Davia pernah begitu mencintai angka, sampai ia tiba-tiba terjebak di dalam dunia Roleplayer-dunia kedua yang mampu mengabulkan apa pun yang ia inginkan. Devan-kakak kelas sekaligus rekan tim olimpiade matematikanya-memaksa Davia untuk kembali pada kenyataan dengan menawarkan Davia satu kesepakatan.
Ia akan membantu Davia mendapatkan apa yang diinginkannya, secara nyata, asalkan Davia kembali fokus pada olimpiade matematika mereka. Apakah Davia akan menyetujui kesepakatan itu, atau terus bersembunyi dalam dunia keduanya?
Aku tertypu dengan covernya. Kukira bakal banyak ngomongin math ternyata ga banyak tuh (ini bisa jadi good point untuk kalian yang eneg tapi bad point untuk aku yang suka angka dkk). Ga ada tokoh yang likeable, gara-gara ini aku sempet mandek bacanya sampe 30%an. Secara konflik mungkin kalian yang masih remaja dan suka drama bully dkk bakal enjoy, tapi aku agak keganggu.
Terus kenapa aku masih ngasih 3 bintang? Keterkaitan dengan tema lomba. Dibandingkan dengan Happy Birth-Die, buku ini lebih bisa menonjolkan tema self love walaupun ga smooth-smooth amat si (terlalu banyak pengingat gamblang bahwa MC harus mencintai dirinya), tapi bisa kumaklumi. Selain itu, penjelasan tentang dunia RP yang, jangan-jangan penulis pernah ngerasain ya???? Buku ini juga seenggaknya ga dipenuhi dengan hal super cheesy - apalagi kalau chapter tambahannya ga dibaca.
Davia dan Devan! Kebetulan saya juga D, Dhea. Bisa join, nggak? Hehehehe.
Banyak yang saya dapat dari buku ini. Banyak sekali. Termasuk ketertarikan dan motivasi saya dalam belajar Matematika. Gaya nulis Kak Tamara juga superkeren, enak dibaca, ngalir, dan ngena. Dulu, konfliknya terasa sangat baru buat saya yang memang nggak terlalu suka baca novel (Hehehe). Tapi, nggak bisa dipungkiri, ternyata justru novel ini malah jadi salah satu penggerak saya buat mulai mengoleksi dan menjadi pencinta novel sekarang.
Dulu saya baca buku ini waktu masih sekolah, masih lumayan 'berteman' sama Matematika sampe akhirnya kepikiran buat ambil program studi Matematika saat kuliah.
Sekarang, Matematika dan Aljabar bener-bener jadi makanan sehari-hari. Bosen. Enek. Hahaha. Pas liburan kepikiran buat baca buku ini lagi, saya ngerasain 'perasaan' lama yang hampir hilang *Aseek, jadi agak adem ini perasaan.
fast-paced, ringan dan sangat remaja. buku ini cocok buat kamu yang baru mulai baca atau untuk remaja-remaja yang enjoy dengan cerita romance di dunia sekolah.
ngebaca ini di umur 20an, agak merasa buku ini cheesy, tapi ya that’s love in teenagers life, right?
plotnya oke, pretty light fun tapi bukan yang wow banget. jujur aku enjoy aja bacanya tapi gatau kenapa kurang suka endingnya karna aku merasa kayak terlalu ‘dipaksa’.
contemplated to give it 4, but i finally choose 3. it was nice read, light with well written characters, but it doesn't left a strong impact to me. will i reccomend it? perhaps if you need a quick easy read after reading stuby books with heavy topics
my first read in 2021! honestly a great book to start off a year because it was a light read and still have a good moral in the story, it's not that "wow" but if you want to read something light you probably wouldl like this.
Jujur novel ini oke, menonjolkan pesan buat kita untuk self love ataupun upgrade diri. Dan ya, gitu aja karena jujur ga memberikan dampak spesifik buat aku. Mungkin karena ini novel remaja yang ringan jadi yaudah.
The story was ok. Ceritanya cukup ringan. Tentang self love, body shamming, bully, love, dll. But, aku krg dapet feelnya...kurang suka alurnya. But, good job!
gemes-gemes ala-ala anak SMA. Meskipun twist di akhir terlalu maksa, lumayan juga ceritanya tentang mencintai diri sendiri—thanks to this book, kayaknya bisa mulai baca buku baru lagi
Bagus kalau mau buat baca yang ringan. I think it was cute, but it didn't give me the biggest sensation in reading this. I thought there were more correlations with numbers and algebra.. or maybe I just suck at math so I didn't see the correlation with algebra.
Favorite part in the book: “Iya, Dav. Hati lo terbuat dari apa, sih? Kenapa sebaik itu?" "Dari gumpalan darah.”