Rania Padmadewi adalah mahasiswi jurusan Arkeologi yang harus mengulang mata kuliah Purbakala Hindu-Buddha untuk ketiga kalinya. Dia sudah dua kali mendapat nilai D. Bu Ajeng, pengampu mata kuliah itu sepertinya memang ada sentimen tertentu kepada Padma. Namun, di semester ini kelas itu diajar oleh asisten dosen Bu Ajeng, Haga. Tentu saja ini membuat Padma gembira: dia tidak akan bertemu Bu Ajeng, plus diajar oleh orang setampan Haga!
Haga dengan cepat menjadi idola banyak wanita di jurusannya. Sebuah kesempatan emas datang bagi Padma saat Mas Jarwo, seorang dosen lain memintanya membantu mendokumentasikan hasil temuan penggalian. Ternyata Haga menjadi partnernya. Padma jadi punya alasan untuk bertemu Haga lebih sering. Tidak hanya itu, Padma punya sesuatu untuk mengalihkan pikiran dari mimpi buruk yang belakangan ini selalu menghantuinya. Namun, sosok Haga ternyata menyimpan sebuah misteri, dan misteri itu ternyata berhubungan dengan mimpinya
Senang membacanya karena latar ceritanya berlokasi di sebuah kampus terkenal di kota pelajar dan tokohnya tinggal di kamar kos.
Namun yang lebih sreg lagi adalah bangunan ceritanya yang mengisahkan tentang cewek yang terjerumus terlalu jauh ke dalam kisah rakyat Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang serta bagaimana alur kisah saling berkelindan antara real dan unreal kejadian yang dialami itu berebut membingungkan tokoh dan pembacanya.
Saya cuma pengen tahu bagaimana yang sudah terbentuk itu akan berakhir. Apakah Padma akan kembali ke masa kini atau terjebak di masa lalu ribuan tahun bersama Bandung Bondowoso? Seru sih.
Bisa dibilang, aku lanjut baca ini karena penasaran ama yang bakalan terjadi ama Haga, tapi seperempat akhir seruuu,walaupun momennya sedikit, tapi asyik. Berasa kocak, tapi tegang.
Pas baca awal2 aku aware klo certa ini editannya rada gimana gitu, kan. Kek ada kalimat yang gak selesai, ada beberapa tipo. Like why? 😂
Dan buat endingnya, aku lega sih begitu, walaupun emang sedikit dipaksakan biar yaaaa happy ending, wkwk.
Awalnya tertarik karena padma jurusan arkeolog, secara jarang banget ada yang bahas tentang arkeolog, eh ternyata masuk ke historical romance, sayang banget ini novel underrated padahal bagus, dari beberapa cerita wattpad yang kubaca, ini paling banyak detailnya, jadi penasaran sama daerah candi prambanan sama candi boko ya? Oh ya cukup sedih karena isinya cuma 200 halaman, pengen lebih lama dan tau after Haga mengilang lebih detail, ditunggu karya berikutnya kak!
Pertama kali baca cerita berlatarbelakang sejarah atau dikenal historical fiction seperti ini. Sebagai individu pecinta sejarah, buku ini kurekomendasiin jika kalian mau tahu lebih dalam tentang cerita dibalik mitos Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang yang terkenal itu.
Rasanya jadi ingin melakukan perjalanan waktu kemasa lalu untuk mengungkap sesuatu *eeh
"Jika perasaanmu berkehendak aku hadir dalam duniamu, aku menjanjikannya untuk kamu, Padma. Aku akan terlahir kembali hanya untuk Rania Padmadewi.”
Reinkarnasi dari Bandung Bandawasa begitu romantis seperti ini. Tetapi, bukan hal yang aneh sih. Karena dia rela membangun 1000 candi demi memenuhi keinginan Roro Jongrang.
Menemukan cerita yang menurutku "hidden gem" dengan latar kampus jurusan Arkeologi. Tulisannya pun page turner. Dengan 224 halaman mampu menceritakan plot dengan rapi dan padat.
Bercerita tentang Rania Padmadewi atau biasa dipanggil Padma yang sering mendapat mimpi yang aneh—buruk. Sampai suatu ketika Padma mendapat tugas untuk memotret sepuluh ribu puing-puing artefak bersama Haga, asdos mata kuliah Purbakala Klasik Hindu-Buddha, demi kepentingan penelitian. Ternyata ada banyak misteri dari seorang sosok Haga yang membuat Padma tak bisa berhenti memikirkannya.
Padma ini kecintaan banget sama Haga. Dan ada beberapa adegan yang menurutku Padma ini terlalu tiba-tiba dari mode fangirl jadi mode gebetan posesif. Sama *uhuk* Roro Jonggrang aja cemburu padahal bukan siapa-siapa Haga. Lalu, unsur mimpi Padma dan dia yang "sensitif" kepada hal gaib-gaib dengan sosok Haga dan Bandung Bandawasanya, menurutku tidak berkelindan. Seperti dua plot berbeda yang "dipaksa" dijadikan satu. Aku malah awalnya berpikir mungkin Padma begitu karena dia reinkarnasi "itu". Tapi, ternyata tidak.
Meski begitu, uniknya setiap ku mempertanyakan entah itu plot atau subplot cerita, Padma—penulisnya—sadar dan melontarkannya di cerita. Salah satunya ketika aku bertanya-tanya kenapa Bandung Bandawasa yang terkena "kutukan" sementara Roro Jonggrang tidak [patung di Candi Prambanan bukanlah Roro Jonggrang yang dikutuk jadi batu, cerita itu hanyalah cerita rakyat] kan dia pun sudah "menipu" Bandung. Dan dijawab di sini:
Buatku, versi cerita Roro Jonggrang yang dikutuk jadi batu jauh lebih masuk akal. Coba hitung semua tindakannya dalam memanfaatkan Haga, ada begitu banyak. Yang membuatku lebih heran lagi, mengapa Dewata justru menolong Roro Jonggrang? Tidakkah mereka melihatnya sebagai gadis licik penuh tipu muslihat? Kurasa Dewata sama butanya dengan Haga dalam melihat rupa Roro Jonggrang.
Haha. Padma oh Padma. Haha. Ps. Ini kayaknya unek-unek penulisnya juga yang mempertanyakan kisah Bandung-Roro :D
Tapi, uniknya lagi, aku tetap suka dengan ceritanya. Bukan hanya time travel-reinkarnasi spiritual, namun ada unsur thriller-action-agak horror dikit yang dikemas dengan penceritaan cerita rakyat dari sudut pandang arkeologi. Sangat menarik. Hooked di chapter terakhir ditutup dengan apik oleh epilognya.
Kalau suka historical fiction dengan time travel-fantasy dari sisi arkeologi, bisa baca buku ini.
Novel ini membahas topik yang cukup berbeda, yaitu tentang arkeologi. Meski kisah cintanya tentang mahasiswi dengan asdos yang cukup mainstream, terdapat bumbu fantasi yang membuat novel ini jadi lebih menarik.
Narasi yang dibawakan enak dibaca terus-menerus. Sayangnya dialog dalam novel ini sangat sedikit dan bagian dialognya terasa kurang menarik.
Secara keseluruhan novel ini enjoy untuk dibaca, tetapi ada beberapa bagian yang cukup mengganggu. Novel ini ditulis dengan POV orang pertama yang tokohnya sangat miskin pengetahuan pada saat mengalami kejadian penting.
Di setiap kejadian penting yang bisa menjadi adegan klimaks/puncak keseruan, Padma selalu pingsan atau hilang kesadaran. Setiap adegan seperti itu muncul, akan selalu terpotong dan langsung dilanjut saat Padma sudah kembali sadar, kemudian kejadian serunya sudah berakhir karena tidak dibahas. Tidak ada karakter lain yang bisa memberi penjelasan menarik mengenai kejadian yang sudah lewat tersebut. Hal ini membuat pembaca penasaran dan merasa melewatkan kejadian penting. Pola tersebut cukup banyak diulang dalam novel ini, menimbulkan prasangka bahwa penulis kurang berani menarasikan adegan penting yang menegangkan atau yang menjadi puncak keseruan.
Suka banget sama ceritanya yg mencampurkan tentang sejarah Candi Prambanan, arkeologi, dan juga kehidupan modern anak perkuliahan. Ditambah ada bagian proses berduka yg dialami Padma di bagian awal/tengah buku yg buatku pribadi bisa relate..
Jadi 5 dari 5 bintang untuk Padma&Haga dan otomatis langsung beli buku cetaknya buat dikoleksi :D
Ceritanya sebetulnya menarik banget, dengan mengulas sejarah Prambanan dan Mataram Kuno. Tapi buatku yang cukup mengganggu selama membaca novel ini adalah pandangan Padma terhadap Haga yang terkesan tergila-gila dan mengagung-agungkan fisik. Buatku, itu too much.
But overall, ini historical fiction ringan yang cukup menghibur!
29 Agustus 2024. Mulai baca buku ini dan selesai di hari itu juga. Wow! Selain halaman bukunya juga dikit, ceritanya buatku ga bisa berhenti sejenak.
Pertama, karena cerita ini ngangkat arkeologi, salah satu bidang yang aku tertarik banget buat dalemin. Berhubung arkeologi serumpun dengan sejarah, jadi aku juga paham sedikit soal dunia ini, jadilah aku girang pas tau cerita ini. Ternyata aku masih banyak ga tau soal arkeologi. Pas baca cerita ini, aku jadi makin pengen masuk ke dunia ini. Apa lanjut S2 arkeologi aja ya? Hahaha.
Kedua, ya apalagi, arkeologi pasti ga bisa dipisahin dari sejarah, jadi cerita ini banyak mengandung sejarah yang aku juga penasaran dibuatnya. Sejarah yang terungkap yang aku sendiri juga gatau apakah itu sumber yang benar atau salah, karena dalam sejarah juga gadak yang benar atau salah kan? Tergantung gimana kita memandang suatu peristiwa, selama sumbernya ada dan dinilai kuat ya fine-fine aja buat bernarasi soal peristiwa itu.
Ketiga, karakter Padma yang kurang baik dalam mata kuliah yang berhubungan dengan Hindu-Budha jadi buatku berkaca dengan diriku sendiri. Ternyata aku juga sepayah Padma, yang mudah menyerah kalo dihadapkan dengan hal-hal yang berbau kerajaan pertama di Nusantara itu. Meskipun udah baca buku ini dan banyak banget informasi menarik soal Kerajaan Hindu-Budha, tetap aja aku tak semudah itu buat paham.
Keempat, latar tempat Yogya buatku jadi nostalgia di kota ini. Imajinasiku yang pernah mendatangi tempat-tempat yang diceritakan ternyata tidak cukup untuk mengingat setiap detailnya. Sedikit menyesal, kenapa aku ga begitu menyusuri tempat-tempat itu lebih detail pas aku ke Yogya. Jadi deh aku pengen ke Yogya lagi, melihat kembali dengan detail tempat-tempat yang dinarasikan di buku ini hehehe.
Cerita ini berkesan banget buatku. Fiksi sejarah yang menurutku harus banyak ditulis di Indonesia. Haga sebagai reinkarnasi Bandung Bandawasa juga bisa menarik perhatianku, meskipun penggambaran Haga di mata Padma menurutku berlebihan karena aku ga dapetin momen kenapa Padma seterpesona itu sama Haga. Ujung-ujungnya tetap juga sih aku tersihir dengan pesona Haga hahaha!
Interaksi Haga-Padma bagiku juga kurang ngena, Padma terhubung sama Haga hanya karena mimpi-mimpinya, di dunia nyata hubungan mereka ga seintens itu sampe akhirnya mereka harus saling terbuka satu sama lain. Jadi bagiku alurnya terlalu cepat karena ga menunjukkan sisi Haga-Padma yang berusaha membangun kemistri secara perlahan, apalagi mereka sama-sama asing.
Konflik-konflik yang terjadi memang buat penasaran banget, aku pikir ceritanya bakal gini ternyata bukan, jadi deh aku ikutin aja alurnya gimana. Gambaran kilas balik masa lalu dan masa kini yang buatku kagum sama buku ini. Fantasiku juga bermain di sini, jiwa petualangku juga beradu, dan gejolak anak sejarah membuatku jadi jatuh cinta sama buku ini sih hahaha.
Beberapa bulan yang lalu, bentang gencar mengadakan promosi ebooknya, bahkan mereka sampai-sampai membagikan buku secara gratis, beberapa buku seri Darklit, lini terbaru bentang yang menerbitkan buku-buku horor.
Disaat promosi itu, saya tak segan mengunduh semua buku gratisnya, kalo ga salah ada 4 buku, salah satunya Novel berjudul Mimpi Padma ini.
Novel ini berkisah tentang Padma, seorang mahasiswa jurusan arkeologi di universitas ternama di Jawa Timur- atau Jogja. Padma yang dulu menganggap Jogja adalah sebagai kampung halamannya kini harus berpindah kampung halaman di Jakarta karena ayahnya yang berkerja disana. Suatu hari ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan di proyek, sehingga membuat Padma bersedih.
Hari itu adalah hari pertama ia kuliah kembali. Padma memulai kembali hari-harinya sebagai mahasiswa. Jelek di pelajaran Purbakala Klasik Hindu-Bunda sehingga memutuskan kembali untuk mengikuti pelajarannya, meski dia sudah beberapa kali mengulangnya. Dengan mengulang kembali pelajaran Purbakala Klasik Hindu-Budha berarti harus membawanya bertemu dengan dosen killer bernama Bu Ajeng, yang tidak segan-segan memberi Padma nilai D pada transkripnya. Namun, suatu hari itu berbeda ada asisten dosen yang ia anggap menawan bernama Haga, kedatangan Haga nantinya membawa Padma ke dalam perjalanan penuh mistis. Bersama mimpinya, mimpi tentang Ayahnya, dan bertemu dengan makhluk-makhluk mengerikan.
Mimpi Padma menceritakan kembali kisah legenda Roro Jonggrang dengan versi penulis. Ini buku kedua yang saya baca yang menceritakan kisah Roro Jonggrang. Novel ini membuat saya tidak bosan membaca baris demi baris, pemilihan katanya dan kekuatan narasinya tidak kerasa seperti Novel terbitan perdana penulis. Background si Novelis yang pernah kuliah di arkeologi membawa cerita cukup kuat.
Dengan segala penilaian saya, sehingga saya memutuskan memberi bintang 5 untuk Novel ini. Terima kasih bentang untuk Novel gratisnya.
At the beginning of this book, I already felt goosebumps; the terror of dreams will always be scary.
The book opens with the dream terror of Padma, the main character in this story; she is a student majoring in archeology. She lost her father six months ago, and that's when her dream terror always comes; seeing her father and hearing his advice in every dream makes her unable to sleep more than two hours daily. The story starts to get interesting when she meets Haga, her teaching assistant in her Hindu-Buddhist class, and more dreams of Haga as the figure who appears in her dreams lately.
I laughed a lot to find the cuteness and silliness in this book. At first, I thought this book was a thriller, but it turned out to be fantasy. But, unfortunately, the prologue of this story is too long-winded. Too many dreams and descriptions. But it is precisely towards the climax (the moment of excitement) that the story is finished. When returning to the Past, the report should be told more epic, but unfortunately, the energy is immediately exhausted when Padma wakes up from her dream, and Haga is lost because she has finished the karmic story.
Here are my favorite quotes from this book
"Tapi, mungkin bagi seseorang, kematian itu hanya sebuah tidur panjang untuk kemudin hari dibangunkan kembali. Dan, yang paling kehilangan bukan orang-orang yang ditinggalkan. Justru yang berduka adalah orang yang dibangunkan dari kematiannya itu."
"Jika perasaanmu bekehendak aku hadir kembali ke duniamu, aku menjanjiknnya untuk kamu, Padma. Aku akan terlahir kembali hanya untuk Rania Padmadewi"
Well, this story gets a 3/5 because the beginning often makes readers reluctant to read the story until the end. But because the ending is quite fun, I can give it 3/5.
Ide ceritanya sangat menarik, mengangkat tema arkeologi dan sejarah Hindu Nusantara. Saya suka gaya penulisannya, tapi sangat disayangkan ada beberapa padanan kata dan typo yang bikin risih.
Alurnya dibuat maju mundur. Yang paling berkesan adalah ketika mendeskripsikan perasaan duka sehabis ditinggalkan ayah, saya dibuat ikut merasakan pilu membiru.
Sebenarnya saya kurang merasakan chemistry antara Padma dan Hagia. Lebih besar cerita mengenai kekaguman Padma pada Hagia saja sehingga hubungan ikatan batinnya kurang sampai.
Terlebih ketika klimaks pada bagian pencabutan kutukan karma itu terkesan terburu-buru. Padahal bisa saja peristiwa itu diceritakan lebih detail sehingga chemistry keduanya bisa ditonjolkan secara ugal-ugalan. Endingnya pun cukup bagus walau diceritakan sangat singkat.
genre horror adalah genre favorit saya ketika membaca novel, sedangkan genre drama atau roman adalah yang paling jarang saya baca.. dan di novel pertama Ayu Dipta Kirana ini kedua genre tersebut dapat dipadukan dengan apik.. novel yang easy reading ini mengandung sisi roman yang dominan, yang dibalut dengan bumbu horror.. selain itu daya tariknya juga terletak pada beberapa fakta ilmiah arkeologis yang diselipkan di tengah cerita sehingga sedikit menambah sisi adventure nya.. bagi para penyuka cerita roman dengan makhluk mistis semacam "Twilight", novel ini akan sangat cocok dibaca..
Ketipu banget sama blurbnya. Aku kira ini cerita campus life biasa, tapi ternyata ada sentuhan historical fictionnya juga! Narasi menggunakan POV 1. Ada kebocoran POV dikit tapi sebetulnya tidak mengganggu. Serius, kisah cinta Haga sama Padma ini bagus bangetttt bikin baper, emosi naik turun. Ending-nya bagus, satisfying!
Hmph, oke. Sebenernya gw gak baca ini sampai selesai. Baru sampai hal. 23, gw mutusin kalo gw gak tertarik sama ceritanya. Entahlah, cerita ini not my cup of tea. Sorry.
Nggak biasanya suka cerita fantasi apalagi tentang sejarah, mataram kuno begini. Tapi baca ini malah jadi suka. Dibuat penasaran gimana endingnya. Dan endingnya sukses bikin tambah suka sama buku ini.