Inward adalah buku self healing yang diawali dengan menceritakan keadaan sang penulis ketika sedang ada di titik terbawah dalam kehidupan. Dituntut oleh dunia untuk menjadi seseorang yang sesuai dengan image yang ada di dalam masyarakat, tetapi justru keadaan sebaliknya. Penulis kehilangan segalanya, pendidikan, kepercayaan orang tua, dan kekasih. Di saat itulah penulis seolah bertemu dengan sosok khayal yang dinamai olehnya sebagai Josh Jackson. Di buku ini, dituliskan kata-kata bertemakan self healing atau self improvement.
aku baca buku ini di Ipusnas dan senang sekali bisa menemukannya di sana. secara keseluruhan, buku ini sesuai harapan aku. banyak perspektif baru yang aku dapat, refleksi, intropeksi, serta kembali melihat perjalananku ke belakang selama beberapa waktu yang sudah ditempuh di hidup ini. banyak ungkapan yang begitu menyentuh di hati dan relevan dengan hidupku, kata-kata yang begitu mewakili untuk menggambarkan isi hati. buku ini cocok banget buat kita yang suka buku-buku pengembangan diri. ada banyak kutipan yang aku sukai, tapi sebagai bagian akhir dari buku ada kutipan yang sangat aku sukai.
"Pada akhirnya, sebelum kau berusaha mencapai mimpi, mengubah situasi, mengejar keinginan dan kebahagiaan, mencari makna, atau mengaktualisasikan diri, kau harus paham bahwa pada level yang sangat amat mendasar, hidup hanyalah tentang mengalami semua hal yang ada dan terjadi dalam kehidupan itu sendiri—seburuk dan sebaik apa pun. Hidup adalah sesederhana tentang mengecap semua aspek dari kehidupan itu sendiri—tanpa terkecuali.
Sehingga apa pun yang terjadi, sekurang dan semenderita apa pun hidupmu, kau tak akan putus asa; sekaya dan sebahagia apa pun hidupmu, kau tak akan terlena karena kau "sadar" bahwa yang sedang kau lakukan tidak lain dan tidak bukan adalah sekadar "menjalani"."