Namanya Wijo, sederhana namun pekerja keras. Berasal dari kempung kecil di desa lalu merantau ke Jakarta. Kecerdasannya lah yang membawanya menuju "masa depan yang cerah". Dirinya pun melamar seorang wanita yg ia kenal di halte ketika masih menjadi karyawan. Keduanya menikah lalu dikaruniai dua anak, semuanya berjalan lancar seolah kehidupan sempurna.
Suatu hari, penyakit istrinya kambuh. Ia "diharuskan" membawa istrinya ke "eyang" (sejenis dukun), tak disangka istrinya pun sembuh.
Namun semenjak kejadian itu, semuanya berubah, seolah dunia terbalik. Apa yang terjadi sebenarnya? Apa dan Siapa dalang penyebabnya?
#nebookreview
Aku suka bagian orientasinya, karena cerita yang sesuai dengan realita kehidupan.
"Di kota wanita bersaing dengan para lelakinya, tidak menunggu nasib baik terjadi pada mereka. Mereka lemah, fleksibel tetapi menyimpan kekuatan. Wanita karir berada pada ketidakjelasan jodoh meski mereka membuka diri mereka pada peluang yg rentan itu. Ini salah satu ironi yang terjadi pada wanita-wanita di kota. " Di bagian inilah yang menjadi salah satu alasan tokoh utama menjadi pekerja keras, karena biar bisa menggaet wanita (asli begituu kok di bukunya😭)
Dilihat dari judul kalian pasti mengira ini cerita tentang dukun atau santet, ternyata salah besar. Aku juga termasuk salah satunya yg salah sangka. Rahasia dibaliknya ternyata lebih rumit dari kenyataanya. Termasuk tipe novel yang kalau kalian lewatkan sedikit, bisa ngga paham sama ceritanya.
Rumus sukes kaya dari penulis, kerja cerdas, kerja keras, dan keberuntungan. Kalau dipikir-pikir yang terakhir memang ngga adil, karena tidak semua orang beruntung. Jadi inget pepatah "Wong pinter kalah ambe wong ing kang beja"