Meisya Kinanti sangat percaya diri bahwa ia bisa dengan gampang menaklukkan pria. Di mana pun ia berada, tatapan para pria selalu mengikutinya. Tapi soal cinta… tunggu dulu. Bagi Meisya, cinta itu omong kosong alias tango-alfa-india. Hingga urusan pekerjaan mempertemukan Meisya dengan Barra Pramudiaji, montir tampan dan seksi sekaligus pengusaha di bidang otomotif. Meski sudah beberapa kali bertemu, pria itu tetap dingin, acuh tak acuh, dan tidak sedikit pun menunjukkan ketertarikan pada Meisya. Herannya, Meisya justru tergoda dan semakin ingin menguak misteri yang disembunyikan pria itu. “Saya takut kamu akan kehilangan kebebasan kalau bersama saya,” kata Barra, ketika Meisya mengungkapkan perasaan terdalamnya. Ucapan pria itu menjadi pertanyaan besar bagi Meisya. Apakah cinta selalu mengekang? Ataukah cinta akan membuatmu mampu mengorbankan segalanya, termasuk kebebasan?
DNF. Review diedit abis sahur. Mumpung lagi semangat nulis.Awalnya udah excited baca bab awal sampe konflik Meisya ditolak Barra. Tapi abis drop males lanjut karena beberapa hal:
Ada adegan setelah Mei ditolak Barra, Mei ketemu Nadhira (tokoh utama Dunia Nadhira). Dalam pertemuan itu, Nadi tiba-tiba memberi nasehat religius yang jatohnya kayak ceramah Mamah Dedeh. Karena ceramah sahabatnya itu, Mei berubah memperbaiki sholat 5 waktunya dan bahkan nangis-nangis waktu berdoa minta jodoh. Mei juga tersadarkan kalau hidupnya yang suka dugem/ngeclubbing bikin dia susah dapet laki-laki yang baik. Part ceramah agamia bikin aku bingung sama genre novel ini. Menurutku ceramah agamis dan perubahan ibadah Mei ini nggak sesuai sama karakter Mei di awal cerita yang digambarkan suka punya pikiran liar tentang Barraa (contoh: pengen jilat-jilat lengan cokelatnya Barra) dan juga nggak ada pengaruhnya dalam perkembangan karakter si Mei (Mei masih suka mikirin pantat seksinya Barra). Ditambah lagi, setelah adegan ceramah agama ini, gaya pacaran Mei & Barra sering melakukan ciuman. Sebagai pembaca, aku kan jadi heraaan~
Lalu, penulis terlalu banyak memberikan konflik di dalam novel. Konfliknya pun sering bertumpuk dengan konflik lain yang membuat tidak fokus--dan penyelesaian konfliknya cenderung mudah dan cepat. Semacam karakternya nggak ada kesulitan blas pas dapet masalah. Contohnya 👇
▪️Mei nembak Barra tapi ditolak. Meskipun ditolak, Mei nggak mau kelihatan sedih dan Mei memutuskan nggak mau deket-deket Barra. Sementara di suatu waktu, Mei disuruh Bu Bos untuk menjaga hubungannya dengan Barra karena dia calon nasabah potensial yang nggak boleh dilepas. Mei terpaksa mengarang alasan biar nggak ketemu Barra. Aku kira abis ini bakalan ada usaha Mei ketemu Barra karena tuntutan kerjaannya dan dari interaksi itu muncul chemistry antara keduanya. Tapi ternyataaa 👇
🔹️Tapi yang terjadi malah karakter Barra jadi tidak konsisten. Barra diceritakan sebagaI lelaki pendiam, cuek, dingin, dan sulit menjalin hubungan karena masa lalunya diselingkuhi sang istri. 👉 Barra malah dibuat berubah sikap ke Meisya menjadi laki-laki perhatian dan melakukan PDKT. Proses PDKT ini diceritakan dengan alur yang cepat. Antar jemput Mei, makan bareng Mei, lalu tiba-tiba duduk senderan berdua dan bilang "Kita pacaran, Mei". Padahal nih ya, pas ditembak Mei bilangnya belum mau menjalin hubungan sama orang lain soalnya nggak mau mengulang kesalahan yang sama. Masa' karena omongan kakannya Mei, langsung semudah itu berubah pikiran? Apa ya, motif perubaban sifatnya kurang kuat gitu. Saking alur pdktnya cepet, aku kira aku ngelompatin banyak bab lho. Ternyata nggak~ Kurangnya lagi, meskipun diceritakan lagi PDKT sampe pacaran, aku nggak bisa merasakan chemistry keduanya. Baper aja nggak.
▪️Konflik bertumpuk selanjutnya yaitu saat Mei cemburu lihat Barra ketemu sama mantannya sewaktu liburan di Bali. Diceritakan Mei marah-marah ke Barra setelah lihat Barra ketemuan sama mantan istri--Mei sengaja pulang duluan naik pesawat tanpa kasih kabar. Berlanjut nggak mau ketemu sama Barra beberapa kali. TAPI ABIS ITU TIBA-TIBA KONFLIK BARU MUNCUL. PADAHAL KONFLIK NGAMBEKNYA MEI & BARRA BELUM SELESAI. Suatu hari Mei didiagnosa punya penyakit Miom sebelumnya Mei sering ngeluh pas mens perutnya sakit luar biasa. Bersamaan dengan Mei yang galau gegara sakit miom & takut nggak bisa punya anak, Barra datang ke rumah Mei buat menyelesaikan masalah ketemu mantan di Bali kala itu. NAH NGGAK NGERTINYA, SI MEI BILANG: Masalahnya bukan di kamu. Tapi aku. Kamu berhak cari perempuan yang bisa kasih kamu keturunan. Aku nggak bisa kasih kamu anak (kurang lebih begitu). LAH KAN AKAR MASALAH YANG MAU DIBAHAS KAN SOAL BARRA SAMA MANTAN ISTRI. KENAPA JADI MEI YANG JADI FOKUSNYA?? Yah walaupun abis itu Barra tetep jelasin alasan dia ketemu mantan. Oiya aksi marahnya Mei ke Barra ini blas nggak bikin akun berempati sama Mei. Pokoknya aku nggak merasa ikut sedih sama yang dialami Mei.
Setelah itu, adegan selanjutnya Mei konsultasi dokter buat operasi Miom. Tiba-tiba Barra bilang intinya "Meski nanti kamu nggak bisa kasih anak, aku tetep mau nikah sama kamu. Aku cinta sama kamu". Nganu permisi, om.... situ kan baru kenal Mei 5 bulan dan di awal ngasih statement nggak mau hubungan serius dulu... kek mana si? Selanjutnya, lamaran Barra ditolak sama bapaknya Mei. Muncullah konflik baru sekitar keluarga Mei di masa lalu (bapaknya cerai sama ibunya Mei gegara selingkuh) diungkit deh. Lalu, kisah berlanjut Barra & Mei ribet mikirin konsep nikah & Mei mulai panik kenapa belum punya anak.
▪️ TAMBAHAN. Ada adegan teman kerja Mei namanya Rika kena damprat ibu-ibu sosialita dan dipanggil Pelakor. Akibatnya kantor mengalami kehebohan. Rika ditampar/didorong si Ibu tapi entah kenapa Mei ikutan kena (pipinya luka kena cakar/kuku si Ibu). Jujur aku nggak paham sama tujuan munculnya konflik ini tuh apa. Sebutan pelakor yang diberikan ke Rika nggak ada sebabnya. Tau-tau si ibu muncul makjegagik. Kayaknya konflik ini sengaja dimunculin biar aksi romantis & perhatian Barra ke Mei bisa lancar jaya. Soalnya Barra ngelihat Mei terluka. Barra rela bawain obat & makanan buat Mei. Kok rasanya kasihan banget si Rika dipanggil pelakor demi memuluskan adegan unyu-unyu Barra-Mei 🙂
Mendekati puncak cerita, aku cuma membaca sekilas bab 29 sampai akhir karena udah nggak kuat lanjut baca. Sebenernya pengen tau ada hal seru yang bikin semangat lanjut baca. Tapi NAH, nggak ada. Jadi ya cukup ⭐ 1 bintang aja. Oiya soal omongan Barra "kalau sama aku, emang kamu udah siap ngelepas kebebasanmu" itu nggak pernah terungkit lagi di bab selanjutnya. Maksudku sama sekali nggak ada part yang menguak sedikit demi sedikit omongan Barra itu. Padahal bisa seru kalau ditulis.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Girl Boss Mengejar Montir Cool (TAPI Acuh) Kita kenalan dengan Meisya Kinanti, seorang Account Officer bank yang super percaya diri dan girl boss banget. Bagi Meisya, menaklukkan pria itu gampang, tapi cinta itu “omong kosong”. Sampai akhirnya urusan pekerjaan mempertemukan dia dengan Barra Pramudiaji, si montir tampan yang merangkap pengusaha otomotif.
Barra ini definisi cowok cool: seksi, good looking, tapi acuh tak acuh dan dingin pada Meisya. Herannya, Meisya justru tergoda dan semakin ingin mengungkap misteri di balik Barra.
Konflik utamanya adalah keraguan Barra (saat Meisya menyatakan cinta) yang khawatir akan mengorbankan kebebasan Meisya. Nah, dari sini pembaca diajak mikir: Apakah cinta itu mengekang atau justru membebaskan?
Spoiler Ending dan Keseluruhan Cerita
Ini adalah novel yang pas untuk liburan atau saat kamu ingin mengistirahatkan otak dari bacaan berat. Jika kamu bisa menerima fluffy romance dengan risiko konflik yang dangkal, Barra siap menjadi montir yang memperbaiki hatimu yang rusak!
3.5/5 Bintang
(Barra husband material banget, bikin melted! Kurang sedikit karena konflik romance-nya terlalu mudah selesai dan agak berlebihan.)
“Ini ujian, Mei. Bisa jadi ini titik balik buat lo menjadi lebih baik. Lo percaya kan, Allah nggak akan ngasih ujian di luar batas kemampuan umat-Nya? Lo hanya perlu meminta, meminta pada Yang Maha Memiliki Segalanya.”
“Nikah itu ibadah paling lama, seumur hidup. Makanya ujiannya juga seumur hidup. Jadi kuncinya banyak sabar. Tahun pertama pernikahan itu memang paling berat. Bahkan ada yang sampai tiga tahun pertama merasakan beratnya menjalani rumah tangga, karena sedang sama-sama memahami sifat masing-masing.”
Selesai dalam sekali duduk. Cukup suka dengan novel ini. Temanya masih sama dengan karya Alnira yang lain. Masih mengusung tema percintaan seperti biasanya. Dengan konflik yang terjadi seperti di dunia nyata. Nggak terkesan mengada-ada. Bahkan ada beberapa bagian dari novel ini yang sempet bikin aku ikutan sedih.
Bercerita tentang kisah lika-liku kehidupan asmara seorang Meisya Kinanti. Dari saat Meisya pertama kali tertarik dengan Barra Pramudiadji sampai mereka menjalani hidup berumah tangga. Bagaimana pasang surutnya mereka dalam menghadapi setiap ujian yang mampir di kehidupan mereka.
Nah, buat kalian yang penasaran dengan kisah Meisya-Barra seperti apa.. Kalian bisa langsung baca novelnya... 😉
first impression ke buku ini sebenernya udah oke banget sih. meisya yang kesannya girl boss dan barra yang cool gitu. dari blurbnya juga aku mikirnya ‘oh ini tipe cewek yang ngejar cowonya’. eh tapi kesan bagusnya ternyata cuma di beberapa halaman aja, part meisya ngejar2 barra cuma dikit dan sisanya lebih ke barra yang memperjuangkan hubungan mereka. sisi meisya yang digambarkan pd banget juga mulai menghilang, dan sempet mengernyitkan dahi karena ini ada slight islaminya, tapi pacarannya udah kiss, jadi kayak mm ga sinkron
"Maaf kalau aku nggak bisa bilang cinta secara langsung ke kamu. Setiap orang punya cara sendiri-sendiri untuk mencintai. Dan ini caraku mencintaimu, dengan berusaha menjaga kamu dan memastikan kamu nyaman di sisiku." ~Barra Pramudiaji
🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸
Judul Buku : Montir Hati Penulis : Alnira Tahun terbit : 2020 Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tebal : 328 hlm
🌼🌸
Meisya Kinanti, adik perempuan satu-satunya dari abang kembar, Kamal dan Kamil. Sebagai seorang AO salah satu bank, wanita yang sangat percaya diri bahwa semua laki-laki akan terpesona pada dirinya dan juga penggemar Channing Tatum sejati🤭 Tapi untuk pertama kalinya Meisya terpikat oleh nasabahnya pada perjumpaan pertama pula, sampai-sampai dia yang jarang bahkan tak lagi percaya pada cinta sebab trauma yang ditorehkan sang papa luntur menjadi sebuah rasa untuk mendamba Barra, nasabahnya sekaligus sahabat kedua kakaknya. 🌸🌼 Barra sendiri sudah menikmati kesendirian yang ia jalani, setelah pengkhianatan yang diberikan sang mantan terdahulu. Lukanya masih menganga hingga membuka hati untuk wanita lain menjadi sebuah hal berat baginya. Tapi Meisya datang dengan membawa warna berbeda pada dunianya. Meisya yang ceplas-ceplos dengan semua kata-kata ajaibnya, membius Barra pada sebuah perasaan asing yang telah lama tersingkir. 🌼🌸 Tiba pada masa di mana cinta mereka telah membumbung tinggi, ujian datang silih berganti menguji seberapa kuat pondasi asrama yang membangun keduanya. 🌸🌼 Pertama kali baca cerita kak Alnira, aku langsung dibuat jatuh hati oleh sosok Meisya dan Barra. Di sini Meisya tampil dengan apa adanya, ceria serta perhatian dengan sekitar terutama sahabat-sahabatnya. Lalu, sikap dingin namun diam-diam menyayangi orang yang paling dicintanya, dan tak pernah setengah-setengah menaruh perasaan pada apa yang dijalani juga tergambar pada seorang Barra. 🌼🌸 Aaa😍😍 jangan lupa sedia sedikit penawar manis saat baca kisah Barra dan Meisya ya🤭 terlalu manis sampai tumpeh-tumpeh uwunya🤭🙈
Meisya Kinanti, 29 tahun dan bekerja sebagai account officer di sebuah bank, jatuh hati kepada salah seorang nasabah yang juga merupakan teman dari kakaknya. Meskipun tampan, penuh wibawa dan seorang pengusaha otomotif sukses, Barra Pramudiaji adalah seorang duda. Meisya tidak masalah dengan hal itu namun sikap acuh Barra terhadap pesonanya membuat Meisya harus mengejar hati Barra yang telah lama hilang.
Tanggo! Alfa! India! (TAI)
Nah, yang bikin saya semangat baca adalah karakter Meisya yang sepertinya bakal mau ugal-ugalan mengejar doi. Tapi kok ini baru beberapa kali pertemuan-ditolak-nyerah, terus kenapa di pertengahan malah si cowoknya yang perjuangin padahal di situ Barra masih dalah fase 'gak bisa menerima orang baru', malah jadu 'saya butuh orang baru'. Karakternya jadi gak konsisten dan alurnya semakin maju, semakin ngalor-ngidul gatau mau dibawa kemana (kayak offroad aja). So, the stars falling into three.
It was an okay read.
Oh iya, tambahan sedikit, karakter Nadhira sebagai sahabat Meisya berperan banyak dalam cerita ini. Nadhira juga punya novelnya sendiri 'Dunia Nadhira', karena saya salah baca urutan terbitnya ini, jadi lah ter-spoiler jauh. Mungkin (kalo ada yang baca repiuw saia) lebih baik baca novel sebelumnya lebih dahulu
Kasih bintang 3 karena untuk ukuran cerita ya mayan lah yaaa, meski banyak konflik yang sptnya gak selesai dibahas. Buat yang pengen cerita manis-manis-resiko-diabetes, buku ini isinya memang asupan manis-manis itu banget.
Kalopun ada konflik, gak terlalu berat, dan bisa selesai dengan cepat dan mudah. Jadi tenang... pembaca gak perlu berpikir keras saat membaca buku ini. Ikutin aja alurnya. Kalo lagi pingin ngayal punya pasangan yang ganteng, seksi, perhatian, protektif sekaligus siaga, bacalah ini. Tapi harus diingat ya, dalam kehidupan nyata, gak ada pria yang seperti itu, wkwkwk.
Novel ini membuatku melihat dari sudut pandang Meisya, kita yang saat ini punya tubuh yang sehat harus menjaga diri, pola tidur, pola hidup dan pola makan. Jangan sampai tiba tiba ada penyakit berbahaya karena kelalaian kita menjaga diri. Suka saat Meisya memutuskan resign dari tempat kerjanya agar dia bisa menjalani perannya sebagai ibu dengan 100%, anak adalah amanah yang seringkali kita minta dengan berdoa memohon mohon tanpa henti, lalu setelah Allah mengamanahkan anak ke kita masa ngga di jaga dengan sepenuh hati,,,
Sebenarnya ada part di bagian akhir yang cukup aneh pas saat mia koma terus tiba tiba sehat agak plot twis.
Sebenarnya suka aja sama genre romance tapi masih ada hikmahnya selipan pesan di dalamya seperti jangan sering makan junkfood dan minum minum keras, karena kesehatan jauh lebih penting dari segala hal. Tidak hanya itu pernikahan bukan hanya sekedar dilihat dari kematangan umur tapi dilihat dari bagaimana dia bisa mengelola emosinya, bersabar dan berpikir terbuka bersama pasangan saling support dan hal lain yang seharusnya perlu disiapkan saat ingin menjalin hubugan serius.
Awal baca: sepertinya seru, habis udah mulai ketemu Wulan di Bali udah tambah ga jelas. Konfliknya dangkal, permasalahan & pola pikir karakternya masih kaya anak SMA padahal umur udah 30an.
Forcing myself to finish this book tapi habis mereka nikah bukannya karakternya berkembang tapi malah tambah bocah.
Nggak merasa Meisya-Barra romantis tapi malah jatuhnya toxic relationship, minim komunikasi, penuh silent treatment 🙂🤌
This entire review has been hidden because of spoilers.
Entah kenapa bacanya agak gimana gitu, mungkin karena karakter Meisya ini kurang masuk di aku. Dan jalan ceritanya pas dari pertengahan ke akhir itu nggak terlalu smooth. Lalu beberapa part yang menurutku ironis aja gitu hehe.
Suka banget dengan karakter Barra yang bikin melted...ceritanya menarik dan alurnya pas tidak buru-buru. Romancenya ada, konfliknya sedikit complicated tapi penyelesaiannya okey.
jalan ceritanya sangat mudah untuk diikuti. tapi bukan tipikal cerita yang WAH banget gitu.
terus..... aku heran kenapa dialog antara bara dan meisya kaku banget kayak ????? T____T perasaan pas sama yang lain nggak gitu deh bahasanya....... coba kalo dibuat santai aja pasti lebih oke...... karena jujur aku tiap baca novel suka ngeparodiin dialog, nah pas coba dialog novel ini kayak gimana gitu aowkdoejdkwlepwlwl huhu
momen bara dan meisya cukup bikin baper sih, meski ada beberapa yang, sorry, cringe (but i can tolerate that so its okay). thats the point of fallin in love anyways..... being cringe.......
menurutku momen pedekate mereka kurang banyak T_____T harusnya bisa lebih banyak lagi. dan aku tau penyebabnya..... karena menuju akhir tiba tiba ada konflik tambahan......... and........ DUHHH harusnya itu bisa dibikin lebih menegangkan and everything, tapi tau taunya udah timeskip. terus jadi diceritain pake alur mundur—which is menurutku kurang seru
This entire review has been hidden because of spoilers.