 reviews
November 4, 2025
Cerita-cerita dalam Pengukur Bobot Dosa ini memiliki benang merah menguak rasa bersalah atau "dosa" dalam diri tiap tokohnya.
Kumpulan cerita ini dapat dengan mudah berterima untuk siapa saja, dengan latar belakang apa saja, karena inti dari semua kisah ini ada di dalam setiap insan. Rasa bersalah.
Profile Image for Ririn.
735 reviews4 followers
November 15, 2020
Ternyata ada beberapa cerita yang pernah saya baca. Cerita pertama baca di web intersastra karena paling baru dan juga yang paling favorit. Karena lebih banyak yang miss daripada yang hit jadi saya beri 3 bintang saja :)
Profile Image for ND Ratna .
108 reviews
January 8, 2023
Beberapa ceritanya memang plot twist tetapi beberapa diantaranya menurutku kok cuman gitu. Walaupun cuman gitu tapi gaya bahasanya menawan, iya bikin terpesona

Chapter yang menurutku menarik adalah pengukur bobot dosa dan topeng kayu.
Profile Image for Dewi Rahmawati.
28 reviews
March 26, 2021
Baguuuussss!!! Cerpen-cerpenny menarik, apalagi cerpen pengukur bobot dosa,cukup bergidik bacanya
Profile Image for Gita Swasti.
324 reviews40 followers
August 24, 2022
Ada banyak hewan dalam tubuhku. Usiaku sembilan tahun waktu itu.


Cerpen-cerpennya dingin. Metaforanya mengaduk-aduk emosi saya.
Profile Image for Muchi.
70 reviews1 follower
September 11, 2023
Beberapa ceritanya agak sukar dipahami, namun beberapa yg lain asik juga untuk dibaca
Profile Image for Angelina Enny.
Author 12 books8 followers
February 24, 2024
Cerita-ceritanya apik dengan bahasa yang cantik, membawaku kadang-kadang ke alam surealis para tokohnya namun membuat sadar pada akhirnya bahwa inilah realita yang harus ditelan di kehidupan kita.
54 reviews45 followers
September 18, 2024
Kumpulan cerita pendek dari Indah dgn berbagai plot realisme dan fantasi yang menggelitik
Profile Image for syarif.
296 reviews63 followers
March 19, 2023
kumpulan cerita ganjil dan kelam yang unik banget!! banyak sekali nilai moral yang diangkat di sini meski beberapa kisah sulit dicerna dan tidak masuk di akal🤯 suatu manifestasi dari kritik sosial dalam bentuk sastra
Displaying 1 - 22 of 22 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.