Renata Marinka mengalami amnesia akibat kecelakaan. Hidupnya kini bagaikan kepingan puzzle yang berserakan dan penuh misteri. Ia harus mencari tahu kenapa teman-teman sekelasnya dan semua anggota Klub Buku Adikarya membencinya, kenapa makhluk berjubah hitam dan bermata merah kerap muncul dan membuatnya tak berdaya, kenapa keluarganya semakin aneh dan mencurigakan, serta kenapa semua kejadian misterius itu pada akhirnya bermuara pada satu nama: Sukma.
Dibantu Ramdan si ketua kelas, Rena berusaha menyusun kepingan puzzle itu. Namun, semua misteri tersebut terlalu gelap untuk diungkap. Sampai suatu malam, Rena menerima SMS aneh berisi tautan jangandikliknet.
Akankah Rena berhasil mengungkap semua misteri dalam hidupnya? Dan apakah Rena siap menerima kenyataan saat misteri tergelap itu benar-benar terungkap?
Lexie Xu adalah penulis kisah-kisah bergenre misteri dan thriller. Seorang Sherlockian, penggemar sutradara J.J Abrams, dan fanatik sama angka 47. Saat ini Lexie tinggal di Bandung bersama anak laki-lakinya, Alexis Maxwell.
Bercerita tentang kecelakaan lalu lintas yang menimpa Renata Marinka dan temannya Sukma, Ketika Sukma Terjaga mengisahkan kehidupan yang harus dijalani Rena seusai koma dan mengalami amnesia. Dibantu Ramdan si ketua kelas, Rena berusaha mencari tahu kenapa teman-teman di sekolah sangat membencinya, kenapa keluarganya yang mulanya tampak harmonis mulai terasa aneh dan mencurigakan, lalu kenapa juga ada sesosok makhluk berjubah hitam dan bermata merah yang terus muncul dan menghantuinya. Semua misteri yang ada tampaknya bermuara pada satu nama yang sama, yang masih belum juga tersadar dari koma: Sukma, hingga suatu hari Rena menerima sebuah SMS berisi tautan jangandiklik.net.
Sedari awal, buku ini sudah dimulai dengan seru dan cukup menegangkan. Saya pribadi berhasil dibuat penasaran dengan masa lalu Rena yang sepertinya cukup kelam. Bayangin aja, baru aja tersadar dari koma, Rena sudah harus berhadapan dengan hal-hal aneh yang hanya dia sendiri yang bisa lihat. Ditambah lagi, teman-teman sekelasnya gak ada yang bersimpati dan justru benci banget sama Rena. Rasa penasaran saya pun bangkit. Sesalah apa sih Rena di masa lalu sampai semua orang menuduh Rena pura-pura amnesia?
Ketika setiap misteri yang ada mulai terungkap, saya malah semakin kepingin tahu lebih dalam lagi tentang masa lalu Rena dan Sukma. Di buku ini keduanya memang digambarkan seperti bumi dan langit: Rena yang tampak sempurna dengan kecantikan, kepintaran, dan kesupelannya, sedangkan Sukma yang lebih pendiam dan tidak dikenal orang kalau bukan karena teman sebangkunya Rena. Meski memang karakter utamanya tidak terlalu banyak, saya merasa konflik antar tokohnya sudah dapet banget. Saya bahkan ikut merasa tegang sewaktu konfliknya semakin memuncak.
Walaupun menurut saya percakapannya agak terlalu baku (mungkin kalau dibuat lebih ringan bakal tetap oke), saya betul-betul menikmati buku ini, terlebih twist di bagian tengah menjelang akhir yang betul-betul gak terduga. Saya jujur suka banget twist ini dan caranya diungkapkan. Penjelasan dan penyelesaian konfliknya pun menurut saya cukup masuk akal dan secara keseluruhan oke.
Overall, saya sangat menikmati perjalanan saya mengungkap misteri di buku Ketika Sukma Terjaga ini.
"... 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘢𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩, 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘶𝘳𝘶𝘬, 𝘥𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳. 𝘐𝘺𝘢, 𝘬𝘢𝘯?" "𝘓𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘵𝘶. 𝘎𝘶𝘦 𝘮𝘢𝘶... 𝘭𝘰... 𝘮𝘢𝘵𝘪!" —Ketika Sukma Terjaga karya Dadan Erlangga dan Lexie Xu hlm. 215 Hai, Kawan. Penggalan dialog di atas ditujukan kepada Rena oleh seorang teman sekelasnya. Eh, tapi, kalau ngomong gitu, masih bisa disebut teman, nggak? Ceritanya, • Rena mengalami amnesia akibat kecelakaan mobil. Teman semobilnya yang bernama Sukma masih koma. • Rena mendapati keluarganya yang harmonis. Namun, seiring waktu berjalan, ternyata keluarganya begitu hancur. • Sekembalinya ke sekolah, teman-temannya begitu membenci Rena. Cuma Ramdan yang terlihat baik. • Sejak di RS, Rena dihantui penampakan makhluk halus yang menyeramkan. Kali pertama dia bertemu dengannya di depan kamar tempat Sukma dirawat. Apa yang terjadi sebenarnya? Apa yang telah dilakukan Rena yang cantik-kaya-populer-jago nulis sebelum dia kecelakaan? Dan apa hubungannya dengan Sukma? ___ Aku senang banget bisa membaca novel keren ini. Sejak awal, sudah dihadapkan pada misteri dan ketakutan. Misterinya itu dibuka lapis demi lapis dengan sangat rapi. Membuatku penasaran sebenarnya apa yang terjadi? Apalagi konon kata orang-orang, sifat Rena sebelum dan sesudah kecelakaan itu beda banget. Banyak yang menyangka itu akting belaka. Benarkah? Semua akan terungkap ketika Sukma terjaga. 😅 Horornya juga cukup membuat merinding. Tapi dikit doang, kok. Namanya juga teenlit, meskipun di sampul belakang dituliskan 17+. Mungkin itu karena ada beberapa kata-kata kasar(?) Jadi, kalau kamu penakut, tapi pengin baca horor, novel ini kurekomendasikan untukmu. 😊 Selain itu, novel ini juga banyak menyorot persoalan serta kenakalan remaja masa kini dan beberapa gambaran bagaimana menyikapinya. Jadi, meskipun ini novel misteri horor (dengan thriller juga, karena lumayan banyak adegan yang bikin tegang banget), banyak pesan moralnya, lho. Dan disampaikan dengan elegan banget.
Setelah tersadar dari koma Renata Marinka alias Rena tidak dapat mengingat apa pun. Kecelakaan mobil yang dialaminya membuat Rena amnesia. Rena kini berusaha untuk mengingat setiap keping hidupnya. Mulai dari kehidupannya, keluarganya, hingga kecelakaan yang membawanya pada kondisi ini. Untungnya ibunya kerap membantu Rena untuk mengingat setiap momen dalam hidup Rena. Rena sendiri sedikit demi sedikit sudah mulai mengingat kehidupannya yang masih terasa samar. Di depan matanya Rena melihat jika ia memiliki keluarga yang harmonis. Ini terlihat dari ibunya yang perhatian, kakaknya yang penuh canda, dan ayahnya yang pekerja keras. Selain itu teman sekolahnya pun tampak peduli terhadapnya. Kedatangan Ramdan dan Ira yang menjenguknya menjadi buktibya. Namun, ada satu fakta yang mengejutkan Rena tentang kecelakaan mobil yang dialaminya. Ia tidak sendiri saat tragedi itu berlangsung. Ada Sukma, teman sekolahnya, yang ikut menjadi korban dalam kecelakaan tunggal tersebut. Padahal Rena sudah bisa menerima kondisinya, tapi fakta jika Sukma masih koma menjadi beban tersendiri bagi Rena.
Selain fakta tentang Sukma, Rena juga mengalami hal yang janggal. Ia kerap diganggu oleh sosok-sosok misterius. Mulai dari bayangan hitam bermata merah hingga sosok wanita berambut panjang mirip dirinya. Rena kerap memberitahu dokter dan ibunya akan gangguan tersebut. Namun, dokter berkata jika itu semua hanya halusinasi Rena saja. Rena pun percaya akan ucapan dokter. Maka ia mencoba untuk tidak memedulikan apa yang dilihatnya. Akan tetapi gangguan makhluk astral itu terasa nyata apa adanya. Kehidupan Rena yang pada awalnya ia anggap sempurna nyatanya hanya ilusi belaka. Teman-teman satu sekolahnya ternyata sangat membenci Rena. Entah apa yang telah Rena lakukan pada mereka. Kini Rena hanya ingin mengetahui fakta sebenarnya akan kehidupannya. Rena yakin jika ini semua ada sangkut pautnya dengan Sukma. Di bantu Ramdan, Rena pun mulai mencari informasi tentang kehidupannya dan apa yang telah ia lakukan pada Sukma. Fakta yang terungkap ternyata tidak sesuai dugaan Rena selama ini. Apa sebenarnya yang dialami oleh Rena? Dan siapa sebenarnya sosok Sukma?
Nama Lexie Xu sudah tidak perlu diragukan lagi dalam hal menulis novel horor dan misteri. Maka saat membaca buku kedua dari seri JanganDiKlik! yang ditulis oleh Dadan Erlangga ini ekspektasi saya cukup tinggi. Ini menjadi kedua kalinya bagi saya membaca karya Dadan Erlangga. Dadan Erlangga sendiri terkenal sebagi penulis novel romansa. Dan di luar dugaan Dadan dapat menyajikan kisah horor yang tak bisa dipandang sebelah mata. Meskipun ini pertama kalinya Dadan menulis cerita horor, tapi ternyata hasilnya sungguh luar biasa. Cover bukunya sendiri masih satu nuansa dengan buku pertamanya, Rahasia Ayu. Hanya saja kali ini siluet dari bangunan rumah sakit yang menjadi pilihannya. Didominasi warna hitam ditambah ilustrasi siluet rumah sakit memberikan efek horor dan merinding. Apalagi rumah sakit sendiri memang sering menjadi tempat terjadinya peristiwa horor. Aksen warna merah pada siluet rumah sakit pun menambah betapa suram dan gelapnya cover buku Ketika Sukma Terjaga. Saya sendiri suka dengan judul bukunya yang selain memicu rasa penasaran, tapi juga terasa pas dengan jalan ceritanya.
Cerita horor dan misteri yang dimasukkan dalam kehidupan remaja menjadi tema dalam Ketika Sukma Terjaga. Bagaimana Rena yang baru sadar dari koma harus dihadapkan pada kenyataan jika ia mengalami amnesia. Rena yang terlihat sempurna dengan paras yang rupawan, keluarga yang harmonis, dan prestasi yang cemerlang, ternyata amat sangat dibenci oleh teman-teman sekolahnya. Bahkan mereka menganggap jika Rena hanya pura-pura amnesia. Tidak hanya itu Rena juga kerap diganggu oleh sosok astral setelah ia sadar dari koma. Satu fakta yang mencengangkan dari semua ini adalah kehadiran Sukma yang ternyata menjadi kunci dari ini semua. Komposisi cerita horor dan remajanya terasa pas. Di mana disatu sisi kita dibuat penasaran dengan sosok ghaib yang mengganggu Rena, tapi di sisi lain kehidupan Rena sebagai remaja pun dapat kita rasakan pula. Tidak hanya di sekolah, kehidupan dan latar belakang keluarga Rena juga turut diceritakan sehingga menambah kekuatan bagi pondasi ceritanya. Saya sendiri merasa terhipnotis dan selalu dibuat penasaran akan kehidupan Rena yang sesungguhnya.
Tokoh inti dari novel ini adalah Rena, hanya saja Sukma menjadi semacam benang merah yang menghubungkan semua misteri yang ada. Rena sendiri digambarkan sebagai sosok remaja yang cantik, terkenal, dan berprestasi. Rena memiliki bakat dalam bidang menulis. Tidak heran jika tulisannya memiliki banyak pembaca. Selain itu Rena pun memiliki keluarga yang harmonis dan kaya raya. Semua itu seakan menggenapkan kesempurnaan Renata Marinka. Namun, di balik kesempurnaan hidup Rena teman-temannya malah membencinya. Di sini Rena mulai mempertanyakan hal apa yang telah diperbuatnya sehingga teman-temannya amat membencinya. Apalagi Sukma ikut terseret di dalamnya. Selanjutnya tokoh Sukma yang menjadi misteri dalam novel ini. Sukma merupakan teman satu sekolah Rena. Berbanding terbalik dengan Rena, Sukma hanyalah gadis biasa. Sukma tak memiliki paras secantik Rena, keadaan finansial Sukma pun seadanya, dan ia tak memiliki bakat menulis selihai Rena. Kontrasnya hidup Rena dan Sukma memicu sebuah tanya apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka. Terakhir mungkin salah satu tokoh pendamping yang paling berpengaruh adalah Ramdan. Ramdan pun merupakn teman sekolah Rena yang turut membantunya dalam menguak misteri yang dialami oleh Rena. Nggak banyak tokoh yang terlibat, tapi penulis ahli sekali dalam menghidupkan ceritanya. Saya suka dengan cara penulis mengungkapkan fakta secara perlahan-lahan melalui ingatan Rena.
Bagi saya novel ini mempunyai alur cerita yang sedikit lambat. Mungkin penulis ingib mengupas fakta yang ada secara perlahan-lahan agar bisa diterima oleh pembaca. Namun, walaupun alurnya sedikit lambat, tapi novel ini page turner banget. Setiap halaman selalu memberikan motivasi untuk membalik halaman selanjutnya. Gaya bahasanya ringan dan mudah dimengerti. Meskipun mungkin dialog antar tokohnya sedikit kaku, tapi bagi saya itu bukan masalah besar. Gaya berceritanya pun sangat enak dan mengalir. Pembaca akan dibawa hanyut di setiap lembar halamannya. Penulis seakan memiliki kekuatan dalam menghipnotis pembaca lewat tulisannya. Sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang orang pertama dari tokoh Rena. Di sini Rena memberikan gambaran yang samar akan kehidupannya. Amnesia yang diderira Rena diperlihatkan dengan baik melalui isi pikiran dan hati Rena yang terkadang sering mengalami deja-vu. Latar tempat yang dipakai sudah sangat merepresentasikan ceritanya, seperti rumah sakit, sekolah, hingga rumah. Dan saya baru sadar jika cerita Ketika Sukma Terjaga ini berlatar kota Bandung setelah ada satu bagian cerita yang menyebut BEC.
Permasalahan yang terjadi di sini dipicu saat Rena dan Sukma mengalami kecelakaan mobil. Rena yang terbangun dari koma malah harus menderita amnesia. Sementara Sukma sendiri masih tak sadarkan diri. Rena yang pada awalnya merasa hidupnya sudah kembali seperti semula harus menerima gangguan dari sosok misterius. Ditambah lagi ternyata kehidupannya tidak seperti yang ia bayangkan. Di sini Rena mulai mencari tahu tentang kehidupannya di masa lalu dan misteri apa yang menghubungkan dirinya dengan Sukma. Konfliknya terlihat berjalan dengan pelan, tapi pasti. Di awal penulis seakan-akan ingin mengecoh pembaca lewat detail-detail yang ada. Rena yang ingin mengungkap fakta malah tersandung amnesia. Banyak tanya yang ditimbulkan oleh konfliknya. Sebagai pembaca saya dibawa dari satu fakta ke fakta lainnya. Tak hanya soal misteri yang dialami oleh Rena, di sini permasalahan keluarga dan sekolah pun turut menjadi bumbu yang memeriahkan konflik ceritanya. Konflik yang tidak begitu berat, tapi tetap berbobot untuk dibaca.
Jika boleh dikata Ketika Sukma Terjaga berhasil membuat saya penasaran akan seri JanganDiKlik! ini. Jujur saya jadi pengin baca buku pertamanya setelah membaca novel ini. Ketika Sukma Terjaga memberikan getaran horor yang tidak berlebihan, tapi masih dapat kita rasakan. Beberapa penampakan yang mucul sukses membuat bulu kuduk berdiri. Di awal cerita saja kita sudah dihadapkan dengan adegan yang cukup menegangkan. Sosok Sukma yang jadi tanda tanya menjadi pemicu rasa penasaran pembaca. Saya sendiri ikut menebak-nebak apa sesungguhnya yang terjadi pada Rena dan Sukma. Plot-twist yang diberikan penulis cukup mengecoh pembaca. Bagaimana fakta-fakta yang ada bisa menipu pembacanya. Unsur kehidupan remaja seperti keluarga dan teman pun dieksplor dengan baik. Sehingga Ketika Sukma Terjaga tak hanya berisi horor dan misteri belaka, tapi ada kehidupan remaja pada umumnya di dalamnya. Mungkin ada satu hal yang masih bikin saya bertanya-tanya, tapi tidak akan saya ungkap karena takut spoiler. Secara keseluruhan Ketika Sukma Terjaga adalah novel horor yang dapat memadukan misteri dan kehidupan remaja dengan cara yang membuat terlena para pembacanya.
Renata baru saja terlibat kecelakaan dan bangun dengan kondisi amnesia dan Post Traumatic Stress Disorder. Sejak saat itu, ia selalu melihat hal-hal menyeramkan yang bagi orang lain hanyalah bentuk halusinasi dari efek PTSD yang dideritanya.
Kemudian secara tidak sengaja, Renata mengetahui sosok Sukma. Apa peran Sukma dalam hidupnya sebelum kecelakaan itu terjadi?
***
Merupakan buku dalam seri #JanganDiklik, membuatku bertanya-tanya, bagaimana kiranya tautan tersebut mengambil porsi. Akhirnya, keberadaannya muncul sebagai kunci dari cerita.
Aku pribadi merasakan penulis mulus banget dalam menggiring pikiran pembaca sehingga tidak timbul kecurigaan terhadap plot-twist yang berusaha dihadirkan. Makanya saat faktanya mulai terungkap, itu beneran like a boomb yang wow mind blowing 😨.
Lalu setelah melakukan flashback, ya... iya juga sih ternyata semua hal yang terjadi tuh make sense banget. Nggak meninggalkan plot-hole karena misteri yang muncul di awal, semuanya terjawabkan dengan runtun pada akhirnya.
Cuma karena ini teenlit, aku berharap diksi yang digunain bisa lebih santai, apalagi antar teman sekolahan gitu.
Aku harap buku ini bisa sedikit lebih panjang lagi. Penulis menyelesaikan kisahnya sama sekali tidak meninggalkan kesan terburu-buru, namun aku pribadi masih ingin mengetahui beberapa hal setelah tragedi yang terjadi.
Overall, pesan yang ingin disampaikan adalah jangan terlalu memuja suatu hal karena pada dasarnya yang terlihat itu bukanlah semua hal yang terjadi. Don't forget to be grateful dan tentu saja mind your own business.
Kalau suka teenlit dan ingin mengeksplorasi genre di ranah tersebut, Ketika Sukma Terjaga bisa menjadi pilihan sebagai buku sekali duduk yang tidak terlalu berat tapi menghadirkan pengalaman misteri yang mencekam dan menyenangkan secara bersamaan.
Entah dapat keberanian dari mana buat baca cerita horror, tapi sama sekali gak nyesel udah baca ini. Highly recommended buat orang yang suka baca cerita misteri yang bikin penasaran. Dan karena dari awal udah pakai sudut pandang Rena si orang yang amnesia, jadi serasa ikutan amnesia, deh. Di sini Rena menjadi orang yang bersalah dan paling dibenci tanpa tahu kesalahannya apa. Kaya nanti kalo diminta pertanggungjawaban di akhirat, mikirnya tuh pasti "hah??? Apa iya??? kenapa dulu gue bisa ngelakuin hal kaya gitu????"
Sekarang bicara tentang Sukma. Hmm, apa, ya ... Punya keinginan menjadi orang lain itu memang sangat menyiksa, kaya tiap apa yang ada dihidup lo mendadak jadi gak ada artinya. Tapi akhirnya Sukma bisa belajar bahwa yang paling penting adalah mensyukuri keadaan, alih-alih mengeluhkannya. Dia jadi lebih menghargai diri sendiri, menerima kekurangan, dan kelebihannya. Merasa bangga pada diri dan berhenti berharap jadi orang lain.
Beberapa kutipan dari buku ini yang aku suka diantaranya:
"Tidak ada hal yang lebih melegakan daripada sebuah pengampunan bagi seorang pendosa sepertiku."
"Gue selalu berusaha jadi manusia yang sempurna, bagaimanapun caranya. Tapi ternyata, jadi sempurna itu mustahil."
"Dari kejadian ini, aku percaya tidak ada hidup yang lebih baik daripada kehidupan yang sudah digariskan Tuhan untuk masing-masing kita."
Buku kedua dari seri Jangan Diklik yang bercerita tentang seorang siswi yang terbangun dalam kondisi hilang ingatan. Banyak hal yang dia lupakan, bahkan kehadiran keluarganya tidak membuatnya merasa familiar. Sampai suatu saat, dia mendapatkan SMS berisi link JanganDiklik.net. Awalnya, dia menghapus pesan itu, lalu ketika kali kedua pesan itu muncul, ia mengkliknya dan mendapat kebenaran mengenai misteri kehidupannya sebelum hilang ingatan.
KSJ berbeda format dengan buku sebelumnya, Rahasia Ayu. Setidaknya bagiku begitu. Karena penulisnya berbeda, penyampaian dan juga kesan yang didapat juga berbeda. Awalnya sempat bingung kapan Renata berhubungan dengan link JanganDiklik itu (yap, prosesnya panjang banget buat sampai situ, fyi).
Di sini banyak karakter yang unfaithful. Ramdan (sori, agak lupa namanya), ini juga mencurigakan. Kukira dia bakal jadi semacam katalis atau malah villain gitu karena tingkahnya mencurigakan abis. Ini juga faktor mindset orang baik di cerita bisa jadi malah orang jahat, atau sebaliknya, sih. Jadi, wajar aja sempat berpikir begitu.
Meskipun buku ini berlabel misteri, sayangnya nggak banyak condong ke arah sana (entah mecahin teka-teki lah, apa lah). Karakterisasinya juga kurang kuat bagiku. Ada beberapa bagian yang kasih kesan Renata nggak konsisten, kurang effort (yah, nanya juga usaha, sih, tapi maksudnya bukan itu), dan cenderung kepengin keluarganya bahagia. Buat yang terakhir, emang ada kesan dia nolak kenyataan keluarganya tuh, nggak sesuai sama ingatannya. Buat bagian kurang effort itu, selain nanya orang buat jujur ke dia dulu sifatnya kayak apa (karena banyak yg nggak suka sama dia setelah dia balik sekolah lagi), nggak ada hal lain. Risi dan greget gitu lihatnya.
Renata juga punya sifat menyebalkan. Waktu dia tanya, dijawab yang nggak sesuai sama ekspektasi dia (mungkin) atau jawabannya ternyata menyakitkan, dia bakal denial. Terus kadang juga gerundel habis itu nyalahin yang kasih jawaban. Lah wkwkwk. Karakter dia nggak ada layer menurutku. Kalaupun ada, kayaknya bukan ngarah ke layer, tapi malah inkonsistensi.
Ini opini pribadi, ya, nggak ada maksud menghasut atau memengaruhi. Bagiku, buku ini ngebosenin. Setengah awal kayak diombang-ambing entah tujuannya ke mana. Renata juga karakternya macam main aman. Bagian yang bikin bosen itu di dialognya yang panjang-panjang. Bukan nyalahin nasihat atau pesan yang mau disampaikan penulis, tapi kadang kala rasanya malah out of plot aja, gitu. Sepenangkapku, pesan di cerita misteri kadang disiratkan (ya walaupun ada juga yang tersurat), di sini justru sebaliknya.
Dialognya panjang-panjang. Aku bukan penggemar dialog dengan 3 pertanyaan dibalas dengan 3 jawaban pula sebenarnya. Di sini sebagian begitu, jadi agak capek juga, sih. Terus, kesan di ending terkesan rushing gitu, jadi alih-alih berempati dengan karakternya, malah sempet bingung. Apa karena inkosistensi karakternya tadi, ya? Dan, satu lagi, si Edgar itu gaje banget, dah. Kayak apaan, sih! Nggak jelas gitu eksistensi dia, backstory-nya juga nggak kuat (malah nggak dijelaskan juga). Padahal dia bisa jadi pion utama juga.
Terakhir, alih-alih kasih kesan thrilling, buku ini malah heart warming. Horornya nggak sampai bikin merinding, jadi sabi banget bagi yang kepengin baca novel horor tanpa bikin takut sama deskripsi setannya wkwkwk.
Suka sekali dengan series JanganDiklik ini. Ceritanya selalu seru dan bikin deg-deg-an!!
Khusus buku kedua ini aku kagum banget tentang gimana kedua penulisnya menyelipkan pesan moral yang 'super ngena' soal penerimaan diri (terutama pada remaja), konflik keluarga, dan persahabatan tapi dibalut cerita sesetanan. Duh, ngeri sedep gak tuh?
I personally would recommend this book to all of you who needs easy-book to spend a good time with yourself especially if you are enjoying this kind of genre ^^
Gilaaaa 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻 Awalnya yg ditunggu kapan nih JanganDiKlik.net bakal keluar. Tp justru bikin page turner dan penasaran sama ceritanya. Apalagi twist yang dikasih bikin gak percaya. Beneran nih kayak gini. Keren deh twist nya. Buku kedua ini lumayan bikin merinding sih buat aku daripada buku pertama. Apalagi pas makhluk astral nya keluar. Baca pas malam-malam lagi. Pesan moralnya juga tersampaikan dengan baik. Nggak sabar pengen baca buku ketiga. Serius deh bikin nagih.
This book is sooo much better than the first book.
The plot was pretty cliche. Rena, the MC, suffered amnesia. Based on what her mom said, she assumed that she had a pretty good life: loving family, popular in school, and talented in writing. But when she went back to her normal life, she found out that a lot of students in her school hated her, their family was a mess, and her boyfriend was awful.
From that point on, she tried to figure out what was happening prior to her amnesia.
Although it was cliche, I couldn't help but enthusiastically read more of the story because I just want to know what she did wrong in the past. When her sin was revealed, I'm like...
And then the scandal behind her family issues...
And then there was the shocking twist I didn't see coming (finally! A plot twist I can truly enjoy).
I might be biased though since I'm not an avid horror/thriller reader, but this was far more enjoyable than the first book. Probably because the thriller aspects were more pronounced, whereas the horror aspects of this book--again--only spooked me on the 1/3 of the book and then went bland.
My only minor confusion was about the "rule" of the worldbuilding (again, this was probably because I didn't have enough knowledge about horror stuff): did the activation of the apps kinda change?
I thought the apps could only be "alive" since the maker gave his life and supernatural power into the apps. I thought the apps were not made public yet? Now that the maker was dead, how come the spam text could pop up randomly on others' phones? Yes, there was an explanation how it was used as a medium by some evil spirits or something, but could evil spirits understand technology? Hmm....
Well, I was a bit confused but I still enjoyed it thus I rated it 4 stars.
I couldn't rate it higher because of the lack of nuance in this book (same issue with the first book). I guess it was just the author's style of delivery and each author is free to write how they like just as I am free to read/review what I like.
I will continue reading the third book. Fingers crossed it is as good as the second book (or even better!) and is the end of the series cz... I don't like to wait, haha.
Teenlit ini lumayan page turner. Dipicu rasa penasaranku akan latar belakang suasana kurang kondusif/ tdk bersahabat yg menimpa Rena baik di lingkungan rumah & sekolah pasca kecelakaan ckp parah yg membuat dia tdk mampu mengingat detail kejadian sebelum tragedi naas tsb
Rena masih masa pemulihan, btw, tp ketika dia memutuskan kembali ke sekolah, SMA, masalah datang bertubi-tubi. Teman² yg menjauhi dg rentetan tuduhan yg sama sekali tdk dia ingat. Intinya, mrk terkesan ingin menyampaikan bahwa masa lalu Rena yg cukup populer di kalangan siswa & guru krn prestasinya itu telah bersikap begitu buruk. Dan kecelakaan yg dia alami merupakan karma perbuatannya. Saking banyaknya tuduhan yg Rena hadapi, sesungguhnya aku sendiri agak pusing membayangkannya selain geregetan & gemas seiring pertanyaan apakah Rena beneran seburuk itu terhadap org² di sekitarnya? 🤧
Konfliknya khas remaja. Ketika, mungkin rasa syukur atas apa yg dimiliki masih tipis. Ketika kecantikan, kepintaran bahkan kemewahan yg dipunyai seseorang jd masalah sebagian teman. Hal hal yg sifatnya memicu kesenjangan sosial lah begitu.. 😅
Hal² semacam itu kayaknya mmg nggak asing saja dg masa² sekolah.. ya nggak, sih? 😅✌️
Next. Bumbu horor & misterinya. Ttg aplikasi 'Jangandiklik' juga satu tempat di mana jiwa bersemayan ketika seseorang mengalami koma, menurutku menarik. Hanya saja kurang dihidupkan utk membuatku sbg pembaca beneran merasa percaya tempat yg digambarkan itu nyata adanya
Utk karakter sendiri.. tidak ada yg jd favorit ataupun menarik simpatiku.. 🌝✌️ Terus, untuk deskripsinya, mohon maaf, meski aku merasa keseluruhan cerita ini cukup mengalir pas dibaca, sayangnya feelnya kurang kurasakan.. semacam aku menyelesaikannya hanya agar mendapapatkan penjelasan atas konflik² yg terjadi.. 😬🙈
Rate: 2.7⭐ dibulatkan jadi 3⭐
Pesan yg kudapatkan setelah baca #KetikaSukmaTerjaga adl utk lebih bersyukur sekecil apapun yg kita punyai.. 😁 Rekomen bagi yg suka bacaan ringan dg aroma horor & misteri.. 😁👌
Bagaimana perasaanmu jika suatu hari kamu terbangun dalam keadaan hilang ingatan? Kamu tidak ingat apapun, bahkan tidak ingat tentang dirimu ..
Ketika Sukma Terjaga merupakan novel kedua dari seri #JanganDiklik hasil kolaborasi Kak Lexie Xu dan Dadan Erlangga.
Jika Kak Lexie Xu sudah terkenal dengan karya-karya misterinya sedangkan Kak Dadan mencoba keluar dari zona nyamannya 🤩 bagaimana hasil kolaborasinya? Kalau aku bilang, berhasil 😁 aku menikmati membaca kisah Rena dan Sukma dalam novel ini ❤️
Sejak membaca halaman awal aku sudah dibawa bertemu dengan sosok Rena yang baru terbangun dari koma, akibat kecelakaan yang menimpanya. Dia melupakan segalanya, termasuk diri dan keluarganya. Dia benar-benar tidak ingat apapun ...
Masalahnya, tidak hanya itu sejak saat itu dia selalu dibayangi oleh sesosok makhluk lain yang sayangnya tidak bisa dilihat orang lain. Belum lagi, keluarganya yang dikira harmonis ternyata semakin mencurigakan, teman-teman sekolah yang membenci bahkan menganggap dia pura-pura ingatan.
Yang kusuka, semua dikupas secara perlahan, membuatku ikut larut menguak kisah apa sesungguhnya dibalik "koma"nya Rena. Semua misteri yang mengarah ke sosok Sukma dan sebuah aplikasi bernama Jangan Diklik ☺️ Aplikasi yang menjadi benang merah dari seri ini.
Twistnya cukup mengejutkan,walau sejak awal kecurigaan ku sudah mengarah kesana, tapi aku tetap suka 😍 Sebagai sebuah kisah misteri remaja berbalut horor novel ini cukup berhasil mengundang rasa penasaranku.
Gara-gara baca ini aku jadi penasaran dengan seri Jangan Diklik lainnya.
Buat kamu penggemar kisah misteri remaja dan horor, yuk cobain seri ini.
Rekor baru, aku berhasil namatin buku ini kurang dari 24 jam! 😆
Jadi, Ketika Sukma Terjaga ini lanjutan dari Rahasia Ayu meski benang merahnya hanya ada di aplikasi JanganDiklik. Bedanya, di sini ada campur tangan Kak Dadan, jadi gaya tulisannya pun sedikit berbeda. Nuansanya juga lebih serius dari buku pertama. Meski begitu, hal tersebut tidak membuat buku ini membosankan.
Sepanjang cerita, pembaca akan diajak mengikuti kisah Renata dengan alur maju yang sesekali dibubuhi kilas balik yang tepat pada tempatnya dan juga jelas rambu-rambunya, sehingga tidak membingungkan. Misteri pun disimpan dengan cukup rapi sehingga mampu menjaga ketegangan yang sudah dibangun sejak di awal buku.
Yang paling aku suka dari buku ini adalah tidak ada satu pun karakter yang sempurna. Semua tokoh punya cacatnya sendiri yang benar-benar kentara dan hal tersebut mampu memberikan bumbu yang sedap (😂) dan mampu menggerakkan cerita dengan sangat baik. Begitu pula dengan pesan yang disampaikan. Premisnya sederhana, tapi penulis mampu mengembangkannya dengan sangat baik.
Cuma sayangnya, kemunculan aplikasi JanganDiklik itu agak telat menurutku. Kalau munculnya sedikit lebih di awal, mungkin bakal lebih seru dan tegang lagi jalan ceritanya.
4/5 bintang, nggak sabar nunggu buku selanjutnya 😆
Jujur awalnya aku skeptis banget sama buku ini, karena di bab-bab awal penulisan dialognya ringan kaku ala teenlit yg ditulis anak remaja. Tapi pas udah menuju konflik utama, nunjukin misteri yang jadi dasar cerita ini, seketika aja moodku langsung memuncak dan bikin buku ini jadi page turner banget. Sampe aku rela begadanv buat namatinnya hahaha.
Yang bikin aku puas tuh segala misteri dan hal-hal ganjil yang terjadi di cerita tuh terjawab di bagian resolusinya. Ditambah lagi cara penyampaiannya tuh gak maksa dan bikin memaklumi.
Hal berkesan yg bikin aku amaze dg momen selama baca buku ini adalah aku heran kenapa judulnya Ketika Sukma Terjaga, tapi peran Sukmanya jarang dibahas selama berjalannya cerita. Dannn eng ing eng HAHAH aku langsung tertampar sama jawaban dari misterinya.
Di buku pertama, aku cukup risih sama unsur gaib magical yang muncul di dalam cerita, karna gak terbiasa liat hantu di karya Kalex, tapi mungkin karna sekarang aku udah mulai berdamai dg kondisi ini, jadinya aku biasa-biasa aja pas baca buku kedua dg makhluk gaib yang muncul di dalamnya.
Bener deh, buku ini berhasil bikin aku sebagai pembaca curiga dg semua orang di dalamnya, dan gak tau mau memihak ke siapa yang nunjukin kalau buku ini berhasil bikin nuansa misteri dan horor padahal latarnya dari sudut pandang anak cewek SMA.
Salut untuk Dadan Erlangga (dan tentu saja Kalex tercinta) udah bikin plot yang menegangkan tapi unsur becandaannya masih bisa terjaga.
Novel yang paling saya suka dari semua cerita #JanganDiklik sejauh ini. Twist-nya sungguh mengejutkan. Saya kira ini akan menjadi drama keluarga picisan, tapi ternyata salah. Eksekusinya mengesankan!
One of the best book i've read this year! Meskipun thriller dan bergenre misteri buku ini ringan banget untuk dibaca, aku ngabisin buku ini dalam sekali duduk sakin serunya, endingnya juga disuguhi dengan sedikit plot twist dan tidak memaksa sama sekali, karena make sense.
the plot 💯 the thriller sensation 💯 seperti biasa, easy to read. bisa baca sekali duduk (minus kalau sedang mengerjakan pekerjaan lain). mungkin karena ini teen-lit, jadi bahasanya masih.. ya.. baku dan kaku. after all, this was the best out of #JANGANDIKLIK series.
Narasi ditulis dari sudut pandang pertama seorang Renata Marinka, yang akrab dipanggil Rena yang baru saja mengalami kecelakaan dengan seorang temannya bernama Sukma. Akibat dari kecelakaan itu Rena mengalami amnesia sedangkan Sukma sendiri tidak kunjung kembali sadar dari koma.
Pemilihan kata yang cukup simple baik untuk pendeskripsian narasi maupun dialog antar tokoh membuat aku bisa menyelesaikan novel ini hanya dalam waktu lima jam.
Setelah kembalinya Rena dari rumah sakit, ia mengalami shock terhadap lingkungan sekitarnya yang ternyata tidak seindah bayangannya saat pertama kali tersadar. Berbagai masalah terus disajikan, tapi dari awal cerita twist yang akan diberikan sudah dapat dicerna sedikit lebih sedikit. Yang agak mengagetkan lebih ke alasan di balik semua hal yang terjadi yang baru diungkap di akhir cerita.
Untuk development character, tidak ada yang terlalu menonjol. Hampir semua karakternya nggak terlalu realistis dan ada beberapa tokoh ataupun kejadian yang tidak dijelaskan secara meruntut jadi terkesan seperti tempelan dan tokoh tambahan sebatas sekali muncul saja. Ending cerita juga sedikit kurang menurutku but it's still a good story tho!
Novel misteri ringan yang mana berlatar belakang sekolah dan problematika anak-anak sekolah pada umumnya. Tidak menyeramkan sama sekali jadi novel ini aman dibaca bagi yang baru memulai baca novel misteri atau mungkin yang takut dengan novel misteri tapi tetap ingin baca.
Aku butuh waktu cukup lama buat lanjut baca karena... aku takut 😂 Penulisnya sih bilang ini nggak horor, tapi tetep ada dong adegan horor yang menyeramkan 😰😫 Aku takut buat lanjut, makanya terus kutinggalin dulu. Eh baca lebih jauh, muncul lagi. Memang sih ada unsur supranatural gitu, jadi ya nggak heran. Meski kalau di buku dijelaskan, hal itu muncul karena Rena berhalusinasi efek trauma selepas kecelakaan. Tapi pas deskripsi penampakan muncul, aku buru-buru skip detailnya karena serem. 😂
Premis ceritanya sendiri menarik. Gaya cerita di buku ini berhasil bikin aku penasaran dengan hal yg terjadi sebelum kecelakaan. Alurnya cukup padat dan compact (meski di awal semua konflik numpuk dan bikin bingung mau dibawa ke mana ceritanya). Penulis juga berhasil bikin penasaran memuncak soal masa lalu Rena. Terus semua semakin lengkap dengan twist di akhir cerita. Disertai penjelasan yg bikin hal-hal bingung di awal terjawab. 👍
Cuma sayangnya karakternya menurutku kurang hidup. Karakter baiknya terlalu baik. Karakter jahatnya... kayak nanggung. Dan karakter sampingannya kurang dieksplor jadi terasa 2D. Lebih lagi, aku merasa karakter yg punya masalah sama Rena di buku ini terlalu hitam-putih. Ya aku tahu sih Rena melakukan kejahatan ke mereka, tapi kayak bencinya tuh lebih mirip kebencian dendam kusumat gitu. Jadi sedikit bingung juga.
Tapi, secara keseluruhan buku ini aku nikmati. Gaya menulisnya rapi dan rahasianya berhasil disimpan dengan rapi juga. 👌
"Sesuatu yang hanya ada dalam pikiranmu tidak akan bisa membunuhmu, kecuali hal itu kemudian mampu menggerakkan tubuhmu untuk melakukan tidakan yang membahayakan." (h. 19)
Buku ini masih dalam serial Jangan Diklik, tapi entah kenapa menurutku pengenalan tentang aplikasinya agak lambat dari buku sebelumnya.
Aku sebenarnya suka vibe cerita di awal ketika Rena masih dirawat di rumah sakit, vibe misterinya terasa sekali. Juga tentang Sukma yang saat itu tak kunjung siuman. Makin bertanya-tanya saat pembaca disuguhi fakta kalau Rena mengalami amnesia.
Pertanyaan demi pertanyaan semakin bertambah ketika Rena kembali ke sekolah tetapi dengan teman-temannya yang tidak tahu menahu soal amnesianya. Secara eksplisit karakter Rena menjadi public enemy di kelasnya, semua menatapnya sinis, tapi lagi-lagi pembaca tidah tahu kenapa alasannya karena Rena sedang amnesia.
Kemunculan Ramdan, sang ketua kelas, cukup membantu di sini. Di tengah teman-teman Rena yang mengucilkannya, Ramdan bersikap bijaksana untuk tetap berteman dengan Rena.
Selanjutnya, satu persatu pertanyaan mulai terjawab. Hal yang masih jadi pertanyaanku saat ini adalah kenapa aplikasi JanganDiklik itu masih muncul? Karena di buku pertama seingatku si developernya sudah berniat untuk tidak membuat aplikasi itu sebagai alat pembalasan dendam lagi. Tapi ya okelah.
Minusnya menurutku karena buku di serial ini ceritanya tidak berkelanjutan, hanya dikaitkan dengan aplikasi tersebut. Juga karena tidak disajikan dengan POV masing-masing tokoh. Mungkin karena penulisnya bukan Kak Lexie saja.
This entire review has been hidden because of spoilers.
- It took quite a while to finally get into the JanganDiklik app debacle.
- This book kept me going because it got me curious about all the mysteries surrounding Rena's state of amnesia and life. Unfortunately, towards the end it was quite fantastical and I didn't see it as a horror/mystery book anymore. Definitely not as horror as JanganDiklik #1.
- I reckon there were many things that could have been explored further but the author didn't manage to do so.
- Rena's focus to blame her dad's mistress than her own dad is a bias against women, derived from patriarchal/misogynistic point of view. It takes two to tango. Her dad should also equally be blamed.
- Ended up still giving it 4/5 because it was not a total bore, just quite an unexpected one towards the end/during the revelation.
Buku kedua ini jauh lebih seru, well written dibandingkan yang pertama (Rahasia Ayu) 🤩✨️ pace plotnya pas, karakternya mantap, dan plot twistnya dapet. Seseru itu dah! Gak sabar lanjut ke buku 3, 4 dan 5 xixi