Jump to ratings and reviews
Rate this book

OPLeS: Opini Plesetan

Rate this book
Emha Ainun Nadjib tak pernah lelah mencari ''air sang mulia'' dari kubangan waduk sejarah yang tampaknya lebih banyak diwarnai ''imajinasi politik atau kebudayaan''. Yakni kenyataan dalam angan-angan yang diyakini ada sehingga sedemikian rupa membentuk perilaku politik dan budaya. Pencekalan yang dialaminya membuktikan bahwa sejarah kita kini memang bekerja dengan ''imajinasi politik'': kehadirannya menjadi ancaman bagi stabilitas nasional, tanpa bukti sedikit pun.

Tapi Emha Ainun Nadjib adalah entitas kebudayaan yang berada di tengah sekian garis malang-melintang kebudayaan itu sendiri. Maka suatu kali bisa juga ia terperangkap dalam kerja ''imajinasi kebudayaan''. Lihatlah ketika dia bersama ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) berusaha menangani masalah Kedungombo. Dia melihat ICMI pertama-tama dengan ''imajinasi kebudayaan'': ICMI adalah sebuah organisasi besar, besar sekali bahkan yang pasti mampu menyelesaikan masalah Kedungombo.

Jamal D. Rahman, Bekas redaktur Islamika OPLES

350 pages, Paperback

First published July 1, 1995

10 people are currently reading
122 people want to read

About the author

Emha Ainun Nadjib

93 books485 followers
Budayawan Emha Ainun Nadjib, kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik KiaiKanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas rakyat.

Bersama Grup Musik KiaiKanjeng, Cak Nun rata-rata 10-15 kali per bulan berkeliling ke berbagai wilayah nusantara, dengan acara massal yang umumnya dilakukan di area luar gedung. Di samping itu, secara rutin (bulanan) bersama komunitas Masyarakat Padang Bulan, aktif mengadakan pertemuan sosial melakukan berbagai dekonstruksi pemahaman atas nilai-nilai, pola-pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi-solusi masalah masyarakat.

Dia selalu berusaha meluruskan berbagai salah paham mengenai suatu hal, baik kesalahan makna etimologi maupun makna kontekstual. Salah satunya mengenai dakwah, dunia yang ia anggap sudah terpolusi. Menurutnya, sudah tidak ada parameter siapa yang pantas dan tidak untuk berdakwah. “Dakwah yang utama bukan dengan kata-kata, melainkan dengan perilaku. Orang yang berbuat baik sudah berdakwah,” katanya.

Karena itulah ia lebih senang bila kehadirannya bersama istri dan kelompok musik KiaiKanjeng di taman budaya, masjid, dan berbagai komunitas warga tak disebut sebagai kegiatan dakwah. “Itu hanya bentuk pelayanan. Pelayanan adalah ibadah dan harus dilakukan bukan hanya secara vertikal, tapi horizontal,” ujarnya.

Perihal pluralisme, sering muncul dalam diskusi Cak Nun bersama komunitasnya. “Ada apa dengan pluralisme?” katanya. Menurut dia, sejak zaman kerajaan Majapahit tidak pernah ada masalah dengan pluralisme. “Sejak zaman nenek moyang, bangsa ini sudah plural dan bisa hidup rukun. Mungkin sekarang ada intervensi dari negara luar,” ujar Emha. Dia dengan tegas menyatakan mendukung pluralisme. Menurutnya, pluralisme bukan menganggap semua agama itu sama. Islam beda dengan Kristen, dengan Buddha, dengan Katolik, dengan Hindu. “Tidak bisa disamakan, yang beda biar berbeda. Kita harus menghargai itu semua,” tutur budayawan intelektual itu.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
27 (42%)
4 stars
14 (22%)
3 stars
16 (25%)
2 stars
6 (9%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
8 reviews
July 23, 2023
Melihat kondisi politik Orba lewat kacamata cerdik dan lucu khas Emha alias Cak Nun. Anjass.
Masih mencerna diksi-diksi baku, majas yang amat banyak ragamnya, dan paribasan jawa yang tersirat maknanya.
Semakin dalam masuk bab dalam buku ini semakin menarik dan mendalam pemikiran sang Cak Nun.
2 reviews2 followers
Want to read
October 14, 2014
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.