Dear Kunyit, Orang bilang, when life gives you lemon make lemonade. Dan inilah segelas lemonade hidupku buat kamu. Dimulai ketika aku berusia dua puluh lima tahun dan mengalami apa yang disebut quarter life crisis.
Tahu artinya?
Artinya, well, Facebook teman-temanku berisi tentang pekerjaan baru, naik jabatan, jalan-jalan, makan-makan, pacaran, menikahi pujaan, membeli rumah, atau hasil USG. Sementara, aku upload foto kaktus dengan teks “My lovely babies”. Kubeli Rp10.000 dapat dua pot, lalu dua-duanya mati dalam seminggu….
Aku belum pernah baca waktu masih di Wattpad. Jadi, ini benar-benar pengalaman baca pertamaku atas cerita Bella ini. Dan seru!
Bagian paling asyiknya adalah setting tempat dan budaya. Atuhlah sampai ke logat-logat dialognya pun. Jadi, pas baca, mau nggak mau aku ngebacanya pake logat juga 😂 Apa yaa nyebutnya ... Pokoknya kearifan lokalnya kerasa banget. Jadi, kalau bosan dengan setting tempat ibukota, maka novel ini recommended banget. Karena terasa baru dan fresh. Yah, meski kadang aku kurang nyambung dengan jokes mereka, tapi kocak kok. Narasinya Bella tuh konyol-konyol cerdas gitu.
Oh ya, sebenarnya tokoh Ardo bukan favoritku. Deojuga bukan. Tahu siapa favoritku? Mungkin Devon. HAHAHAHA! Bukan karena dia bad boy yang pernah tidur nyaris sama semua cewek di kantor (eh, bener nggak sih Bella pernah definisiin Devon gini?) Menurutku tokoh ini lebih seru karena dia lebih jelas dan terang-terangan. Apalagi kesimpulan Bella bahwa Devon itu scientist. Duh, jadi +100. Sayangnya, nilai Devon -1000 setelah kejadian di mobil itu. Gagal jadi favorit deh.
• Judul : A Man Who Loves You • Penulis : Mel Bakara • Penyunting : Dion Rahman • Penerbit : Elex Media Komputindo • Terbit : 13 Januari 2021 • Harga : Rp 110.000,- • Tebal : 440 halaman • Ukuran : 12.5 × 19.5 cm • Cover : Softcover • ISBN : 9786230022517
Secara sukarela Ella harus membantu kedua orangtuanya. Bapaknya yang merupakan seorang guru nyatanya gajinya tidak mencukupi untuk menafkahi Ella dan abangnya, Mikhael. Maka dari itu bapak Ella membuka usaha membuat kopi hitam bubuk yang kerap kali Ella dan Bang Mikahel bantu tiap kali produksi. Tidak boleh ada kesalahan dan bantahan selama membantu bapak jika tidak ingin terkena semburan amarahnya. Bapak memang terkenal galak dan tegas terhadap kedua anaknya tersebut. Sementara itu ibu Ella sendiri membuka usaha membuat kue yang tidak luput Ella bantu pula. Sebagai gadis yang lahir dan tumbuh di daerah Ella sudah terbiasa bekerja keras dan hidup mandiri. Hingga suatu hari Ella bertemu dengan Ardo, pemuda yang akan bercokol di hatinya. Ardo adalah cucu Oma, tetangga Ella yang sudah ia anggap sebagai neneknya sendiri. Ardo adalah sosok pemuda yang bebas, tapi penuh perhatian. Sikap konyolnya sering kali dapat membuat Ella jatuh hati. Ardo seakan datang untuk mewarnai harinya setelah Bang Mikhael pergi kuliah ke pulau Jawa. Namun, saat beranjak dewasa Ardo malah hilang rimbanya.
Kini Ella telah menjadi anak rantau yang bekerja di ibukota. Ella bekerja sebagai staf IT di salah satu perusahaan jasa keuangan bernama Radiant. Ella yang merasa jika karir dan gajinya tidak beranjak ke mana pun memberanikan diri untuk meminta kenaikan gaji pada bosnya. Alangkah terkejutnya Ella saat dirinya dipindahkan ke divisi lain yang salah satu anggotanya adalah Devon, seorang pria dingin yang terkenal di kalangan pegawai wanita. Ella yang sedang berikutat dengan pendidikan S2-nya pun dibuat ketar-ketir karena Devon acap kali memberikan tugas yang merepotkannya. Salah satunya adalah tugas lapangan di cabang Bandung yang membuatnya harus bolak-balik Jakarta-Bandung untuk menghadiri kuliah sekaligus bekerja. Namun, untungnya ada Deo, sosok abang dan sahabat yang selalu hadir untuk Ella. Deo sendiri nyatanya telah memendam perasaannya untuk Ella. Hanya saja Ella tidak mampu berpaling dan melupakan Ardo yang telah mengisi hatinya semenjak remaja. Setelah berkutat dengan karir dan pendidikannya Ella mencoba untuk mencari tahu keberadaan Ardo yang hilang tanpa kabar. Di satu sisi Ella tak dapat melupakan Ardo, tapi di sisi lain kehadiran Deo nyata adanya untuk Ella. Di manakah keberadaan Ardo selama ini? Bisakah Ella membuka hatinya bagi Deo?
Cerita tentang romansa masyarakat urban biasanya selalu berlatarkan kehidupan yang bebas dan modern. Ini pula yang dibawa oleh A Man Who Loves You karya Mel Bakara. Pembaca akan menemukan nuansa city lite yang kental, tapi diselingi pula kehidupan di daerah yang sederhana dan sarat makna. Tidak hanya dari segi ceritanya yang memikat, tapi 𝘤𝘰𝘷𝘦𝘳 bukunya pun tidak kalah memikat. Latar warna biru yang dipergunakan sudah dipastikan akan memikat netra para pembacanya. Tidak hanya itu tulisan judul buku yang besar dengan aksen kucing dan lemon menambah kesan seru dan menyenangkan. Aksen kucing dan lemon yang diselipkan pun tidak asal tempel saja, tapi ada korelasinya tersendiri dengan jalan ceritanya. Ditambah lagi dengan dua potong foto ilustrasi yang mengindikasikan Ella dan Ardo semakin memperkuat kesan romansa yang melingkupi buku ini. Semua perpaduan yang dituangkan ke dalam 𝘤𝘰𝘷𝘦𝘳 bukunya berhasil menciptakan sesuatu yang menarik dan memikat. Sebuah 𝘤𝘰𝘷𝘦𝘳 yang menjual dan memantik rasa penasaran pembaca untuk membawa pulang buku ini.
Romansa yang dikemas dalam A Man Who Loves You memadukan antara masa lalu dan masa kini. Di mana ada bagian 𝘧𝘭𝘢𝘴𝘩𝘣𝘢𝘤𝘬 yang cukup panjang yang memerlihatkan masa remaja Ella dan Ardo. Bagian 𝘧𝘭𝘢𝘴𝘩𝘣𝘢𝘤𝘬 ini terbilang penting karena dapat menunjukkan kepada pembaca bagaimana karakter dan perasaan Ella bisa terbentuk. Ella yang sejak remaja sudah harus membantu bapaknya memproduksi kopi hitam bubuk dididik menjadi pribadi yang kuat dan mandiri. Bapak Ella termasuk orangtua yang tegas dan galak saat mendidik anaknya. Hingga muncul sosok Ardo yang mewarnai masa remaja Ella yang bisa dibilang membosankan setelah ditinggal pergi abangnya, Mikhael, kuliah ke pulau Jawa. Ardo adalah sosok yang bebas dan apa adanya. Namun, di saat perasaan Ella semakin kuat terhadap Ardo, kondisi dan keadaan justru memisahkan mereka. Kini setelah bekerja di ibukota Ella tetap tidak dapat melupakan Ardo di dalam hidupnya. Bisa dibilang penulis bikin tema cinta yang susah 𝘮𝘰𝘷𝘦 𝘰𝘯. Wajar sih karena tokoh Ardo ini memang terasa 𝘤𝘩𝘢𝘳𝘮𝘪𝘯𝘨 dan mungkin memang sulit untuk dilupakan begitu saja. Saya suka dengan kombinasi cerita yang memerlihatkan sebab dan akibat yang dialami oleh Ella. Selain memperkuat karakternya sebab dan akibat ini juga meneguhkan alasannya yang susah 𝘮𝘰𝘷𝘦 𝘰𝘯 dari Ardo.
Sudah bisa ditebak jika dua tokoh utama dalam novel ini adalah Ella dan Ardo. Ella sendiri adalah seorang wanita karir yang mandiri, pekerja keras, dan tangguh. Bapaknya memang mendidik Ella dengan keras dan tegas. Sering kali Ella merasa jengkel dan jengah dengan perilaku bapaknya tersebut. Bapak Ella kerap kali memojokkan anak sendiri dan malah memuji anak orang lain. Tipe orangtua yang sulit untuk menunjukkan dan mengungkapkan rasa sayang terhadap anaknya. Tidak hanya bapak, Ella pun memiliki 𝘴𝘶𝘱𝘱𝘰𝘳𝘵 𝘴𝘺𝘴𝘵𝘦𝘮 yang cukup kuat dalam keluarganya. Ada ibunya yang menyayanginya, nenek dan pamannya yang menyenangkan, hingga abang yang perhatian. Tidak hanya keluarga, sahabat-sahabat Ella, seperti Ike dan Raska pun tidak kalah mendukung Ella dalam kehidupannya. Selanjutnya ada tokoh Ardo yang memiliki karakter bebas dan apa adanya. Ardo kerap menunjukkan perhatiannya terhadap Ella dengan tingkah yang menyebalkan. Namun, tingkah itu pula lah yang bisa membuat Ella jatuh hati padanya. Ardo muncul layaknya misteri. Tidak banyak kehidupan yang dapat diungkap dari sosok Ardo semasa remaja. Tidak hanya Ardo sosok laki-laki yang menghiasi hidup Ella. Tetapi ada pula Devon dan Deo di dalamnya. Devon yang terlihat cuek, tapi penakluk hati wanita. Serta Deo yang setia dan perhatian terhadap Ella selama bertahun-tahun. Sebenarnya banyak karakter pendukung lainnya yang jujur saja sulit untuk diingat saking banyaknya. Namun ada satu tokoh pendukung yang nyebelin, tapi bisa bikin ngakak, yaitu Minmin. Sifat nyinyirnya malah menjadi bahan komedi yang dapat memicu tawa.
Boleh dikata novel ini mempunyai alur cerita yang teramat lambat dan sedikit tarik ulur. Pembaca harus sabar untuk menantikan bagaimana kelanjutan hubungan Ella dan Ardo. Kisah 𝘧𝘭𝘢𝘴𝘩𝘣𝘢𝘤𝘬 yang disajikan pun berjalan secara perlahan-lahan. Penulis sepertinya tidak ingin terburu-buru dalam membangun 𝘤𝘩𝘦𝘮𝘪𝘴𝘵𝘳𝘺 antara Ella dan Ardo. Selain 𝘤𝘩𝘦𝘮𝘪𝘴𝘵𝘳𝘺, 𝘧𝘭𝘢𝘴𝘩𝘣𝘢𝘤𝘬 ini juga menjadi pondasi yang kokoh dalam membentuk sikap dan perasaan Ella yang sulit untuk melupakan Ardo. Untungnya meskipun memiliki alur cerita yang lambat penulis mempunyai gaya bahasa dan bercerita yang ceplas-ceplos dan menyenangkan. Banyak kata kasar yang mengalir gitu aja dan nyatanya memang dapat menghidupkan cerita dan gelak tawa. Selain itu logat daerah yang terasa saat dibaca membuat saya ikut membacanya dengan logat tersebut. Sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang orang pertama dari tokoh Ella. Ini bisa dibilang pas karena pembaca bisa lebih mengenal dan memahami perasaan Ella yang susah berpaling dari sosok Ardo, meskipun terkadang Ella plinplan juga sih orangnya. Latar tempat yang memeriahkan juga beragam mulai dari ibukota Jakarta, Bandung, hingga daerah Sumatra. Dan yang paling terasa itu latar tempat di Bandung karena sebagai orang Bandung ada beberapa daerah yang terasa familier di telinga saya.
Permasalahan atau konflik yang coba dihadirkan adalah perasaan Ella yang susah 𝘮𝘰𝘷𝘦 𝘰𝘯 dari Ardo. Bagaimana Ella merasakan gejolak batin dan perasaan saat Ardo menghilang dari kehidupannya. Kehadiran pria lainnya nyatanya tidak dapat menghapus Ardo begitu saja. Contohnya Deo sosok abang dan sahabat yang hadir di masa kuliah Ella masih belum mampu membuatnya berpaling. Selain itu Devon yang hadir dengan sikapnya yang "blak-blakan" pun tidak dapat mengusir Ardo dari pikiran Ella. Di sini konfliknya seakan tarik ulur dan terasa berputar-putar. Keputusan yang diambil Ella seakan-akan hanya untuk memperpanjang durasi cerita. Saat Ardo hadir ia malah menutup hati, tapi saat Ardo pergi ia malah mencari. Agak kesel sih melihat sikap Ella yang terasa plinplan ini. Apalagi penyelesaiannya terasa kedodoran dan tergesa-gesa. Padahal di awal sudah terlihat perlahan-lahan, tapi pasti. Namun, menuju akhir malah terburu-buru dan terasa sedikit dipaksakan. Akan tetapi, secara keseluruhan konfliknya masih bisa dinikmati.
Cerita anak rantau yang diperlihatkan dalam novel ini cukup menarik. Bagaimana Ella sulit untuk kembali ke kampung halamannya setelah kehilangan sosok Ardo dalam hidupnya. Cerita cinta yang disuguhkan mungkin tidak terasa baru, tapi memiliki cita rasa yang sedikit berbeda. Perjalanan hubungan antara Ella dan Ardo tidak terjadi dalam sekejap mata. Tapi, ada proses yang panjang di dalam membangun perasaan mereka. Ini menjadi alasan yang kuat mengapa Ella sulit 𝘮𝘰𝘷𝘦 𝘰𝘯 dari Ardo. Cerita 𝘧𝘭𝘢𝘴𝘩𝘣𝘢𝘤𝘬 yang ada juga menjadi komponen inti untuk membuat pondasi cerita yang kuat. Kehadiran keluarga dan sahabat-sahabat Ella menjadi asupan yang menghangatkan hati para pembacanya. Sayangnya tokoh-tokoh pendukung yang dimunculkan terlalu banyak dan bikin pusing, khususnya teman-teman satu kantor Ella. Kekurangan lain yang saya rasakan adalah karena saking fokusnya terhadap jalinan 𝘤𝘩𝘦𝘮𝘪𝘴𝘵𝘳𝘺 antara Ella dan Ardo, kehadiran Devon hanya terasa sebagai pemanis belaka. Dan terakhir saya merasakan intensitas yang mulai kedodoran saat menuju babak akhir. Terkesan "rusuh" dan sedikit dipaksakan. Secara keseluruhan A Man Who Loves You adalah kisah romansa dewasa yang tidak hanya bicara soal cinta, tapi juga makna kehidupan, khususnya kejujuran.
Pernah nggak beli buku karena naksir sampulnya? Aku sih hampir setiap saat wkwkwk selain nama penulis yang masuk daftar autobuy, belakangan aku juga mudah tergoda cover-cover cantik. Mel Bakara nama yang asing bagiku, mungkin karena aku jarang menyelam di lapak oranye, jadi baru tahu namanya ketika #AManWhoLovesYou ini diterbitkan Elex dan aku kepincut cover.
Butuh waktu cukup lama buatku menyusun review ini. Secara garis besar aku adalah happy reader, tapi di saat bersamaan aku juga termasuk pembaca ribet hehehe masalah teknis paling sering bikin aku misuh-misuh. Di sini teknisnya nggak tabrak lari kok, tapi teknik nulis Kakak Penulis sepertinya kurang cocok di aku. Ini masalah preferensi aja. Sejujurnya aku sudah baca 10-20 halaman pertama beberapa bulan silam, tapi kuhentikan karena merasa nggak “klik” dan akhirnya kupaksa lanjut hari ini dengan mode bablasin aja demi memenuhi reading challenge. Secara mengejutkan, setelah kubaca, aku menemukan hal-hal yang kusuka.
Ceritanya tentang apa? Kalau dari blurb, aku mendapat gambaran buku ini tentang quarter life crisis. Isinya? Lebih daripada itu. Tentu saja, jumlah halamannya 462.
Oke, yang aku suka: 1. Penjabaran kampung halaman Ella, karena jarang banget lini CityLite menyisipkan budaya sekental ini. 2. Hubungan Ella dan keluarganya, mereka nggak sempurna tapi saling menyayangi dengan amat sempurna. 3. Sikap pantang menyerah Ella, ketika dia dilimpahi musibah bertubi-tubi di kantor, nggak ada tuh drama berkepanjangan. Mungkin karena sudah dididik kuat sejak kecil ya. Intinya, etos kerja Ella nih patut diacungi jempol.
Sementara yang kurang aku suka: 1. Scene toilet dan sofa apartemen, if you know what I mean. This is a big no no no for me. Untung sudah pakai mode bablasin aja, kalau enggak aku bisa mencak-mencak lebih panjang pas ke-trigger wkwkwk aku tahu, ada alasan kenapa scene itu ada, tapi aku nggak nyaman bacanya. 2. Halaman terlalu banyak, flashback terlalu panjang, dan sering banget aku menemukan bagian yang bikin aku lupa: intinya apa? Makanya aku jadi kepo, apakah Kakak Penulis tipe panser? Soalnya sulit buatku memahami struktur ceritanya.
Untuk sebuah buku debut (kalau aku tidak salah ya) buku ini punya potensi yang sangat besar. Beberapa kali ngakak karena jokes-nya Ella nih sefrekuensi sama aku. Cuma ya itu, namanya selera tuh rahasia Ilahi. Jadi, aku rekomendasikan buat kalian yang suka baca tentang karakter perempuan kuat, sekaligus tahan sama rentetan karakter laki-laki yang terlalu nyata. Sukses buat karya-karya Kakak Penulis selanjutnya!
This book is so good! Meskipun begitu, hati ini sementara suruh kasih 4-stars dulu :p Buku ini lumayan tebal, dan gue juga butuh lebih dari seminggu buat selesainnya, page-turner tapi engga terlalu page-turner juga (?)
Suka banget ups downsnya perjalanan cinta dalam kehidupannya si Ella ini. Karakter Ella ini gimana ya. Cool, cuek, engga menye2, free-soul! The character that i really want to be like haha.
Meskipun banyak yg bilang engga suka pas di bagian fase remaja, tapi gue justru paling suka bagian itu. Setiap balik halaman ada aja yg bikin ketawa sampe gue harus berhenti sebentar karna sakit perut kebanyakan ketawa :D
Sejujurnya, gue sedikit kesulitan dengan gaya penulisannya yg kental dengan khas SumUtnya, sehingga gue harus baca pelan2 untuk paham, malah sering gue harus 2x baca karna kurang paham maksudnya. Bukan jadi kekurangan, buku ini tetap effortless unik apa adanya. Hanya masalah personal experience aja sih.
Selesaiiiii! Dan sukaaa 🤩🤩🤩. Baca ini hal receh pun berhasil bikin ngakak 🤭. Buatku pribadi meskipun kerasa complicated tapi terasa pas di aku 🤭 Paket komplit selain tentang cinta juga ada tentang keluarganya 👍🏼
Suka bgt 🙌🏻. Paham sih kenapa bisa menang Watty Award.
Biasanya gue ga betah klo bagian flashback-nya kepanjangan, tapi justru bagian terbaik buku ini adalah flashback-nya. Kayaknya ini MetroPop slash City Lite ter-wholesome yg pernah gue baca deh. Pacing-nya lambat sih, tapi karena setiap halamannya kocak parah sekaligus penuh pelajaran hidup, gue malah jadi takut cepet habis.
Kekurangannya cuma di alur perempat terakhir yg rada belepetan, juga adegan dewasanya yg agak 'ngagetin', wkwkwk. Buat gue agak terlalu eksplisit dan ngebelokkin tone cerita yg tadinya melankolis jadi tiba-tiba ala ChrisMor. Selebihnya nda ada masalah.
Seneng ga sih klo impulsive buy lo ternyata jadi favorit baru gini T_T. Berharap penulis bakal nulis cerita tentang Devon (karena ada bau-bau ke sana), walaupun dia songong n spoiled tp kayaknya menarik jg klo kehidupannya digali.
Inilah kisah hidup Bella, yang dituliskannya untuk Kunyit, anaknya. Bella mengawalinya dengan mengisahkan hidupnya sebagai seorang karyawan di perusahaan yang bergerak di bidang pendanaan. Bella bekerja di bidang IT, sesuai ilmu yang dipilihnya sejak kuliah. Namun karena kecerdikannya, dia dipindahkan ke bagian riset. Bella bukan orang pintar, tapi dia mau belajar. Dengan niat memperbaiki nasib karirnya, Bella menjalani pekerjaan barunya.
Kisah hidup Bella terpotong dan terlempar ke masa lalu, pasca pertengkarannya dengan Abang Mikha, kakak satu-satunya. Bella mengisahkan hidupnya yang sejak kecil sudah bekerja keras membantu bisnis orang tuanya. Papanya guru yang membuka usaha kopi, Mamanya mengandalkan keahlian memasak untuk menambah penghasilan rumah tangga. Bella pun berkenalan dengan Ardo, cucu Oma yang tinggal di sebelah rumah. Ardo yang memanjakan Bella, membuat Bella selalu menjadi merasa istimewa sekaligus merasa kecil. Tumbuh bersama sampai selepas SMA, Bella tahu Ardo menyukainya, seperti halnya dirinya juga menyukai Ardo. Namun mereka berpisah tanpa kepastian.
7 tahun lamanya Bella menantikan Ardo. Bella melanjutkan kuliahnya di Jogja, sementara Ardo entah ada di mana. Selepas kuliah, Bella merantau ke Jakarta. Sebenarnya ada Deo, pria yang pertama kali dijumpainya di sebuah warnet, saat Bella bingung bagaimana cara membuat email. Selama 7 tahun itu, Deo yang dianggap sahabat oleh Bella, beberapa kali mencoba mendekati Bella.
Saya baru pertama kali membaca karya Mel Bakara, dan saya suka dengan cara penulisannya. Saking sukanya, saya membacanya perlahan, meresapi kalimat demi kalimat untuk memahami kehidupa Bella yang keras dan sulit. Menjadi seorang anak perempuan yang hidup dalam budaya patriarki, membuatnya mau tak mau selalu menjadi objek perbandingan dengan kakaknya. Papanya menuntut Bella bisa kuat, tangguh dan jujur. Rasa cinta dan sayang pantang keluar dari mulut sang Jenderal (begitu Bella menjuluki Papanya). Papa bahkan lebih terlihat menyayangi Ardo ketimbang dirinya.
Di tempat kerja, karir Bella tidak mulus. Banyak ujian yang membuatnya capek, tapi tidak menyerah. Mungkin itu yang membuat Devon, atasannya, mulai menyukainya.
Kisah cinta Bella lebih tak mulus lagi. Bertahun-tahun tanpa kepastian membuatnya akhirnya mencoba melihat realitas. Saat hatinya memantapkan untuk berkomitmen dengan Deo, Ardo tiba-tiba muncul begitu saja. Bella harus memilih antara cinta dan komitmen.
Selain Bella, Ardo dan Deo, ada juga kisah-kisah kecil yang juga mempermanis isi novel ini. Kisah bang Mikha, juga kisah Raska dan Ike. Semuanya teramu dengan baik. Saya jadi ingin mencoba membaca karya lain dari penulis satu ini, yang sepertinya side story dari buku ini
Aku pikir novel ini bercerita tentang romance office tapi ternyata aku salah! Sempat bingung sebenarnya karna begitu ada konflik kak Mel langsung melempar ke beberapa tahun sebelum Bella bekerja atau semasa Bella sekolah.
Menarik! Karna dari flashback itu aku jadi tau proses pembentukan karakter Bella. Dimasa² flashback inilah ada beberapa bagian yang membuatku merasa pernah ada diposisi Bella. Kehidupan Bella pun tak bisa dikatakan mudah, karna banyak hal yang dilewatinya. Terkadang kerasnya didikan sang Jendral (ayahnya), yang sering membuat seorang anak salah mengartikan dan merasa terluka.
Gak hanya karier yang penuh tantangan kisah asmara Bella pun cukup banyak mengalami tantangan. Kisahnya berawal dari pertemuannya dengan Ardo, aku suka dengan karakter Ardo. Buatku dia sosok cinta pertama yang patut dicintai😍 ya meski terkadang absurd, tapi dia memberi kesan yang tidak akan pernah bisa dilupakan😁. Lalu Deo, entah kenapa aku justru ngeship Bella sama Deo😍. Mungkin karna kepribadian Deo yang bisa mengimbangi karakter Bella yang cuek, ceplas ceplos, dan sarkas. Devon cukup menarik perhatian namun aku rasa dia lebih baik hanya sebagai teman Bella saja, gak lebih🤣. Aku suka banget sama Bang Mikha, duuuh udah disakitin kok yaa tetep aja baik (marah kek, adu jotos kek). Aku juga salut dengan persahabatan yang terjalin antara Bella, Ardo, Raska dan Ike. Menurutku itu seperti mengalahkan hubungan persaudaraan karna saking eratnya.
Overall aku suka, menurutku novel ini memiliki cerita yang lengkap gak hanya tentang percintaan, hubungan keluarga dan persahabatan tapi juga tentang survive di tengah hiruk pikuk pekerja kantoran serta dilemanya. Kak Mel menyajikannya dengan apik. Setting tempat, kejadian dan deskripsi tentang pekerjaan Bella pun sangat rinci👍.
Dari kisah Bella kita bisa belajar bahwa tidak ada jalan yang mulus untuk mencapai sebuah kesuksesan karna pasti banyak halang rintang, jatuh-bangun, kehilangan dan mengenal orang² baru yang muncul dalam kehidupan kita dan belajar dari kesalahan. Bagaimana sebuah didikan orang tua adalah sebuah bekal yang bisa membuat kita bisa survive nantinya dan tidak selalu bergantung terhadap bantuan orang. Juga tentang makna sebuah penantian😊
memanfaatkan langganan gramedia digital, alhasil cindy suka add buku buku yang baru terbit secara random ke library karena kepincut sama cover bukunya, blurb bukunya, penulis, bahkan iming iming penerbitnya termasuk ini.
tbh, cindy bener² pick a random book semalem karena lagi gak bisa tidur, dan jari ini tergerak buat klik bukunya yang udah ada di library wkwk.
mulai membaca tanpa ekspetasi dan tanpa tau buku ini tentang apa, just let it flow dan agak kaget pas notice sama ketebelan bukunya🤣.
cerita dan plot bukunya menarik, alur bukunya maju mundur yang sempet cindy bingung di awal wkwk. karena awalnya maju, terus setting waktunya tiba tiba mundur aja menceritakan tentang kisah bella.
konflik bukunya gak berat sih, tapi ribet banget wkwk. bolak-balik gak kelar-kelar wkwk. tapi beberapa relate sama kehidupan, apa yang dilakuin bella mungkin juga dilakuin yang lainnya di dunia rl.
cindy suka dengan gaya bercerita penulis meski agak gak kebiasa dengan bahasanya, tapi tetap mudah dipahami, kok. oh iya, buku ini juga sukses bikin cindy sebel bgt karena tokoh tokoh yang ada di dalamnya.
Agak galau mau kasih buku ini antara bintang 2 atau 3 🤔
Dari segi cerita sebetulnya cukup menarik. Aku suka karna narasinya juga gak terlalu kaku.
Sayangnya di tengah-tengah ada flashback panjang banget yang menurutku jadi bikin bosen. Dan gatau kenapa aku merasa gak semua adegan flashback-nya itu cukup relevan sama main story-nya.
Terus menuju akhir, ceritanya mulai agak dramatis wkwkw jadi kurang suka sih soalnya jadi lebay aja gitu.
Tapi overall kalo dari ide cerita sih aku suka-suka aja. Dan suka banget juga sama cover bukunya sih, lucu banget warnanyaaa
Buku ini tuh apa ya, kompleks aja gitu. Dari bahas soal quarter life crisis sampai ke YA dan terakhir bagian new adult-nya. Aku malah bingung ini sinopsisnya gimana. Intinya, sepanjang 400 halaman lebih di buku ini menceritakan kehidupan Bella, before and after dirinya yang sekarang. Sekarangnya gimana? Nah, itu dia. Bisa cari tau sendiri dengana baca langsung :d
This book like a diary. Karena prolognya dipersembahkan buat si kunyil, Kunyit, alias anaknya. Lalu cerita dimulai saat usia Bella 25 tahun. Struggle kerjaan, gaji yang pas UMR padahal kebutuhan banyak, pindah divisi malah dikirim ke kantor cabang beresin yang sebenernya bisa diselesaikan dari head office. Nah, sebelumnya ada adegan yang bikin Bella balik lagi ke kehidupan masa kecilnya di kampung halaman.
Tbh, aku nggak terlalu happy pas flashback karena panjanga banget, cuy. Mana pas banget menggal adegannya bikin penisirin /sigh/ untung nggak kepikiran skip karena ... karena GOKIL. Ternyata kehidupan Bella pas masih remaja tuh aduh nggak paham gimana jelasinnya, warna-warni pokoknya, tapi dianya ngerasa biasa aja gitu. Adanya Ardo malah nambah gaduh, tuh. Keras juga ya hidup Bella, pantas pas dapat "siksaan" dari Devon dia chill aja. Mentalnya baja, beuh!
Adegan sebelum flashback dilanjut, ternyata oh ternyata nggak terlalu wow. Iya, soalnya wow itu pindah ke scene lain. Bella, nih, kayaknya gampang banget ditaksir sama cowok, yah. Selain omongannya ceplas-ceplos, banyak gurau, kadang juga wise. Oh, dan dia memanusiakan manusia. Aslinya baik, cuman emang nggak kentara aja. Makanya sedih banget pas tau rekan kerjanya tega nusuk dia dari belakang.
Soal karakter lain, well nggak bisa dibilang like banget. Ardo emang care dan bucin banget, tapi dia juga egois. Caranya minta Bella balik tuh kayak maksa gitu, lho. But, kalo boleh dijelaskan, hidup Bella sendiri juga udah ruwet 🤧 terus si Deo juga aduh apasih luuu! Bilangnya nggak ninggalin tau-tau ... /geleng-geleng nggal habis pikir/ kalo Devon jahat juga, tapi gladly dia ngaku salah. Terus care sebenernya kalo nggak tiba2 confess.
Aku setuju kasih bintang 4 buat buku ini selain bahasa daerahnya yang kental, jadi pas baca ikutan kebaca pake logatnya, tapi agak turun karena adegan di sofa apartemen Bang Mikha itu. Cuman ... why? 😢 selebihnya sih kocak, ya. Alurnya ngalir dan tau-tau udah end.
A Man Who Loves You ini aku kategorikan "You Should Read This!". Karena memang ciamik sekali! Nggak heran kalo novel karangannya Mel Bakara ini pernah menang penghargaan Wattys.
Narasi di sepanjang novel mengalir dengan buagus. Lengkap, tapi nggak bertele-tele, nggak bikin bosen. Dan nggak terkesan terburu-buru. Para tokohnya punya karakter yang realistis. Nggak ada yang condong ke kelebihan. Jalan ceritanya relate dengan kehidupan. Humornya pun dapet. Sumvah, aku susah berhenti ngakak saat Devon ngira apem itu muffin wkwk. Iya, itu muffin kok, Devon. Muffin dengan kearifan lokal :v. Aku juga suka peletakan flashback-nya. Tepat gitu. Iya, di novel ini membahas tentang masa sekarang dan masa lalu. Masa lalunya ini membahas tentang kisah remajanya Bella dan cinta pertamanya. Sedari awal, aku nge-ship Bella sama Ardo. Soalnya interaksinya Bella dan Ardo menurutku jauh lebih mengena ketimbang yang lainnya.
Aku kasih bintang lima buat A Man Who Loves You-nya Mel Bakara. Berkat buku ini, aku jadi paham mengenai banyak hal. Terutama kopi! You should read this book! Oh, ya. Aku juga sekali cover-nya! Cantiks!
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ #FuntoRead A Man Who Loves You | Mel Bakara | Elex Media | 426 hlm | Novel Romance 17+
"Menjadi dewasa, berarti kamu akan mengalami kegagalan sendiri." Hlm 2
BAGUS BANGET 100⭐️ A Man Who Loves You just like memoar & love story at the same time.
Aku baca karya ke 2 dulu, baru buku pertamanya yaitu buku ini. Jadi aku udah tahu endingnya gimana.
Ternyata buku pertama ngga kalah bagus. Lebih dalem dan pesan moralnya banyak nyelip.
Gaya bahasa penulis santai, cenderung gamblang, pake sarkasme, satire, analogi, juga komedinya dapet banget. (Beberapa lawakan orang dewasa🔞 diharap pembaca bijak.)
Buku ini pake POV orang pertama wanita.
Meet pemeran utama, Ella (Emma Natalia Bella) Gadis Sumatra yang merantau ke Yogyakarta untuk kuliah lalu bekerja di Jakarta.
Meet Ardo, aku jadi tahu masa lalu Ardo yang di buku kedua, belum seberapa. Pria tangguh, dibesarkan tanpa seorang ayah, bekerja keras untuk bisa membayar kuliahnya sendiri. Merantau ke Singapura, memantaskan diri untuk bisa bersama orang yang dicintainya dan memberikan kebahagian untuknya. "Ya, You're the man of your words." Hlm 174
Adegan diawali dengan suasana kerja Ella jadi staf IT yang naik jabatan jadi bagian Research and Inovation. Kembali kemasa lalu halaman 30- 194. Lalu berlanjut ke masa kini dimana Ella berusia 25 tahun dengan kisah percintaan yang belum kelar di masa lalu.
"Dari semua ketelanjuran, telanjur cinta paling celaka!" Hlm 98
Latar pedesaan dan perkotaan tergambar jelas, aku suka keduanya. Walaupun karakter lumayan banyak tapi aku ngga terganggu, karena orang akan datang dan pergi.
Untuk kunyit (Ibumu sudah menuliskan cerita ini, seperti pepatah "when life give you lemon make lemonade."
Aku bersyukur bisa baca kisah ini. Thank you so much kak @mel.bakara
"Mata bisa menipu, mulut bisa berpura-pura, telinga bisa berlagak pekak, hati bisa berkelit. Satu-satunya yang jujur adalah waktu. Waktu membuktikan banyak hal, menyingkap yang terselubung..." - Mak Lin
Salah satu quotes dari novel ini yang bikin aku mengangguk-ngangguk takzim. Hehehehe...
Membaca A Man Who Loves You, kita akan diajak tertawa melihat kenakalan masa kecil Ella dan kawan-kawannya, dibuat senyum-senyum sendiri membayangkan manisnya kelakuan Ardo memperlakukan si manja Ella, serta ikut menangis merasakan patah hatinya Mama Ella ketika mengetahui kedua anaknya sedang tak akur.
Premis cerita ini sebenarnya sangat sederhana dan mungkin bisa dibilang cukup umum. Namun, cara Mel Baskara menggambarkan relationship Ella dengan Deo maupun Ella dengan Ardo yang sungguh manis, mungkin adalah salah satu alasanku tetap melanjutkan membaca novel ini walaupun aku sudah bisa menebak dari awal bagaimana cerita ini akan diakhiri.
Tapi, kalau Deo nggak menyerah agak susah sih, ya, nanti Ella ga jadi sama Ardo dong, hehehe...
After all, I recommend you to read this novel if you are also a hopeless romantic soul looking for some sweet fictional boy to daydreaming about, just like me :D
Ini Novel sih mengocok perut loh. Suka banget sama Novel ini yg pembawaannya ngalir banget, ringan, santai, gak bikin bosen & kocak pastinya, terutama si Bella! Jadi si Bella / Ella / Adek / Ocil (25 thn) nih lagi ngalemin namanya quarter life crisis. Disaat teman² sebayanya udah pada nikah, punya anak, naik jabatan, pekerjaan baru, jalan², pacaran & membeli rumah, dia belom mengalami itu semua. Salah 1 sifat yg aku suka dari si Ella ini adalah dia orangnya nyablak tapi tegas & punya perbendaharaan kata yg bagus (terutama pas interview kerja kayaknya boleh ditiru nih). Rasanya sangat menyenangkan bisa mendapatkan bacaan yg mampu membangkitkan selera humor aku setelah sekian lama gak baca Novel kocak kayak gini. Menurutku para tokohnya juga digambarkan terasa realistis. Oh oh dan aku senang sekali sama endingnya ❤️
Overall, aku sangat menikmati dan terhibur. Sukaaaa!! Semangat & sukses terus buat Mel Bakara.
pertama, suka bgt sama bercandaan di buku ini kayak wow kalo punya temen dengan kemampuan ngelawak kayak mereka bakal asik banget.
kenangan Ella sama Ardo pas masa-masa awal kenal sampe SMA tuh manis asli bikin kesemsem sendiri, dan untuk hubungan Ella sama orang tuanya, keren bgt Ella beneran bisa liat baiknya niat papa walaupun udah ditabok sana sini dan karakter yang bikin ella sadar juga kalau papanya sebenernya sayang tapi caranya aja yang beda.
lovelinenya Ella masyaallah agak bikin greget karena emang kalau segitiga gitu suka bikin senewengan, dan pastinya agak sebel untuk beberapa keputusan Ella soal masalah hati dia tapi aku bisa apa sebagai pembaca cuman bisa misuh tanpa bisa nempeleng
ahh dan banyak part yang bikin nangis jugaaa tapi alurnya emang cukup belibet dan lama so i give this 4 stars for that, not blaming the alur juga sih, cuman masalah selera aja👍
This entire review has been hidden because of spoilers.
Beli ini dari Harbolnas 2021, jadi buku pertama yg tamat di 2022. Surprisingly, ternyata bagus banget! Sampe ikutan kebawa logat mereka. Suka sama cara penulisannya, meskipun dr POV 1 tapi tetep luwes dan nyaman. Kirain ini ceritanya tentang office romance, eh ternyata gaa!
Mungkin ini satu2nya City Lite Elex yang part keluarganya berhasil nyentuh perasaan gue. Keluarga Jenderal dan Lady Marita bikin gw ketawa dan nangis dalam waktu bersamaan, apalagi waktu scene Mak Lin berpulang. Bener-bener menginterpretasikan orang tua daerah. Luv banget!
Gw juga suka bagian Ella menceritakan masa remajanya saat dia ketemu Ardo. Gw tuh dari dulu geli sama panggilan 'Adek', tapi giliran Ardo yang berdialog kok gw malah senyum2 ga jelas!? Sinting manusia ini 🤧 Tolong yaa si Ardo nih bener2 bikin jumpalitan bgt, ditambah karakter ceplas ceplos dari Ella makin klop. Gw udah nangis2 waktu mereka pisah dan ga rela Ella sama Deo apapun yang terjadi. Sampe mutusin buat buka ending dulu, yang mana itu sangat amat jarang gw lakukan 🤣
Dan yang terakhir, ofc selalu suka sama mulut Raska yang bocor. Kalau kata suami Ike, orang yang meninggalkan Tuhan demi laki-laki/perempuan adalah manusia bego pangkat sejuta HAHAHAH
Endingnya sangat manis, tapi karena gw serakah jadi terasa kurang aja gitu. At least, pengennya ada extra part tentang si Kunyit 🥺
Overall, 4 bintang buat buku yang menghibur gw dimalam menuju Imlek kedua dgn suasana coronafuvk ini ❤
Salah satu buku tercepat yang aku selesain. Seru abis! Narasinya Ella tuh ya bikin ngakak banget. Ya ampun udah gak keitung berapa kali aku take a break cuma untuk ketawa dulu trus lanjut baca lagi. Poin pentingnya adalah buku ini serasa angin segar jauh dari hingar bingar perkotaan yang ruwet. Apalagi bagian flashbacknya itu.
Agak kesel dikit sih sama Ella yg agak plin-plan, dihati mau ini tapi dimulut lain yg terucap. Tapi ini seru banget ya. Aku ngefans nih sama Jenderal, mulutmu itu lohh Pak. Antara pingin marah atau ngakak kalo dia mulai ngomong 😂😂
Yang paling berkesan buat aku dari buku ini tuh kekeluargaannya. Asli heartwarming banget gimana setiap anggota keluarga punya cara sendiri untuk mencintai keluarganya, baik yang punya hubungan darah maupun engga. Kisah cinta dalam buku ini juga gak menye-menye, malah bikin nostalgia aja sama cinta2an zaman sekolah. Well done author!
Buku ini pake bahasa sumatera (?) idk exactly what language yg dipake sama author, tp jujur itu agak mengganggu buat aku (yang sama sekali ngga paham bahasa sumatera ini) ngerti isi cerita yang ada. alurnya juga maju mundur, biasanya aku ngga keberatan, tapi pas baca buku ini kayak harus berulang kali mastiin, ini past apa present yaa?
seru!! banyak ngakak juga wkwk setting dan budaya sumateranya juga dapet bgtt, dan kontras antara kehidupan kota besar dan desa kecilnya juga. gaya kepenulisannya khas banget, walau kisah cintanya bella-ardo agak bikin kesel ya pas mau akhir-akhir, but i guess it ends nicely.
Fun, hilarious, grounded. Ya ampun, bacanya berasa banget suasana di Medan, which is i like it so much! Cuma sayangnya bagian flashbacknya lumayan mendominasi. Tapi aku ngerti sih, mau bangun pondasi kisah Ella dan Ardo semasa remaja. Padahal lebih seru masa masa Ella di kantor dengan segala keribetan hidupnya. Well, this is that kind of story that will make you love the female lead.
A Man Who Loves You merupakan novel pertama Mba Mel Bakara yang kubaca sekaligus novel debutnya yang diterbitkan oleh Penerbit Elex Media.
Karena belum pernah membaca novel ini sebelumnya di wattpad, aku tidak berekspektasi apapun. Jujur awalnya terasa lambat bagiku, mengingat dialek dan interaksi antar tokohnya khas orang Sumatera, sehingga ada beberapa yang aku kurang paham.
Novel ini beralur campuran, berisi perjalanan kehidupan seorang gadis bernama Bella. Tidak hanya kisah percintaan, keluarga hingga karir dikupas tuntas disini.
Sebagian buku akan bercerita mengenai kehidupan Bella di masa lalu, keluarganya hingga cinta pertamanya. Sebagian buku yang lain akan bercerita mengenai kehidupan percintaannya pasca perpisahannya dengan cinta pertama dan karir masa depannya saat ini.
Aku cukup menikmati kisah Bella, aku suka dengan perkembangan karakter tokohnya disini. Semakin lama dia semakin dewasa, walau tidak menghilangkan sisi karakternya yang khas. Kehadiran Ardo, Deo maupun Devon membuat kisah ini menjadi menarik, karena mereka memiliki karakter berbeda. Jika disuruh memilih awalnya aku memang jauh memilih Deo, tapi menjelang akhir aku jadi suka juga sama Ardo 😂
Setting tahun 90an dengan segala kekhasannya banyak diselipkan disini. Aku seakan bernostalgia disini.
Banyak hal yang bisa aku pelajari dari kehidupan Bella. Bahwa terkadang kehidupan berjalan mungkin tak seperti yang kita rencanakan atau bayangkan, tapi itu tidak membuat kita menyerah dengan keadaan. Ada hal yang bisa kita ubah, tetapi ada hal yang memang sama sekali tidak bisa kita ubah.
Aku suka dengan perjuangan Bella, aku kagum dengan beberapa pemikirannya, walau agak kurang sepaham dengan sedikit gaya hidupnya.
Novel ini aku rekomendasikan untuk kamu yang sudah dewasa atau berusia diatas 17tahun, bukan karena konten dewasanya, tetapi ada beberapa hal yang memang perlu disikapi secara bijak.
Secara keseluruhan, sebagai novel debut, ini perkenalan yang manis untukku ❤️
Wow akhirnya wkwkkw Mantap parah gilak ini cerita emang luar biasa banget wajib banget dibaca ceritanya keren penulisnya keren tata bahasa keren pokoknya ga rugi kalo beli ini novelnya But.... Ada bbrp hal yang buat minus dan mengganggu, flashback diceritanya puaaaaaaaaaanjang bgt, karakter utama wanitanya yang plinplan dan itu bikin greget bacanya, ada beberapa kata kasar yang mungkin ga masalah lah ya karena kan suka suka penulisnya buat cerita, dan penulisnya susah menerima krisan :) kalo kita melampiaskan keterbawaan kita dengan berkomen di akunnya langsung block :) Bismillah semoga riview aku engga dihapus lagi 🤣🤣
Saya cukup capek sih pada saat membaca buku ini. Capek ketawa sama senyum - senyum 😆. Buku ini menceritakan tentang Bella yang kalau kata istilah zaman now sedang mengalami quarter life crisis. Dihadapkan dengan kenyataan bahwa pekerjaannya tak seindah yang diharapkan, bingung siapa yang mau dipilih dan dilema - dilema yang lain. . . . Biasanya buku citylite indentik sama hiruk pikuk kota metropolitan, tapi di buku ini turut diselpikan nuansa, setting dan logat kedaerahan. Saya suka ikut terbawa untuk membaca dengan mengikuti logat daerah tersebut, dan terasa menyenangkan. . . . Buku ini memakai plot flashback, yang cukup banyak, dan cukup panjang juga flashbacknya. Saya sedikit bosan pada saat membaca bagian flashback tersebut. Tapi, di bagian itu juga terdapat unsur yang penting, yang membentuk karakter Ella. . . . Ah iyah, di buku ini pekerjaan yang Ella jalankan mirip - mirip dengan pekerjaan saya, dan jarang banget ada yang memakainya sebagai profesi. Nggak banyak yang tau, dan di buku ini detail juga dibahasnya, jadi kaya ngelihat kerjaan sendiri 😆😆 . Dan pada saat Ella dipromosikan, linenya sama banget sama yang saya katakan.. 😆😆 . . . Citylite, tidak lengkap lah yah tanpa romansa, waktu awal - awal membaca buku ini, saya dibuat bingung, kenapa sih Ella agak tertutup dan susah move on dari Areo, jadi penasaran. Tapi setelah tau selesai membacanya saya jadi tau. Sebel sih sama Devon, ih, pengen tujes - tujes. . . . Saya juga suka sama ikatan pertemanannya Ella, tulus dan bisa berlangsung lama dari mulai mereka kecil sampai dewasa. Kerja keras Ella di sini juga bikin kagum. Pantang menyerah, dan berani ambil kesempatan yang ada. . . . Buku ini saya rekomendasikan untuk kamu yang mau baca buku citylite, tapi mau mencari suasana baru. Ah iya, sama lebih afdol kalau bacanya sambil minum kopi. . . . "Jadilah batang singkong. Walaupun dibuang sembarangan, dia hidup, tumbuh, umbinya bermanfaat. Kau pasti bisa, asalkan hidup jujur di hadapan Tuhan dan manusia."
“Dizalimi, mesti sakit. Tapi, kalau sakitnya ndak membunuhmu, berarti kamu jadi lebih kuat.” (Hal. 25 | KUTIPAN TERFAVV!)
Sebagai manusia visual tertarik banget jujur pertama kali liat covernya yang superfun. Selaras sama karakter perempuan di tokoh ini, yang bener-bener superfun. Suka banget apalagi sama narasi-narasinya, gaya ceritanya bener-bener buat terpikat bangettt. Apalagi dari awal page bener-bener di suguhin cerita yang konsep documentary kali ya(?)
Sampai akhirnya, tibalah kisah flashback. Makin seneng asalnya karena budayanya kentel banget nih! Aku kira kisah flashback ini bakal cuman satu dua bab cukup lah ya untuk sebuah kisah masa lalu tokoh atas bayang-bayang Kakak-Adik Zone nya. Ternyata panjang bangetttttt! Bener-bener dari smp-kuliah WKWKWK dan ada beberapa bagian yang kayanya ga perlu ada deh buat kelangsungan cerita. Tokohnya juga terlalu banyak sampe pusing banget liat nama-nama orang.
Terus dari awal aku kira tokoh utama lelakinya tuh Devon, dengan tebakan love-hate relationship karena chemistry ada banget, sampe si Ella disuruh ke Bandung, arus hubungan mereka juga jadi berubah. Kek tiba2 arus war-nya jadi perhatiaan!?!? Mungkin maksudnya Devon kagum kali ya atas Ella yang ga se-underrated yang dia pikirin, tapi jujur beneran ga make sense aja gitu.
Pemeran utama cowoknya kek ternyata Ardo, okay, siapa sangka tokoh masa lalu yang minim chemistry di masa depan jadi utama??? Mungkin kalau di flashbacknya ga sepanjang itu dan di jelasin tipis-tipis dan lebih di munculin cepat ya oke aja. Tapi, ini tuh kek pembaca dah berharap sama tokoh lelaki lain kek Deo atau Devon, tiba-tiba sama Ardo yang dalam satu snap memutar balikkan seluruh dunia novel ini???
Tiga Bintang karena buku ini sebenernya banyak pelajaran hidupnya. Bener-bener dialognya high value bangettt.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Bella, seorang karyawan IT berusia 25 tahun yang sedang mengalami quarter life crisis. Dia masih belum move on dari cinta pertamanya yang sudah merantau sejak 8 tahun yang lalu. Hingga, Ardo, cinta pertamanya kembali dan mengajaknya serius. Tapi, Bella terus-terusan ragu ditambah dia sedang punya pacar bernama Deo dan atasannya, Devon, juga sedang mengejarnya. Bella pun bimbang akan perasaanya pada Ardo. Menurutku novel dengan tema yang unik tentang pencarian cinta dan juga jati diri. Yang aku kurang suka adalah cara penulisan yang agak susah dimengerti, penulis seperti agak kurang mendeskripsikan setiap situasi dan kondisi di novel sehingga aku perlu menerjemahkan konteks sikon dalam tiap adegan di novel ini.