Pandemi Covid-19 telah membuat ruang yang sebelumnya terbuka menjadi tertutup demi keselamatan bersama. Ruang virtual dipenuhi informasi yang bergerak cepat membangun beragam wacana. Kebenaran informasi tidak lagi dipertanyakan, karena kebenaran adalah apa yang dipercayai. Orang berbondong ingin videonya viral, meski kadang berbahaya atau memerkosa hak orang lain.
Buku ini merupakan usaha untuk menjelaskan teori-teori yang banyak dipakai dalam Kajian Budaya dan Media dan bagaimana teori-teori tersebut digunakan untuk melihat situasi sosial masa kini. Tersaji dalam buku ini teori Paul Gilroy tentang wacana diaspora, Paul Virilio tentang dromologi, Andy Bennett tentang neo-tribes, Henri Lefebvre tentang produksi ruang, hingga Slavoj Žižek tentang subjek dan bahasa.
Juga tersaji teori-teori yang sudah banyak diperdebatkan sebelumnya namun terus menarik perhatian karena tajamnya perspektif mereka, seperti Stuart Hall tentang representasi, Homi Bhabha tentang pascakolonialnya, atau Julia Kristeva tentang bahasa sebagai bagian dari pembentukan subjek. Tak syak, buku ini penting dibaca oleh mereka yang tertarik pada Kajian Budaya dan Media.
Membaca buku ini membuat saya berpikir "apakah teori-teori itu lahir dari pengamatan terhadap situasi sosial ataukah teori-teori lebih dulu ada untuk kemudian menjelaskan situasi sosial masa kini? "
Bab Favorit saya tentang matinya kebenaran dan lahirnya kenyataan - Gilles Deleuze. Menurut Deleuze, kebenaran itu tidak pernah ada. Yang ada hanyalah kesementaraan, sebuah proses kemenjadian yang tidak pernah berhenti. Dalam proses kemenjadian yang tidak berhenti inilah sebuah kenyataan atas fenomena dan kehidupan tampak di permukaan.
Banyak teori baru--dan menarik--yang aku temui di buku ini. Jarang juga kutemui buku bahasa Indonesia kajian budaya sejenis ini. Namun, seperti kelemahan umum pada buku-buku antologi tulisan dari penulis yang berbeda-beda, sangat sulit menyukai semua gaya tulisan yang berbeda-beda. Untungnya, sebagian besar penulis bisa menjelaskan masing-masing teori dengan 'cukup' mudah untuk dimengerti.
Buku dengan nuansa pemikiran kritis yang sayang dilewatan karena dapat memicu gairah setiap alur bab dan kepekaan kita dalam mediasi sebuah realitas.....😍😍😍
This entire review has been hidden because of spoilers.
Buku yang sangat nyaman untuk dibaca, terutama dalam memahami politik dan kuasa media, tema tema yang baru dan sangat relevan dengan keadaan saat ini dalam fenomena sehari hari
Buku yang sangat mudah dipahami dan menurut saya menjadi langkah awal yang mau belajar Cultural Studies. Banyak kajian yang menarik baik Gender, Kepemudaan, Digital dll.
Sampulnya estetik banget. Dari sampulnya aja bikin jatuh cinta. Pas baca isinya, wah ini membantu banget kayak aku yang senang belajar kajian budaya dan media. 😻😻😻