udah lama ingin baca buku Lao Zi dan pemikiran orang Tiongkok, sejak SD mungkin, sejak belajar tentang peradaban China.. ada beberapa ajaran yang saya percaya sejak mempelajari peradaban China saat pelajaran sejarah ini. salah satunya, pada dasarnya semua manusia itu baik. dan saya pun percaya demikianlah adanya meski telah menjalani banyak dan banyak manusia yang rusak juga, saya ingin (demi kenyamanan saya sendiri) tetap percaya bahwa pada dasarnya semua manusia itu baik. ya ini juga menghindari berkembangnya sikap skeptis berlebihan yang cenderung merusak karakter diri sendiri.
Dan saya berkesempatan membaca buku bermutu ini dan terlebih lagi penulis pun sempat menjelaskan bahwa inilah falsafah Dao (yang saya cari2), bukan agama Dao. Saya rasa mungkin masih ada lagi ajaran Lao Zi, karena yang dibahas dalam buku ini hanyalah manuskrip yang ditemukan tahun 1973, yaitu kitab Dao De Jing.
berhubung huruf china dapat diartikan banyak, maka tepat dengan tidak menerjemahkan Dao dan De secara harfiah. Dalam bukunya Lao Zi menulis berdasar apa yang dia lihat dari alam dan kemudian manusia (contoh konkret).
Dao dapat diartikan sebagai alam, yang maha besar. Menurut saya maksud Lao Zi, Dao merupakan alam semesta dan karena Lao Zi tidak dapat menggambarkan Sang Pencipta maka Dia pun menggambarkannya seperti alam semesta. Maka terkadang penggunaan kata Dao dalam buku ini atau terjemahan manuskrip Lao Zi diartikan alam atau Sang Pencipta, disesuaikan dengan kalimat yang tercakup dalam tiap bab.
Saya setuju dengan penulis jika dikatakan Leo Tolstoy mengakui ajaran Lao Zi ini sesuai dengan iman Kristennya dan perhatian besarnya terhadap kemanusiaan (dan rasa sosialnya).
Bagi seseorang yang mengejar kelemahlembutan, ajaran Lao Zi ini dapat sangat membantu mengatasi sisi pribadi di bagian kemanusiaan (sekuler).
"Belajar tanpa merenungkan tidak ada gunanya. Merenungkan tanpa mendalami tidak ada manfaatnya."
dari yang "tiada" itu lahir "ada"
jika "tidak tahu" maka "tidak berbuat"