Padahal udah beberapa kali membaca buku Boy Candra dan suka sekali dengan buku-buku beliau tsb, but somehow buku yg ini sama sekali gak sreg di hati. Terlalu memaksakan untuk relate ke pembacanya, bukan pembacanya yg relate ke bukunya. Tokoh utamanya pun tidak memiliki karakter yang kuat, terlihat labil, tidak konsisten, dan menye2. Percakapan antar tokonya pun terlihat sangat kaku dan terlalu cringe. Biasanya buku dibawah 150 halaman bisa saya selesaikan hanya dalam beberapa jam, kali bacanya agak ogah2an. Mungkin karena gaya penulisannya atau entahlah ceritanya yang menurut saya terlalu dipaksakan. Untuk buku Boy Candra yg ini sama sekali bukan my cup of tea, saya ttp membacanya sampai habis sih walaupun membaca buku ini sama sekali bukan perjalanan yang menyenangkan.
SEROUSLY!! Kalo bukan Boy Candra yang nulis, aku nggak bakal beli buku tipis ini (menyesuaikan harga sih katanya. Bukan tipis tebalnya yang jadi masalah, tapi isinya)
Ceritanya bener-bener maksa, buru-buru, (kayak) nggak mateng secara konsep (mungkin karena ada buku part 2) kerasa flat banget. Waktu baca, setiap pindah dari bab satu ke bab lainya rasanya kayak capek banget, karena ceritanya berputar-putar.
Kurang ngena di aku. Btw! Sama kayak judulnya sih, bukunya bikin trauma untuk dibaca ulang(・∀・)
Kudu mikir lagi sih untuk beli karyanya Bang Boy selanjutnya. (Kalaupun buku ini best seller, pasti promosinya yang bagus)
So bad:)
(Toh, kalaupun isinya menye-menye, tapi si penulis udah punya pasarnya sendiri, pasti laku sih. Ada juga penulis yang mikirin pembacanya, mentingin kualitas, meskipun harus nunggu lama terbitnya.
Daripada sering-sering nerbitin buku tapi isi dan kualitasnya kayak ogah-ogahan, yang penting laku dapet duwit)
-mungkin teman-teman ingin membaca atau membuktikan sendiri silahkan 🙌
"Orang yang sedang jatuh cinta memang aneh. Tak perlu hal-hal rumit untuk merasa bahagia."
"Semua lelaki pada awalnya juga baik, Kimara. Tapi, lelaki itu seperti bumi. Mereka selalu berputar. Mereka selalu punya kemungkinan berubah. Hati-hati sajalah. Kamu masih terlalu muda, nanti ada waktunya ada semua itu." — Boy Candra, Trauma
This book follows a well-known author, whom tells us her relationship experiences and the men she has come across throughout her life.
If you have gone through heartbreaks or want to recall your puppy love, this book is definitely most perfect! It's one of the most common yet very relatable and relevant book on finding love, losing love and wondering about having relationships. Each chapter focuses on a guy the main character, Kimara, has dated or encountered and how do they impacted her life and influenced her views and acceptance of man.
This book also highlights on a writer's life and experiences. How to make a book sell and what it's like to fail and succeed as a writer.
However, one need to read this book as it is and not over analyse or think too deeply about the story. At times, I did find myself wondering why Kim easily accepts these guys as her boyfriend and why she falls for them so easily and feel frustrated. But tbh, if I were to be her, most probably, I'd end up the same? Besides that, I also have questions on what makes her a really good writer (except for her experience) and questions on her writing process. But again, this is a short book and the author has obviously emphasized on other matter more than the issues I'm questioning.
Overall, I truly enjoyed this short book. I smiled, cringed, felt frustrated and of course emotional throughout the book. Such lovely writing and that plot twist at the end is super cute. The language used is also super easy to understand as it consists mostly Malay-like words. Highly recommended if you're searching for a light, coming of age, romance book.
Ini kisah seorang gadis yang mempunyai pengalaman buruk dengan banyak lelaki termasuk ayahnya sendiri. Ayahnya meninggalkan dia dan ibunya dan pergi bersama wanita lain dan langsung tidak menafkahi apatah lagi ambil peduli tentang kehidupan mereka berdua.
Pengalaman perit yang dilaluinya bersama beberapa lelaki yang menjadi teman lelakinya memberi bekas luka dan trauma untuk dia bercinta. Dia sendiri hilang kepercayaan bahawa masih ada lelaki yang baik yang boleh dijadikan pasangan. Dia tidak lagi percaya bahawa dia masih mampu untuk mencintai seseorang dan dicintai oleh orang itu tanpa melalui apa pun kenangan buruk.
“ Semua lelaki pada awalnya juga baik, Kimara. Tapi, lelaki itu seperti bumi. Mereka selalu berputar. Mereka selalu punya kemungkinan berubah.”
Sebelum membaca, aku biasa ada habit suka selak-selak dulu buku dan sebenarnya aku tertarik pada nama-nama setiap bab. Tertanya-tanya juga pada awalnya dan rupanya nama bab adalah nama teman lelaki Kimara. Ini bermaksud bab tersebut menceritakan tentang lelaki yang menjadi teman lelaki dia.
Buku ini juga sangat santai dan ringan. Aku dapat habiskan dalam masa dua jam sebab tak tebal. Jangan ceritanya berkesinambungan dan kadang menghadirkan rasa teruja, seronok, takut(waktu dia bercinta dengan orang yang berubah-ubah personaliti dan menjadi stalker) dan marah (lelaki itu dah kahwin😤dan Kimara tak tahu pun). Pengakhiran ceritanya yang paling tak sangka. Aku langsung tidak menyangka salah satu lelaki itu akan muncul kembali mengotakan janjinya dulu (lelaki itu yang paling baik antara semua😍)tapi itulah tergantung.
Untuk mereka yang tak ingin membaca buku yang tebal atau sedang reading slump, aku sarankan untuk dapatkan buku ini.
Trauma karya Boy Candra Buku ini bercerita tentang Kimara, seorang penulis yang memiliki trauma sehingga sulit percaya pada laki-laki (dalam konteks hubungan asmara).
Gak sesuai ekspektasiku, aku sama sekali gak merasakan tensi dari cerita ini. Sama sekali gak bisa merasakan penderitaan si Kimara wkwkwk. Padahal mungkin buat sebagian orang kisah hidup Kimara menyedihkan kalau benar2 ada di dunia ini.
Ada beberapa bagian yang menurutku bisa disampaikan dengan cara lain. Pengembangan karakter tokoh juga kurang ngena, mungkin karna bg Boy milih pake pov 1. Full pov 1.
Ini kali pertama aku baca novel Boy Candra. Novia, temanku yang selalu meminjamkan aku buku--mengoleksi buku2 Boy Candra. Dulu pas SMA aku gak tertarik dengan buku2 Boy Candra.
Mungkin aku harus baca buku Boy Candra yg lain agar tau gaya penceritaannya. Terlepas dari penilaianku, aku tetap terhibur dengan buku ini. Dan merekomendasikan ke kalian.
Cerita yang diangkat oleh Bang Boy ini bisa jadi relate di kehidupan nyata, seperti masalah percintaan dengan sang mantan, seorang anak yang merasa dikhianati oleh ayahnya sendiri dan penulis dengan berbagai permasalahan di dunia kepenulisan. Bahasa yang digunakan mudah dipahami pembaca, alurnya juga hidup dan bikin penasaran buat lanjut membaca. Tapi sayang, endingnya menggantung.
Dari novel ini pembaca akan belajar jika menyandarkan harapan yang tinggi terhadap seseorang maka bersiaplah dengan risiko jatuh teramat dalam. Dari kisah hidup Kimara akan memotivasi pembaca untuk memaksimalkan potensi terbaik yang kita miliki.
Kimara dibesarkan oleh ibunya selepas ayah meninggalkan mereka untuk perempuan lain. Kimara bertemu beberapa lelaki dalam hidupnya yang memiliki sikap yang berlainan. Setiap kisah membawa pengakhiran dan kesimpulan yg berbeza. Tetapi Kimara mengalami perkara yang sama - luka, sedih & trauma. Disebalik itu, dia mempelajari beberapa perkara.
—-
Kimara grownup with her mother after his father leave them for another woman. In her life, she met a few men with different personality in different situations. Each encounters lead to different expenses and ending. She did experience the same things IG hurts, sadness and trauma. However, she leaves few important lessons in her life.
baca buku ni rasa macam, wow. isi ceritanya memang live up to its name eh. rasanya kalau aku di tempat Kimara pun, memang akan trauma setrauma traumanya ye. pada aku, buku ni macam bacaan ringan je. cuma perasaan dia tu berat. bukunya pun nipis sahaja, tak tebal sangat and tak nipis sangat. ada sedikit daripada cerita yang boleh relate. and pedih ya rasa bila baca buku ni. and btw, comel ye nama Kimara tu :)
Kisah tentang Kimara, seorang novelis yang melalui banyak ujian bersama ‘lelaki’. Buku yang nipis jadi tak terasa plot buildup dan character development (meskipun dah kecewa berkali-kali). Ada momen-momen lucu. Sedikit kecewa sebab tergantung. Lagi puas hati kalau ada sambungan sikit di pengakhiran cerita.
⭐️4/5 Gokil sih buku ini isinya tragedi dan kisah2 cowo bajingan red flag. Tapi justru anehnya kisah2 ini cukup menghibur. Ujung ceritanya yg menyedihkan justru bikin pengen ketawa, tapi juga miris di waktu yg bersamaan. Tragedy becomes comedy. Buku jni mengingatkan kita sekali lagi kalo laki2 adalah bajingan HAHAHAHAH
Buku pertama boy candra yang aku baca, cukup ringan dengan penuh konfliks Seketika terbayang kisah yang cukup membuat tersenyum tipis. Senyum yang mengingat rasa bahagia dan sakit secara bersamaan
Terima kasih bang boy candra Terus berkarya, semangat.
Saya suka dengan buku ini tetapi bagi saya ada sedikit kekurangan dari segi penceritaan konflik trauma. Ada part atau bahagian bab yang kurang unsur mengenai trauma itu sendiri. Walau bagaimanapun, saya tetap memberi lima bintang kerana penceritaannya.
"Orang yang sedang jatuh cinta memang aneh. Tak perlu hal-hal rumit untuk merasa bahagia."
"Semua lelaki pada awalnya juga baik, Kimara. Mereka selalu punya kemungkinan berubah. Hati-hati saja lah. Kamu masih terlalu muda, nanti ada waktunya ada semua itu." -Boy Chandra, Trauma
Ini kisah seorang gadis yang punya pengalaman buruk dengan banyak lelaki termasuk ayahnya sendiri Pengalaman perih yang dilaluinya bersama beberapa teman lelakinya memberi bekas luka dan trauma untuk dia bercinta. Dia sendiri hilang kepercayaan bahwa masih ada lelaki yang baik yang boleh dijadikannya pasangan.
If you have gone through heartbreaks or want to recall your puppy love, this book is definitely most perfect! Each chapter focuses on a guy the main character, Kimara, has dated or encountered and how do they impacted her life and influenced her views and acceptance of man. Overall, i truly enjoyed this short book. I smiled, cringed, felt frustrated and of course emotional throughout the book. Such lovely writing and that plot twist at the end is super cute. The language used is also super easy to understand.
Suka dengan kehidupan Kimara sebagai seorang penulis. Ya, walaupun sejauh ini menulis masih menjadi media menyalurkan energi negatif dari dalam diri. Media untuk belajar mengungkapkan rasa. :) https://oasemala.wordpress.com/2020/1...