Jump to ratings and reviews
Rate this book

Salah Piknik

Rate this book
Salah Piknik adalah kumpulan puisi Joko Pinurbo yang sebagian besar isinya merespons fenomena yang terjadi selama wabah corona melanda dunia. Puisi-puisinya menampilkan permainan kata yang bernada humoris sekaligus getir. Sindiran dan kritik juga hadir dalam buku ini. Dilengkapi dengan ilustrasi karya Alit Ambara, buku puisi ini hadir sebagai dokumentasi sosial yang penting merekam banyak hal baru yang terjadi selama pandemi.

82 pages, Paperback

Published February 1, 2021

4 people are currently reading
89 people want to read

About the author

Joko Pinurbo

43 books363 followers
Joko Pinurbo (jokpin) lahir 11 Mei 1962. Lulus dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (1987). Kemudian mengajar di alma maternya. Sejak 1992 bekerja di Kelompok Gramedia. Gemar mengarang puisi sejak di Sekolah Menengah Atas. Buku kumpulan puisi pertamanya, Celana (1999), memperoleh Hadiah Sastra Lontar 2001; buku puisi ini kemudian terbit dalam bahasa Inggris dengan judul Trouser Doll (2002). Ia juga menerima Sih Award 2001 untuk puisi Celana 1-Celana 2-Celana 3. Buku puisinya Di Bawah Kibaran Sarung (2001) mendapat Penghargaan Sastra Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional 2002. Sebelumnya ia dinyatakan sebagai Tokoh Sastra Pilihan Tempo 2001. Tahun 2005 ia menerima Khatulistiwa Literary Award untuk antologi puisi Kekasihku (2004). Buku puisinya yang lain: Pacarkecilku (2002), Telepon Genggam (2003), Pacar Senja (2005), Kepada Cium (2007), dan Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung (2007). Selain ke bahasa Inggris, sejumlah sajaknya diterjemahkan ke bahasa Jerman. Sering diundang baca puisi di berbagai forum sastra, antara lain Festival Sastra Winternachten di Belanda (2002). Oleh pianis dan komponis Ananda Sukarlan sejumlah sajaknya digubah menjadi komposisi musik.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
28 (32%)
4 stars
39 (45%)
3 stars
19 (22%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 24 of 24 reviews
Profile Image for hans.
1,160 reviews152 followers
July 26, 2021
Buku nipis terisi bahasa puisi sekitar pandemi. Ada beberapa yang sedap asonansinya, namun selalu tertarik dengan kisah di sebalik patah puisi Jokpin yang kadang melankolik dan sinis tapi penuh emosi dan ironi.

"pandemi sudah terlalu lama
rindu tidak banyak berguna
bahasa kadang mati rasa"

Tertarik sisipan tentang Chairil yang mengembara di sekitar larik puisi. Ada beberapa yang aku sangat suka-- Curhat Kepada Ibu, Lorong (selamat malam, dokter!) juga beberapa puisi bertema kursi yang bersalingkait.

"rindu boros daya
malam tinggal setengah giga
tinggal beberapa calon orang gila
berkeliaran di linikala"

Semoga sentiasa sehat dan terus menulis, Pak!
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
April 30, 2024
Salah Piknik sudah ada lama dalam daftar wishlist. Seharusnya memang dibeli saat masih pandemi, sehingga puisi-puisi yang terbaca masih sangat terasa relevan.

Tapi pandemi sudah lewat. Pemilu juga sudah lewat. Yang masih sering dijumpai adalah Lapak Buku Bajakan.

DI LAPAK BUKU BAJAKAN

Di lapak buku bajakan
negara belanja buku-bukuku
sambil pura-pura bertanya, "Ini asli, kan?"

Kami sedang merayakan secangkir royalti
di kedai minum, tidak jauh dari mereka
Chairil tertawa dan berkata:

"Sudahlah, gaes, jangan
terlalu berharap kepada negara.
Berharaplah kepada senja, hujan dan kopi."
Profile Image for Sintia Astarina.
Author 5 books359 followers
February 12, 2021
Satu lagi penyair Indonesia yang karyanya bercerita soal pandemi dan diterbitkan dalam buku puisi. Salah Piknik adalah buku kumpulan puisi Joko Pinurbo yang berisikan refleksi sosial yang dikemas dalam bentuk satir dan ironi.

Bila dianalogikan seperti makanan, Salah Piknik ini adalah menu spesial dengan topping lengkap. Selain lebih ekstra karena dilengkapi berbagai ilustrasi warna-warni yang sama kerennya, buku ini rasa-rasanya dapat mewakili segala karut-marut yang terjadi setahun belakangan ini: ketakutan, kegalauan, kejenuhan, tapi di balik itu ada kebahagiaan, keikhlasan, juga syukur tiada tara. Ini bisa jadi semacam kaleidoskop 2020, tapi dalam versi puisi.

Yang aku rasakan, penulis benar-benar mengamati sekelilingnya, mulai dari hal besar yang jadi perhatian negara sampai dunia, hingga hal-hal kecil yang kadang luput, tapi sebenarnya sama berharganya. Mulai dari nakes yang berjuang mati-matian melawan virus korona, masyarakat yang kehilangan pekerjaan, Indonesia yang berduka atas kepergian orang-orang tercinta, juga refleksi di dalam diri.

Berikut ini tulisan Mas Jokpin yang aku favoritkan.

Yang bikin merinding dan berkaca-kaca (belum sampai nangis):
1. Khotbah di Atas Becak
2. Yesus Naik Ojek

Yang bikin ngikik sampai tertegun:
1. Kaki Meja
2. Pengejaran

Yang bikin kaget karena tiba-tiba air mata ngucur begitu aja:
1. Sapardi
2. Requiem -J.O

Lewat Salah Piknik, pembaca diajak untuk kembali mundur sebentar, mengambil sebanyak mungkin makna, lalu menyiapkan diri untuk hal-hal baru di depan mata. Pada akhir buku, kita pun semakin diingatkan bahwa "Beginilah hidup, ada yang pergi, tapi ada yang datang kembali".

Memang, meski ada nelangsa yang masih membekas setelah menamatkan buku ini, puisi-puisi Jokpin selalu layak dinanti.
Profile Image for Nike Andaru.
1,643 reviews111 followers
January 4, 2023
2 - 2023

Buku pertama hasil sale Gramedia 50% yang baru saja datang hari ini sudah selesai. Ya buku kumpulan puisi ini memang buku sekali duduk, tapi saya mah yakin bikin puisinya gak bisa sekali duduk.

Kumpulan puisi ini dibuat mulai tahun 2020, tahun dimulainya virus corona menyebar lalu meluluhlantakkan dunia.

Judul favorit : Dari Mata ke Mata dan Natal 2020
Profile Image for Arystha.
323 reviews11 followers
January 15, 2022
40 puisi Jokpin selama masa pandemi tahun 2020 terangkum dalam buku ini dan dihiasi oleh ilustrasi-ilustrasi Alit Ambara. Ada puisi tentang Yesus, media sosial, korona, hujan, dan topik-topik sederhana lain khas Jokpin. Favorit saya adalah puisi 'Khotbah di Atas Becak', yang saya kutip beberapa baitnya:

...

"Di sini becak tetap hidup ya, Pak?"
"Hidup ini konon seperti roda. Dulu
orang-orang kampung tersihir kota.

Kini orang-orang kota ingin menepi
ke kampung agar bisa mendengar
suara burung, suara air, suara sunyi,
suara malam, suara maut."

"Apa kaitannya dengan becak?"
"Becak akan senantiasa dirindukan
sebab manusia tetap butuh mengerti
perihal lambat, nikmat, dan selamat.
Zaman terus berganti, tetapi aroma
sayur lodeh, tempe garit, dan sambal
yang dimasak seorang ibu akan
selalu membayangi hidup anaknya."

...
Profile Image for Angga Bismoko.
5 reviews
May 6, 2021
4.4 - Buku kumpulan puisi “Salah Piknik” karya @jokpin.jogja ini mengisahkan beberapa momen yang terjadi akibat corona. Beberapa ditampilkan dalam kalimat indah yang menimbulkan haru, sebagian lainnya tersusun menjadi puisi yang mengundang gelak tawa. Sangat menyenangkan membacanya, sebagai kumpulan puisi karya Joko Pinurbo yang pertama saya baca.
Lima judul puisi favorit saya dalam buku ini:
- Juminar
- Khotbah di Atas Becak
- Menghadap Kursi
- Pengejaran
- Perdangan Senja
Selanjutnya akan berburu Perjamuan Khong Guan dan Sepotong Hati di Angkringan.
Profile Image for Lila Cyclist.
855 reviews71 followers
January 1, 2022
Seneng banget akhirnya punya buku ini. Selain tentang pandemi, ada juga tentang puisi reliji.

Adios 2020
Saya menyudahi tahun 2020
dengan mengoleskan ampas kopi
pada pelupuk mata yang merah
Setelah mengoleskan ampas kopi
pada pelupuk mata yang lelah,
saya menghadap cermin. Di dalam
cermin muncul mendiang Ayah
mengucapkan Alhamdulillah

Sempet baca puisi berjudul Natal 2020.
Silahkan mampir ke podcast Lila Bercerita https://open.spotify.com/episode/2CMo...
Profile Image for Sekar Ayu.
8 reviews4 followers
February 18, 2021
Pak Jokpin selalu bisa mengambil sesuatu yang kelihatan biasa saja dan diolah menjadi puisi yang luar biasa. Bermain kata-kata sederhana tapi maknanya dalam. Dalam buku ini Jokpin juga menangkap fenomena2 yang lahir karena pandemi. Perubahan2 yang entah disadari atau tidak telah menjadi bagian dalam kehidupan setelah pandemi. Lucu dan jleb.
Profile Image for Wahyudha.
444 reviews1 follower
April 9, 2021
Saya tak kapok untuk menyelami dan menikmati puisi mbah Joko Pinurbo. Apalagi jika puisinya menyoal pandemi. Kepekaan pak Joko terhadap situasi memang patut diapresiasi. Tengoklah pandemi dalam ruangan puisi pak Joko Pinurbo ini.
Profile Image for Udji Kayang.
Author 2 books12 followers
February 17, 2021
Puisi pembukanya oke banget, tapi setelahnya beberapa terasa biasa saja, masih kurang dibandingkan buku-buku Jokpin terdahulu.
Profile Image for v.indrawati.
35 reviews1 follower
July 19, 2021
Puisi favorit saya:

Bocah yang oleh temannya
sering dibilang goblok itu
tahu banget cara membangun
pagi yang baik: bangun tidur
terus menggantungkan
cita-citanya di tali jemuran.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for yulian.
33 reviews2 followers
September 14, 2024
Kenang-kenangan manis yang akan selalu diingat dari Pak Jokpin. May his soul rest in peace.
Profile Image for Hopefuelly.
6 reviews
January 19, 2025
Buku tipis berisi kumpulan kata dan kalimat yang merangkum berbagai kesan dan pesan dari masa serba bingung saat itu. Banyak nyesss-nya huhu
Profile Image for Mark.
1,284 reviews
March 14, 2021
Yesus - dengan mantel dan masker - naik ojek
melintasi jalanan lengang di bawah rincik hujan,
membawa lima roti, dua ikan, dan satu mangga,
mau menengok teman-teman-Nya yang sudah lama
tak bisa kerja karena pandemi virus korona.
Profile Image for Lilian.
168 reviews11 followers
November 20, 2021
kenang-kenangan dari Jokpin untuk kita semua. supaya bertahun mendatang, kita semua mudah mengingat apa-apa saja yang terjadi selama tahun pandemi korona. Jokpin mengemas nuansa duka, cemas, sepi, dan komedi yang ironis sepanjang tahun 2020 yang penuh berita virus dalam tulisan-tulisan yang lugas.

Tubuhku pohon hayat yang tumbuh di atas wadas,
Tumbuh dan tumbuh saja seperti doa yang pasrah
dan tak banyak meminta. Terima kasih, ya, terima
saja. Amin, ya, amin saja.
Profile Image for Launa.
239 reviews51 followers
August 23, 2025
"Perjalanan adalah cara merindukan kamar sumpek yang berantakan, bantal kecut yang menenangkan, tetes air dari keran bocor yang membuat malam terasa merdu, cangkir kopi bergambar asu, kursi kerja yang pegal linu kakinya, dan laptop tua yang rajin melahirkan kata." (Puisi "Pesawat Pagi")

Puisi favorit: Hujan di Atas Instagram, Tak Ada Lagi, Khotbah di Atas Becak, Kursi Tunggu, Wajah Bulan, Kebahagiaan Saya, Kursi Pangku, Menghadap Kursi, Curhat Kepada Ibu, Kaki Meja, Pengejaran, Di Lapak Buku Bajakan, Punggung Ibu, Salah Piknik, Iklan Peranti Tidur, dan Cinta yang Jatuh.
Displaying 1 - 24 of 24 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.