These are complex questions that we all ask ourselves at some point in life. But finding the right answers to these questions is not an easy task.
What if you could ask the great philosopher MARCUS AURELIUS?
In this book you will find...
★ 79 questions about life
★ MARCUS AURELIUS' answers inspired by his book Meditations and adapted to accessible, modern language
★ psychological reflections that explore the messages in more depth and help to gain a more positive attitude towards life
When you face challenges in relation to love, work, family, social relationships or health issues, these messages will help you gain perspective and raise your consciousness.
“” .......iyi insan olmayı hedefleyin ............duygularınıza ve düşüncelerinize kendinizi kaptırmayın .................ölüm döşeğindeki insanlar hayat boyunca yapmak istediklerini yapabilecek cesaretleri olmasını, daha az çalışmış olmayı, duygularını ifade etmek için daha fazla cesarete sahip olmayı, dostlarıyla daha fazla zaman geçirmiş olmayı ve ayrıca daha mutlu bir yaşam sürdürmüş olmayı dilemişlerdir ........................sizin kontrolünüzde olmadıkları İçin başkalarının zayıflıklarının ve kusurlarının kaybolmasını beklemek saçmadır ..............................sizi iyi bir insan kılan ilkeleri ve davranışları sevmeyi öğrenin, yolunuzu her şaşırdığınızda bunlara yeniden başvurun ..................................... kalıcı mutluluğun başkalarından değil, içinizden gelmesidir ........................................iç huzurunu ve bilgeliği ancak sen yaratabilirsin ..............................................bedeninizin sizi henüz yarı yolda bırakmamışken, ruhunuzun ondan önce teslim olması çok yazık ..................................................Eğer sürekli olarak etrafınızda size iyi gelen insanlar bulundurur, sizi cesaretlendiren kitaplar okur ve sizi içsel olarak geliştireni görselleştirmek üzere kendinizi eğitirseniz içinizdeki kıvılcım veya kuvvet harlanır ...............................size ilham veren ve hayatınızı güzelleştiren manevi gücünüzü bulmak ve içinizde yanan ateşi her gün harlamayı öğrenmek sizin elinizdedir ............huzuru içinizde arayın; örneğin meditasyon yaparak ya da psikolojinizi geliştirip zihinsel olarak güçlenerek arayabilirsiniz.Bu şekilde hiçbir dış etmen huzurunuzu bozamaz.
Buku yang sederhana dan sangat mudah dipahami. Menggunakan kalimat yang tidak baku sehingga membuat saya tidak bosan membacanya berlama-lama. Dan di setiap halamannya terdapat pertanyaan dari pencari kebijaksanaan, lalu tanggapan dari Marcus Aurelius dan terakhir Refleksi Psikologis.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di buku ini cukup relate dengan zaman now. Pokoknya banyak insight yang dapat diambil.
Salahsatu Bab Favoritku adalah tentang Menyenangkan Orang Lain... Marcus Aurelius mengingatkan kita betapa cepat atau fananya segala sesuatu dalam hidup. Sementara pendapat orang lain itu sifatnya sangat singkat, seperti sesuatu yang ditulis di atas pasir, mempertahankan nilai-nilai dan hati nuranimu adalah sesuatu yang bertahan lama, seperti menulis di atas batu.
"Jika mentimunnya pahit, buang saja. Jika ada duri menghalangi jalanmu, hindari. Cobalah untuk bersikap praktis. Jika ada sesuatu yang bisa kau hindari, hindarilah. Untuk hal-hal yang tidak dapat kau ubah, terima saja dan jangan bertanya: 'Mengapa semua ini terjadi padaku?'"
"Kita adalah makhluk fana dengan masalah yang juga fana."
Kumpulan kutipan dari Marcus Aurelius yang ada di buku Meditation. Disajikan menjadi seperti tanya jawab antara pertanyaan/pernyataan dari pencari kebijaksanaan dan tanggapan dari Marcus Aurelius. Ditambah refleksi psikologis.
Karena saya sudah baca buku Meditation jadi nggak banyak yang baru, tapi recalling.
Buku Stay positive with Marcus Aurelius ini adalah buku self development pertama saya yang saya baca perlahan-lahan Dan terkadang saya baca ulang. Buku ini mengajak pembaca untuk melihat hidup dengan sudut pandang yang lebih tenang dan rasional, terutama dalam menghadapi sikap dan perlakuan orang lain. Buku ini merangkum pemikiran filsuf Stoik Marcus Aurelius dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, sehingga cocok dibaca siapa saja.
Salah satu bagian yang paling berkesan bagi saya adalah ketika buku ini menekankan bahwa kita tidak perlu terlalu memikirkan tindakan atau sikap orang lain terhadap diri kita. Marcus Aurelius mengingatkan bahwa kita tidak punya kendali atas apa yang dipikirkan atau dilakukan orang lain. Yang bisa kita kendalikan hanyalah sikap dan tindakan kita sendiri.
Di bagian ini, pembaca diajak untuk fokus pada satu hal penting: tugas kita adalah menjadi pribadi yang baik, terlepas dari bagaimana orang lain memperlakukan kita. Jika orang lain bersikap tidak adil, kasar, atau menyebalkan, itu adalah urusan mereka. Tanggung jawab kita bukan untuk membalas atau menghakimi, melainkan tetap bertindak dengan nilai yang benar.
Pesan ini terasa sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan kerja atau pergaulan sosial, di mana sering kali kita mudah terpancing oleh sikap orang lain. Buku ini mengingatkan bahwa ketenangan batin datang saat kita berhenti menggantungkan kebahagiaan pada penilaian orang lain.
Sebagai orang yang sering sekalian pusing sekali dengan pikiran sendiri, dengan membaca buku ini, saya mulai terbuka Dan mulai belajar cara untuk tentang. Saya juga ingin belajar mengenai nilai-nilai stoik yang mungkin saja bisa membawa saya ke kedamaian Dan ketenangan hidup.
Secara keseluruhan, Stay Positive with Marcus Aurelius adalah buku yang membantu pembaca belajar menerima keadaan, mengelola emosi, dan hidup dengan prinsip kebaikan. Buku ini tidak mengajarkan untuk menjadi pasif, tetapi mengajarkan untuk menjadi bijak dalam memilih respons. Cocok dibaca bagi siapa pun yang ingin hidup lebih tenang dan fokus pada pengembangan diri.
“Kita memang tidak bisa mengatur apa yang terjadi di luar sana, tapi kita selalu punya kendali atas sikap dan respon diri kita.”
Inti dari buku ini sangat sederhana namun perlu rasa penerimaan dan kontrol diri yang luarbiasa. Ketika kita didahadapkan dengan keadaan yang terlalu sibuk menyalahkan keadaan, kita harus berhenti dan mulai fokus ke cara kita merespons masalah dan mencari solusi, bukan menyalahkan keadaan. Hal-hal sederhana yang sering kita alami, seperti marah, cemas, kecewa, atau merasa hidup tidak adil. Terutama ketika hidup yang kita harapkan tidak sesuai dengan yang kita rencakan, terkadang perasaan kecewa dan kesal pasti selalu muncul. Namun, kita harus berpikir rasional bahwa hidup pasti terus berjalan, dan tidak selalu berjalan sesuai skenario yang kamu buat.
Selain itu, hal yang paling saya rasakan adalah tentang ketenangan batin. Buku ini membuka sudut pandang bahwa emosi negatif sebenarnya bukan datang dari masalahnya, tapi dari cara kita menilai masalah tersebut. Jadi, yang perlu dibenahi bukan selalu situasinya, tapi pikiran kita sendiri terlebih dahulu. Ketika kita bisa mengendalikan pikiran negatif dan tidak langsung bereaksi berlebihan, apa yang ada di depan pasti akan lebih mudah untuk dijalankan/diselesaikan.
Buku ini juga banyak membahas soal menerima perubahan dan ketidakpastian hidup. Marcus Aurelius mengingatkan bahwa perubahan itu pasti, dan melawan kenyataan hanya akan membuat kita makin lelah. Daripada terus mengeluh, lebih baik menerima apa yang terjadi, belajar darinya, lalu tetap melangkah maju.
Secara keseluruhan, buku ini terasa seperti pengingat sederhana tapi dalam: untuk jadi pribadi yang lebih tenang, rasional, dan kuat, kita perlu mulai dari dalam diri sendiri. Bukan dengan mengubah dunia, tapi dengan memperbaiki cara berpikir, bersikap, dan bertindak setiap hari.
This book offers profound insights into Stoicism, addressing modern life’s challenges and the human behaviors that often lead to confusion and chaos. Through the lessons of Marcus Aurelius, the author provides thoughtful psychological reflections on each idea, helping to untangle the complexities of contemporary problems.
I truly appreciated this unique and timeless integration of philosophy and psychology, which deepens our understanding of human behavior and virtues.
By reflecting on each thought in a way that helps resolve patterns of human problems, this book remains both practical and accessible for every reader.
I believe Stoicism provides valuable guidance for understanding and navigating human emotions while cultivating calmness and resilience. This book beautifully illustrates Stoic virtues and shows how to apply them in our daily lives.
In an age where we face ethical dilemmas, existential questions, and a constant desire for self-improvement, this book thoughtfully contextualizes Aurelius’s ancient wisdom, making it deeply relevant to our time.
I highly recommend this book to anyone who loves philosophy and seeks a psychological perspective for deeper understanding.
1. Buku ini mengajarkan kita untuk tetap berfikir positif dengan cara, terus menerus memaparkan diri pada inapirasi positif yg mampu memengaruhi cara kita berpikir, berbicara dan bertindak , karna mempertahankan sikap positif dalam jangka panjang adalah hal yg mungkin diraih 2. Jika sdng dalam mengahdapi tantangan / kesulitan cobalah untuk fokus dalam mencari jalan keluar atas rintangan yang sedang dihadapi, jangan biarkan tantangan/ kesulitan itu menguasai dirimu. 3.untuk meraih apapun dalam hidup, hal yg utama adalah kita harus menginginkannya terlebih dahulu, agar cepat atau lambat kita akan berusaha dan menemukan cara untuk menggapai tujuan tersebut 4. Dari buku ini kita tau bahwa selama ini yg membuat kita menderita adalah opini kita sendiri, yg memikirkan ttng diri sendiri, apa yg dipikirkan org lain, ttng kehidupan dan segala persoalan hidupmu karna dalam hidup tidak semua nya selalu baik dan berjalan mulus, tapi kita bisa mengendalikan itu dengan pikiran dan tindakan serta fokus pada kebaikan, dan mengubah tantangan menjadi pertumbuhan diri. Jadi, kita harus membimbing diri kita agar tetap positive dalam menjalani dan mengahdapi tantangan hidup dengan menerapkan prinsip stoikisme.
Dalam buku ini, Marcus Aurelius mengajak kita mengakui bahwa hidup kadang tidak baik-baik saja. Tetapi, semua itu bisa dikendalikan melalui pikiran dan perilaku kita. Baca dan resapi pelan-pelan, kamu akan menemukan hal-hal yang beresonansi dengan kondisimu saat ini.”
keunggulan buku ini adalah harus tetap sesalu positive thinking tanpa melihat sisi negatif dan mengambil hikmah dibalik masalah Karena, berpikir positif akan membuat kita jauh lebih tenang, lebih terbuka dan terkadang ide baik pun akan bermunculan saat kita berpikir positif, masih ada yang lain di antaranya:
1.bahagia 2.motivasi 3.harga diri 4.kesehatan yang baik 5.hubungan yang lebih baik
Buku ini benar-benar praktis untuk mereka yang tidak punya waktu atau kesempatan untuk membaca 'Meditations' secara keseluruhan. Buku ini menyajikan pertanyaan dan pertanyaan yang setidaknya pernah melintas di kepala kita, kemudian menyandingkannya dengan pendapat Marcus Aurelius.
Sebuah perjalanan singkat yang menarik dan penuh perenungan.
The idea of this book was good, trying to help with real life case, but idk some case just doesn't sounds right. Idk whether it's translation problem or the same in the original version, but since it's only a few case that got this problem, this book still good to read
The best case is "what thing i should ask when pray to god"
Quick read with a philosophical explanation to some of the most common questions in life. The last answer of this book is just a summary to all of life's questions and problems.