Awalnya aku nggak suka karena tokoh Xxx yang kelewat ngeselin. Tapi seiring waktu terus membacanya, nggak ku sangka bakal nikmati buku ini. Drama yg dibalut dengan keputusasaan serta harapan, antara kriminalitas juga kedamaian disajikan semakin mantap.
Buku dibuka dengan seorang bayi dikolong jembatan yg dipungut oleh seorang tunawisma. Bayi itu diberi nama Haru, ia pun hidup tenda-tenda tepian sungai. Haru enggan menyebut orang yg mengasuhnya sebagai 'ayah', ia selalu memanggilnya 'oom'. Hal yg akan sangat ia sesali nantinya.
Volume ini sangat pilu untukku, kisah masa silam Haru begitu menyentuh, sebab dirinya hanya ingin bahagia. Sampai sekarang aku penasaran kenapa mendadak si oom berubah sikap saat Haru bisa memperjuangkan semuanya.
One Room of Happiness kini jadi buku yg ku tunggu kelanjutannya, soalnya masih kepo sama mukanya si Haru. Di Indonesia baru terbit 8 volume, yg mana volume selanjutnya belum terbit bikin aku gundah & nggak sabar buat baca kelanjutannya. Semoga segera rilis, Please.