Sudah sama dimaklumi bahwa shalat adalah ibadah paling utama. Shalat menjadi penghubung langsung antara seorang hamba dengan Rabbnya. Shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Shalat adalah pelapang dada dan penyejuk jiwa, "Dan dijadikan (olehNya) shalat sebagai penyejuk hatiku." Shalat obat mujarab dari segala nestapa dan ujian dunia.
Kenyataannya? Ada banyak orang yang sudah shalat (dapatkan hanya di toko harga buku), tapi belum merasakan nikmat dan kesejukannya. Ada yang rajin shalatnya, tapi giat pula maksiatnya. Saleh saat berada di keramaian, tapi jadi ahli maksiat saat sendirian. Lalu apa yang salah dari shalat kita? Mungkin selama ini shalat kita baru sebatas gerakan dan bacaan. Tanpa pemaknaan. Lantas bagaimana agar bisa memaknai shalat? Bagaimana caranya agar bisa merasakan kenikmatannya?? Bagaimana caranya agar shalat lebih berjiwa? Jawabannya akan Anda temukan di buku ini.
Buku yang ada di tangan Anda ini akan menemani Anda bertadabbur, menyelami makna setiap bacaannya. Dikemas dengan bahasa yang mengalir, penulis akan mengajak Anda bermuhasabah. Buku yang akan membawa Anda berjalan-jalan ke taman-taman indah, memetik hikmah dari setiap pergerakannya
"... ibadah tidak disyariatkan untuk menyusahkan manusia, tetapi untuk hikmah yang agung, dan maslahat yang tak terbilang." ~ h.20
Saat ini banyak penelitian/kajian menunjukkan banyaknya manfaat dari shalat, mulai dari bacaan hingga gerakannya. Bahkan, beberapa kajian juga memperlihatkan pengaruh shalat pada kesehatan mental. Dari sinilah, tampak bahwa manfaat dan hikmah dari shalat sebenarnya kembali kepada yang melaksanakannya. Namun, realitanya shalat seringkali tidak berdampak pada kehidupan seseorang, baik lahir maupun batin. Shalat sekadar gerakan dan bacaan yang menggugurkan kewajiban.
Buku ini sebenarnya buku yang mudah dibaca tapi sepertinya paling sulit diterapkan. Tidak mudah menghadirkan khusyu’ dalam shalat, apalagi godaan syaitan yang akan terus ada membuat pikiran kita melalang buana sepanjang shalat dibanding fokus pada gerakan dan bacaan shalat itu sendiri.
Sesuai judulnya, buku ini berisi tentang makna dari gerakan dan bacaan shalat, sesuai dengan sunnah Rasul. Buku ini seolah membukakan pintu kesadaran tentang betapa agungnya makna dari setiap gerakan dan bacaan shalat.
Namun, bagi saya pribadi, buku ini cukup sulit diterapkan karena tidak mudah menghadirkan kesadaran penuh pada apa-apa yang telah menjadi rutinitas. Sejujurnya, bahasa yang digunakan cukup menampar siapa pun, tapi mungkin karena isinya bukan ilmu praktikal sehingga untuk bisa meresapi bacaan harus menggunakan hati supaya bisa betul-betul mengaplikasikan isi buku.
Terlepas dari pribadi saya yang memang belum sempurna dalam mencerna informasi yang dituliskan, buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa pun yang ingin mengenali shalat. Sesederhana mengetahui arti bacaan shalat bisa berdampak pada fokus shalat seseorang. Karena manusia akan lebih mudah memaknai sesuatu ketika dia tahu alasan dari apa-apa yang dilakukannya.
Referensi yang harus dimiliki setiap muslim. Banyak di antara kita yang hanya menganggap sholat sebagai gerakan fisik semata tanpa mengetahui arti gerakan dan bacaan-bacaan yang diucapkan.
Buku ini menjabarkan secara detil untuk setiap gerakan sholat beserta bacaannya.
Mari tingkatkan kualitas ibadah sholat kita dengan memahami secara utuh setiap gerakannya. Jangan seperti zombie yang hidup secara fisik, tapi mati secara hati.
Buku yang benar-benar bermanfaat. Semoga dari tulisan ini bisa menjadi amal jariyah bagi penulis dan semoga shalat kita semua terus menjadi lebih baik.
Dari kecil udah belajar sholat, menghafal bacaan hingga artinya, tapi ga pernah tau tujuan dan maknanya. Buku ini berisikan pengantar, persiapan sebelum shalat seperti thaharah dan menjawab azan. Bagian ketiga yaitu tadabbur bacaan shalat mulai dari berdiri hingga salam dan istigfar sesusai shalat ditutup dengan muhasabah
Bacain buku ini pas di bab 1 dan bab 2 itu ngerasa indah banget. Bacain bab 3 ini bener-bener dalem banget. Disini bener bener dijelasin seluk beluk makna dari mulai gerakan, bacaan, ubudiyah dalam ibadah. Begitu baiknya Allah kepada kita, kepada seluruh makhluk-Nya tanpa terkecuali. Dari buku ini aku jadi belajar betapa megah dan agungnya ibadah sholat.
Lebih-lebih surat Al Fatihah yang menjadi induk segala surat. Sehingga surat ini menjadi syarat sah wajibnya ibadah shalat. Sempet pengen bacain bukunya Bey Arifin yang berjudul “Samudra Al Fatihah”, ternyata buku ini juga ada mengambil referensi buku tersebut, sehingga ada keinginan untuk membaca buku tersebut. Disini juga dijelaskan tadabbur dari surat Al Fatihah. Yang isinya berisikan pujian dan doa-doa, memohon kasih sayang dari Allah, meminta petunjuk dan hidayah secara istiqamah, bahkan membaca “Aamiin” juga upaya dari bagian berdoa.
Tidak ada kecacatan dalam ibadah yang agung ini. Semua maknanya sangat indah. Ibadah yang isinya full kasih sayang-Nya kepada seorang hamba. Lantas sangatlah merugi bila seorang hamba menyepelekan ibadah shalat. Berjumpa dan berkomunikasi dengan Allah. Shalat adalah gerbang pemutus lelahnya dengan urusan dunia untuk ke gerbang nikmatnya beribadah melalui shalat. Shalat itu, diharamkan dengan takbiratul ihram, dan dihalalkan dengan salam. Takbiratul ihram adalah pintu masuk shalat, sedangkan salam adalah pintu keluar dari shalat.
Dengan shalat berarti kita memuji, mencintai Allah, merendah diri, taqwa dan tunduk pada-Nya. Dengan shalat kita telah mendoakan keselamatan kepada Nabi Muhammad, Nabi Ibrahim, orang-orang shaleh dan keselamatan untuk diri kita sendiri
Buku nya lumayan ringan dibaca. Cocok dijadikan pedoman, menambah kehusyukan dalam beribadah dan cocok banget dibaca berulang