Jump to ratings and reviews
Rate this book

Seni Menulis Fiksi

Rate this book
Seni Menulis Fiksi. Hal paling mendasar dalam fiksi maupun dalam musik adalah irama. Kau mesti memiliki gaya menulis yang apik, terasa alamiah, serta irama tulisan yang mantap, kalau tidak begitu, maka tak akan ada yang mau membaca tulisanmu. Aku mempelajari pentingnya irama tulisan lewat musik—utamanya musik jaz. Selanjutnya melodi—dalam kasus menulis, ini berarti bagaimana caranya menyelaraskan untai kata dengan irama. Kalau untai kalimat dalam tulisanmu punya irama yang lembut dan indah, maka kau akan lanjut pada tahap selanjutnya, yakni harmoni—nada dalam tulisanmu yang akan menopang untai kata-kata tersebut. Dan akhirnya sampailah pada bagian yang paling kusukai: improvisasi bebas. Cerita itu mengalir lewat saluran khusus, mengalir begitu lepas. Yang mesti kulakukan hanyalah mengikuti arus tersebut. Dan akhirnya aku menggapai sesuatu yang mungkin terpentng: perasaan telah menggapai puncak usai merampungkan sebuah tulisan, perasaan lega usai mengakhiri “pertunjukan-mu” dan kau merasa telah berhasil mencapai wilayah yang baru dan begitu berarti bagimu. Dan bila semua proses itu berjalan lancar, kau tingal membagikan hal-hal itu kepada pembacamu (audiensmu). Itu adalah puncak yang menakjubkan yang tak bisa diraih dengan cara lain.

138 pages, Paperback

Published June 13, 2020

1 person is currently reading
15 people want to read

About the author

Haruki Murakami

605 books133k followers
Haruki Murakami (村上春樹) is a Japanese writer. His novels, essays, and short stories have been best-sellers in Japan and internationally, with his work translated into 50 languages and having sold millions of copies outside Japan. He has received numerous awards for his work, including the Gunzo Prize for New Writers, the World Fantasy Award, the Tanizaki Prize, Yomiuri Prize for Literature, the Frank O'Connor International Short Story Award, the Noma Literary Prize, the Franz Kafka Prize, the Kiriyama Prize for Fiction, the Goodreads Choice Awards for Best Fiction, the Jerusalem Prize, and the Princess of Asturias Awards.
Growing up in Ashiya, near Kobe before moving to Tokyo to attend Waseda University, he published his first novel Hear the Wind Sing (1979) after working as the owner of a small jazz bar for seven years. His notable works include the novels Norwegian Wood (1987), The Wind-Up Bird Chronicle (1994–95), Kafka on the Shore (2002) and 1Q84 (2009–10); the last was ranked as the best work of Japan's Heisei era (1989–2019) by the national newspaper Asahi Shimbun's survey of literary experts. His work spans genres including science fiction, fantasy, and crime fiction, and has become known for his use of magical realist elements. His official website cites Raymond Chandler, Kurt Vonnegut and Richard Brautigan as key inspirations to his work, while Murakami himself has named Kazuo Ishiguro, Cormac McCarthy and Dag Solstad as his favourite currently active writers. Murakami has also published five short story collections, including First Person Singular (2020), and non-fiction works including Underground (1997), an oral history of the Tokyo subway sarin attack, and What I Talk About When I Talk About Running (2007), a memoir about his experience as a long distance runner.
His fiction has polarized literary critics and the reading public. He has sometimes been criticised by Japan's literary establishment as un-Japanese, leading to Murakami's recalling that he was a "black sheep in the Japanese literary world". Meanwhile, Murakami has been described by Gary Fisketjon, the editor of Murakami's collection The Elephant Vanishes (1993), as a "truly extraordinary writer", while Steven Poole of The Guardian praised Murakami as "among the world's greatest living novelists" for his oeuvre.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (21%)
4 stars
9 (47%)
3 stars
6 (31%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Rizky Fajar Adipratama.
55 reviews
August 9, 2024

Jadi, *Seni Menulis Fiksi* ini adalah buku yang keren banget, menggabungkan beberapa sumber dari Haruki Murakami tentang dunia menulis. Dari Jazz Messenger di The New York Times sampai pidato-pidato terkenal Murakami, semua dikumpulkan jadi satu buku yang super inspiratif.


Kalau kamu suka baca dan nulis, buku ini bakal jadi bahan bacaan yang mantap. Murakami ngasih insight tentang gimana dia melihat dunia fiksi, dari Reality A and Reality B hingga Abandoning a Cat Memories of My Father. Bener-bener nambah wawasan tentang cara pandang dan pengalaman Murakami yang bisa bikin kamu lebih paham gimana cara menulis yang bagus.


"Sejak pertama kali menulis novel, saya sangat ingin kata-kata saya mampu memicu respons fisik dalam pikiran para pembaca saya. Misal, beberapa pembaca saya kebelet minum bir setelah menamatkan 'Dengarlah Nyanyian Angin.' Sebagai penulis, respons semacam itu membuat saya amat senang."

Murakami juga bilang,

"Yang bisa kita lakukan hanyalah menghirup udara di masa kita hidup, sambil membopong beban khusus dari sang waktu, dan bertumbuh bersama seluruh kekurangan yang kita punya."
Ini menunjukkan betapa dalamnya pemikirannya tentang waktu dan beban hidup yang kita pikul.

Salah satu kutipan yang bikin mikir,

"Kalaupun kau menggali lubang yang sangat dalam untuk menyembunyikan sesuatu, sesuatu yang kau sembunyikan itu suatu saat nanti pastilah akan kembali muncul ke permukaan. Kita hidup sembari memanggul beban sejarah dan meskipun kita berkeras untuk menyembunyikannya, toh kelak ia akan terpampang juga."
Murakami percaya bahwa sejarah adalah ingatan kolektif yang mesti kita pikul, dan ini mengajarkan kita tentang pentingnya memahami dan menghadapi masa lalu.
"Kami, para novelis mengerjakan novel kami dengan bebas. Namun dalam kebebasan itu tetap terdapat dasar-dasar kelaziman etik. Adalah tanggung jawab para novelis untuk menyodorkan konsep-konsep yang bisa dijadikan patokan dasar, betapapun kejam dan ganjil penggambaran kejahatan itu."

Kalau kamu penggemar Murakami atau mau belajar lebih dalam tentang dunia menulis, Seni Menulis Fiksi ini wajib dibaca. Buku ini mengajarkan kita banyak hal tentang proses kreatif dan filosofi di balik fiksi. Baca ini untuk menggali lebih dalam tentang seni menulis dan bagaimana fiksi bisa mengubah cara kita melihat dunia!

Profile Image for Wienny Siska.
51 reviews3 followers
March 3, 2021
Tulisan-tulisan Murakami selalu memberi kesan tersendiri buatku. Entahlah... cara penyampaian juga pilihan-pilihan topik yang ia sampaikan selalu terasa berbeda. Ia mengangkat hal yang keseharian namun dari sudut pandang yang berbeda. Begitupun dengan kumpulan esainya di buku kecil ini.

Buku yang aku mulai baca di hari ulang tahun Murakami, ini secara tidak sengaja 12 Januari dan aku menyelesaikan keesokan harinya. Buku ini mengisahkan berbagai bahasan namun dikaitkan dengan proses menulisnya. Bagaimana Murakami memulai profesinya sebagai penulis dan bagaimana sisi-sisi kehidupan keluarganya.

Menulis fiksi hadir di sini dalam sebuah kekuatan di mana Murakami ingin mengubah dunia di sekitarnya lewat kisah-kisahnya. Jujur, buku ini sangat menarik buat dibaca.
Profile Image for Yanti Lengo.
14 reviews
March 23, 2023
Ini adalah Kali kedua saya membaca buku ini. Warnanya yang mencolok, merah juga ukurannya kecil di antata buku-buku yang tebal sangat menarik perhatian.

Beberapa kali Murakami menyebutkan tentang Kucing, juga bercerita tentang tugas militer. Rasanya idd kisah Kronik Burung Pegas yang belum selesai saya baca banyak berasal dari kisah hidupnya.

Seperti kucing yang hilang dan kisah tentang Letnan Mamiya dalam Kronik Burung Pegas.

Entah mengapa saya suka sekali Murakami.

Salah satu nasihatnya kalau mau jadi novelis; bersrti harus banyak membaca novel, banyak novel.

Buku remeh ini sa kasih bintang Lima🌟🌟🌟🌟🌟
13 reviews
December 25, 2021
Seni Menulis ini memberikan kita gambaran yang lebih jelas kenapa Murakami memilih kata-kata sederhana dan sehari-hari dalam tulisan-tulisannya. Memberikan gambaran lebih utuh juga tentang setting dalam tulisannya dan hubungan antar tokoh yang seringkali kompleks tapi digambarkan dengan "dingin". Membaca essay Murakami sangat menyenangkan, kita seperti diajak jalan-jalan dalam pengembaraan pikirannya.
Profile Image for Dimas Fakhri Br.
19 reviews
April 30, 2021
Lebih tepat disebut tulisan memoar Murakami ketimbang buku panduan menulis fiksi. Buku yang cukup recommended buat mereka yang ingin lebih tahu sisi kehidupan lain Murakami yang jarang diketahui. Cerita dia mengenai awal perjalanan karir sebagai penulis, "perang dinginnya" dengan sang ayah, atau pandangan-pandangannya soal dimensi kemanusiaan pada peristiwa teror global, sampai beberapa pidatonya saat menerima penghargaan, sepilihan esai yang cukup untuk mengenal Murakami lebih jauh lagi. Nice.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 6 of 6 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.