Jump to ratings and reviews
Rate this book

Armada Matahari

Rate this book
Kabar kedatangan armada Tiongkok ke kota Zhofar telah membuat masyarakat setempat gempar. Mereka bertanya-tanya, apakah armada yang akan datang tersebut membawa kebaikan dan persahabatan atau justru akan melancarkan serangan dan permusuhan? Mereka takkan lupa tentang bangsa Mongol di masa lalu yang berhasil memorakporandakan Khilafah Abbasiyah.

Kehadiran sang admiral bernama Syamsuddin atau Cheng Ho berhasil menepis semua kekhawatiran. Sikap, tutur kata, dan kecerdasannya mampu menaklukkan hati para pembesar dan orang terpandang dalam hal pembukaan jalur perdagangan baru, yang akan mempertemukan pedagang dari arah matahari terbit hingga ke ujung barat. Namun, upaya Syamsuddin tak lepas dari hambatan. Perebutan kekuasaan, perseteruan antar-kabilah, serta fitnah yang dilancarkan membuat upaya ini kian pelik. Lagi-lagi, sang admiral harus mampu menunjukkan kemampuan berdiplomasi dan membangun kepercayaan.

«««

Armada Matahari adalah kisah berlatar belakang sejarah tentang kepiawaian diplomasi Syamsuddin atau Laksamana Cheng Ho dalam merintis jalur perdagangan yang kini dikenal sebagai Jalur Sutra (The Silk Road).

212 pages, ebook

Published October 1, 2020

16 people are currently reading
44 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (17%)
4 stars
10 (25%)
3 stars
18 (46%)
2 stars
3 (7%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 14 of 14 reviews
Profile Image for Rafli.
102 reviews41 followers
April 7, 2024
Armada Matahari merupakan novel karangan penulis Qatar bernama Ali Ghanim al-Hajri. Dengan berlandaskan peristiwa sejarah, novel ini mengisahkan seorang admiral Tiongkok muslim termasyhur bernama Cheng Ho yang diutus kekaisaran untuk membangun hubungan diplomasi dengan negara-negara lain, terutama Timur Tengah, melalui perdagangan. Dengan armada laut yang besar, laksamana yang kerap disapa Syamsuddin itu lantas memimpin ekspedisi ke Jazirah Arab dengan membawa gagasan yang dinamakan Jalur Sutra, jalur perdagangan yang menghubungkan Timur dan Barat.

Sesampainya di tanah Arab, Cheng Ho dengan ditemani pembesar dari Bani Daigham melakukan lawatan demi lawatan untuk menyampaikan inisiasi kerja sama multilateral tersebut kepada para petinggi kabilah Arab. Cheng Ho memprakarsai Jalur Sutra tidak hanya dilatarbelakangi urusan ekonomi saja, tetapi juga demi perdamaian dan keamanan. Itulah mengapa iniasi tersebut disambut baik, kendati sempat ada segelintir pihak yang melakukan upaya picik untuk menggagalkannya.

Mengingat berlatar sejarah nyata, Armada Matahari sebenarnya menyenangkan untuk diikuti. Selama perjalanan dan pelayaran Cheng Ho, penggalan kisah-kisah dituturkan, mulai dari kisah peperangan, pengkhianatan, hingga cerita yang kental unsur toleransi yang menenangkan hati. Kutipan-kutipan ayat al-Quran, gaya bahasa, dan unsur nasabnya pun membuat novel ini sarat akan nuansa Islam dan Arab.

Di lain sisi, unsur nasab atau pertalian keluargalah yang justru membuatku sedikit kewalahan karena banyaknya nama Arab dan rumitnya silsilah keluarga Arab. Selain itu, sebagai cerita yang membicarakan Jalur Sutra, teramat disayangkan novel ini luput menyertakan peta jalur perdagangan tersebut. Andaikan dilengkapi peta, pembaca tentu akan memiliki gambaran yang baik dan lebih mudah mengikuti perjalanan dan pelayaran Cheng Ho ke berbagai titik. Kendati demikian, aku suka sekali dengan terjemahan dan sampulnya, bagus!

Sebelum menulis ulasan ini, aku membaca lebih jauh mengenai Jalur Sutra dan mendapati fakta bahwa alih-alih Cheng Ho, orang yang memprakarsai Jalur Sutra adalah Jenderal Zhang Qian (164-113 SM) dari Dinasti Han. Jalur Sutra sudah mulai beroperasi sejak abad kedua sebelum masehi (114 SM), sementara Cheng Ho hidup di abad keempat belas masehi (1391-1433 M). Artinya, Jalur Sutra memang sudah ada lima belas abad lamanya. Cheng Ho memang melakukan ekspedisi selama 28 tahun (1405-1433 M), yang merupakan latar novel ini, tetapi untuk membuka “Jalur Sutra Baru”. Namun, nyatanya Jalur Sutra yang diinisiasi Jenderal Zhang Qian baru ditutup permanen oleh Kekaisaran Ottoman pada 1453 M. Herannya, sebisa yang kuingat, penulis sama sekali tidak menyinggung fakta ini. Hal ini bisa disebut sebagai pengaburan sejarah yang membuat pembaca meyakini bahwa memang Cheng Ho-lah orang pertama yang menginisiasi Jalur Sutra, koreksi kalau aku salah.

Atas pertimbangan-pertimbangan yang telah kusebut, aku memberi rating buku ini 3/5 🌟
Profile Image for Luz.
1,027 reviews13 followers
September 12, 2021
Armada Matahari adalah kisah tentang sejarah kepiawaian diplomasi Syamsuddin atau Laksamana Cheng Ho dalam merintis jalur perdagangan yang kini dikenal sebagai Jalur Sutra (The Silk Road). Secara umum menarik dengan kutipan ayat Al Quran dan puisi 2.
Profile Image for Fadhillahnp.
46 reviews1 follower
July 10, 2024
Lagi-lagi tertarik karena pas baca blurbnya tentang sejarah, fiksi sejarah gitu deh. Latar waktunya ga dijelasin detail kapan, tapi ini nyeritain tentang perjalanan Cheng Ho menjelajahi dunia dan wacana pembentukan Jalur Sutra Baru, jadi mungkin berkisar tahun 1420-an kali yaa (sok tau aja sih wkwk). Latar tempatnya banyak diambil di wilayah Fuwairith, Qatar. Di sinilah Cheng Ho ketemu pemimpin-pemimpin muslim dari berbagai suku Arab. Tokoh yang menemani Cheng Ho sepanjang cerita ada beberapa, Al-Dhaigami, Al-Khalawi dan Umair.

Banyak banget informasi baru yang kudapat di sini. Isinya bukan cuma tentang Islam di Arab aja, tapi ada juga tentang bagaimana Islam diterima di Tiongkok. Konfliknya memang ga terlalu tegang, apalagi penyelesaiannya terkesan biasa aja buatku. Mungkin karena konfliknya udah ketebak ya tentang pengkhianatan pemimpin kabilah, penyebaran fitnah, dan berkomplot dengan pengkhianat lainnya kayanya udah jadi konflik yang biasa untuk perpolitikan dalam dunia Islam. Jadi pas konfliknya ga buatku kaget.

Yang buatku kaget karena wawasan Al-Khalawi yang luas banget. Di akhir-akhir buku dia ikut Cheng Ho balik ke Tiongkok untuk pertemuan raja-raja dunia dengan Kaisar Tiongkok. Di mana pun kapal mereka berlayar, Al-Khalawi tuh hampir tau semua tentang tempat yang didatangi. Entah itu sejarahnya, karakter orang-orangnya atau kisah-kisah tempat itu. Dia makan apa ya sampe tau semua, apalagi zaman dulu gadak teknologi wkwkw.

Di buku ini kita juga bakal ikut ngerasa berlayar dan dibawa singgah ke tempat-tempat yang Cheng Ho datangi. Mulai dari Afrika, India, Persia, Champa, Palembang, Pulau Bali dan lainnya. Meskipun pertempat ga begitu banyak penjelasannya, tapi beneran deh banyak banget ilmu yang didapat dari penjelasan tentang tempat-tempat yang didatangi Cheng Ho. Berasa belajar antropologi dasar secara gratis gitu wkwkwk.

Narasi dan dialog di buku ini juga keren-keren banget Masyaa Allah. Gimana menyikapi pengkhianat, strategi mengalahkan musuh, menghargai tradisi penduduk, berpolitik dengan pemimpin, semuanya bener-bener dinarasiin dengan apik. Pokoknya nyesel banget baru baca buku ini sekarang.

Oh iya, karena Cheng Ho juga Islam jadi banyak juga nilai-nilai Islam yang dipaparkan dalam buku ini. Tentang sejarah yang utama, akidah, syariat, dan ibadah, semua ada dipaparkan. Dan enaknya semua itu dipaparkan dengan pandangan yang beda yang terkadang jadi bahan diskusi yang alot antara Cheng Ho sebagai seorang Tiongkok yang jauh dari tempat peradaban Islam muncul dan orang-orang Arab sebagai bangsa yang banyak mengemban peran peradaban Islam itu.

Rekomen banget!
Profile Image for Riza.
169 reviews7 followers
December 24, 2023
Novel ini itu ditulis oleh seorang diplomat Qatar. Menceritakan tentang seorang laksamana dari negeri China yg kita kenal sebagai Cheng Ho atau nama Islam nya Syamsuddin atau juga nama kecilnya Ma He datang ke negeri Arab untuk membuat kesepakatan jalur perdagangan silk road (jalur sutra).

Meskipun menceritakan seorang pahlawan namun penulis sangat menegaskan kalau ini hanya karangan beliau yg memang didasari dari kisah sejarah.

Kisah di novel ini diceritakan dg POV orang ketiga dan rasa2nya seperti membaca dongeng untuk anak2. Tapi aku sendiri bingung kenapa dilabeli 17+. Mungkin karena ada kisah perseteruan antara si jahat yg ingin memfitnah dan menguasai jalur haji.

Aku sangat merekomendasikan membaca novel ini karena banyak hikayat dan kutipan2 ayat Al-Qur'an dan hadits yg membuat kita lebih dapat mengenal kebaikan Islam dan mengenal Islam adalah agama toleransi.

Namun, sebenarnya di novel ini alurnya monoton. Mungkin yg berharap ada adegan yg greget gitu gak menemukannya di novel ini. Disini murni menunjukkan kepiawaian Cheng Ho dalam berpolitik dan sahabat2nya dari negeri Arab seperti Arar, Al-daighami yg bijak dan juga pintar.
Profile Image for Aisyah Rahmatusysyifa.
85 reviews
December 25, 2020
Membaca Armada Matahari membuat hati tentram, banyak kutipan ayat Al-Qur'an dan hadits yang menyejukkan. Teringat masa-masa belajar Sejarah Kebudayaan Islam di tingkat MTs, yang merupakan salah satu mata pelajaran favoritku.

Sayang sekali, novel ini hanya berfokus pada perdamaian dan kepiawaian sosok Syamsuddin dalam menuntaskan misi dan tanggung jawabnya. Padahal banyak konflik yang bisa digali oleh penulis agar ceritanya tidak terasa begitu monoton.
Profile Image for asami.
36 reviews1 follower
November 11, 2020
Ceritanya lebih menyoroti bagaimana kepiawaian Syamsudin (Laksamana Cheng Ho) berdiplomasi dengan petinggi2 negara salahsatunya di kawasan timur tengah. Dan menggambarkan bgmn keharmonisan hubungan Tiongkok & Arab.

Aku suka novel ini, karena penulis juga mengutip dalil2 Quran dan hadits. Minusnya menurutku di bagian cerita dari sudutpandang antagonis yg tidak terlalu banyak diceritakan penulis.
Profile Image for Nur Putri.
34 reviews
February 25, 2025
butuh waktu lama aku namatin baca buku ini karena satu dan lain hal
dari segi cerita buku ini penuh dengan hikmah yang bisa diambil, tercatut beberapa ayat al quran, hadits dan juga syair
cukup menarik namun kadang sedikit membosankan
Profile Image for ❄.
1 review
December 19, 2020
I like the flow of this story, however it's not the-kind-of-story-that-i-like.
Profile Image for Gatot Hendraputra.
4 reviews
September 15, 2021
Plotnya lambat dan agak membosankan. Baru baca seperempat dan tak kuasa melanjutkan, mungkin bukan buku yg tepat utk saya
Profile Image for Putri Bei.
12 reviews1 follower
March 6, 2024
begitu nyelesein bukunya, kerasa sedih bgt karna perjalanan laksamana cheng ho nya berakhir jugaa huhu padahal perjalanannya bagus bgt. kalau diantara kalian ada yg tau buku hicfic yang setipe sama buku ini, pleaseee lemme know huhu. tokohnya keren, bijaksana, berwibawa, walaupun ada konflik selama perjalanan, tapi ngerasa ngeikhlasin semuanya aja karena tokohnya yg hebat ini. lagi, tiap bicara atau ngasih nasehat, pasti ada kutipan qur'annya, hebat bgt kan? mungkin itulah sebabnya mengapa sebagian orang mengatakan bahwa rumah adalah perjalanan itu sendiri, karena ia lebih baik dari pada pulang ataupun pergi.

minusnya, buku ini tuh bab nya tebel bgtt, aku udah 90 halaman masih bab 1 wkwk agak cape tapi seru aja sihh. kadang akutuh emg kesel aja kalo bab nya lanjang, agak mumet gmna gitu wkwk tp klo kalian ga masalah, bagus sihh. soalnya kekurangan bukunya menurut aku cuma itu hehe.

selamat membaca!
Profile Image for Feb.
9 reviews
February 12, 2025
Menyayangkan persentase petualangan Cheng Ho sepertinya nggak lebih dari 50% dari cerita. Justru didominasi kisah petinggi dari Bani Dhaigam.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 14 of 14 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.