Tahukah kalian mengenai sebuah paradoks bernama “Kapal Theseus”?
Alkisah terdapat sebuah kapal milik Theseus sang pahlawan, yang direstorasi saat pulang dari Pulau Crete agar bisa bertahan lama. Bagian yang menua dan membusuk diganti sedikit demi sedikit hingga akhirnya semua bagian asli dari kapal tersebut tergantikan. Dari situ timbullah paradoks: “Apakah kapal ini masih merupakan kapal yang sama dengan kapal aslinya?”
Lalu bagaimana jika hal ini terjadi pada manusia?
Sejak dulu aku selalu berpikir… Seandainya masa lalu yang kumiliki tak pernah terjadi, mungkin kehidupanku saat ini akan sangat berbeda.
Upacaranya sebentar lagi dimulai… Kali ini pun, sebaiknya kau tidak menangis di pemakaman ini.
7 Januari hari Sabtu, cuaca badai salju. Dia langsung muntah setelah meminum 15 ml paraquat yang dilarutkan dalam air dengan kubohongi bahwa itu minuman soda.
Sesudahnya timbul kejang dan muntah. 12 menit kemudian tubuhnya sudah tak bergerak. Waktu yang dibutuhkan lebih lama dibanding kucing yang kujadikan percobaan sebelumnya.
13 Januari hari Jumat, cuaca berawan. Aku pergi ke lokasi pemakamannya. Sepertinya orang-orang masih bersedih karena kulihat ada bunga, dupa, kue, dan surat di sana. Lalu aku berdoa padanya: ‘Jangan kembali ke sini, ya.’
---
Sebenarnya hanya dengan membaca paradoks Kapal Theseus dan ringkasan-ringkasan yang ada di komik, kita sudah bisa nebak bakal seperti apa jalan cerita atau bahkan akhir cerita dan pokok permasalahan yang mungkin bakal muncul di komik ini. Tapi saya tetap merekomendasikan komik ini wajib baca terutama buat yang suka genre seinen, slice of life, time travel, dan misteri dengan nuansa keluarga dan penduduk desa. Jika komik itu tetap recommended meskipun alur ceritanya sudah 50% predictable, bukankah itu berarti komik ini sangat luar biasa?
Yang membuat recommended adalah:
1. Artwork yang sesuai dengan genrenya.
2. Pintarnya pengarang menyusun plot dari yang hangat hingga ke pokok misterinya, membuat saya nggak bisa protes ba-bi-bu. Terutama pemenggalan plot misterinya, ditabur-tabur sedikit di awal dan tengah, hingga di akhir volume baru disiram sebanyak-banyaknya sampai sekripi-kripinya! Kan saya jadi penasaran. Dan semoga saja volume 2nya tetap bisa memenuhi ekspektasi saya.
3. Time travel. Yaa, saya memang salah satu penggila time travel genre. Tapi ini nantinya bisa jadi pedang bermata dua—karena kadang saya bisa terlalu picky dan rewel dengan caranya yang terlalu ribet atau simpel, atau malah suka terlalu dalam karena ceritanya yang pas.
All in all, belilah, bacalah!