Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ayat - Ayat Kiri

Rate this book
Ayat-Ayat kiri adalah buku kumpulan kutipan pemikiran kiri yang dikumpulkan dari berbagai potongan kalimat dari naskah-naskah primer sederet pemikir kiri (sebagian besar Marxis). Ada Karl Max, Friedrich Engels, Lenin, Stalin, Mao Zedong, Rosa Luxemburg, Jean-Paul Sartre, Che Guevara, Slavoj Zizek, hingga Bung Karno.

119 pages, Hardcover

First published October 1, 2019

148 people are currently reading
1171 people want to read

About the author

Karl Marx

3,241 books6,520 followers
With the help of Friedrich Engels, German philosopher and revolutionary Karl Marx wrote The Communist Manifesto (1848) and Das Kapital (1867-1894), works, which explain historical development in terms of the interaction of contradictory economic forces, form many regimes, and profoundly influenced the social sciences.

German social theorist Friedrich Engels collaborated with Karl Marx on The Communist Manifesto in 1848 and on numerous other works.

Mikhail Mikhailovich Bakhtin in London opposed Communism of Karl Marx with his antithetical anarchy.

Works of Jacques Martin Barzun include Darwin, Marx, Wagner (1941).

The Prussian kingdom introduced a prohibition on Jews, practicing law; in response, a man converted to Protestantism and shortly afterward fathered Karl Marx.

Marx began co-operating with Bruno Bauer on editing Philosophy of Religion of Georg Wilhelm Friedrich Hegel (see Democritus and Epicurus), doctoral thesis, also engaged Marx, who completed it in 1841. People described the controversial essay as "a daring and original piece... in which Marx set out to show that theology must yield to the superior wisdom." Marx decided to submit his thesis not to the particularly conservative professors at the University of Berlin but instead to the more liberal faculty of University of Jena, which for his contributed key theory awarded his Philosophiae Doctor in April 1841. Marx and Bauer, both atheists, in March 1841 began plans for a journal, entitled Archiv des Atheismus (Atheistic Archives), which never came to fruition.

Marx edited the newspaper Vorwärts! in 1844 in Paris. The urging of the Prussian government from France banished and expelled Marx in absentia; he then studied in Brussels. He joined the league in 1847 and published.

Marx participated the failure of 1848 and afterward eventually wound in London. Marx, a foreigner, corresponded for several publications of United States.
He came in three volumes. Marx organized the International and the social democratic party.

Marx in a letter to C. Schmidt once quipped, "All I know is that I am not a Marxist," as Warren Allen Smith related in Who's Who in Hell .

People describe Marx, who most figured among humans. They typically cite Marx with Émile Durkheim and Max Weber, the principal modern architects.

Bertrand Russell later remarked of non-religious Marx, "His belief that there is a cosmic ... called dialectical materialism, which governs ... independently of human volitions, is mere mythology" ( Portraits from Memory , 1956).

More: http://en.wikipedia.org/wiki/Karl_Marx
http://plato.stanford.edu/entries/marx/
http://www.econlib.org/library/Enc/bi...
http://www.marxists.org/archive/marx/...
http://www.historyguide.org/intellect...
http://www.bbc.co.uk/history/historic...
http://www.spartacus.schoolnet.co.uk/...
http://www.britannica.com/EBchecked/t...

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
104 (50%)
4 stars
51 (24%)
3 stars
34 (16%)
2 stars
10 (4%)
1 star
9 (4%)
Displaying 1 - 19 of 19 reviews
Profile Image for Shadiq.
55 reviews1 follower
July 13, 2023
Karena ini petikan atau kutipan, mari kita petik yang menarik. Tetap dengan kerangka serba sedikit pandangan dan segala keterbatasan yang menilik..hehe. Kemudian tentu saja sebagai framing relevansi & pemantik pembaca seperti saya dalam rangka menambah wawasan dalam dunia kenyataan ^_^

"Esensi ikan adalah adanya air - tidak bergerak lebih jauh dari proporsi itu. Esensi ikan air tawar adalah adalah air sungai. Namun air sungai tak lagi menjadi di esensi ikan dan tak lagi layak sebagai wahana keberadaan begitu sungai diolah demi kepentingan industri, begitu sungai dicemari oleh pewarna dan segala macam limbah dan diarungi kapal uap, atau begitu airnya dialihkan ke dalam kanal-kanal dimana sistem pompa membuat ikan kehilangan wahana keberadaanya (The German Ideology 1845) - Hal:19
"Para filsuf hanya menafsirkan dunia dengan berbagai cara; yang jadi soal adalah mengubahnya-nya (Theses on Feuerbach 1845) - Hal:21
"Manusia membuat sejarahnya sendiri, tetapi mereka tidak membuat sesuka hatinya. Mereka tidak membuatnya dalam keadaan yang mereka pilih sendiri, melainkan melalui keadaan yang secara langsung dihadapi, diberikan dan diwariskan dari masa lalu (Eighteenth Brumaire of Loouis Bonaparte) - Hal:22
"Seguil il tuo corso, e lascia dir le genti = Teruslah berjalan dan biarkan orang lain bicara (Das Kapital 1867) - Hal:26
"Kontrol publik sangat diperlukan. Jika tidak, pertukaran pengalaman selamanya hanya berada pada lingkar sempit pejabat rezim yang baru (The Russian Revolution 1940) - Hal:48
"Untuk melihat kedepan, kita harus mempelajari situasi yang baru dan mengatasi masalah-masalah yang baru di waktu yang tepat: jika tidak, tidak akan ada kemajuan yang mulus (Emancipate mind, seek truth from fact and unite as one looking to the future 1978) - Hal:60
"Manusia benar-benar mencapai kondisi kemanusiaannya yang penuh manakala apa yang di produksinya bukanlah karena dipaksa oleh kewajiban fisik menjual dirinya sendiri sebagai komoditas (Man & Socialism in Cuba 1965) - Hal:70
"Biar seratus bunga mekar, biar seratus mazhab pemikiran bersaing (on the correct hadling of contradiction among the people 1957) - Hal:77
"Dewasa ini ada dua sikap berlainan terhadap belajar dari orang lain. Pertama adalah sikap dogmatis yang mencangkokkan semua, entah hal itu cocok atau tidak dengan kondisi kita. Ini tidak baik. Sikap lain ialah menggunakan kepala kita dan mempelajari hal-hal sesuai dengan kondisi kita (on the correct hadling of contradiction among the people 1957) - Hal:80
"Kesadaran manusia tidak hanya mencerminkan dunia obyektif, melainkan juga menata-ulangnya (Conspectus og Hegel's Science of Logic 1914) - Hal:91
"Ada Marxisme dogmatis dan Marxisme kreatif, saya berpihak pada yang terakhir (on the Political Situation 1919) - Hal:98
Manusia dikutuk menjadi bebas; karena sekali ia terlempar ke dunia, ia bertanggung jawab atas segala yang ia perbuat (Being and Nothingness 1943) - Hal:101
"Disebuah dunia, manusia harus menciptakan esensinya sendiri; ialah ketika melemparkan dirinya ke dalam dunia, menderita disana, berjuang disana, ia perlahan-lahan mendefenisikan dirinya (Characterization of Existentialism 1944) - Hal:101
"Inilah kontradiksi rasisme, kolonialisme dan segala bentuk tirani: dalam rangka memperlakukan seorang manusia sebagai seekora anjing, orang pertama-tama harus mengakuinya sebagai manusia (Critique of Dialectical Reason 1960) - Hal:102
"Nalar manusia tidak direduksi menjadi hasil adaptasi evolusi; seni bukan hanya prosedur tingkat tinggi yang memberi kesenangan inderawi, tetapi juga sebuah medium kebenaran (The Parralax View 2006) - Hal 108
"Kekuatan hidup itu letaknya tidak dalam menerima, tetapi dalam memberi (Nasionalisme, Islamisme, Marxisme 1926) - Hal:112
"Bahwasanya: matahari buka terbit karena ayam jantan berkokok, ayam jantan berkokok karena matahari terbit (Indonesia Menggugat 1930) - Hal:116
"Tetapi memang sudah kebiasaan sejarah juga, bahwa sesuatu yang mengeluarkan faham baru, dicela, diejek, dimaki, ditertawakan, dihina, mungkin dihukum (Wanita Bergerak 1947) - Hal:116
Profile Image for Andy Wijaya.
74 reviews7 followers
March 7, 2025
Buku Ayat-Ayat Kiri merupakan sebuah kumpulan kutipan dan pemikiran dari sederet tokoh kiri yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah ideologi dan gerakan revolusioner. Dari Karl Marx, Engels, Lenin, hingga tokoh-tokoh kontemporer seperti Slavoj Žižek, buku ini menyajikan sebuah rangkuman pemikiran yang luas dan lintas zaman. Dengan spektrum ide yang begitu luas, buku ini seharusnya bisa menjadi pintu masuk yang menarik bagi pembaca yang ingin memahami ide-ide kiri, baik dari perspektif historis maupun dalam relevansinya terhadap dunia hari ini.

Sayangnya, edisi Indonesia dari buku ini menghadapi dua tantangan utama: (1) redaksi yang kurang adaptif terhadap perkembangan bahasa dan (2) eksekusi editorial yang kurang cermat dalam penyuntingan.

Pertama, karena sebagian besar teks berasal dari kutipan pemikir yang hidup dalam rentang waktu lebih dari satu abad yang lalu, gaya bahasa mereka tentu mengalami perbedaan signifikan dibandingkan dengan cara kita berkomunikasi saat ini. Di sinilah peran penerjemah dan editor menjadi krusial. Terjemahan yang terlalu kaku dan cenderung mempertahankan struktur kalimat aslinya justru membuat beberapa bagian terasa berat dan sulit dipahami oleh pembaca modern. Seharusnya, ada upaya lebih untuk menyesuaikan diksi tanpa menghilangkan esensi pemikiran aslinya, sebagaimana yang sering dilakukan dalam penerjemahan karya-karya filsafat dan teori sosial.

Kedua, aspek teknis penyuntingan juga menjadi kendala. Masih banyak typo yang ditemukan dalam buku ini, yang pada akhirnya mengganggu pengalaman membaca. Hal ini mungkin terlihat sepele, tetapi dalam sebuah buku yang membahas pemikiran yang berat dan padat, kesalahan ketik bisa semakin mengaburkan makna dan membuat pembaca kehilangan fokus. Dalam hal ini, penerbit perlu lebih ketat dalam memastikan kualitas akhir sebelum buku sampai ke tangan pembaca.

Terlepas dari kekurangan tersebut, Ayat-Ayat Kiri tetap menjadi bacaan yang berharga bagi mereka yang ingin memahami lanskap pemikiran kiri. Buku ini bukanlah bacaan yang mudah, bukan hanya karena bobot isinya, tetapi juga karena kualitas terjemahannya yang tidak sepenuhnya membantu pembaca dalam memahami gagasan-gagasan besar yang ada di dalamnya. Untuk pembaca yang sudah familiar dengan pemikiran kiri, buku ini bisa menjadi referensi tambahan yang menarik. Namun, bagi yang baru mulai menjelajahi dunia ideologi kiri, akan lebih bijak untuk membaca buku pengantar yang lebih sistematis sebelum mendalami kumpulan kutipan ini.
Profile Image for Benz.
Author 20 books103 followers
August 2, 2021
Ada juga terjemahannya yang kurang bagus, tapi itu adalah biasa bagi terjemahan, bagi kepada peminat-pembaca buku-buku terjemahan, apatah lagi buku-buku Indonesia, maka kerana itu saya berikan tiga bintang. Namun banyak juga petikan-petikan dalam buku ini yang boleh difahami. Dan setiap kata-kata tokoh itu dikerat pada bahagian yang utama, jadi tidaklah begitu menyukarkan.

Buku ini bagaimanapun akan mengecewakan para peminat Tan Malaka, kerana nama Tan Malaka yang paling kerap diusung penggemar Kiri di Indonesia, tidak disebut langsung di dalam buku ini. Sebaliknya seteru-seteru atau rival Tan Malaka (bukan Musso, Semaoen, Alimin) seperti Stalin dan Soekarno antara yang disebut. Mungkinkah penerbit ini tidak menggemari Tan Malaka yang agak popular kebelakangan ini?

Deng Xiaoping juga antara yang dimasukkan, meski namanya tidak tertera di kulit buku seperti nama tokoh-tokoh lain. Pandangan-pandangannya antara yang menarik untuk difikirkan dan didiskusikan. Bukan sahaja pandangan-pandangan Deng Xiaoping, malahan pandangan tokoh-tokoh lain yang dimasukkan dalam buku "Petikan Kiri" ini juga menarik untuk dibahaskan. Menunjukkan bahawa Kiri ini bukan satu aliran yang monoton. Tokoh-tokoh Kiri bukan semuanya sefahaman malahan berbeza dengan keras.

Oh. Sebut pasal hal ini, nama Trotsky tidak disebut langsung dalam buku ini. Nama-nama tokoh komunis yang "authoritarian" lebih banyak disebut seperti Stalin dan Mao. Dan sebutan itu tanpa perlu apologetis pun tentang "jenayah" yang selalu dilekatkan pada dua sosok ini. Adakah penulis/penyusun/penerbit buku ini berfahaman Stalinist (Marxist-Leninist) atau Maoist? Yang pastinya mereka tidak berkecenderungan Trotskyist.
Profile Image for arui.
49 reviews
March 31, 2025
it’s a collection of quotes from those leftist thinkers without any explanation, so that can be tough 😀.

at first, it seemed like a nice way to get a quick look at their ideas, unfortunately, it just felt incomplete. just reading pieces of their ideas make it really hard to understand because each thinker had their own take on leftist communism and socialism, so just reading random quotes can make things feel disconnected. plus the translation isn’t easy to follow, which makes it harder to digest.

at least the book gives some background on each thinker. for me, lenin and zizek’s ideas left a memorable impression.

“ketika kita ditunjukkan adegan anak-anak kelaparan di afrika, bersama himbauan bagi kita untuk melakukan sesuatu menolong mereka, pesan ideologis tersembunyinya ialah seperti ini: “jangan berpikir, jangan mempolitisasi, lupakan sebab sebetulnya kemiskinan mereka, bertindak sajalah, sumbangkan uang, sehingga engkau tidak perlu berpikir!”— slavoj zizek, denial: the liberal utopia (2009)

so, finally… i don’t think this book is a good starting point for reading leftist ideas if you’re unfamiliar with them. however, it can be useful as a reference if you want to find specific books to read since it provides sources for where each quote comes from.
Profile Image for Dezky Oka.
73 reviews2 followers
January 21, 2025
I get it. This book is trying to become an ambitious book which offers a broad overview of leftist ideology by compiling a series of thoughts from prominent figures like Marx, Engels, Lenin, Stalin, Mao, Rosa, Sartre, Che, Zizek, and even Soekarno.

Unfortunately, you can’t find Tan in this book, which is sad despite the fact that he is a crucial figure in Indonesian leftist thought.

What a downer!

While it serves as a decent starting point for beginners seeking an introduction to leftist ideologies, it falls short fo readers craving a more nuanced and thorough understanding.

Feels more like a surface-level sampler than a robust intellectual exploration.
Profile Image for Pangi Uye.
4 reviews
April 18, 2024
Isinya dari quotes atau kutipan para tokoh-tokoh, tapi ada beberapa bahasa yang diterjemahkan jadi agak sukar dipahami.. Tapi sepertinya sudah biasa bagi para penerjemah (yang saya harap terjemahan referensi itu tidak disengaja jadi jelek)
Profile Image for Ibrahim Adnan.
46 reviews3 followers
March 31, 2021
Banyak gagasan dari para tokoh aktivis dan pemimpin yang patut digarisbawahi mengenai tentang ideologisme mereka sebagai harapan dalam maujud membentuk negara yang merdeka demokratis.
Profile Image for Fahruddin Jazuli.
1 review1 follower
June 14, 2022
Keren
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ryan.
Author 2 books17 followers
May 9, 2024
Terjemahannya ga cocok deh
Profile Image for hsar.
4 reviews
April 20, 2025
Ada terjemahan yang kurang bagus, but overall buku ini bgaus. Ada tentang filsafat, ekonomi, politik, demonstrasi, dll. Saya sarankan baca buku ini sebelum baca buku-buku Tan Malaka.
Profile Image for lilian.
8 reviews
October 23, 2025
Memberikan pemahaman lebih tentang kiri dari lensa kiri. Membantu saya dalam memahami dan menyelesaikan tugas kuliah saya.
4 reviews
October 22, 2024
good book, I may be biased because I like left-wing things, but with this book I can understand the perspective of each left-wing character better, I am also quite satisfied with the short biographies of the characters.
11 reviews1 follower
February 17, 2025
Sepertinya ekspetasiku terlalu berlebihan terhadap buku tersebut, karena yang aku bayangkan pertama kali beli buku tersebut; menjelaskan kutipan-kutipan oleh tokoh pemikiran kiri. Dan ternyata aku salah—buku "Ayat-Ayat Kiri" benar-benar literally "Ayat" yang hanya berisi kutipan-kutipan dari tokoh pemikiran kiri yang tidak ada penjelasan lebih lanjut.
Displaying 1 - 19 of 19 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.