Jump to ratings and reviews
Rate this book

Puspabangsa

Rate this book
Puspabangsa adalah sebuah novel fiksi spekulatif dengan tema-tema fiksi ilmiah dan dystopia. Kisah berlatar belakang di semesta alternatif. Sebuah metafora akan skenario-skenario terburuk imbas perpecahan bangsa.

Edisi digital ini tersedia di platform karyakarsa (online dan aplikasi Android dan iOS)

Unknown Binding

Published October 28, 2020

2 people are currently reading
29 people want to read

About the author

Karim Nas

2 books29 followers
Pariaman & Ponorogo by heritage, Cimahi by birth. Grew up in Padang & Pematangsiantar, educated in Bandung. Found self, meaning, & purpose in Perth.

Karim Nas has an eclectic and pluralist perspective of the world. An outspoken supporter of social justice and liberty, it is reflected in his blog articles, short stories, and first book "Puspabangsa" (novel, published in 2021). Just finished working on a new novella focusing on spiritual journey and now working on a short stories anthology.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (44%)
4 stars
8 (44%)
3 stars
2 (11%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
Profile Image for Yori.
14 reviews2 followers
November 4, 2020
An alternate reality of Indonesian politics and socio-cultural circumstances in 1996, from the point of view of different characters from contrasting walks of life. Cleverly written with forward motion and intertwining subjects, and yet still can be read easily. A very fresh genre for Indonesian literature.
Profile Image for Steven S.
706 reviews66 followers
October 26, 2021
Novel thriller bersetting nusantara versi alternatif.

Kompleks dan mengesankan.

Podcast Kepo Buku berkesempatan membahas "Puspabangsa" bersama Karim Nas.
Bagaimana riset, proses kerja, dan hal-hal seputar karya Karim Nas bisa didengar di web kepobuku https://kepobuku.com/kb0415-puspabangsa/ atau Spotify https://open.spotify.com/episode/6eUI...

Direkomendasikan bagi pembaca fiksi ilmiah, novel fiksi spekulatif, maupun penggemar fiksi umum. Siapapun yang ingin bertualang di jagat lain nusantara.
Profile Image for Amelia.
9 reviews
March 3, 2021
🏰 What It's About

Puspabangsa adalah sebuah novel fiksi karya Karim Nas, penulis Indonesia berdarah campuran Pariaman dan Ponorogo, lahir di Cimahi dan menetap di Bandung. Puspabangsa menggunakan latar belakang negara adidaya (imperium) fiktif bernama Nusantara di tahun 1996 yang dalam masa kejayaannya dikuasai oleh para politisi dan pemimpin agama dengan nama-nama kota yang memiliki kemiripan dengan kota atau area di Indonesia (seperti Sunda Kelapa, Cherbon, Semarang). Alur cerita Puspabangsa terpusat kepada petualangan Yasmina dan Satya, dua karakter utama yang memiliki agenda personal dan secara bergerilya melarikan diri dari Komite (Kepolisian Pusat), polisi lokal dan juga jeratan sistem profil bernama Jejaring yang merupakakan identitas & pusat pencatatan aktivitas warga dari berbagai kelas yang digunakan sebagai alat kontrol tatanan negara secara sosial oleh Imperium. Penulis juga menunjukkan pengetahuannya dalam dunia sains dan teknologi melalui bahasan sains dan teknologi di dalam buku.

"Puspabangsa, bunga-bunga bangsa, adalah para pahlawan yang mengorbankan hidup untuk kemaslahatan bangsa."


🧠 Review

Profile Image for Tyas.
Author 38 books89 followers
March 5, 2022
Saya sangat menyenangi world building-nya, yang sampai memikirkan bahasa/cara berbicara yang berbeda untuk orang-orang yang berasal dari kalangan berbeda-beda. Hanya saja saya merasa novel ini seharusnya masih bisa ditingkatkan lagi dengan penyuntingan yang lebih baik. Sering kali saya menemukan kalimat-kalimat yang kehilangan satu-dua kata, penggunaan kata bantu bilangan yang kurang pas (sebuah surat, sebuah pena)... Hal-hal yang mungkin terlihat sepele, tapi cukup mengganggu kenikmatan membaca.

Dua hal lain yang terasa mengganjal bagi saya adalah adegan seks mendetail yang tiba-tiba menyelip seperti di film Hollywood saja, dan dialog-dialog yang tiba-tiba berat, terasa agak "maksa" untuk menambahkan bobot ke isi novel. Selebihnya? Banyak sebenarnya yang ingin saya bahas, tapi yang jelas saya ingin sekali melihat novel ini diadaptasi menjadi anime! Seru membacanya dari awal sampai akhir. Senang membaca cerita sci-fi distopian yang berlatar "Indonesia" (tanda kutip).
Profile Image for Rangga.
Author 2 books9 followers
January 3, 2024
Buku penutup tahun 2023. Butuh waktu cukup lama untuk menyelesaikannya, dan untuk memikirkan tentang apa saja yang saya dapat dari membaca buku ini.

Buku ini memiliki konsep dan latar yang luar biasa. dalam dan kompleks. dengan detail dan trivia nama-nama daerah, bahasa, serta istilah-istilah yang membuat penyuka sejarah tersenyum riang saat membacanya.

Pengaruh Orwell terasa kuat dalam pembuatan latar buku, namun sangat berbeda dari segi penokohan dan alur cerita. Jika dalam 1984 kita banyak disuguhi dengan kontemplasi-kontemplasi Winston dan pergulatan idealisme di dalam kepalanya, dalam Puspabangsa pergulatan tersebut disajikan berbeda, melalui ragam aksi mulai dari insvestigasi seorang detektif, pelarian seorang wanita penghibur, serta pencarian masa lalu seorang warga kelas atas.

Cukup banyak hal yang dibahas. Saking banyaknya, saya rasa buku ini hanyalah sebuah kepingan puzzle dari sebuah cerita besar yang terjadi di Imperium dan Nusantaragama.

Namun, ada hal yang mengganjal. hal yang membuat saya (dan istri yang juga ikut membaca), memutar bola mata dan memutuskan untuk membaca cepat-cepat. yaitu bagian-bagian interaksi antara Satya dan Yasmina. Tidak ada chemistry yang cukup kuat di antara keduanya. Interaksi antara mereka kaku dan tidak natural. Sebal rasanya melihat Yasmina dan dialog-dialognya yang sok 'dingin' dan 'jahat' kepada Satya, padahal sejak awal dia yang mendatangi Satya untuk meminta pertolongan.

Tapi itu hanyalah masalah kecil, terlalu kecil untuk novel sebagus ini.

terima kasih banyak Karim Nas karena telah menulis novel ini.
Profile Image for — Prbw.
31 reviews
July 7, 2023
Bagaimana rasanya jika momen deklarasi kemerdekaan Indonesia pada Agustus 1945 tidak pernah terjadi? Apa jadinya jika negara yang kita huni saat ini hanya menganut satu agama yang terbagi dalam lima jenis struktur sosial masyarakat?

Puspabangsa membawa kita ke semesta alternatif dari Indonesia hari ini: Nusantaragama, sebuah imperium raksasa yang kedaulatannya meliputi sebagian besar wilayah Asia Tenggara. Sebuah wilayah yang bertahan setelah berabad-abad lalu Kerajaan Demak berhasil menaklukan Portugis di Kerajaan Malaka. Akhirnya, Barat hanya menjadi kaum dagang alih-alih menjadi kolonialis. Inilah sejarah alternatif, atau beberapa sarjana menyebutnya dengan “counterfactual history”.

Dalam cerita itu, pada akhir abad 20, sepasang anak muda mencoba membongkar masa lalunya yang dikubur oleh rezim negara fasis beragama tunggal, yang level pendisiplinan tubuh serta panoptikonnya berada di titik maksimal. Ragam spekulasi atas kemungkinan terburuk dari dominasi tiran satu agama. Sebuah kisah distopia dan fiksi ilmiah yang mendebarkan. Sulit untuk tidak mengatakan prosa ini terinspirasi kuat dari “1984”-nya Orwell.

Terasa sekali novel dengan deskripsi cerita yang detil dan kosakata yang kaya—termasuk menciptakan bahasa baru—ini ditulis oleh seseorang dengan bacaan yang luas, merentang dari sejarah hingga sains, saat membangun “world building”-nya. Salah satu novel terbaik yang saya baca tahun ini. Tak sabar menunggu dua sekuel berikutnya.
Profile Image for Budi Widyadharma.
10 reviews
April 12, 2022
Nusantara on the alternate universe. It is so addictive, complex, unpredictable, and violent plot.
Love it.
Profile Image for Backpfeifengesicht.
19 reviews
June 28, 2023
Menurutku ini adalah novel paket komplit. Ada sisi thriller, distopia, dan petualangan dalam ceritanya. Bagian awal dibuka dengan sebuah tragedi pembunuhan. Dari peristiwa tersebut akan membawa pembaca ke petualangan sekelompok orang dengan tujuannya masing-masing.

Berlatar Nusantara dalam semesta lain, di mana orang-orang yang berkuasa menggunakan agama sebagai "alat" untuk mengendalikan masyarakat dan melanggengkan kekuasaan. Masyarakat dibagi menjadi lima tingkatan kelompok dengan kesenjangan yang sangat tajam, sehingga antar kelompok saling curiga satu sama lain.

Yang paling saya suka dari novel ini adalah banyak dialog-dialog kritis yang (mungkin akan) menyerang zona nyaman pembaca terhadap keyakinan dan privilese, seakan-akan pembaca diajak untuk ikut berpikir dan merenungi hidup.

Displaying 1 - 9 of 9 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.