Untuk kamu, yang memiliki keberanian untuk bertumbuh dan menyembukan diri dari pengalaman realasi yang menyakitkan dan "toxic".
Untuk kamu, yang mulai ingin tahu bagaimana cara connect dengan diri yang dalam. Bagaimana cara mengenali, menerima, & menyadari emosi yang sedang dirasakan.
Untuk semua orang yang memproses dan mengubah pengalaman pengkhianatan, kebencian, pengalaman disakiti, diabaikan, dan dibiarkan, menjadi ENERGI di dalam diri yang penh Welas Asih, penuh Cinta, dan Penuh Daya.
Buku kekinian yang menggabungkan powerful quotes dan teori/praktik psikologi yang menarik untuk dibaca. Secara spesifik beberapa halaman membahas soal kondisi manusia di masa pandemi, jadi cocok dibaca tanpa nambah ruwet pikiran, justru mengurai perasaan - perasaan negatif.
Dilengkapi dengan diagram pengenalan perasaan yang spesifik, dan langkah what to do - baik sebagai pribadi dewasa atau mewakili orangtua. Saya paling senang dengan penjelasan bahwa manusia sebetulnya dapat melatih dirinya untuk berpikir positif dan merasa terberkahi, mengingatkan pada buku "Man's Searching for Meaning.".
Buku ini membantu/membimbing penderita depresi seperti saya, membantu memahami apa yang sedang dialami. Bisa menjadi panduan untuk diri sendiri bagaimana cara memandang diri dan kehidupan. Bukunya tipis dan ga banyak kata-kata, tapi buat yang lagi sakit ini jadi mudah dipahami apalagi buat penderita depresi seringkali sulit fokus. Jadilah buku ini enak dibacanya. Harganya pun terjangkau.
Buku ini bisa jadi teman baik buat para remaja! Banyak insight yang bisa didapatkan. Di bagian awal, ada penjelasan tentang cara memahami dan mengelola emosi. Seputar self care dan reparenting diri sendiri. Selanjutnya juga dibahas tentang depresi, gratitude, sexism dan good vibes. Di bagian akhirnya membahas tentang ADHD, cabin fever, mimpi dan koneksi pada diri sendiri.
Selain itu, buat yang lagi patah hati atau susah move on, buku ini juga menawarkan solusinya! Lengkap dengan panduan keluar dari hubungan toxic🤧
Topik tentang Feel dan Re-Parenting adalah topik yang paling bikin aku tersentuh. Apalagi pada bagian ini penulis memilih menggunakan kata-kata yang lugas, membuatku semakin terpana.
🌸🌼🌸 Kelebihan lainnya dari buku ini adalah penyajiannya yang pas! Kata-kata yang to the poin. Kalimat yang tidak terlalu panjang. Layout yang estetik dan disertai ilustrasi (aku spill slide 2-6). Hampir semua permasalahan remaja disinggung di sini. Jadi recommended dibaca para remaja yang tertarik dengan topik-topik yang sudah ku sebutkan tadi🔝
FYI: aku udah baca novel ini 3x dalam waktu 7 bulan terakhir. Dan nggak ngerasa bosen sama sekali! Justru serasa 'ditampar' lalu dibuat sadar dan dipeluk lagi 🥺☺️ *Yuuuk spill (komen) buku Self Improvement yang paling kalian suka juga!!!
Buku yang mungil dan sekali duduk. Baca buku ini seakan lagi konsultasi dengan psikolog langsung, sangat membantu terutama bagi penderita depresi, berisi bahasan-bahasan tentang self love beserta beragam emosi yang dirasakan manusia, marah, kecewa, sedih, bahagia, takut, cemas, pengkhianatan, menjadi sebuah energi yang menjadikannya cinta untuk diri sendiri, buku sebagus ini tidak mungkin saya beri bintang 3 atau 4, sudah barang tentu akan saya beri 5⭐.
Ada satu quotes menarik dari penulis
"Kita nggak bisa menyenangkan semua orang, karena kita bukan nutella"(-hlm.37)
Buku ini cocok untuk dibaca remaja dan dewasa muda. Bahasanya renyah, ringkas, dan mudah dipahami. Selain itu ada tips yang bisa diterapkan dalam memaksimalkan self improvement.
Sit with your emotion. (Hal.9) . Pernakah kita merasa ingin tahu bagaimana cara agar dapat terkoneksi dengan diri sendiri? Seberapa sering emosi hadir tanpa kita mengenali dan sadar akan emosi tersebut? Buku ini untuk saya,kamu,dan kita semua yang ingin belajar mengenali serta menyadari perihal emosi yang datangnya terkadang tidak kita sadari...
👤 Belum lama ini saya berkesempatan untuk membawa pulang salah satu buku Self-improvement yang kebetulan menjadi wishlist karena penulisnya merupakan salah satu Psikolog yang saya senangi konten edukatifnya, kak Anastasia Satriyo, M.Psi.,Psikolog. Selesai membacanya,saya langsung berkeinginan untuk membagi beberapa hal menarik juga kesan saya terhadap karya kak Anas ini😊🙏
👤 Kamu Tak Harus Sempurna menyajikan beberapa bahasan yang menurut saya mudah dipahami serta membuat pembaca dapat memahami bahasan didalamnya karena kak Anas menyajikannya dengan bahasa yang mudah dipahami dan langsung pada intinya. Apabila tidak membaca judul dan nama penulisnya,saya akan berpikir bahwa buku ini ditulis oleh seorang yang mahir menulis buku cerita untuk anak anak karena kalimat yang digunakan seolah merangkum bahasan mengenai emosi yang dalam literatur Psikologi biasanya cukup panjang,buat saya ingin terus membaca sampai halaman terakhir.😊🙏
👤 Kamu Tak Harus Sempurna menjadi buku self improvemet pertama yang halamannya cukup tipis namun dengan isi yang semuanya daging! Banyak insight yang saya dapatkan sepanjang membaca. Jadi,untuk teman-teman yang ingin mengenal tentang emosi dan ingin lebih terkoneksi dengan emosi itu sendiri,saya tak ragu merekomendasikan buku ini tuk kalian baca :)
What I love: is that it gave me a lot of affirmations of my feelings. That I’m not alone in having these feelings.
What I dislike: the illustrations! As they’re stock images, they’re definitely giving the book an unprofessional look. Wish that the book layout and illustration were handled better than what it is now.
I love the way this book gives you practical tips to maintain your well-being. The nuance of this book is self-acceptance and how it will lead you to become a better version of yourself.
Awal membaca buku nya masi merasa, ah sama aja kaya buku self love diluar sana. Tapi setelah menggulir terus halaman bukunya. Aku makin tau apa yang membedakan buku ini dengan yang lain. Fakta dan psikologi yg ada di dalamnya yg menbuat aku tertarik. Tentang mindset, emosi, bahkan adhd pun di jelaskan secara rinci disini. Cara move on, cemburu dan iri hati. Apa artinya mencintai diri. Dan satu pelajaran yang aku ambil dari buku ini: bahwa, aku lupa untuk berterimakasih pada diriku hingga saat ini. Berkat buku ini, aku mengerti arti betapa pentingnya ucapan terimakasih. Terimakasih terhadap diri, dan terhadap emosi yg ada pada diriku.
Buku ini mengembalikan semangat bacaku mulai menurun sejak byk pikiran yg terasa mengganjal sampai kini mencari bacaan2 ringan seperti ini karena sangat mudah dicerna kalimat2nya seperti teman diary yang memberikan motivasi dan banyak kalimat dijadikan kutipan buat mengingatkan refleksi kehidupan.
Selain itu, mudah dibawa kemana2 sebagai pengingat bagi diriku butuh kekuatan positif untuk mengembalikan energi dari aktivitas.
"Tidak apa-apa kalau tiap hari kita butuh adaptasi & penyesuaian lalu merasa lelah. Karena adaptasi & penyesuaian itu butuh energi. (Hal.84)
Sebuah buku yang pas dibaca bagi remaja dan mereka yang belum memahami perihal diri sendiri. Kita diajak untuk menyelami hal-hal dalam diri, bagaimana kita mampu memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam diri kita. Buku yang cukup ringan dan relate dengan apa yang beberapa orang rasakan. Meredakan benang rumit perasaan dan pikiran yang sulit dikenali.
Buku "Kamu Tak Harus Sempurna" merupakan buku yang menjelaskan betapa indahnya untuk hanya menjadi diri sendiri.
Novel yang disajikan berupa novel grafis yang colorful, membuat para pembaca siapapun akan tertarik. Selain itu, banyak sekali hal-hal yang bisa kita dapat dari buku ini, untuk kita bisa lebih mencintai diri kita sendiri. Dengan cara mengenali diri sendiri, mengolah emosi, dan lainnya.
Dijelaskan dengan poin poin penting dan ilustrasi yang sangat apik.