Aku tersentak. Siapa itu tengah malam begini? Tidak mau banyak prasangka, aku melanjutkan kegiatan beres-beres, mematikan laptop, dan bergegas tidur. Namun, baru saja aku menaikkan selimut sampai dada… terdengar suara lirih.
“Teh Amas… Teh Amas… buka pintunya, Eni mau masuk….”
Suara ketukan di pintu kembali terdengar. Bukan di pintu kamar atau pintu rumahku, melainkan dari pintu rumah tetanggaku—Teh Amas.
Aku baru ingat, Teh Amas adalah kakak ipar dari almarhum Eni. Eni? Tanpa pikir panjang, aku keluar kamar, menuruni tangga dengan langkah yang mengendap-endap. Lalu ketika ku buka pintu…
Krieet…
“ALLAHU AKBAR!”
———–
Seperti judulnya, Cerita Horor True Story adalah kumpulan kisah nyata dari para pencerita di podcast Do You See What I See. Mari membaca untuk mendengar suara mereka dengan cara yang berbeda.
Jadii buku ini merupakan kumpulan cerita horror yang pernah rilis di podcast do you see what I see.
Jujur, awalnya aku cukup berekspektasi tinggi, memang aku sudah membayangkan kalau ini cerita orang lain (bukan penulis buku), tapi karena kontributor dari podcast tadi sangat banyak, jadi kupikiri isinya bakal yg sudah dipilah-pilah mana yg paling serem dan bagus gitu hlo.
Tapi ternyata engga!
Isinya pun hanya orang yang menceritakan pengalaman mistis yang pernah dialaminya, dari yg lihat penampakan lah, denger penampakan. Tapi ngga yang bener-bener heboh gitu hlo. Dan penyelesaiannya pun ngga oke.
Maksudnya, seenggaknya jelas itu penampakan apa, karena apa, terus akhirnya gimana. Ini tuh engga. Kek aku pernah tinggal di suatu kontrakan, ternyata kontrakan itu berhantu, aku sering denger suara ketukan sama beberapa kali lihat bayangan hitam, tapi sekarang aku sudah pindah dari situ. Udah gitu doang.
Mirip banget kek kamu dengerin temenmu yg lagi cerita abis lihat penampakan.
Inget, penampakan yaa.. bukan terror Bahkan lockwood & co. 1 aja masih jauh lebih serem daripada ini 😂
Awalnya saya punya ekspektasi tinggi sama buku ini karena diterbitkan oleh Penerbit Bukune. ditambah Mister Popo ini juga pernah viral dengan cerita horornya bareng Raditya Dika.
Tapi ternyata, setelah saya memulai membaca buku ini, saya benar2-benar butuh perjuangan besar untuk menyelesaikannya karena ceritanya yang 'wagu' dan kaku.
Ya, ternyata ini adalah kumpulan cerita dari orang-orang tentang pengalamannya dengan hantu. Bukan ceritanya Mister Popo sendiri. Saya memang nggak tau, karena nggak ngikutin serial podcastnya Mister Popo.
Beberapa cerita di awal buku ini benar-benar membuat saya putus asa, saya hampir saja tidak melanjutkan membaca buku ini karena ceritanya yang tidak enak buat dibaca.
Buku ini tertolong oleh dua bab berjudul 'First Love' sama 'Hunian Eksklusif' yang menurut saya ceritanya cukup menyeramkan dan membuat saya kembali maju membuka halaman selanjutnya berharap bertemu dengan cerita yang sama seremnya juga.
Walaupun, ya... Ternyata memang hanya dua cerita itu yang lumayan menghibur.
Untung saya beli buku baru dan segel ini di shopee dengan harga yang nggak mahal-mahal amat, jadi rasanya nggak nyesel-nyesel banget.