Dead Man's Mirror bercerita tentang seorang kolektor seni yang kaya dan eksentrik bernama Sir Gervase Chevenix-Gore, yang mengundang detektif terkenal Hercule Poirot ke pedesaannya. Pria itu mencurigai seseorang yang diduga akan mencuri barang berharga dari koleksinya, yaitu sebuah cermin legendaris milik Marie Antoinette. Sementara, untuk melindungi cermin kesayangannya, dia menyimpannya di kotak kaca yang dikunci dengan mekanisme rumit yang akan membunyikan alarm jika dirusak.
Namun, plot berubah secara dramatis ketika pria itu ditemukan tewas di ruang kerjanya sendiri. Insiden nahas itu tampak seperti menembak kepalanya sendiri.
Sesuai dengan judul, kasus ini membingungkan, saat Poirot melihat sesuatu yang tidak biasa pada cermin di kotak kaca yang telah pecah. Poirot yakin bahwa pelaku adalah orang yang cerdik. Dia pun menyelidiki kehidupan para tamu dan anggota keluarga di perkebunan, yang tentunya masing-masing memiliki motif menginginkan kematian Sir Gervase.
Penulis dengan cermat dan detail menciptakan suasana yang hidup dan imersif ini berhasil membuatku terbayang akan kawasan pedesaan yang mewah dan penghuni yang menarik. Semua karakter dikembangkan dengan kaya, di mana masing-masing dengan rahasia dan agenda tersembunyi mereka sendiri, menjadikan mereka tersangka yang masuk akal.
Yang kusuka di sini adalah pikiran analitis dan logika Poirot yang memandu di sepanjang penyelidikannya. Aku suka bagaimana penulis menjalin banyak subplot dengan mulus ke dalam narasi utamanya. Setiap karakternya terhubung dengan rumit satu sama lain yang sukses menambah kedalaman dan kompleksitas pada keseluruhan plot.
Selain itu, kecepatan cerita dijaga dengan baik. Penulis dengan ahli menyeimbangkan momen menegangkan, tikungan tak terduga, dan momen introspeksi.
Sama seperti karyanya yang lain, misteri ini dirancang oleh penulis tidak mudah diungkap dan tentunya kita akan terlibat dalam menyusun teka-teki bersama Poirot. Namun, untuk mengungkap misteri ini, aku tidak terkejut. Karena, aku sudah menduganya di setengah halaman buku.
Tetapi, aku tetap rekomendasikan buku ini untuk kamu yang suka genre mystery, thriller, dan crime.