"Sejak beribu-ribu tahun lalu manusia sudah mengalami sekian banyak perpisahan. Namun, manusia tidak pernah benar-benar bisa belajar bagaimana cara agar tak ada sedih saat perpisahan itu datang."
— Boy Candra, Rindu yang Baik untuk Kisah yang Pelik
Aku beruntung ketemukan buku yang pas banget mood nya kerna aku lagi reading slump. Buku yang sering menjadi favorite ku jadi gak betah aja untuk dibaca. Hadirnya buku ini membolehkan aku membaca lagi.
Buku ini mengisahkan kerinduan seorang cowok, Salim, akan teman kuliahnya, Birni. Dia melihat kembali catatan diarinya mengenai Birni, serta surat-surat yang ditulis tapi gak dikirim ke Birni. Aku suka vibe buku ini, sama penulisannya, sama kata-kata yang romantis dan puitis. Mungkin bagi sesetengah orang, itu bisa menjadi terlalu cringe, tapi buat aku sih, pas dengan mood aku pada waktu ini.
Jalan ceritanya juga bagus, cuma it's predictable dan agak cliche bagi aku. Tapi tetap aja ya aku suka. 😆 Cuma ada babak terakhir di mana Birni kasi tau alasan dia menghilang dan ke mana dia menghilang selama ini agak terlalu cliche dan aku merasakan harusnya ada penjelasan yang lebih bagus.
Overall, aku suka sama bukunya dan kisah Salim termasuklah cara berbisnis secara online, cara taat kepada orang tua, soal temanan.