Shera Kinanti, 25 tahun. Manajer Produksi Beta Laktam di sebuah perusahaan farmasi, punya poin - poin yang tidak disukai dari seorang pria. Sayangnya semua poin itu ada di sosok Direktur Marketing yang baru.
Sejak hari pertama, Shera sudah alergi berada di dekatnya. Hari - hari kerjanyan jadi terasa menyebalkan. Hari - hari di luar jam kerja tidak kalah menyebalkan karena tekanan dari orang tuanya untuk segera menikah sementara mereka tidak menyetujui laki - laki pilihan hatinya.
Selesaiiiiii! 🤩🤩🤩 aku cukup suka gaya ceritanya meskipun awalnya kurang greget tapi dibaca terus jadi makin oke... banyak quote-quote bagus didalam novel ini 😍😍😍. Aku tadinya kurang suka sama Abhi. Tapi tak kenal, maka tak sayang. Kenalan dulu biar sayang 😂.
“Live up to other's expectation is not healthy. Hidup nggak akan pernah tenang kalau kita selalu peduli ekspektasi orang lain terhadap kita.
Belajarlah untuk mulai mencintai dirimu sendiri. Jangan merasa terbebani oleh ekspektasi orang lain. Jangan merasa bersalah karena gagal memenuhi ekspektasi mereka.
Jalani hidupmu sesuai keinginamu, jangan sesuai keinginan orang lain.
Follow your heart, lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Kamu yang punya kontrol atas hidupmu. Jangan peduli kata orang.”
“Nggak harus memiliki hidup sempurna untuk bisa bahagia. Mengejar kesempurnaan itu nggak akan ada ujungnya. Lantas kapan bisa bahagia jika yang dikejar tak berujung? Orang bisa bahagia karena bersyukur dengan apa yang dimiliki walaupun itu ketidaksempurnaan.”
“Kadang memang ada hal-hal yang nggak harus dimengerti. Jangan buang waktumu untuk mencoba mengerti mereka yang menyakitimu. Don't stress over things you can't control, bikin pusing sendiri. Karena masih banyak hal di dunia ini yang lebih berharga, yang sungguh menghargaimu. Just focus on that and you'll be happy.”
Pertama kalinya baca karya penulis Ayleen Tan.. Dan aku sukaaaaaa... Novel dengan tema office romance—comedy—gini selalu jadi favorit akuuuh. Ya.. walau mungkin bagi segilintir orang, baca novel macam ini nggak bakal ada faedahnya. Tapi bagiku tetep ada lah. Balik lagi sih ke tujuan masing-masing orang, tujuan baca novel itu buat apa. Kalau buat aku pribadi, tentu saja yang paling utama untuk mencari hiburan—kesenangan. Jika di dalamnya ada pengetahuan dan nasihat itu adalah bonus.
Toh, walaupun isinya tentang cinta-cintaan—dengan segala konfliknya, kita masih tetap bisa mengambil pelajaran dari kisah yang diceritakan. Karena aku yakin, tiap penulis nggak mungkin nulis cerita cuma ngasal aja. Pasti ada lah pesan yang ingin disampaikan pada para pembacanya. Termasuk novel ini.
Nah, buat kalian yang suka dengan novel bertema office romance.. saranku, novel ini jangan sampai dilewatkan. Karena kisah tentang Mbak Shera dan Bapak Direktur Marketing Yang Terhormat alias Pak Abhi ini, wajib buat dibaca. Ceritanya seruuu, page turning banget, bisa diselesaikan dalam sekali duduk. Sweet-nya dapet, lucunya dapet, ada sedihnya juga. Nggak ngebosenin lah pokoknya. Bikin penasaran juga, karena konfliknya nggak cuma satu. Malah di bab-bab awal, kita udah disuguhin konflik sekaligus plot twist tentang siapa Shera sebenernya.
4/5 🌟 untuk novel ‘Amoxylove’ ini. Secara keseluran udah oke... 👌🏻 Cuma ada satu ganjelan aja sih buat aku, pas bagian mesra-mesraannya Shera sama Abhi. Nggak tahu ya.. aku ngerasa Shera jadi terkesan gampangan, secara kan baru deket. Kayak nggak cocok aja gitu sama karakter dia. But it's okay lah.. Novel ini tetep enak buat dinikmati..
Buku pertama diawal tahun 2023. Dan office romance masih menjadi salah satu tema favorit pilihan saya. Walaupun sebenarnya ceritanya ya muter-muter begitu saja tapi tetap asik buat dibaca wkwk.
Amoxy Love, bercerita tentang Shera, seorang Manager Produksi Beta Laktam di sebuah perusahaan farmasi bernama PT. Medifarm. Shera memiliki seorang kekasih bernama Yudha. Mereka telah berpacaran selama 8 tahun sejak SMA, namun keluarga Shera selalu menentang hubungan mereka karena perbedaan status sosial. Shera yang sedari kecil selalu diatur dan dididik agar menjadi manusia sempurna akhirnya muak dengan keluarganya. Iapun keluar dari rumah sejak kuliah dan lebih memilih ngekost. Sejak saat itu hubungan Shera dwngan keluarga tidak pernah baik. Shera selalu merasa insecure karena bullyan dari keluarganya.
Disisi lain ada Abhi, Direktur Marketing yang amat sangat tampan, bertubuh tinggi, memiliki kulit yang terang dan gagah serta kaya raya. Oh jangan lupa bahwa perutnya juga Sixpack! Abhi adalah tipe cowo sempurna dikantornya. Sudah tampan, ramah dan baik hati pula. Hampir semua karyawan perempuan kepincut dengan most eligible bachelor itu - kecuali saya. Wkwk.
Shera sangat membeci Abhi karena penampilan Abhi yang terlalu sempurna, rapih, stylist dan tentu saja wangi. Baginya Abhi hanya orang-orang khas marketing yang hanya manis di mulut dan bagus dipenampilan tetapi memiliki sifat yang busuk.
Namun apa jadinya jika Abhi justru tiba-tiba mengajaknya menikah dan memberikan waktu pada Shera untuk menjalani masa trial dengan dirinya?
Well, well, well khas office romance. Cinta antara atasan dengan bawahannya. Sebenernya kisah mereka berdua gregetttt banget! Apalagi kalau sudah bersama teman-teman kantornya yang nggak tau hubungan backstreet mereka, lucu aja gitu wkwk. Digosipin dan dijodoh-jodohin padahal pacaranya ada didepan mata wkwk.
Tapiii, hubungan Abhi dan Shera itu clingy banget! Mereka berdua kan engga pacaran ya. Cuma masa trial doang. Deket-deket doang, penjajakan lah istilahnya. Tapi mereka udah cium-ciuman aja. Mending kalau ciuman biasa, ini udah sampe tahap french kiss! Bukan cuma sekali, dua kali tapi berkali-kali. Bahkan mereka juga bobo bareng. Ditambah lagi saling cemburu engga jelas, ngambek, bad mood hingga mempengaruhi kerjaan.
Sebenarnya saya nggak masalah sama sekali mau mereka having sex sekalipun atau gimanapun gaya pacaran mereka selama mereka in relationship. Tapi ini kan posisinya mereka nggak ada hubungan sama sekali ya. Shera baru putus dari pacarnya yang udah 8 tahun bersama, mana belum ada seminggu. Ditambah dia juga sejak awal membeci Abhi, rasanya kayak aneh. Kok bisa secepat itu dia move on dan mau aja diapa-apain sama Abhi. Saya yang baca, saya juga yang merasa jadi cewek murahan.
Ya walaupun saya akui hubungan mereka itu manis kaya gula ya. Ditambah Abhi yang setia dan sayang banget sama Shera, bisa membuat meleleh seandainya mereka statusnya in relationship.
Secara keseluruhan saya suka-suka aja sih sama jalan ceritanya. Narasinya juga enak dibaca, alurnya runtut dan cukup detail walaupun disampaikan oleh sudut pandang orang pertama.
Adegan paling seru tentu saja saat teman-teman Shera tau kalau Shera (akhirnya) berpacaran dengan Abhi. Ditambah beberapa plot twist tentang latar belakang keluarga Shera dan pernikahannya. Asli itu kocak sih wkwk.
Menjelang akhir cerita banyak adegan-adegan chessy yang membuat saya cukup geli sebenarnya (pangeran tampan and cinderella bla bla bla. Shit) tapi tetap sweet kok hahah.
Terima kasih untuk ekstra partnya! Novel ini terasa tuntas! Seluruh konflik diurai satu-persatu. Mulai dari Abhi, Yudha, kedua orang tua Shera hingga Andy dan Farah wkwk.
Amoxylove, antibiotik yang namanya kaya merk kondom kwkwkw. Shera, i'm with you >.<
Setelah satu abad nungguin antre bukunya di ipusnas, akhirnya bisa baca jugaaa.
Ini perkenalan pertama dengan AT dan kesannya campur-campur. Aku ngerasa beberapa bagian bisa aja dihilangkan dan beberapa emosi kurang tersampaikan, bahkan beberapa adegan agak cringe. Tapi ada beberapa kali baper sama perilaku Bapak Direktur Marketing yang Terhormat.
Jadi, ini ceritanya Shera ini tuan putri yang bersembunyi terus tiba-tiba diputusin, terus ada cowok yang selama ini dia benci mendadak ngerayu dia. Yang nggak kuduga Shera punya pacar! Cuma entahlah, kesalahanku nggak baca blurb dulu atau apa, jadi kaget dia ternyata ada pacar. Ya terus kalo ada pacar kenapa? Ya nggak apa-apa, sih, karena di awal fokus ke karakter Shera dan gimana kesehariannya jadi nggak expect dia menghadapi masalah percintaan yang cukup rumit. Narasi yang dibangun soalnya membentu imej Shera as cewek mandiri.
Nah, aku agak bingung mau nyebutin beberapa hal yang kerasa janggal di buku ini karena bantahannya sebenernya udah ada juga di buku. Hmm, buku ini emang masuknya ke tipe yang nggak bisa langsung di-judge di awal-awal bab, sih, karena bakal ke-reveal di akhir-akhir. Tapi, jujur, reveal-nya juga kurang smooth. Makanya beberapa fakta kayak Shera ada pacar itu bikin kaget (selain alasan yang sudah kujabarkan di atas).
Entah ini karya pertama penulis atau bukan, tapi bagiku teknisnya berantakan banget. Beberapa salah ketik sering ditemui (nggak ada keterangan proofreader-nya siapa, sih), info dumping, dan karakterisasi yang kurang pas. Situasi Shera habis putus dengan pacar 8 tahunnya itu kurang menggambarkan patah hati, deh. Soalnya 8 tahun, weh. Sewindu pacaran masa nggak ada galau-galaunya. Usaha Abhi bisa dibilang malah terlalu mulus. Tapi yah, mungkin ini bukan tipe buku yang karakternya agak depresi habis putus cinta.
Overall cukup oke, sih, buat dibaca kala suntuk. Beberapa hal yang mengganjal murni hanya karena selera pribadi saja.
Office romance salah satu cerita yang enggak pernah ngebosenin. Ada banyak cara buat mengolah office romance, somehow ending udah ketebak, tapi tetap berasa fresh.
Amoxylove tentang Sera yang benci sama Bapak Direktur Marketing yang Terhormat karena memenuhi semua checklist cowok yang dibencinya, tapi dijodohin sama keluarganya. Abhi yang kepedean, yakin banget Sera bakal suka sama dia.
First thing first, kaget ketika tahu setting di Surabaya-Sidoarjo. Setelah sering baca yang Jakarta-sentris, jadi fresh aja begitu tahu ini di Surabaya. Apalagi tokohnya Crazy Rich Surabaya, ya, jadi kebayang sih.
Karakter. Sera bukan tipikal golden spoon girl. She fought for her life, meski jatuhnya kadang naif. Secara udah dari sananya crazy rich, mau jadi orang biasa pun ya tetap aja dia beda. Suka sama interaksi Sera dan teman-teman pabriknya. Siapa kira kalau cerita pekerja pabrik obat can be so fun?
Abhi, gimana ya? Kesel sih kalau ketemu orang kayak gini. Pengin nguyel-nguyel rambutnya, biarin aja berantakan. Terlalu pesolek, terlalu metroseksual, tapi terlalu lurus juga. Cowok dengan pede tingkat dewa ini kadang bikin kesel, tapi juga bikin gemas ya enggak, sih?
The struggle. Even someone who was born with golden spoon in her mouth also has their own struggle. Semua orang punya struggling masing-masing, bentuknya aja yang beda. Bagi Sera, struggle dia ya living her mother expectation, yang bagi orang biasa mikir ‘enggak bersyukur lo’ tapi kalau dilihat dari sisi dia, normal kalau dia punya banyak insecure karena ekspektasi yang enggak habis-habis dan tuntutan untuk jadi the best from the best, dari orang terdekat. Quite sad sih di momen rekonsiliasi Sera dan orangtuanya.
Social class. In this modern day, yes we still have this problem. Enggak bisa dipungkiri kalau social class itu masih jadi sesuatu yang matters. Seseorang bisa aja menyerah meski cinta, karena ngerasa he or she’s out of my league. Kadang, mau berusaha kayak gimanapun, ada faktor lain di luar kendali yang bikin kita enggak bisa apa-apa.
This is light reading, and finally I can finish in one sitting.
Bagus nih, penulisannya rapi, ngga keliatan sama sekali kalo dari wattpad (yang perlu diakui bahwa karya dari wattpad kadang masih agak gimanaa gitu penulisannya).
Semi chick-lit sih menurutku karena meskipun romance antara Shera dan Abhi jadi fokus utama, perkembangan karakter si Shera juga keliatan banget di novel ini. Kita turut menyaksikan hubungan Shera yang kurang harmonis dengan keluarganya karena pacar yang ga disetujui, krisis kepercayaan dirinya karena kekurangan kasih sayang, gimana dia menyembunyikan identitasnya sebagai putri si Bos dan berusaha membuktikan dirinya bisa bekerja dengan baik tanpa bayang-bayang nama papanya. Pemaparan tentang background pekerjaan Shera sebagai apoteker dan jobdesk nya di pabrik farmasi kurasa sangat well researched, ga cuma sebagai tempelan saja. Poin plus lagi karena setting cerita ini di kota Surabaya tempat tinggalku, jadi bisa lebih relate haha.
Yang pasti nilai paling plus dari novel ini adalah kedewasaan si Abhi. Tokoh utama pria yang ganteng sudah umum, tapi tokoh utama pria yang bisa respect personal space partnernya itu yang sulit dicari. Kadang lelah juga rasanya baca alpha-dominant heroes. Abhi ini persisten dalam mengejar Shera dan pedenya ga ketulungan, tapi dia masih tahu batas. Ketika mereka berkonflik, dia memberi waktu untuk Shera berpikir dan ga mendesak atau bahkan maksain kehendaknya. Dia memperlakukan Shera sebagai partner yang sejajar, memberi nasihat tapi ga menggurui, membiarkan Shera mengambil keputusan utk dirinya sendiri. Baca novel ini suka mesem2 ngakak juga sih dengan sepik2nya Abhi yang persuasif khas orang marketing ke Shera yang judes.
Gimana ya..mungkin bukan selera saya banget..masa udah pacaran 8 tahun trus putus baru sehari udah langsung move on..kecepetan amat..belum lagi gaya pedekate Abhi tuh menurut saya kelewat nyosor bikin saya ilfil bacanya dan Shera ya mau mau aja sama Abhi dengan waktu yang sangat cepat..belum lagi menurut saya Abhi ini bukan terlalu percaya diri tapi terlalu "merisak" ruang pribadi Shera dan apa yg dilakukan Shera yg "naif" ini? Yup betul..mau mau aja gaes..
Walaupun berusaha dijustifikasi kenapa Abhi bisa segitu nyosornya di akhir2 cerita, ya tetep aja buat saya kelakuannya terlalu nyosor
Dan yg paling bikin turn off adalah pesan ceritanya..dimana orangtua yang manipulatif,mulut pedas dan licik akhirnya menang di akhir..
Buat Yudha dan Mas Saka..gpp..kalian selamat dari mertua amit amit model begitu..
This entire review has been hidden because of spoilers.
Judul bukunya bikin aku mengernyit heran, tapi ternyata ini cerita office-romance-comedy yang sangat bagusss. Kalau bisa, aku mau kasih rate 10 dari 5, SE-OKE ITU. Konflik sebenarnya ga berat, tapi setiap alur, rentetan ceritanya, dan seluruh percakapannya benar-benar berhasil masuk ke hatiku. Khusus untuk ending, sukses sekali membuat air mataku berlinang. Errrrr. Oh, ya, di sini ada sedikit adegan 18+ di pertengahan dan ga berlebihan. Yay! RECOMMENDED!!
Sangat sangat impossible sekali ya Mas Abhi ini....... tapi tetep suka 🙏
Jujur awalnya ngerasa gak sreg karena narasinya padet banget, kerasa capek bacanya padahal baru bab awal. Tapi karena rasa penasaran untuk konflik apa yang muncul ke depannya, aku akhirnya sampe ke kejutan di bab2 selanjutnya. Aku gak nyangka sih bakalan ada kejutan gini wkwk.
Narasi padat yang sebelumnya bikin aku capek, di menuju pertengahan buku justru bikin aku excited karena menjelaskan secara detail tentang gimana pekerjaan di perusahaan farmasi. Penulis berhasil bikin aku mudah memahami apa yang ingin disampaikan, entah karena diksinya yang ringan atau memang gak sulit2 banget sebenernya. Tapi, untuk aku sebagai pemilik otak lola (loading lama), aku acungi jempol sih ke penulisnya 👍
Di pertengahan menuju akhir aku baru menyadari hal yang bikin aku gak suka di buku ini. Sependapatku ini diadaptasi dari Wattpad ya? Dan itu bikin transisi dari bab per babnya terlalu maksa. Pergantian bab biasanya terjadi kalo akan ada topik/scene/sequence yang berbeda dari sebelumnya, tapi buku ini kebiasaan memisahkan suatu scene yang belum selesai. Jadi kayak ngerasa dibohongi aja, berharap udah ganti situasi, eh situasinya masih sama di bab sebelumnya :D
Terus.... mau bahas tentang Abhi.... Gilak ya, bisa banget penulis cewek ini bikin karakter cowok too good to be true yang bener2 asli parah banget sempurnanya di mata cewek 😭 aku bakal bingung banget kalo ada cewek yang nggak tertarik sama sosok Abhi di cerita ini. TMI, aku jadi ngebayangin sosok Abhi ini dengan muka YoungK Day6, gilakk makin berantakan hatiku 😔
Oh iyaa mau bahas tentang kebencianku sama orang kaya. Tapi baca buku ini berhasil bikin aku bisa ada sedikit rasa empati dengan mereka, yah cuma untuk sikonnya Shera aja sih. Asli, hebat bener penulis bikin aku terenyuh dan bersimpati, huft.
Aaaah banyak poin yang aku suka di buku ini. Gimana penulis make gaya bahasa dialog yang semi formal tapi sesuai dg gaya cakap di real life. Jadi gak kerasa cringe gitu lohh. Seneng juga pemakaian "saya" dan "aku" di sini penggunaannya sesuai, gak selalu pake "saya" yg bikin aku turned off.
SPOILER: Aku juga suka scene tentang pertemuan pertama Abhi sama Shera di pesta ultah. Gokil aja pas Abhi patah hati pas tau Shera masih di bawah umur 😭🤣 ngakak keras aku. Meski gitu, males juga deh pas tau ternyata Abhi suka Shera karena mereka udah ketemu sebelumnya. Hadeh. Jadi membuktikan statement yang menang selalu orang lama huhuhu.
Seneng udah nyelesain buku ini, tapi ngerasa gak nyaman juga karena masih kebayang Mas Abhi 😭😭😭😭 dimana ya nemu cowok macem Abhi.....
📚 Amoxylove ✒️ Ayleen Tan 🎡 Panjalu E-lib 🥨 PT Duta Pustaka Indonesia 🎖️ 4,5/5
Aku suka buku ini! Walau banyak typo nya tapi penulisannya rapi dan tertata. Buku ini juga page turner banget. Cara penulis menggambarkan pekerjaan di pabrik obat tuh juga detail. Banyak pengetahuan baru tentang dunia farmasi dari buku ini. Selain itu, aku suka bagaimana penulis sedikit demi sedikit menceritakan latar belakang Shera dengan memberikan plot twist yang cukup bikin kaget.
Buku ini menceritakan tentang Shera (FL) yang merupakan manajer produksi di divisi Beta Laktam di sebuah pabrik obat. Shera ini benci sekali dengan Direktur Marketing saat itu, yaitu Pak Abhi (ML). Aku pikir ya, ini cerita office romance biasa antara atasan dan bawahan yang dimana enemy to lovers. But hold on, it's not like that. Ternyata, Shera ini anak pemilik pabrik obat 😭🫵🏻 dan ternyata juga Shera sama Pak Abhi dijodohkan. Tapi Pak Abhi baru mulai PDKT setelah Shera putus dari pacarnya.
Untuk karakter Shera sendiri ya, aku tuh rada kesel terutama waktu Pak Abhi mulai PDKT. Why she pushed him away? Kalau alasannya bukan karena dia masih cinta sama Yudha, terus apa? Alasannya, herself. Walau anak orang kaya, tapi Shera merasa gak bahagia. Dia lelah dengan segala tuntutan orang tuanya, terutama Ibunya untuk sempurna. Dia lelah dengan orang tuanya yang selalu memandang segala sesuatu dari kasta sosial. Aku paham perasaan Shera. Tapi after all, dia anak orang kaya. Dia gak akan bisa lepas dari hal-hal mengenai kasta sosial. She need to deal with it.
Buku ini juga sedikit menyinggung masalah patriarki. Bagiamana, Opa nya Shera kecewa karena anak laki-laki satu-satunya beliau (Ayahnya Shera) punya anak perempuan dan gak mau melanjutkan perusahaan. If I were her, aku juga gak mau sih😂 tapi Pak Abhi disitu. Hadir untuk menemani Shera deal with everything. Pak Abhi bisa dibilang green flag man woi. Ijo royo-royo abiezzz🤣
Selain itu aku agak sedikit syok dengan adegan make out mereka ya🥵 bagus sih penggambaran penulisnya. Beneran panas gaes. Tapi yang bikin aku syok bulan itu, tapi karena mereka muslim ternyata. Jiwa religius ku meronta-ronta. Note aja sih untuk penulis, kalau memang tokohnya muslim better adegan panasnya cukup sampai ciuman aja😭🙏🏻
This entire review has been hidden because of spoilers.
"Pangeran dan cinderella berbincang hingga larut malam. Pangeran sangat yakin dia jatuh cinta pada cinderella dan sangat ingin mengenalnya lebih dekat hingga pangeran mengetahui satu fakta menyakitkan."
"Fakta apa?"
"Kalau cinderella di bawah umur,"
Pada lembaran awal novel ini, Ayleen Tan sebagai penulis berkata sangat menyukai cerita dengan latar pekerjaan dan ingin menuangkannya dalam tulisannya. Dan, ya, she does a great job. Latar perusahaan, mesin-mesin, distributor dan segala tentang bahan baku kefarmasian dijelaskan dengan detail. Sebagai orang yang juga bergelut di bidang farmasi, novel ini sangat membantu banyak dalam menggambarkan pekerjaan farmasi di dunia industri. Akan tetapi, pada beberapa bab awal menurutku cerita antara abhi dan shera memiliki ritme yang terlalu cepat dan terkesan terburu-buru, apalagi mengingat shera pernah menjalani hubungan dengan yudha selama 8 tahun lamanya sehingga sangat mustahil dia mudah berpaling dan mengiyakan ajakan orang lain begitu saja. Tapi over all novel ini worth it.
Gila. Ini sweet banget. Manis banget. Berlebihan. Tapi suka. Suka banget.
Boleh nggak minta satu kayak Abhi. Suka karakter dia. Seorang direktur marketing yang ganteng, kaya, narsis dan sweet banget. Oh ya nggak suka minum alkohol pula. Gila bisa banget bikin karakter nya.
Perjuangan Abhi yang bertahan terus dengan sikap maju mundur nya Shera juga patut diacungi jempol. Keren parah seh.
Saat Shera ulang tahun dan dia nyiapin surprise di Cafe nya Saka. Itu sweet banget. Nggak cuma Shera yang terharu aku juga.
Apalagi pas Abhi cerita gimana dia love at first sight ama Shera lewat kisah Pangeran Tampan dan Cinderella nya. Aku yang wow nggak mungkin. Semanis ini Abhi ceritanya. Abhi bener-bener limited edition satu-satunya di dunia.
Pokoknya ini buku perfect banget.
Dan buat Yudha berharap dia ketemu jodoh secepatnya. Bagiku dia laki-laki yang baik.
Temanya tentang office romance , hate to love relationship, konflik keluarga, perjodohan, hubungan tidak direstui.
menceritakan kehidupan Shera yang bekerja di perusahaan Manajer Produksi Beta Laktam di sebuah perusahaan farmasi, Kehidupan pekerjaannya pun tak mudah karena cukup menguras waktu dan energi.
Apalagi ditambah kehadiran Abhi sosok Direktur Marketing. Abhie disini digambarkan sebagai sosok yang sempurna dan jadi idola bagi karyawan perempuan kecuali Shera.
Setelah hubungan asmaranya dengan Yudha berakhir karena tidak direstui orang tua Shera dengan alasan perbedaan status sosial. Orang tua Shera pun bermaksud menjodohkannya dengan Abhi.
Baca buku ini tu sukses menghantarkan kupu² beterbangan dalam perut. Selain ikut baper sama kisah cinta Shera dan Abhi juga dapet insight tentang industri Farmasi. Puas sama endingnya 🫶
This entire review has been hidden because of spoilers.
Suka Ceritanya Shera, dia menjadi yang kuat bayangin dia sebenrnya anak orang kaya tapi memilih pergi dari keluarga karena dia punya prinsip. sedih sih waktu tau cowo yang dia pacarin lama mundur dan ternyata karena si cowo juga tertekan dari pihak shera....
kisah yang jarang tapi seru ternyata ini ada kisah masa lalu nya yang bertemu lagi
Ceritanya bener-bener bikin aku baper dan tersipu-sipu haha. Semua bagian ceritanya terasa pas, hubungan Shera sama Yudha, hubungan Shera dan keluarganya juga, penyelesaian konflik-konfliknya juga bikin terharu banget.
Engga ada hate yg berarti untuk buku ini sebenernya, kecuali terlalu panjang! Nearly 400 pages is too long buat sebagian besar isinya lovey dovey things, too sweet for my taste. Romance yg sweet banget engga masalah sih, tapi dengan tebalnya buku ini jadi kaya beban buat selesain.
ceritanya cukup seru, page turning banget😻, aku suka cerita ini, karena ngebahas soal status atau kesetaraan dalam hubungan yang serius. walaupun ngga dibahas dengan detail sih