Jump to ratings and reviews
Rate this book

집에 있는데도 집에 가고 싶어

Rate this book
“몰래 나를 들여다보고 오직 나만을 위해 써준 듯한” 글들

집에 있는데도 집에 가고 싶은 이 기분은 뭘까? 텅 빈 마음에 공허함만 가득 찼을 때 꺼내 읽기 딱 좋은 이 책을 당신에게 건넨다. 웅크리고 있다가도 갓 빨래한 이불의 뽀송함에서 사소한 행복의 조각을 찾는 맑은 마음. 처절한 이별 후에도 툭툭 털고 다시 일어나 영원한 사랑을 꿈꿀 수 있는 희망찬 마음. 참 드물고도 귀한 이 마음들은 그 누구보다 나의 행복이 가장 소중하다고 여기는 것으로부터 나온다. 고단한 현실이 벅찰 때, 도망가도 괜찮다고, 가끔 사라지고 싶은 생각이 들어도 괜찮다고, 나의 힘듦을 다른 사람의 그것과 비교하지 말라고 얘기하는 권라빈 작가의 글들을 가만히 읽어 보자. 어느 독자의 말처럼, ‘몰래 나를 들여다보고 오직 나만을 위해 써준 듯한’ 이 글들이 당신의 따스한 도피처가 되어줄 것이다. 여기 머무르며 잠시 쉬어가도 좋다.

204 pages, Paperback

Published January 1, 2020

49 people are currently reading
1155 people want to read

About the author

Kwon Rabin

1 book5 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
101 (25%)
4 stars
167 (41%)
3 stars
104 (26%)
2 stars
19 (4%)
1 star
7 (1%)
Displaying 1 - 30 of 86 reviews
Profile Image for Shanifiction.
221 reviews71 followers
November 22, 2021
Tertarik buku ini karena suka sama judulnya "Aku Ingin Pulang Meski Sudah di Rumah". Pasti di antara kita pun pernah ada yang merasakan suatu titik di mana merasa di rumah tapi tetap ingin pulang. Pulang ke mana? Kan sudah di rumah? Tapi rumah itu apa? Kenapa sudah di rumah pun merasa tidak nyaman? Mungkin secara fisik iya bisa memberikan tempat untuk berteduh, tapi secara mental? Apakah bisa disebut rumah jika memberikan kita perasaan tidak nyaman?

Kalau kalian baca buku ini aku sarankan bagian kata pengantar yang ditulis oleh dr. Jiemi Ardian, Sp. KJ jangan dilewat. Di situ dr. Jiemi menyampaikan perihal arti rumah. Aku suka sama apa yang disampaikan oleh beliau.

Jujurly, aku tuh masih jarang baca buku self help. Pernah ngintip isi-isi buku self help dan aku lumayan pilih-pilih sama buku sejenis ini karena aku nggak suka kalau isi bukunya malah nyuruh aku harus ini itu supaya aku merasa lebih baik.

Pas baca ini pun aku gak berekspektasi tinggi dan optimis aku gak akan suka. Haha
Eh malah kebalikannya dong. Aku menikmati baca buku ini karena isinya padat, yang aku maksud padat di sini tuh nggak yang isinya pendek-pendek kaya kutipan doang gitu loh. Ngerti kan? wk
Slide fotonya aja ya buat intip isi bukunya, biar makin jelas juga maksud aku tuh apa.

Isinya berupa cerita pengalaman si penulis, jadi ditulis pakai sudut pandang orang pertama. Karena berbentuk berupa cerita ini lah kenapa aku suka, jadi kaya pas baca tuh ngerasa ''nah kan ternyata ada juga orang yang ngerasain atau ngalamin hal yang sama kaya aku". Terus jadinya aku ngerasa nggak digurui juga dan malah diajak ikut berpikir dan menemukan hikmahnya(?).

Emang sih ada beberapa bagian yang hanya berupa kutipan aja, tapi nggak banyak. Dan malah beberapa kutipannya itu diambil dari cerita di halaman sebelumnya. Jadi secara keseluruhan buku ini worth it.

Terus aku juga baru tau sih ternyata V BTS baca buku ini ya. Jadi kalau fans BTS mesti bacalah ya.

Kalau kalian emang suka buku self help atau emang lagi butuh buku sejenis itu dan sukanya yang lebih ikut mengajak berpikir tapi nggak berat dan bukan dinasehatin harus ini itu, coba aja baca buku ini.
Profile Image for Shela Yulfia Hadist.
44 reviews6 followers
March 11, 2022
[ review ini di-post juga di Instagram @73656c ]

Judul: Aku Ingin Pulang meski Sudah di Rumah
Penulis: Kwon Rabin (ilustrator: Sally Kim)
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2021
Jumlah Halaman: 204

disclaimer: review buku ini ditulis berdasarkan pengalaman dan apa yang aku rasakan selama membaca. jadi, penilaianku bisa jadi berbeda dengan penilaianmu, and that's just totally okay!:D

---

"Saat seseorang merasa dirinya berbeda, bingung, dan ketakutan ketika dihadapkan pada situasi yang tidak biasa di lingkungan baru, secara naluriah ia akan mencari rumah yang paling nyaman dan cocok baginya."

---

Berikut key points dari pengalaman baca yang aku notice
🔵 apa yang aku suka
🔴 apa yang aku kurang suka

🔵 Awal ketertarikanku dengan buku ini adalah ketika membaca judulnya, sangat intriguing! Terlebih, setelah membaca tulisan dr. Jiemi di cover buku yang menurutku sangat "menohok"
🔵 Buku ini memiliki banyak diksi yang manis dan menenangkan. Layoutnya rapi, banyak white space dan ilustrasi-ilustrasi yang lucu
🔵 Satu hal yang membekas untukku setelah membacanya, menurutku buku ini secara tidak langsung mengajarkan bagaimana cara berempati. bagaimana kita bisa lebih aware dan memiliki sensitivity terhadap perasaan orang lain

🔴 This book isnt really my cup of tea. Mungkin karena ada beberapa esainya yang terlalu personal dan aku kurang relate, jadi aku seperti membaca curhatan orang lain. Sementara, itu bukan tujuanku membaca buku ini😃🙏

Overall, aku sangat suka bagian awal buku, bahkan hampir pasti ingin memberi bintang 4⭐. Namun, memasuki bagian ⅓ akhir, aku mulai merasa sedikit kurang nyaman.

#selabaca personal rating
⭐ 3/5
Profile Image for Anne.
Author 5 books14 followers
October 15, 2021
"everyone needs a warm person and space that always hugs us. [...]
You can stay here and rest for a while."

This is the first book - written in Hangul - that I read. Even though I am able to read Hangul (very slowly!), I hardly understand any Korean word. I was able to read this book thanks to the app Papago.
The writing, the metaphors, the illustrations were beautiful. It was a pleasure reading it.
Profile Image for riizukiii.
120 reviews19 followers
November 29, 2021
Apakah aku juga sebuah rumah bagi seseorang untuk pulang?
Profile Image for Dennisa Hasanah.
87 reviews22 followers
October 29, 2021
Membaca buku ini sama kayak membaca buku diary nya penulis. Buat membagi cerita apalagi tentang diary ga mudah, tapi penulis mau bercerita tentang pengalaman pribadinya dan kesulitan yang ia hadapi.

Mungkin buku ini akan jadi favoritku ketika aku membaca nya di waktu SMP, tapi tetep aja kurang pas karna ada beberapa part yang belum cocok untuk minor. Untuk saat sekarang, aku ngerasa memang ada beberapa part yang "too cheesy" buatku.

Buku ini partnya singkat dan mudah dipahami. Part demi part nya ada yang berhubungan ada yang engga, kayak random gitu, tapi karna aku memaknainya yah hidup emang terkadang gitu hari ini sama besok beda momennya, bisa jadi hari ini dan besok masih sama momennya.

Intinya buku ini emang nyeritain ya begini hidup, bagian yang kurang pas buatku bukan karna itu jelek, tapi mungkin aku ga menjalani kehidupan penulis aku ga bisa sepenuhnya paham. Aku di sini sebagai pendengarnya penulis dan kalau ada karya beliau lagi aku juga masih tetap mau membacanya lagi ><
Profile Image for Fadillah Maronie.
11 reviews
January 3, 2022
Pengennya ngasih 3,5. Tp cuman bisa 3 dari 5 yah udah. Stengahnya ku selipkan di sini.

Jujurly, judul dan covernya daya tarik terkuat dalam membeli buku ini. Aku pribadi judul buku ini tiba2 kepikiran hampir kebanyakan orang memili mengakhiri hidupnya didalam rumahnya sendiri. Padahal memiliki rumah yang selalu menjadi pioritas semua orang yang mampu maupun tidak mampu, yang bekerja maupun sekedar mengkhayal.

Buku di buka dengan kata pengantar dari dr.Jiemi Ardian mengenai makna rumah. Kata pengantar yang menarik untuk di baca perihal memahami makna rumah dari berbagai sudut pandang.

Buku ini sendiri memiliki pemilihan kata yang sederhana, seperti sedang baca diarynya penulis. Sehingga gue memiliki kesan sedang menjadi pendengarnya kemudia menangkap bahwa dari beberapa part cerita kehidupannya ternyata related dengan kehidupan gue nih. Makanya ada part2 yang rasanya deep bgt, karena senasib. Juga penyampaiannya rapih meski setiap halaman berbeda kisah. Namun, terasa betul bahwa tak ada kesan menasehati, memotivasi di awal. Bener2 ngalir, barulah masuk beberapa halaman ad quote2 atau sedikit nasehat dan itu langsung ke terima. Sebab kita tahu bagaimana pengalaman yg penulis di awal. Namun, ada juga part2 yang kurang masuk sama value gue. Tp, itu bukan jadi masalah krn ini kan pengalaman dan pemikiran seseorang yang tentu saja akan ada bagian2 yang kita tak sesuai. Mengingat penulis memiliki budaya, latarbelakang dan value berbeda.
Profile Image for Desti Astiani.
123 reviews13 followers
October 28, 2022
Buku ini terdiri dari 4 bab, yaitu membahas tentang betapa pentingnya kebahagiaan, sulitnya kehidupan, alasan seseorang berpisah, dan jatuh cinta. Bukunya berilustrasi fullcolor karya Sally Kim 😍.

Dari esai ini banyak mengingatkan aku tentang empati, betapa berartinya diri kita untuk menjadi pendengar cerita seseorang, pentingnya kebahagiaan diri kita, belajar memahami situasi seseorang agar tidak egois, memperhatikan kualitas sebuah perkataan, untuk tidak meremehkan cinta & perhatian kecil kita kepada seseorang, selalu bersikap baik dengan tulus, dan satu lagi tentang sangat penting untuk memilih kata saat berbicara dengan orang yang kita cinta.

Selain itu, buku ini juga mengajak pembacanya untuk selalu yakin bahwa harapan-harapan baik kita akan terwujud, seperti salah satunya adalah berharap cinta datang dan kita bertemu seseorang yang seperti kita inginkan setelah melewati kenangan, pertemuan, perpisahan, dan perjalanan panjang.

Aku senang bisa menyelesaikan baca buku ini :) Sepertinya segala sesuatunya memang sudah tidak perlu disesali, yang sudah terjadi bisa dijadikan pelajaran & menjadi arahan untuk bisa menemukan rumah kita yang paling nyaman & cocok bagi kita.
Profile Image for Khaulah.
3 reviews
November 29, 2021
☘️ Awalnya beli buku ini tuh karena ada salah satu teman Army (Fans BTS) yang mereview. Btw, buku ini pernah di baca sama V BTS. Aku langsung tertarik dan cus beli. Setelah 2 hari nyampe di tangan, ternyata ada fanbase yang ngadain event diskusi bareng terkait buku ini. Semakin semangat lah buat baca.

☘️ Sebelum baca isinya, wajib baca pengantar dari dr. Jiemi Ardian. Beliau menjelaskan makna 'rumah' yang sebenarnya. Dan sepanjang baca pengantar dari beliau, aku sering mengangguk-anggukan kepala dan berkata 'oohh'.
"Tak masalah kalau sekarang kamu merasa tidak berada di rumah. Mari buat rumah kita sendiri perlahan-lahan." -dr. Jiemi

☘️ Buku ini berisi pengalaman dari si penulis, entah itu kejadian-kejadian kecil sampai dengan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh penulis. Apa yang di ceritakan relate banget dan buat aku sendiri banyak part yang ngena dan seketika tersadar dengan apa yang aku alami.

☘️ Secara subyektif aku suka banget sama bahasanya, mudah dipahami, ringan, padat berisi. Didukung dengan ilustrasi, jadi nggak bikin bosan.

☘️ Isinya ada 4 bab, Kebahagiaanku Lebih Berharga daripada Apapun, Untukmu yang Menghadapi Sulitnya Kehidupan, Jika Kau Tidak Tahu Alasan Kita Berpisah, Pada Akhirnya Kita akan Jatuh Cinta Lagi. Jujur, aku lebih suka bagian bab 1 dan bab 2, karena aku bukan tipikal orang yang terlalu memikirkan soal cinta. Tapi karena aku suka banget sama gaya bahasanya, jadi aku selesaikan semua bab dan memang ada sub bab 3 dan 4 yang itu bisa ditarik ke persoalan lain selain cinta.
Profile Image for bubblemustard.
165 reviews22 followers
January 14, 2024
หนังสือแนวปลอบประโลมจิตใจที่ตกเราได้เพราะชื่อหนังสือแล้วก็ปกสีม่วง น่ารักมาก แค่หยิบมาถือไว้ก็เหมือนมีเพื่อนเพิ่มมาคนนึงแล้ว ในเล่มแบ่งเป็นสี่บท ส่วนตัวเราชอบสองบทแรกที่เล่าเรื่องชีวิตประจำวัน อดีต อนาคต โดยเฉพาะพาร์ทที่เล่าถึงเรื่องครอบครัวและงาน (ตรงกับชีวิตช่วงนี้ด้วยพอดี ;-;) ส่วนสองพาร์ทหลัง เป็นเรื่องเกี่ยวกับความสัมพันธ์ของคนรัก เราไม่ค่อยอินเท่าไหร่ แต่ละหน้าเป็นข้อความสั้นๆ ไม่ได้มีเนื้อหาอะไรเหมือนสองบทแรก เลยมีอ่านข้ามๆ ไปบ้าง

แต่โดยรวมก็เป็นหนังสือที่น่ารักดี เหมือนได้เพื่อนเพิ่มมาอีกหนึ่งคน ภาพประกอบในเล่มน่ารัก มีติดชั้นหนังสือไว้ก็อุ่นใจดีนะ
Profile Image for lita.
14 reviews4 followers
January 24, 2022
Tertarik untuk beli buku ini karna judulnya, "Aku ingin pulang meski sudah di rumah" Dari judulnya saja udah bikin aku untuk berekspektasi tinggi sama bukunya. Tapi entah kenapa, rasanya not my cup of tea. Bisa dibilang masih sama seperti buku buku lainnya, tidak ada yang spesial.

Bagian paling favorit aku ada pada kata pengantar, serta ilustrasi yang bagus membuat buku ini terlihat menarik.
Profile Image for neta.
10 reviews
June 27, 2022
cantik sekali semuanya yang ada di buku ini, gambar, penulisan, SEMUANYAAA terimakasiih banyaaak banyak banyak karena buku ini aku ngerasa perasaanku sekarang jauh lebih membaik ^__^ & terimakasih jugaaa sudah memvalidasi perasaan orang2💜💜💜 SUKA JUGA CANTIK BUKUNYA WARNAAA UNGUUU HUHUU
Profile Image for cel.
94 reviews5 followers
February 4, 2022
4/5! buku yang menyenangkan sekaligus memberikan kekuatan. ditambah dengan ilustrasi yang bikin tenang. cocok dibaca ketika sedang mengalami hari yang berat
Profile Image for aira alfahis.
11 reviews
Read
May 10, 2022
terima kasih, kwon rabin. terima kasih sudah menemaniku bersedih-sedih dan sesekali menangis. tulisanmu cantik, akan ku buat review yang rapi untuk bukumu yang satu ini. nantikan, ya.
1 review
August 16, 2022
Whenever I read, it's the best book ever.🤎
I have known from my ❤
Profile Image for Regina Tan.
22 reviews
April 6, 2023
Hmmmmm tbh buku ini semakin ke belakang makin kayak diary si author jadi kadang ga relate h3h3 tapi there are some points yang bisa dipetik kalo semisal lagi feeling down. Diksinya cantik, tapi krn aku baca versi indo jadi ngerasa agak awkward HAHA this is personal tho
Profile Image for Ardina Alth Mora.
485 reviews16 followers
October 31, 2021
“Tidak perlu melalui jalan yang sama persis dengan orang lain”
.
🏡Ya hidup adalah serangkaian kontradiksi. Dan setiap orang punya kesulitan yang berbeda-beda dan standart bahagia berbeda-beda juga. Ya buku ini benar-benar terasa hangat sewaktu aku membacanya dari bab 1 sampai bab 2. Kalau untuk bab 3 dan bab 4 beberapa bagian😅, dan aku merasa ternyata aku tidak sendiri, ternyata tidak hanya aku yg perna merasakan ini. Ternyata itu bukanlah hal yang salah atau terlalu dramatis atau berlebihan.
.
🏡Ketika merasa kesulitan, lelah, tertekan lalu menangis sendirian di rumah dan merasa ingin pulang ke rumah “Keluarga” dan “Di tempat dimana kita diterima dan dihargai” ya bisa lingkungan dan pertemanan—— I feel that ✨
.
🏡Autor seperti mengajak kita memahami dan menerima siapa diri kita apa adanya. Membaca buku akan terasa hangat dan hugging jika pada orang yang tepat dan waktu yang tepat juga. Essay seperti ini selalu terasa hangat dan hugging bangat untuk aku mungkin karena dari kecil sudah harus jauh dari keluarga, merantau dan tinggal selalu sendiri🥲😅.
.
🏡Yang aku ceritakan malah bukan isi buku ini rasanya😅 malah hanya garus besarnya aja. Lebih seberapa related buku ini untuk yang baca (tergantung yang baca).
Profile Image for Mii.
474 reviews52 followers
October 6, 2022
Salah satu buku yang menurut ku cuma bisa dinikmati dengan baik di saat yang pas..makanya selama ini bukunya ku biarin duduk manis di dalam rak.. sampai tadi akhirnya ku ambil dan mulai dibaca..

Dan sekarang aku cuma mau bilang terima kasih, untuk semua tulisannya.
Profile Image for 英英看书.
6 reviews1 follower
September 3, 2021
Tôi ước, mình phải thật hạnh phúc
Tôi cũng mong những người thân yêu được hạnh phúc
Nhưng trên hết, tôi vẫn mong mình là người hạnh phúc NHẤT!
Profile Image for Kartini NRG.
77 reviews
December 29, 2021
Jujur, masih belum paham kenapa judulnya gitu. Bagus sih, eye catching banget, dan bisa langsung menyentuh sisi filosofis dalam diriku, tapi tetep aja setelah tamatin bukunya, justru bagian soal rumah jadi kurang berbekas.
Di luar dari kebingunganku itu, aku sungguh menikmati membaca tiap esai dan ilustrasi yang ada di dalam buku ini. Seolah ada alurnya juga, dari yang awal-awal gloomy banget jadi pelan-pelan bangkit dan di bagian akhir jadi bisa banyak berpikiran positif dalam melihat dan menyikapi sesuatu. Padahal pas awal baca aku lompat-lompat. Kebiasaan sih kalau baca esai atau non-fiksi seringnya loncat tergantung mata ini kebetulan singgah di judul apa, halaman berapa. Mungkin karena itu juga ya aku sempat berhenti baca ini dan baru aku baca ulang lagi dari awal di bulan Desember ini.
Banyak banget kalimat-kalimat nyelekit dan menyentuh di dalam buku ini, sampai sisinya itu warna-warni karena terlalu banyak aku tempelin mark xD
“Mendengar itu, aku jadi bertanya-tanya. Apa aku harus memiliki alasan yang lebih istimewa atau kisah yang lebih luar biasa agar aku bisa bersedih sesuka hatiku?” – 37

Relate banget ga sih? Apalagi kalau curhat sama kaum mendang-mending bawaannya bukannya lega malah makin terpuruk.
“Memangnya kenapa kalau aku lebih lambat dari yang lain? Aku tidak perlu hidup seperti orang lain, kan?” – 60

Mau itu soal lulus sekolah, pekerjaan, apalagi soal nikah. Pengen banget bilang kayak gini tiap kaum kapan-kapan itu nanya. Emang kenapa mereka pada nungguin ya? Kenapa malah mereka yang kepanasan dan terus mendesak sementara yang berkaitan aja masih santai bin enjoy sama yang dilakukannya sekarang? Lucu kali bah.
“Aku gusar saat mengetahui bahwa kau mencari jalan terjauh untuk menghindar agar tidak berpapasan denganku.” – 120

Ini from lover to stranger banget sih HAHA. Sekali lagi aku tersadar, apa yang membuatku begitu menyukai aksara. Karena mereka tampak sederhana, apalagi saat hanya berdiri satu per satu, tampak biasa saja. Tapi ketika mereka ditata sedemikian rupa, bersinergi dengan kegelisahan dan kreativitas penulis, maka akan tampak makna yang mendalam. Aku nulis apa si? Kebanyakan baca rapijali ini mah xD
Banyak esai dalam buku ini yang tampak sederhana, tapi bisa bikin perasaan campur aduk. Dari membuat tenggorokan tercekat, terharu karena ngerasa ada yang meluk, sampai senyam-senyum sendiri. Apalagi yang judulnya “Kencan Istimewa”, terus ada juga “Mari Kita Melarikan Diri”. Bikin aku sadar kalau keromantisan bisa sesederhana itu.

Rating: you are loved/10
Profile Image for Rizza Lestari.
113 reviews
January 3, 2023
Buku ini berisi esai yang terbagi menjadi empat bab yaitu kebahagiaanku lebih berharga daripada apa pun, untukmu yang menghadapi sulitnya kehidupan, jika kau tidak tahu alasan kita berpisah dan pada akhirnya kita akan jatuh cinta lagi.

Pada bab pertama penulis membahas pengalamannya mengenai masalah yang dihadapinya termasuk pengalamannya dengan depresi, bagaimana menghadapi situasi tersebut dan menemukan hal-hal kecil yang membuatnya bahagia. Waktu baca bagian ini aku juga jadi ikutan bertanya pada diri sendiri apa hal-hal kecil yang membuat aku bahagia, juga merefleksikan pengalaman aku menghadapi situasi sulit dimasa lalu dan bagaimana aku mengatasinya kala itu.

Pada bab kedua penulis membahas pengalamannya menghadapi situasi sulit dalam hidup yang mungkin semua orang mengalaminya juga. Waktu aku baca ini aku berasa lagi di 'puk puk' sama penulisnya soalnya aku baca ini waktu lagi banyak banget masalah. Penulis juga mengingatkan bahwa membandingkan diri dengan orang lain itu ga ada gunanya, cuma buat kita tersakiti aja. Jadi fokus aja buat mengembangkan diri sendiri dan jangan lupa meluangkan waktu untuk istirahat.

Pada bab ketiga penulis membahas perpisahannya dengan mantan pacarnya dan pada bab keempat penulis membahas penemuan kembali cinta yang tadinya penulis sangka tidak akan datang kembali. Kalo di dua bab terakhir ini aku ga begitu relate soalnya hubungannya spesifik sama pacar aja sedangkan aku ga ada pengalaman pacaran wkwk.

Kalo kamu suka esai yang pendek-pendek (paling panjang empat halaman) yang temanya titik terendah dalam hidup dan menemukan kebahagiaan kecil yang mungkin terlupakan, boleh banget baca buku ini. Kalo lagi menghadapi perpisahan

juga boleh banget baca ini. Seperti kata penulisnya, "Aku harap, tulisan ini menjadi kesempatan bagimu untuk menemukan kenangan yang hilang, untuk mengingat kembali yang terlupakan, atau untuk menemukan kenangan yang tidak lengkap."

Salah satu kalimat pengantar yang aku suka juga adalah "Mungkin tempatmu tinggal sat ini bukan rumahmu, tetapi ketika beranjak dewasa kita bertanggung jawab untuk mencari rumah sendiri. Tak masalah kalau sekarang kamu merasa tidak berada di rumah. Mari buat rumah kita sendiri perlahan-lahan."
Profile Image for Achandra.
212 reviews5 followers
April 20, 2023
Apakah kalian pernah merasa pada suatu titik meskipun sudah berada rumah tetapi merasa ingin pulang?
Jika aku, iya. Meskipun tidak selalu. Kadang hanya merindukan tempat atau seseorang yg bisa membuatku merasa hangat, nyaman, dan aman. Rumah buatku bukan berarti sebuah bangunan, melainkan rumah buatku adalah keluarga dan sahabat. Dan arti rumah bagiku dan sebagian orang tentu saja berbeda, karena masih banyak pula orang yg ingin menemukan kehangatan rumah, termasuk si penulis.
Nah, Kwon Rabin berharap lewat bukunya ini bisa menjadi rumah bagi para pembacanya yg sedang memasuki fase usia dewasa.

Buku ini berisi esai-esai pendek yang padat dan kaya. Padat yg aku maksud bukan tulisan panjang dan lebar, tetapi cukup mewakili perasaan dr pembaca tentang hubungannya bersama orang tua, rekan kerja, dan juga kekasih. Melalui buku ini juga, Rabin berharap bisa meningkatkan rasa empati dan saling menghargai perbedaan arti rumah bagi setiap orang.

Untuk menulis buku setebal 200an halaman, penulis harus melihat ke masa lalunya yg berarti juga membuka luka lama yg pernah penulis alami. Buku ini merupakan potongan-potongan kenangan yg ditulis seperti surat panjang, meskipun buku ini terkesan seperti menjual kemalangan yg pernah dialami penulis. Tetapi, buku ini juga bisa memberikan penghiburan kepada pembacanya, termasuk aku. Buku ini seperti memvalidasi perasaanmu juka memberikan penghiburan ketika kau harus melewati hari yg sulit dan berat.

Selain itu, buku yg berisi 4 bab ini membahas tentang pentingnya kebahagiaan dan pentingnya berempati pada setiap perbedaan, jika tak dimulai dari diri kita sendiri, tentu dunia tidak akan berubah. Buku ini juga mengingatkanku, tentang bagaimana menjadi pendengar yg baik tanpa menghakimi orang lain. Aku senang bisa menyelesaikan buku ini karena memberikan banyak perasaan hangat di hatiku, termasuk ilustrasinya yg menarik.

Oh yaa.. jika sekarang kamu merasa belum berada di rumah. It's fine, mari buat rumah kita sendiri perlahan-lahan.
Profile Image for LILI.
42 reviews
April 11, 2023
𝗔𝗸𝘂 𝗜𝗻𝗴𝗶𝗻 𝗣𝘂𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝘀𝗸𝗶 𝗦𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗱𝗶 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗞𝘄𝗼𝗻 𝗥𝗮𝗯𝗶𝗻🏡

Penulis : Kwon Rabin
Ilustrator : Sally Kim
Penerbit : Penerbit Haru
Bahasa : Indonesia (Terjemahan)
Halaman : 208 hlm

••••••••••
Book Review📖

Another self-Improvement book tapi kali ini topik utamanya agak beda. Meskipun beberapa bagian mirip2 buku self-improvement pada umumnya yang bahas tentang kesulitan2 jaman sekarang.

Membaca buku self-improvement kaya gini bisa jadi penghiburan/penyemangat untuk orang2 tertentu. Misalnya, mereka yang sedang kesulitan dengan perasaannya sendiri, mereka yang sedang tertatih2 dan berjuang untuk hidupnya, mereka yang sedang kesulitan tapi dipendam sendiri, dan masih banyak lainnya.

Penghiburan/penyemangat ini gak datang dari kelegaan kita bahwa orang lain juga sulit dan "Thanks God" masih ada yg kesulitan juga. Tapi datang dari kenyataan bahwa kita tidak sedang berjuang sendirian. Kita sama2 kesulitan tapi kita juga berjuang sama2.

Selain itu aku juga suka, bagian pembahasan tentang rumah/tempat tinggal. Bagian ini bakalan bikin banyak pembaca yang relate. Kita semua mungkin punya tempat tinggal untuk berteduh dan tidur. Tapi apa kalian yakin tempat kalian tinggal itu benar2 bisa di sebut rumah? Is it a house or a home? It's kinda different actually.

Kalau kalian gak nyaman pulang ke tempat tinggal kalian saat ini, apakah pantas itu disebut rumah? Rumah bukan hanya sekedar tempat berteduh dan tidur. Tapi tempat dimana kita bisa merasa sepenuhnya nyaman dan tenang sama diri kita atau orang lain disekitar kita. Dan ternyata banyak orang yang juga merasa seperti ini. Merasa tidak di rumah meski sudah pulang. Jika kalian merasakan hal ini, mari kita buat sendiri pelan2 rumah nyaman yg cocok buat kita.

Buku ini disusun dari esai2 menenangkan. Dengan alur yg pas banget. Jadi yang baca gak kerasa ganjil. Ditambah lagi kalian bisa cuci mata sama ilustrasi2 cantik di buku ini✨

Rate 4.2/5⭐
Profile Image for RA Cendani.
87 reviews5 followers
December 13, 2023
Selain ilustrasi yang cantik dan kata demi kata yang juga gak kalah indah. Keunggulan lain dari buku ini bagaimana pada akhirnya memberi kita ruang untuk berkaca pada diri lagi, untuk berkomunikasi lagi pada diri sendiri, tentang sejauh apa kita memaknai sebuah rumah. Gak cuma itu, kita juga berbagi rasa dengan penulisnya tentang gimana up-downnya perasaan untuk melawan kesepian bagi seseorang yang dalam hidupnya masih mencari makna rumah itu sendiri.

Dari buku ini aku jadi tau perbedaan house dan home. Dimana yang paling kita butuhkan adalah home. Sebuah rumah dimana memberikan rasa aman dan nyaman untuk diterima dan dimengerti. Aku jadi tau bahwa orang-orang yang terbiasa dalam hidupnya gak selalu dimengerti dan diterima itu perlu juga untuk belajar merasa diterima dan dimengerti.

Maksudnya gini. Bukankah sebetulnya setiap manusia selalu ingin dicintai? Iya, pasti. Tapi, untuk sadar dicintai, kita juga perlu belajar mencintai. Kadangkala kenapa banyak orang takut untuk mencintai? Bukan karna rasa cinta itu sendiri. Tapi kita takut semakin banyak orang yang kita biarkan masuk dalam hidup kita artinya semakin banyak juga yang pasti pergi. Kita cuma capek sama rasa kehilangan dan perpisahan itu sendiri. Singkatnya, kita takut mencintai karna kita takut semua orang jadi pergi.

Nah, sama, Penulisnya juga ngerasain gitu kok. Tapi, perlu diingat bahwa pertemuan dan perpisahan di dunia selalu ada. Aku setuju bagaimana penulis bilang bahwa dunia ini memang kontradiktif. Kita maunya apa, tapi yang terjadi justru tidak sesuai harapan. Its okay ngerasa capek atau sedih sama hal itu.

Namun, jangan menghalangi diri untuk keren dalam menghadapi luka. Semua dari kita berhak untuk dicintai dan juga mencintai dengan pantas. Kita berhak untuk tidak dilukai dan melewatkan kebahagiaan besar-kecil dalam hidup ini.

Mari berbahagia dengan rumah yang kita bangun perlahan-lahan untuk diri sendiri. Kita kuat dari yang kita pikirkan.
6 reviews
January 14, 2022
One of my favorite books I've ever read. Dari segala aspek—cover, isi, ilustrasi, bahkan prolog dan kata pengantarnya sangat menenangkan sekali kata-katanya.

Buku esai yang membahas mengenai "rumah". dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ melalui kata pengantar di buku ini mengatakan yang intinya, "Kita pulang ke 'house', tapi sering merasa tidak berada di dalam 'home'". Which is deep words, for me. Maknanya dalam sekali. Kadang kita pulang ke rumah, tetapi kita gagal mendapatkan kenyamanan yang kita harapkan. Buku ini bisa dijadikan media oleh kita untuk bisa menemukan rumah kita yang lain, kalau sesuatu yang kita anggap rumah, sudah tidak memberikan rasa nyaman, aman, dan ketenangan dalam kita.

Melalui buku ini, saya bisa ikut merasakan apa yang penulis, Kwon Ra Bin jakka-nim, rasakan. Mungkin karena saya sedang di fase yang sama seperti yang digambarkan di buku ini, tapi terlepas dari itu, saya langsung bisa merasakan kesedihan, kehampaan, yang ingin coba dibagikan oleh penulis melalui esainya.

Rasanya seperti mendengar cerita dari seorang teman yang mengalami hal serupa. Saya merasa seolah-olah apa yang saya rasakan dimengerti oleh penulis melalui esainya, pun sebaliknya, saya memahami apa yang dirasakan penulis. Bukankah ketika ada seseorang yang mendengarkan, memahami, dan ikut merasakan kesedihan kita saat kita sedang menghadapi masalah berat hingga merasakan kesedihan yang begitu mendalam, kita merasa nyaman? Nyaman karena setidaknya, masih ada orang yang mau mendengarkan kita, tenang rasanya ketika mengetahui bahwa ada orang yang mengalami hal serupa seperti kita hingga kita bisa saling berbagi kesedihan.

Dari halaman awal, buku ini benar-benar langsung saya jadikan buku favorit karena nuansa healing-nya terasa sekali.
Profile Image for Icha.
55 reviews1 follower
June 27, 2024
Buku ini berisi kisah pengalaman hidup penulis yang menggambarkan gejolak perasaan 'seperti tidak di rumah', merasa tidak nyaman, frustasi, sedih dan perasaan lainnya yang timbul ketika sesuatu yang akrab tidak memberikan sentuhan keakraban sesuai harapan. 'Rumah' yang dimaksud dalam buku ini adalah sesuatu yg memberi rasa nyaman dan aman, tidak selalu berupa bangunan fisik tetapi hal-hal yang menghadirkan perasaan demikian.

Menurutku kata pengantar yang ada di buku ini sifatnya wajib dibaca, rasanya seperti guide untuk bisa lebih memahami ke mana arah pembahasan tiap cerita di dalam buku yang terbagi ke dalam 4 bab ini.

Ada beberapa pengalaman penulis yang lumayan mirip dengan apa yang aku rasakan, kayak misalnya yang ada di cerita Tidak Merasa Hangat meski Sudah Memakai Selimut dan Lebih Baik Diam daripada Mengatakan Sesuatu yang Buruk.

Buku ini juga punya ilustrasi warna-warni yang bikin pembaca jadi gak bosan waktu membaca. Nggak semua cerita juga berbentuk cerita lengkap, ada juga yang kayak quotes gitu. Buku ini termasuk buku self improvement yang bisa banget dibaca dalam sekali duduk karena menurutku isinya gak terlalu berat atau kelam, tapi tetep ada isu sensitif yg mungkin untuk yg gak bisa baca tentang ini bisa mempertimbangkan terlebih dahulu ya. Buku ini mentioning mental illness, self harm, lgbt.

To be honest aku kurang nge-feel waktu baca 2 bab terakhir, apalagi bab paling terakhir. Aku merasa kurang nyaman sama susunan kalimatnya, aku mikir sebenarnya ini bisa banget dibikin lebih sweet kata-katanya deh kayaknya biar bikin tambah nge-feel(?). Aku menyayangkan diriku yg gak bisa menikmati bab terakhir karena sebenernya aku tahu ini akan terasa hangat kalo aja aku nyaman bacanya.
Profile Image for zaawithbooks.
57 reviews6 followers
November 30, 2021
Aku Ingin Pulang Meski Sudah Di Rumah memiliki judul bahasa Korea 집에 있는데 집에 싶어 (Jibe inneunde jibe sipheo).

Buku ini 4 bagian;
•Kebahagiaanku lebih berharga daripada Apa pun
•Untukmu yang menghadapi sulitnta kehidupan
•Jika kau tidak tahu alasan kita berpisah
•Pada akhirnya kita akab jatuh cinta lagi.

Pada bagian satu dan dua lebih ditunjukkan buat diri kita sendiri, semacam susunan paragraf yang relate sama kehidupan kita, berbagai tips dan sebuah pengakuan terhadap perasaan yang sering kita rasakan, tanpa bersifat menggurui.

Tidak apa jika sejenak kita melarikan diri dari masalah, karena hidup terus berjalan, dan agar tidak tercipta penyesalan-penyesalan lain. Kita bisa kembali ketika kita sudah siap.

Nah, pada bagian tiga dan empat ini isinya seperti saling bersahutan. Di bagian ketiga ini isinya tentang sebuah kehilangan cinta, rasa yang hanya sepihak, sebuah perpisahan, dan sejenisnya,

Tetapi pada bagian keempat, atau bagian terakhir berisi tentang bagaimana cinta akan datang kembali, selayaknya kita membuka lembaran baru, dan kita akan menemukan cinta baru dan segala hal indah lainnya.

Secara tersirat seperti, "Kalau kita bisa bersabar melalui lembaran tidak mengenakan, kita akan menemukan keindahan lain yang pastinya jauh dari apa yang bahkan pernah kita harapkan."

Tidak peduli seberapa seringnya manusia berkata akan hidup untuk hari ini saja, mereka akan tetap menatap esok hari dan kembali mencintai. Pada akhirnta kita akan mencintai lagi.

Aku baca buku ini karena Taehyung (V BTS) pernah menyebut judul buku ini dalam suat interview, dan Aku benar-benar gak menyesal sih bisa baca ini💜
Profile Image for Yayan Nurkasanah.
30 reviews
December 30, 2022
Aku tertarik membeli buku ini karena judulnya “Aku Ingin Pulang meski sudah di Rumah”-- yang menurutku bakal sesuai dengan kehidupanku. Aku hidup di rantauan, di lingkuan baru, dan orang-orang baru. Berada di dunia baru dan asing seperti itu membuatku seringkali ingin pulang ke rumah yang familier bagiku. Padahal, saat ini aku tinggal di dalam rumah, tetapi aku masih ingin pulang.

Saat seseorang merasakan dirinya berbeda, bingung, dan ketakutan ketika dihadapkan pada situasi yang tidak biasa di lingkungan baru, secara naluriah ia akan mencari rumah yang paling nyaman dan familier baginya. Ia seperti siput yang tinggal dalam rumah di punggungnya untuk mempertahankan diri (hal. 28).

Aku Ingin Pulang mesti Sudah di Rumah merupakan sebuah esai pengembangan diri atau self-improvement yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis. Dalam buku ini, penulis menyediakan ruang bagi pembaca untuk memahami dan mengerti diri kita sendiri. Bahkan penulis seperti sedang diam-diam memperhatikan kita.

Buku setebal 208 halaman dilengkapi dengan ilustrasi menarik ini terdiri dari 4 bab. Secara garis besar terdiri dari dua bagian. Bagian pertama yaitu, bab 1 dan 2 membahas tentang depresi, kebahagiaan, harapan, dan penyesalan. Bagian kedua yaitu, bab 3 dan 4 membahas tentang perpisahan dan jatuh cinta.

Walau pada bagian kedua tidak sedang aku alami sekarang. Bagaimana sakitnya perpisahan dan indahnya jatuh cinta? Tetapi, aku dibuat baper dan tertawa dengan yang penulis sampaikan. Akan saat menarik kalau hal tersebut terjadi pada kehidupanku dengan tanda kutip setelah menikah.

#yayanreads #akuinginpulangmestisudahdirumah
Profile Image for Erixa Putri.
127 reviews6 followers
January 16, 2022
Ratings : Rating : 4.8 🌟

Aku masih ingat saat diriku masih kecil, aku berharap agar waktu cepat berlalu dan membuatku menjadi dewasa.. Sekarang, setelah aku sudah hampir mencapai usia seperempat abad, rasanya aku ingin kembali menjadi anak kecil lagi yang tidak memiliki beban apa-apa.

Menjadi seseorang yang dewasa itu tidak semudah kelihatannya. Banyak lika-liku yang harus dihadapi. Apapun pilihan yang diambil akan ada resiko dan konsekuensi yang harus ditanggung.
Sebelum membaca buku ini, aku mengira apa yang saat ini sedang kualami tidak akan bisa dimengerti oleh orang lain. Perasaan yang saat ini sedang kualami tidak akan bisa dimengerti oleh siapapun kecuali diriku sendiri. Namun ternyata, aku salah.

Sebagian besar yang dituliskan Rabin disini hampir semuanya terjadi padaku. Penyesalan, harapan, kenangan, kebahagiaan, standar hidup, jati diri. Seolah-olah buku ini memberitahuku, “Perasaan yang kau rasakan itu wajar. Semua orang merasakannya. Tidak apa-apa, kau tidak sendirian” yang membuatku menangis (karena memang aku se-sensitif itu).

Aku selalu merasa sendirian di muka bumi ini padahal aku tahu bahwa banyak orang mengenalku dan menyayangiku, tapi entah kenapa aku lebih memilih untuk menyendiri dibandingkan memaksa diriku demi kebahagiaan semu yang tidak bertahan lama.

Aku melihat buku ini sebagai sebuah kenangan. Kenangan yang bisa dipelajari orang lain lewat tulisan kepada mereka yang sama-sama merasakan apa yang saat ini kurasakan dan yang pernah dirasakan oleh si penulis agar tidak menyerah dalam keadaan apapun dan tetap mencintai hidup mereka.
Displaying 1 - 30 of 86 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.