Kelihatannya ceu Salma terkena fatamorgana "menjadi cerpenis". Tanpa belok tanya2 sana-sini, terkumpul juga cerita-ceritanya di buku keduanya ini.
Kalau boleh sok mengkritik, ternyata ceu Salma belum mampu. Alurnya berantakan, gaya ceritanya mirip anak SD yang setahun dua kali membuat karangan karena disuruh gurunya. Akhir cerita bisa ditebak sebelum pengkolan kelihatan. Masih kalah dengan buku pertamanya, yang mungkin dia munculkan dengan deg2an tapi ternyata menciptakan euforia buatnya.
Ayo ceu, jangan kapok. Belok dulu bentar boleh, nanya2. Lalu keluarkan buku ketiga.