Geez & Ann ini sebenernya masuk jejeran trilogi favorit saya sejak 2017. Awal membaca buku pertama, merasa 'wah'. Paus sukses membangun ikatan antara saya dan buku. Lalu, berlanjut buku kedua, impresi saya sedikit berkurang. Lama-lama, saya realistis dengan apa yang dihadapi Ann dan apa yang dilakukan Geez.
Seri ketiga? Menurut saya, terlalu berjarak dengan dua seri sebelumnya sehingga membuat saya sempat hilang kesan pada Geez dan Ann. Selain itu, terlalu banyak disinggung dan disorot. Sehingga kesan saya pada trilogi ini kembali menurun.
Padahal, saya menaruh harapan pada seri penutupnya. Untuk gaya bahasa, seperti biasa. Mengesankan! Khas dari Kak Tsana. Untuk sudut pandang, mungkin karena memang difokuskan pada Keana, Geez dan Bayu, jadi tokoh-tokoh sampingan kurang dijelajah. Menurut saya, tidak ada salahnya sedikit menguatkan kesan tokoh-tokoh sampingan atau pendukung trilogi ini.
Untuk penyelesaian cerita, bagi saya kurang memuaskan. Bukan dari alur ataupun plot, tetapi Ann—terutama Geez, tidak sepenuhnya memberi saya kesan. Kehadiran Bayu juga kurang diperkuat. Namun, overall saya cukup menikmati buku penutup ini.
Sukses terus, Kak Tsana!