Buku ini benar-benar obat yang bagus untuk mengembalikan mood baca. Soalnya, selesai baca ini rasanya seger kayak mandi setelah capek olahraga😂.
Dr. Triska dan Dr. Deni ini benar-benar bikin gemes. Yang satu kekeuh bertahan, yang satu kekeuh melepaskan, jadinya yaa tarik ulur. Tapi cara oma Marga T menceritakan perjuangan tarik ulur sampai akhirnya rela melepaskan itu yang ketjeh. Ini buku jadul, tapi rasanya bisa dinikmati di tahun berapa pun. Rasanya seperti menikmati lagu-lagu jadul, punya keunikan dan bahagianya tersendiri.
Ditambah bumbu-bumbu soal busuknya iri dengki karena harta warisan, cerita ini enak dinikmati, semacam minum cendol saat kemarau😂. Ah ya, disini juga ada 1 konflik sejuta umat, yaitu: salah paham ttg masa lalu. Tapi asyiknya, konflik salah paham ini nggak malah bikin tokohnya terlihat ewh atau semacam pembodohan tokoh karena salah paham seupil bisa bikin baper beratus-ratus lembar. Menurutku, itu mungkin karena konflik salah paham di buku ini tak jadi konflik utama, hanya jadi konflik kecil tapi maha penting yang bikin reader gemas sampe akhirnya diselesaikan di ending.