Jump to ratings and reviews
Rate this book

Creepy Case Club #4

Creepy Case Club: Kasus Pohon Pemanggil

Rate this book
Bila namamu dipanggil, jangan pernah menjawab.

Saat liburan di desa kecil tempat ayah Vedi tinggal, Creepy Case Club berhadapan dengan misteri yang lama tak terpecahkan: hilangnya seorang anak di desa tersebut. Menurut takhayul setempat, ini ada hubungannya dengan pohon angker di dekat rumah ayah Vedi.

Vedi pun mulai diganggu oleh penampakan aneh, serta suara misterius yang memanggil-manggilnya dari arah pohon itu. Kenapa pohon itu memanggilnya? Apa yang akan terjadi bila ia menjawab? Apakah Creepy Case Club berani menyelidiki kasus menyeramkan ini? Dan, bisakah Vedi menuntaskan urusan yang belum selesai dengan ayahnya?

190 pages, Paperback

Published December 23, 2020

2 people are currently reading
55 people want to read

About the author

Rizal Iwan

13 books29 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
22 (33%)
4 stars
37 (56%)
3 stars
5 (7%)
2 stars
1 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 22 of 22 reviews
Profile Image for Dyah.
1,110 reviews63 followers
January 10, 2021
Libur telah tiba!
Eh, salah ... Harusnya libur telah usai, ya? 😂
Tapi beneran deh, buku keempat CCC ini cocok banget sebagai teman liburan. Ceritanya lebih seru dibandingkan tiga buku pendahulunya. Terus ada vibes Spirited Away-nya gitu ...
.
Kalau di buku 3, yang banyak dibahas adalah Jani. Nah, di buku 4 ini, yang banyak dibahas adalah Vedi.
Ceritanya, Vedi dipaksa berlibur ke rumah ayahnya di desa, karena mendadak ibunya harus dinas ke luar negeri. Untuk mengurangi kekesalan Vedi, Namira dan Jani ikut diajak berlibur. Tahunya di desa mereka malah berurusan dengan kasus anak hilang, dan sebelum berhasil memecahkan kasus, Vedi malah ikut hilang ...
.
Kalau sudah baca buku-buku sebelumnya, mungkin masih ingat kalau orangtua Vedi sudah berpisah, tapi belum dijelasin alasannya. Jawabannya ada di sini.
Konflik antara Vedi dan ayahnya pada akhirnya membuat karakter Vedi semakin dewasa, sama halnya dengan konflik antara Jani dan ibunya mendewasakan Jani (di buku tiga).
.
Kalau baca dialog-dialog antara Namira, Jani, dan Vedi, kadang aku mikir kalau gaya bicara mereka kayak yang ketuaan. Tapi dipikir lagi, mereka bukan anak-anak biasa; mungkin kondisi di keluarga mereka memang membuat mereka dewasa lebih cepat. Dan lagi, anak-anak SD zaman sekarang udah beda dengan anak-anak SD zaman dulu, ngga bisa disamakan. Mungkin anak-anak SD zaman sekarang ya sedewasa itu.
.
Kehadiran serial CCC ini sungguh memperkaya dunia literasi anak. Aku senang sekali ada novel dengan tema misteri/supranatural seperti ini untuk anak-anak. Sepengamatanku, anak-anak memang ada fasenya sangat tertarik pada hal-hal supranatural (hantu, dkk), dan kalau mereka cari sendiri konten horor (di YouTube, misalnya) bisa-bisa mereka malah dapat yang sekaligus sadis ... Kan bisa bahaya. Serial ini bisa menjadi bacaan yang tepat untuk mereka, karena asupan horornya dapat, pesan moralnya dapat.
.
Aku ngga tahu apakah ke depannya akan ada buku CCC selanjutnya, atau apakah nanti akan ada cerita tentang Namira, Jani, dan Vedi saat SMP. Tapi kalau ada, pasti aku akan membacanya.
Profile Image for Citra Rizcha Maya.
Author 5 books23 followers
April 17, 2024
Creepy Case Club: Kasus Pohon Pemanggil - Nostalgia Misteri yang Menghibur

Sebagai pecinta buku anak-anak, rasa nostalgia langsung menyelimuti saya saat membaca "Creepy Case Club: Kasus Pohon Pemanggil".

Di masa kecil saya, seorang sepupu dan temannya mengikuti seekor kucing dan mereka menghilang, kepanikan menyebar ke seluruh kampung. Untunglah mereka ditemukan oleh orang yang dulu pernah mengalami kejadian serupa. Di Sumbawa kami menyebut fenomena ini sebagai Kemaki. 

Buku ini membawa saya kembali ke masa kecil, di mana rasa penasaran, ingin tahu dan keberanian berpetualang berpadu dalam cerita-cerita seru dan menegangkan. Saya tidak pernah bertualang langsung tapi selalu membayangkan petualangan seru di tempat-tempat yang konon sering diceritakan orang dewasa di sekitar kami sebagai tempat angker untuk menakuti. Saya yakin, kenyataannya tak seseram itu.

Kembali ke "Creepy Case Club: Kasus Pohon Pemanggil" menghadirkan misteri yang penuh dengan elemen klasik: desa Weningsari yang penuh dengan legenda, pohon angker yang menyimpan rahasia, dan trio Jani, Verdi, Namira pemberani yang siap mengungkap kebenaran.

Penulis, Rizal Iwan, berhasil membangun atmosfer yang mencekam dan penuh misteri.

Deskripsi tentang desa dan pohon angker terasa begitu nyata, sehingga membangkitkan imajinasi para pembaca.

Cerita ini pun diwarnai dengan persahabatan yang erat antara para anggota Creepy Case Club.

Mereka saling mendukung dan bekerja sama dalam memecahkan kasus, menunjukkan pentingnya nilai-nilai kekompakan dan kerjasama.

"Creepy Case Club: Kasus Pohon Pemanggil" bukan hanya cerita yang menegangkan, tetapi juga sarat makna.

Buku ini mengajarkan anak-anak untuk berani menghadapi rasa takut, pentingnya menjaga lingkungan, dan nilai-nilai moral lainnya.

Bagi para orang dewasa yang ingin bernostalgia dengan buku-buku cerita anak klasik, "Creepy Case Club: Kasus Pohon Pemanggil" adalah pilihan yang tepat.

Buku ini akan membawa Anda kembali ke masa kecil dan mengingatkan Anda tentang keseruan membaca cerita-cerita misteri yang penuh petualangan.

Secara keseluruhan, "Creepy Case Club: Kasus Pohon Pemanggil" adalah buku yang menghibur dan penuh dengan nilai-nilai positif.

Buku ini cocok untuk dibaca oleh anak-anak usia 8 tahun ke atas (saya juga membacakan untuk balita saya yang menikmati bagian-bagian tertentu cerita) dan juga dapat dinikmati oleh para orang dewasa yang ingin bernostalgia dengan buku-buku cerita anak yang membawa kenangan masa kecil lalu.
Profile Image for Hera Diani.
Author 3 books17 followers
January 5, 2021
Buku keempat ini semakin berkembang dan digarap dengan baik. Tulisannya mengalir, sangat enak dibaca. Inspirasinya juga kaya dan kekinian, dari hieroglif sampai pop culture (film-film Disney sampai Avatar) dan TED Talks. Karakter-karakter anak-anaknya pintar dan berdaya tapi tidak sok tahu. Bagus juga ada pelajaran soal lingkungan hidup, dan berpikir terstruktur/analitis lewat pemecahan kasus dengan bagan kemungkinan.

Terima kasih juga kepada penulis karena memberi ruang bagi karakter orang tua tunggal dan isu perceraian, tanpa nada moralistis dan menggurui, atau kaca mata tragis. Bahwa itu adalah fakta kehidupan.
Profile Image for Mark.
1,284 reviews
January 4, 2021
[Ini adalah sebuah komentar dari seorang pembaca, bukan ulasan]

Ketiga sahabat yang bergabung membentuk kelompok detektif cilik bernama Creepy Case Club, Vedi, Namira dan Jani, hadir kembali melalui kisah petualangan mereka yang keempat. Serupa dengan tiga kisah sebelumnya, kali ini pun mereka kembali dihadapkan pada fenomena berbau mistis yang coba diurai dengan pendekatan ala saintifik dan olah nalar. Ditambah dengan pemilihan kosa kata para karakternya, tiga aspek inilah yang menurutku menjadi ciri khas kisah-kisah petualangan Creepy Case Club, yang sekaligus membuatnya menjadi lebih unggul dan “lebih dewasa” dibandingkan produk-produk budaya pop lain yang biasanya berhenti hanya di mistis saja (silakan mengacu pada mayoritas film horor nasional). Menyelesaikan misteri berunsur takhayul begitu kuat mengandalkan astronomi dan bahasa yang telah mati, jelas membutuhkan kemampuan di atas rata-rata anak usia sekolah dasar di Indonesia yang skor PISA-nya termasuk paling rendah di dunia.

Namun di sisi lain, kecenderungan serial Creepy Case Club untuk menjadi “lebih dewasa” ini yang membuatku bingung menerka segmen pembaca usia berapa sebetulnya yang menjadi sasaran utama serial ini. Sebagai contoh adalah penggunaan kata berkelindan untuk mendeskripsikan kondisi sebatang pohon, yang bisa jadi akan membuat dahi banyak pembaca usia muda berkerut (ingat, skor PISA bangsa kita rendah sekali).

Bagiku yang telah mengikuti sepak terjang Vedi, Namira dan Jani sejak buku pertama rilis 2018 lalu, dalam “Kasus Pohon Pemanggil” ini pola pikir dan interaksi antar ketiga karakter utama terasa seperti sudah lebih dewasa meskipun seharusnya secara biologis usia mereka masih tetap sama. Jika nanti di buku kelima dikisahkan ketiganya masih tetap duduk di kelas V SD, sepertinya penulis* perlu lebih berhati-hati agar karakter Vedi, Namira dan Jani tidak lantas memberi kesan lebih tua daripada yang seharusnya karena berpotensi menciptakan jarak psikologis dengan segmen pembaca utama (yang menurut dugaanku semestinya sebaya dengan mereka bertiga).


*Disclaimer: saya kenal secara pribadi dengan penulisnya.
Profile Image for Tika Nia.
226 reviews4 followers
January 28, 2025
Pada liburan kali ini, Namira dan Jani ikut Vedi ke rumah ayahnya di Bogor! Namira dan Jani sangat bersemangat karena akhirnya bisa berlibur di desa. Sementara itu, Vedi justru sebaliknya. Perceraian di antara orang tuanya membuat Vedi merasa berjarak dengan ayahnya! Tapi akankah hubungan mereka membaik?

Di dekat rumah ayahnya, Vedi mendengar suara dari pohon yang memanggil namanya! Dia juga sempat melihat sosok wanita di bawah pohon itu! Malamnya, Vedi kembali melihat bayangan hitam di luar jendela! Waah kira-kira itu siapa? Apa yang ingin disampaikannya??

🌳👻🌳 Baca review buku lainnya di IG ku @tika_nia

Selain pemecahan kasus dan kekompakan persahabatan CCC yang seru, seri kali ini juga menghadirkan konflik tentang keluarga. Latar belakang keluarga Vedi yang bercerai dapat memperkenalkan tentang perceraian pada pembaca anak-anak. Bahkan pembaca dewasa pun akan diajak memaknai kembali arti sebuah keluarga 💖

Issue seputar lingkungan banyak dibahas di sini, bahkan berhubungan langsung dengan kasus yang harus dipecahkan CCC!🌳 Fun fact tentang pohon juga bikin makin seru🌲Pembaca akan diingatkan kembali untuk menjaga kelestarian alam 🌳 

💭Fyi: seri CCC ini terdiri dari 6 buku, tapi setiap buku punya kasus yang berbeda dan tidak saling berkaitan. Jadi seri ini bisa dibaca secara terpisah dan tidak berurutan yaa😃 {Aku sendiri bacanya nggak urut 😁}
Profile Image for M. Fadli.
Author 8 books24 followers
January 20, 2021
Creepy Case Club kembali dengan kasus terbarunya. Kalau masih ingat dengan kisah sebelumnya, tiga bocah SD yang suka dengan misteri dari hal-hal gaib itu kembali dengan kasus baru. Namun, ada sesuatu yang berbeda dengan kasus sebelumnya. Lebih kuat, lebih emosional, dan lebih menyentuh.

Cerita ini tidak hanya bercerita tentang petualangan mengunkap mitseri dari sebuah isu tahayul yang berhembus. Namun banyak hal yang menarik untuk bisa dikutip. Mulai dari dualisme pemikiran manusia, antara mereka yang hidup di tengah teknologi modern dan mereka yang hidup bersahaja di wilayah bernuansa alami. Antara penelitian ilmiah yang disandingkan dengan tahayul atau kepercayaan suatu wilayah.

"Percaya atau tidak percaya, kita harus menghormati kepercayaan di tempat kita tinggal. Kita, kan, bagian dari masyarakat sini." hal 24

Bisa dilihat dari karakter Vedi yang bertemu dengan sang ayah. Serta dilihat dengan kode-kode yang ditinggalkan dalam cerita ini.
Profile Image for veyninda.
151 reviews10 followers
April 11, 2022
Ceritanya seru dan engga nyangka kelar sekali duduk (walau reread di GD) lebih suka buku ini dari pendahulunya. Vibes ngerinya entah kenapa ngena banget (apa karane w baca malem2 ya dam sendirian di kosan) 🤔 next mau maratom buku ke 5
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
December 12, 2022
Mungkin setiap takhayul memang ada fungsinya. Mungkin juga itu merupakan cara alam menjaga dirinya sendiri dari manusia.

Bagus sekali ceritanya.
Profile Image for Sulhan Habibi.
806 reviews62 followers
January 5, 2024
Sempat mulai baca tahun lalu, tetapi karena kesibukan lanjut di awal Januari 2024 dan langsung beres.

Jujur menurutku kisah CCC ini semakin bagus. Temanya semakin menarik. Apalagi di buku ini, tentang Pohon sebagai makhluk hidup, larangan keluar waktu maghrib (ini benar2 nasihat orang tua dari dulu yang aku ingat), hubungan Vedi dan ayahnya, dan juga kisah2 lainnya menyatu jadi kisah detektif dan hantu yang menyenangkan. Jadi semakin suka sama Namira, Jani, dan Vedi.

Profile Image for Araaaa ➹.
133 reviews12 followers
December 30, 2021
Akhirnya selesai sudah journey aku di seri ini.

Di buku ini, kita akan mengetahui lebih jauh tentang Vedi, tentang apa yang dirasakannya selama ini, terlepas dari gaya ala dosennya, hahahah.

Sepertinya hanya di buku ini, salah satu dari mereka terlibat langsung dengan makhluk lain ya 🤔
Profile Image for Aravena.
677 reviews36 followers
November 2, 2025
Kembali lagi menikmati santapan gado-gado misteri supernatural, drama keluarga, dan bumbu edukasi plus renungan...

Berlatar liburan ke rumah nenek ayahnya Vedi, kali ini kasusnya berpusat di sebuah pohon besar nan angker yang menjadi kunci beberapa peristiwa misterius; hilangnya seorang anak, dan suara-suara aneh yang memanggil di tengah malam. Di antara Trio Detektif Cilik, kali ini Vedi yang paling dapat sorotan, yang sepertinya memang sesuai giliran setelah Namira dan Jani pada judul-judul sebelumnya. Kondisi keluarga Vedi yang pisah rumah dituturkan apik, menampilkan kompleksnya hubungan orang dewasa dari kacamata anak-anak. Sedikit banyak, saya bisa berempati baik dengan Vedi maupun dengan bapaknya, yang sarat kecanggungan dan kesulitan berkomunikasi dengan baik dan benar.

Lalu, kasusnya sendiri berkembang dari awal yang menjurus horor hingga klimaks yang bisa dibilang paling ambisius dari keseluruhan serial novel ini. Meski sudah cukup banyak menikmati cerita fantasi/sains fiksi, saya tidak menduga juga kalau ujungnya akan ada kombinasi di penghujung misterinya. Benar-benar transisi dahsyat dari yang sebangsa hantu dan arwah penasaran pada judul-judul sebelumnya, hahaha.

Mungkin ada kalangan pembaca yang lebih suka penjelasan/solusi natural (alias 'napak tanah') untuk misteri supernatural, tapi di sinilah justru keistimewaan Creepy Case Club. Walau unsur supernatural dan fantasi akan selalu ada pada kasusnya, eksekusinya sendiri rapi dengan proses yang berlangsung logis. Bicara proses, seperti biasa ada sentuhan-sentuhan kecil tapi penting seperti 'bagan kemungkinan' saat trio kita membicarakan awal misterinya secara ilmiah, atau ilustrasi simbol komunikasi di pohon yang visualisasinya membantu makin hanyut dalam cerita daripada hanya dideskripsikan. Hal-hal ini memastikan pemahaman pembaca selaras dengan tokoh-tokohnya, serta konsep-konsep yang ditampilkan kian kompleks/fantastis tidak pernah jadi kelewat membingungkan.

Dari segi tema, banyak juga yang mau saya apresiasi. Selipan diskusi soal takhayul di kampung, misalnya, membahas soal logika di baliknya tapi sekaligus mengingatkan untuk berpikiran terbuka mempertimbangkan hal-hal yang sebelumnya kita pikir tidak masuk akal. Sebagai Detektif Cilik Zaman Now, Namira dkk. juga banyak menggunakan teknologi sebagai alat bantu, tapi kembali harus putar otak lagi saat teknologi tersebut menunjukkan keterbatasannya (ini jadi bikin saya mikir, adakah cerita ke depannya saat mereka berinteraksi dengan AI modern dan segala kontroversinya, hehe). Terakhir, ada sentuhan adegan-adegan humanis seperti momen canggung sewaktu Vedi yang cowok sendiri dalam trio ini malah ternyata yang tidak bisa naik sepeda. Pokoknya, bumbu-bumbu semacam ini yang membuat kisah-kisah CCC makin 'hidup'.

Klimaks dan pengungkapan misterinya sebenarnya memang bisa digali secara mendalam ke arah yang lebih berat dan menantang. Namun, saya juga maklum bahwa itu sudah di luar ruang lingkup cerita dan alurnya yang diplot berakhir 'baik-baik' ala film Disney (dalam artian positif). Yang jelas, makin ke sini saya kian berangan bisa melihat plot novel ini dalam bentuk serial atau film animasi, supaya benar-benar makin banyak yang tahu kerennya trio detektif cilik ini... terutama anak-anak yang memang sepantaran mereka!
Profile Image for Meta Morfillah.
669 reviews23 followers
May 6, 2024
Judul: Creepy Case Club - Kasus pohon pemanggil
Penulis: Rizal Iwan
Penerbit: Kiddo
Dimensi: viii+191 hlm, 13x19.5 cm, cetakan kedua Januari 2024 (edisi gramedia digital)
ISBN: 9786024815158

Jangan menjawab saat ada suara memanggilmu di waktu maghrib!
Jangan berkeliaran di waktu maghrib!

Begitulah yang dipercaya warga Desa Weningsari, Bogor, tempat ayah Vedi (Safran) tinggal. Maka, selepas maghrib jalanan pun sepi. Rumah-rumah tertutup. Apalagi semenjak hilangnya Gili, anak Bu Fitri 3 bulan lalu, persis waktu maghrib di dekat pohon besar samping rumah ayah Vedi. Hal itu pula yang menjadikan Vedi, Namira, dan Jani ditatap tak bersahabat oleh warga sekitar saat liburan di sana.

Awalnya mereka acuh saja, hingga suatu malam Vedi mendengar namanya dipanggil oleh pohon besar itu dan ada bayangan yang berdiri di kamarnya. Mereka pun mencaritahu siapakah orang yang berdiri dan memanggil Vedi malam²? Tak disangka, dari pertanyaan itu berkaitan dengan kasus hilangnya Gili. Di tengah pencarian, Vedi pun menghilang, persis seperti Gili!

Namira dan Jani harus berusaha keras memecahkan kode yang tertinggal di pohon besar itu. Apa yang terjadi pada Vedi? Bisakah Vedi kembali?

Isu yang diangkat kali ini menarik. Isu lingkungan tentang pohon sebagai makhluk hidup yang bisa berkomunikasi dengan wood wide web mereka. Bila kalian sudah menonton film avatar (yang biru²) pasti kalian memahami cepat cerita di buku ini. Ilmu barunya bagi saya berupa rasi bintang dan hieroglif. Salut sama penulis yang sering memberikan wawasan baru bagi pembacanya. Meski tetap ada creepy nya, sebab ditempeli dengan takhayul khas indonesia.

Hanya satu kekurangannya, disebabkan font berkait yang dipakai. Di gramedigi, series keempat ini membuat saya lebih lelah dalam membacanya sebab jenis fontnya jadi terlalu rapat dan seperti nyambung.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #creepycaseclub #kasuspohonpemanggil #rizaliwan #fiksi #metamorfillah
Profile Image for Ayu Ratna Angela.
215 reviews8 followers
August 29, 2024
Series fiksi anak lokal dengan genre horror sepertinya sangat jarang sekali ditemui di Indonesia. apalagi fiksi anak yang menggabungkan antara misteri detektif dengan horor seperti ini. Kasus Pohon Pemanggil adalah buku pertama dalam seri Creepy Case Club yang saya baca, dan membuat saya benar-benar penasaran ingin membaca seri-seri lainnya.

Dalam Kasus Pohon Pemanggil ini 3 tokoh utama kita: Vedi, Namira dan Jani sedang berlibur ke rumah ayah Vedi di sebuah desa terpencil di Bogor. Di depan rumah ayah Vedi berdiri sebuah pohon besar berdaun lebat, pohon tempat menghilangnya seorang anak kecil bernama Gili 3 bulan sebelumnya. Kata orang-orang desa, Gili diculik oleh makhluk lain karena bermain-main di luar rumah setelah maghrib, sebuah takhayul yang dipercaya kuat oleh warga desa.

Tidak lama setelah sampai di rumah ayah Vedi, kejadian-kejadian janggal bermunculan mengusik rasa penasaran Creepy Case Club. Seorang perempuan terlihat berdiri di bawah pohon mengamati Vedi, sebuah bayangan orang terlihat malam hari di jendela kamar Vedi disertai dengan suara aneh yang memanggil-manggil nama Vedi. Creepy Case Club beraksi kembali menyelidiki kejadian-kejadian aneh ini, sampai pada suatu hari terjadi musibah yang sangat mengejutkan dan tidak disangka-sangka......

Buku ini sangat seru, ringan dan bisa dibaca dalam sekali duduk. Persahabatan antara Vedi, Namira dan Jani juga menyenangkan untuk diikuti, mengingatkan saya lagi akan masa kecil dahulu. Tapi pemecahan misterinya mungkin agak sedikit memusingkan, ilmiah dan kurang seram bagi saya sehingga sedikit bosan. Mungkin karena target pembacanya anak-anak jadi tidak dibuat seram-seram amat. walaupun cukup membuat merinding juga sih.

Eh, tapi ini bukan novel horror yang ternyata hantunya tidak ada yaaa, makhluk-makhluk gaib benar-benar akan muncul di cerita ini kok. Kamu tidak akan kecewa!
Profile Image for pasha.
190 reviews
November 21, 2022
Terimakasih buat Afifah yang udah minjemin buku ini di kelas

So I did it! Dari bulan lalu, aku hobi banget pinjem-pinjemin buku ceritaku ke temen-temen satu kelas. Salah satunya Creepy Case Club. Salah satu temenku, si Afifah ini tertarik dan akhirnya memutuskan beli bukunya sendiri. Kebetulan aku belum pernah baca buku ini sebelumnya, dan dia berbaik hati meminjamkan.

OKE, dari tiga buku sebelumnya, buku ini vibes-nya berbeda banget. Pas mereka bertiga pergi berlibur, rasanya bedaa banget. Pedesaan di Bogor gitu, kerasa adem banget.

Tapi aku ngerasa buku ini enggak 'horror', tapi lebih ke supranatural gitu ya. Buku ini memberikan kesan berbeda dan kesannya magis. Menurutku buku ini banyak banget isinya kayak tentang lingkungan/alam, suasana thriller, supranatural, dan masalah keluarga diangkat disini.

Endingnya cukup paradoks menurutku. Dan disini, aku sama Afifah sama-sama diskusi (sampai kami rela enggak jajan di istirahat kedua), cuma buat bahas teori-teori atau konsep kita tentang paradoks ini. Dan karena buku ini, kita berdua dapet pengalaman baru nyelesain dan bikin konsep dan teori-teori seru. Saking serunya, kita sampai ga sadar ada gempa.

Jadi 5 stars dari kita berdua karena experience dari buku yang kita baca ini menyenangkan, dan ceritanya juga sangat page-turner! Aku nyelesain ini sekitar tiga atau dua jam karena kepotong mapel, tapi overall sangat good! Semoga banyak buku-buku CCC lainnya yang akan terbit!

PS: Kak Rizal kalau baca ini, Afifah bilang katanya ngefans
Profile Image for P.P. Rahayu.
Author 1 book37 followers
November 30, 2024
Creepy Case Club: Kasus Pohon Pemanggil
oleh RIzal Iwan
3.5 dari 5 bintang

Setelah buku ketiga membahas kehidupan Jani, maka kali ini kita bakal menyelami lebih jauh kehidupan keluarga Vedi. Khususnya kehidupan ayah Vedi yang nyentrik dan tinggal di pinggiran Jakarta.

Untuk menghabiskan liburan semester, Vedi bersama Namira dan Jani berlibur di rumah ayah Vedi di pinggiran kota. Desa tempat ayah Vedi tinggal masihlah berdekatan dengan hutan. Jadi, hamparan pemandangan hijau selalu menghampiri selama trio detektif kita berada di sana.

Menurutku, kisah kali ini jadi salah satu kisah yang paling rumit karena melibatkan dunia paralel dan perbedaan waktu. Singkat cerita, tiba-tiba saja Vedi menghilang dan tertarik ke dunia lain. Di sisi lain, Namira dan Jani berupaya untuk bisa menemukan Vedi dengan keterbatasan yang mereka miliki. Sudahlah di tempat asing, Namira dan Jani bukan tipikal periset handal seperti Vedi. Pertanyaannya, apakah Vedi bisa kembali ke dunia nyata? Lalu, bagaimana hubungan Vedi dan ayahnya yang sebetulnya enggak bisa dibilang baik-baik saja?

Seperti yang kusebutkan, menurutku misteri kali ini jauh lebih complicated dibandingkan dengan ketiga buku sebelumnya. Meskipun sama-sama masih berunsur mistis, keberadaan dunia paralel ini pasti enggak bisa mudah di-digest kalau enggak membaca kisahnya baik-baik. Aku merasa ada hal yang belum terjawab setelah selesai membaca buku ini. Sayangnya, aku tak menuliskannya di catatanku di Twitter. Haha.

Ya sudahlah, ya. Mari kita move on ke buku berikutnya.
Profile Image for Tantra Ashari.
6 reviews
January 30, 2023
Alih-alih mengiyakan kalau hantu itu usil ketika menampakkan diri, sama seperti dua buku sebelumnya, buku Creepy Case Club menurutku punya misi yang keren untuk membentuk paradigma anak-anak bahwa ketika hantu menampakkan diri, maka pertanda kalau ia butuh bantuan. Jadi, jangan takut!

Hantu-hantu Creepy Case Club selalu punya pesan yang disampaikan, kali ini temanya seputar lingkungan, urbanisasi, deforestasi. Tapi, meskipun bukunya tipis, informasinya sungguh kaya untuk pembaca anak-anak dan amat relate dengan kondisi saat ini, mulai dari bahasan Disney, TEDxTalks, astronomi, takhayul, sains, misteri diramu dengan sangat apik dan mengalir.

Tentu saja dengan konteks bahasan yang seperti itu, terlihat bahwa tokohnya adalah anak-anak yang mudah mengakses informasi, bukan yang hidup serba susah. Meskipun begitu, penyelidikan mereka didasari atas empati yang tinggi. Mau dibaca segala umur, pasti seru, kok!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,441 reviews73 followers
April 11, 2025
Misteri pada buku ini semakin kental dan intens, karena benar-benar ada korban dalam kasus kali ini. Seorang anak desa tempat ayah Vedi, menghilang. Anak itu bernama Gili. Kemudian korban kedua adalah Vedi sendiri. Mereka benar-benar pindah dimensi! Bagaimana bisa? Apakah mereka diculik oleh para makhluk jahat penghuni pohon besar? Namira dan Jani harus bekerja sama untuk memecahkan kode-kode demi bisa menemukan Vedi.

Ada unsur perjalanan waktu di sini. Wow. Lalu ada isu soal lingkungan hidup juga. Bagaimana takhayul ternyata justru melindungi alam dari eksploitasi manusia.

Cerita Vedi dengan ayahnya yang sudah bercerai dari mamanya ini juga sangat menyentuh. Memang Creepy Case Club itu wajib dikoleksi, deh.
Profile Image for Mare Mare.
Author 6 books1 follower
June 15, 2025
Aku suka seru yang ini! Ada insight yang mengajari kita soal menjaga kelestarian alam. Meskipun aku sendiri ga percaya energi seperti wujud Gaia di novel ini, tapi pelajaran yang bisa diambil bagus, apalagi di tengah keadaan negeri kita yang hutannya terancam punah. Aku relate sih dengan Vedi dan Gili, kalau udah marah tuh rasanya takut hilang begitu aja, makanya jadi berani, hahaha.
11 reviews
February 3, 2025
Di buku keempat ini, bang Rizal tampak semakin matang dalam bertutur. Meski berbicara soal pohon mistis, tetapi sejatinya juga menyinggung soal relasi bapak-anak, merawat takhayul demi menjaga alam dsb
Profile Image for Achame.
178 reviews1 follower
February 4, 2025
Tentang tema liburan sekolah. Cukup menegangkan. Ga expect kalau di buku ini bener2 ttg mslh hal ghaib
Displaying 1 - 22 of 22 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.