Jump to ratings and reviews
Rate this book

Parable

Rate this book
Berbeda dari cerita-cerita yang karakter utamanya selalu digambarkan sebagai cowok badboy, kaya raya, ganteng, digandrungi banyak wanita, ketua OSIS, cool, punya nama ke-bule-bule-an, jago berantem; yang ketemu cewek kuper, cupu, sering di-bully, gak punya banyak temen, tapi berakhir jadian dengan cowok paling tampan di sekolah.

Cerita ini benar-benar berbeda.

Sadewa Sagara adalah seorang anak SMA yang serba kekurangan. Lahir di keluarga miskin; selalu rangking terakhir di kelas; wajahnya lebih mirip dengan petasan banting ketimbang wajah manusia; tidak bisa berantem; tidak bisa bermain musik; tidak pernah pacaran. Sering ditolak cewek; nembak sepuluh kali, ditolak sebelas kali; tidak punya keahlian apa-apa. Keahliannya hanya satu, yaitu bernapas. Itu pun kalau diizinkan Tuhan.

Sadewa serupa potret sebagian besar anak SMA di dunia nyata. Bukan siapa-siapa. Tidak punya cerita klise di hidupnya. Selalu tersisih. Selalu mengalah. Tak pernah menang.

Jika kalian ingin mencoba bagaimana rasanya menjadi orang jelek di dunia ini, maka, selamat membaca sebuah cerita tentang seseorang yang tak pernah menjadi pemeran utama di kehidupannya sendiri.

686 pages, Paperback

First published January 1, 2021

159 people are currently reading
1483 people want to read

About the author

Brian Khrisna

11 books366 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
220 (39%)
4 stars
172 (30%)
3 stars
102 (18%)
2 stars
43 (7%)
1 star
20 (3%)
Displaying 1 - 30 of 144 reviews
1 review
August 15, 2021
Awalnya saya berekspektasi tinggi terhadap buku ini. Karena dari segi konsep udah bagus banget. Tapi sayangnya, terlalu banyak dialog yang membosankan dan terkesan di lebih-lebihkan. Selain itu, Edo yang memiliki peran sebagai tokoh sampingan, saya rasa dari awal cerita Edo selayaknya tokoh utama pada novel ini🙏.

Profile Image for Mar Sella.
15 reviews
May 6, 2025
First impression saya tentang buku ini, penulis terlalu menjelekkan tokoh utama, sehingga yang tadinya lucu menjadi tidak lucu. Ceritanya simpel dan ringan, dengan bahasa gaya anak tongkrongan. Sebenarnya saya cukup tertarik dengan konsep tokoh utama yang memberi kesan menyedihkan, tetapi ekspektasi saya turun karena dialog yang menjelekkan tokoh terasa agak berlebihan.

Bakal update lagi kalau sudah habis membaca keseluruhan buku.
---
Ngga habis bacanya :') ceritanya ringan tp jokes nya mungkin ga cocok dengan preferensi saya. Lebih suka Rad*tya D*ka
6 reviews
July 31, 2021
Ya Buku ini pada intinya tentang persahabatan dua orang remaja SMA dengan kisah rasa rasa SMA, tokoh utama memiliki berbagai kekurangan baik dari segi fisik, kecerdasan, dan perilaku.

Namun yang sangat disayangkan ya memang ceritanya menitikberatkan pada marjinalisasi tokoh utama, tapi gak setiap paragraf ngelek jelekin tokoh utama juga kali.

Sorry this is not good book 🙏 (for me)
Profile Image for Hae.
1 review
May 20, 2025
Poin yang ingin Brian Khrisna sampaikan masuk ke dalam buku ini, kalau karakter utama tidak menjadi pemeran utama dalam kehidupannya sendiri.

Awalnya punya ekspektasi tinggi dengan buku ini, terlebih lagi dari sinopsisnya yang menarik. Tanpa sadar jadi punya ekspektasi tinggi kalau cerita ini bakal relate dengan kaum menengah dan kehidupan zaman sekarang. Namun sayangnya yang benar-benar jadi isi dari novel ini hanya terletak di akhir.

Isinya lebih banyak menyorot obrolan unfaedah karakternya yang terasa berlebihan dan membosankan untuk buku setebal ini, kebanyakan obrolan mereka cuma berisi cemoohan, dari awal hingga akhir paragraf.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ayu Istiyani.
95 reviews6 followers
July 5, 2025
Novel Brian Khrisna yang ke..? Empat yang saya baca kalau tidak salah. Dan salah satu novel tertebalnya. Sebenarnya tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya, tapi karena mungkin ada part-part yang bikin saya bosan dan ada beberapa yang dilebih-lebihkan, sehingga terasa tidak selesai-selesai.

Menceritakan tentang Sadewa Sagara aka Dewa, tokoh utama yang digambarkan kurang menarik, miskin, pokoknya sangat menyedihkan. Sebenarnya ini menarik, mengingat tokoh utama pada sebuah novel biasanya selalu orang yang cerdas, ganteng, kaya raya, dst dst. Namun semakin lama, entah kenapa rasanya penulis jadi menjelek-jelekkan tokoh utama terlalu berlebihan.

Tentang persahabatan antara Edo dan Dewa di masa SMA. Saya suka persahabatan mereka, menganggap satu sama lain sudah seperti saudara sendiri. Tapi, lagi-lagi tokoh Edo digambarkan dari keluarga yang kaya raya, yang menurut saya di beberapa part terasa terlalu berlebihan. Entah dari rumahnya, kecerdasan Edo, kebiasaan-kebiasaannya. Kabur dari rumah dan pergi ke Bali. Itu sepertinya gaada dalam pemikiran saya saat SMA 😭 Atau mungkin saya yang kurang memahami orang kaya dan anak jaman sekarang (?)

Tentang Dewa, Edo, Chia. Kesalahan dari awal adalah kenapa Chia harus menerima Edo jika dia memang tidak memiliki perasaan khusus, hanya karena Dewa yang menyuruhnya. Dan kalau itu bener-bener terjadi, agak susah sih harusnya bagi Dewa dan Edo. Entahlah.

Saya suka perkembangan karakter Kuku, di awal yang dia segitu tidak sukanya dengan Dewa, lalu perlahan dia mulai bisa menerima kehadiran Dewa, hingga akhirnya sampai di tahap suka dan jatuh cinta ke Dewa.

PS: Maafkan saya bang Bri, kali ini saya belum sanggup memberikan bintang 4 😭
1 review
September 18, 2021
Bukunya ringan, dan nyaman dibaca bagi saya yang baru mulai membaca novel.

Keinginan baca buku ini karena berekspetasi akan relate dengan tokoh utamanya, akan tetapi patah saat baca, karena cerita disini lebih menonjolkan cerita teman tokoh utama.

sedangkan tokoh utama hanya menjadi olokan disetiap paragraf, saya tahu kalau tokoh utamanya menyedihkan sekali, tapi lama-lama bosan setiap paragraf menyinggung hal itu.
Profile Image for Ayu Lestari Gusman.
122 reviews
January 9, 2022
Buku pertama Brian Khrisna yang kubaca. Ide ceritanya bagus, tentang Sadewa Sagara si anak SMA yang serba kekurangan. Ada beberapa jokes yang menurutku ga banget, ada yang memang lucu, namun kebanyakan lebay.

Mungkin usiaku sudah tua, aku ga terlalu suka dengan jokes yang terlalu banyak menghina fisik seseorang.

Buku ini isinya 85% jokes, 10% cerita.
Apa? Aku salah hitung persen? Mungkin kebodohan Dewa menular :D
86 reviews2 followers
November 5, 2022
Not my cup of tea. Sepanjang baca ngebatin "Dek.. Adek... Cinta gak selamanya indah, dekkkk". Karakter-karakter di sini juga rasanya kayak off banget, banyak bagian yang gak sesuai sama deskripsi awalnya. Ada juga beberapa bagian yang rasanya gak diresearch sebelum dibikin alur ceritanya. Sampe mikir dan bertanyea-tanyea, affah iyah anak SMA kelas 2 zaman sekarang udah sebebas itu buat ngerokok dan minum alkohol? 🙄
Profile Image for Ghamal Suteja.
17 reviews1 follower
April 19, 2021
Isi bukunya obrolan kocak dua sahabat diisi dengan komedi ringan anak muda. Konflik yang dibangun tidak terlalu berat dan hanya sedikit sekali.
Profile Image for Irma Nurhayati.
138 reviews4 followers
November 27, 2021
Wow! buku kedua Brian Khrisna yang aku baca.

Dan ya, ini lawakannya sunda banget. khas banget orang buah batu kayaknya wkwkkwk.
sejujurnya aku ga terlalu tertarik sama kisah cinta yang ada di dalamnya. Aku malah betah baca berlama-lama karena lawakannya.

Sebenarnya mereka si Dewa dan Edo ini terbilang ngomongnya biasa aja, tapi konyol gitu. No drama banget sih mereka. Parah asyiknya, level tinggi hahaha!

Tapi warning ya buat orang yang ga terlalu suka sama bahasa yang kasar, soalnya ini bahasa binatang keluar semua. Saling hina-nya juga mungkin bagi sebagian orang agak keterlaluan sih. Tapi ya itulah, mungkin karena aku lahir di Bandung, dan tinggal di Bandung selama kurang lebih 25th. Jadi banyolan saling hina itu ya udah biasa, apalagi kalau ngehina nama Bapak kandung wkwkwkwk.
Profile Image for Alfa the Bookish.
52 reviews
January 16, 2025
Title: Parable
Author: Brian Khrisna
Format: 686 pages, paperback
Published: 2021 by mediakita
Edition: Cetakan ke-12, 2024
ISBN: 9789797946234
Genre: Fiction, Romance, Slice of Life

Buku ke-5 dari Brian Khrisna yang saya baca, dan buku pertama di 2025. Seperti buku-buku sebelumnya, gaya bahasa yang nyeleneh dan ceplas ceplos memang membuat baca buku ini lebih seru. Mungkin buat yang baru pertama kali baca bukunya beliau, gaya bahasanya terlalu berlebihan, tapi buat yang udah terbiasa itu sangatlah menyenangkan.

Sesuai dengan judul bukunya, Parable, yang artinya sebuah jalan kisah cerita hidup seseorang yang merepresantikan moral story di akhir cerita.
Kisah persahabatan, percintaan dan persaudaraan sangat kental di buku ini. Banyak Pelajaran moral hidup yang dapat diambil. Selain itu, banyak humor yang nyeleneh, membuat saya sering tertawa sendiri saat baca buku ini. Empat tokoh utama dalam buku ini dibangun dengan karakter yang kuat, Sadewa, Edo, Chia & Kuku. Ditambah ada satu orang karakter bernama Dimas, seorang penulis, yang banyak memberikan nasihat hidup pada Sadewa. Diantara nasehat-nasehat tersebut antara lain:

“Cara Tuhan menghancurkan apa yang kamu punya sekarang sebenarnya adalah cara Tuhan mengembalikanmu ke jalan yang benar”. (hal. 274)

“Jangan menggantungkan kebahagiaan hidupmu dalam bentuk kehadiran orang lain. Cobalah untuk bisa bahagia ketika hidup sendiri”. (hal. 275)

“Seringkali apa yang kamu cari itu justru akan datang tepat Ketika kamu memutuskan untuk berhenti mencari”. (hal. 279)


Apakah Dimas itu sebetulnya adalah Brian Khrisna sendiri? Mungkin saja hehe.

Tapi, ada satu kalimat yang paling melekat dari buku ini yaitu:
“Jatuh cinta itu mudah, yang sulit adalah menerimanya”. -Edo
1 review
October 11, 2024
Novel ini bagus halaman awalnya aja udh dibikin lucu sama karakter dewa yg suka ngelawak apa lagi Edo dan kuku yg kompak mengejek dewa
3 reviews
June 10, 2022
Dari segi cerita sebenarnya biasa aja. Menurutku terlalu dramatis. Tapi, tidak bisa dipungkiri ada banyak pelajaran-pelajaran tentang kehidupan yang secara gamblang dijelaskan dalam novel ini. Meskipun novelnya sangat tebal, pengembangan karakter tokoh-tokohnya digambarkan dengan cukup detail. Satu hal yang bagi saya lumayan mengganggu dari novel ini, yaitu lelucon yang dimasukkan terlalu vulgar dan menurut saya mengarah pada pelecehan seksual utamanya pada wanita.
Profile Image for Angela.
9 reviews
August 30, 2025
an easy 5/5!

kisah percintaan khas SMA, check.
tamparan tentang realita hidup yang pait, also check.

panjangnya perjalanan Dewa untuk mengikhlaskan banyak hal dan banyaknya kalimat 'yaudah, mau gimana lagi?' benar-benar menyentuh memoriku yg pernah merasa selalu kalah dan ga pernah jadi pemeran utama di kehidupanku sendiri.

aku serasa diingatkan kembali bahwa salah satu hal yang penting untuk aku lakukan dalam hidup ini adalah mencintai takdir. belajar untuk membuka mata, melihat ke segala sisi tanpa terkecuali. bukan untuk diam tak berusaha apapun, tetapi untuk bisa lebih menerima segala arah garis dari Sang Pemilik Hidup. apa gunanya hanya meratapi?

di buku ini emang kesannya nyeritain Edo Edo Edo teruss, tapi menurutku ini brilian banget! dengan alur cerita yang terus-terusan memberi spotlight ke edo, pembaca bisa ngerti dan ngerasain apa yang dirasain seseorang yg merasa terus jadi pemeran pengganti, bahkan di kehidupannya sendiri.

aku ngga nyangka, novel tebal dengan alur cerita flat khas genre slice of life ini bisa kasih makna yang dalam buat aku.

'hidup ini adil karena semua merasa tak adil.'
well said, Sadewa Sagara.
Profile Image for Berlian.
24 reviews1 follower
June 12, 2022
Buku ini adalah buku yang aku mau sejak rilis, alias tahun lalu. Tapi, baru kesampaian beli bulan ini. Waktu buku ini datang pas hari minggu kemarin, aku seneng banget kek orang gila hahahaha.

Ceritanya unik, menarik, dan lebih ringan dari novel Brian yang aku baca sebelumnya. Penggambaran Dewa yang bahkan gak menjadi pemeran utama di ceritanya sendiri menarik aku untuk semakin penasaran dengan novel ini.

Ceritanya bagus, aku suka dan banyak kocaknya. Tapi, aku gak suka bercandaan yang mengarah ke fisik. Di buku ini Dewa dijelek-jelekin mulu fisiknya:( Memang, ada beberapa yang aku pikir lucu, bikin ketawa tapi tetep ada yang bikin aku gak nyaman. Selain itu, ada bercandaan pas di mushola yang aku pikir beneran gak cocok dan berlebihan.
Dewa juga kenapa gak terlihat bangga sama diri dia sendiri padahal aku sebagai pembaca sadar, bahkan dari bagian-bagian awal, kalo Dewa tuh hatinya pure, gak memandang orang beda-beda. Dia baik, banget malah, sampai aku takut bisa-bisa cerita ini plot twist di mana Edo ternyata jahat hahaha ternyata enggak kok, Edo baik banget parah baiknya.

Tapi, terlepas dari semua itu, aku sayang banget sama buku ini huhuhu karena yaaa aku udah nunggu lama. Buku ini bikin aku banyak ketawa terus juga berisi banyak kalimat yang bagus dan bikin aku sadar akan suatu hal contohnya di mana Dewa bilang kalo kita tuh gak akan selamanya kalah dan gak akan selamanya menang. Di sini juga cerita tentang persahabatannya bikin aku terharu terutama pas Edo Kuku nolongin Dewa, terus pas rayain ultah Dewa di MCD. Edo juga urusan duniawi mah dah keren lah tinggal rajin solat hahaha pengen jadi pacar Edooo.

Overall, buku ini cocok buat pembaca yang suka cerita-cerita ringan tapi tetep bisa bikin ketawa dan terharu dalam satu waktu.

Terakhir, aku tim DEWA-KUKU hahahaha.

Dah ah, aku nunggu banget karya Brian yang selanjutnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for apim.
43 reviews
April 23, 2024
Jujur dari segi alur dan konsep sebenernya bagus bagus aja, ga seburuk itu. Ringan aja gitu, cocok dibaca buat selingan di tengah hecticnya hidup wkwk. Celetukan dan adegannya pun cukup menghibur dan bikin ketawa. Tapi ada beberapa hal yang jadi concern aku saat baca buku ini.

Pertama, dari segi bahasa. Aku ngerasa penulisannya kurang konsisten:) Apalagi buat penggunaan kalimat baku. Di beberapa dialog, dari yang awalnya obrolan santai tiba-tiba jadi super baku dan itu meninggalkan kesan yang cukup bikin ga nyaman. Kadang juga tiba-tiba pake 'aku', pake 'gue', atau menyebut diri sendiri pake nama. Kurang konsisten aja gitu dan somehow ini bikin adegannya jadi cringe wkwk

Kedua, *hope I'm not getting cancelled because of this* karena beberapa candaan dan narasinya seakan merendahkan perempuan:( Ini my biggest concern yang bikin aku kasih bintang 3 sih, padahal kalo jokesnya ga gini aku bisa kasih 4 atau bahkan 5. Aku nemuin beberapa candaan yang super ga bangeeet. Salah satunya waktu Chia sama Edo lagi di kantin dan Chia keringetan karena habis ngurus pensi. Tiba-tiba Edo kepikiran mau jilat dia??? Itu aneh dan sama sekali ga lucu. Ada lagi waktu Kuku jalan, terus para cowok ngeliatin sambil mikir kotor. DIA CUMA JALAN WOY?? not to mention adegan Dewa nyuri underware Kuku. That's disgusting tbh. And once again, ga lucu sama sekali. Masih banyak adegan yang terkait ini yang bikin ilfeel. I thought we're all agree to respect each other? Hal ini juga yang bikin aku bertanya-tanya. Kenapa ya kalo author cowok sebagian besar menggambarkan perempuan kayak gitu? Katanya sayang, katanya "cinta" tapi malah digambarin kayak gitu wkwkw

Sorry ini kinda serius, but overall sebenernya aku setuju dengan opini banyak orang. Dengan 700+ halaman, ini terlalu bertele-tele, tapi menghibur kok😀
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Achandra.
212 reviews5 followers
May 8, 2024
Lagi pusing? Butuh bacaan ringan yg bisa membuatmu tertawa dan melupakan beban hidupmu sejenak. Nah, inilah Parable.

Si karakter utama yg bernama Sadewa Sagara, yg jelas berbeda dgn tokoh utama pada umumnya yg memiliki banyak sisi positif. Dewa yg terlahir dalam keluarga kurang mampu, dan dia memiliki otak yg kurang pintar, juga jelas kurang tampan, pokoknya hidupnya serba kekurangan. Sedangkan sahabatnya Edo, si cowo yg terlahir sempurna dgn fisik yg tampan, cerdas, dan juga kaya raya.

Ceritanya ringan dan simpel, khas cerita anak SMA. Tapi yg membuat cerita ini lebih menarik adalah bagaimana seorang Dewa yg serba kekurangan tapi hidup begitu tangguh menghadapi dunia. Tapi jika dipikir-pikir hidup yg serba kekurangan membuat orang jauh lebih berani karena tidak akan takut kehilangan.

Dan yg membuatku jatuh cinta adalah ilustrasi novelnya, seperti animasi Ghibli. Dan Parable sendiri memiliki arti yaitu cerita rekaan untuk menyampaikan ajaran maupun kebenaran umum dgn menggunakan ibarat. Nah begitu pun kisah Dewa yg serba kekurangan tapi dia mampu hidup seakan dunia ada di genggamannya. Kisah konfliknya pun khas anak muda yg dibalut persahabatan, sedikit kisah romantis, dan relasi adik dan kakak.

Yg sebenarnya membuat novel ini agak kurang menurutku, penulis terlalu menitikberatkan pada marjinalisasi tokoh utama, apalagi hampir tiap halaman selalu fokus pada kekurangan Dewa. Dan untuk novel setebal ini terlalu banyak dialog yg membosankan dan terkesan dilebih-lebihkan padahal tidak menjadi bagian dr alur utama.
Kelebihannya banyak pelajaran kehidupan yg secara gamblang diceritakan dalam novel ini.
Profile Image for abcdew.
170 reviews3 followers
December 20, 2021
OMAIGAAAAAATTTT

oke!! jadi ini adalah buku yang aku mau sejak dari awal tahun tapi karena ini itu akhirnya kita berjodoh walaupun di akhir tahun.

oke!! akutuh sukaaaaaaaaa banget sama bromance nya dewa dan edo. bener2 bro banget!! kadang bikin kesel—apalagi mereka gampang banget nyela satu sama lain–si edo tuh lemes banget mulutnya kalau nyela si dewa ya ampun. poor my dewa. kadang bikin ketawa karena mereka bener2 kocak cuy. dan kadang juga bikin nangis because they takes care of each other, they love one another and it makes my heart warm.

dan karena akutuh orangnya hopeless romantic banget dan apa2 yang diliat selalu romance nya dan i can say mas bri juara. karena aku dibikin dari yang suka sama chia, trus jadi bete to the max sama dia, jadi pindah ke kubu kuku, trus balik lagi ke chia. buset dah.

overall aku sukaaaaaa banget. buku ini tuh ngajarin banget banyak hal terutama tentang percintaan, pertemanan dan yang paling penting sih kehidupan.

FIVE STARS!!!!!!
Profile Image for Namira.
17 reviews
February 19, 2023
sebenernya ceritanya cukup menarik, konsepnya bagus; “parable”. tapi untuk 600-sekian halaman, ngh, harus dipikir lagi✋😭

menghibur, sih. aku akui celetukan-celetukan nyelenehnya kadang berhasil buat aku ketawa sendiri. tapi, ya, di awal aja. menurutku untuk jenis cerita persahabatan dan cinta segitiga anak SMA ini tuh terlalu panjang, dan bertele-tele. mulai halaman tengah sampai akhir, aku cukup banyak skip detail dan percakapan-percakapan yang ga terlalu penting.

jadi, yang seharusnya semakin menuju ending semakin penasaran, membaca ini semakin boseeen karena yang ada di pikiranku cuma “klimaksnya kapan sih kok gak selesai-selesai?!”.

btw, sorry to say, tapi aku gak suka karakter Chia. banyak mau, aneh, membingungkan, tapi sering kali menaruh semua kesalahan di orang sekitarnya. nggak jelasss. Dewa and Edo really deserve better???
Profile Image for Matchanillaaa.
93 reviews1 follower
November 3, 2024
Kalau kamu suka K-drama Waikiki, km juga bakal suka sama buku ini.

Gokil. Awal pertama lihat bukunya males banget karena tebelnya sampe 600 halaman. Tapi setelah baca 1 bab pertama, gilaa ga bisa berhenti ketawa 😭. Agak heran kenapa banyak yang mereview buku ini jelek karena tokoh utamanya terlalu sarkas ketika menghina sahabatnya sendiri.

Dibawa santai aja ga siih. Obrolan mereka tuh justru lucu bangeeet. Ada aja gebrakan komedi yang bikin mood naik. Dari mulai tingkah mereka, obrolan mereka, sampe narasi yang menggambarkan kebodohan perilaku mereka. Bagi aku pribadi bener bener menghibur. Buku ini sukses bikin mood naik.
3 reviews
August 16, 2021
main character develop nya bagus, walaupun plot cerita agak bertele tele mungkin lebih ke santai namun pesan yang ada tersampaikan dengan baik, tentang kita adalah karakter utama di dalam hidup kita namun bukan berati kita harus diperlakukan istimewa oleh orang lain. Kita menentukan jalan hidup apa kedepan nya.
Profile Image for szzipp.
48 reviews
August 13, 2023
Isinya wattpad jaman 2017 banget. Alurnya kurang jelas, terlalu muter-muter, gak realistis juga gitu alurnya. Rela baca sampe habis karna nostalgia baca wattpad jaman SMP dan kepo sama kisah kuku dewa. Eh trnyata malah balik ke chia....?
Profile Image for Naoto.
7 reviews
October 28, 2021
Actually a fun book too read. Language usage aren't heavy, and you can easily understand it. Pesan hidup juga dapat, terutama di beberapa chapter akhir
Profile Image for Annisa' Taqiyyatul 'Azizah.
23 reviews3 followers
January 3, 2026
Klo suka dark comedy buku ini bikin ketawa dengan gaya satire dan sarkasme. Ceritanya juga relate dengan kehidupan sosial ekonomi di Indonesia
Profile Image for Indah Maha Sari.
55 reviews
June 11, 2025
novel ini menceritakan tentang kehidupan sadewa sagara, di panggil dewa. Latarbelakang cerita tentang kehidupan SMA, berlokasi di Bandung. Dewa di gambarkan sosok pria yang tidak beruntung dalam segala hal, mulai dari bentukan wajah yang jauh dari kata cakep, memiliki orang tua yang kehidupan miskin, rumah berlokasi dekat kali dan sering banjir, tidak pintar secara akademis dan cendrung bodoh, dan 24 kali di tolak cewek (miris memang). Dewa bersahabat dengan Edo yang hampir semuanya bertolak belakang dengan kehidupan dewa, muka cakep, orang tua yang kaya raya, rumah mewah, pintar dan digilai cewek-cewek di sekolahnya. Ceritanya berkisar tentang persahabatan dewa dan Edo dalam menjalani hari-hari mereka sebagai remaja yang duduk di bangku SMA, dan dengan perbedaan antara keduanya.

Selain dewa dan Edo, ada juga 2 juga karakter cewek yang ditampilan dicerita ini, yaitu kuku dan chia. Kuku merupakan adik dari Edo, sama seperti edo hidupnya sangatlah sempurna, termasuk wajah yang dimiliknya, walau jutek ia sangat menyayangi kakaknya. Sedangkan Cia, cia merupakan sahabat dari Dewa, mereka berteman sejak kecil, dikarenkan lokasi rumah mereka yang saling berdekatan, dan orang tua cia merupakan atasan dari orang tua dewa. Cia memiliki kebiasaan yang selalu di highlight yakni kebiasaannya memakan indomie rebus setiap kali ke warung dewa.

Konflik :
konfilik berkisar tentang percintaan anak SMA. Edo yang diganduringi cewek-cewek mencintai Chia perempuan yang menurutnya berbeda dengan perempuan yang selama ini dia temui. Chia acuh tak acuh seakan menerima Edo, karena menurutnya edo suka berkelahi, dan ia tidak suka dengan pria yang sering berantem, padahal itu cuma alasan. Chia sebenarnya menyukai Dewa sejak lama akan tetapi dewa yang minder akan muka, dan selalu mengalami berbagai penolakan terpaksa merelekanan perasaannya dan melepaskan Chia ke Edo. Edo meminta Dewa untuk menjaga sang adik kuku dari mantannya, dewa melaksanakannya perintah Edo, dan berjalannya waktu kuku mulai tersirat bahwa kuku "wanita tercantik di sekolah mereka", menyukai Dewa yang perawakannya jauh dari standar. intinya chia dan kuku ini jatuh cinta kepada sosok dewa dengan ketidak sempurnaanya. Konfik lain yaitu ketika rumah dewa di gusur dan dirobohkan, orang tua dewa ke jawa tengah, dan dewa sendiri tinggal di daerah kecil (lupa), setelah 1 bulan menghilang dan tidak masuk sekolah kuku dan edo berangkat menemui dewa, dan berhasil membawa dewa untuk balik ke Bandung. dewa pun bekerja di rumah mereka sebagai ART. tinggal di rumah orang kaya membuat dewa bisa menikmati semua fasilitas yang ada dirumah Edo. Keberadaan dewa dirumah Edo dan Kuku membuat rumah yang sepi menjadi lebih bewarna, mereka sering menghabiskan hari bersama, melakukan kegiatan seru, yang membuat mereka semakin dekat. Konflik juga terjadi ketika Edo mengetahui dirinya bukan anak dari orang tuanya.


Kesan
Postif
1 aku suka dengan karakter dewa yang menerima keadaan itu, tanpa ada protes atas semua takdir yang diberikan Tuhan kepadanya,
2. Persahabatan edo dan dewa yang benar-benar solid, yang walaupun di dunia nyata sangat ragu apakah orang miskin dan kaya bisa berteman sebaik itu
3. Cover novelnya bagus 10/10

Negatif
1. banyak bahasa yang kasar, an"ng, Gblk, dan bahasa lain yang cendrung kasar, dan ada bahasa bencanda yang menrendahkan perempuan.Banyak becandaan yang garing dan hiperbola
2. karakter chia, satu kata kamu sok cantik !! Edo cakep tapi ogeb, Dewa 1000 kuadran ogeb Udahlah yang paling benar Kuku
3. jalan ceritnya gampang di tembak, tapi penulis, buat ceritanya berbelit belit aja, sehingga halaman novelnya jadi banyak
Profile Image for Gian Nash.
19 reviews
May 25, 2025
"Pokoknya akan datang suatu hari dimana lo benar-benar sadar bahwa gak ada orang yang sayang sama lo, gak ada orang yang benar-benar suka sama lo, terus lo akan merasa sangat-sangat sendirian di dunia. Dari situ lo perlahan-lahan menerima kalau gak semua orang terlahir di dunia ini untuk merasakan bahagia, semua ada porsinya"

Parable ini mengajak kita kembali lagi ke masa-masa SMA bilamana gua dan lo itu sudah tua hehe. Kita disajikan persahabatan dan struggle yang berbeda dari tiap karakter yang ada, namun gua jatuh cinta akan karakter Sadewa yang mana hidupnya selalu ngalir sampe sendalnya hanyut dan penuh jokes yang mengundang tawa. Adakalanya gua dibikin terpukau, terdiam, terputer tak iye (nada madura) dengan dia yang tiba-tiba kesambet jadi bijak dan bikin gua merenung juga "Wah hidup ini ternyata keras juga ya"

Lagi-lagi Brian khrisna menyusun kata-kata sederhana tanpa istilah rumit dibukunya eh ada deng buat sadewa yaitu inkubator yang ternyata maksudnya adalah eskalator, salah penyebutan ini sering terjadi memang ketika kita punya keterbatasan entah itu ekonomi atau pengetahuan pada kehidupan sehari-hari. Gaya penulisannya selalu khas, kali ini mengalir bagai luapan sungai yang menerpa rumah sadewa. Cocok buat lu yang suka buku yang bahasanya ga rumit, kalo buku ini bisa ngomong mungkin dia akan bilang "Ini buku bos, bukan soal MTK yang katanya cuma 4 namun soalnya beranak dan susah dijawab". Banyak jokes-jokes yang membuat mengocok perut sepertihalnya saat lupa mengocok obat yang kadung terminum karena lupa membaca aturan pakai obat. "Taik kudaaa" akan selalu menemani percakapan antara Sadewa dan Edo.

"Jatuh cinta itu mudah, yang sulit adalah menerimanya"

Quotes diatas sangatlah ngena banget meskipun gua ini adalah tuna asmara. Dari buku ini gua belajar mengenai cara mengatasi insecure dan hidup mengalir seperti halnya yang dirasakan oleh sadewa lalu rasa gaenakan seperti chia, sosok sempurnapun selalu ada kurangnya kek edo, lalu sekeliatan cakepnya kuku entah kenapa pasangannya biasanya memang seperti kuda laut kalo kata sadewa hehe sorry dewa lu jadi tameng mulu. Persahabatan dan perasaan-perasaan yang sebenarnya menghalangi kita buat maju diracik dengan sempurna dalam Parable ini.

Parable cocok buat lo yang lagi ngerasa hampa atau datar hidupnya atau rasa stroberi kek asep stroberi juga bisa dan buat lo yang lagi males baca buku self help atau self improvement yang biasanya teriak-teriak dengan petuahnya yang kaku maka buku ini layak sekali untuk dilahap. Lumayan tebal karena 600 halaman lebih namun lama-lama gak kerasa, tiba-tiba udah ada di Thailand aja nih kita mantep nih nyobain brownies yang bisa bikin ketawa, eh gua kan masih ngereview buku yak. Pokonya lu wajib bertemu Sadewa sekali seumur hidup dan bertemu dengan Roti Avanza, penasaran kan itu Roti atau Mobil? Ayooo baca bukunya dan Beli Buku Original ya jangan yang bajakan, ntuh buku atau kaset dah bajakan. Pokonya beli yang ori ya gais-gais tambunan.

Semoga review ini berguna bagi nusa dan bangsa, salam hangat panas dan dingin. Sampai jumpa lagi direview lain !
1 review
May 1, 2023
3/5 agar bisa orang baca, tapi secara personal menurut saya buku ini 2/5

Konsep dan Sinopsis buku ini memberi saya ekspektasi, dan saya kecewa

Saya membeli buku ini setelah tertarik dengan sinopsis dibelakang buku. sang penulis menjanjinkan cerita yang tidak klise, yang "membosankan", cerita tentang orang serba kekurangan

Ekspektasi saya tinggi, terutama karena saya banyak mendengar rekomendasi dari orang
Saya berharap sang Brian Khrisna dapat menuliskan narasi dari sudut pandang orang biasa yang tidak memiliki trait protagonis menjadi sebuah narasi yang menarik, yang dapat meyakinkan bahwa kita orang biasa dapat memiliki hidup yang menarik.

Sayangnya saya dikecewakan. Bukannya memenuhi ekspektasi saya, justru buku ini sangat klise, memiliki ending yang sangat predictable, humor yang terlalu bertele-tele dan membosankan. baru membaca 1/3 buku ini, saya sudah bosan dengan humor yang sama namun dikemas berbeda dan juga jalan cerita yang mudah ditebak, saya terus membaca karena berharap ada twist yang mungkin diberikan, tetapi tak kunjung datang.

Buku ini mengenalkan kita kepada Dewa, sang protagonis yang merupakan kebalikan dari tipikal male lead buku romance young adult wattpad (Kalau anda hanya membaca cerita klise dengan tokoh utama perempuan), yang diklaim memiliki banyak kekurangan. darimana kita mengetahui bahwa Dewa memiliki kekurangan ? ya dengan olokan dan lawakan yang diterimanya di sepanjang buku (dan sang penulis benar-benar memperlakukan kita seperti orang bodoh karena tidak cukup dia beritahu sekali, dia harus beritahu setiap saat) yang merupakan titik utama komedi dari cerita ini. tetapi jangan salah, ini merupakan kelebihan Dewa juga, sang penulis cukup bermurah hati untuk memberikan sisi positif dari kemampuan ini. tapi disitu saja Dewa dibilang biasa, karena sang penulis tetap menonjolkan sang Dewa dibandingkan karakter lain, yang menjadi pembanding bahwa dia karakter biasa hanya Edo, sahabatnya yang memiliki semua trait male-lead di cerita klise wattpad.

Buku ini gagal membuat Dewa tidak spesial, karena satu-satunya cara untuk meyakinkan bahwa Dewa adalah orang biasa adalah dengan menonjolkan Edo, dan menurut saya ini sangat tidak kreatif dan justru sangat klise.
Buku ini tidak dapat mewakili siapa-siapa, karena Dewa ini merupakan kaum minoritas, meski dia jelek dan miskin, dia memiliki sifat yang mudah disukai, dia memiliki sahabat yang kaya raya dan peduli dengan dia, dan memiliki seorang teman wanita yang cantik (coba pikirkan seberapa banyak dari kita yang memiliki hal yang sama ?).

Buku ini sangat light read, penulisannya bagus sehingga alurnya mudah diikuti, cocok untuk penikmat young-adult (dan cerita klise) kasual, tetapi tetap saja, saya tidak bisa melepaskan rasa bahwa sang penulis mengkhianati konsepnya sendiri.

Kalau bukunya tidak terlalu tebal, saya bisa rekomen, sayangnya ketebalannya ini justru hanya membuat kita berharap bahwa ceritanya berakhir lebih cepat.

Tidak direkomen
Displaying 1 - 30 of 144 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.