Jump to ratings and reviews
Rate this book

Menjadi Manusia Menjadi Hamba

Rate this book
Gaya hidup modern, di samping menawarkan berbagai kenikmatan dan kemudahan hidup, kerap membuahkan dehumanisasi. Banyak manusia seolah kehilangan kemanusiaannya, kehilangan fitrahnya-khususnya dimensi spiritual.

Lalu, seolah merespons fenomena itu, tak sedikit yang kemudian secara ekstrem memilih "jalan spiritual", sampai-sampai memancang visi lenyapnya diri dan tak lagi peduli dengan situasi duniawi. Tugas manusia sebagai khalifah pun jadi terabaikan.

Buku ini membahas sekaligus fitrah kemanusiaan dan tanggung jawab kehambaan. Dengan pembahasan yang populer dan bahasa yang ringan, penulis mengajak pembaca mengenali mandat manusia di muka bumi ini: menjadi manusia, sekaligus menjadi hamba.

309 pages, Paperback

Published November 1, 2020

58 people are currently reading
360 people want to read

About the author

Fahruddin Faiz

18 books109 followers
Fahruddin Faiz adalah doktor ilmu filsafat di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Ia kini selain sebagai dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), juga menjabat sebagai Wakil Dekan I di Fakultas Ushuluddin (teologi Islam).

Sudah sejak 2013, tiap malam Rabu di setiap pekannya, Pak Faiz, panggilan akrabnya, menjadi pengisi materi dan pemantik diskusi kajian filsafat di Masjid Jendral Sudirman.

Fahruddin Faiz lahir di Mojokerto pada 16 Agustus 1975. Dia meraih S-1 dari Jurusan Aqidah dan Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1998), S-2 dari Jurusan Agama dan Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2001), dan S-3 dari Jurusan Studi Islam UIN Sunan Kalijaga (2014).

Selain menjadi dosen dan wakil dekan di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, penerima Short-Course on Research-Management, NTU Singapura (2006) dan Short-Course on Islamic-Philosophy, ICIS (International center for Islamic Studies), Qom, Iran (2007) ini juga merupakan seorang penulis yang cukup aktif.

Beberapa karyanya antara lain: Menjadi Manusia, Menjadi Hamba; Menghilang, Menemukan Diri Sejati; Hermeneutika Qur’ani: Antara Teks-Konteks dan Kontekstualisasi; Tafsir Baru Studi Islam dalam Era Multikultural; Transfigurasi Manusia (Terjemahan); Perempuan dalam Agama-Agama Dunia (Terjemahan); Filosofi Cinta Kahlil Gibran; Bertuhan Ala Filosof (Terjemahan); Aku Bertanya Maka Aku Ada; Handbook of Broken Heart; Risalah Patah Hati; Filosof Juga Manusia; Sebelum Filsafat; Memaknai Kembali Sunan Kalijaga; Dunia Cinta Filosofis Kahlil Gibran; dan beberapa judul buku lain. Dia juga masih aktif memberikan ceramah keagamaan, khususnya bertema filsafat ke sepenjuru Nusantara.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
107 (54%)
4 stars
72 (36%)
3 stars
13 (6%)
2 stars
3 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 44 reviews
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,406 followers
April 25, 2022
Bahasannya menarik sekali. Secara umum buku ini dibagi menjadi 3 bagian: manusia, waktu dan penghambaan. Pak Faiz yang dikenal dengan 'ngaji filsafat'-nya juga terasa ciri khasnya di buku ini. Pada setiap tulisan ada sudut pandang filsafat baik dari Yunani kuno, Barat, sampai Cina yang kemudian Pak Faiz bahas dari sisi agama Islam. Untuk yang tidak begitu familiar dengan filsafat jangan khawatir, buku ini membahasnya dengan santai dan dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.

Namun secara umum saya memang kurang suka format buku non-fiksi yang naratif seperti ini. Rasanya seperti membaca teks pidato dan jadi kurang sistematis secara visual 😅
Profile Image for Arvia Maharhani.
231 reviews29 followers
December 25, 2021
Selama baca buku ini, aku merasa sedang mendengarkan Ngaji Filsafat. Apa yang Pak Faiz tulis di buku ini sangat mirip dengan cara beliau bercerita di Ngaji Filsafat. Meskipun ada kalimat yang diulang-ulang, tapi aku merasa kalau ini memang ciri khas beliau ketika bercerita. Jadi aku sedikit memaklumi.

Poin yang disampaikan di buku ini cuma tiga: manusia, waktu, dan penghambaan. cara penyampaiannya juga ringan, menggunakan pendekatan agama dan filsafat, dan tentunya tidak terasa digurui atau ditekan selama membaca buku ini.
Profile Image for Al Muaishim.
18 reviews1 follower
May 17, 2022
"Tidaklah menyembah Tuhan dengan sempurna ia yang masih mengagungkan pikiran, kekayaan, jabatan, dan keduniannya"

Saya membeli dan membaca Menjadi Manusia Menjadi Hamba tulisan Fahruddin Faiz ini saat Ramadan tahun ini. Sebelumnya, saya sering mendengar dan menonton Ngaji Filsafat di podcast dan youtube. Saya suka tema ngaji Fahruddin Faiz, juga cara penyampaiannya yang adem dan disertai kelakar. Lebih-lebih, tahun ini saya bertekad untuk kembali ke akar, belajar memahami agama lagi dari nol. Saya mau belajar agama yang lebih dari sekadar penyampaian pahala dan dosa, surga dan neraka. Ngaji Filsafat ini salah satu sumber yang saya percaya cocok dengan cara belajar saya.

Buku ini dibuka dengan Pengantar Penulis, dan dilanjutkan dengan 3 bagian. Pengantar Penulis berisi kontradiksi peradaban manusia masa kini. Dibekali akal budi, alih-alih menjadi manusia yang philosophia (cinta kepada kebijaksanaan), manusia saat ini justru menjadi sosok yang misosophia (benci kepada kebijaksanaan). Manusia lupa akan fitrahnya menjadi hamba, fitrah untuk sadar akan kedudukan dan perannya sebagai manusia.

Bagian 1: Manusia menjelaskan tentang fitrah manusia, sesuai penjelasan Al Quran dan ilmu filsafat. Dalam Al Quran, manusia disebut dalam empat istilah: basyar, ins, insan, dan nas. Sedangkan dari segi filsafat, manusia dilihat dari tujuan akhir penciptaan, manusia adalah mikrokosmos, dan manusia adalah cermin Tuhan. Beragama adakah salah satu fitrah manusia, karena manusia adalah makhluk yang lemah. Tapi, yang kita sembah bisa jadi berbeda-beda. Bisa jadi seseorang menyembah Tuhan, bisa pula orang menyembah pikiran, gagasan, kekayaan, atau menyembah jabatannya sendiri. Manusia juga memiliki kecenderungan negatif, dan dalam Al Quran manusia diingatkan untuk berhati-hati. Oleh karena itu, dalam bermasyarakat ada norma, ada aturan, ada tradisi, agar hidup tertata rapi.

Manusia juga punya fitrah memiliki selera humor, menikah, berdoa, dan bermain-main dalam hidup. Pada tiap fitrah di atas, penulis merujuk pada Al Quran dan penjelasan secara filsafat. Membaca fitrah berdoa membuat saya haru. Mengutip Gandhi "Prayer is not asking,it is a longing of the soul", penulis mengingatkan betapa kecilnya manusia, dan betapa besar kasih sayang Allah. Ketika berdoa kepada Allah, kita terhubung denganNya secara nirkabel. Penting untuk memasukkan unsur merayu ketika kita berdoa kepada Allah.

Bagian 2: Waktu diawali dengan penjelasan tentang waktu linear, waktu sirkular, waktu subjektif dan waktu objektif, waktu eksistensial. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan istilah waktu dalam Al Quran, yaitu: ajal, dahr, waqt, dan 'ashr. Penulis juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu bagi seorang hamba.

Bagian 3: Penghambaan, membahas tentang Ibadah Lahir dan Ibadah Batin. Ibadah lahir adalah ibadah untuk melaksanakan syariat, untuk mencukupi lahir. Sedangkan Ibadah Batin atau makrifat, adalah ibadah yang dilakukan lebih dulu baru kemudian ada manifestasi lahir. Penulis menjabarkan ibadah lahir berupa rukun Islam yang dilaksanakan saat telah merasakan keikhlasan dalam beribadan dalam batin.

Saya membaca buku ini setelah saya membaca buku lain dengan tema serupa yang ditulis oleh penulis lain. Menurut saya, buku ini cocok dibaca oleh pembaca yang sudah tahu betul tentang syariat Islam (Ibadah Lahir). Buku ini bukan buku yang cocok dibaca jika pembaca betul-betul asing tentang teologi Islam. Sebelum membaca buku ini, penting untuk menjadikan diri ini gelas yang kosong, agar segala ilmu yang tertulis dapat kita terima dengan baik. Saat kita sudah siap dimasuki pemahaman baru, kita bisa meredefinisi pemahaman dan pemaknaan ibadah lahir yang telah kita lakukan sebagai bagian dari tradisi turun temurun. Saya merekomendasikan buku ini untuk kalian yang sedang dalam tahap learn, unlearn, dan relearn tentang agama. Untuk pembaca yang memahami bahwa religiusitas dan spiritualitas adalah dua hal yang berbeda dan ingin menyelami keduanya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Shadiq.
55 reviews2 followers
September 21, 2023
Kenapa terasa begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari? Agaknya terasa seperti bercermin yang merefleksikan identitas diri antara yang seharusnya serta mendekati ideal-ideal sempurna dengan yang sedang eksis berjalan menjalani kehidupan ini, yaitu diri saya sendiri. Hehehe

Sebagaimana yang disampaikan di pengantar, buku ini diambil dari narasi dan teks ngaji filsafat yang sebagian besar menuntut kemampuan auditory kemudian di transkripsi kedalam tulisan yang di kemas lebih rapi dalam tata kalimat yang dapat diatur serta dibenahi. Namun setiap teks memiliki otonominya sendiri sangat mungkin untuk dapat menginspirasi lahirnya makna-makna baru, keduanya secara tidak terelakkan menggiring pemahaman, membangkitkan imajinasi dan sekaligus membuahkan inspirasi yang tidak sama. Mudah-mudahan dari serba sedikit wawasan saya dapat memungut alias memulung sedikit himah dari kedua dialektikanya ^_^

Secara garis besar konten buku ini dalam rangka penyadaran secara hakiki manusia dan penghambaannya. Kontennya berisi tentang Manusia dengan segala fitrahnya, humornya, proses hidupnya dalam pernikahan, keterbatasan dan pengakuan ketidak berdayaanya dalam doa dan bagaimana menikmati permainan serius dalam hidup yang main-main ini serta mempertanyakan reputasi yang dibentuk dan dipertahankannya dalam dunia sosial. Kemudian bagian kedua dilanjut dengan kesadaran akan waktu agar dapat mewaktu dalam durasi yang serba terbatas ini dalam rangka pemenuhan tugas kehambaan dan hakikatnya adalah bagian dari fitrah kemanusiaan kemudian menjadi manusia sejati yang berarti manusia yang sadar akan hakikat kehambaannya. Bagian ketiga atau yang terakhir, adalah bekal manusia sebagai bentuk penghambaan baik ibadah dalam bentuk lahir dan batin yang keduanya harus sejalan dengan pemenuhan kodrati manusia yang juga sekaligus sebagai hambaNya. Jadi, jika ditarik benang merahnya dari konten buku ini seperti ibarat perjalanan yang saling melengkapi pada esensinya masing-masing untuk menjadi Manusia dan Menjadi Hamba di dunia.

Seperti biasa, ada beberapa bukunya Pak Faiz yang sudah dibaca sebelumnya tetap masih istqomah dengan gaya bahasa yang sangat membumi dan terutama pada bagian-bagian falsafahnya terasa nikmat untuk dicerna, kemudian hadir dan hidup pada eksistensi manusia yang menikmatinya. Karena pada dasarnya kita adalah satu-satu makhluk yang berbicara & berpikir, sang masterpiece dunia sebagai tujuan akhir dari penciptaan alam semesta untuk mengada dalam durasi yang sementara.

Lagi, lagi dan lagi..terima kasih atas kumpulan hikmah ini, yang mana saya hanya baru bisa memulung beberapa diantaranya ^_^

Kutipan dalam buku:
"Tidak ada tumbuhan & hewan yang bisa membantah manusia"-Hal:27
"Kendati kita menjadi wakil-Nya, tapi jangan lantas kita merasa bisa naek level menjadi Tuhan"-Hal:43
"Tidak ada orang tidak menyembah apapun. Mungkin ada orang yang tidak percaya Tuhan, tidak mau mau menyembah Tuhan, tapi dia menyembah pikiran, gagasan, kekayaan, atau menyembah jabatannya sendiri"-Hal:45
"Kalau Anda berdoa tidak segera dikabulkan, bersyukurlah. Allah masih ingin asyik bersama Anda"-Hal:47
"Ruhaniawan agama apapun--yang tidak punya sense of humor, kaku, ngamukan, dia belum lulus jadi orang suci"-Hal:55
"Belajar filsafat berarti kita belajar tertawa, gembira, menertawai hidup dan menertawai diri sendiri"-Hal:88
"Apapun yang terjadi menikahlah. Kalau Anda dapat istri yang baik, Anda akan bahagia. Kalau Anda dapat istri yang tidak baik, Anda akan menjadi filsuf-Socrates"-Hal:109
"Seperti apapun pasanganmu, itulah tantanganmu. Bukan tantangan untuk mengubahnya, tapi tantangan untuk menjadikan diri Anda semakin baik, semakin berkualitas, membuat Anda menjadi orang yang lebih baik"-Hal:125
"Jangan berdoa meminta hidup yang mudah, tapi berdoalah agar menjadi orang yang kuat menghadapi persoalan-persoalan yang besar"-Hal:144
"Kalau ada orang yang hidupnya serius terus, tidak ada waktu santai--tidak pernah sama sekali rekreasi, main, atau guyon--berarti dia tidak sejati sebagai manusia. Ia kehilangan fitrahnya"-Hal:181
"Bila hidup Anda adalah permainan, nikmatilah setiap naik-turunnya gelombang permainan hidup. Serunya disitu. Terkadang Anda tertawa ketika sukses, terkadang menangis karena sedih, tapi ingatlah, itu hanya akting"-Hal:196
"Bermainlah dalam permainan, tapi jangan main-main. Hidup ini permainan. Mau tak mau kita harus bermain, tapi jangan cuma main-main. Seriuslah. Mainlah dengan sungguh-sungguh, tetapi permainan jangan di persungguh"-Hal:202
"Ketika kita bisa memadukan kerja dan permainan, itulah puncak pencapaian hidup"-Hal:214
"Yang penting jadi orang baik, tidak perlu berpikir apakah orang akan melihat Anda Baik"-Hal:220
"Jika tiga dunia dapat Anda kuasai, yakni masa lalu, masa kini, dan masa depan, maka naik turunnya hidup tidak lagi berpengaruh pada Anda. Ketika di bawah, Anda tidak merasa kesakitan, dan ketika diatas Anda tidak akan lupa diri"-Hal:234
"Masa lalu dan masa depan itu tidak ada. Maka ketika Anda galau oleh sesuatu di masa lalu atau tentang masa depan, sebenarnya Anda menggalaukan sesuatu yang tidak ada"-Hal:239
"Waktu ada kendaraan untuk mengada, untuk membuat diri seseorang ada"-Hal:244
"Bercahayalah seterang-terang sekarang juga. Kendati saat ini tidak ada yang bisa melihat cahaya Anda, mungkin suatu saat nanti cahaya itu akan dinikmati orang-orang setelah Anda"-Hal:245
"Di antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia, sebagai tanda Allah menelantarkannya"-Hal:256
"Siapa pun yang mengaku wali tapi masih sering takut; takut miskin, takut kalah, takut jatuh, takut macam-macam, berarti dia bukan wali"-Hal:287
"Jangan salah, ketika membantu orang karena kasihan, itu juga kesombongan. Memangnya Allah tidak bisa menolong dia, samapai kita yang harus menolongnya"-Hal:294
Profile Image for Rama.
14 reviews
March 2, 2025
Buku ini menjelaskan komponen-komponen yang melingkupi kita sebagai manusia, yang memiliki hak untuk menikmati hidup dan memiliki tanggungjawab sebagai hamba Allah
Profile Image for Siraa.
260 reviews3 followers
August 25, 2021
Sebuah buku yang sungguh menentramkan. Awalnya saya kira ini adalah buku islami yang preachy tentang agama dan ternyata saya salah. Memang bahasan utama buku ini tentang Islam tapi ulasannya sangat fleksibel. Isi buku ini sederhananya hanya tiga; Manusia, Waktu dan Ibadah.

Sebelum memberikan ajaran tentang Ibadah terlebih dahulu buku ini memberikan pondasi tentang manusia dan segala perannya. Apa peran bermain, berdoa dan waktu dalam perjalanan hidup sebelum dijejali perjalan hati seorang sufi dari syariat sampai hakiki. Bahasan bukunya sangat sesuai dengan judulnya. Bagaimana cara menjdi manusia dalam kaitannya dengan dunia dan bagaimana menjadi seorang hamba dalam kaitannya dengan akhirat kelak.
Profile Image for Lilbookworm.
25 reviews2 followers
January 23, 2022
Blurb:
Gaya hidup modern, di samping menawarkan berbagai kenikmatan dan kemudahan hidup, kerap membuahkan dehumanisasi. Banyak manusia seolah kehilangan kemanusiaannya, kehilangan fitrahnya-- khususnya dimensi spiritual.

Lalu, seolah merespons fenomena itu, tak sedikit yang kemudian secara ekstrem memilih "jalan spiritual", sampai-sampai memancang visi melenyapkan diri dan tak lagi peduli dengan situasi duniawi. Tugas manusia sebagai khalifah pun jadi terabaikan.

Buku ini membahas sekaligus fitrah kemanusiaan dan tanggung jawab kehambaan. Dengan pembahasan yang populer dan bahasa yang ringan, penulis mengajak pembaca mengenali mandat manusia di muka bumi ini: menjadi manusia, sekaligus menjadi hamba.

-

Membaca bukunya Pak Faiz tak pernah membosankan, banyak sekali hal menarik yang bertebaran di buku ini. Bukunya di bagi menjadi tiga bab, bab pertama membahas perihal menjadi Manusia yang sesuai dengan fitrahnya. Maka untuk menemukan kebahagiaan dalam hidup ini, sebagai manusia kita harus kembali ke fitrahnya. Jangan sampai kita menjadi manusia yang tidak manusia lagi.

Lalu bagian kedua membahas perihal Waktu, pada pembahasan waktu ini, terdapat banyak sekali ideologi dari para filosof yang disematkan. Karena memang tak semudah itu untuk mendefiniskan waktu. Terdapat banyak ragam pembagian waktu, seperti waktu sirkuler, linear, waktu subjektif, waktu objektif, maupun waktu eksistensial. Apalagi dua tokoh filosof seperti Plato dan Aristoteles juga tersebut dalam bab ini, yang tentunya membuat penjelasannya menjadi kian menarik.

Pada bab terakhir, pembaca akan diajak untuk menuju pada Penghambaan. Bagaimana ibadah yang dilakukan manusia, bukan hanya ibadah yang lahiriah saja, yang terlihat. Namun juga ibadah batin. Dimana kita sebagai manusia bermunajat pada Allah. Tentunya untuk bisa melakukan ibadah batin ini tidaklah mudah karena manusia harus dapat mensinkronkan antara pikiran, ucapan, dan perbuatannya. Maka, sebagai manusia kita diciptakan untuk menjadi khalifah, yang dapat menjadi manusia yang manusiawi namun tidak mengabaikan tugasnya menjadi hamba.
#bookstagram #bookstagramindonesia #booklover #bookaesthetic #bookreview #bookaddict #bookphotography
Profile Image for Kiky ☆.
140 reviews5 followers
November 12, 2024
Buku ini adalah buku filsafat islam pertama yang aku baca, sekaligus tulisan pertama Ustadz Fahruddin Faiz yang aku baca.

Kalau dilihat dari berapa lama aku menghabiskan untuk menamatkannya memang lama sekali, dari bulan Januari ke November. Tapi aku rasa setelah menamatkannya, buku ini tidak terlalu buruk atau melulu 'diceramahi' sebagaimana aku menganggap buku non-fiksi pada umumnya.

Bab-bab awal aku memang kesulitan, bab pertengahan aku stop lumayan lama karena bahas pernikahan wkwk. Saat ini aku ini punya ego tinggi buat belum siap baca apapun yang menyangkut pernikahan, tapi nyatanya aku sungguh tertarik hingga berhasil melewatinya. Sekaligus malah suka dengerin kajian tentang pernikahan dan ikut course pernikahan rekomendasi dari teman.

Yang menarik adalah 2 bab terakhir dan aku rasa sulit buat menolak memberi bintang tambahan untuk nilai buku ini di endingnya wkwk. Oh ya, selama ini aku tumbuh besar di lingkungan yang selalu melakukan manakiban untuk Syaikh Abdul Qodir Al Jailani. Tapi ya karena dari kecil aku tidak pernah dijelaskan apa faedah dan bagaimana riwayat hidup beliau (atau mungkin sudah, tapi aku lupa, mengabaikannya atau memang tidak bisa memahami) jadi selama ini, aku melakukan hanya dari lisan saja tanpa tau ternyata beliau ini sungguh wali Allah yang sangat mulia. (aku mungkin tertarik buat cari tahu beberapa buku beliau. fyi, di buku ini juga dijelaskan apa saja buku beliau)

Tulisan beliau sungguh enak dibaca, enjoy dan menurutku gampang dicerna. Terlebih beliau ini memberikan banyak BANYAK sekali kutipan dari ahli agama, ilmuwan, wali dan lain-lain. Jadi tidak melulu kutipan dari Al-Qur'an dan hadist. Beneran ternyata belajar filsafat agama sendiri se-enjoy ini. Meski pada kenyatannya aku memang menyadari kalau tidak tahu apa-apa, tapi dari sini bakal banyak belajar dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya.

Ada banyak kutipan buku ini yang aku suka, tapi sepertinya lebih baik aku fotokan saja di bookstagram aku hehe. Karena bakalan panjang banget disini.

Semoga Allah selalu Melindungi dan Membimbing kita dimanapun kita berada. Aamiin.
30.01.2024 - 12.11.2024
Profile Image for Nur Rokhmani.
256 reviews6 followers
January 23, 2022
💞Heartwarmer sekaligus bikin Mikir!!!💞

💫 Menjadi Manusia Menjadi Hamba
✍ Fahruddin Faiz
📚 307 halaman
🗂 @nourapublishing

💫 Sejatinya, ketika kita menjadi manusia yang benar sesuai fitrahnya, maka kita juga sekaligus menjadi hamba. Penghambaan adalah salah satu fitrah dasar kita.

Buku ini adalah buku islam populer yang menurutku mendasar sekali bahasannya: Tentang Manusia, tentang waktu, dan tentang penghambaan. Ketiganya dibahas dengan bahasa filosofis, mendasar, mengakar, tetapi terap ringan, dan mudah dipahami.

👨‍🦰👩‍🦰 Di bagian Manusia, pembahasan dimulai dengan Fitrah. Apa saja fitrah manusia, bagaimana fitrah itu bisa rusak, dan bagaimana kita menjaganya. Dilanjutkan dengan Humor, yang ketika ditelisik ternyata merupakan bagian dari fitrah kita sebagai manusia. Dibahas pula tentang pernikahan, doa, dan hidup yang adalah permainan dan senda gurau semata.

⏳ Bagian kedua adalah Waktu. Penulis berhasil mengupas waktu sebagai sesuatu yang penuh misteri. Sementara bagian ketiga, dibahas tentang penghambaan. Tentang Ibadah yang untuk itulah kita diciptakan.

💫 Banyak hal yang bisa kudapatkan dari buku ini. Bahkan hampir setiap bagian menjadi baris-baris penting yang harus kutandai.

👣 Oh, membacanya tidak bisa dengan kecepatan maksimal, rupanya. Targetku, buku ini kuselesaikan dalam waktu dua hari, rupanya ... aku butuh 3 hari lebih lama menyelesaikannya 😅😆

Oiya, banyak kawan yang tertarik ketika aku share cuplikan tentang pernikahan di buku ini. Serius, kalian bakal nemuin banyak hal lain yang bikin kalian tertarik untuk baca buku ini!

⚜⚜⚜
Tidaklah menyembah Tuhan dengan sempurna ia yang masih mengagungkan pikiran, kekayaan, jabatan, dan keduniawiannya.—Menjadi Manusia, Menjadi Hamba.
⚜⚜⚜
Profile Image for Tia Raihana.
37 reviews7 followers
February 22, 2022
Buku ini merupakan buku filsafat yang membahas tentang peran kita sebagai manusia sekaligus sebagai hamba. Terdiri dari 3 bagian utama yaitu Manusia, Waktu dan Penghambaan. Pembahasannya sangat deep namun dirangkai dengan pemilihan diksi yang mudah dipahami oleh pembaca.

Buku ini mampu mengajak pembaca untuk belajar memahami fitrah sebagai manusia dan bisa menjadi pengingat diri yang mulai futur. Menariknya pembahasan dibuku ini erat sekali dengan Al-Qur'an dan hadist kemudian dikaitkan pula dengan pandangan secara psikologi dan teori filsafat dunia.

Jadi, membuat open minded banget sama pembahasannya. Dari buku ini aku jadi banyak menemukan kekurangan ku. Cocok banget buat bahan refleksi diri juga. Selain itu, dibuku ini penulis juga menampilkan cerita yang inspiratif.

Ini buku bagus dan jadi terfavorit jadi aku gak mau spoiler banyak. Adapun insight yg aku dapat dalam buku ini adalah ketika kita menilai diri kita rendah ingatlah bahwa kita manusia. Manusia itu makhluk ciptaan terbaik Allah. Jadi tidak pantas kalau kita menilai diri kita rendah krn sama saja kita menghina ciptaan Nya. Namun, jangan sampai semua itu membuat kita tinggi hati. Kita juga harus bisa menjalankan tanggung jawab kita sebagai abdullah dan khalifatullah.

Kualitas diri ditentukan oleh apa yg didengar, apa yg dilihat dan dibaca serta apa yg dirasakan. Maka dari itu dengarkanlah yg baik-baik, baca dan lihat yg bermanfaat. Namun jangan lupa untuk mempertajam hati. Karena hari ini banyak sekali orang yg hatinya padam sehingga hidupnya menjadi gelap.
Profile Image for Ferrial Pondrafi.
27 reviews
May 16, 2023
Dalam kata pengantarnya, Pak Faiz sudah mewanti-wanti bahwa ada otonomi masing-masing dari ceramah lisan dan karya teks. Tiap hal tersebut memberikan pengalaman berbeda yang tentunya tidak bisa disamakan satu sama lain.

Sebagai penikmat ceramah dari Pak Faiz, mau tidak mau saya pun terjebak dengan kesan yang saya buat sendiri ketika membaca buku ini, buku yang merupakan penulisan ulang dari ceramah-ceeramah tematik beliau. Dan hasilnya seperti yang bisa diduga, bahasa teks yang terasa kurang fleksibel jika dibandingkan dengan bahasa lisan beliau.

Ya, bahasa lisan atau ceramah Pak Faiz tentu melibatkan beragam faktor seperti tempo, jeda antarkalimat, hingga gelak tawa, yang menjadikan pengalaman auditoris terasa lebih mengena dan emosional bagi pendengarnya. Ini yang kurang dalam bahasa teks, sehingga kesan yang timbul saat membaca pun terasa datar.

Saya yakin editor buku ini telah berupaya semaksimal mungkin untuk memindahkan bahasa lisan Pak Faiz ke dalam bahasa teks yang mudah dibaca. Dan hal tersebut saya yakin tidaklah mudah. Pada akhirnya buku yang Pak Faiz tulis secara langsung akan terasa jauh lebih mengalir dibandingkan alih media seperti ini.

Namun, bukan berarti buku ini tidak layak baca. Sebab, masih banyak sekali berserakan hikmah dan pelajaran menarik yang bisa kita ambil satu per satu dari setiap halamannya.

Profile Image for ND Ratna .
115 reviews
May 6, 2025
hmm ternyata yg ini aku kurg begitu suka karena pembahasannya yg sangat meluas. awalnya bercerita tentang fitrah seorang manusia lalu waktu, lalu doa dan masih banyak lagi lainnya.
pembawaannya memang bagus tapi karena sangat luas jadi seperti loncat-loncat tema.
bagusnya ada banyak pemahaman yang membuat aku berpikir iya juga ya.
misalnya saat berdoa, kita sedang meminta tapi mintalah dgn memuji Allah dulu jgn lgsung minta krn t namanya perintah.
ada lagi kisah tentang sahabat nabi yg merasa khusyuk ketika di masjid tapi setelah di rumah hahaha hihihi. ia menganggap seperti org munafik tapi manusia tidak boleh terlalu serius tapi juga tidak boleh terlalu bercanda.
kita harus bisa bermain agar dapat menikmati hidup bahkan saat susah tapi jgn sampai dipermainkan oleh permainan yg kita mainkan.
Profile Image for Mellysiana Sundahana.
1 review
August 13, 2025
Buku terbagi jadi 3 bagian.
1. Manusia -> Manusia diciptakan dengan fitrah. Fitrah manusia kalo dilakukan sesuai porsinya yaaa bikin bahagia. Pemenuhan fitrah manusia itu tugas dari kehambaan, begitu juga sebaliknya.
2. Waktu -> Mendefinisikan waktu itu cukup rumit, yang jelas ia berjalan. Bisa menguasai masa lalu, masa kini, dan masa depan itu oke banget. Fokus ke masa kini, karena masa kini itu bakal jadi masa lalu beberapa saat kemudian.
3. Penghambaan -> Ilmu Allah ada ilmu lahir ada ilmu batin. Keduanya dibutuhkan, keduanya harus seimbang.

Buku yang menarik. Buku yang bikin berefleksi dan mengevaluasi diri setelah baca. Buku yang menjawab pikiran-pikiran, "Apa esensi manusia diciptakan?". Buku yang menyadarkan beberapa hal yang dianggap sepele ternyata harus dimaknai lebih dalam. Terima kasih, Pak Faiz!
Profile Image for Aardbewoners.
49 reviews
December 14, 2022
The modern lifestyle, apart from offering various pleasures and conveniences in life, often results in dehumanization. Many humans seem to have lost their humanity, lost their nature—especially the spiritual dimension. Then, as if in response to this phenomenon, not a few then go to the extreme of choosing the "spiritual path", to the extent that they fix a vision of self-disappearance and no longer care about worldly situations. Human duties as caliphs are neglected. This book discusses at the same time human nature and the responsibility of servanthood. With popular discussions and light language, the author invites readers to recognize the human mandate on this earth: to be human, as well as to be a servant.
Profile Image for Nur'aini.
2 reviews
January 31, 2023
Buku ini menjelaskan secara jelas & detail tentang Manusia - Waktu - Penghambaan dari segi filsafat. Ciri khas Pak Faiz dengan ngaji filsafatnya, dijelaskan secara ringan sehingga mudah dipahami untuk bisa menjadi hamba kesayangan Tuhan.

Ada beberapa kalimat yang diperjelas dengan tulisan bold atau di highlight dengan frame mejadi pengingat dan mempermudah kita memahami pesan penting yang ada di buku ini.

Seperti membaca buku kuliah yang agak sedikit monoton dan teoritis hampir saja ingin menyerah ditengah perjalanan, tapi ternyata ada kepuasan tersendiri ketika berhasil menyelesaikan satu buku ini yang sudah dibaca lebih dari dua bulan *sigh*

Terima kasih untuk ilmu yang sudah dibagikan Pak Faiz, panjang umur kebaikan!
Profile Image for Ara.
11 reviews
October 22, 2021
Pertama kali mengenal nama Dr. Faiz dari seorang teman berkarya, yang sering mengirimkan cuplikan video Ngaji Filsafat. Setelah mendengarkan kajiannya beberapa kali, stigma akan filsafat yang kerap membikin dahi berkerut, runtuh seketika. Aku jadi punya premis baru. Bagaimana cara beliau mengaitkan pada nilai keislaman tidaklah memaksa sama sekali juga tidak menggiring opini di luar kesimpulan yang menjauhkan dari keislaman.

Buku ini menjembatani pemaparan ideal tentang kehadiran manusia di muka bumi yang mengarah pada satu kesimpulan bahwa manusia membawa dua tanggung jawab sekaligus, menjadi khalifahNya dan hambaNya.
Profile Image for sofie hana.
149 reviews2 followers
September 18, 2023
- It feels like I was listening to the Ngaji Filsafat youtube video while I read this book. Because the way he told us in this book was really like the way he explained on Ngaji Filsafat.
- So, this book contains three parts: Manusia, Waktu & Penghambaan.
- We can find some Philoshopy’s perspective from around the world, such as ancient Greek, Western, Chinese, and then Pak Faiz explained from the Islamic perspective.
- Highly recommended, especially if you are interested in Philoshopical and Islamic literatures topics.
Profile Image for Thoriq Fauzan.
37 reviews
December 8, 2023
Sejujurnya saya rasa buku ini masih di bawah ekspektasi saya. Membaca judulnya, saya kira akhirnya saya menemukan buku yang bisa menjawab keresahan saya akan kondisi umat Islam saat ini yang sepertinya terjebak dalam dua ekstremisme. Antara mereka yang mengejar akhirat saja atau mereka yang mengejar dunia saja. Sayangnya buku ini tidak menjawab hal itu sama sekali. Memang sih sempat disinggung, tapi cuma di kata pengantar. Selebihnya buku ini membahas hal-hal lain yang bahkan seringkali saya kesulitan mencari relevansinya terhadap tema buku ini.
12 reviews
March 9, 2023
Salah satu buku yg berdampak positif di hidupku, pada saat membaca buku ini entah mengapa, rasanya seperti mendengar pak Fahruddin bicara dgn gaya bicaranya yg khas. Buku ini entah mengapa gaya bahasanya ringan, tapi isinya kena banget. Rasanya hidup itu adalah hal yg ringan untuk dijalan kan. Kebijaksanaan pak Fahruddin tersampaikan lewat buku ini. Suka banget.
Profile Image for Dicky Aliswan Qomarullah.
43 reviews
December 4, 2023
apakah kita sudah menjadi seorang hamba yang benar, apakah benar hidup ini hanya sebuah permainan ?
memang buku yang menarik dari Dr. fahruddin faiz ini menggambarkan bagaimana hidup yang seimbang, antara humor dan dzikir, antara ibadah dan main - main. mungkin kalau kita ingin belajar apa itu tasawuf, bisa dimulai dengan membaca buku ini
Profile Image for Aida.
35 reviews2 followers
January 25, 2024
Memuat banyak penjabaran sudut pandang filsuf-filsuf mengenai berbagai hal terkait fitrah manusia.
In a humble way, Pak Faiz mengingatkan hakikat kita sebagai manusia. Dunia ini panggung sandiwara... tidak perlu terlalu 'serius' memikirkan dunia, tapi jangan kelewat abai juga karena kita punya tugas sebagai manusia.
Profile Image for Rifqi Maulana.
1 review
August 8, 2021
tertarik dengan filsafat kerana akun youtube ngaji filsafat, dari situ mulai ngulik tentang filsafat dan makin kagum sama sosok pak faiz ini. akhirnya coba beli buku ini dan ekspektasi terpenuhi. terima kasih pak faiz atas semua ilmu nya semoga berkah dan sehat selalu🙏🏻
Profile Image for nur'aini  tri wahyuni.
900 reviews30 followers
September 14, 2022
bahasanya ringan, isinya padat. sayang bab pembuka dan penutup nya kurang bikin nyaman. tapi ini enak dibaca kalau butuh tema religius yg ga terkesan menggurui.

kayanya pengen baca karya lain dari penulisnya.
21 reviews
February 1, 2023
Tulisan yang dapat menjelaskan secara sederhana perjalanan ibadah dzahir hingga batin. Komparasi dan kumpulan literatur yang disajikan juga dapat menjadi pengantar dalam belajar filsafat, mengingat Pak Faiz sendiri adalah dosen filsafat di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Profile Image for Achmad Faizal.
9 reviews
March 7, 2022
This book contains most Pak Faiz' lectures on YouTube. It's explained in a simple way and understandable. Highly recommended for those wanting see both perspective; as human being and as God' servant
1 review
April 10, 2022
Bagus bet..
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Mohd Jamizal.
72 reviews1 follower
March 5, 2023
Buku terbaik yang pernah dibaca menerangkan hakikat manusia. Menulis utk difahami. Perlu di baca berulang kali baru hidup akan bahagia kerana tercapainya maqam yakin. Luar biasa pak FF.
Displaying 1 - 30 of 44 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.