"Karena kau bisa memahami bahwa pelangi tampak indah karena berwarna-warni. Begitu juga kehidupan kita, indah karena warna kulit yang berbeda, ukuran mata yang tak sama, bentuk rambut yang berlainan. Kau sungguh anak pelangi, Ras."
Buku ini tentang Rasuna, yang tinggal di lingkungan sangat beragam, dengan segala permasalahannya. Masa anak-anak yang seru dan lucu, mulai dari sekolah, lapangan bermain, belajar bela diri, hingga kehidupan pasar dan gang-gang sempit. Saat Rasuna paham, dunia memang bagai pelangi. Berbeda tapi indah.
Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotanya.
"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi TIDAK pernah menulis buku."
"1000 komentar yang kita buat di dunia maya, tidak akan membuat kita naik pangkat menjadi penulis buku. Mulailah menulis buku, jangan habiskan waktu jadi komentator, mulailah jadi pelaku."
Judul: Si Anak Pelangi Penulis: @tereliyewriter Penerbit: Sabak Grip Nusantara Dimensi: 367 hlm, 20.5 cm ISBN: 9786239607432
Berkisah tentang kehidupan Rasuna kelas 5 SD dengan lingkungannya yang beragam. Tampak indah sebab banyak warna, mulai dari Koko yang sipit, Yose yang hitam dan keriting, bela diri, pasukan oranye penyapu jalan, serta beragam hoax hasutan yang memecah belah. Berkali membawa pesan melalui Buya Syafi'i untuk tabayun/konfirmasi dan tidak asal sebar hoax apalagi adu domba.
Membawa isu kekinian di Indonesia. Namun sayangnya, saya merasa tokoh-tokohnya kurang kuat karakternya. Pun konflik dan twistnya, kurang joss, tak seperti #novel serial 'anak...' lainnya. Rasuna terlalu dewasa, orangtuanya terlalu bijak dan amat berpendidikan dengan kehidupan yang serba kekurangan, kakaknya bisa kuliah seperti biasa saja.
Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.
"Lebih baik kalah terhormat daripada menang dengan melakukan segala cara. Jangan terbalik, daripada kalah terhormat, lebih baik menang dengan cara-cara curang." (H.107)
"Membantu orang lain itu sejatinya membantu diri kita sendiri." (H.260)
"Yang penting kalian luruskan niat, maka pekerjaan kalian akan ringan, tidak peduli pada pujian maupun suara-suara sumbang." (H.263)
Bukunya seru,tentang hoax gituu,beberapa halnya bener² sesuai dengan kehidupan . Pas untuk bacaan anak kelas 4,5,atau 6. Cuma..yaa..kurang greget sih menurutku. Tapi bagus kok!!,seru buat pemula yang mau baca buku tebal ◍•ᴗ•◍
Dalam buku ini,kita di dapat membaca beberapa kisah yang berbeda yang berada di buku buku sebelumnya,dan tentu saja dengan cerita yang tidak kalah seru,khas serial anak Nusantara.
Berkisah tentang Rasuna yang akrab di sapa Ras, anak dari Mamak Aisyah dan Bapak Affan, serta adiknya Kak Dumay, dan memiliki sahabat karib yaitu Pinat.
Yang menarik dari buku ini :
Tema yang diangkat dalam buku ini sangat menarik dan penuh warna.
Berbeda dari keenam buku sebelumnya, sesuai judulnya yang spesial dari buku ini mengangkat tema yang sangat relate dengan kehidupan dalam bermasyarakat, di mana orang bisa mudah terhasut tanpa mencari tahu sumber informasinya valid atau tidak, atau memang termakan omongan orang yang sebenarnya tidak suka.
Kehidupan yang dialami oleh Ras sangat seru, membahas tentang betapa hangatnya keluarga Ras meski hidup dalam kesederhaan. Tentang sekolahnya yang menerima keberagaman dan tidak membeda-bedakan warna kulit, suku juga keyakinan. Dan dari lingkungannya yang beragam justru membentuk karakter Ras yang tangguh, teguh pada pendirian dan berkepribadian menawan.
Ada banyak hal yang diangkat dalam buku ini, sesuai dengan premisnya di mana tentang pelangi yang terdiri dari beberapa warna, maka tidak saja membahas tentang karakter utamanya Ras, kehidupan yang dialaminya juga penuh warna, karena tinggal di lingkungan yang sangat beragam, dan akan memberikan pemahaman pada para pembaca, bahwa keberagaman bukan sesuatu hal yang harus diperdebatkan, atau bahkan kita tidak perlu merasa paling superior, sebab dengan adanya keberagaman, justru hidup semakin berwarna dan indah jika dijalani dengan toleransi dan saling menghargai dan menghormati perbedaan.
Selain karakter utama, tak lupa karakter yang sangat seru tentu saja Buya Syafii yang berkawan dengan Pendekar Sunib, Bapak Affan serta Koko.
Latar di Hotel Bintang Seribu dengan segala permasalahannya juga sangat menarik, di mana pemilik hotel ini kerap kali masih mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang yang memang dasarnya tidak suka, padahal King atau akbar disapa Koko merupakan karakter yang sangat baik dan mau membaur dengan masyarakat meskipun warna kulitnya tidak sama dengan penduduk yang mendominasi wilayah tersebut.
Saya sangat suka pertemanan Ras dengan Popo, dengan ending yang mengharukan.
Meskipun ada banyak karakter, tetapi karakter pendukung terasa memiliki karakter yang menonjol, sehingga sebagai pembaca ketika mengingat karakter Tante Sona, Mamak, Popo, Koko, dan sebagainya kita akan mengenal karakter mereka secara personal ada yang memang tipikal orang yang suka pamer, orang yang tidak mudah dihasut, orang yang tidak sombong—tetap membumi dan mau berbaur dengan masyarakat.
Pesan yang disampaikan orang dewasa kepada anak-anak juga dikemas dalam bentuk dongeng, kisah, atau pun cerita. Misalnya setelah selesai mengaji, Buya Syafii mengisahkan tentang Domba Hitam dan Domba Putih yang termakan hasutan dari orang-orang yang tidak suka dengan persahabatan mereka. Dan dari cerita yang disampaikan biasanya mengandung pesan moral, dan hal yang bisa dipelajari anak-anak seperti “Jangan pernah mau dihasut, jangan mau diadu domba, dipanas-panasi.” Seperti yang disampaikan Buya, kalau kalian mendengar suatu berita dan kalian sangsi akan kebenaran itu, maka harus … Periksa! Periksa! Dan Periksa! (halaman 306)
Ada banyak petuah dan pesan-pesan bijak untuk anak-anak yang disampaikan baik melalui karakter kedua orang tuanya Ras, guru sekolah, guru mengaji, juga guru silat. Bacaan yang sangat bergizi. Dan meskipun dalam belakang sampul buku tertulis novel anak +6, tapi siapa pun bisa membaca buku ini jika kamu suka genrenya. Yang pasti cerita khas anak-anaknya dapat banget, karena ini memang buku yang penulis tulis untuk kategori anak-anak.
karakter karakter yang ada dalam buku ini:
Rasuna, Pinar, Pendekar Sunib, Mamak Aisyah, Bapak Affan, Kak Damay, Lahu, Jet Li, Bang Bron, Pak Cip, Tondo, Yose, Frine, Hamid, Ridwan, Noorman, Madan, Pak Alan, Kak Fanie, King (akrab disapa Koko), Popo, Pak Cik, Buya Syafii, Alma, Om Tinap, Om Pram, Pak Kiman, Mang Tawing, daeng Yusuf, Bi Jena, Tante Sona, Bi Sumar, Baibah, Kak Ferre, Mbak Iren, Jeta, dan lain-lain.
Secara keseluruhan, saya suka dengan buku ini. Dan seperti biasa ada banyak pesan moral yang disampaikan penulisnya dalam buku ini, khas Bang Tere.
Jangan mudah terhasut, dan ketika kita menerima informasi kemudian kita tidak yakin, maka sebaiknya periksa,periksa dan periksa. Lewat karakter Buya Syafii yang memberikan nasehat kepada para muridnya untuk jangan mudah percaya dengan info yang belum tentu kebenarannya.
“PERIKSA, periksa, dan periksa! Saat kalian mendengar sebuah berita, jangan langsung percaya begitu saja. Selalu diperiksa benar tidaknya. Kalau itu menyangkut seseorang, langsung tanyakan pada yang bersangkutan. Cari benar dan tidaknya.”—Buya Syafii (halaman 183)
Pesan lainnya, jangan seperti Tante Sona (silakan kamu baca bukunya), sehingga Mamak menasehatkan ini pada Ras:
“Pintar-pintarlah membawa diri. Cerdaslah dalam menentukan mana kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Jangan membeli sesuatu hanya karena gengsi. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Itu akan membuat susah, lebih dari yang dapat dibayangkan.”—Mamak
berikut ini ada beberapa kutipan favorit saya dalam buku ini:
Bicara pelan dan tenang adalah salah satu jurus tak terkalahkan. (halaman 42)
… anak-anak masih bisa diharapkan akan berubah, bisa dididik. Kalau sudah tua, lebih sulit diubah, lebih susah juga dididiknya. (halaman 57)
Tidak ada kemenangan yang dicapai jika masih terberai-berai. (halaman 88)
“Jangan lihat besar kecilnya hadiah, tapi lihatlah ketulusan yang memberikan.” (halaman 98)
“Lebih baik kalah terhormat daripada menang dengan melakukan segala cara.” (halaman 107)
“Olahraga itu sportivitas, jiwa ksatria, bukan mental pecundang. (halaman 106))
“Kemulian juga tidak ditentukan oleh tinggi rendahnya jabatan.” (halaman 140)
“Membantu orang lain itu sejatinya membantu diri kita sendiri.” (halaman 260)
Menolong orang lain selagi kita bisa, itu sangat dianjurkan. (halaman 262)
“Yang penting kalian luruskan niat, maka pekerjaan kalian akan ringan, tidak peduli pada pujian maupun suara-suara sumbang.” (halaman 263)
Tidak selalu maksud baik ditanggapi dengan baik (halaman 270)
What a book! Di sinopsis tertulis "dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotanya" dan saya sangat setuju. Serial "Si Anak" adalah serial yang paling sarat akan pelajaran menurut saya. Khas akan ke-Indonesia-an dan memang benar-benar terjadi di kehidupan sehari-hari kita. Terutama Si Anak Pelangi ini, cerita yang sederhana tetapi kompleks akan makna. Saya yakin 90% yang ada di buku ini pun memang benar-benar terjadi di kehidupan kita di negeri ini. Tak lupa guyonan-guyonan di dalam buku ini membuat saya tersenyum bahkan tertawa ketika membaca. Lagi-lagi, what a book! Sederhana tetapi sarat akan makna! Can't say anything else, just read this book! Sangat cocok juga untuk buku bacaan anak-anak...
Tambahan tidak penting yang tidak ada hubungannya dengan buku ini: Buku ini adalah buku pertama yang selesai saya baca setelah melahirkan. Ketika si bayi tidur, menyempatkan untuk membaca. Memang lama, tidak seperti dulu sekali duduk selesai, tapi malah menurut saya makin terasa nikmat membacanya. Setelah capek si bayi tidak mau tidur dan akhirnya tidur, me time saya adalah membaca buku ini.
Kisah anak kali ini bercerita tentang Rasuna, anak perkampungan di daerah ibukota. Masih berputar-putar dengan kehidupan anak-anak seperti pada cerita anak sebelumnya. Sekolah, bermain dan mengaji. Cerita berulang disana. Tema yang diangkat dalam novel ini terkait dengan perpecahan yang ditimbulkan akibat hoax yang semakin sering kita dengan di kehidupan hari ini. Salah seorang anak dari daerah timur masuk ke sekolah Rasuna dan mendapat ancaman. Seorang pria keturunan yang memiliki hotel yang dikabarkan miring oleh lingukungan sekitar
Saya kurang tahu tentang ide yang ingin disampaikan oleh Tere Liye. Semakin ringan tapi berbanding terbalik dengan jumlah halaman buku ini.
buku Si Anak Pelangi ini berlatarbelakang di sebuah kota, yang pada saat ini ada banyak hasutan hasutan, ujaran kebencian, perkelahian yang dilakukan oleh orang orang pengecut.
Rasuna, anak perempuan kelas 5 SD yang merupakan murid silat Pendekar Sunib, melihat sendiri bagaimana hal itu terjadi di kota tempat ia tinggal.
buku ini benar benar menggambarkan keadaan Indonesia yang masyarakatnya berasal dari banyak daerah. juga memperlihatkan bagaimana perbedaan itu, sering dijadikan bahan adu domba antarsuku oleh orang orang tidak bertanggung jawab. padahal teknologi sekarang sudah maju, tapi otak orang orang yang seperti itulah yang tidak maju.
Rasuna tidak suka akan hal hal seperti itu, maka ketika temannya Yose—yang berasal dari Papua—diancam ketika mau sekolah, Rasuna bela. ketika keluarga Koko—pemilik Hotel Bintang Seribu—diolok olok karena perbedaannya, Rasuna bela.
dengan itulah, Rasuna disebut si anak pelangi. karna Rasuna bisa memahami bahwa pelangi tampak indah karna berwarna warni. begitu juga dengan kehidupan yang indah, tidak selalu sama dan berwarna warni.
buku ini mengajarkan kita agar tidak mengadu domba, termakan berita bohong yang belum jelas benarnya, tidak berkata jelek tentang orang lain, lalu selalu menggunakan jurus yang tidak terkalahkan yaitu jujur dan sabar.
“Merasa lebih hebat itu tidak boleh ditunjukkan dengan menjelek jelekkan orang lain. Kalau kalian merasa lebih hebat, tunjukkanlah dengan prestasi, dengan pekerti, sehingga orang lain menyadari bahwa kalian lebih hebat. Itulah lebih hebat yang bermanfaat.” —hal. 141
“Itulah kehidupan. Ada yang suka, ada yang tidak. Ada kelebihan, ada pula kekurangan. Orang yang senang tidak peduli pada kekurangan kita, sementara orang yang benci tidak peduli pada kelebihan kita.” —hal. 278
This entire review has been hidden because of spoilers.
“Jika tuhan saja tidak memandang kemuliaan seseorang dari asal usul suku dan daerah, warna kulit dan bentuk rambut, mengapa manusia malah merasa hebat sekali karena warna kulitnya? Merasa lebih terhormat karena sukunya.” -Hal. 141
Rasuna namanya, gadis kelas 5 SD yang berasal dari sebuah daerah di mana banyak sekali perbedaan di dalamnya. Namun, perbedaan tersebut membuat Rasuna menjadi anak yang memiliki rasa toleransi tinggi juga mampu menerima perbedaan yang ada. Bersama sang sahabat yang bernama Pinar dan beberapa teman lainnya, gadis kecil ini mampu menyatukan dan menyadari bahwa kebhinekaan Indonesia merupakan suatu harta yang berharga dan harus dijaga bersama, tak peduli dari suku, ras maupun agama.
Buku setebal 365 halaman ini merupakan salah satu seri anak Nusantara dari penulis kenamaan, Tere Liye. Seperti dalam buku seri yang sama, buku ini mengajarkan “sesuatu” kepada para pembacanya. Penulis juga berhasil mengangkat tema yang sedang "panas" di kalangan masyarakat kita. Dengan bahasa yang khas, penulis mampu menyuguhkan cerita yang ringan namun tetap memiliki moral value. Sayang, saya agak bosan dengan beberapa kejadian yang memiliki pola yang sama. Meskipun begitu, buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh semua umur.
“Ingatlah, Damay, merasa dirinya paling benar, kemudian menyalahkan orang lain sekehendak hatinya, akan mengundang pertengkaran...” -hal 142
“….Kami berlima adalah teman Popo. Teman macam apa kami ini yang menerima bayaran atas apa yang telah kami kerjakan untuk menolong seorang teman?” -hal 283
This entire review has been hidden because of spoilers.
Bismillah. Seri Si Anak Pelangi kali ini ga sebagus serial anak lainnya. Dari awal pengenalan tokoh, ku kurang dapet feelnya sebagus seri anak lainnya, misalnya kaya Si Anak Cahaya. Konfliknya juga kurang greget dan aku ngerasa terlalu dewasa untuk dipecahkan untuk seorang anak SD. Rasuna, sebagai tokoh utama, kurasa kurang realistis aja. Kaya selalu gumam emang ada anak kelas 5 SD sekeren dan kepikiran kaya Rasuna gini? Hehehe.
Tapi jujur untuk konfliknya bagus banget mengangkat tentang berita bohong dan ujaran kebencian terhadap suatu etnis yang tanpa kita sadari itu masih terjadi di lingkungan kita. Konfliknya kerasa nyata karena emang di kehidupan sehari-hari pasti ada orang-orang yang wataknya kaya Pak Kiman. Bacanya aja greget dan gemes banget kalo udah muncul Pak Kiman. Karena seri anak lainnya ngambil latar tempat di perkampungan jadi pas baca seri Rasuna ini butuh penyesuaian, karena latar tempatnya jadi perkotaan.
Karena ini novel anak jadi ya wajar untuk konflik, penyelesaian, dan penyajiannya ukuran anak-anak. Hubungan Rasuna dan teman-temannya yang rukun dan saling menghargai sangat bagus untuk ditiru anak-anak sekarang yang mungkin masih sering melempar ujaran kebencian sama orang-orang yang berbeda dengan mayoritas. Banyak juga pesan-pesan moral dari setiap tokoh yang ditampilkan; Bapak dan Mamak Rasuna yang bijak, meskipun dari keluarga yang ga terpandang tapi pemikiran mereka sangat terdidik, Buya Syafi'i dan Pendekar Sunib sebagai guru yang memberikan banyak teladan, dan lainnya.
Pokoknya ga akan ketinggalan deh soal pelajaran hidup dari seri Si Anak. Good!
Serial Anak-Anak Nusantara kali ini bercerita tentang anak bernama Rasuna di sebuah kota dengan beragam beda. Beda warna kulit, bentuk mata, suku, etnis serta agama. Maka itu judulnya Si Anak Pelangi, ingin bicara tentang keberagaman manusia itu indah macam pelangi. Nah, tidak ada konflik khusus pada buku-buku serial ini. Maksud saya, tidak hanya bercerita satu masalah besar untuk diselesaikan, melainkan kumpulan konflik tentang perbedaan di hari-hari Rasuna. Keunikannya adalah latar kota di buku ini membuat saya sebagai pembaca merasa sangat 'relatable' dengan konflik-konfliknya. Sebetulnya membaca buku ini pada usia saya (25+++) bisa dibilang lebih menjadi bekal bagi kisah-kisah keberagaman untuk diteruskan ke anak-anak generasi selanjutnya. As always, terima kasih Bang Tere
aku suka karakter utamanya yaitu Rasuna, dia anak perempuan pemberani yang cinta perbedaan. dia menjalin hubungan baik dengan semua orang yang ada di lingkungannya dari yang seumuran sampai yang lebih tua. Rasuna adalah tokoh yang sifatnya patut diteladani, dia menerapkan pancasila dengan baik dalam hidupnya.
konflik yang ada yaitu rasisme dan hoax dikemas dengan baik dalam buku ini. banyak pula pesan moral yang terselip di dalamnya.
sebagai buku karya Tere Liye pertama yang aku baca, ini bagus! ૮ ˶ˆ꒳ˆ˵ ა
relate to nowadayas, as always. gue kesel banget sama hasut-menghasut ini (topik yang diangkat di sini). kesel banget sama Pak Kiman. rasanya pengen gue adsbebawmdhaswyqyeqkuewgy.
ceritanya ringan, kurang drama buat gue yang suka kerusuhan. eh, ada kerusuhan beneran di jalan ceritanya, sih, tapi, you know what i mean..
tapi endingnya kurang greget :( tumben Bang Tere nggak senyebelin biasanya, haha
Berbeda dari serial anak-anak yang lain, Si anak pelangi berlatar di perkotaan dengan kehidupan masyarakat yang majemuk. Banyak cerita mengangkat permasalahan dan isu-isu yang ada di kota besar terutama tentang pentingnya berfikir positif atau husnudzon. Novel yang bagus untuk anak kecil hingga remaja dibanding untuk orang dewasa karna konflik tidak terlalu tinggi.
Menurut saya ceritanya cukup bagus. Untuk itu saya beri 3 dari 5 bintang. Ada beberapa bagian yang menurut saya terlalu dipaksakan. Rasuna yang terlalu berani untuk anak seumurannya. Anti klimaks dalam cerita ini pun terkesan diselesaikan secara terburu buru. Tidak dijelaskan dengan detail seperti novel novel Tere Liye yang saya baca terdahulu.
baguss, bacaannya ringan. banyak banget ngajarin tentang tentang nilai kehidupan. banyak yang bilang karakter yang dibuat tere liye itu ga realistis karena gaada cacatnya, disatu iyaa bener. tapi menurutku karakter-karakter fiksi kayak gitu sangat penting untuk pegangan kita dalam berkarakter di kehidupan nyata PS. romance tipis tipis antara ra sama tando GEMES BANGET
7/7. finish yey! buku terakhir anak nusantara yang aku baca, dan sepuas itu! ceritanya ringan toh karna buat anak-anak, kalo mau yang konfliknya berat bacaannya serial aksi. can't wait si anak savana!
Si Anak Pelangi, bukunya sangat ringan dibaca dan bisa untuk semua umur. Emosi penulisanya dapet banget apalagi pada saat adegan hasut-menghasut dan demo, bacanya kesep banget, good job! But, konfliknya kurang greget.
DNF wkwkwk ga tahan baca sampe akhir soalnya BOSENIN PAKE BANGET GILA stress gue bacanya. iya, pesannya dapet tapi alurnya lambat pol dan banyak hal yang ga penting dijabarin di buku. kecewa berat karena saya fans 4 buku utama serial anak mamak + si anak cahaya.
Ceritanya lebih ringan dari buku Tere yang lain, tapi seperti biasa selalu ada pesan yang ingin disampaikan beliau lewat tulisannya. Dengan karakter tokoh-tokoh dan masalah yang banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari.
Suka sama cerita ini apalagi sekarang banyak banget berita - berita hoax yang beredar, semakin banyak orang juga yang mengadu domba kita karena sebuah perbedaan. Disini kita belajar untuk bisa menghargai sesama manusia apalagi dari berbagai suku bangsa dan memiliki keberagaman kebudayaan.
buku yang sangat indah. sebuah topic besar menjadi gampang dimengertii dengan buku ini. banyak yang kita bisa pelajari dari buku ini. sekali lagi, bukunini sangat indah.
AWESOMEE, suka persahabatan rasuna Dan teman teman sekolahnya, I like how it also puts light onto a situation that happens irl often -- don't regret buying this
konflik nya beneran bikin gregetan, kebawa emosiiiii bgt sampai akhir. tapi waktu awal awal memang dibawa ke kehidupan rasuna dan warga desa situ yang bermacam macam dulu, kenalan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Walaupun bukunya diperuntukan pada usia 7+—artinya ceritanya tidak terllau berat. Tapi, cukup sekali membuat pembaca terhebat-hebat melihat pesan di balik setiap peristiwa yang ada.