Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bisik Bintang

Rate this book
“Aku gembira ketika membaca berita bahwa 18 cerpen Najib Mahfuz yang sebelumnya tak diketahui ditemukan di antara berkas-berkas lamanya. Barangkali irasional, tetapi ada bagian dari diriku yang berpikir ia pasti sangat gembira. Aku bayangkan dia mengelus-elus buku baru ini sambil menghisap rokok, dengan secangkir kopi Turki yang kuat di sampingnya.” — Elif Shafak

Dalam kumpulan yang tipis namun menyentuh ini, yang sebelumnya terlupakan tanpa pernah sama sekali diterbitkan, Najib Mahfuz mengajak pembaca memasuki kehidupan kampung urban di tengah hiruk pikuk kota besar Kairo, sebuah dunia orang-orang biasa yang sarat vitalitas, di mana yang kasat mata dan tidak kasat mata berkelindan, begitu juga tawa dan tangis, tarian dan kesunyian, nestapa dan harapan, gang yang berujung di ruang bawah tanah tempat tinggal para tunawisma, sementara di atasnya berdiri kokoh benteng kuno tempat tinggal hantu dan jin-jin.

“Tokoh-tokoh Mahfuz menguak kepada pembaca bukan cuma brutalitas kehidupan sehari-hari, melainkan juga keindahan- nya yang terpiuh.” — Socialist Review

78 pages, Paperback

Published November 1, 2020

4 people are currently reading
47 people want to read

About the author

Naguib Mahfouz

446 books16.1k followers
Naguib Mahfouz (Arabic author profile: نجيب محفوظ) was an Egyptian writer who won the 1988 Nobel Prize for Literature. He published over 50 novels, over 350 short stories, dozens of movie scripts, and five plays over a 70-year career. Many of his works have been made into Egyptian and foreign films.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (12%)
4 stars
27 (41%)
3 stars
26 (40%)
2 stars
1 (1%)
1 star
3 (4%)
Displaying 1 - 20 of 20 reviews
Profile Image for raafi.
0 reviews451 followers
July 2, 2021
Kupikir, kumcer ini bisa diselesaikan dalam sekali duduk mengingat tebalnya yang hanya 78 halaman. Ternyata, aku perlu beberapa hari untuk menghabiskannya dengan menyelingi melakukan hal lain. Alasannya? Beberapa cerita pada buku ini sedikit-banyak mengingatkanku pada dongeng-dongeng verbal yang suka disampaikan oleh mendiang ayah dulu.

Kisah-kisahnya khas timur tengah dengan nama tokoh yang arabik dan cerita-cerita yang penuh "pemaknaan". Hanya saja, tidak seperti kisah sufi yang kebanyakan bertema orang-berperilaku-tidak-baik-mendapat-hidayah, kisah-kisah pada buku ini mengandung plot twist yang beberapa bikin melongo.

Namun, tetap saja ada hikmah dari kisah-kisahnya. Berikut tiga kisah yang paling melekat dan amat dekat.

Ramalan Namla - Kisah amat pendek tentang orang gila bernama Namla yang mengoceh akan datangnya kabar baik bagi Harq. Ocehannya itu menjadi ramalan yang terkabul sehingga Harq benar-benar mendapati "kabar baik". Namla akhirnya disebut-sebut sebagai pembuat mukjizat oleh Kepala Kampung.

Nasibmu dalam Hidup Ini - Kisah sebuah kampung yang dilanda kejadian tak biasa. Sebagian warga kampung tersebut tiba-tiba menangis tersedu terus-menerus tanpa sebab. Itu menjadi kepelikan kampung itu. Seorang perempuan memberikan alternatif solusi tetapi tak didengarkan oleh Kepala Kampung yang malah meminta mantri kesehatan mengeceknya. Namun, ternyata si mantri yang juga mengalami kondisi yang sama dan dapat "sembuh" oleh alternatif dari perempuan itu.

Naqba di Benteng Kuno - Sebuah kisah tentang Naqba yang tadinya pelayan surau menjadi pemberi petuah yang tidak disukai warga kampung. Ia disebut-sebut kafir sementara orang-orang terus dibuka tabirnya melalui kata-kata Naqba. Kisah ini menjadi dongeng kampung yang didengungkan hingga kini dan konon Naqba masih menempati kampung itu di sebuah benteng kuno. Ini termasuk cerita favorit karena nuansanya mirip dengan dongeng verbal ayah.

Terdapat 18 kisah di dalam buku tipis ini. Satu-dua cerpen memadati 4 halaman, sisanya lebih sedikit bahkan hanya 2 halaman tanggung. Namun dari keseluruhan cerita, kumcer ini bisa menjadi alternatif bacaan bagi penyuka fiksi pendek dari "tanah" lain.
Profile Image for Rewina Pratiwi.
59 reviews2 followers
September 5, 2025
Kumcer pertamanya Najib Mahfuz yang kubaca. Dan kalau disuruh baca karya beliau yang lainnya sih aku mau.

● Berisi 18 cerita pendek yang betulan pendek. Kebanyakan hanya 3-5 halaman saja. Rasanya kayak makan snack aja gitu. Pelan-pelan eh tahu-tahu habis. Rara-rata dari cerpen yang dimuat di sini ditulis pada rentang tahun 1993-1994.

● Cerita yang dimuat nggak jauh dari keseharian warga kampung dalam setting Kairo pada masa itu. Ruang-ruang bawah tanah, benteng kuno, kepercayaan pada adanya jin, dinamika kampung dan peran kepala kampung, imam surau, dan hubungan orang kuat-rakyat biasa. Aku suka. Meski pada beberapa bagian cerpen aku harus mengernyitkan dahi karena nggak paham. Mungkin harus cari tahu lebih soal konteks sosial-politik Kairo pada waktu itu kali, ya?

● Overall ini tipikal kumpulan cerpen yang aku suka. Lugas. Jelas. Menceritakan keseharian yang sebenarnya dekat. Ditambah, menurutku Najib Mahfuz --tanpa diragukan-- adalah penulis yang berani. Soalnya imam surau, kepala kampung, dan orang kuat cukup sering dibikin jadi karakter yang --mari kita bilang-- antagonis? Intinya dalam semua cerpennya, keberihakannya jelas. Lovv!

Kutipan dari Najib Mahfuz yang kusuka,

"Kita tidak akan berkembang sampai kita mengakui bahwa membaca itu kebutuhan vital" ☝🏽
Profile Image for asami.
36 reviews1 follower
January 25, 2022
Cerita tentang orang-orang kampung Mesir yang sebenarnya gak jauh beda dengan di Indonesia. Nice one..
Profile Image for azur.
24 reviews1 follower
August 16, 2024
Membaca buku ini terasa seperti dilantukan kidung shalawat sambil dibacakan dongeng oleh pak ustadz. Selain itu, Najib juga menuliskan kumcer ini dengan begitu indah dan romantis. Saya seperti dibawa untuk menyelami setiap kehidupan di kampung-kampung Mesir di sana. Perbicaraan terkait hal-hal gaib, orang-orang yang dituakan, dan gosip-gosip di antara itu ternyata gak jauh beda sama apa, paling tidak untuk saya yang tinggal di gang, mirip sama keadaan di sini.

Beragam topik yang coba Najib ceritakan kumcer ini, tapi yang pasti (menurut saya) mencoba untuk melihatkan sisi lain kampung dan gang yang mungkin bisa ditemui sehari-hari. Misalnya, cerita tentang kegigihan yang dituangkan di judul "Pengusiran"; tentang mengkritisi terkait satu hal pada judul "Ibnu Hara", "Anak Panah", "Ramalan Namla". Tapi, intinya banyak cerita yang menceritakan tentang hal kedua, yaitu bagaimana para karakter berani menembus.

Selain itu, penggambaran terkait mereka yang outcast/pariah/terpinggirkan juga begitu menarik -- bagaimana mereka mencoba mendobrak hal yang bagi sebagian orang tabu, dan akhirnya bisa punya closure tersendiri. Yang menarik lagi: Najib mencoba menceritakan tentang mereka dengan penceritaan rumah bawah tanah -- sebuah tempat di mana berkumpulnya para terpinggirkan.

Walaupun ditulis dengan sangat indah, menyoal cerita, barangkakli tidak semua judul di dalamnya memiliki kedalaman yang utuh. Gak tahu mengapa, Najib seperti obses dengan perempuan umur 20an . Ada beberapa cerita yang selalu menggambarkan karakter tersebut. Tak hanya demikian, ada cerita yang menurut saya seperti menggantung keluar dari konteks.

Membaca kata pengantar ini di buku ini, semakin yakin bahwa banyak cerita dalam Bisik Bintang yang merefleksikan terkait pengalaman Najib selalu dituduh sebagai penyimpang.

Buku yang indah, tapi sekaligus bikin merefleksikan dengan keadaan sekitar.
Profile Image for Willy Alfarius.
93 reviews7 followers
March 22, 2022
Baru pertama kali ini baca karyanya Naguib Mahfouz (ditulis oleh penerbit menjadi Najib Mahfuz) dan serasa diajak menyusuri lorong-lorong yang gelap namun panas di sudut-sudut kota Kairo di Mesir. Sebagai orang yang jarang membaca karya-karya, utamanya sastra, yang berasal dari sana, penggambaran Mahfuz dalam karya pendeknya ini tentu membawa pengalaman baru tersendiri. Terutama saya melihat bagaimana orang-orang di sana berpikir, beraktivitas, pun cara mereka dalam menghadapi dan memandang sesuatu, yang tentu sangat asing dan baru bagi saya sendiri. Salah satu cerpen, "Jeritan", adalah cerpen yang cukup teringat. Terutama tentang tragisnya peristiwa bunuh diri (dengan jalan bakar diri) dari seorang istri pasca perceraian dengan suaminya.
Selebihnya, saya tidak begitu mengingat dengan baik detail-detail ceritanya yang memang, sejujurnya, agak susah untuk diingat dan dipahami. Hanya saja, kesan kemuramannya memang selalu teringat dari cerita-cerita sangat pendek yang ditampilkan Mahfuz di buku ini.
Profile Image for Tyas.
Author 38 books87 followers
May 19, 2023
Saya kontan membeli buku ini saat menemukannya di toko buku. Alasan utamanya adalah buku ini diterjemahkan langsung dari bahasa Arab, bukan dari bahasa antara (misalnya Inggris). Saya sangat mendukung penerjemahan buku-buku langsung dari bahasa aslinya.

Baru pembuka pun, saya langsung sadar bahwa sedikit sekali yang saya ketahui soal Mesir, budayanya, dan kehidupan rakyatnya. Cerita-cerita pendek (dan sangat pendek) yang berkisar tentang kehidupan kampung di Mesir ini memang mengandung hal-hal universal yang bisa dipahami siapa saja dari mana saja, namun ada pula yang butuh konteks untuk bisa lebih dipahami. Konteks itulah yang tidak cukup saya miliki. Namun membaca buku ini juga suatu cara mengisi kekosongan di bagian otak saya yang berlabel "Mesir"; mengisinya dengan informasi dan konteks yang moga-moga akan membuat saya lebih bisa memahami tulisan-tulisan lain tentang Mesir.
Profile Image for 0 Zayn!.
73 reviews1 follower
Read
July 11, 2022
Saya membelinya utk mengatasi bosan ketika dalam perjalanan luar. Buku ini sgt mudah dibawa dan gampang dimasukin tas kecil ataupun kantong jaket. Kupikir akan selesai dalam waktu singkat, tapi butuh selesai sampai hari ini karena sy tak bergairah apa yg diceritakan Najib.
Kebetulan ini buku terjemahan, biasanya kalo gak puas sy malah mengkambinghitamkan penterjemahnya 😂.
Alih-alih berefleksi apakah sudah membaca dg benar, soalnya ketika baca buku ini sy membaca dengan mata sedangkan pikiran kemana-mana.
Entah ini salah bukunya atau salah saya, kuingin pastikan jika bukunya menarik pasti dia akan membawa pikiran sy masuk kedalam ceritanya, kecuali ada ribut2 di luar shg sy tidak bisa fokus membaca.
Profile Image for Deliana.
36 reviews
December 1, 2025
Hmmm, waktu baca cerpen pertama masih bisa paham apa maksudnya. Eh tapi lama-kelamaan di cerpen selanjutnya merasa kesulitan untuk mencerna ceritanya. Kalau dari terjemahannya sih luwes ya, tapi kayaknya karena susunan kalimatnya gak dirapihin lagi setelah diterjemahkan, jadi rada pusing bacanya.

Pendalaman karakter di setiap cerpen juga gak intens, jadi pas ganti ke karakter baru langsung lupa sama karakter di awal. Terus juga mungkin karena latar cerita ngambil dari tahun sebelum 90-an ya jadi pas banyak banyak deh ideologi² plot cerpen yang bertentangan dengan paham/ideologi sekarang.

Di satu sisi, alasan penulis masukkin ideologi itu selain satu arah dengan masanga, juga digunain buat nyentil para oknum yang menyalahgunakan nama "agama Islam" dalam berbagai hal.

Profile Image for Sandys Ramadhan.
114 reviews
November 14, 2023
Rasanya aneh dan tidak biasa ketika membaca karya dari penulis timur tengah, mungkin karena perbedaan tradisi dan kebudayaan, sehingga sulit memahami dan membayangkan ceritanya yang bisa dibilang sangat-sangat pendek. Bahkan saya sendiri tidak dapat menyelesaikannya sekali duduk, padahal terbilang tipis bukunya.

Cerpen favorit: Jeritan, Nasibmu Dalam Hidup Ini, dan Toko Roti
Profile Image for Gilang Galiartha.
22 reviews
January 14, 2022
Bisa jadi ada alasan kenapa beberapa cerita ini belum pernah diterbitkan sebelumnya. Sebagian rasanya terlalu singkat, bahkan rasanya lebih singkat dari obrolan selintas di sebuah kedai kopi. Tapi, bukan berarti cerita-cerita ini tidak patut disimak. Ramalan Namla misalnya, tragikomedi lugas.
10 reviews
April 28, 2023
Menarik sekali melihat kebiasaan masyarakat kampung kota di Mesir yang sarat akan hal yang bersifat mistis dan tradisional. Ada beberapa hal di dalam buku ini yang tidak saya pahami, mungkin karena perbedaan budaya. Namun, buku ini masih dapat saya baca dengan enjoyment.
Profile Image for Bunga Mawar.
1,356 reviews43 followers
August 20, 2024
Numpang baca di perpustakaan kota Banda Aceh. Buku tipis 78 halaman, dengan 18 cerpen. Memang cari kumcer sih, biar cepat kelar, hahaa...

Sebagian cerita menyebutkan tentang benteng tua dengan ruang bawah tanah dan jin penghuninya. Kenapa, ya?
Profile Image for Dwi Tarisalwa.
14 reviews
October 11, 2025
no offense, halamannya tipis jadi sekali duduk langsung selesai baca. setiap bab beda cerita dan dibuat nebak alur selanjutnya? gantung dan aku kurang suka haha.
beberapa bab disuguhkan realita kehidupan dan memang benar begitu.
tapi menarik karena bikin aku ga bosan di krl.
Profile Image for Seno Guntur Pambudi.
75 reviews30 followers
March 18, 2023
"Al-hara", kampung, dunia yg penuh vitalitas hidup sekaligus tempat orang2 terbuang dan terasing dari kehidupan. Cerpen2 Mahfuz berkisah tentang kampung2 tsb, lorong2 gelap di Kairo.

Berisi 18 cerpen yg belum pernah diterbitkan sebelumnya, buku kumpulan cerpen ini menjadi oase untuk tulisan2 baru dari pemenang nobel kesusastraan ini. Buku ini juga menjadi pelengkap buku2 Mahfuz yg sudah pernah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Di kampung2 tsb ada seorang peramal Namla yg meramalkan mati hidupnya seseorang. Ada juga Ibn Hajar, bocah kecil ingusan yg mendapatkan bisikan bahwa tuan Zawi yg terpandang telah melakukan perbuatan tercela.


Para tokoh di cerpen ini beragam, orang polos, orang pintar, orang terpandang, dan lain-lainnya yg memang menggambarkan bagaimana kampung2 di Kairo terbentuk oleh beragam orang.

Mahfuz mengalami semua peristiwa di kampung itu. Ia seperti hidup lekat dgn kehidupan yg ada di lorong2 gelap kota Kairo. Perampokan, penjarahan, wabah penyakit. Namun begitulah, kehidupan terus berjalan, Mahfuz menceritakan kisah orang2 yg masih putih bajunya.
Profile Image for Cep Subhan KM.
343 reviews26 followers
March 20, 2022
Memuat 18 cerpen Najib Mahfuz yang ditemukan setelah dia meninggal. Cerpen-cerpennya tipe short short-story dan diterjemahkan sangat bagus dari bahasa Arab. Ulasan saya selengkapnya bisa dibaca di cepsubhankmdotcom
Displaying 1 - 20 of 20 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.