Jump to ratings and reviews
Rate this book

Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam

Rate this book
Bagi saya, hal terpenting yang disuarakan Sasti sebagai penulis perempuan adalah kritiknya atas praktik patriarki dalam kehidupan bermasyarakat, beragama, dan bernegara.
—Yetti A.KA, penulis.

Setiap akhir dari kisah cerpen dalam buku ini membawa pembaca pada awal dari konflik baru yang mendorong pembaca melanjutkan kisahnya dengan atau tanpa sadar. Pembaca diajak berpikir dan berimajinasi tentang berbagai kemungkinan yang tak berkesudahan.
—Ayi Jufridar, penulis & penikmat sastra.

144 pages, Paperback

Published December 1, 2020

15 people are currently reading
194 people want to read

About the author

Sasti Gotama

22 books10 followers
Sasti Gotama adalah seorang dokter yang mencintai aksara. Ia gemar mengintip sisi tergelap jiwa manusia dan melukiskannya dalam deretan karya. Karyanya telah dibukukan dalam Kumpulan Cerita Penafsir Mimpi (Indigo Publisher, 2019). Cerpen-cerpennya telah tersiar di media cetak dan media online Indonesia.

Bukunya, Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam (Diva Press, 2020), masuk dalam 5 besar buku sastra pilihan Tempo 2020, menjadi nominee Penghargaan Sastra Badan Bahasa Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2021, dan pemenang I Hadiah Sastra “Rasa” 2022.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
36 (22%)
4 stars
70 (43%)
3 stars
52 (32%)
2 stars
3 (1%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 38 reviews
Profile Image for Iraa ☘️.
122 reviews
November 20, 2024
Oke done, belum pernah sesenang ini menamatkan sebuah cerita, krn agak kurang enak bacanya, tulisannya flat, lifeless, ga ada ciri khas, ga bisa memikat, membosankan dan pretentious. Kalimatnya dibuat terlalu sederhana tp yg nggak menarik perhatian, ga kyk narasi serunya wesel pos yg kemaren aku baca juga di ipusnas, yg ini sederhananya lebih ke redundant dan bertele tele, udh gitu seperti dipaksain berakhiran sama di akhir prosa, kyk pantun (a-a-a-a), pdhl menurutku ga perlu perlu amat.

// start minor spoiler

semua cerpen kurang lebih gayanya sama, narasi didiktein, plot twist yg udh ketebak dr 1/3 awal cerita, penokohan yg datar dan mengawang awang, dan kadang cerita yg gaada poinnya aja, contohny cerita '9 - 5 petang', dr awal ngapain jg ngeladenin laki laki aneh creepy gt, trus yg 'duduk dan dengarkan ibu', ya masa anaknya harus ngasih organ dia si cuma gara gara dia anak haram, cerita utamanya pun yg 'mengapa tuhan menciptakan kucing hitam' jg rada... apa ya, ga ngerasa ada tema feminismenya, mlah kyk korban dr rezim pemerintahan thn 98, berada di tempat dan waktu yg salah gt. Aku ngerasa jg banyak memuat unsur ttg pernikahan antar individu blm matang yg berujung pada penyesalan, yg berakhir si laki laki jd tukang pukul, yg perempuan jd selingkuh, selebihnya cuma menceritakan ttg kebejadan lelaki, terutama yg setting di LN

// end minor spoiler

dr semua 18 cerpen cuma 3 yg rada unik dan aku suka; 'kematian sempurna', 'usaha menulis cerita', dan paul mccartney, selebihnya buat ngantuk. Kedepannaya aku akan berusaha buat menghindari kumpulan cerpen dibawah 200 hlm seperti ini, emg kurang cocok, ⭐️1,5/5
Profile Image for Dzata Iffah.
46 reviews1 follower
June 30, 2022
Akhirnya kelar juga baca buku ini😂

Jadi buku yang berjudul "Mengapa Tuhan menciptakan kucing hitam" merupakan sebuah kumpulan cerpen dari penulis yaitu Sasti Gotama. Buku ini berisi 18 Cerpen yang membahas mengenai isu² sensitif seperti tentang perempuan, feminisme, patriarki, dan yang disuguhkan dalam setiap cerpen itu cukup akrab dalam kehidupan sehari-hari kita seperti: pelecehan seksual, perselingkuhan, masalah rumah tangga, dan masih banyak lagi yang di angkat dalam setiap cerita pendek di buku ini. Menurutku setelah menyelesaikan buku ini, aku selalu menemukan "plot twist" di setiap akhir cerita.. Gaktau ini apakah memang gaya/ciri khas kepenulisan dari si penulis? Tapi setelah membaca beberapa review dari pembaca lain, banyak yang merasa tidak nyaman akan hal tersebut, karena aku juga merasa bahwa di setiap cerpen akan bisa ditebak bagaimana akhirnya yaitu karena adanya "plot twist"...
Tapi kalau boleh jujur hal tersebut bukan hal yang terlalu menggangguku, karena aku suka dengan tema² cerita yang dibawakan di setiap cerpennya, karena aku juga suka bagaimana penulis memiliki keberanian mengangkat isu² sosial yang kebanyakan mengenai Perempuan dan patriarki.
Profile Image for Ila..
71 reviews7 followers
November 20, 2021
Kumpulan cerpen yang sebenarnya punya potensi menjadi lebih bagus dari ini. Menurutku, authornya salah mengira kumpulan cerpen itu pokoknya dalam 1 buku cerpennya lebih dari 5. Padahal bisa lebih keren lagi kalau penulisnya mau eksplor gaya kepenulisan lain selain memberikan twist di penghujung setiap cerpennya.

Gak semua orang suka dengan twist yang dipaksakan, mbak Sasti. Satu dua sih oke, tapi kalau dari awal sampai akhir, penulisnya hanya mengandalkan plot twist di setiap cerpen ya monoton banget. Duh sayang sekali padahal topik yang diangkat cukup menarik.
Profile Image for Putri Dewi.
114 reviews2 followers
October 15, 2025
Twist

Sebenarnya saya suka plot twist. Jika saya baca satu buku tebal lalu ada twist, itu membuat saya mempertanyakan kewarasan proses baca ratusan halaman di awal. 🤣

Tapi untuk satu buku dengan banyak cerita dengan plot twist hmmm... somehow saya jadi memang berharap akan plot twist, "yang ini twist nya akan gini ato gitu ya ato malah si anu yang akan ini?" Yap, jadinya ga twist. Justru cerita yang ga ada plot twist nya malah jadi twist buat saya ("LOH?? GA TWIST??") dan agak melegakan ("Ah akhirnya cerita yang laju normal").

Mungkin kalo dibaca lepas (ga dalam satu buku langsung), saya ga akan punya ekspektasi plottwist di tiap akhir cerita, sih. Kaya kalo baca di koran ato majalah, gitu. Dan sebenernya menyenangkan saja. Cuma karena ini buku kumcer, plot twist all the time biki menunya agak monoton.

Tapi, tentu saja saya akan tetap menanti tulisan Mba Sasti. Karena, kejutan apa lagi yang ia persiapkan?
Profile Image for Clavis Horti.
125 reviews1 follower
February 4, 2024
Dalam buku Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam? karya Sasti Gotama, kita tak sekadar membalik setiap lembar, melainkan merajut benang-benang cerita yang memeluk jiwa. Dengan kepiawaian pena, sang penulis melukis panorama kehidupan dalam delapan belas cerita pendek yang bukan sekadar mengundang, tetapi juga membangkitkan semangat kita.

Setiap halaman di buku ini memancarkan ketajaman wawasan, di mana setiap cerita pendek memberikan jendela ke dalam kompleksitas kehidupan manusia. Sasti Gotama, dengan keberaniannya, menggali lapisan kehidupan, merentangkan dari konflik personal yang menggigit, hingga cerita-cerita rumah tangga yang menantang. Namun, daya tarik cerita mencapai puncaknya saat sang penulis menjejak ranah kontroversial, seperti perselingkuhan, konflik SARA, dan menelusuri perjuangan menuju kesetaraan gender.

Dengan hanya 144 halaman, buku ini mampu menghanyutkan kita dalam cerita-cerita padat, yang menggugah emosi dan menyelami kedalaman, menjadikannya sebongkah permata yang menambah kedalaman pemahaman kita terhadap dunia yang rumit ini. Tanpa menunggu lama, mari kita mengembara bersama melalui tiap sudut dari delapan belas cerita pendek, merasakan nuansa dan merangkai makna di setiap jerat kata yang digarap oleh tangan Sasti Gotama.

Cerita Pendek Pertama: Menunggu Marduk Datang
Dalam keheningan, Ishtar menunggu kehadiran Marduk. Namun, di balik keintiman cinta yang tercipta, tersembunyi misteri yang tak terduga. Cemburu dan barang-barang yang menghilang tanpa jejak, Ishtar menemukan dirinya terjerat dalam alam pikiran yang semakin membingungkan. Apakah Marduk benar-benar datang, atau apakah kehidupan yang ia percayai hanyalah bayangan dari kenangan yang pudar?

Cerita Pendek Kedua: Kala Hara Menyatakan Cinta
Dalam pencarian Hara akan arti sejati kehidupan, keheningan pernikahan membawanya pada pertemuan yang tak terduga. Namun, apa yang dimulai sebagai cerita kesepian yang umum, memperkenalkan sosok misterius yang dapat mengisi kekosongan dalam hati Hara. Antara cerita kehilangan dan keinginan untuk ditemukan, dapatkah Hara menemukan kehangatan cinta yang sejati?

Cerita Pendek Ketiga: Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam?
Cinta Han dan Eren mengalami ujian tak terduga, terperangkap dalam gelombang tragedi yang mendera. Namun, dalam keheningan penuh pertanyaan, muncul sesuatu yang tak terduga: Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam? Dalam rahasia ini, yang tersembunyi di balik kerusuhan dan kehilangan, kita menyaksikan munculnya suatu keajaiban. Cerita ini menjadi alur yang menggetarkan makna harapan dan keberanian, di mana cerita Timun Mas bukan hanya simbol, melainkan kunci rahasia untuk memahami keterkaitan antara kehidupan dan nasib yang begitu misterius.

Cerita Pendek Keempat: Paranoia
Dalam perjalanan konferensi dokter gigi se-Asia, seorang dokter gigi terjebak dalam labirin paranoia di Myanmar. Di antara imigrasi yang membingungkan, simbol agama yang disalahartikan, dan rahasia tersembunyi, cerita ini menyelidiki ketidakpastian identitas dan kepercayaan. Apakah simbol agama selalu mencerminkan kebaikan?

Cerita Pendek Kelima: Segala Sesuatu yang Tak Pernah Terjadi
Cinta yang menghantui Lakshita, membawanya melewati ritus pemakaman dan kegelapan pernikahan. Dalam alur misteri yang berkembang, rahasia gelap terungkap, memperlihatkan bahwa tak semua yang terjadi adalah seperti yang terlihat. Apakah perpisahan adalah jawaban yang sebenarnya?

Cerita Pendek Keenam: Rahasia Keempat
Sebuah keluarga yang terbungkus rahasia. Menjelang pernikahan, tabir keluarga terbuka, mengungkapkan kompleksitas hubungan yang penuh intrik. Dalam dunia yang penuh dengan kepalsuan, satu rahasia mungkin belum cukup. Apakah segala sesuatunya selalu seperti yang terlihat?

Cerita Pendek Ketujuh: Prosesi Kematian yang Sempurna
Kehidupan keluarga yang tampak begitu sempurna dan berkelas menyimpan rahasia kelam yang tersembunyi di balik tirai kemewahan. Di tengah prosesi kematian yang diatur sedemikian rapi, terdapat ketidakharmonisan yang merayap ke permukaan. Bisakah kita menilai sebuah kehidupan dari prosesi kematian yang terlihat begitu sempurna?

Cerita Pendek Kedelapan: Pembersih Jejak Kematian
Senyuman yang terpancar dari wajah Hujan adalah tirai tipis yang menyembunyikan derita yang mendalam. Norman, pembersih jejak kematian profesional, menemukan bahwa di balik kebahagiaan yang terlihat selama hidup, Hujan menyimpan penderitaan yang tak terduga. Bagaimana kita bisa memahami beban yang dibawa oleh setiap senyuman?

Cerita Pendek Kesembilan: Tarian Kematian Ngengat
Alur cerita yang kompleks menyajikan sebuah narasi penuh intrik keluarga. Katya, dipaksa hidup dalam ketidakadilan, merencanakan pembalasan dendam yang meruncing pada sebuah kutipan: “Mata dibalas mata, tangan dibalas tangan, nyawa dibalas nyawa.” Namun, dalam gelapnya cerita ini, balas dendam membawa akibat yang tak terduga dan tragis. Bagaimana rahasia kelam keluarga dapat meruntuhkan seluruh kehidupan?

Cerita Pendek Kesepuluh: Pukul Sembilan hingga Lima Petang
Cinta membara antara seorang dokter hewan dan pemilik toko bunga terungkap. Di tengah kehangatan cerita romantis mereka, sebuah keputusan tegas dilemparkan, mengakhiri hubungan yang penuh tantangan. Bagaimana cinta yang panas ini merajut takdir mereka berdua?

Cerita Pendek Kesebelas: Ibu, Apa Kabarmu Hari Ini?
Di bawah bayang-bayang kekerasan sejarah tahun 1965, Ningsih terdampar dalam pusaran tragedi yang merubah takdir keluarganya selamanya. Penculikan ibunya menjadi pintu gerbang bagi cerita kelam dan rahasia yang terpendam. Di antara ketidakpastian dan kerumitan hidup, bisakah Ningsih menemukan jawaban terhadap pertanyaan yang menyiksa, “Ibu, apa kabarmu hari ini?”

Cerita Pendek Kedua Belas: Tawa Luisa
Dalam sorotan hidup Luisa, seorang wanita tegar dengan sarat tawa, terbongkarlah rahasia yang tak pernah diduga. Di balik setiap riuh tawa Luisa, tersimpan luka yang tak pernah terungkap. Adakah ruang bagi kebahagiaan sejati Luisa?

Cerita Pendek Ketiga Belas: Sebuah Usaha Menulis Cerita
Alina Karina, seorang penulis di dunia kepenulisan yang keras, menghadapi penolakan dan kenyataan pahit. Dalam perjuangannya, ia bahkan terpaksa menjajakan tubuhnya untuk bertahan hidup. Di antara mimpi dan kenyataan, bagaimana Alina menemukan arti sejati dari keberanian dan kebahagiaan?

Cerita Pendek Keempat Belas: Duduk dan Dengarkan Ibu
Dalam cerita ini, Mahesa, adik yang terjebak antara cinta keluarga dan impian pribadi, menghadapi pilihan sulit. Kehidupannya yang terombang-ambing antara kasih sayang ibu dan panggilan jiwa menjadi konflik emosional yang mencekam. Dalam intrik plot dan karakter-karakter yang kompleks, apa arti sebenarnya dari pengorbanan dan keluarga?

Cerita Pendek Kelima Belas: Hantu-Hantu Pembual
Dalam keceriaan dongeng, Hana, sosok pendongeng misterius, dengan lantang mengakui bahwa seringkali hantu-hantu merasuki dirinya, menjadi narator langsung ceritanya. Seorang penulis cerita anak-anak, terpikat oleh daya tarik tak terduga dalam kekuatan naratif Hana, memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut. Ketika keduanya bertemu untuk makan malam, rahasia besar terkuak melalui cerita tragis yang disajikan Hana mengenai Pieter de Houtman. Sebuah pengungkapan yang tak terduga dan memilukan yang bisa mengubah segalanya. Apakah mereka dapat menghadapi kebenaran yang terungkap?

Cerita Pendek Keenam Belas: Hikayat Pengelana dan Bualan Tak Masuk Akal
Andung Manih mengisahkan hikayat keluarganya kepada sang anak, bahwa pengelana pernah memberikan sebuah ramalan yang mendorong keluarga untuk menjauhi laut, menyebabkan perubahan dari nelayan menjadi peladang. Di tengah bualan tak masuk akal dan ketidakpastian, sang anak harus memilih antara mendengarkan nasihat ibunya atau menghadapi kebenaran yang mungkin akan mengubah hidupnya selamanya. Apakah ia akan mempertahankan nilai-nilai keluarga atau meraih takdirnya sendiri?

Cerita Pendek Ketujuh Belas: Semusim
Dalam alunan cerita cinta yang membara, sepasang anak Adam dan Hawa disuguhkan dengan rencana yang sudah diatur rapi untuk bersama. Namun, bayang-bayang misteri takdir menjelma sebagai pengiring setia hubungan mereka. Ketika kelihatannya segalanya terpapar dalam kesempurnaan, sebuah pertanyaan mendasar merayap ke permukaan: Apakah takdir akan merestui cinta mereka, memungkinkan impian indah itu menjadi kenyataan, ataukah takdir dengan diam-diam menghancurkan segalanya?

Cerita Pendek kedelapan Belas: Apa Yang Paul McCartney Bisikkan di Telinga Janitra?
Janitra muncul sebagai sosok misterius dengan keunikan yang menarik. Di balik senyumannya yang tenang, terdapat lapisan rahasia yang mendalam, menciptakan semacam semesta tersembunyi yang tak terduga. Seolah menyimpan puzzle-puzzle kehidupan yang terlipat rapi, Janitra membawa kita dalam perjalanan yang tak terduga. Di momen yang penuh misteri, Paul McCartney muncul sebagai elemen kunci yang memperumit cerita. Apa Yang Paul McCartney Bisikkan di Telinga Janitra?


Jangan lewatkan kesempatan untuk mengintip pesan mendalam yang tersembunyi di setiap lembaran cerita pendek di buku Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam? dengan mengunjungi link berikut ini: Klik di sini!


Sasti Gotama, dengan kepiawaian dalam gaya penulisannya, menciptakan buku Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam? sebagai perjalanan mengasyikkan melalui dunia cerita pendek yang dipenuhi dengan kejutan dan nuansa yang tak terduga. Dari halaman pertama, saya langsung terpikat oleh pesona setiap cerita pendeknya, dan keindahan naratifnya menjauhkan momen kebosanan dari pengalaman membaca saya. Keantusiasan saya terus memuncak seiring perjalanan saya menyelami kedelapan belas cerita yang dihubungkan begitu apik oleh penulis.

Keunggulan buku ini sungguh terlihat jelas ketika kita menjelajahi kedalaman latar setiap cerita pendeknya. Sasti Gotama tidak hanya pandai dalam menyusun kata-kata, tetapi juga mahir dalam membangun dunia fiksi yang begitu nyata dan mengundang pembaca untuk merasakan setiap nuansa. Elemen-elemen kecil seperti pepohonan dan bunga-bungaan tidak hanya menjadi hiasan, melainkan bagian integral dari cerita yang menciptakan atmosfer unik di setiap penggambaran.

Selain itu, kepiawaian penulis dalam mengeksplorasi nuansa sosial dan budaya memberikan dimensi tambahan yang membuat cerita-ceritanya menjadi lebih dalam dan memikat. Melalui cerita-ceritanya, Sasti Gotama mampu membawa pembaca berkeliling, tidak hanya fisik tetapi juga secara emosional, sehingga kita seolah-olah terlibat langsung dalam kehidupan karakter-karakternya.

Detail latar yang disajikan dengan cermat membuka pintu dunia yang lebih luas, dan ini merupakan salah satu aspek yang membuat buku ini begitu istimewa. Saya merasa seperti mengunjungi tempat-tempat tersebut secara langsung, seakan-akan membiarkan imajinasi saya menyatu dengan realitas yang digambarkan oleh penulis. Ini adalah pengalaman membaca yang lebih dari sekadar menyimak kata-kata, melainkan sebuah perjalanan yang menggetarkan dan mendalam.

Penokohan karakter di setiap cerita buku ini sungguh mengagumkan, mampu menghadirkan karakter-karakter yang tak hanya terasa hidup tetapi juga autentik. Setiap tokoh memiliki dimensi yang kompleks, membuat pembaca dapat merasakan konflik internal dan perubahan yang dialami oleh setiap karakter. Penggunaan sudut pandang yang berbeda-beda dan unik dalam setiap cerita menjadi salah satu keunggulan buku ini. Sasti Gotama berhasil memanfaatkan variasi sudut pandang untuk memberikan perspektif yang berbeda pada setiap cerita, menambah kekayaan naratif dan memperdalam pengalaman membaca.

Meskipun buku ini memiliki kekurangan, seperti kesalahan penulisan di halaman 66 yang seharusnya kata “hujan” ditulis dengan huruf kapital, namun kelemahan tersebut terasa kecil jika dibandingkan dengan keunggulan dan keindahan keseluruhan karya. Meskipun demikian, harapan saya adalah agar penulisan seperti ini dapat diperbaiki guna meningkatkan kelancaran perjalanan membaca bagi pembaca yang membutuhkan konsistensi dalam detail penulisan.

Dalam perjalanan menyelami keindahan buku Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam?, cerita pendek “Sebuah Usaha Menulis Cerita” menonjol sebagai salah satu puncak cerita kesukaan saya. Terikat oleh sudut pandang yang unik dan kejutan yang mengejutkan, cerita ini memberikan dimensi baru dalam pengalaman membaca saya. Dari awal hingga akhir, penulis dengan cermat membangun suasana yang memikat dan menawarkan alur cerita yang memanjakan pikiran.

Penggambaran kehidupan Alina Karina sebagai seorang orang tua tunggal yang bekerja keras dalam dunia kepenulisan, dengan segala kesulitannya, memberikan sentuhan realisme yang kaya makna. Lebih jauh lagi, melalui kekayaan detail dan karakter-karakter yang kuat, “Sebuah Usaha Menulis Cerita” menyampaikan pesan bahwa kehidupan sering kali penuh tantangan, terutama di dunia kepenulisan. Alina Karina sebagai tokoh utama membawa kita menyelami kehidupannya yang kompleks, terjebak antara impian dan kenyataan.

Dengan segala kompleksitas dan kedalaman yang disajikan, buku ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga suatu pengalaman pembacaan yang menggugah dan memikat. Oleh karena itu, dengan semangat yang membara, saya dengan tulus merekomendasikan buku ini kepada semua pembaca yang menghargai karya sastra yang mampu menyentuh hati dan pikiran. Dalam Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam?, Sasti Gotama berhasil menciptakan karya yang tak hanya mendalam tetapi juga memperkaya jiwa pembacanya, membuktikan kualitasnya sebagai seorang penulis yang luar biasa.
Profile Image for Mutia Senja.
75 reviews9 followers
April 3, 2022
Banyak orang, kukira, menyukai kejutan—ini yang saya temukan dalam cerpen-cerpen Mbak Sasti. Cerpen paling 'berhasil' membuat keterkejutan bagi saya adalah "Rahasia Keempat". Kumcer 114 halaman berisi 18 cerpen ini telah mendapat penghargaan Hadiah Sastra Rasa 2022 maka saya tertarik membacanya. O iya, saya menemukan komentar Goodreads terkait buku ini, bahwa terlalu sering membangun plot twists di akhir cerpen ternyata membuat beberapa pembaca jenuh. Namun, saya tak mempermasalahkannya.
Profile Image for Yuu Sasih.
Author 6 books46 followers
December 8, 2020
3,5 bintang.

Kumcer yang bagus sekali, keseluruhannya membahas tentang isu jender di banyak negara yang sebenarnya juga terjadi di Indonesia, hanya saja saya merasa pola bertuturnya selalu sama dan mengandalkan plot twist di akhir, jadi terkadang terasa menjenuhkan, tetapi penyusunan kalimatnya ringan dan padat.
Profile Image for raafi.
933 reviews453 followers
August 27, 2023
Di awal menulis ulasan ini, saya berpikir apa yang bikin saya membaca buku dari pengarang ini. Mungkin karena ada kata-kata “kucing” di judulnya sehingga saya tertarik. Atau mungkin karena saya sedang mencari pengarang yang menulis karya-karya cerita pendek, sementara sebagian besar kumpulan cerpen lokal yang saya baca/miliki bukunya kebanyakan dari pengarang laki-laki.

Perkenalan dengan Sasti Gotama membuat saya dimabuk kepayang oleh teknik penulisannya. Begini, menurut saya, keahlian itu didapat melalui satu dari dua cara: (1) bakat yang memang sudah dimiliki sejak belia atau (2) latihan yang terus-menerus dilakukan sampai jago. Nah, bagi saya, Sasti adalah pengarang yang memiliki keahlian dengan cara kedua.

Saya berasumsi seperti itu karena unsur cerita-cerita yang dibuatnya amatlah terstruktur, ditambah dengan pemilihan topik/isu yang “kritis”, serta dekat dengan pengarang sebagai seorang perempuan. Dan melalui cara yang mana pun, buat saya sama saja; Sasti bikin saya menyukai karya-karyanya.

Hanya saja, saya melihat ketidakautentikan dalam karya-karya pengarang. Mungkin karena sudah memiliki keahlian yang mumpuni, pengarang bisa mencatut cerita dari ras dan/atau kelompok lain di luar dirinya. Sebenarnya ini masih bisa diperdebatkan, tapi akan lebih autentik (dan saya juga akan lebih mengapresiasi) jika terdapat kedekatan pengarang dengan apa yang dikarangnya. Di buku ini, setidaknya yang saya ingat, ada tokoh yang beretnis tionghoa, ada tokoh Asia Selatan berlatar di Bangladesh, dan sepertinya ada juga yang dari Russia. Mungkin pengarang memang suka bermain-main dengan tokoh, latar, dan isu dari “dunia luar”.

Hanya saja yang kedua, saya melihat pengarang terlalu sering menggunakan majas/perumpamaan. Sebenarnya, saya tidak masalah dengan itu. Namun, saya sampai bisa mencirikannya karena hadir setiap 1-2 paragraf sekali. Beberapanya cukup bikin saya terkesan, tapi tidak sedikit yang bikin saya hah-heh-hoh (bisa berkonotasi negatif atau positif). Dua contoh cuplikan dengan perumpamaan yang bikin hah-heh-hoh:

“Bagi saya, ia beristri atau tidak, tak menjadi soal. Saya ingin mencintai seperti kantong silika dalam kotak sepatu: selalu memberi, tanpa perlu diakui. Walau akhirnya dibuang, ia tak pernah merasa menyesal.” (hlm. 17)

“Pelaut-pelaut dari keluarga kami tak pernah tersesat asalkan langit tiada awan dan warnanya sekelam bokong wajan.” (hlm. 121)


Salah satu cerita yang saya sukai adalah cerita berlatar '98 dengan sisipan legenda Timus Mas yang menyeret-nyeret si paling antagonis Buto Ijo. Pertanyaan dasar kenapa Buto Ijo termasuk antagonis padahal ia cuma mau menagih janjinya kepada Mbok Randa bikin saya mengangguk-angguk kepala setuju. Saya berdecak kagum karena peng-apple-to-apple-an antara tokoh utama cerita dan Buto Ijo itu amat sangat jenius.

Sisanya, pembaca diajak “berdansa” dengan praktik-praktik patriarki yang memuakkan dan menyesakkan. Satu lagi pengarang cerpen perempuan yang boleh jadi akan saya baca karya berikutnya.
Profile Image for Alfin Rizal.
Author 10 books51 followers
June 15, 2025
Hampir semua cerita di buku ini adalah jebakan yang dirancang dengan cermat: narasinya terasa dibangun pelan, kadang absurd, kadang getir, lalu ditutup dengan satu-dua paragraf mengejutkan.

Bagian paling menyenangkan dari membaca cerpen-cerpen di buku ini adalah kekonsistenan Sasti untuk menjaga ketegangan pada setiap cerita. “Kala Hara Menyatakan Cinta” adalah contoh terbaik. Kisah yang dengan narasi ajaibnya memasukkan asumsi di kepala pembaca lalu menghancurkannya begitu saja. Cerita itu tak hanya mengejutkan, tapi juga menyedihkan dalam keheningan yang sekaligus.

Hal serupa terjadi dalam “Rahasia Keempat” dan “Prosesi Kematian yang Sempurna”, di mana pembaca dibimbing dengan lembut, bahkan manis, hanya untuk dihantam oleh kenyataan yang brutal dan tidak terduga. Teknik semacam ini, kukira, bukan sekadar plot twist; ia adalah strategi retoris yang menelanjangi asumsi kita; bahwa dunia ini bisa ditebak, bahwa kebaikan pasti menang, bahwa tubuh-tubuh perempuan akan selalu aman.

Di balik gaya naratif yang taktis, Sasti menyisipkan isu-isu sosial yang tajam: patriarki, kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, tekanan psikologis, serta problem relasi antara tubuh, agama, dan negara. Banyak tokoh perempuannya adalah figur-figur yang terpinggirkan; mereka bicara dalam bisik atau diam sama sekali, tapi selalu membawa trauma dan keberanian yang samar.

Dalam “Ibu, Apa Kabarmu Hari Ini?”, misalnya, luka antar generasi perempuan tampil begitu halus, seolah mewakili seluruh sejarah bisu sekaligus pembungkaman yang diwariskan tanpa sempat benar-benar dituturkan.

Secara keseluruhan, aku menyukai dan merekomendasikan buku ini.

Bacaan ke-30 di 2025.
#alfinrizalisme #sastigotama #mengapatuhanmenciptakankucinghitam
Profile Image for Meta Morfillah.
679 reviews23 followers
October 4, 2025
Judul: Mengapa Tuhan menciptakan kucing hitam?
Penulis: Sasti Gotama
Penerbit: Diva Press
Dimensi: 144 hal, cetakan pertama 2020, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786232938526

Saya tertarik membaca karya penulis sebab bukunya yang berjudul "Corpus Uterus" sering berseliweran direview teman dan ratingnya bagus. Jadi, saya cari di semua perpustakaan digital yang saya miliki, nama penulis. Di ipusnas saya mendapatkan 2 karya, salah satunya ini.

Setelah membaca 18 cerpen yang tersaji di buku ini, saya jadi paham mengapa banyak yang menyukai karya penulis. Sebab tulisannya ringan tapi kritik sosialnya tajam, alurnya seakan tertebak tapi di akhir mengejutkan. Bahkan sedari judul membuat saya bertanya apa maksud tulisannya, dan seringkali baru terjawab saat mencapai titik penutup cerita.

Meski saya suka semua cerita, tapi ada 2 yang meninggalkan kesan dalam bagi saya, yaitu cerpen "Rahasia keempat" dan "Prosesi kematian yang sempurna". Saat ending kedua judul itu, saya terbelalak memastikan plot yang dimaksud. Sampai saya baca lagi 2 kali. Shock.

Saya jadi tertarik dengan penulisnya, sebab sering memakai nama India atau Cina, seperti bukan WNI, tapi latarnya Indonesia. Ternyata setelah mencaritahu, penulisnya asli Indonesia, seorang dokter wanita berhijab. Wah, keren, sih!

Cocok dibaca bagi yang suka kritik sosial (isu patriarki, seksualitas, plagiasi, dll) dalam bentuk cerpen dengan banyak plot twist ending, terutama wanita.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku
#kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #jagoankomplek_oktober #mengapatuhanmenciptakankucinghitam #sastigotama #metamorfillah #fiksi
Profile Image for Callista Marsyah.
36 reviews
July 7, 2025
guys... ini judulnya tidak secara harfiah menjelaskan tentang isinya yah T_T isinya tidak segemas covernya. bukan... bukan cerita yang lemah lembut tentang kucing. BUKAAAAN PLEASE BE MINDFUL KALAU MAU BACA SUMPAH BANYAK YANG TRIGGERING. death, emotional abuse, mental illness, men (lol jk) (tapi jujur penokohan laki-laki di beberapa cerpennya tuh bener-bener bikin emosi).

hmmm sebetulnya banyak bagian dari cerita atau alurnya yang ngga aku terlalu ngerti. lumayan bikin bingung (ditambah aku baca sekali duduk pinjam bukunya di perpus u_u). soalnya menurutku, sebagai pembaca kita bener-bener dikasih ruang buat nyimpulin sendiri gimana akhir ceritanya... tapi justru itu juga yang bikin menarik dan seru!!! terus, pokoknya tiap nyampe di paragraf terakhir setiap cerpennya tuh pasti langsung "...HAH??" JUJURRRR SERUUUU. lagi-lagi secara garis besar, isi dari cerpen-cerpen di sini adalah feminisme, kekerasan, posisi perempuan dalam masyarakat patriarkal, perselingkuhan, kematian.

t-t-tapi ada beberapa yang cukup heartwarming (walaupun di akhir plot twist DUARRRR) kok, guys... 🥺 kayak: “Manisku, hidup itu bukan masalah berapa lama, tapi bagaimana kau menikmatinya. Jika kau adalah parkit yang memunguti jerami dan ranting, maka aku akan menjadi pohon tempatmu membangun sarang.” HUAAAAAAAAAAAA.
Profile Image for Clubafdragon.
4 reviews
January 4, 2023
Quote favorit:
- Manusia itu berbohong. Atau karena berbohong itulah ia disebut manusia. Hlm 12 (Menunggu Marduk Datang)
- Tuhan, sebuah perpisahan tak pernah mudah bagi perempuan. Orang-orang akan memandang hina dan menyalahkannya. Ia akan dianggap perempuan jalang yang tak sudi mengabdi kepada tuannya. Hlm 46 (Segala Sesuatu yang Tak Pernah Terjadi)
- Banyak hal-hal di dunia ini yang menjadikan kepercayaan sebagai pembenaran dan dijadikan pembela kepentingan. Hlm 54 (Rahasia Keempat)
- Wanita selalu butuh kepastian bahwa ia memang dicintai. Hlm 78 (Pukul Sembilan hingga Lima Petang)
Tak mengambil keputusan pun juga akan menyesal. Tapi hidup adalah pertemuan dengan ribuan kemungkinan, dan smeua tergantung keberanian dalam menghadapi tantangan. Jadi, biarkan kulempar daduku. Hlm 130 (semusim)

Cerpen favorit:
- Pembersih Jejak Kematian
- Tawa Luisa

Semua cerpennya bagus dan mengandung plot twist. Aku cukup menikmati semua cerpennya. Overall rekommended, bintang 4.3/5 dari aku.
Profile Image for Laven.
347 reviews14 followers
March 6, 2023
"Kadang, siapa yang salah, tidak bergantung pada siapa yang benar-benar berbuat. Jika kelompokmu dianggap bersalah, maka kau pun bersalah. Entah kita itu kutu di tambut buto ijo, atau sekadar panu di kulitnya, kita tetap dianggap bagian dari buto ijo."

Buku ini berisi kumpulan cerita tentang bagian 'hitam' kehidupan. Tentang rahasia, kematian, kelahiran, perselingkuhan, patriarki dan hal-hal lain yang cukup akrab dalam kehidupan para pembacanya.

Sang hantu Hujan yang akhirnya dapat tersenyum hingga matanya, mengenai hancurnya jiwa Luisa, hingga Alina Karina. Setiap bagian dengan kisah hidup baru, konflik dan kemungkinan baru yang terkadang berhasil membuatku terkejut.
Profile Image for Bahar Agastya.
27 reviews1 follower
August 10, 2023
Bagi Saya Cerita-Cerita Yang Disajikan Sukses Mengugah Rasa
Cerita yang ditulis oleh Sasti Gotama memiliki berbagai keunikan dengan suasana yang mampu memainkan emosional. Beberapa cerita juga mencoba memainkan peran "pembaca" untuk masuk dan membayangkan berada pada sudut pandang karakter utama. Setelah membaca sampai dengan akhir, saya kerap menemukan keunikan dan gaya dari penulis, yang selalu memberikan "tanda tanya" dan interpretasi pembaca di setiap akhir cerita. [] Ceritanya pun tak tanggung-tanggung, penulis mengangkat isu-isu konflik kemanusiaan, permasalahan sosial masyarakat, cinta-hubungan, kebebasan dan penindasan hingga kehidupan-kematian.
Buku ini layak mendapatkan lima bintang dari saya.
Profile Image for Zia Nazaliah.
146 reviews4 followers
March 28, 2024
3/5

Aku kira buku ini tentang “mengapa tuhan menciptakan kucing hitam”, ya literally bahas tentang itu. Ternyata tidak. wkwk. Tebakanku salah. Buku ini berisi cerpen yang berbeda-beda setiap babnya dengan hanya 144 halaman, bisa dibaca sekali duduk sih. Tapi, untuk topiknya banyak dari cerita atau alurnya itu tidak aku pahami, cukup membingungkan, benar-benar itu gimana pembaca yang menyimpulkan sendiri giman akhir ceritanya. Ada juga beberapa cerpen yang jadi favorit aku karena mengandung plot twist di akhir. Kek wow kejutan. Buku ini membahas tentang feminisme, kekerasan, perempuan, patriarki, perselingkuhan, pokoknya bagian-bagian menyedihkan dalam hidup. Kalo penasaran baca aja sih ^^.
Profile Image for Raditya Nandiasa.
137 reviews1 follower
August 4, 2024
⚠️ TW: murder, rape, sexual harassment, cheating, domestic abuse, violence

Judul: Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam
Penulis: Sasti Gotama
Rate: 4.5/5

Delapan belas cerita pendek di dalam buku ini berisi berbagai isu, seperti patriarki dan rasisme, dan diakhiri dengan plot twist. Beberapa cerita dapat diduga bagian akhirnya namun cerita lainnya cukup sulit ditebak. Menggunakan latar kehidupan sehari-hari yang dekat sehingga pembaca dapat mudah terpengaruh pada jalannya kisah. Penulis pandai menggunakan diksi yang puitis untuk merangkai kalimat demi kalimat. Cerpen favorit saya adalah yang dijadikan judul kumcer ini, yaitu Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam, mengenai korban kerusuhan Mei 1998.
Profile Image for July.
71 reviews2 followers
May 16, 2023
Awal nemu buku ini di Ipusnas dan iseng baca karena lumayan banyak yang antri. Bodohnya aku, kirain ini cerita non fiksi tentang semangat menjalani hidup gitu, taunya kumpulan cerpen.

Walau ga ekspektasi apa pun, tapi nggak nyesel ikut antri dan baca ini. Dari kumpulan cerpen ini diajak keliling Indonesia, bahkan keliling dunia haha. Trus juga pas baca ada perasaan sedih, kesal, bahkan senang ketika seseorang pada akhirnya meninggal.

Bintang 4 soalnya terkadang agak sulit buat aku mahamin bacaannya dan harus baca berulang biar tahu maksudnya.
Profile Image for Lisa Alvianne.
Author 2 books4 followers
November 3, 2023
if only the characters didn't seem like they were playing different roles in each short story, I would give this book five stars. for me the characters' storytelling styles and patterns in this book are all too similar, as if they're basically a single person-merely playing a role. the style itself wasn't necessarily a problem! in fact, I like that kind of writing style the most. i just think it would've been great if the entire thing didn't feel like it was being played by the same person, over and over again.
Profile Image for Ika Putri.
65 reviews1 follower
January 12, 2023
Jadi dalam buku ini berisi kumpulan cerpen2 yang tiap ceritanya mengangkat isu-isu sensitif seperti transgender, perselingkuhan, kesepian, kesetaraan gender, plagiarisme tapi dikemas dalam cerita dan gaya bahasa yang gak umum, dalam artian tiap isu2 yang dibawa disajikan dengan alur cerita yang unik dan gak disangka-sangka.

Yang paling seru baca buku ini adalah tiap baca kalimat terakhir di ending tiap cerpen wkwk plotwist banget dan diluar dugaan.
Profile Image for Caca.
202 reviews8 followers
January 18, 2024
Awalnya sempet bingung sama buku ini, sebenernya baca buku ini cuman iseng aja.
Ternyata ini kumpulan cerpen. Pas baca ini isu yang diangkat dari kehidupan sehari-hari, kegelapan pada diri seseorang.

Ga luput deh dari masalah rumah tangga, perselingkuhan, patriaki, hubungan antar sesama manusia. Bahkan ada beberapa cerpen yang bisa bikin aku kaya HAH 😭😭😭😭

Memang banyak banget plot twist di buku ini, tapi aku sendiri ga masalah selama aku masih bisa nikmati baca ini.
Profile Image for Feiren.
63 reviews
December 2, 2024
Seharusnya, kumpulan cerpen ini adalah kumpulan cerpen pertama karya Sasti Gotama. Namun, beberapa cerpen membawa kesan tersendiri seperti kumpulan cerpennya yang lain, “B”.

Topik dalam cerpennya mengangkat isu atau masalah tak jauh dari masyarakat. Namun, sebagaimana ciri khas dari penulisan penulis, cerpen-cerpennya dikemas secara menarik dan penuh kiasan selalu berkaitan. Kadang latar cerita tak hanya itu melulu. Sasti berani coba bereksperimen untuk membawa latar cerita yang berbeda.
Profile Image for Silvia Okta.
97 reviews
February 10, 2023
4.5/5

Salah satu buku yang bikin penasaran dan tidak bisa berhenti baca. Buku ini merupakan kumpulan cerpen yang mengangkat isu sosial, banyak hal yang disinggung seperti; pelecehan, ketidakberdayaan dibawah kekuasaan yang lebih besar, hubungan keluarga, dll. Tiap cerpennya memiliki ending yang mind blowing. Sangat merekomendasikan buku ini.
Profile Image for Rahman.
171 reviews22 followers
January 25, 2024
Terus terang tak ada cerpen yang tak menyenangkan dalam buku ini. Semua ditulis dengan singkat, padat, diiringi diksi dengan tipe yang kusuka. Tapi kalau menurut selera pribadiku, cerpen-cerpen yang sangat kusukai dibanding cerpen lainnya adalah:
- Paranoia
- Sebuah Usaha Menulis Cerita
- Semusim
Profile Image for Cinta.
20 reviews
March 17, 2024
Highly recommended buat yang suka tema isu-isu sosial. Tapi, memang beberapa isu yang diangkat tergolong cukup sensitif. Dan hampir di semua akhir cerpen ada plot twist, sempet baca review di goodreads, katanya terlalu banyak plot twist cukup menganggu. Tapi, menurutku ngga, aku masih bisa enjoy dengan kejutan di setiap akhir cerita.
Profile Image for ❦.
202 reviews6 followers
August 28, 2024
Isi ceritanya manteb-manteb bat bro 🤯 walaupun di awal paragraf selalu dibikin bingung hah heh hoh tp pas sampe klimaks tuh WOY MANTEBBB BAT GOKILLL 👍🏻

My faves are 'Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam', 'Rahasia Keempat', 'Pembersih Jejak Kematian', 'Ibu, apa kabarmu Hari ini?', dan 'Sebuah Usaha Menulis Cerita'. ♡___♡
Profile Image for Abovetheclouds.
205 reviews
September 17, 2024
Senangggg sekaliii akhirnya dapat kesempatan baca buku ini diipusnas ofc dengan drama ngantri yg tak berujungnyaa, worth to readddd kumpulan cerpen yg awalnya bikin bingung tapi, penasaran ingin membaca sampai akhirrrrr rata2 ceritanya tentang perempuan dan masa2 kelam yg dilaluinyaaa benar2 dark, gabisa pilihhh cerpen mana yg paling kusukaa soalnya semuanyaaaa bagusssssss
Profile Image for Hal..
83 reviews1 follower
May 20, 2025
Gaya penulisannya enak dan cantik, tapi sayangnya tiap cerpen idenya kek repetitif. Caranya ngasih kejutan di akhir setelah memulai awal cerita dengan narasi cantik, hampir semua cerpennya pakai formula yang sama. Bacanya jadi agak bosan.
1 review
December 10, 2020
Karya tulis yang mampu membuat kita melayang seperti telur di rendaman cerita. Berada di antara ruang metafora dan realitas sosial, di perbatasan selesai dan tak selesai.
2 reviews
January 13, 2021
Satu-satunya hal yang kurang dari buku ini adalah gaya bertuturnya yang hampir sama di semua cerpen yang -kadang- membuat saya sedikit bosan.
Displaying 1 - 30 of 38 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.