menemukan novel ini adalah ketidaksengajaan yang menyenangkan!
berawal dari keisenganku membeli buku murah sebagai modal, dan nggak nyangka kalau keisengan berikutnya untuk membaca beberapa halaman dari novel tersebut justru membuatku pingin baca keseluruhan novelnya.
Aku nggak nyangka aja kalau novel yang lagi promo parah banget (aku belinya di harga 37rb) ceritanya bahkan ngalahin novel yang harganya mahal-mahal. Secara kualitas, tulisan, dan kemasan keseluruhan bikin aku langsung terpikat sama penulisnya.
Dan setelah beberapa lamamembacanya aku akhirnya mencoba mencari tahu penulisnya dan akhirnya aku mengetahui bahwa novel ini adalah rangkaian universe ke 2 dari seri ini, dimana galaksi andromeda adalah novel pertamya.
Aku nggak berekspektasi bahwa novel pertamanya bakalan sebagus novel be my wife, karena biasanya untuk rangkaian universe yang aku baca cerita ke berapa biasanya lebih bagus dari cerita pertama. Jadi aku nggak berekspektasi banyak sama novel ini.
Tapi, ternyata aku malaah langsung terpikat sama premis yang diangkat dari awal cerita. Dimana tokoh Nadia yang kalem, tenang, ini ternyata punya crush seorang ketua geng motor yang kadang suka terlibat tawurang, dan bandel di sekolah. Jenis cowok yang kesannya red flag. Tapi kenapa gadis sekalem dan setenang Nadia justru menyukai cowok yang jelas-jelas nakal kayak gitu?
Jawabannya ada pada beberapa tahun lalu dimana pertemuan pertama mereka langsung menunjukkan sebaik apa sebenarnya tokoh Galaksi ini.
Awalanya aku bertanya-tanya kenapa novel ini harus diberi judul berdasarkan nama tokoh heronya yaitu Galaksi Andromeda, padahal sebagian besar ceritanya justru berpusat kepada Nadia yang saat itu sedang berjuang dengan kondisinya.
Di akhir ternyata aku paham, karena judul tersebut mengacu pada bagaimana seorang Galaksi Andromeda harus melewati hari demi hari dengan tidak mudah hanya untuk berada disisi gadis yang dicintainya.
Dan bagaimana ia harus bertahan untuk tetap hidup di kala hatinya terkikis dan mulai hancur berkeping-keping.
Ini sebenarnya ceria anak SMA, tapi kemasannya sangat dewasa sehingga membuatku sangat menikmati novel ini. Bahkan tebalnya buku ini saja tidak membuatku bosan seolah novel ini dan ketebalannya disajikan sesuai dengan kebutuhan isinya.
Aku bisa merasakan banyak emosi dalam novel ini, mulai dari perasaan bertepuk sebelah tangan, pergantian POV yang ternyata menunjukkan sebuah plot twist dalam hubungan tokohnya, bahkan alur lambat mengenai apa yang terjadi sehingga membuatku menangis tersedu dihadirkan dengan cakap oleh penulis.
Aku nggak nyangka sih bakal nangis sebanyak itu. Dan untuk plot twistnya, semua plost twist dipikirkan dengan baik kenapa kemudian menurutku ini akhir terbaik. Kayak, kalau diakhir dengan perasaan tidak adil yang tertinggal untuk pembaca, aku rasa aku nggak bakal bilang sebagus ini. Tetapi detail plotnya begitu dipikirkan, semua tokoh memiliki motif untuk bertindak, dan semua situasi juga digerakkan oleh motif yang tepat untuk disajikan.
Ternyata novel yang diawali dengan manis dan hangat ini harus berhadapan dengan segala macam angst cerita yang bikin aku menangis. Semakin akhir aku dibuat semakin menangis karena seperti para tokohnya, aku juga tidak bisa merelakan akan adanya kehilangan dalam cerita ini. Tapi ya itu tadi, ada plot twist yang membuat cerita ini menjadi sangat menarik dan menyenangkan untuk diikut. Seru banget.
Aku seneng banget sama tokoh Galaksi dan Nadia terutama, bagaimna mereka ini bukan sekedar pasangan cheesy aja. Setiap interaksi menyuguhkan karakter mereka yang unik dan menyenangkan untuk diikuti.
Aku beneran puas banget bisa menemukan novel ini dan mendapatkannya dengan harga murah! iya ini novel yang murah banget untuk isi sebagus ini dan untuk cerita semenarik ini, aku berhasil dapet harga promo yang cuma 40ribuan aja.
Berharap Jihandvra berkarya lagi tapi entahlah, penulisnya sekarang tidak muncul dimana-mana padahal bisa jadi ia menjadi penulis favoritku mengingat aku langsung impulsif mengumpulkan ketiga buku yang ditulis olehnya.