What do you think?


You Do You: Discovering Live Through Experiments and Self-Awareness
"Mas, gimana kalau passion gue belum menghasilkan?"
"Mas, apakah lebih baik jadi generalis atau spesialis?"
"Mas, gue pengin bisa ganti haluan karier di bidang yang lain, bisakah?
"Mas, gue lagi di tengah-tengah quarter-life crisis. Help me."
"Mas, gue bingung ikigai gue apa."
"Mas, emang di usia 30 nanti, secara finansial gue udah mesti punya apa aja?"
"Mas, berbagi dong proses lo menuju ke Rp1M pertama."
I feel you. Gue juga pernah mengalami keresahan yang sama. Faktanya, satu dekade pertama dalam perjalanan karier gue dihabiskan untuk bereksperimen dengan sembilan macam role yang berbeda, sampai akhimya gue menemukan ikigai.
Sales, petugas lelang, operator alat berat, travel blogger, food photographer, penyanyi, social media manager, product manager di sebuah tech startup, sampai
pengusaha pernah gue jalani.
Menariknya, semua kegalauan dan pencarian itu mulai terjawab dengan sendirinya ketika gue bisa menjawab pertanyaan: "Who are you?"
Ketika gue mengenal diri sendiri, maka pada titik itulah gue menemukan jawaban bahwa "your life (career, business, relationship, and finance) should be an extension of who you are".
Buku ini nggak ngasih jawaban langsung, tapi ngebantu merefleksi diri, melihat ke dalam, mengurai situasi, supaya lo bisa menemukan sendiri jawaban, kapan pun lo bertemu dengan persimpangan.
Let's begin THE JOURNEY of finding YOURSELF
"Mas, apakah lebih baik jadi generalis atau spesialis?"
"Mas, gue pengin bisa ganti haluan karier di bidang yang lain, bisakah?
"Mas, gue lagi di tengah-tengah quarter-life crisis. Help me."
"Mas, gue bingung ikigai gue apa."
"Mas, emang di usia 30 nanti, secara finansial gue udah mesti punya apa aja?"
"Mas, berbagi dong proses lo menuju ke Rp1M pertama."
I feel you. Gue juga pernah mengalami keresahan yang sama. Faktanya, satu dekade pertama dalam perjalanan karier gue dihabiskan untuk bereksperimen dengan sembilan macam role yang berbeda, sampai akhimya gue menemukan ikigai.
Sales, petugas lelang, operator alat berat, travel blogger, food photographer, penyanyi, social media manager, product manager di sebuah tech startup, sampai
pengusaha pernah gue jalani.
Menariknya, semua kegalauan dan pencarian itu mulai terjawab dengan sendirinya ketika gue bisa menjawab pertanyaan: "Who are you?"
Ketika gue mengenal diri sendiri, maka pada titik itulah gue menemukan jawaban bahwa "your life (career, business, relationship, and finance) should be an extension of who you are".
Buku ini nggak ngasih jawaban langsung, tapi ngebantu merefleksi diri, melihat ke dalam, mengurai situasi, supaya lo bisa menemukan sendiri jawaban, kapan pun lo bertemu dengan persimpangan.
Let's begin THE JOURNEY of finding YOURSELF
252 pages, Paperback
Published December 17, 2020
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 30 of 536 reviews
December 25, 2020
Nama Fellexandro Ruby sudah tidak lagi terdengar asing buatku. Perkenalan dimulai sejak siniar Thirty Days of Lunch musim pertama lalu konten di Twitter-nya. Beberapa teman-temanku sering berbagi informasi terkait konten-kontennya, tetapi hal itu masih belum juga menggerakkanku untuk memerhatikan apa sih yang dilakukan oleh pria ini.
Sampai akhirnya Pearpress dan Gramedia Pustaka Utama membuka tabir secara perlahan. Katanya, Ruby akan merilis buku.
WAH! Kudu, wajib fardhu ain nih buat baca dan punya. Entahlah, aku merasa harus menjadi salah satu pembaca "pertama" buku Ruby. Hingga akhirnya aku ikut "bertarung" juga ketika masa prapesan dibuka pada 28 November 2020 kemarin.
Sejujurnya, aku sempat skeptis dengan Ruby. Hasil pengamatanku menunjukkan kalau Ruby memang sudah "ajeg" berdiri. Jadi ya wajar saja kalau dia membuat buku yang katanya bisa membantu pembaca usia muda dalam memetakan langkah selanjutnya. Aku skeptis karena ada banyak penulis dengan tujuan serupa namun hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasiku.
Buku You Do You dibagi menjadi 5 bagian. Dari bagian pembuka atau penduhuluan, Ruby sudah mengatakan bahwa buku ini tidak harus dibaca secara runut. Pembaca bisa memilih bab mana dulu yang ia ingin baca, disesuaikan dengan kebutuhan saat itu. Well, aku sendiri memilih untuk membacanya secara berurutan (sebagaimana itu yang selalu aku lakukan seperti biasa).
Ada banyak sekali pembahasan menarik. Aku suka dengan bagaimana Ruby memulai bukunya: tentang mengenali diri sendiri. Di bab 1 "Bertemu dengan Diri Sendiri", Ruby menjabarkan bahwa ada banyak tools yang bisa kita gunakan untuk mengenali diri lebih dalam. Tapi konsekuensinya, tools tersebut harganya mahal. Maka, Ruby memberikan beberapa asesmen yang sekiranya kita bisa lakukan secara gratis dengan memanfaatkan Internet. Misalnya tentang mengetahui cara belajar kita, jam bego dan jam cerdas kita, pola produktivitas kita. Semua itu memang sebaiknya kita ketahui lebih dulu untuk memudahkan penentuan akan ke mana langkah kita selanjutnya.
Semakin ke belakang, pembaca diajak untuk makin mengenali dirinya sendiri. Supaya tidak mudah terpengaruh ketika memetakan kemampuannya. Misalnya membahas tentang ikigai di bab kedua. Sebagian besar orang pasti pernah terjebak pada terminologi "passion" dan melihat bahwa "passion" bisa disamakan dengan mata pencaharian utama. Padahal, belum tentu. Di sini, Ruby mencoba memberikan alternatif definisi yang sifatnya bisa lebih universal.
Apa yang disampaikan Ruby lewat 5 bab You Do You bagiku sudah sangat membantu teman-teman pembaca yang merasa hidupnya di persimpangan. Melihat teman-temannya sudah ada di posisi/jabatan tertentu, atau anak tetangga yang sudah mau S3 sedangkan kita gini-gini aja, pasti memunculkan rasa galau yang tidak nyaman. Ruby seakan mengajak kita berdialog bahwa semua itu bermula dari diri kita sendiri. Tidak perlu membandingkan dengan orang lain.
Selain kontennya, cara penyajuan buku You Do You sama sekali tidak membosankan. Halamannya penuh warna, ilustrasi, grafik, tabel, hingga QR code yang makin menambah menarik buku ini. Pembaca tidak hanya belajar dari narasi, tapi benar-benar disuguhkan data dan referensi akademisnya. Ya, QR code di akhir bab akan mengantarkan pembaca menuju referensi yang Ruby gunakan ketika menyusun buku ini. Jadi, apa yang ditulis Ruby bukan hanya sekadar apa yang dia alami, melainkan juga sudah ada artikel dan referensi ilmiahnya.
Membaca You Do You mengingatkanku pada banyak sekali bacaan yang sudah pernah aku tuntaskan. Misalnya saja artikel Prof. Rhenald Kasali yang berjudul "Sekolah 5 Senti" dan "Paspor." Begitu juga bukunya yang berjudul "Self-Driving." Ruby juga menyebutkan banyak judul buku di You Do You seperti Freaknomics, Range, dan Mindset.
Kalau bisa dibilang, buku ini sungguh kaya. It helps us to make your own timeline tapi juga memperkaya kita dengan banyak referensi yang bisa ditelusuri lebih jauh. Mendorong kita untuk tidak cuma berpangku pada apa yang Ruby tulis. But, do explore more!
Aku sendiri suka dengan You Do You. Cocok dibaca oleh mereka yang berada di usia 20-30 awal. Cocok jadi kado untuk mereka yang barusan lulus jadi sarjana. Cocok untuk teman yang bilang kalau mereka sedang mengalamai "quarter life crisis."
Kudos untuk Ruby! He is really a good writer and not only an influencer. Skeptisku tidak terbukti. Instead, aku jadi fans-nya Ruby. I am hoping Ruby will fill his Goodreads account with books he has read. Jadi, aku bisa kepo, kok bisa sih Ruby punya cara berpikir seperti itu?
Sampai akhirnya Pearpress dan Gramedia Pustaka Utama membuka tabir secara perlahan. Katanya, Ruby akan merilis buku.
WAH! Kudu, wajib fardhu ain nih buat baca dan punya. Entahlah, aku merasa harus menjadi salah satu pembaca "pertama" buku Ruby. Hingga akhirnya aku ikut "bertarung" juga ketika masa prapesan dibuka pada 28 November 2020 kemarin.
Sejujurnya, aku sempat skeptis dengan Ruby. Hasil pengamatanku menunjukkan kalau Ruby memang sudah "ajeg" berdiri. Jadi ya wajar saja kalau dia membuat buku yang katanya bisa membantu pembaca usia muda dalam memetakan langkah selanjutnya. Aku skeptis karena ada banyak penulis dengan tujuan serupa namun hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasiku.
Buku You Do You dibagi menjadi 5 bagian. Dari bagian pembuka atau penduhuluan, Ruby sudah mengatakan bahwa buku ini tidak harus dibaca secara runut. Pembaca bisa memilih bab mana dulu yang ia ingin baca, disesuaikan dengan kebutuhan saat itu. Well, aku sendiri memilih untuk membacanya secara berurutan (sebagaimana itu yang selalu aku lakukan seperti biasa).
Ada banyak sekali pembahasan menarik. Aku suka dengan bagaimana Ruby memulai bukunya: tentang mengenali diri sendiri. Di bab 1 "Bertemu dengan Diri Sendiri", Ruby menjabarkan bahwa ada banyak tools yang bisa kita gunakan untuk mengenali diri lebih dalam. Tapi konsekuensinya, tools tersebut harganya mahal. Maka, Ruby memberikan beberapa asesmen yang sekiranya kita bisa lakukan secara gratis dengan memanfaatkan Internet. Misalnya tentang mengetahui cara belajar kita, jam bego dan jam cerdas kita, pola produktivitas kita. Semua itu memang sebaiknya kita ketahui lebih dulu untuk memudahkan penentuan akan ke mana langkah kita selanjutnya.
Semakin ke belakang, pembaca diajak untuk makin mengenali dirinya sendiri. Supaya tidak mudah terpengaruh ketika memetakan kemampuannya. Misalnya membahas tentang ikigai di bab kedua. Sebagian besar orang pasti pernah terjebak pada terminologi "passion" dan melihat bahwa "passion" bisa disamakan dengan mata pencaharian utama. Padahal, belum tentu. Di sini, Ruby mencoba memberikan alternatif definisi yang sifatnya bisa lebih universal.
Apa yang disampaikan Ruby lewat 5 bab You Do You bagiku sudah sangat membantu teman-teman pembaca yang merasa hidupnya di persimpangan. Melihat teman-temannya sudah ada di posisi/jabatan tertentu, atau anak tetangga yang sudah mau S3 sedangkan kita gini-gini aja, pasti memunculkan rasa galau yang tidak nyaman. Ruby seakan mengajak kita berdialog bahwa semua itu bermula dari diri kita sendiri. Tidak perlu membandingkan dengan orang lain.
Selain kontennya, cara penyajuan buku You Do You sama sekali tidak membosankan. Halamannya penuh warna, ilustrasi, grafik, tabel, hingga QR code yang makin menambah menarik buku ini. Pembaca tidak hanya belajar dari narasi, tapi benar-benar disuguhkan data dan referensi akademisnya. Ya, QR code di akhir bab akan mengantarkan pembaca menuju referensi yang Ruby gunakan ketika menyusun buku ini. Jadi, apa yang ditulis Ruby bukan hanya sekadar apa yang dia alami, melainkan juga sudah ada artikel dan referensi ilmiahnya.
Membaca You Do You mengingatkanku pada banyak sekali bacaan yang sudah pernah aku tuntaskan. Misalnya saja artikel Prof. Rhenald Kasali yang berjudul "Sekolah 5 Senti" dan "Paspor." Begitu juga bukunya yang berjudul "Self-Driving." Ruby juga menyebutkan banyak judul buku di You Do You seperti Freaknomics, Range, dan Mindset.
Kalau bisa dibilang, buku ini sungguh kaya. It helps us to make your own timeline tapi juga memperkaya kita dengan banyak referensi yang bisa ditelusuri lebih jauh. Mendorong kita untuk tidak cuma berpangku pada apa yang Ruby tulis. But, do explore more!
Aku sendiri suka dengan You Do You. Cocok dibaca oleh mereka yang berada di usia 20-30 awal. Cocok jadi kado untuk mereka yang barusan lulus jadi sarjana. Cocok untuk teman yang bilang kalau mereka sedang mengalamai "quarter life crisis."
Kudos untuk Ruby! He is really a good writer and not only an influencer. Skeptisku tidak terbukti. Instead, aku jadi fans-nya Ruby. I am hoping Ruby will fill his Goodreads account with books he has read. Jadi, aku bisa kepo, kok bisa sih Ruby punya cara berpikir seperti itu?
April 4, 2022
I had trouble reviewing this book. How good this book really depends on your initial position, political viewpoints, and taste.
If you are someone who has never read any book about self-help/self-improvement, this book is perhaps...good. Very good. This book is like a summary of self-help bestsellers from the last 20 years, like Mindset (Dweck), Factfulness (Rosling), Outliers (Gladwell), Ikigai, etc.
But if you have read those books (or other self-help books), this book brings hardly any new insights. There is an interesting concept about net worth (that consists of money, influence, wellbeing, and skill), but that's about it. Almost all other materials are extracted directly from the books I mentioned above.
If you really don't like reading books and see such activities as boring, you might tolerate this book. This book is full of colorful illustrations fused into the writings, describing Ruby's concepts in a much more effective way. Moreover, very simplistic, conversational-style writing by Ruby is also really easy to understand (with the condition of understanding basic English). I can finish this book in 2 hours.
In contrast, people who have read books for quite some time would inevitably be bored reading this book. The lack of new insights, combined with an uninspiring writing style and storytelling. I myself is not a big fan of this 'write like you talk' style. I figure there is a lot more art in delivering information in texts rather than just writing what you would say verbally.
One thing that bugs me about this book is how the author seems to be full of himself at times. There are a lot of unnecessary brags that add none to the theory he is explaining. He talks the walk (his term) by saying that our work should be the extension of ourselves. Because this book is more about him crafting his hustler-creativepreneur-polymath persona than actually resonating with the reader and helping them (what the book promised in the beginning).
There is a serious lack of empathy in the writings of this book. The proper title should be he does he, rather than you do you.
One part of the book is about dealing with failures. Having read his stories infused in the previous parts, I was eager to know what kind of failure has struck him and how specifically he dealt with it. Surprisingly, he didn't share any of his failures. Zero, zip, nada. I wondered: is it because he doesn't have any 'big' failures that are worthy to share? Or is it because he is too vulnerable to share his failures? Either way, I am honestly disappointed.
Omitting your failures and shortcomings is dehumanizing. It makes you less relatable to us, fellow humans. Thus it makes your story boring, and kinda annoying to read.
If you read this, Mr. Ruby, you have to know that I trust that you are a great person (that's why I bought your book). But you don't need to rub it on our faces.
If you are someone who has never read any book about self-help/self-improvement, this book is perhaps...good. Very good. This book is like a summary of self-help bestsellers from the last 20 years, like Mindset (Dweck), Factfulness (Rosling), Outliers (Gladwell), Ikigai, etc.
But if you have read those books (or other self-help books), this book brings hardly any new insights. There is an interesting concept about net worth (that consists of money, influence, wellbeing, and skill), but that's about it. Almost all other materials are extracted directly from the books I mentioned above.
If you really don't like reading books and see such activities as boring, you might tolerate this book. This book is full of colorful illustrations fused into the writings, describing Ruby's concepts in a much more effective way. Moreover, very simplistic, conversational-style writing by Ruby is also really easy to understand (with the condition of understanding basic English). I can finish this book in 2 hours.
In contrast, people who have read books for quite some time would inevitably be bored reading this book. The lack of new insights, combined with an uninspiring writing style and storytelling. I myself is not a big fan of this 'write like you talk' style. I figure there is a lot more art in delivering information in texts rather than just writing what you would say verbally.
One thing that bugs me about this book is how the author seems to be full of himself at times. There are a lot of unnecessary brags that add none to the theory he is explaining. He talks the walk (his term) by saying that our work should be the extension of ourselves. Because this book is more about him crafting his hustler-creativepreneur-polymath persona than actually resonating with the reader and helping them (what the book promised in the beginning).
There is a serious lack of empathy in the writings of this book. The proper title should be he does he, rather than you do you.
One part of the book is about dealing with failures. Having read his stories infused in the previous parts, I was eager to know what kind of failure has struck him and how specifically he dealt with it. Surprisingly, he didn't share any of his failures. Zero, zip, nada. I wondered: is it because he doesn't have any 'big' failures that are worthy to share? Or is it because he is too vulnerable to share his failures? Either way, I am honestly disappointed.
Omitting your failures and shortcomings is dehumanizing. It makes you less relatable to us, fellow humans. Thus it makes your story boring, and kinda annoying to read.
If you read this, Mr. Ruby, you have to know that I trust that you are a great person (that's why I bought your book). But you don't need to rub it on our faces.
February 6, 2021
Salah satu buku self improvement that really helpfull for our life. In this book we gonna find some steps to find our passion. Cocok bgt sih untuk kalangan millenial yg masih bingung tentang apa passion kita.
Total ada 5 bab dalam buku ini that will improve our life. Bertemu dengan diri sendiri, bertemu dengan Ikigai, designing your life, building your new net networth, and principles.
Menurut ku di bab² awal masih membahas tentang hal² yg ringan semakin jauh pembahasan-nya semakin berat.
Ada banyak sekali point² yg aku bookmark dalam buku ini. Sayang sekali aku membacanya di gramdig jadi tidak bisa mencatat langsung point² tersebut.
Some quotes that I like from this book:
- “Your strength is (not) what you are good at. It's what you enjoy the most. It's your passion” ~hlm 54
- “You should be taking your riskiest bet, working the hardest, and investing the best the most in yourself in twenties” ~hlm 100
I'II definitely read this book again. Mungkin saat aku umur 23 atau 25
Overall 4,5 🌟
Total ada 5 bab dalam buku ini that will improve our life. Bertemu dengan diri sendiri, bertemu dengan Ikigai, designing your life, building your new net networth, and principles.
Menurut ku di bab² awal masih membahas tentang hal² yg ringan semakin jauh pembahasan-nya semakin berat.
Ada banyak sekali point² yg aku bookmark dalam buku ini. Sayang sekali aku membacanya di gramdig jadi tidak bisa mencatat langsung point² tersebut.
Some quotes that I like from this book:
- “Your strength is (not) what you are good at. It's what you enjoy the most. It's your passion” ~hlm 54
- “You should be taking your riskiest bet, working the hardest, and investing the best the most in yourself in twenties” ~hlm 100
I'II definitely read this book again. Mungkin saat aku umur 23 atau 25
Overall 4,5 🌟
April 17, 2021
I'm really sorry to write this, but I really upset with this book, I feel there's no any depth, he even bring Dunning-Krugger Effect or Pareto which already so mainstream. More over he put very basic investment section with the share, mutual fund, etc. I thought i will get something new, thought it would lead me to improve myself more, but here i am reading his experience with his 20 millions dentist with no value story at all.
And his narcissistic bragging those achievment. so boring. and he also sell so much hia product in this book.
And his narcissistic bragging those achievment. so boring. and he also sell so much hia product in this book.
January 15, 2021
Sebenarnya aku baca buku ini biar cepat ngantuk ehhh malah kebablasan baca sampai selesai krn writing style-nya yg asik!! Kalau bisa dibilang buku ini tuh ibarat 'nasi campur', segala macam dimasukin di sini. Dari soal finance, karir, sampai Ikigai atau simpelnya : how to find your purpose. Antar bab gak bersambung krn emang tujuan penulis biar pembaca bisa mulai baca dari bab berapa aja yg paling bikin mereka curious.
Isi buku ini padat dan gak bertele-tele. Rasanya kayak lagi baca inti sari dari beberapa buku nonfiksi, mulai dari buku Astrophysics-nya Neil deGrasse Tyson smpe Range-nya David Eipstein. Which is good buat aku yg emang jarang baca buku nonfiksi. Tapiiii kalau kamu yg udah sering berkecimpung di genre itu, mungkin buku ini tidak memberikan banyak 'new' things.
Buku ini juga dilengkapi ilustrasi yg colourful! Jadi bikin mata ga sepet liat tulisan mulu.
Hal2 tentang finance yg dibahas di buku ini, aku gak paham sama sekali. Jadi PR sih buat nyari tau lebih lanjut. Juga hal2 ttg karir, ada beberapa istilah yg asing.
Aku suka gimana buku ini mengingatkan to take something with a grain of salt!! Dan disadarkan bahwa hanya krn kutipan itu terkenal, belum tentu ia adalah fakta. 🙂
Besok aku mau nyatet isi buku ini yg di book journalku biar bisa dibaca tiap hari.
Dan of corz aku akan 'memaksa' suamiku untuk baca ini biar aku punya temen diskusi sekalian minta diajarin bab finance sm careernya😂
Isi buku ini padat dan gak bertele-tele. Rasanya kayak lagi baca inti sari dari beberapa buku nonfiksi, mulai dari buku Astrophysics-nya Neil deGrasse Tyson smpe Range-nya David Eipstein. Which is good buat aku yg emang jarang baca buku nonfiksi. Tapiiii kalau kamu yg udah sering berkecimpung di genre itu, mungkin buku ini tidak memberikan banyak 'new' things.
Buku ini juga dilengkapi ilustrasi yg colourful! Jadi bikin mata ga sepet liat tulisan mulu.
Hal2 tentang finance yg dibahas di buku ini, aku gak paham sama sekali. Jadi PR sih buat nyari tau lebih lanjut. Juga hal2 ttg karir, ada beberapa istilah yg asing.
Aku suka gimana buku ini mengingatkan to take something with a grain of salt!! Dan disadarkan bahwa hanya krn kutipan itu terkenal, belum tentu ia adalah fakta. 🙂
Besok aku mau nyatet isi buku ini yg di book journalku biar bisa dibaca tiap hari.
Dan of corz aku akan 'memaksa' suamiku untuk baca ini biar aku punya temen diskusi sekalian minta diajarin bab finance sm careernya😂
January 4, 2021
This book is more of a 3.75 for me,
Pros: bahasanya mengalir dan enak dibaca, kyk ngobrol sama temen atau announcer radio, dan Mas Ruby jelas-jelas knowledgeable (I mean look at the references he put here - basically this is a thesis)
Cons: I feel like there's so much he hasn't explained, and upon finishing this book, I made so many mental notes to read more about some topics (they are discussed only superficially). But then again I think the writer wants the reader to be an active learner - and explore things on their own (he gave QR codes that contain links to the references used in this book).
I have a strong feeling he will publish another book, maybe on Career or Money.
I'd say about 50 to 60% of the materials here have been brought up in his IG stories, podcasts, or posts.
Nevertheless, I would thank the writer for a book that pokes my curiosity.
Pros: bahasanya mengalir dan enak dibaca, kyk ngobrol sama temen atau announcer radio, dan Mas Ruby jelas-jelas knowledgeable (I mean look at the references he put here - basically this is a thesis)
Cons: I feel like there's so much he hasn't explained, and upon finishing this book, I made so many mental notes to read more about some topics (they are discussed only superficially). But then again I think the writer wants the reader to be an active learner - and explore things on their own (he gave QR codes that contain links to the references used in this book).
I have a strong feeling he will publish another book, maybe on Career or Money.
I'd say about 50 to 60% of the materials here have been brought up in his IG stories, podcasts, or posts.
Nevertheless, I would thank the writer for a book that pokes my curiosity.
September 13, 2021
Sorry,
I really enjoy Ruby contents. But I really dislike this book.
1. Too Shallow
2. Really unstructured ( yea i know tema bukunya memang begitu)
3. Berasa kyk baca kumpulan artikel internet dijadiin buku, per topik 1-5halaman. from the start till the end.
I lent this to my gf, she rarely read.. but she really love this book. She said
-Temanya ringan, kepala ga panas
-Kyk lagi baca artikel.
-Antar chapter ga berkaitan, jadi another chapter another fresh start.
Well, menurut saya bukunya lebih toward yg jarang baca / light reader.
I really enjoy Ruby contents. But I really dislike this book.
1. Too Shallow
2. Really unstructured ( yea i know tema bukunya memang begitu)
3. Berasa kyk baca kumpulan artikel internet dijadiin buku, per topik 1-5halaman. from the start till the end.
I lent this to my gf, she rarely read.. but she really love this book. She said
-Temanya ringan, kepala ga panas
-Kyk lagi baca artikel.
-Antar chapter ga berkaitan, jadi another chapter another fresh start.
Well, menurut saya bukunya lebih toward yg jarang baca / light reader.
April 3, 2022
Sebagai tim yang merasa "hidupku kok gini-gini aja ya", aku rasa buku ini lumayan membantu untuk menemukan garis start-ku sendiri.
How??
Yaitu dengan paham diri. Seperti tema besar dari buku ini. Itulah kenapa judulnya you do you. Yaa karena semuanya terserah kamu.
Tergantung dari kamu sukanya apa, kamu jagonya apa, ikigai kamu apa, value hidup yang "kamu banget" itu apa. Semuanya tergantung pada diri sendiri.
Selama ini aku sering ngerasa ketinggalan sama temen2ku yang lain. Tapi semua orang have their own race, dan musuh satu-satunya ya diri sendiri di masa lalu. When we know who we are, apa yang jadi kelebihan, kekurangan, keinginan dan kapasitas kita, rasanya gak ada alasan lagi buat membandingkan diri sendiri dengan pencapaian orang lain.
Di buku ini juga sedikit banyak membahas tentang gimana cara ngatur finance & investasi yang berguna banget buat masa depan. Pokoknya ini buku pas banget buat mereka yang umur 20 atau 30-an, yg lagi di fase quarter life crisis, etc.
Oh ya, ada juga sedikit tips soal personal branding, cara bangun dan mempertahankan networking (yang jujur aja selama ini aku salah pahamin), dll. Kalo boleh meminjam istilah penulisnya, buku ini isinya emang "daging" bgt!
How??
Yaitu dengan paham diri. Seperti tema besar dari buku ini. Itulah kenapa judulnya you do you. Yaa karena semuanya terserah kamu.
Tergantung dari kamu sukanya apa, kamu jagonya apa, ikigai kamu apa, value hidup yang "kamu banget" itu apa. Semuanya tergantung pada diri sendiri.
Selama ini aku sering ngerasa ketinggalan sama temen2ku yang lain. Tapi semua orang have their own race, dan musuh satu-satunya ya diri sendiri di masa lalu. When we know who we are, apa yang jadi kelebihan, kekurangan, keinginan dan kapasitas kita, rasanya gak ada alasan lagi buat membandingkan diri sendiri dengan pencapaian orang lain.
Di buku ini juga sedikit banyak membahas tentang gimana cara ngatur finance & investasi yang berguna banget buat masa depan. Pokoknya ini buku pas banget buat mereka yang umur 20 atau 30-an, yg lagi di fase quarter life crisis, etc.
Oh ya, ada juga sedikit tips soal personal branding, cara bangun dan mempertahankan networking (yang jujur aja selama ini aku salah pahamin), dll. Kalo boleh meminjam istilah penulisnya, buku ini isinya emang "daging" bgt!
January 26, 2021
From the deep in my heart,Buku ini bagus banget. Bagi kita yang seringkali terjebak dalam situasi yang membingungkan mengenai what's our purpose in life, what we do, what we should do with our money, our passions, our career. This book give me all the answers for that questions.
Penyampaian buku ini terlihat menyenangkan apalagi keseluruhannya berasal dari pengalaman si penulis. Buku ini menjawab kegelisahan kita yang khususnya memasuki usia 20an. There's lots of quote and it's improve my vocabulary. I love how the writers explain everyparts with some little chapters.
Dimana yang terpenting untuk mengetahui our life ,first we need to have self awareness. We must to take care our health. Dan juga kita diajarkan bagaimana sebenarnya kita tidak tergila2 pada uang, karena uang akan datang seiring kita mengenal diri kita.
Buku ini cukup membuat ribet bagi orang2 yang kurang bisa berbahasa inggris dimana harus mencari tahu some vocabulary. But it's okay, it will practice us to learn english.
Next, rasanya ingin punya buku fisiknya biar bisa ditandain hehe. Pokoknya wajib dibaca deh bagi seusia 20an 😊
Penyampaian buku ini terlihat menyenangkan apalagi keseluruhannya berasal dari pengalaman si penulis. Buku ini menjawab kegelisahan kita yang khususnya memasuki usia 20an. There's lots of quote and it's improve my vocabulary. I love how the writers explain everyparts with some little chapters.
Dimana yang terpenting untuk mengetahui our life ,first we need to have self awareness. We must to take care our health. Dan juga kita diajarkan bagaimana sebenarnya kita tidak tergila2 pada uang, karena uang akan datang seiring kita mengenal diri kita.
Buku ini cukup membuat ribet bagi orang2 yang kurang bisa berbahasa inggris dimana harus mencari tahu some vocabulary. But it's okay, it will practice us to learn english.
Next, rasanya ingin punya buku fisiknya biar bisa ditandain hehe. Pokoknya wajib dibaca deh bagi seusia 20an 😊
December 20, 2020
Entah kenapa saya begitu rela diracuni tulisan-tulisan apik Fellexandro Ruby. Ya, dunia tulis-menulis memang bukan hal yang baru bagi lelaki ini. Sebelum menjadi pengusaha seperti sekarang, Ruby pernah menulis ribuan artikel yang saya rasa, cukup jadi bekal menulis buku perdanananya ini.
Ada banyak hal yang terkoneksi dengan diri saya ketika membaca You Do You. Buku ini seolah ingin membuktikan bahwa akan ada banyak dari pembaca yang berkata, "I can relate to these!" saking isinya memang dekat sekali dengan anak muda. Soal galau karier lah, bingung harus jalanin passion atau ngejar uang lah, mental breakdown sebelum memulai sesuatu lah, dan masih banyak lagi.
Menurut saya, You Do You mampu menjadi validasi dan bukti nyata penulis yang menerapkan mantra #belajarberkaryaberbagi as he really "talks the walk". Namun sayangnya...
Review lengkap dapat dibaca di https://www.sintiaastarina.com/you-do...
Ada banyak hal yang terkoneksi dengan diri saya ketika membaca You Do You. Buku ini seolah ingin membuktikan bahwa akan ada banyak dari pembaca yang berkata, "I can relate to these!" saking isinya memang dekat sekali dengan anak muda. Soal galau karier lah, bingung harus jalanin passion atau ngejar uang lah, mental breakdown sebelum memulai sesuatu lah, dan masih banyak lagi.
Menurut saya, You Do You mampu menjadi validasi dan bukti nyata penulis yang menerapkan mantra #belajarberkaryaberbagi as he really "talks the walk". Namun sayangnya...
Review lengkap dapat dibaca di https://www.sintiaastarina.com/you-do...
April 27, 2022
Buku ini daging abis 👍🏻. Keren banget. Udah lama kepengen baca buku ini baru bisa sekarang, thanks God finally I get this gem .
Inti dari buku ini adalah bagaimana agar tetap bisa jadi diri sendiri saat berkarier. Setelah penulis muter-muter ngejelasin ini-itu menurut gue makna yang paling ingin disampaikan adalah demikian. Passion itu bukan sesuatu yang lo merasa ahli didalamnya, namun sesuatu yang lo enjoy saat melakukannya.
Ini ada sembilan personal values dari psikolog William Moulston Marston yang gue rasa penting banget untuk kita ketahui:
• Aesthetic: form, harmony, beauty, balance
• Economic: money, practical result, return
• Individualistic: independence, uniqueness
• Political: power, control, influence
• Altruist: service, helping others
• Regulatory: structure, order, routine
• Theoretical: knowledge, understanding
Kalo gue pribadi merasa personal values-nya adalah aesthetic dan individualistic karena gue suka banget keindahan dan benci mengikuti tren.
Selain itu, ada penjelasan mengenai perbedaan musim 20-an, 30-an, dan 40-an, yaitu sebagai berikut:
• Musim 20-an (benih): eksplorasi > mindset. Elimination is the key to focus. Experience a lot of things. See the trend, see where the world is heading. Network with a lot of people. When it comes to money, build the habit and build the knowledge.
• Musim 30-an (bertumbuh): going all out in one or two things you believe in. Make yourself the top of mind in your field. Grow your income.
• Musim 40-an (matang): growing the first one or two career/business, preparing for the long term and sustainable, and if your lucky, add one or two more things in your portfolio.
Dari buku ini, gue juga mendapat insight cara memperluas network yang amat sangat penting di usia 20-an. Yang paling penting adalah: perbaiki mindset. Kita ingin memperdalam koneksi, bukan sekadar transaksi yang lewat gitu aja. Perbanyak memberi, baru menerima. Banyak banget pokoknya ilmu yang bisa kita pelajari.
Jadi, gak perlu lagi dong galau usia 20-an gue harus mencapai blablabla, usia 30-an gue harus udah blablabla. Bagi kalian yang mengalami quarter life crisis, mungkin buku ini akan sedikit membantu.
Inti dari buku ini adalah bagaimana agar tetap bisa jadi diri sendiri saat berkarier. Setelah penulis muter-muter ngejelasin ini-itu menurut gue makna yang paling ingin disampaikan adalah demikian. Passion itu bukan sesuatu yang lo merasa ahli didalamnya, namun sesuatu yang lo enjoy saat melakukannya.
Ini ada sembilan personal values dari psikolog William Moulston Marston yang gue rasa penting banget untuk kita ketahui:
• Aesthetic: form, harmony, beauty, balance
• Economic: money, practical result, return
• Individualistic: independence, uniqueness
• Political: power, control, influence
• Altruist: service, helping others
• Regulatory: structure, order, routine
• Theoretical: knowledge, understanding
Kalo gue pribadi merasa personal values-nya adalah aesthetic dan individualistic karena gue suka banget keindahan dan benci mengikuti tren.
Selain itu, ada penjelasan mengenai perbedaan musim 20-an, 30-an, dan 40-an, yaitu sebagai berikut:
• Musim 20-an (benih): eksplorasi > mindset. Elimination is the key to focus. Experience a lot of things. See the trend, see where the world is heading. Network with a lot of people. When it comes to money, build the habit and build the knowledge.
• Musim 30-an (bertumbuh): going all out in one or two things you believe in. Make yourself the top of mind in your field. Grow your income.
• Musim 40-an (matang): growing the first one or two career/business, preparing for the long term and sustainable, and if your lucky, add one or two more things in your portfolio.
Dari buku ini, gue juga mendapat insight cara memperluas network yang amat sangat penting di usia 20-an. Yang paling penting adalah: perbaiki mindset. Kita ingin memperdalam koneksi, bukan sekadar transaksi yang lewat gitu aja. Perbanyak memberi, baru menerima. Banyak banget pokoknya ilmu yang bisa kita pelajari.
Jadi, gak perlu lagi dong galau usia 20-an gue harus mencapai blablabla, usia 30-an gue harus udah blablabla. Bagi kalian yang mengalami quarter life crisis, mungkin buku ini akan sedikit membantu.
November 15, 2021
This book was really good. It really made me think about my life. Here are quotes that i found out really good:
👓Semakin lo paham diri, semakin mudah lo menjawabnya.
👓Without self-awareness, people could not take the perspectives of others, exercise self-control, produce creative accomplishments, or experience pride and high self-esteem.
👓The first step to becoming emotionally intelligent is to become as self-aware as possible.
👓Success is liking yourself, liking what you do, and liking how you do it- Maya Angelou
👓Membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna- M.Hatta
👓We learn who we are in practice, not in theory- David Epstein
👓Your strength is not what you're good at. It's what you enjoy the most. It's your passion.
👓Your strength is not what you're good at. They are activities that strengthen you. It draws you in, it makes time fly by while you're doing it, and it makes you feel strong.
👓That's life. You can't connect the dots looking forward. You can only connect the dots looking backward. You can pick the dots with the good likelihood to connect.
👓Multipotentialite berbeda dengan generalis. Generalis condong ke arah "jack of all traders, master of none", multipotentialite lebih condong ke m-shaped people, orang2 yang spesialis di beberapa hal yg berbeda.
👓There is nothing new under the sun. Reverse engineer dari mereka yang sudah menjalaninya lebih dulu. Feel free to find you own hack.
👓Your twenties are the times you are supposed to be fighting it out. You should be taking your riskiest bet, working the hardest and investing the most in yourself in your twenties. Do it responsibly. Bertanggungjawab sepenuhnya atas keputusan hidup yang diambil dan semua konsekuensinya.
👓4 net worth: influence, well being (work, play, love, health), money, skill
👓Your 20s are supposed to be the time you are fighting it out. Your 30s is when you start seeing the fruit, maybe enjoying one or two of it.
👓Your rejection is your direction.
👓If you're brave enough to say goodbye, life will reward you with a new hello
👓jujur sama diri sendiri dan pahami bahwa ada alasan kenapa lo dilahirkan seperti ini.
👓there will always be take and give when it comes to what the world needs
👓In order to love who you are, you cannot hate the experiences that shaped you.
👓Setiap orang punya jatah gagal. Justru malah senang kalau menghabisi dulu jatah gagal, karena berarti setelah itu, tinggal suksesnya. Gagal itu bagian dari proses, di balik gagal ada pembelajaran.
💕Bertumbuh bukan berarti harus selalu berhasil. Bertumbuh bukan berarti menjauhi kegagalan. Bertumbuh adalah belajar dari semua situasi, baik keberhasilan maupun kegagalan.
👓Strategy without tactics is the slowest route to victory. Tactics without strategy is the noise before defeat.
👓The best investment is in yourself. There is nothing noble in being superior to your fellow man; true nobility is being superior to your former self.
👓Be so good that people google about you and your work. Be so good that people can't ignore you. Be so good that your reputation precedes where you live and who you know.
Life is about the people you meet and the awesome things you create with them.
Personal branding is not just a means to share your stories, but also a way to attract like minded people, opportunities and your tribes.
👓Real networking was about finding ways to make other people more successful.
One good thing will lead to another.
You earn more when you learn more.
Take everything with a grain of salt.
👓The great danger for most of us lies not in setting our aim too high and falling short; but in setting our aim too low, and achieving our mark.
👓Kill your ego. Learn as many perspectives from as many experts. Then, form your own principles.
❤️I don't divide the world into the weak and strong, or the success and the failures. I divide the world into the learners and the non-learners.
👓Privilege is real, but it shouldn't be used as an excuse, or worse, as a curse. Use it to help others.
👓Happiness is liking yourself, liking what you do, and liking how you do it.
👓Semakin lo paham diri, semakin mudah lo menjawabnya.
👓Without self-awareness, people could not take the perspectives of others, exercise self-control, produce creative accomplishments, or experience pride and high self-esteem.
👓The first step to becoming emotionally intelligent is to become as self-aware as possible.
👓Success is liking yourself, liking what you do, and liking how you do it- Maya Angelou
👓Membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna- M.Hatta
👓We learn who we are in practice, not in theory- David Epstein
👓Your strength is not what you're good at. It's what you enjoy the most. It's your passion.
👓Your strength is not what you're good at. They are activities that strengthen you. It draws you in, it makes time fly by while you're doing it, and it makes you feel strong.
👓That's life. You can't connect the dots looking forward. You can only connect the dots looking backward. You can pick the dots with the good likelihood to connect.
👓Multipotentialite berbeda dengan generalis. Generalis condong ke arah "jack of all traders, master of none", multipotentialite lebih condong ke m-shaped people, orang2 yang spesialis di beberapa hal yg berbeda.
👓There is nothing new under the sun. Reverse engineer dari mereka yang sudah menjalaninya lebih dulu. Feel free to find you own hack.
👓Your twenties are the times you are supposed to be fighting it out. You should be taking your riskiest bet, working the hardest and investing the most in yourself in your twenties. Do it responsibly. Bertanggungjawab sepenuhnya atas keputusan hidup yang diambil dan semua konsekuensinya.
👓4 net worth: influence, well being (work, play, love, health), money, skill
👓Your 20s are supposed to be the time you are fighting it out. Your 30s is when you start seeing the fruit, maybe enjoying one or two of it.
👓Your rejection is your direction.
👓If you're brave enough to say goodbye, life will reward you with a new hello
👓jujur sama diri sendiri dan pahami bahwa ada alasan kenapa lo dilahirkan seperti ini.
👓there will always be take and give when it comes to what the world needs
👓In order to love who you are, you cannot hate the experiences that shaped you.
👓Setiap orang punya jatah gagal. Justru malah senang kalau menghabisi dulu jatah gagal, karena berarti setelah itu, tinggal suksesnya. Gagal itu bagian dari proses, di balik gagal ada pembelajaran.
💕Bertumbuh bukan berarti harus selalu berhasil. Bertumbuh bukan berarti menjauhi kegagalan. Bertumbuh adalah belajar dari semua situasi, baik keberhasilan maupun kegagalan.
👓Strategy without tactics is the slowest route to victory. Tactics without strategy is the noise before defeat.
👓The best investment is in yourself. There is nothing noble in being superior to your fellow man; true nobility is being superior to your former self.
👓Be so good that people google about you and your work. Be so good that people can't ignore you. Be so good that your reputation precedes where you live and who you know.
Life is about the people you meet and the awesome things you create with them.
Personal branding is not just a means to share your stories, but also a way to attract like minded people, opportunities and your tribes.
👓Real networking was about finding ways to make other people more successful.
One good thing will lead to another.
You earn more when you learn more.
Take everything with a grain of salt.
👓The great danger for most of us lies not in setting our aim too high and falling short; but in setting our aim too low, and achieving our mark.
👓Kill your ego. Learn as many perspectives from as many experts. Then, form your own principles.
❤️I don't divide the world into the weak and strong, or the success and the failures. I divide the world into the learners and the non-learners.
👓Privilege is real, but it shouldn't be used as an excuse, or worse, as a curse. Use it to help others.
👓Happiness is liking yourself, liking what you do, and liking how you do it.
July 31, 2021
"Pada akhirnya, yang paling kita sesali bukanlah kegagalan karena mencoba, tapi kegagalan karena nggak pernah mencoba sama sekali."
----------
Pernah nggak kalian baca satu buku yang tepat di waktu yang rasanya bener-bener tepat? Well, that’s what this book is to me.
Pertama kali aku tahu buku ini karena banyak bookstagrammer favoritku yang ‘meracun’ dan antusias banget sewaktu launching nya. Jujur, awalnya aku bahkan nggak tahu siapa itu Fellexandro Ruby (anaknya memang kurang update) dan kenapa book launchingnya bisa sampai se-booming ini. Karena penasaran, aku pun akhirnya mencari tahu lebih jauh tentang Ko Ruby dan content dari buku ini. Secepat dan semudah itu, buku ini langsung auto masuk ke dalam wishlist ku. Simply, because i think this might be the book that i desperately need.
And turns out, my gut is right. Buku ini bantu menjawab segala kegundahan tentang quarter life crisis yang bisa dibilang lagi kualami. Ada banyak sekali pembahasan menarik di sini. Ikigai, uang, karir, passions, mindset, personal branding, net worth, dan semuanya dimulai dari bertemu dengan diri sendiri. Come to think of it, self-awareness memang sepenting itu. Jika kita paham diri, akan lebih mudah untuk paham dan tahu apa yang benar-benar kita suka dan mau. No longer need to feel insecure or comparing oneself to others because we might value different things. Setiap orang itu beda-beda. You do you.
Daan, Ko Ruby memberi cukup banyak tools yang bisa kita coba untuk explore dan menggali potensi diri. I learned quite a big deal about myself from it.
You Do You ini tipe buku yang rich dan bikin ‘kenyang’, tapi nggak bikin kepala mumet. Bahasanya smart, ringan, dan enak dibaca. Rasanya seolah ngobrol dan mendengar Ko Ruby secara live. Pengemasannya juga apik banget. Halamannya penuh warna, disertai grafik, ilustrasi, QR code, hingga highlight di point-point penting bikin buku ini super menarik untuk dibaca (atau sekedar dipandang mata).
All in all, buku ini cocok banget dibaca buat kalian yang berusa 20 - 30an, khususnya yang sedang mengalami quarter life crisis.
----------
Pernah nggak kalian baca satu buku yang tepat di waktu yang rasanya bener-bener tepat? Well, that’s what this book is to me.
Pertama kali aku tahu buku ini karena banyak bookstagrammer favoritku yang ‘meracun’ dan antusias banget sewaktu launching nya. Jujur, awalnya aku bahkan nggak tahu siapa itu Fellexandro Ruby (anaknya memang kurang update) dan kenapa book launchingnya bisa sampai se-booming ini. Karena penasaran, aku pun akhirnya mencari tahu lebih jauh tentang Ko Ruby dan content dari buku ini. Secepat dan semudah itu, buku ini langsung auto masuk ke dalam wishlist ku. Simply, because i think this might be the book that i desperately need.
And turns out, my gut is right. Buku ini bantu menjawab segala kegundahan tentang quarter life crisis yang bisa dibilang lagi kualami. Ada banyak sekali pembahasan menarik di sini. Ikigai, uang, karir, passions, mindset, personal branding, net worth, dan semuanya dimulai dari bertemu dengan diri sendiri. Come to think of it, self-awareness memang sepenting itu. Jika kita paham diri, akan lebih mudah untuk paham dan tahu apa yang benar-benar kita suka dan mau. No longer need to feel insecure or comparing oneself to others because we might value different things. Setiap orang itu beda-beda. You do you.
Daan, Ko Ruby memberi cukup banyak tools yang bisa kita coba untuk explore dan menggali potensi diri. I learned quite a big deal about myself from it.
You Do You ini tipe buku yang rich dan bikin ‘kenyang’, tapi nggak bikin kepala mumet. Bahasanya smart, ringan, dan enak dibaca. Rasanya seolah ngobrol dan mendengar Ko Ruby secara live. Pengemasannya juga apik banget. Halamannya penuh warna, disertai grafik, ilustrasi, QR code, hingga highlight di point-point penting bikin buku ini super menarik untuk dibaca (atau sekedar dipandang mata).
All in all, buku ini cocok banget dibaca buat kalian yang berusa 20 - 30an, khususnya yang sedang mengalami quarter life crisis.
March 1, 2021
Sebelum aku beli buku ini ulasan ulasan positif buku ini bener bener real. Kalo dibilang ini buku isinya daging, aku bilang ini daging rendang :' )
Barangkali kenapa ini buku bener bener cocok banget buat anak anak usia awal 20an adalah karena buku ini lebih seperti ringkasan hasil pengalaman, percobaan, dan pengamatan Ko Ruby bisa sukses di early 30th umurnya.
Target pembaca buku ini usia kisaran 20-30 tahun, dan ini bener bener ngebuka mata aku sebagai anak tahun pertama di range umur produktif ini seberapa besar sih kesempatan maksimal produktivitas yang sebenarnya kita bisa terapin buat masa mendatang. Mulai dari gimana cara kita ngenal diri sendiri, setting mindset, balancing ikigai, investment, networking, dan yang paling aku suka konsep net worth ala Koh Ruby sendiri.
Buat yang belum baca buku ini aku bener bener saranin buat ngulik buku ini, terutama anak anak umur dua puluhan awal. Paling engga setelah baca buku ini kita punya bayangan gimana nanti kita bisa maksimalin umur produktif 10 tahun kedepan.
Barangkali kenapa ini buku bener bener cocok banget buat anak anak usia awal 20an adalah karena buku ini lebih seperti ringkasan hasil pengalaman, percobaan, dan pengamatan Ko Ruby bisa sukses di early 30th umurnya.
Target pembaca buku ini usia kisaran 20-30 tahun, dan ini bener bener ngebuka mata aku sebagai anak tahun pertama di range umur produktif ini seberapa besar sih kesempatan maksimal produktivitas yang sebenarnya kita bisa terapin buat masa mendatang. Mulai dari gimana cara kita ngenal diri sendiri, setting mindset, balancing ikigai, investment, networking, dan yang paling aku suka konsep net worth ala Koh Ruby sendiri.
Buat yang belum baca buku ini aku bener bener saranin buat ngulik buku ini, terutama anak anak umur dua puluhan awal. Paling engga setelah baca buku ini kita punya bayangan gimana nanti kita bisa maksimalin umur produktif 10 tahun kedepan.
April 26, 2023
Sebenarnya aku udah tertarik sama buku ini sejak lama, tapi memang benar adanya jika setiap buku akan menemukan waktunya sendiri untuk dibaca. Right book for the right time.
Isi dari buku ini bisa terbilang cukup padat karena setiap babnya tidak lebih dari 10 halaman. Topik yang dibahas pun ringan dan mudah dicerna karena sebagian besar isinya adalah pengalaman pribadi penulis. Worth to read!
Isi dari buku ini bisa terbilang cukup padat karena setiap babnya tidak lebih dari 10 halaman. Topik yang dibahas pun ringan dan mudah dicerna karena sebagian besar isinya adalah pengalaman pribadi penulis. Worth to read!
April 24, 2021
Apa kalian berumur 20an awal?
Apa kalian sedang galau-galaunya memilih karir?
Atau apa kalian sedang berada di persimpangan hidup?
Kalau kalian menjawab 'ya' pada setidaknya satu dari tiga pertanyaan itu, maka aku pikir kalian perlu membaca buku ini.
Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi tentang panduan untuk menjadi versi terbaik dirimu yang disertai dengan beberapa data pendukung seperti penjelasan singkat tentang gaya belajar yang cocok untukmu, tes DISC dan MBTI, cara mengetahui jam 'pintar' dan jam 'bego', dan beberapa tes lain yang bisa membuatmu mengenal dirimu sendiri. Iya, kuncinya adalah self-awareness. Semakin kamu mengenal dirimu, semakin kamu bisa mengeluarkan potensi terbaik yang kamu punya. Kamu gak perlu terlalu banyak berkutat dengan perdebatan orang-orang di luar sana tentang apa itu ikigai, apa itu passion, atau apa itu privileged (yang akan kalian temukan juga pembahasannya di buku ini). Istilah-istilah yang menurutku jika semakin banyak diperdebatkan maka maknanya akan bergeser semakin jauh.
Di buku ini, Fellexandro Rubby menekankan kalau semua hal yang kita lakukan itu tergantung dengan value apa yang kita miliki dan value apa yang mau kita bangun, dan tentu saja value dari masing-masing orang pasti berbeda. Gak semua orang bisa setuju kalau jadi pengusaha itu lebih baik daripada jadi pekerja kantoran. And it's okay..
Fellexandro Rubby juga membagikan pengalamannya dan pengalaman beberapa orang lain yang menurutku akan terasa relate dengan apa yang seringkali dialami oleh anak muda umur 20an awal. Aku pun pernah merasakan beberapa kegalauan yang diceritakan dan ku rasa aku sudah melewati fase quarter life crisis (yang sungguh membuatku frustasi!) dan sudah menyadari bahwa I have nothing to lose so I want to do everything, be the best version of myself, and no one can stop me🔥🔥
Oiya, selain baca buku ini kalian juga bisa dengerin podcastnya @thirtydaysoflunch yang menurutku menarik dan berguna banget karena aku bisa mendengarkan value dan pengalaman hidup orang lain.
Apa kalian sedang galau-galaunya memilih karir?
Atau apa kalian sedang berada di persimpangan hidup?
Kalau kalian menjawab 'ya' pada setidaknya satu dari tiga pertanyaan itu, maka aku pikir kalian perlu membaca buku ini.
Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi tentang panduan untuk menjadi versi terbaik dirimu yang disertai dengan beberapa data pendukung seperti penjelasan singkat tentang gaya belajar yang cocok untukmu, tes DISC dan MBTI, cara mengetahui jam 'pintar' dan jam 'bego', dan beberapa tes lain yang bisa membuatmu mengenal dirimu sendiri. Iya, kuncinya adalah self-awareness. Semakin kamu mengenal dirimu, semakin kamu bisa mengeluarkan potensi terbaik yang kamu punya. Kamu gak perlu terlalu banyak berkutat dengan perdebatan orang-orang di luar sana tentang apa itu ikigai, apa itu passion, atau apa itu privileged (yang akan kalian temukan juga pembahasannya di buku ini). Istilah-istilah yang menurutku jika semakin banyak diperdebatkan maka maknanya akan bergeser semakin jauh.
Di buku ini, Fellexandro Rubby menekankan kalau semua hal yang kita lakukan itu tergantung dengan value apa yang kita miliki dan value apa yang mau kita bangun, dan tentu saja value dari masing-masing orang pasti berbeda. Gak semua orang bisa setuju kalau jadi pengusaha itu lebih baik daripada jadi pekerja kantoran. And it's okay..
Fellexandro Rubby juga membagikan pengalamannya dan pengalaman beberapa orang lain yang menurutku akan terasa relate dengan apa yang seringkali dialami oleh anak muda umur 20an awal. Aku pun pernah merasakan beberapa kegalauan yang diceritakan dan ku rasa aku sudah melewati fase quarter life crisis (yang sungguh membuatku frustasi!) dan sudah menyadari bahwa I have nothing to lose so I want to do everything, be the best version of myself, and no one can stop me🔥🔥
Oiya, selain baca buku ini kalian juga bisa dengerin podcastnya @thirtydaysoflunch yang menurutku menarik dan berguna banget karena aku bisa mendengarkan value dan pengalaman hidup orang lain.
December 8, 2021
Buku ini lebih ke self awareness atau lebih tepatnya kita diajak mengenali siapa kita. Penulis mengajak kita menemukan personal value kita agar kita tdk lagi membandingkan diri sendiri dg orang lain.
In Case dunia profesional seperti : gaji 4juta tapi langsung dg founder dan beberapa investor atau gaji 6jt tapi biasa dg satu function, pemikiran, ilmu dan jaringan yg tdk luas. Kesimpulan, bisa jadi gajimu lebih sedikit tapi percepatan karirmu 3-5 taun lagi akan lebih melesat atau sebaliknya.
Buku ini isinya ngingetin apa ikigai kita? Jangan usia muda cuma buang-buang waktu, tenaga dan hal-hal yg ngga penting. Cukup sampah aja yg dibuang pada tempatnya ya?! 🚮
In Case dunia profesional seperti : gaji 4juta tapi langsung dg founder dan beberapa investor atau gaji 6jt tapi biasa dg satu function, pemikiran, ilmu dan jaringan yg tdk luas. Kesimpulan, bisa jadi gajimu lebih sedikit tapi percepatan karirmu 3-5 taun lagi akan lebih melesat atau sebaliknya.
Buku ini isinya ngingetin apa ikigai kita? Jangan usia muda cuma buang-buang waktu, tenaga dan hal-hal yg ngga penting. Cukup sampah aja yg dibuang pada tempatnya ya?! 🚮
September 18, 2021
Bagus banget, serasa punya mentor. Nasihatnya evidence based, teknis, dan didapat ngga ngasal (dari pengalaman Mas Ruby maupun buku pengembangan diri populer).
Bukunya dibagi ke beberapa aspek. Pertama ada fundamentalnya; mengenal diri sendiri, ikigai, mendesain karir, pelajaran soal uang, dan growth mindset.
Yang paling kusuka adalah Mas Ruby ngga berusaha jadi tukang ngatur/mendikte orang mengenai apa yg mereka kudu lakukan atau menjelekkan pilihan yg “ngga dia banget”. Dia menjabarkan opsi-opsi, konsekuensinya, dan menekankan you do you-orang punya cara masing-masing. Sifat yg saya rasa semua orang butuhkan ketika haus akan kehadiran seorang mentor. Top!
Bukunya dibagi ke beberapa aspek. Pertama ada fundamentalnya; mengenal diri sendiri, ikigai, mendesain karir, pelajaran soal uang, dan growth mindset.
Yang paling kusuka adalah Mas Ruby ngga berusaha jadi tukang ngatur/mendikte orang mengenai apa yg mereka kudu lakukan atau menjelekkan pilihan yg “ngga dia banget”. Dia menjabarkan opsi-opsi, konsekuensinya, dan menekankan you do you-orang punya cara masing-masing. Sifat yg saya rasa semua orang butuhkan ketika haus akan kehadiran seorang mentor. Top!
June 10, 2025
Selain membantuku untuk menjadi "the best version of yourself", buku ini juga berisi pengalaman penulis + ilmu yang penulis dapatkan dari buku dan tokoh terkenal yang penulis baca dan ketahui. Buku ini tuh bahas banyak bgt apalagi pertanyaan yang sering kali muncul dalam hidup, termasuk Ikigai dan keuangan. Buku ini cocok untuk yang lagi bingung hidupnya mau dibawa kemana.
Walaupun dari cover sih kayak gak berwarna gitu ya, tapi ini isinya tuh banyak ilustrasi dan tiap bab ada tema warnanya sendiri. Seru sih, terutama buat yang males kalo baca full tulisan.
Walaupun dari cover sih kayak gak berwarna gitu ya, tapi ini isinya tuh banyak ilustrasi dan tiap bab ada tema warnanya sendiri. Seru sih, terutama buat yang males kalo baca full tulisan.
April 7, 2021
4.5/5⭐️ worth the hype nih. cocok bgt buat people in their twenties dan bahkan ku rasa ini cocok buat orang yg ngga suka baca.
“pada akhirnya, yg kita sesali bukanlah kegagalan krn mencoba, tp kegagalan krn nggak pernah mencoba sama sekali.” so, habiskan jatah gagalmu 😉🖤
“pada akhirnya, yg kita sesali bukanlah kegagalan krn mencoba, tp kegagalan krn nggak pernah mencoba sama sekali.” so, habiskan jatah gagalmu 😉🖤
January 23, 2021
Aku suka dengan gaya penulisannya yang ringan tapi setiap isi babnya "daging" banget. Ada sedikit selipan humor yang membuat materinya terasa lebih fun.
December 9, 2023
Keren sih ini. Banyak ilmu yg bisa dipelajari.
December 19, 2020
whoa. I need to absorb this first. review to come.
January 28, 2021
First book in 2021. Beli buku ini gaada seminggu udah langsung selesai dan jadi salah satu buku favorit. Ga kerasa banget. Nyesel baru tahu mas ruby beberapa bulan kebelakang, sejak itu jadi tertarik tentang sepak terjangnya, dari mulai podcast thirty days of lunch, channel youtubenya dan instagramnya. Semua hal yang dia tau dia share melalui buku ini.
Buat gue yang baru memasuki early 20 age, buku ini ngerasa jadi pedoman atau referensi banget. Bahasanya yang santai dan mudah dimengerti, bikin ngebaca buku ini serasa ngobrol langsung dan dimentorin depan orangnya. Banyak pengalaman pribadi mas ruby yang dia share di buku ini.
Banyak hal yang gue dapet dari buku ini mulai dari self-awareness, yang gue baru "aware" juga setelah baca ni buku. Timbul juga pertanyaan2 yang bikin gue berproses and made me rethink myself. Mau apa sih lo di usia 20an lo. Apasih hal yang sekarang lo lakukan, yang nanti di 10 tahun kedepan bakalan lo syukuri. How to have balance life yang gue tangkep dari konsep ikigai. Ini semua menurut gue berguna banget buat generasi muda yang lagi bimbang mau apa.
Buat gue yang baru memasuki early 20 age, buku ini ngerasa jadi pedoman atau referensi banget. Bahasanya yang santai dan mudah dimengerti, bikin ngebaca buku ini serasa ngobrol langsung dan dimentorin depan orangnya. Banyak pengalaman pribadi mas ruby yang dia share di buku ini.
Banyak hal yang gue dapet dari buku ini mulai dari self-awareness, yang gue baru "aware" juga setelah baca ni buku. Timbul juga pertanyaan2 yang bikin gue berproses and made me rethink myself. Mau apa sih lo di usia 20an lo. Apasih hal yang sekarang lo lakukan, yang nanti di 10 tahun kedepan bakalan lo syukuri. How to have balance life yang gue tangkep dari konsep ikigai. Ini semua menurut gue berguna banget buat generasi muda yang lagi bimbang mau apa.
February 16, 2021
Highly recommended for those who needed:
- motivation after graduation (asking about passion, first job, ikigai, etc)
- encouragement to take the risk
- information on what's the new (and important) net worth (connection, if I may say)
What I love the most:
- casual and fun diction, with nice illustration (eventhough the cover is in gray). Gaya jaksel banget, deh. But still, easy to understand, concise, mau dibaca loncat-loncat ataupun urut, semua OK.
- fair price for a 'meaty' book. Some of the bookstore even sell below the noted price.
- lesson and quotes from another notable author. This helps me to expand my understanding to know myself even better, by picking up some recommended book.
What I not really enjoy:
- Most (or half, maybe) of the topic were already discussed in Ruby's instagram account. But, by having this book, it helps you to have a structured information and motivation that you can just flip quickly, take notes from it, rather than swipe up and downs the instagram.
- motivation after graduation (asking about passion, first job, ikigai, etc)
- encouragement to take the risk
- information on what's the new (and important) net worth (connection, if I may say)
What I love the most:
- casual and fun diction, with nice illustration (eventhough the cover is in gray). Gaya jaksel banget, deh. But still, easy to understand, concise, mau dibaca loncat-loncat ataupun urut, semua OK.
- fair price for a 'meaty' book. Some of the bookstore even sell below the noted price.
- lesson and quotes from another notable author. This helps me to expand my understanding to know myself even better, by picking up some recommended book.
What I not really enjoy:
- Most (or half, maybe) of the topic were already discussed in Ruby's instagram account. But, by having this book, it helps you to have a structured information and motivation that you can just flip quickly, take notes from it, rather than swipe up and downs the instagram.
June 24, 2021
Buku yang enak banget di baca, dan membuka insight baru tentang banyak hal. Untuk yang nggak suka baca non-fiksi karena tulisan semua, buku ini isinya nggak begitu. Kalimatnya mudah dipahami, banyak data yang dibuat jadi grafik dan gambar, jadi lebih mudah dipahami dan nggak membosankan.
Banyak tes-tes yang direkomendasikan juga untuk membantu kita memahami diri lebih jauh. Buku ini sebaiknya dibaca sama teman-teman yang usia remaja sampe awal 20an, jadi bisa kasih insight apa yang harus kita siapkan dan kita lakukan dimasa depan dan melakukan semua hal sesuai dengan apa yang kita inginkan, bukan orang lain. Nggak akan nyesel baca ini. Selamat membaca!
Banyak tes-tes yang direkomendasikan juga untuk membantu kita memahami diri lebih jauh. Buku ini sebaiknya dibaca sama teman-teman yang usia remaja sampe awal 20an, jadi bisa kasih insight apa yang harus kita siapkan dan kita lakukan dimasa depan dan melakukan semua hal sesuai dengan apa yang kita inginkan, bukan orang lain. Nggak akan nyesel baca ini. Selamat membaca!
December 30, 2020
Just start my reading habit, and this book helped me to start. 101 book for the 20s. Read this book at the end of the year felt just perfect. As the title is written, this book guides me to self-awareness and gives life experiences from the author (and also others' life experiences), easy to read, contains visualizations, and has a QR code in every chapter, so you can further reading to comprehend. Btw, Mas Ruby's accent always pops up in my head while reading this book hahaha maybe because of the podcast effect.
January 22, 2021
Simple mindset which concludes all insightful principles from the great authors out there. I believe youngster in Indonesia should aware with this perspective in order to grow and live productively
February 23, 2022
hmmmmmmm
September 12, 2021
"Dengan melihat ke dalamlah, kita mengurai kompleksnya hidup. Menyambung titik-titik yang tadinya terlihat acak. Ketika itulah bahagia hadir. Ketika identitas kita selaras dengan apa yang kita kerjakan."Sebelum membaca buku ini, aku belum pernah mendengar nama Fellexandro Ruby sebelumnya. Sejak buku ini terbit, aku melihat banyak orang mulai membacanya dan bahkan beberapa teman juga merekomendasikan buku ini kepadaku. Setelah akhirnya memutuskan untuk membeli dan membacanya, aku mendapati diriku seketika menyukai cara penulisan Fellexandro Ruby yang lugas, straightforward, dan informatif. Gaya penulisannya yang santai membuatku merasa seolah sedang duduk bersama dengan penulis dan mendengarkannya berbicara kepadaku secara personal. Sesuai dengan anjuran penulis di bagian awal buku ini, aku tidak terburu-buru saat membaca buku ini dan berusaha meresapi setiap pesan yang ingin ia sampaikan dalam setiap bab. Aku bahkan merangkum serta mencatat bagian-bagian yang berkesan untukku—sesuatu yang jarang aku lakukan sebelumnya, tapi sepertinya aku akan mulai menerapkan kebiasaan ini ketika aku membaca buku non-fiksi agar memudahkanku untuk mengingat kembali apa yang sudah aku pelajari dari buku tersebut.

"The things you value the most in life will be your North star in making decisions... Use your values as your first and foremost counsel."
You Do You terbagi atas 5 bab utama: Bertemu dengan Diri Sendiri, Bertemu dengan Ikigai, Designing Your Life, Building Your New Net Worth, dan Principles; masing-masing terdiri dari sub bab yang membahas lebih mendalam tentang setiap topik. Bab pertama bisa jadi adalah bab favoritku dalam buku ini, karena seperti yang dikatakan oleh Fellexandro Ruby, mengenal diri kita sendiri dengan baik adalah kunci utama dalam pilihan hidup yang kita ambil. Sebagai seseorang yang sangat suka menggali tentang self-awareness, bab ini menyuguhkan beberapa hal yang baru untukku. Salah satunya adalah tentang pentingnya mengetahui chronotype kita—yaitu jam biologis yang memengaruhi energi, kreativitas, dan produktivitas kita sehari-hari. Ternyata, produktivitas tidak hanya sebatas mengerjakan sesuatu dengan efektif, tapi juga soal kapan kita mengerjakannya.
Dalam buku ini, penulis juga membahas serta mempertanyakan beberapa hal yang mungkin diyakini oleh orang-orang. Salah satunya adalah miskonsepsi adalah tentang kemampuan seseorang menjadi seorang ahli dengan latihan 10.000 jam. Aku sangat suka cara berpikir Fellexandro Ruby yang menekankan bahwa menjadi seorang ahli itu ada spektrumnya, dan terkadang kita justru terhambat secara mental sebelum mulai mencoba saat membayangkan harus berlatih 10.000 jam. Selain itu, apa yang kita lakukan dalam jam-jam tersebut juga berperan besar—apakah kita terus mengulang kesalahan yang sama, atau menjadikan kegagalan sebuah pembelajaran untuk terus menjadi lebih baik. Aku rasa itu adalah sebuah reminder yang penting bagi siapapun yang sedang ingin mempelajari sebuah skill yang baru.
"Self-awareness, ibarat otot, bisa dilatih, bisa digedein, tapi berlatihlah dengan trainer (circle of trust) yang tepat. Niscaya, perkembangan lo akan lebih cepat, dan mencegah terjadinya cedera yang tidak perlu. ;)"
Satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah mengetahui prioritas atau value yang kita pegang dalam hidup—karena, seperti yang ditekankan oleh Fellexandro Ruby dalam buku ini, setiap orang punya prioritas yang berbeda0. Mungkin ada orang yang cenderung memprioritaskan economic value, atau mungkin juga ada yang lebih mementingkan individualisme, atau menjunjung tinggi pentingnya menolong orang lain. Kenapa menurutku poin ini penting untuk diketahui dalam self-awareness? Karena saat kita yakin dengan nilai yang kita pegang, kita tidak akan lagi sibuk membandingkan pencapaian kita dengan orang lain yang memprioritaskan hal yang berbeda. Aku rasa banyak orang yang mengalami kegalauan atau sulit mengambil keputusan karena masih tidak yakin dengan nilai-nilai yang mau mereka pegang.


"Your life (business, career, and relationship) will only grow as much as you grow personally."
Selain poin-poin yang aku sebutkan di atas, masih banyak lagi hal-hal menarik yang dibagikan oleh penulis dalam buku ini: tentang dunia pekerjaan, pilihan karier, tips untuk networking, melakukan perencanaan keuangan, mengubah mindset, dan lain-lain. Selama membaca, aku terus-menerus menilik kehidupanku dan memikirkan bagian yang aku pelajari serta eksperimen yang mau aku coba lakukan. Aku juga sangat menghargai penulis yang tidak pelit membagikan pengalaman hidupnya dan apa yang ia pelajari selama bertahun-tahun. Menurutku, setiap ceritanya pasti dapat menginspirasi serta memberi semangat bagi para pembaca. Kalau Fellexandro Ruby memutuskan untuk menulis buku lagi, aku pasti tidak akan ragu untuk membeli dan membacanya 😊.
Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2021/0...
Displaying 1 - 30 of 536 reviews



























