Hujan adalah waktu yang tepat untuk bernostalgia. Aroma ๐ฑ๐ฆ๐ต๐ณ๐ช๐ค๐ฉ๐ฐ๐ณ, suara rintik, dan guntur tiba-tiba memutar ulang kenaganmu saat merasakan cinta monyet pertama kali pada teman sekolah, hubungan asmaramu dengan pasangan yang ๐ต๐ฐ๐น๐ช๐ค, hingga kehilangan seseorang yang sangat kamu cintai.
Epiphany merupakan alih wahana dari tiga lagu Reza Darmawangsa yang berjudul "Want Me Too", "I'm in Love, dan "Seberang" dalam bentuk novela. Novela ini akan mengantar pembaca mengingat momen-momen mendebarkan saat jatuh cinta, terluka, kehilangan, sampai pada titik mencintai diri sendiri.
"Bukan suatu hal yang aneh jika ketika membaca buku ini, kamu mengalami ๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ๐ข๐ญ ๐ณ๐ฐ๐ญ๐ญ๐ฆ๐ณ๐ค๐ฐ๐ข๐ด๐ต๐ฆ๐ณ dengan belokan yang tajam." ๐ฑ๐ฟ. ๐๐ป๐ฑ๐ฟ๐ฒ๐ฎ๐ ๐๐๐ฟ๐ป๐ถ๐ฎ๐๐ฎ๐ป, ๐ฆ๐ฝ.๐๐, psikiater.
"Gue suka dengan pesan yang disampaikan di akhir cerita, ๐ณ๐ฆ๐ข๐ญ๐ญ๐บ ๐จ๐ฐ๐ต ๐ฎ๐บ ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ฅ ๐ฐ๐ฑ๐ฆ๐ฏ :)." ๐๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐น๐ฑ๐ ๐ง๐ฎ๐ป, penulis Pengabdi Netijen.
Buku ini unik bgt, pertama kali baca buku yang menggunakan sudut pandang orang ke-3. Jadi berasa aku sendiri yang ada di cerita tersebut. Isi buku ini ada 3 fase gitu ; patah hati, toxic relationship, dan kehilangan. Gaya bahasanya enak, ngalir, dan banyak yg dekat sama kehidupan sehari-hari. Bab terakhir yang paling sedih sih :( ๐. And also my biggest fear kalau hal itu sampai terjadi.
Jika sebuah buku diaplikasikan ke dalam bentuk musik mungkin sudah tidak asing, seperti musikalisasi puisi. Tapi, kali ini bagaimana jika sebuah lagu dialih wahanakan ke dalam sebuah buku. Epiphany merupakan salah satunya bagimana tiga lagu dari Reza Darmawangsa dibuat menjadi sebuah cerita yang lebih dalam dan mendetail. Mungkin bagi yang pernah mendengarkan atau suka dengan tiga lagu Reza akan lebih menghayati lagunya setelah membaca Epiphany. Reza tidak sendiri saat mengalihkan ketiga lagunya ke bentuk tulisan. Dia didampingi oleh penulis yang sudah tidak diragukan lagi pengalamannya, yaitu LM Cendana. Maka tidak heran jika novela ini akan terasa lebih kuat dan matang saat dibaca, karena Epiphany ini pun merupakan debut pertama Reza menulis sebuah buku. Bagi saya sendiri ini merupakan sebuah proyek dan kolaborasi yang menarik. Bagaimana Reza menulis buku ini dibantu oleh penulis pendamping sekelas LM Cendana. Ini pilihan yang tepat karena ada beberapa nama "pesohor" yang menulis buku mereka sendiri yang alih-alih memuaskan, tapi justru malah terkesan mentah.
Saya sendiri belum pernah mendengarkan ketiga lagu yang dijadikan cerita dalam buku ini, yaitu "Want Me Too", " I'm in Love", dan "Seberang". Namun, meskipun belum pernah mendengarkan ketiga lagu tersebut saya masih bisa menikmati setiap jalinan ceritanya. Novela ini dibagi menjadi tiga bagian sesuai dengan ketiga judul lagu Reza Darmawangsa. Setiap bagian cerita saling berhubungan dengan topik romansa yang akan mengajak pembaca bernostalgia akan masa muda mereka. Bagi pembaca remaja sendiri akan ikut serta merasakan setiap kepingan cerita cinta yang ditampilkan. Tak hanya ceritanya yang menarik, ๐ค๐ฐ๐ท๐ฆ๐ณ bukunya pun tak kalah memikat. Nuansa sendu nan biru yang ditunjukan ๐ค๐ฐ๐ท๐ฆ๐ณ bukunya dirasa tepat dengan tema ceritanya. Ilustrasi sekumpulan orang yang berjalan hilir mudik di tengah hujan dengan payung mereka membawa serta aroma ๐ฑ๐ฆ๐ต๐ณ๐ช๐ค๐ฉ๐ฐ๐ณ. Meskipun terlihat sendu, tapi entah mengapa ๐ค๐ฐ๐ท๐ฆ๐ณ bukunya malah semakin menambah rasa tanya untuk segera membacanya.
Buku ini menceritakan tentang perjalanan cinta seorang insan manusia. Di mana ada fase dalam hidup untuk menemukan arti cinta yang sesungguhnya. Dimulai dengan masa remaja ketika SMA. Masa di saat kita tengah memulai rasa suka terhadap seseorang. Lebih tepatnya mungkin bisa disebut cinta monyet. Mungkin sebagian besar dari kita pernah merasakan cinta monyet. Ini pula awal perjalanan tokoh Kamu dalam mencari cinta. Di sini banyak pelajaran yang Kamu dapatkan tentant cinta. Berlanjut dengan masa kuliah saat Kamu mulai beranjak dewasa. Sekarang Kamu mulai menjalin hubungan dengan seseorang. Tapi, Kamu tidak mengerti jika cinta itu dimulai dari mencintai diri sendiri. Istilah bucin dan ๐ต๐ฐ๐น๐ช๐ค ๐ณ๐ฆ๐ญ๐ข๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ๐ด๐ฉ๐ช๐ฑ mulai menjadi problematika Kamu dalam kisah cintanya. Terakhir di saat Kamu mulai terpuruk muncul sosok yang mengingatkannya akan mencintai diri sendiri. Namun, apakah sosok ini dapat membuat Kamu kembali percaya akan makna cinta? Tiga kisah perjalanan cinta yang dikemas di sini akan terasa menguras emosi.
Salah satu hal yang paling menarik dari Epiphany adalah penggunaan sudut pandang orang kedua untuk menuturkan narasi ceritanya. Jujur ini pertama kalinya bagi saya membaca cerita fiksi menggunakan sudut pandang orang kedua. Pastinya dibutuhkan tantangan tersendiri untuk menulis cerita menggunakan sudut pandang ini. Dan saya sangat mengapresiasi usaha Reza dan LM Cendana untuk meramu cerita dengan sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan cerita fiksi lainnya. Epiphany tidak menyajikan nama pada setiap tokohnya. Di sini kita hanya akan menemukan tokoh "Kamu", "Si Pintar", " Si Rambut Merah", dan lain sebagainya. Dengan cara ini penulis dapat lebih leluasa menggunakan sudut pandang orang kedua dalam jalan ceritanya. Alur ceritanya sendiri berjalan maju-mundur seakan-akan pembaca sedang ikut melamun bersama tokoh Kamu. Gaya bahasa dan berceritanya juga sangat ringan dan mengalir. Bahkan ada beberapa kata atau kalimat yang disusun dengan sangat indah dan puitis. Beberapa istilah yang masih terdengar asing juga diberikan catatan kaki di bawahnya sebagai penjelasan.
Secara keseluruhan Epiphany sukses membawa memori akan perjalanan cinta insan manusia yang manis dan pahit di setiap tahapnya. Novela setebal 158 halaman ini menyajikan tiga fase kisah cinta yang terasa dekat, khususnya bagi remaja zaman sekarang. Tidak hanya berisi roman buku ini pun turut menyentil berbagai hal yang kita alami di masa kini. Contohnya seperti kurangnya interaksi antara keluarga akibat sibuk dengan gawai, hubungan yang tidak sehat, hingga kurangnya mencintai diri sendiri yang kerap terjadi karena terlalu ๐ช๐ฏ๐ด๐ฆ๐ค๐ถ๐ณ๐ฆ. Membaca Epiphany akan terasa pas dan cocok di saat hujan ditemani secangkir kopi atau teh sambil menghirup aroma ๐ฑ๐ฆ๐ต๐ณ๐ช๐ค๐ฉ๐ฐ๐ณ. Dijamin kita akan terhisap dalam nostalgia masa muda yang penuh warna dan cinta. Yang menarik dari buku ini adalah tokoh Kamu yang akan terasa personal bagi setiap pembacanya. Di sini Kamu tidak dijelaskan sebagai seorang laki-laki atau wanita sehingga kita dapat merasakan Kamu sebagai diri kita sendiri. Kesan yang dibuat seperti ini akan membuat pembaca merasa terikat dengan tokoh Kamu dan merasakan pengalaman membaca yang personal. Novela yang pas dibaca di saat musim hujan seperti ini.
Siapa yang tau kalau buku setipis ini bisa acak-acak moodku di jam dua malam
Kenalin, Epiphany, novela yang ditulis oleh Reza Dharmawangsa dan LM Cendana
Biasanya saat baca fiksi, narasinya akan seperti ini, "dia melakukan ini," atau, "aku melakukan ini". Namun, di novela ini, narasinya malah, "kamu melalui ini dan merasakan emosi tersebut."
Iya, buku ini menggunakan point of view orang kedua yang membuatnya berbeda dari kebanyakan buku yang pernah aku baca. Aku kira akan canggung, tapi penggunaan sudut pandang yang baru ini malah terasa natural dan membuatku merasa seperti menjadi bagian dari cerita di buku ini.
Seakan-akan aku menjelajahi memori yang sebenarnya bukan punyaku, aneh kan.
Hal unik lainnya dari novel ini adalah, setiap karakternya gak punya nama. Ini membuat aku secara bebas memvisualisasikan setiap karakter menjadi orang-orang yang aku mau, membuat aku merasa lebih dekat dengan ceritanya
Kisah-kisah yang ada di dalamnya singkat, tapi semuanya meninggalkan kesan sendiri-sendiri yang sama kuatnya. Kita belajar menangani penolakan dari cinta pertama, menyadari tanda jika hubungan sudah tidak sehat dan berani untuk menyudahi, serta belajar untuk berdamai dengan perpisahan dan melanjutkan hidup, meski ditinggalkan orang yang tersayang selalu memberikan luka yang sulit kering (bagian ini bikin patah hati banget)
Dengan membaca Epiphany, aku jadi tau kalau gak perlu banyak halaman utuk menikmati sebuah buku, dengan penyampaian ceritanya, 147 halaman cukup. Dengan ini, aku memberikan 4.5 โญ๏ธ untuk novela ini
Epiphany bukan buku bersudut pandang orang kedua pertama yang kubaca, tapi jelas jadi buku pertama di tahun 2021 ini. Sejujurnya aku nggak nyangka sih pakai 2nd POV... Baca ini juga tanpa ekspektasi (berhubung aku nggak update sama artis juga ๐).
Tapi pas mulai buka, aku jadi penasaran, apalagi sama lagu yang disebut. Dan berakhir baca sambil dengar lagunya. Asik banget ternyata kombonya ๐ Terus tahu-tahu udah selesai aja. Penggunaan 2nd POV bikin bacanya lebih cepat karena serasa dekat, serasa jadi tokoh utama juga. Kamu bisa geser gambar buat lihat blurb buku ya.
Oya, seperti tulisan di blurb, novel ini memang berisi bikin perasaan naik turun banget. Gaya menulisnya pun asik dan ngena banget sesuai lagu dan temanya. Terus yang paling aku suka adalah buku ini ditutup dengan pesan yang sangat dalam, tentang mencintai diri sendiri. โค๏ธ
Pengen aku ulas lebih panjang. Semoga bisa nanti. ๐
Buku ini adalah buku keempat dari Penerbit Inari yang saya baca. Tetapi menjadi buku pertama yang dibaca dengan POV orang kedua. Awalnya sedikit kesusahan sehingga butuh waktu untuk menyelesaikan bagian pertama. Tetapi masuk bagian kedua dan ketiga ceritanya menjadi lebih cepat untuk dibaca.
Penasaran dengan novela ini karena judulnya merupakan salah satu lagu favorit saya, tentang pentingnya mencintai diri sendiri. Begitu pun di novela ini, juga diselipkan di bagian akhir.
Novela ini terdiri dari tiga bagian. Want Me Too, I'm in Love, dan Seberang yang dialih wahana dari 3 lagu Reza Darmawangsa. Jika senang membaca sambil mendengarkan musik, akan cocok apabila membaca bukunya sambil mendengarkan lagunya.
Bukunya singkat tapi dalem banget. Diselipin lirik-lirik lagu juga. Should listen to the song tho. Buku ini juga bisa bikin kita tertawa karena point of view yang bikin kita terbang. Tapi bisa bikin sedih juga.
Karakternya nggak dijelaskan dengan jelas supaya bisa digambarkan sendiri oleh si pembaca. Dan ini cukup unik dan menarik.
bukunya unik karna menggunakan sudut pandang kedua. ceritanya bagus mengenai kisah cintanya pemeran utama (kamu), namun karna hanya 148 halaman, plotnya terkesan terburu buru dan beberapa cerita seakan tidak begitu penting seperti di awal cerita hubungan kamu dan ibunya. overall suka sama buku ini. much love from me๐
This entire review has been hidden because of spoilers.
Bacaan yang sangat ringan. Ceritanya klasikโsoal cinta monyet, hubungan beracun, jatuh cinta, patah hati. Yang unik adalah buku ini mengambil sudut pandang orang kedua, serta merupakan pertama dengan POV orang kedua yang saya baca. Tidak ada yang terlalu spesial, tetapi kisahnya tetap manis untuk dibaca.
Buku ini keren, bagi sebagian orang yang mungkin pernah merasakan beberapa macam hubungan asmara bakalan relate dengan story di dalamnya, selain itu 2nd view nya membuat kita seakan masuk lebih dalam dan merasa bahwa cerita ini adalah cerita milik kita.
Ada yang udah baca buku epiphany ini? Gimana nih menurut kalian?
Buat yang belum baca Epiphany, buku ini ditulis oleh Reza Darmawangsa bareng kak Lovita sebagai penulis pendamping. Menceritakan tentang perasaan yang dirasakan seseorang ketika jatuh cinta, terluka, kehilangan hingga pada titik dimana dirinya mulai mencintai dirinya sendiri. Ada tiga bagian dalam buku ini dan masing-masing bagian digambarkan dari lagu yang ditulis Mas Reza sendiri, 'I'm In Love', 'Want Me Too' dan 'Seberang" (kalau belum denger lagunya, coba deh dengerin)
Pas baca Epiphany ini, rasanya aku dibawa ke masa-masa sekolah dulu waktu aku naksir sama kakak kelas tapi ngga berani ngungkapin (wkwkwk), terus waktu pas aku naksir temen sendiri (endingnya he married someone else) dan ngerasain perasaan kehilangan yang sempet aku tutup rapat-rapat.
Di bagian terakhir buku ini sempet bikin aku nangis. Meskipun dituliskannya dalam paragraf sederhana, tapi emosinya bisa sampai merasuk dan membuka kembali perasaan yang nggak mau dirasakan. Tapi dari situ kemudian, aku diajarkan untuk menerima bahwa semua perasaan yang kita rasakan itu valid dan ngerasain itu adalah hal yang wajar. Jangan disembunyikan. Rasakan--tarik nafas, hembus nafas--terus terima dengan hati yang ikhlas. Dengan gitu, perlahan-lahan hati kita akan mulai terbuka dan kita bisa mulai mencintai diri sendiri.
Simple'kan? Tapi bermakna. Seenggaknya ini yang aku tangkep dari buku yang ditulis Mas Reza.
Btw, buku ini ngga berat jadi bisa dibaca sama semua orang. Meskipun di dominasi oleh romansa, tapi esensi yang ingin disampaikan tentang love yourself masih bisa dirasakan. Salah satu alasan kenapa judulnya Epiphany, yang terinspirasi dari Kim Seokjin of BTS.